Anda di halaman 1dari 3

Syok sepsis

Gambaran Klinis Sebagian besar pasien yang mengalami sepsis menunjukkan perubahan pada suhu, dapatberupa hipertermia atau hipotermia. Takikardia dan takipnea ditemukan hampir bersamaan.Cardiac output (CO) umumnya naik pada tahap awal ("hiperdinamik" fase) sebagaimekanisme homeostatik mencoba meningkatkan pengangkutan oksigen yang memadaiuntuk memenuhi kebutuhan peningkatan metabolisme tubuh, biasa dikenal dengan syokhangat (Warm Shock ). Kemudian dalam fase sepsis selanjutnya, CO turun sebagai pengaruhberbagai sitokin, dikenal dengan syok dingin (Cold Shock ), lihat tabel 1. Jika hipotensi terjadi,menunjukkan fase akhir syok sepsis pada anak-anak. Anak-anak sering menunjukkan tanda-tanda menurunnya perfusi, tetapi tetap mempertahankan tekanan darah dalam batasnormal, seperti melambatnya waktu pengisian kapiler, tekanan nadi yang melemah, danperabaan ekstremitas yang dingin. Kebocoran kapiler terjadi efek dari sitokin menyebabkanmelebarnya endothelial junction di kapiler. Asidosis laktat hampir selalu terjadi sebagai efekdari peningkatan produksi di jaringan dan penurunan pengeluaran melalui hati Gejala sistem saraf pusat termasuk iritabilitas, letargis atau tidak sadar bahkandapat terjadi walau pun tidak disertai meningitis. Hiperpireksia (41.0C) berhubungandengan tingginya kejadian meningitis bakterialis. Oliguria dapat terjadi. Pada kulit dapatditemukan hipoperfusi atau dapat juga menunjukkan petechie dan purpura. Diagnosis Syok Septik didiagnosa ketika ada bukti klinis infeksi atau Systemic Inflammatory ResponseSyndrome (SIRS), adanya bukti hipoperfusi organ yang disebabkan sepsis (asidosis laktat,output urin menurun, atau status mental berubah) dan hipotensi. Systemic Inflammatory Response Syndrome (SIRS) SIRS ditemukan jika terdapat 2 atau lebih kriteria dibawah ini, salah satunya harusabnormalitas suhu atau hitung jumlah leukosit. 1. Suhu inti lebih dari 38,5C atau dibawah 36C 2. Takikardia, rata-rata denyut jantung lebih dari 2 SD di atas normal berdasarkan usia,tanpa ada stimulus ekternal, pemakaian obat lama, atau stimulus nyeri. Bisa jugapenyebab tidak dapat dijelaskan tetapi peningkatan denyut jantung menetap 0.5-4 jam. 3. Bradikardia, rata-rata denyut jantung kurang dari 10 persen normal berdasarkanusia, tanpa adanyanya stimulus vagal, obat-obat bloker, atau kelainan jantungbawaan. Bisa juga penyebab tidak dapat dijelaskan tetapi penurunan denyut jantung menetap 0.5-4 jam. 4. Takipnu, rata-rata frekuensi nafas lebih dari 2 SD di atas normal berdasarkan usia.

5. Hitung jumlah leukosit meningkat atau turun berdasarkan usia (bukan sekunderoleh kemoterapi induced leukopemia) atau lebih dari 10% netrofil immature.

DIAGNOSIS Pengenalan dini syok septik sangat esensial untuk memperoleh outcome yang baik. Syok septik merupakan suatu diagnosis klinis, yang ditandai oleh adanya perfusi yang menurun. Stadium awal syok septik dapat dikenali dengan ditemukan takikardi, bounding pulse, serta perubahan kesadaran. Stadium lebih lanjut dapat ditemukan waktu pemanjangan pengisian kapiler, dan akhirnya tanda lambat yang timbul adalah hipotensi. Syok septik harus didiagnosis secara klinis sebelum timbulnya hipotensi, yaitu hipotermi, atau hipertermi, perubahan status mental, vasodilatasi perifer (warm shock) atau vasokontriksi dengan capillary refill > 3 detik (cold shock). Ambang batas denyut jantung yang berhubungan dengan meningkatnya mortalitas pada bayi dengan keadaan critically ill adalah HR < 90 x/menit atau > 160x/menit. Syok septik harus dicurigai pada bayi baru lahir yang mengalami takikardi, respiratory distress, malas menetek, tonus buruk, sianosis, takipnea, diare, atau penurunan perfusi, khususnya dengan adanya riwayat ibu dengan korioamnionitis atau ketuban pecah lama. Pemeriksaan laboratorium lengkap harus dilakukan pada pasien syok septik, meliputi pemeriksaan darah lengkap, urinalisis, dan elektrolit, serta mencari sumber infeksi dengan pemeriksaan rontgen toraks. Pemeriksaan kultur dari darah dan urin juga dilakukan, pungsi lumbal untuk kultur cairan serebrospinal (CSF), dan kultur yang secara klinis diperlukan atau sesuai indikasi dapat membantu menegakan diagnosis. Petanda biologis sebagai suatu respon terhadap infeksi yang meningkat salah satunya adalah C-reactive protein (CRP) yang membutuhkan waktu 12-24 jam untuk mencapai kadar dalam darah yang dapat di ukur.

Syok anafilaktik
Diagnosis Anamnesis Mendapatkan zat penyebab anafilaksis (injeksi, minum obat, disengathewan, makan sesuatu atau setelah test kulit ) Timbul biduran mendadak, gataldikulit, suara parau sesak ,sekarnafas, lemas, pusing, mual,muntah sakit perutsetelah terpapar sesuatu.Fisik diagnostik Keadaan umum : baik sampai buruk Kesadaran Composmentissampai Koma Tensi : Hipotensi, Nadi:Tachycardi, Nafas : Kepala dan leher :cyanosis, dispneu, conjunctivitis, lacrimasi, edema periorbita, perioral, rhinitis Thorax aritmia sampai arrest Pulmo Bronkospasme, stridor, rhonki dan wheezing,Abdomen : Nyeri tekan, BU meningkat Ekstremitas : Urticaria, Edema ekstremitasPemeriksaan Tambahan Hematologi : Hitung sel meningkat Hemokonsentrasi,trombositopenia eosinophilia naik/ normal / turun. X foto : Hiperinflasi dengan atautanpa atelektasis karena mukus plug, EKG : Gangguan konduksi, atrial danventrikular disritmia, Kimia meningkat, sereum triptaase meningkat

Syok kardiogenik
Tanda tanda dan gejala yang biasanya timbul pada pasien syok kadiogenik, antara lain :

kulit dingin, pucat dan lembab sianosis tekanan darah sistolik turun sampai 30 mm Hg di bawah batas atau pembacaan terus menerus di bawah 80 mm Hg yang tidak berkaitan dengan medikasi tekanan denyut nadi menurun urin kurang dari 20 ml/jam respirasi cepat dan dangkal gelisah, konfusi mental dan penurunan kapasitas mental takikardia

syok neurogenik
Manifestasi Klinis Hampir sama dengan syok pada umumnya tetapi pada syok neurogenik terdapat tanda tekanan darah turun, nadi tidak bertambah cepat, bahkan dapat lebih lambat (bradikardi) kadang disertai dengan adanya defisit neurologis berupa quadriplegia atau paraplegia . Sedangkan pada keadaan lanjut, sesudah pasien menjadi tidak sadar, barulah nadi bertambah cepat. Karena terjadinya pengumpulan darah di dalam arteriol, kapiler dan vena, maka kulit terasa agak hangat dan cepat berwarna kemerahan.3,4,14,15 Diagnosis Hampir sama dengan syok pada umumnya tetapi pada syok neurogenik terdapat tanda tekanan darah turun, nadi tidak bertambah cepat, bahkan dapat lebih lambat (bradikardi) kadang disertai dengan adanya defisit neurologis berupa quadriplegia atau paraplegia. 3,4,14,15