Anda di halaman 1dari 4

JOB III PENGUJIAN KADAR LUMPUR ( Agregat Halus ) A.

TUJUAN Untuk menentukan besarnya kadar lumpur yang terkandung dalam agregat halus dan kasar.

B. DASAR TEORI Kadar Lumpur merupakan perbandingan antara berat lempung yang terkandung dalam agregat dengan berat agregat sebelum dilakukan pencucian. Agregat yang cocok untuk menghasilkan beton dengan mutu tinggi adalah yang bebas dari lempung, lanau dan bahan-bahan organik yang akan mengurangi kekuatannya. Oleh karena itu agregat harus bebas dari butiran-butiran yang lembek yang akan terurai akibat cuaca dan berpengaruh terhadap keawetan beton. Kadar lumpur yang ada dalam agregat dapat ditentukan dengan menyaring agregat tersebut dengan saringan no.200. Kadar lumpur adalah persentase yang lolos saringan No. 200 Adapun kadar lumpur yang diizinkan untuk agregat halus adalah < 5%. Bila lebih besar maka agregat tersebut harus dicuci terlebih dahulu sebulum digunakan. Rumus kadar Lumpur : W= Dimana : W = Kadar Lumpur ( % ) %.

W1 = Berat agregat sebelum dioven ( gr ) W2 = Berat agregat sesudah dioven ( gr )

C. ALAT DAN BAHAN Alat : - Timbangan dengan ketelitian 0,01 gram - Saringan no.200 - Saringan no. 16 - Oven - Talam Bahan : - Agregat halus kering oven sebanyak 1000 gr - Air

D. LANGKAH KERJA 1. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan. 2. Menimbang benda uji pasir sebanyak 1000gr kemudian dikeringkan didalam oven dengan suhu 110-115C selama 24 jam. 3. Benda uji yang telah kering oven ditimbang beratnya (W1). 4. Memasukkan benda uji kedalam talam, dan menuangkan air bersih kedalam talam tersebut hingga benda uji terendam. 5. Mengaduk benda uji sehingga terpisah dari debu yang melekat pada benda uji 6. Membuang air yang keruh secara perlahan-lahan dengan melalui saringan no.16 dan no.200 agar tidak ada benda uji yang ikut terbuang. 7. Mengulang langkah 3-5 beberapa kali, hingga air yang ada dalam talam kelihatan jernih. 8. Memasukkan benda uji kedalam oven dengan suhu 110 - 115C selama 24 jam. 9. Menimbang benda uji dan mencatat hasilnya (W2). 10. Menganalisa kadar lumpur yang terkandung pada agregat.

E. DATA HASIL PERCOBAAN No. 1. 2. Agregat Halus URAIAN Berat agregat setelah dioven (W1) Berat kering agregat setelah dicuci (W2) SATUAN gr gr BENDA UJI 1 917,8 878,5 2 925 889,5

F. ANALISA DATA
Uraian Berat kering oven pasir (W1) Berat kering oven pasir setelah dicuci (W2) Berat lumpur (W3) Kadar lumpur (w) Kadar lumpur rata-rata (w rata-rata) Rumus W1 - W2 (W3 / W1) x100% (wI + wII) / 2 Satuan gr gr gr % % Pengujian I 917.8 878.5 39.3 4.28 4.06 II 925 889.5 35.5 3.84

G. KESIMPULAN 1. Agragat Halus Kadar lumpur yang diperoleh = 4,06 % ( 4,06 % < 5 % ) artinya kadar lumpur agregat ini tidak perlu dicuci dan masih layak digunakan pada campuran beton.

H. DOKUMENTASI

Saringan no. 200

Saringan no. 16

Timbangan Digital Ketelitian 0.001 gram

Talam

Pasir

Oven Pemanas Dengan Suhu Mencapai 115 0C