Anda di halaman 1dari 4

KONTRAK JUAL BELI BATU BARA

No:10/SPJB/ARA/PP/IX/2012 _________________________________________________________ Surat Perjanjian jual beli batu bara ini di tandatangani di Banjarmasin pada hari ini 01 oktober 2012 Oleh Pihak-Pihak di bawai ini : Nama Jabatan Alamat : : Direktur utama :

Untuk dan atas nama Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT. xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx yang bertindak PENJUAL, Selanjutnya dalam perjajian ini disebut PIHAK PERTAMA: Nama : Jabatan :Direktur Alamat : Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama CV. Xxxxxxxxxx yang bertidak sebagai PEMBELI, selanjutnya dalam perjanjian ini di sebut PIHAK KEDUA Dengan dilandasi itikat yang baik serta terjalin kerjasama yang saling menguntungkan kedua belah pihak telah sepakat untuk melakukan jual beli batubara dengan ketentuan dan persaratan sebagai berikut: Pasal1 OBYEK JUAL BELI Obyek jual beli dalam perjanjian ini adalah Batubara jenis Steamcoal ,kalori 5500-5300Kcal/Kg, dan tampa specsipikasi dari surveyor(non spec) Pasal 2 KUANTITAS BATU BARA & LOUDING POIN 1. Dengan Buyer Option,kuatitas Batubara yang dijual-belikan dalam kontrak ini adalah sejumlah I X 7500 MT+/- 10% 2. Mengenai kuantitas dan jatwal pengiriman akan ditentukan sesui jatwal yang ditentukan oleh kedua belah pihak. 3. Setiap pengiriman atau pengapalankan diberangkatkan melalui pelabuhan disepakati oleh kedua belah pihak

Pasal 3 HARGA 1. Harga jual Batubara yang telah disepakati atas batu tersebut adalah Rp 265.000/MT(dua ratus enam puluh lima ribu rupiah per metric ton) 2. Harga tersebut adalah harga di disepakati ,yakni harga FOB pada pelabuhan H.Abidin II sungai danau 3. Ligalitas IUP-OP CV .xxxxxxxxxx KM 21 desa xxxxxx kecamatan satui/sai danau. kab tanah bumbu kalimantan selatan Pasal 4 TERMIN PEMBAYARAN Pembayaran batubara dilakukan setiap pengiriman sebanyak 7500mt=/+-10% dengan termin pembayaran sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. A. B. 20% saat tanda tangan kontrak batubara siap kirim kepelabuhan 30% batubara sampai kelabuhan di sertakan surat kirim asal tambang 40% setelah terbit Shipping instrucian (S I) sandar muat tongkang 10 % pada serah terima dukumen 1(satu ) lembar asli +3(tiga) copy surat kirim 1(satu) lembar asli + 3(tiga) copy surat keterangan asal barang (SKAB) yang di terbitkan oleh dinas Pertambangan setempat C. 1(satu) lebar asli + 3(tiga) copy suratn keterangan asal barang (SKAB) yang diterbitkan oleh pemilik IUP. D. 1(satu)lembar asli surat tagihan /invoice yang diterbitkan oleh Pihak Pertama Pasal 5 PENENTUAN KUATITAS Penentuan berat batubara adalah berdasarkan hasil finaldraft dari surveyor independent yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.

Pasal 6 PERNYATAAN PIHAK PERTAMA 1. PIHAK PERTAMA menjamin kepada PIHAK KEDUA ,bahwa batubara yang dijualnya adalah benar-benar miliknya atau mendapat kuasa untuk menjual,dan membebaskan PIHAK KEDUA dari tuntutan Pihak Ketiga dan atau pihak lain terhadap kepemilikan batubara tersebut dan apa bila ada tuntutan dari PIHAK KETIGA hingga terjadi kerugian,maka seluruh kerugian tersebut menjadi tanggung jawab PIHAK PERTAMA.

Pasal 7 WAKTU PENGIRIMAN DAN KUANTITAS Pemuatan batubara akan dilaksanakan segera setelah perjanjian kerjasama jual beli batubara ini ditandatangani oleh kedua belah pihak dan PIHAK KEDUA menyampaikan jatwal rencana pengiriman (Shipping intrucian ).

Pasal 8 FORCE MAJEURE 1. Kedua belah pihak sepakat bahwa yang dimaksut force majeure dalam perjajian ini adalah keadaan memaksa yang terjadi diluar kemam puan kedua belah pihak diantaranya ;bencana alam ,perang,keadaan serupa perang,blockade,embargo,huruhara,kebijakan pemerintah,pemogokan,epidemic,karantina,kebakaran,banjir,gempa bumi dan keadaan yang tak terduga lainnya. 2. Pemberitahuan tentang keadaan force majeure sebagai mana dimaksut dalam ayat (2) pasal ini harus disepakati dan disertai adanya keterangan tertulis dari intansi yang memiliki kewenangan Pasal 9 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1. Apabila perselisihan diantara kedua belah pihak mengenai isi maupun pelaksaan surat Perjanjian ini,maka diselesaikan dengan cara musyawarah . 2. Apabila perselisihan tersbut sebagai mana dimaksut pada ayat (1) pasal ini tidak dapat diselesaikan dengan cara musyawarah mupakat,maka kedua belah pihak akan menyelesaikan melalui Pengadilan Negeri Banjar Baru,Kalimantan selatan. Pasal 10 DEMMURRAGE DAN DEADFREITGHT Apabila tongkang telah sandar di jetty yang telah titentukan dan PIHAK PERTAMA tidak dapat menyediakan ,pengiriman dan memuat Batubara dalam waktu 3X24 jam seperti yang disepakati dan mengakibatkan terjadinya Demmurrage Deadfreight (kekurangan muatan) maka PIHAK PERTAMA akan dikenakan denda/biyaya atas terjadinya hal-hal tersebut sesuai dengan tagihan dari pemilik tongkang adalah Rp,25 juta perhari pro rata. Pasal 11 LIGALITAS IUP-OP CV. xxxxxxxxxxxxx .lokasi desa km xxxxxxxxxx kecamatan satui/sai,danau prop kalimantan selatan

Pasal 12 PENUTUP 1. Surat perjanjian ini di buat dalam rangkap 2 (dua) bermatrai cukup dan mempunyai kekuatan hukum yang sama 2. Hal-hal yang belum di atur dalam Perjanjian ini akan ditetapkan lebih lajut dengan memorandum yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini. 3. Perjanjian ini dibuat dengan penuh kesadaran dan tampa ada paksaan dari pihak manapun untuk kemudian menjadi pedoman bagi kedua belah pihak.

PIHAK PERTAMA PT. xxxxxxxxxxxxxx

PIHAK KEDUA CV. xxxxxxxxxxx

(xxxxxxxxxxxxxxx)

( xxxxxxxxxxxxx)

SAKSI-SAKSI

..