Anda di halaman 1dari 3

Bab vii Hak cipta dan hak lainnya Pengantar Hokum hak cipta melindungi hak kekayaan intelektual

dari seseorang yang telah menciptakan karya asli. Tidak seperti paten, subjek tentang hak cipta merupakan bentuk dari hasil karya yang berseni. Semua hasil dari karya seni itu dilindungi selama karya yang asli masih ada. Tidak seperti paten produk, hak cipta tidak memberikan si pemegang hak cipta untuk memonopoli hasil dari karyanya. Perlindungan hak cipta melindungi si pemilik selama masih hidup, ditambah 50 tahun setelah pemiliknya meninggal. Yang menjadi titim focus dari perlindungan hak cipta adalah buku, music, lukisan, gambar, atau film. Lalu perlindungan hak cipta sekarang juga termasuk perangkat lunak computer dan kumpulan data. Seperi halnya hokum paten, hokum hak cipta mendukung untuk keseimbangan antara keuntungan yang didapat oleh pemilik hak cipta dan manfaat yang diterima oleh massyarakat. Hokum hak cipta mengatur lebih luas mengenai pembatasan hak eksklusif yang dimiliki oleh pemegang hak cipta dari seluruh category IPR. Dalam beberapa tahun terakhir ini, pembajakan mengenai hak cipta sudah ditekan sedemikian rupa dengan berbagai cara. Hak cipta dan hak lainnya memeliki persamaan dari perlindungannya. Ini disebut dengan hak hubungan atau hak bertetangga. Haknya adalah melindungi orang, selain dari pembuat, yang terlibat langsung dalam pembuatan dari hasil hak cipta.

Hak cipta Pasal 9 samapai 13 dari TRIPS menyebutkan mengenai standar minimal untuk perlindungan hak cipta. Taat kepada Konvensi Berne Pasal 9.1 dari TRIPS menetapkan anggota WTO harus menyetujui isi pasal 1 sampai 21 tentang prinsip kehadiran perjanjian internasional tentang hak cipta, konvensi Berne (1971), termasuk tambahan lainnya.

Hak Moral Sudah diketahui bahwa ada satu pengecualian terhadap ketaatan pada konvensi Berne, pada naskah TRIPS merupakan hasil dari pemikirann Amerika untuk pasal 6bis konvensi tersebut,

menyebutkan bahwa anggota berkewajiban untuk melindungi hak moral dari pencipta. Lalu dibawah pasal 6bis, pencipta memiliki hak prerogative untuk mengklaim pekerjaannya setelah memiliki izin untuk menghasilkan atau menggunakannya. Hak prerogative tersebut mencakup mengenai penambahan atau modifikasi terhadap hasil pekerjaannya.

Perlakuan Negara dan Perlakuan terbaik Negara Pada saat periode pre-Uruguay Round, hamper seluruh nergara telah melindungi hak cipta dan merupakan anggota dari Konvensi Berne. Pada suatu Negara di asia timur, ada Negara yang beum menjadi anggota konvensi berne, mengenai perlindungan hak cipta masih belum diwajibkan pada penciptanya sebelum negaranya merassa untuk melindungi hak cipta dari si pencipta. Sekarang TRIPS membuat perlakuan Negara yang dipakai kepada semua anggota WTO dari 1 Januari 1996. Negara-negara yang sudah mengamandemen peraturan perundng-undangan mereka tentang hak cipta harus menyetujui apa yang dikemukakan oleh TRIPS dan WTO. Termasuk semua Negara yang sudah menjadi anggota konvensi berne, atau juga pada anggota WTO yang belum menjaadi anggota konvensi Berne. Perlakuan terbaaik Negara, dapat kita lihat di Bab II, yang merupakan konsep yang dipinjam dari GATT dan dipergunakan untuk IPRs di TRIPS. Tujuan dari perindugan hak cipta Negara, melindungi hak cipta yang merupakan hasil dari hasil ekspresi yang kreatif dan bukan hanya sebuah ide. Hal tersebut diketahui dari pasal 2(1) konvensi berne yang tidak mnyebutkan secara langsung. TRIPS sekarang menyebutkan dan menggabungkan konsep ini menjadi kalimat yang spesifik pada pasal 9.2, bahwa perlindungan hak cipta harus melindungi hasil karya, bukan Cuma ide, prosedur, metode pembuatan atau konsep matematika. Program Komputer TRIPS menyebutkan bahwa program computer juga merupakan suatu objek yang haruus dilindungi oleh perklindungan hak cipta. Kumpulan data TRIPS menyebutkan bahwa kumpulan data yang dimiliki oleh setiap user harus dilindungi di bawah perlindungan hak cipta.Karena kumpulan data juga sangat penting apalagi mengingat banyak perusahaan yang memeiliki data-data penting, sehingga harus terlindungi dan aman, akan terjadi hal yang tidak diinginkan apabila kumpulan data penting terssebut jatuh di tangan yang salah.

Hak sewa Hak cipta hanya memperbolehkan pencipta untuk menyalin atau membuat kembali, dan menggunakan ciptaanya yang dilindungi. Hak sewa memperbolehkan hasil ciptaannya tersebut untuk dipergunakan orang lain dengan persetujuan sewa. Tetapi setelah sewa dilakukan, penyalinan barang tersebut secara meluas akan sulit untuk dihindari. TRIPs kemudian membatasi hak sewa tersebt agar tidak dipergunakan untuk hal yang merugikan atau membuat pihak pembuat menjadi merasa tidak diuntungkan.

Hal-hal yang dilindungi Pasal 7(1) dari konvensi berne menyebutkan batas minimal tentang hal-hal yang dilindungi oleh perlindungan hak cipta adalah selama penciptanya masih hidup ditambah dengan 50 tahun setelah penciptanya meninggal. Hak Hubungan Hak dari peran, produser atau dari pengarah perekaman suara, dan organisasi penyiaran termasuk kedalam hubungan atau tetangga yang harus dilindungi dibawah perlindungan hak cipta. IPR menyebutkan, bahwa radio, televise, videoframe dan satelit juga harus terlindungi dengan perlindungan hak cipta Tujuan dari perlindungan hak hubungan WTO dan TRIPS melindungi produser dan pemerannya yang akan melakukan pertunjukan secaara langsung. Dan juga melindungi dan mencegah terjadinya penyiaran di luar hak siar yang dimiliki oleh pemilik hak hubungan tersebut. Hal-hal yang dilindungi Pada pasal 14.5 TRIPS, batas minimum yang ddilindungi untuk pemeran dan produser adalah 50 tahun, dan hanya 20 tahun di bawah konvensi Roma. Hak yang dimiliki oleh penyiar hanya terlindungi selama 20 tahun sejak pertama kali melakukan siaran. Ke depannya untuk Negara pembuat Untuk Negara pembuat, harus mencantumkan harga yang masuk akal kepada Negara asing sebagai penerima hasil dari hak cipta, sehingga harus seimbang antara pembuat dan hak hubungan yang dimiliki oleh produser dan pemeran.