Anda di halaman 1dari 61

SAMBUNGAN ULIR

(SCREWED JOINTS)

1.1 Fungsi Sambungan Ulir


Dilihat dari berbagai kontruksi yang menggunakan sambungan ulir (yang dapat
dibongkar pasang) sambungan ulir memiliki fungsi utama, yauitu:
1. Digunakan pada bagian mesin yang memerlukan sambungan dan pelepasan tanpa
merusak bagian mesin.
2. Untuk memegang dan penyesuaian dalam perakitan atau perawatan.
3. Sebagai penerus daya, artinya sistern ulir digunakan untuk memindahkan suatu
daya menjadi daya lain misalnya sistern ulir pada dongkrak dan poros berulir
(transportir) pada mesin-mesin produksi. Dengan adanya sistem ulir ini maka
beban yang relatif berat dapat ditahan/diangkat dengan daya yang relatif ringan.
4. Sebagai salah satu alat untuk mencegah terjadinya kebocoran, terutama pada
sistem ulir yang digunakan pada pipa. Kebanyakan yang dipakai untuk
penyambungan pipa.

1.2 Keuntungan dan Kerugian Sambungan Ulir


Keuntungan
1. Sambungan ulir mempunyai reliabilitas (kehandalan) tinggi dalam operasi.
2. Sambungan ulir mudah dalam perakitan dan pelepasan komponen.
3. Sambungan ulir dapat digunakan dalam berbagai kondisi operasi.
4. Ulir relatif murah untuk diproduksi karena standarisasi dan sangat efisien dalam
proses manufaktur.
5. Dapat dipakai untuk menyambung dengan jumlah tebal baja > 4d ( tidak seperti
paku keling dibatasi maksimum 4d ).
6. Dengan menggunakan jenis Baut Pass maka dapat digunakan untuk konstruksi
berat /jembatan.
Kekurangan
1. Kerugian utama dari sambungan ulir adalah konsentrasi tegangan di bagian ulir
yang menyebabkan adanya titik kritis dalam berbagai kondisi beban yang
bervariasi.
1

2. Konstruksi baja dengan sambungan ulir memiliki berat yang lebih besar
dibanding sambungan las. Dengan las berat sambungan hanya berkisar 1 1,5%
dari berat konstruksi, sedangkan dengan ulir berkisar 2,5 4% dari berat
konstruksi.
1.3 Bagian Bagian Ulir

Gambar 1 bagian bagian ulir

a. Major diameter
Diameter terbesar pada bagian ulir luar atau ulir dalam dari sebuah sekrup,
juga dikenal sebagai diameter luar atau nominal.
b. Minor diameter
Bagian terkecil dari bagian ulir dalam atau bagian ulir luar, disebut juga
sebagai core atau diameter roof.

c. Pitch diameter
Disebut juga diameter efektif, merupakan bagian yang berhubungan antara
baut dan mur.
d. Pitch
Jarak dari satu ujung ulir ke ujung ulir berikutnya. Juga dapat diartikan jarak
yang ditempuh ulir dalam satu kali putaran.
1

Pitch = No.of threads per unit length of screw


e. Lead
Merupakan jarak antara dua titik yang sesuai pada helix yang sama. Hal ini
juga dapat didefinisikan sebagai jarak yang suatu kemajuan ulir sekrup aksial
dalam satu putaran mur.
f. Crest
permukaan atas ulir.
g. Root
Merupakan bagian bawah permukaan yang terdapat pada dua sisi-sisi ulir yang
berdekatan.
h. Depth of thread
Merupakan jarak tegak lurus antara permukaan luar dan dalam dari ulir.
i. flank.
merupakan permukaan bersentuhan dengan crest dan root.
j. Angle of thread
Merupakan sudut yang terbentukm oleh flank.
k. Slop. setengah pitch ulir.
1.4 Macam Macam Ulir
a. Menurut arah Gerakannya:
1. Ulir Kanan: arah dari putaran ulir searah jarum jam.
2. Ulir Kiri: arah putaran ulir berlawanan jarum jam.
b. Menurut jumlah uliran:
1. Ulir Tunggal: dalam satu silinder hanya terdapat satu uliran yang
melingkar.
2. Ulir Ganda/Majemuk: dalam satu ulir terdapat dua atau lebih ulir yang
melingkar secara bersama sama.
3

c. Menurut profil alur atau bentuk sisi ulir:


1.

British Standard Whitworth (B.S.W.) thread


Ulir standar Inggris dan memiliki pitch kasar. V simetris-ulir di mana
sudut antara flankes, diukur dalam bidang aksial, adalah 55 . Sedangkan
BSF adalah fine series.
Aplikasi: Untuk menahan vibrasi, automobile.

Gambar. 2. British Standard Whitworth (B.S.W) thread.


2.

British association (B.A.) thread


Merupakan B.S.W. dengan ulir pitch halus. Mata ulir berbentuk
segitiga dengan puncak tumpull.
Aplikasi: Untuk mengulir pekerjaan yang presisi.

Gambar. 3. British association (B.A.) thread.


3.

American national standard thread


Standar nasional Amerika atau ulir AS memiliki puncak datar yang
dapat menahan penggunaan lebih kasar dari ulir tajam-V.
Ulir ini digunakan untuk tujuan umum misalnya pada baut, mur dan
sekrup.

Gambar. 4. American national standard thread.


4.

Unified standard thread.


Tiga negara yakni, Inggris, Kanada dan Amerika Serikat melakukan
perjanjian untuk sistem ulir sekrup yang sama yaitu dengan sudut 600,
dalam rangka memfasilitasi pertukaran mesin. Ulir ini memiliki jarak
puncak dan akar yang bulat.

Gambar..5. Unified standard thread.


5.

Square thread.
Ulir berbentuk persegi. Jika dibanding V-ulir tidak begitu kuat, tetapi
mereka memberikan perlawanan sedikit gesek untuk gerak dari ulir
Whitworth. Pitch dari ulir persegi sering diambil dua kali lipat dari BSW
thread dari diameter yang sama.
Aplikasi: power transmisi, machine tools, valves.

Gambar. 6. Square thread.


6.

Acme thread.
Ulir berbentuk trapesium yang merupakan modifikasi ulir persegi yang
mempunyai sudut 290. Jenis ini jauh lebih kuat dibanding ulir persegi dan
dapat diproduksi dengan mudah.
Aplikasi: pada mesin bubut, cutting lathe, brass valves.

Gambar. 7. Acme thread.


7.

Knuckle thread
Merupakan modifikasi dari ulir persegi, berbentuk bulat pada bagian
atas dan bawah. Sehingga diputar dengan mudah dan tidak mahal
dilakukan pada mesin. Aplikasi; sambungan gerbong kereta api, hidran
dan isolator besar yang digunakan dalam perdagangan listrik serta
sambungan botol kaca.

Gambar. 8. Knuckle thread


8.

Buttress thread.
Mempunyai sudut 300. Ulir ini mempunyai keuntungan dari ulir persegi
dan V, yaitu memiliki karakteristik gaya gesek rendah seperti ulir persegi
dan memiliki kekuatan yang sama seperti V-ulir

Gambar. 9. Buttress thread.


9.

Metric thread
Merupakan ulir standar India dan mirip dengan ulir BSW. Ini memiliki
sudut 60 , bukannya 55 . Profil dasar ulir yang ditunjukkan pada
Gambar. 10.

Gambar. 10. Metric thread

1.5 Standar dan Dimensi Ulir


Kekuatan bahan ( kekuatan tarik kekuatan luluh dan kekuatan asli) yang digunakan
baut dan sekrup gigunakan untuk menentukan kelasnya sesuai dengan standar, seperti
SAE, ASTM dan metrik. Untuk pertimbangan kekuatan dan ukuran, maka harus diketahui
diameter mayor dasar, jarak bagi ulir dan area yang tersedia untuk menahan beban tarik.
Standar amerika ( UNC, UNF dan UNEF)
At = (0.7854) [D 0.9743 p]2
Standar Metrik
Menghitung harga H, diameter minor (d1), diameter pits (d2)
= 0.86603
5
(1 ) = 2 ( )
8
3
(2 ) = 2 ( )
8
Menghitung , 2 untuk kualitas G
= (15 + 11)
( ) = +
(2 ) = 2 +
Menghitung , 2 apabila ulir dimisalkan mempunyai kualitas 6
3

(6) = 180 2
(6) = 90

0.4

3.15

0.1

( ) = (6)
(2 ) = 2 (6)
Menghitung toleransi jarak M (Mmax dan Mmin)
( ) = 2 + [3 + 0.076 (
( ) = 2 + [3 + 0.076 (

) 2] 0

) 2] 0

At = (0.7854) [D 0.9382 p]2


Dimana

At = Luas bidang tegangan tarik


d = diameter mayor
p = jarak bagi ulir (untuk standar amerika p = 1/n)

Tabel 1 Ukuran Ulir Sistem Amerika

Designation

Major or

Threads

Nominal

Per Inch Diameter

Diameter Nut

tpi

Pitch

inch

and Bolt

Minor or Core

Minor

Tensile

Diameter

Diameter

Stress

Area

Area

sq. inch

sq. inch

Bolt

Nut

inch

inch

(d=D)
inch

Coarse Thread UNC Series


1

0.0730

64

0.0629

0.0544 0.0561

0.00218

0.00263

0.0860

56

0.0744

0.0648 0.0667

0.0031

0.0037

0.0990

48

0.0855

0.0741 0.0764

0.00406

0.00487

0.1120

40

0.0958

0.0822 0.0849

0.00496

0.00604

0.1250

40

0.1088

0.0952 0.0979

0.00672

0.00796

0.1380

32

0.1177

0.1008 0.1042

0.00745

0.00909

0.1640

32

0.1437

0.1268 0.1302

0.01196

0.01400

10

0.1900

24

0.1629

0.1404 0.1449

0.0145

0.0175

12

0.2160

24

0.1889

0.1664 0.1709

0.0206

0.0242

0.2500

20

0.2175

0.1905 0.1959

0.0269

0.0318

5/16

0.3125

18

0.2764

0.2464 0.2524

0.0454

0.0524

3/8

0.3750

16

0.3344

0.3005 0.3073

0.0678

0.0775

7/16

0.4375

14

0.3911

0.3525 0.3602

0.0933

0.1063

0.5000

13

0.4500

0.4084 0.4167

0.1257

0.1419

9/16

0.5625

12

0.5084

0.4633 0.4723

0.162

0.182

5/8

0.6250

11

0.5660

0.5168 0.5266

0.202

0.226

0.7500

10

0.6850

0.6309 0.6417

0.302

0.334

7/8

0.8750

0.8028

0.7427 0.7547

0.419

0.462

1.0000

0.9188

0.8512 0.8647

0.551

0.606

1-1/8

1.1250

1.0322

0.9549 0.9704

0.693

0.763

1.2500

1.1572

1.0799 1.0954

0.890

0.969

1-3/8

1.3750

1.2667

1.1766 1.1946

1.054

1.155

1.5000

1.3917

1.3016 1.3196

1.294

1.405

1.7500

1.6201

1.5119 1.5335

1.740

1.900

2.0000

4.5

1.8557

1.7353 1.7594

2.30

2.50

2.2500

4.5

2.1057

1.9853 2.0094

3.02

3.25

2.5000

2.3376

2.2023 2.2294

3.72

4.00

2.7500

2.5876

2.4523 2.4794

4.62

4.93

3.0000

2.8376

2.7023 2.7294

5.62

5.97

3.2500

3.0876

2.9523 2.9794

6.72

7.10

3.5000

3.3376

3.2023 3.2294

7.92

8.33

3.7500

3.5876

3.4523 3.4794

9.21

9.66

4.0000

3.8376

3.7023 3.7294

10.61

11.08

Fine Thread UNF Series


0

0.0600

80

0.0519

0.0451 0.0465

0.00151

0.00180

0.0730

72

0.0640

0.0565 0.0580

0.00237

0.00278

0.0860

64

0.0759

0.0674 0.0691

0.00339

0.00394

0.0990

56

0.0874

0.0778 0.0797

0.00451

0.00523

0.1120

48

0.0985

0.0871 0.0894

0.00566

0.00661

0.1250

44

0.1102

0.0979 0.1004

0.00716

0.00830

0.1380

40

0.1218

0.1082 0.1109

0.00874

0.01015

10

0.1640

36

0.1460

0.1309 0.1339

0.01285

0.01474

10

0.1900

32

0.1697

0.1528 0.1562

0.0175

0.0200

12

0.2160

28

0.1928

0.1734 0.1773

0.0226

0.0258

1/4

0.2500

28

0.2268

0.2074 0.2113

0.0326

0.0364

5/16

0.3125

24

0.2854

0.2629 0.2674

0.0524

0.0580

3/8

0.3750

24

0.3479

0.3254 0.3299

0.0809

0.0878

7/16

0.4375

20

0.4050

0.3780 0.3834

0.1090

0.1187

1/2

0.5000

20

0.4675

0.4405 0.4459

0.1486

0.1599

9/16

0.5625

18

0.5264

0.4964 0.5024

0.1890

0.2030

5/8

0.6250

18

0.5889

0.5589 0.5649

0.2400

0.2560

3/4

0.7500

16

0.7094

0.6763 0.6823

0.3510

0.3730

7/8

0.8750

14

0.8286

0.7900 0.7977

0.4800

0.5090

1.0000

12

0.9459

0.9001 0.9098

0.6250

0.6630

1-1/8

1.1250

12

1.0709

1.0258 1.0348

0.8120

0.8560

1.2500

12

1.1959

1.1508 1.1598

1.0240

1.0730

1-3/8

1.3750

12

1.3209

1.2758 1.2848

1.2600

1.3150

1.5000

12

1.4459

1.4008 1.4098

1.5210

1.5810

Extra Fine Thread UNEF Series


12 (0.216)

0.2160

32

0.1957

0.1788 0.1822

0.0242

0.0270

/4

0.2500

32

0.2297

0.2128 0.2162

0.0344

0.0379

/16

0.3125

32

0.2922

0.2753 0.2787

0.0581

0.0625

/8

0.3750

32

0.3547

0.3378 0.3412

0.0878

0.0932

/16

0.4375

28

0.4143

0.3949 0.3988

0.1201

0.1274

0.5000

28

0.4768

0.4574 0.4613

0.1620

0.1700

/2

11

/16

0.5625

24

0.5354

0.5129 0.5174

0.2030

0.2140

/8

0.6250

24

0.5979

0.5754 0.5799

0.2560

0.2680

/16

0.6875

24

0.6604

0.6379 0.6424

0.3150

0.3290

/4

0.7500

20

0.7175

0.6905 0.6959

0.3690

0.3860

/16

0.8125

20

0.7800

0.7530 0.7584

0.4390

0.4580

/8

0.8750

20

0.8425

0.8155 0.8209

0.5150

0.5360

/16

0.9375

20

0.9050

0.8780 0.8834

0.5980

0.6200

1.0000

20

0.9675

0.9405 0.9459

0.6870

0.7110

11/16

1.0625

18

1.0264

0.9964 1.0024

0.7700

0.7990

11/8

1.1250

18

1.0889

1.0589 1.0649

0.8710

0.9010

13/16

1.1875

18

1.1514

1.1214 1.1274

0.9770

1.0090

11/4

1.2500

18

1.2139

1.1839 1.1899

1.0900

1.1230

15/16

1.3125

18

1.2764

1.2464 1.2524

1.2080

1.2440

13/8

1.3750

18

1.3389

1.3089 1.3149

1.3330

1.3700

17/16

1.4375

18

1.4014

1.3714 1.3774

1.4640

1.5030

11/2

1.5000

18

1.4639

1.4339 1.4399

1.6000

1.6400

19/16

1.5625

18

1.5264

1.4964 1.5024

1.7400

1.7900

15/8

1.6250

18

1.5889

1.5589 1.5649

1.8900

1.9400

111/16

1.6875

18

1.6514

1.6214 1.6274

2.0500

2.1000

11

13

15

12

Depth Of

Diameter

Thread

Bolt

Nut

Bolt

Nut

mm

mm

mm

mm

Stress Area mm

Minor Or Core

Tap Drill Diameter mm

Pitch Diameter (d2=D2) mm

Root Radius (r) mm

and Bolt (d=D) mm


Pitch (p) mm

Major or Nominal Diameter Nut

Nominal Size (ISO M)

Tabel 2 Ukuran Ulir Sitem Metrik

Coarse Series
1

0,3

0,036

0,838

0,693

0,729

0,153

0,135

0,8

0,460

1,1

1,1

0,3

0,036

0,938

0,793

0,829

0,153

0,135

0,9

0,588

1,2

1,2

0,3

0,036

1.038

0,893

0,929

0,153

0,135

0,732

1,4

1,4

0,3

0,043

1.205

1.032

1.075

0,184

0,162

1,1

0,983

1,6

1,6

0,4

0,051

1.373

1.171

1.221

0,215

0,189

1,3

1,270

1,8

1,8

0,4

0,051

1.573

1.371

1.421

0,215

0,189

1,5

1,701

0,4

0,058

1.740

1.509

1.567

0,245

0,217

1,6

2,073

2,2

2,2

0,5

0,065

1.908

1.648

1.713

0,276

0,244

1,8

2,482

2,5

2,5

0,5

0,065

2.208

1.948

2.013

0,276

0,244

2,1

3,391

0,5

0,072

2.675

2.387

2.459

0,307

0,271

2,5

5,031

3,5

3,5

0,6

0,087

3.110

2.764

2.850

0,368

0,325

2,9

6,775

0,7

0,101

3.545

3.141

3.242

0,429

0,379

3,3

8,779

4,5

4,5

0,8

0,108

4.013

3.580

3.688

0,46

0,406

3,8

11,319

0,8

0,115

4.480

4.019

4.134

0,491

0,433

4,2

14,183

0,144

5.350

4.773

4.917

0,613

0,541

20,123

0,144

6.350

5.773

5.917

0,613

0,541

28,860

1,3

0,18

7.188

6.466

6.647

0,767

0,677

6,8

36,609

1,3

0,18

8.188

7.466

7.647

0,767

0,677

7,8

48,118

10

10

1,5

0,217

9.026

8.160

8.376

0,92

0,812

8,5

57,990

11

11

1,5

0,217

10.026

9.160

9.376

0,92

0,812

9,5

72,272

12

12

1,8

0,253

10.863

9.853

10.106

1.074

0,947

10

84,267

13

14

14

0,289

12.701

11.546

11.835

1.227

1.083

12

115,439

16

16

0,289

14.701

13.546

13.835

1.227

1.083

14

156,669

18

18

2,5

0,361

16.376

14.933

15.394

1.534

1.353

16

192,473

20

20

2,5

0,361

18.376

16.933

17.294

1.534

1.353

18

244,795

22

22

2,5

0,361

20.376

18.933

19.294

1.534

1.353

20

303,400

24

24

0,433

22.051

20.319

20.752

1.840

1.624

21

352,504

27

27

0,433

25.051

23.319

23.752

1.840

1.624

24

459,407

30

30

3,5

0,505

27.727

25.706

26.211

2.147

1.894

27

560,588

33

33

3,5

0,505

30.727

28.706

29.211

2.147

1.894

30

693,554

36

36

0,577

33.402

31.093

31.670

2.454

2.165

32

816,723

39

39

0,577

36.402

34.093

34.670

2.454

2.165

35

975,754

42

42

4,5

0,65

39.077

36.479

37.129

2.760

2.436

38

1120,911

45

45

4,5

0,65

42.077

39.479

40.129

2.760

2.436

41

1306,005

48

48

0,722

44.752

41.866

42.857

3.067

2.706

43

1473,151

52

52

0,722

48.752

45.866

46.587

3.067

2.706

47

1757,836

56

56

5,5

0,794

52.428

49.252

50.046

3.374

2.977

51

2030,020

60

60

5,5

0,794

56.428

53.252

54.046

3.374

2.977

55

2362,023

64

64

0,866

60.103

56.639

57.505

3.681

3.248

58

2675,976

68

68

0,866

64.103

60.639

61.505

3.681

3.248

62

3055,298

Fine Series
1,0x0,2

0,2

0,029

0,87

0,755

0,783

0,123

0,108

0,8

0,518

1,1x0,2

1,1

0,2

0,029

0,97

0,855

0,883

0,123

0,108

0,9

0,654

1,2x0,2

1,2

0,2

0,029

1.070

0,955

0,983

0,123

0,108

0,805

1,4z0,2

1,4

0,2

0,029

1.270

1.155

1.183

0,123

0,108

1,2

1,154

1,6x0,2

1,6

0,2

0,029

1.470

1.355

1.383

0,123

0,108

1,4

1,567

1,8x0,2

1,8

0,2

0,029

1.670

1.555

1.583

0,123

0,108

1,6

2,042

2x0,25

0,3

0,036

1.838

1.693

1.729

0,153

0,135

1,8

2,448

2,2

0,3

0,036

2.038

1.893

1.929

0,153

0,135

3,034

2,5

0,4

0,051

2.273

2.071

2.121

0,215

0,189

2,1

3,704

2,2x0,2
5
2,5x0,3
5

14

3x0,35

0,4

0,051

2.773

2.571

2.621

0,215

0,189

2,6

5,606

3,5

0,4

0,051

3.273

3.071

3.121

0,215

0,189

3,1

7,901

4x0,5

0,5

0,072

3.675

3.387

3.459

0,307

0,271

3,5

9,792

4,5x0,5

4,5

0,5

0,072

4.175

3.887

3.959

0,307

0,271

12,761

5x0,5

0,5

0,072

4.675

4.387

4.459

0,307

0,271

4,5

16,124

5,5x0,5

5,5

0,5

0,072

5.175

4.887

4.959

0,307

0,271

19,878

6x0,75

0,8

0,108

5.513

5.080

5.188

0,46

0,406

5,2

22,032

7x0,75

0,8

0,108

6.513

6.080

6.188

0,46

0,406

6,2

31,136

8x0,75

0,8

0,108

7.513

7.080

7.188

0,46

0,406

7,2

41,812

8x1,0

0,144

7.350

6.773

6.917

0,613

0,541

39,167

9x0,75

0,8

0,108

8.513

8.080

8.188

0,46

0,406

8,2

54,059

9x 1

0,144

8.350

7.773

7.917

0,613

0,541

51,045

10x0,75 10

0,8

0,108

9.513

9.080

9.188

0,46

0,406

9,2

67,876

10x1

0,144

9.350

8.773

8.917

0,613

0,541

64,494

10x1,25 10

1,3

0,18

9.188

8.466

8.647

0,767

0,677

8,8

61,199

11x0,75 11

0,8

0,108

10.513

10.080

10.188

0,46

0,406

10

83,264

11x1

11

0,144

10.350

9.773

9.917

0,613

0,541

10

79,514

12x1

12

0,144

11.350

10.773

10.917

0,613

0,541

11

96,104

12x1,25 12

1,3

0,18

11.188

10.466

10.647

0,767

0,677

11

92,072

12x1,5

12

1,5

0,217

11.026

10.160

10.376

0,92

0,812

11

88,126

14x1,0

14

0,144

13.350

12.773

12.917

0,613

0,541

13

133,998

14x1,25 14

1,3

0,18

13.188

12.466

12.647

0,767

0,677

13

129,228

14x1,5

14

1,5

0,217

13.026

12.160

12.376

0,92

0,812

13

124,546

15x1

15

0,144

14.350

13.773

13.917

0,613

0,541

14

155,300

15x1,5

15

1,5

0,217

14.026

13.160

13.376

0,92

0,812

14

145,112

16x1

16

0,144

15.350

14.773

14.917

0,613

0,541

15

178,174

16x1,5

16

1,5

0,217

15.026

14.160

14.376

0,92

0,812

15

167,248

17x1,0

17

0,144

16.350

15.773

15.917

0,613

0,541

16

202,619

17x1,5

17

1,5

0,217

16.026

15.160

15.376

0,92

0,812

16

190,956

18x1,0

18

0,144

17.350

16.773

16.917

0,613

0,541

17

228,634

18x1,5

18

1,5

0,217

17.026

16.160

16.376

0,92

0,812

17

216,235

3,5x0,3

10

15

18x2,0

18

0,289

16.701

15.546

15.835

1.227

1.083

16

204,181

20x1,0

20

0,144

19.350

18.773

18.917

0,613

0,541

19

285,377

20x1,5

20

1,5

0,217

19.026

18.160

18.376

0,92

0,812

19

271,504

20x2,0

20

0,289

18.701

17.546

17.835

1.227

1.083

18

257,976

22x1,0

22

0,144

21.350

20.773

20.917

0,613

0,541

21

348,403

22x1,5

22

1,5

0,217

21.026

20.160

20.376

0,92

0,812

21

333,056

22x2,0

22

0,289

20.701

19.546

19.835

1.227

1.083

20

318,055

24x1,0

24

0,144

23.350

22.773

22.917

0,613

0,541

23

417,712

24x1,5

24

1,5

0,217

23.026

22.160

22.376

0,92

0,812

23

400,892

24x2,0

24

0,289

22.701

21.546

21.835

1.227

1.083

22

384,417

25x1,0

25

0,144

24.350

23.773

23.917

0,613

0,541

24

454,723

25x1,5

25

1,5

0,217

24.026

23.160

23.376

0,92

0,812

24

437,166

25x2,0

25

0,289

23.701

22.546

22.835

1.227

1.083

23

419,954

27x1,0

27

0,144

26.350

25.773

25.917

0,613

0,541

26

533,457

27x1,5

27

1,5

0,217

26.026

25.160

25.376

0,92

0,812

26

514,426

27x2,0

27

0,289

25.701

24.546

24.835

1.227

1.083

25

495,741

28x1,0

28

0,144

27.350

26.773

26.917

0,613

0,541

27

575,181

28x1,5

28

1,5

0,217

27.026

26.160

26.376

0,92

0,812

27

555,413

28x2,0

28

0,289

26.701

25.546

25.835

1.227

1.083

26

535,990

30x1,0

30

0,144

29.350

28.773

28.917

0,613

0,541

29

663,340

30x1,5

30

1,5

0,217

29.026

28.160

28.376

0,92

0,812

29

642,098

30x2,0

30

0,289

28.701

27.546

27.835

1.227

1.083

28

621,202

30x3,0

30

0,433

28.051

26.319

26.752

1.840

1.624

27

580,447

32x1,5

32

1,5

0,217

31.026

30.160

30.376

0,92

0,812

31

735,066

32x2,0

32

0,289

30.701

29.546

29.835

1.227

1.083

30

712,697

33x1,5

33

1,5

0,217

32.026

31.160

31.376

0,92

0,812

32

783,907

33x2,0

33

0,289

31.701

30.546

30.835

1.227

1.083

31

760,800

33x3,0

33

0,433

31.051

29.319

29.752

1.840

1.624

30

715,624

35x1,5

35

1,5

0,217

34.026

33.160

33.376

0,92

0,812

34

886,300

35x2,0

35

0,289

33.701

32.546

32.835

1.227

1.083

33

861,720

36x1,5

36

1,5

0,217

35.026

34.160

34.376

0,92

0,812

35

939,853

36x2,0

36

0,289

34.701

33.546

33.835

1.227

1.083

34

914,536

16

36x3,0

36

0,433

34.051

32.319

32.752

1.840

1.624

33

864,938

39x1,5

39

1,5

0,217

38.026

37.160

37.376

0,92

0,812

38

1109,936

39x2,0

39

0,289

37.701

36.546

36.835

1.227

1.083

37

1082,408

39x3,0

39

0,433

37.051

35.319

35.752

1.840

1.624

36

1028,390

40x1,5

40

1,5

0,217

39.026

38.160

38.376

0,92

0,812

39

1169,772

40x2,0

40

0,289

38.701

37.546

37.835

1.227

1.083

38

1141,507

40x3,0

40

0,433

38.051

36.619

36.752

1.840

1.624

37

1086,015

42x1,5

42

1,5

0,217

41.026

40.160

40.376

0,92

0,812

41

1294,156

42x2,0

42

0,289

40.701

39.546

39.835

1.227

1.083

40

1264,418

42x3,0

42

0,433

40.051

38.319

38.752

1.840

1.624

39

1205,978

42x4,0

42

0,577

39.402

37.093

37.670

2.454

2.165

38

1148,921

45x1,5

45

1,5

0,217

44.026

43.160

43.376

0,92

0,812

44

1492,514

45x2,0

45

0,289

43.701

42.546

42.835

1.227

1.083

43

1460,565

45x3,0

45

0,433

43.051

41.319

41.752

1.840

1.624

42

1397,704

45x4,0

45

0,577

42.402

40.093

40.670

2.454

2.165

41

1336,226

48x1,5

48

1,5

0,217

47.026

46.160

46.376

0,92

0,812

47

1705,009

48x2,0

48

0,289

46.701

45.546

45.835

1.227

1.083

46

1670,849

48x3,0

48

0,433

46.051

44.319

44.752

1.840

1.624

45

1603,567

48x4,0

48

0,577

45.402

43.093

43.670

2.454

2.165

44

1537,668

50x1,5

50

1,5

0,217

49.026

48.160

48.376

0,92

0,812

49

1854,526

50x2,0

50

0,289

48.701

47.546

47.835

1.227

1.083

48

1818,893

50x3,0

50

0,433

48.051

46.319

46.752

1.840

1.624

47

1748,663

52x1,5

52

1,5

0,217

51.026

50.160

50.376

0,92

0,812

51

2010,327

52x2,0

52

0,289

50.701

49.546

49.835

1.227

1.083

50

1973,220

52x3,0

52

0,433

50.051

48.319

48.752

1.840

1.624

49

1900,042

52x4,0

52

0,577

49.402

47.093

47.670

2.454

2.165

48

1828,248

55x1,5

55

1,5

0,217

54.026

53.160

53.376

0,92

0,812

54

2255,808

55x2,0

55

0,289

53.701

52.546

52.835

1.227

1.083

53

2216,491

55x3,0

55

0,433

53.051

51.319

51.752

1.840

1.624

52

2138,892

55x4,0

55

0,577

52.402

50.093

50.670

2.454

2.165

51

2062,677

56x1,5

56

1,5

0,217

55.026

54.160

54.376

0,92

0,812

55

2340,777

56x2,0

56

0,289

54.701

43.546

53.835

1.227

1.083

54

2300,723

17

56x3,0

56

0,433

54.051

52.319

52.752

1.840

1.624

53

2221,651

56x4,0

56

0,577

53.402

51.903

51.670

2.454

2.165

52

2143,961

58x1,5

58

1,5

0,217

57.026

56.160

56.376

0,92

0,812

57

2515,427

58x2,0

58

0,289

56.701

55.546

55.835

1.227

1.083

56

2473,899

58x3,0

58

0,433

56.051

54.319

54.752

1.840

1.624

55

2391,879

58x4,0

58

0,577

55.402

53.093

53.670

2.454

2.165

54

2311,243

60x1,5

60

1,5

0,217

59.026

58.160

58.376

0,92

0,812

59

2696,360

60x2,0

60

0,289

58.701

57.546

57.835

1.227

1.083

58

2653,358

60x3,0

60

0,433

58.051

56.319

56.752

1.840

1.624

57

2568,391

60x4,0

60

0,577

57.402

55.093

55.670

2.454

2.165

56

2484,807

62x1,5

62

1,5

0,217

61.026

60.160

60.376

0,92

0,812

61

2883,577

62x2,0

62

0,289

60.701

59.546

59.835

1.227

1.083

60

2839,101

62x3,0

62

0,433

60.051

58.319

58.752

1.840

1.624

59

2751,187

62x4,0

62

0,577

59.402

57.093

57.670

2.454

2.165

58

2664,655

64x1,5

64

1,5

0,217

63.026

62.160

62.376

0,92

0,812

63

3077,076

64x2,0

64

0,289

62.701

61.546

61.835

1.227

1.083

62

3031,127

64x3,0

64

0,433

62.051

60.319

60.752

1.840

1.624

61

2940,265

64x4,0

64

0,577

61.402

59.093

59.670

2.454

2.165

60

2850,786

65x1,5

65

1,5

0,217

64.026

63.160

63.376

0,92

0,812

64

3176,182

65x2,0

65

0,289

63.789

62.546

62.835

1.227

1.083

63

3129,496

65x3,0

65

0,433

63.051

61.319

61.752

1.840

1.624

62

3037,161

65x4,0

65

0,577

62.402

60.093

60.670

2.454

2.165

61

2946,208

68x1,5

68

1,5

0,217

67.026

66.160

66.376

0,92

0,812

67

3482,925

68x2,0

68

0,289

66.701

65.546

65.835

1.227

1.083

66

3434,028

68x3,0

68

0,433

66.051

64.319

64.752

1.840

1.624

65

3337,272

68x4,0

68

0,577

65.402

63.093

63.670

2.454

2.165

64

3241,898

70x1,5

70

1,5

0,217

69.026

68.160

68.376

0,92

0,812

69

3695,274

70x2,0

70

0,289

68.201

67.546

67.835

1.227

1.083

68

3644,904

70x3,0

70

0,433

68.051

66.319

66.752

1.840

1.624

67

3545,200

70x4,0

70

0,577

67.402

65.093

65.670

2.454

2.165

66

3446,878

70x6,0

70

0,866

66.103

62.639

63.505

3.681

3.248

64

3254,383

72x1,5

72

1,5

0,217

71.026

70.160

70.376

0,92

0,812

71

3913,907

18

72x2,0

72

0,289

70.701

69.546

69.835

1.227

1.083

70

3862,063

72x3,0

72

0,433

70.051

68.319

68.752

1.840

1.624

69

3759,411

72x4,0

72

0,577

69.402

67.093

67.670

2.454

2.165

68

3658,142

72x6,0

72

0,866

68.103

64.639

65.505

3.681

3.248

66

3459,752

75x1,5

75

1,5

0,217

74.026

73.160

73.376

0,92

0,812

74

4253,636

75x2,0

75

0,289

73.701

72.546

72.835

1.227

1.083

73

4199,582

75x3,0

75

0,433

73.051

71.319

71.752

1.840

1.624

72

4092,509

75x4,0

75

0,577

72.402

70.093

70.670

2.454

2.165

71

3986,819

75x6,0

75

0,866

71.103

67.639

68.505

3.681

3.248

69

3779,587

76x1,5

76

1,5

0,217

75.026

74.160

74.376

0,92

0,812

75

4370,021

76x2,0

76

0,289

74.701

73.546

73.835

1.227

1.083

74

4315,230

76x3,0

76

0,433

74.051

72.319

72.752

1.840

1.624

73

4206,683

76x4,0

76

0,577

73.402

71.093

71.670

2.454

2.165

72

4099,519

76x6,0

76

0,866

72.103

68.639

69.505

3.681

3.248

70

3889,340

80x1,5

80

1,5

0,217

79.026

78.160

78.376

0,92

0,812

79

4851,269

80x2,0

80

0,289

78.701

77.546

77.835

1.227

1.083

78

4793,529

80x3,0

80

0,433

78.051

76.319

76.752

1.840

1.624

77

4679,088

80x4,0

80

0,577

77.402

75.093

75.670

2.454

2.165

76

4566,029

80x6,0

80

0,866

76.103

72.639

73.505

3.681

3.248

74

4344,060

85x2,0

85

0,289

83.701

82.546

82.535

1.227

1.083

83

5426,747

85x3,0

85

0,433

83.051

81.319

81.752

1.840

1.624

82

5304,937

85x4,0

85

0,577

82.402

80.093

80.670

2.454

2.165

81

5184,510

85x6,0

85

0,866

81.103

77.639

78.505

3.681

3.248

79

4947,803

90x2,0

90

0,289

88.701

87.546

87.835

1.227

1.083

88

6099,235

90x3,0

90

0,433

88.051

86.319

86.752

1.840

1.624

87

5970,056

90x4,0

90

0,577

87.402

85.093

85.670

2.454

2.165

86

5842,260

90x6,0

90

0,866

86.103

82.639

83.505

3.681

0,328

84

5590,816

95x2,0

95

0,289

93.701

92.546

92.835

1.227

1.083

93

6810,993

95x3,0

95

0,433

93.051

91.319

91.752

1.840

1.624

92

6674,445

95x4,0

95

0,577

92.402

90.093

90.670

2.454

2.165

91

6539,281

95x6,0

95

0,866

91.103

87.639

88.505

3.681

3.248

89

6273,100

0,289

98.701

97.546

97.835

1.227

1.083

98

7562,020

100x2,0 100

19

100x3,0 100

0,433

98.051

96.319

96.752

1.840

1.624

97

7418,105

100x4,0 100

0,577

97.402

95.093

95.670

2.454

2.165

96

7275,571

100x6,0 100

0,866

96.103

92.639

93.505

3.681

3.248

94

6994,653

Tabel 3 Ukuran Ulir Sistem ACME


Major

Threads

Thread

Pitch

Minor

Tensile

diameter

per inch

pitch

diameter

diameter

stress

(in)

(in)

(in)

area (in2)

(in)

0.25

16

0.063

0.219

0.188

0.032

0.313

14

0.071

0.277

0.241

0.053

0.375

12

0.083

0.333

0.292

0.077

0.438

12

0.083

0.396

0.354

0.110

0.500

10

0.100

0.450

0.400

0.142

0.625

0.125

0.563

0.500

0.222

0.750

0.167

0.667

0.583

0.307

0.875

0.167

0.792

0.708

0.442

1.000

0.200

0.900

0.800

0.568

1.125

0.200

1.025

0.925

0.747

1.250

0.200

1.150

1.050

0.950

1.375

0.250

1.250

1.125

1.108

1.500

0.250

1.375

1.250

1.353

1.750

0.250

1.625

1.500

1.918

2.000

0.250

1.875

1.750

2.580

2.250

0.333

2.083

1.917

3.142

2.500

0.333

2.333

2.167

3.976

2.750

0.333

2.583

2.417

4.909

3.000

0.500

2.750

2.500

5.412

3.500

0.500

3.250

3.000

7.670

4.000

0.500

3.750

3.500

10.321

4.500

0.500

4.250

4.000

13.364

5.000

0.500

4.750

4.500

16.800
20

1.6 Metrologi Ulir

Gambar 11 Benda Ukur (Ulir)

1.6.1. Jenis-Jenis Alat Ukur Geometri Ulir


Jenis-jenis alat yang digunakan untuk pengukuran geometri ulir antara
lain sebagai berikut :
1. Mikrometer Ulir
Bentuk-bentuk dari ujung sensor mikrometer pengukur diameter
efektif ini antara lain adalah sebagai berikut:
a. Sisi ujung yang diperpendek, bentuk ini sering dipakai.
b. Bentuk ujung penuh, sering digunakan untuk ulir dengar pits yang kecil.
c. Bentuk ujung dengan sudut yang kecil, biasa untuk mengukur diameter
inti.

Gambar 12. Mikrometer Ulir

21

Adapun cara penggunaan alat ukur ulir yaitu pertama pilih pana
ulir sesuai dengan jarak pits teoritis. Periksa kedudukan nol, dengan cara
menyentuhkan kedua sensor pana tersebut. Ukur diameter pits (d2) pada
tiga posisi yang berbeda.
Ujung kontak dengan sisi yang diperpendek lebih sering
digunakan, sebab pengaruh dari kesalahansudut sisi ulir maupun
kesalahan dari sudut ujung kontak tersebut dapat dieliminir sehingga
dapat diukur diameter fungsional dari ulir.
2. Three Wire Unit Gauge
Cara pengukuran diameter pits yang teliti dan banyak dipraktekkan
adalah dengan metode tiga kawat. Cara tersebut menggunakan tiga buah
kawat dengan diameter sama. Untuk menghindari banyaknya macam
diameter kawat, maka kawat pengukur ulir tersebut hanya dibuat menurut
set yang tertentu.

Gambar 13. Three Wire Unit Gauge


Carll Zeiss membuat set yang berisi 21 buah kawat dari 0.17mm
sampai 6.35 mm yang dapat digunakan untuk mengukur ulir dengan harga
pits dari 0.25 mm sampai dengan 12 mm. Jika kawat dari set tersebut dipilih
dengan tepat, maka singgungan kawat dengan sisi ulir hanya menyinggung
terhadap diameter pits paling jauh sebesar 0.1 p.
Cara pengukuran Three Wire Unit Gauge tersebut menggunakan
tiga buah kawat dengan diameter sama. Setelah tiga kawat dengan
diameter yang telah diketahui dipasang pada alur ulir, maka jarak M
antara kawat yang berseberangan dapat diukur dengan menggunakan
mikrometer. Selanjutnya diameter pits yang dicari dapat dihitung dengan
menggunakan rumus. Diameter kawat harus dipilih sedemikian rupa
sehingga tepat menyinggung sisi ulir pada lingkaran pits.

22

3. Screw Pits Gauge


Adalah alat untuk menentukan jumlah pitch pada suatu ulir dalam
satu satuan panjang tertentu (inch). Missal 20 G, artinya dalam 1 inchi
terdapat 20 pits. Dengan angka ini dapat diketahui jarak pits.

Gambar 14. Screw Pitch Gauge


Pilih screw pits yang sesuai dengan ukuran geometri ulir Setelah
terpilih screw pits yang tepat, catat angka yang terdapat pada screw pits
tersebut. Missal 20 G, artinya dalam 1 inchi terdapat 20 pits. Dengan
angka ini dapat diketahui jarak pits.
4. Outside Micrometer
Kapasitas ukur dari micrometer yang paling kecil adalah sampai
dengan 25 mm. Untuk mengukur dimensi luar yang lebih besar dari 25 mm
dapat digunakan micrometer luar yang mempunyai kapasitas ukur 2550mm, 50-75mm dst. Kenaikan tingkat sebesar 25 mm ini dimaksudkan
untuk menjaga ketelitian dari micrometer.

Gambar 15 Outside Micrometer

Posisi pengukuran sedapat mungkin dilakukan secara vertical


dengan ditumpu pada rangka di sebelah landasan tetapnya. Apabila hal
ini tidak dimungkinkan maka sebelum pengukuran dilakukan kembali
setting nol. Penyetelan kedudukan nol ini dilaksanakan dengan
memegang micrometer dengan posisi sesuai dengan posisi pengukuran
yang akan dilakukan.
23

Tabel 4. Perbandingan Beberapa Alat Ukur Ulir


NAMA ALAT UKUR
Outside Mikrometer

MERK

KECERMATAN

KAPASITAS
UKUR

Mitutoyo

0.01

0-25

1. Mikrometer Screw

Morhard

0.01

0-25

2. Screw Pitch Gage

Whitworth

3. Mikrometer Stand
4. 3 Wire Unit Gages

Mitutoyo

1.6.2. Prosedur Pengukuran Geometri Ulir


Berikut ini prosedur pengukuran geometri ulir :
a. Penentuan Spesifikasi Ulir
1. Melakukan pemeriksaan jarak pitch ulir dengan cara menempelkan
gigi mal ulir pada ulir yang diperiksa
b. Pengukuran dengan outsite mikrometer
1.

Memeriksa kedudukan nol mikrometer V dengan menggunakan


kaliber yang terdapat dalam nol

2. Melakukan pengukuran pada tiga tempat yang berbeda, sepanjang


ulir tersebut. Gunakan racet untuk memberikan tekanan yang relatif
sama pada setiap pengukuran.
c. Pengukuran Diameter Pitch dengan Metode Tiga Kawat
1. Memilih diameter kawat yang akan digunakan. Diameter kawat (d0)
= 0.577 , dimana P = Jarak pits teoritis. Diameter kawat yang
dipilih adalah dD.
2. Mengukur jarak M (jarak antara sisi luar kawat yang bersebrangan),
pada tiga posisi yang berbeda.
= 2 + (/2) (/2) (/2) +
dD = diameter kawat yang dipilih
= sudut ulir (ulir isometrik = 60o)
d2 = diameter pits yang akan dicari

24

3. Menghitung diameter pits (d2) berdasarkan pengukuran harga M


rata-rata
2 = (/2) (/2) (/2) +
d. Pengukuran Diameter Pitch dengan Mikrometer Ulir
1. Memilih pana ulir sesuai dengan jarak pitch teoritis
2. Memeriksa kedudukan nol, dengan cara menyentuhkan kedua sensor
pana tersebut.
3. Mengukur diameter pitch (d2) pada tiga posisi yang berbeda.
1.6.3. Toleransi, Kelas dan Suaian Ulir
a. Suaian Ulir
Untuk ulir dan baut (ISO Metrik) ada tiga kelas suaian yang biasa
digunakan. Ketiga suaian tersebut adalah untuk membuat pasangan mur
Pasangan mur dan baut dengan close suaian close, medium dan free. Fit
merupakan pasangan mur dan baut yang memerlukan kerapatan yang
tinggi. Sedangkan untuk medium dan free merupakan pasangan mur dan
baut biasanya digunakan untuk permesinan, terutama yang suaian dengan
sifat sedikit bebas (free) karena memang dibuat untuk maksud-maksud
tertentu misalnya untuk perakitan dan reparasi yang memerlukan waktu
cepat dan proses pengerjaannya mudah.
Untuk mendapatkan pasangan mur dan baut dengan suaian close,
medium dan free digunakan toleransi H, h dan 9. Sedangkan kualitas
toleransinya antara 4,5,6,7 dan 8.
Ulir unified adalah salah satu jenis ulir yang satuannya dalam inci.
Bentuk standar ulir unified dapat dilihat pada gambar 4.4 di muka. Untuk
diameter efektifnya maka perhitungan toleransi berkaitan erat dengan
diameter mayor, panjangnya pasangan mur dan baut, dan jarak puncak ulir.
Menurut standar dari British Standard Spesification untuk ulit Whitwoth,
besarnya konstanta-konstanta tersebut adalah: a. 0.002, b 0.003, dan c =
0.005, sernua dalam inci.
Ulir Unified atau ulir-ulir dengan sistern inci pada umumnya mempunyai
jenis-jenis suaian sebagai berikut: Free fit, banyak dijual di tokotoko suku
cadang

untuk

keperluan

permesinan

secara

umum.

Bentuk ulir ini bila diperiksa dengan kaliber ulir maka kaliber ulir dapat
berputar dengan bebas, akan tetapi masih tetap tidak terlalu longgar lepas.
25

Medium fit, kebanyakan digunakan pada ulir-ulir yang dibuat di bengkel


(toolroom) untuk keperluan khusus dalam permesinan.
Pada ulir dengan kelas suaian menengah (medium fit), apabila bentuk
ulirnya diperiksa dengan kaliber pemeriksa ulir, maka kaliber pemeriksa
harus diputar dengan sedikit paksaan, tapi tidak terialu ringan dan tidak
pula terialu keras memutarnya. Close fit, pada waktu memeriksa ulirnya
dengan kaliber pemeriksa ulir, maka kaliber tersebut harus betul-betul
mempunyai kerapatan yang sempurna dengan permukaan ulir.
Untuk kelas toleransi dari ulir Unified menurut British, Standard 1580
ada tiga kelas yaitu kelas 1A, 2A, dan 3A digunakan untuk menunjukkan
kelas toleransi dari ulir luar (baut), sdangkan kelas 1B, 2B dan 3B
digunakan untuk menunjukkan kelas toleransi dari ulir dalarn (mur).
Kelas toleransi 1A dan 1B untuk perakitan kemponen-komponen yang
cepat dan cara yang mudah, juga diperlukan sedikit kelonggaran pada
pasangannya (free fit). Keias toler.ansi 2A dan 2B untuk mur-mur dan
baut-baut yang toleransinya lebih sernpit dari pada toleransi kelas 1A dan
1B, biasanya digunakan untuk keperluan permesinan secara umum yang
suatan pasangannya termasuk jenis suaian menengah (medium fit). Kelas
toleransi 3A dan 3B digunakan untuk ulir-ulir yang memerlukan kerapatan
yang tinggi di mana ketepatan jarak tempuh kisar (lead) dan sudut ulir
merupakan elernen yang penting. Ulir dengan kelas toleransi 3A dan 3B ini
khusus digunakan untuk produksi komponen-komponen dengan kualitas
tinggi. Adapun simbol untuk ulir dengan toleransi 313 yang dianjurkan
untuk digunakan adalah: 1/2 - 13 NC - 3B.
Untuk toleransi diameter efektif kelas 2A dapat dihitung dengan
Rumus :
TD . e(2A) = 0.0015-YD + 0.0015-,/L + 0.015.VPD = diameter mayor
L = panjang pasangan, p = pitch
Untuk ulir dalam (mur) dengan kelas 2B diameter efektifnya telah dibuat
3001 lebib besar dari pada kelas 2A di atas. Untuk kelas 1 A dan 1 B
diameter ektifnya adalah 1.5 kali harga. toleransi kelas 2A dan 2B.
Sedangkan untuk kelas 3A dan 3B toleransi diameter efektifnya adalah 3/4
kalli harga toleransi Was 2A dan 2B.
26

b. Kelas Toleransi Ulir


Untuk mendefinisikan daerah toleransi ada tiga hal yang perlu
diperhatikan yaitu garis nol sebagai garis profit dasar, penyimpangan
fundamental dari posisi daerah toleransi. Untuk ulir baut biasanya
daerah-toleransinya adalah c, g, dan h. Sedangkan untuk ulir mur daerah
toleransinya adalah G dan H.
Untuk suaian yang sering digunakan pada pasangan antara mur dan baut
adalah H/g, H/h dan G/h. MisaInya : untuk ulir M6, digunakan pasangan
6H/6g, untuk ulir M12 x 1.25, digunakan pasangan 5H14h, untuk ulir M20
x 2, digunakan pasangan 7G16h.
Penyimpangan bawah untuk toleransi H adalah: E 1 H ~0. Untuk kelas
toteransi 8: Tc12(8) = 1.6 Td2(6). Untuk diameter minor mur dengan kelas
toleransi 6 diperoleh harga penyimpangan atas untuk toleransi e adalah =
toleransinya.
Menurut ISO 4218, toleransi dari ulir ada 7 kelas yaitu kelas 3, 4, 5, 6, 7,
8, dan 9. Kelas 3, 4 dan 5 digunakan untuk ulir-ulir yang presisi, melihat
persamaan-persamaan di atas maka nampaknya kelas di mana variasi suaian
sedikit/kecil dan jarak/panjang pasangan ulirnya adalah pendek. Kelas
toleransi ulir nomor 6 adalah untuk kelas yang toleransi 6 merupakan dasar
untuk menghitung toleransi dari kelas menengah di mana mur dan baut
yang dibuat diperlukan untuk pernakelas yang lain. Berdasarkan
pengalaman, maka dapat dihitung harga saran.
Kelas toleransi 7, 8 dan 9 adalah untuk ulir-ulir yang kurang harga
toleransi untuk kelas toleransi selain 6 yaitu untuk perhitungan presisi,
diameter efektifnya baik untuk baut maupun mur toleransi yang digunakan
untuk pern Rumus-rumus untuk toleransi diameter efektif baut dengan
kelas.
Berikut ini beberapa kelas ada diameter minor dan toleransi 3, 4, 5, 7, 8,
d an 9: buatan ulir pada mur dan baut, khususnya p diameter mayor.
Diameter minor mur D 1 kelas toleransinya: 4, 5, 6, 7, dan 8. Tde(3) = 0.5
Tde(6) Tde(4) = 0.63 Tde(6)
Diameter mayor baut d2 kelas toleransinya: 4, 6 dan Tde(5) = 0.8 Tde(6)
Tdeffl = 1.25 Tde(6)
Diameter efektif mur De, kelas toleransinya: 4, 5, 6, 7, 8. Tde(g) = 1.6
27

Tde(6) Tde(9) = 2 Tde(6)


Diameter efektif baut de, kelas toleransinya: 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9.
Beberapa rumus yang digunakan menghitung toleransi tersebut. Untuk
harga toleransi dari diameter mayor baut pada kelas toleransi 6, rumusnya
adalah:
TDe(6) = 1.32 Tde(6) TDeffl = 1.7 Tde(6)
Td2(6) = 180 -'~' P^- - 3.15 pm TDe(g) = 2.12 Tde(6)

Tabel 5 SAE Specifications for Steel Bolts

28

Tabel 6 Metric Mechanical-Property Classes for Steel Bolts, Screws, and Studs

Tabel 7 ASTM Specifications for Steel Bolts

29

1.6.4. Hasil Pengukuran


Tabel 8. Harga Teoritik Standar Metrik M10x1,5 (mm)
Toleransi ISO Standard Metrik

Geometri Ulir

Diameter Mayor (standar), d

10,00

Jarak Pits, P

1,50

Profil Dasar Ulir

6g

Diameter minor (d1)

8,160

Diameter pits (d2)

9,026

Diameter mayor maksimum (dmax)

9,968

Diameter minor maksimum (d1max)

8,344

Diameter pits maksimum (d2max)

8,994

Diameter mayor minimum (dmin)

9,732

Diameter minor minimum (d1min)

7,938

Diameter pits minimum (d2min)

8,862

1. Menggunakan Mikrometer Ulir

Gambar 16. Pengukuran menggunakan Mikrometer Ulir

Tabel 9 Pengukuran diameter mayor dengan mikrometer Ulir


Posisi

Hasil Pengukuran

9,82 mm

Diameter

9,77 mm

mayor (d)

9,78 mm

9,79 mm
30

8,86 mm

Diameter

8,87 mm

pitch (d2 )

8,91 mm

d2

8,88 mm

2. Menggunakan Metode Tiga Kawat

(a)

(b)
Gambar 17. Pengukuran menggunakan metode tiga kawat

31

Tabel 10. Pengukuran dengan Metode Tiga Kawat


Posisi

Geometri Ulir

Diameter

0,895 mm

kawat (dD)
Sudut Ulir

60 0

()
1

10,23 mm

Diameter

10,25 mm

mayor (d)

10,27 mm

10,25 mm

Diameter kawat teoritis (0 ):


0 = 0.577
= 0.577 1.49
= 0,86
Diameter pits (2 )

(2 ) = ( 2 )

( 2 ) +

= 10,25 0,895 sin 30 1.27 cot 30 + 0,895


= 10,25 0,4475 1.29 + 0,895
= 9,41 mm

1.6.5. Perbandingan Hasil Pengukuran


Tabel 11 perbandingan hasil pengukuran (mm)
Benda Ukur

Standar Metode 3 Kawat

Mikrometer Ulir

Diameter mayor

10,00

10,27

9,79

Diameter pitch

9,026

9,41

8,88

Dari hasil pengukuran menunjukkan bahwa mikrometer ulir lebih


teliti dibandingkan dengan metode tiga kawat. Ulir M 10 yang dilakukan
pengukuran memenuhi standar metrik karena masih berada dalam batas
toleransi dan suaian yang telah ditentukan.

32

1.7 Tipe Umum Penyambungan Ulir


Berikut adalah jenis umum dari sekrup pengunci:
1. Through bolts
Merupakan jenis penyambungan yang digunakan untuk menyambung dua
bagian atau lebih dengan cara dijepit menggunakan mur dan baut. Lubang
material yang akan disambung harus sesuai dengan ukuran baut sehingga beban
yang dapat ditahan oleh baut dapat maksimal. Sambungan through bolts
digunakan untuk sambungan mesin (machine bolts), carriage bolts dan
automobile.

Gambar. 18 Through bolts


2. Tap bolts
Merupakan jenis penyambungan dua buah material atau lebih dimana salah
satu ujung mur mengikat pada material dan ujung lainnya diikat dengan baut.
Pada sambungan ini, sekrup dimasukkan kedalam lubang antara 2 keping bagian
yang akan disambung dengan hanya satu dari dua keping yang ditap tanpa
menggunakan mur.

Gambar. 19 Tap bolts


3. Studs
Jenis penyambungan yang salah satu ujungnya disekrup kedalam lubang yang
ditap pada bagian yang akan disambung sedangkan ujung lainnya digunakan
untuk menggantikan tap bolts untuk mengamankan pelindung/penutup.
Digunakan pada penutup mesin dan pompa silinder.
33

Gambar. 20 Studs
4. Cap screws
Cap screws hampir sama dengan tap bolts kecuali ukurannya yang kecil dan
variasi bentuk kepala/head

Gambar,. 21. Types of cap screws.


5. Machine Screws
Hampir sama dengan cap screws hanya saja kepala/head dibuat lubang untuk
obeng dan biasanya pada penggunaannya menggunakan mur.
6. Set screw
Digunakan untuk mengurangi gerakan relatif antara dua bagian, sehingga
mengurangi gesekan antara ujung sekrup dengan komponen lainnya. Biasanya
digunakan pada alat transmisi tenaga listrik sehingga sehingga mengurangi
gerakan relatif antara poros dengan batang.

34

Gambar. 22. Set sekrup.

Diameter sekrup set (d) dapat diperoleh dari ekspresi berikut:


d = 0,125 D + 8 mm
dimana D adalah diameter poros (dalam mm) sekrup yang ditekan. Gaya
tangensial (dalam newton) pada permukaan poros diberikan oleh
F = 6.6 (d) 2.3
Torsi ditularkan oleh set sekrup,
T=Fx

N-m ...

(D adalah dalam meter)

dan Daya yang dihasilkan (dalam watt),


P=

2
60

dimana N adalah kecepatan dalam rpm.

1.8 Penguncian Mur dan Baut


Umumnya mur dan baut akan tetap kencang dibawah beban statis, tetapi banyak
ikatan mur dan baut menjadi longgar dibawah beban variabel atau ketika mesin
mengalami getaran. Mengendurnya mur/baut ini sangat berbahaya dan harus dicegah.
Untuk mencegah hal ini, beberapa metode penguncian telah diterapkan, antara lain:
1. Jam nut or lock nut
Perangkat penguncian yang paling umum adalah mengunci mur. Metode ini
menggunakan dua buah mur dimana mur bagian atas adalah sebagai
penguncinya.

35

Gambar. 23. Jam nut or lock nut.


2. Castle nut
Mur berbentuk heksagonal dengan bagian atas berbentuk silinder yang
memiliki slot. Pin melewati dua slot pada mur dan sebuah lubang pada baut,
biasanya digunakan pada kondisi yang tiba tiba mengalami guncangan dan
getaran yang cukup besar seperti di industri otomotif.

Gambar. 24. Castle nut.


3. Sawn nut
Memiliki slot setengah mur, dimanamur diperkuat dengan sekrup kecil yang
menghasilkan lebih banyak gesekan antara mur dan baut. Hal ini mencegah
mengendurnya nut.

Gambar. 25. Sawn nut.

36

4. Penn, ring or grooved nut


berbentuk heksagonal di bagian atas dan bagian bawah silinder.

Gambar. 26 Penn, ring or grooved nut


5. Locking with pin
Mur dapat dikunci dengan menggunakan pin atau pasak lancip yang melewati
tengan mur (a). Tetapi pin juga sering digunakan diatas dari mur, yaitu
dimasukkan pada lubang baut (b).

Gambar. 27. Locking with pin


6. Locking with plate
Mur bisa disesuaikan dan kemudian dikunci melalui interval sudut 30 dengan
menggunakan plat.

Gambar. 28. Locking with plate


37

7. Locking with washer


Sebuah pengunci yang menggunakan sebagai pengencang mur dengan benda
kerja, sehingga meningkatkan resistensi dan menyebabkan mur tidak akan
mengendurkan dengan mudah.

Gambar. 29. Locking with washer

1.9 Analisa

Gambar 30. Bagian dan diagram gaya gaya sekrup daya


(a) Menaikkan beban ; (b) Menurunkan beban

38

tan =
FH = P N sin N cos = 0
Fv = F + N sin N cos = 0
T = P dm/2
Tc =

Maka: Ttot = T + Tc
Jadi tegangan untuk menaikkan beban :
TR =

F dm

: cos

( ; ) +

Menurunkan beban :
TL =

F dm
2

; cos

( : ) +

Efisiensi daya ulir


E = T0/T =

(Fl/2)

cos ; tan

= cos :

Tegangan geser maksimum;


16

= 3
Tegangan aksial maksimum;
4

= 2
J.B. Buckling formula;
2 1

()

= (2 )

Sehingga tegangan normal dan tegangan geser dalam bidang orthogonal dapat
dituliskan :
6

x =

xy = 0

y=0

yz = 3

16

z = - 2

zx = 0

39

1. Tegangan Sisa ( Initial Stress)


a.

Tegangan tarik dikarenakan pengencangan baut (Tensile stress due to stretching


of bolt)
Bila baut dibri benda/baut awal sehingga cukup tegang tetapi tidak mengalami
kemuluran, maka dapat dikatakan bahwa bahan dalam keadaan stndard initial
tension.
Baut dirancang berdasarkan tegangan tarik langsung dengan faktor keamanan
yang tinggi. Initial tension baut dapat diperoleh melalui:
Pi = 2840 d N

(digunakan untuk sambungan pada


penggunaan zat cair)

Dimana

Pi = initial tension baut (N)


d = diameter nominal (mm)

Untuk penggunaan non zat cair, maka:


Pi = 1420 d N
Diketahui juga initial tension pada baut:

Pi = 4 (dc)2 t
Jika baut awalnya pada kondisi tanpa tegangan, maka beban aksial maksimum
yang aman diterapkan pada baut adalah:
P = Tegangan ijin luas penampang (area tegangan)
: 2

Stress area = 4 (
Dimana

A = stress area (luas bidang tarik)


t = tegangan ijin (Pa)
dp= diameter pitch (mm)
dc= diameter minor (mm)

b.

Teganagn geser torsional (Torsional shear stress caused by the frictional


resistance of the threads during its tightening)
Tegangan geser torsional selama pengencangan dapat diperoleh dengan
persamaan:

= =
Dimana

()4
32

16
()3

= tegangan geser torsional


T = torsi yang diterapkan
dc= diameter minor (mm)
40

c.

Tegangan geser sepanjang ulir (Shear stress across the threads)


Tegangan geser pada sekrup diperoleh dengan persamaan:

i =
Dimana

P = beban maksimum
b = lebar ulir
n = jumlah ulir

Tegangan geser rata rata ;

n =
Dimana
d.

d = diameter mayor (mm)

Tegangan Tekan Pada Ulir (Compression or crushing stress on threads)


c =

(2 ; 2 )

n = jumlah ulir
e.

Bending, jika permukaan dibawah kepala baut/sekrup tidak berada pada posisi
sempurna terhadap sumbu baut (Bending stress if the surfaces under the head or
nut are not perfectly parallel to the bolt axis)
c =

.
2

x = Difference in height between the extreme corners of the nut


or head,
l = Length of the shank of the bolt, and
E = Youngs modulus for the material of the bolt.

2. Kekuatan Sambungan
Torsi yang timbul karena pengencangan baut pada mur merupakan hubungan
antara torsi dengan gaya tarik aksial, dirumuskan
T = KDP
Ada tiga macam yang dihasilkan, yaitu :

T1 =
T2 =
T3 =

Pt x l
2

Pt
2

Pt 1 dp
2 cos
(d:b) 2 dp
2 cos

Ttot = T1 + T2 + T3
41

Dimana

K = Konstanta bergantung pada pelumasan


T1 = Torsi karena beban tarik
T2 = Torsi karena gesekan antar ulir
T3 = Torsi karena gesekan bag bawah baut dengan permukaan
dp = diameter jarak bagi ulir
1 = koefisien gesek antar ulir
2 = koefisien gesek antara kepala baut dengan permukaan
= sudut ulir
b = diameter luar permukaan gesek pada sisi bagian bawah baut

3. Tegangan Dikarenakan Beban Eksternal (Stresses due to External Forces)


a.

Tegangan Tarik (Tensile stress)


Baut biasanya membawa beban searah sumbu baut yang mengakibatkan
tegangan tarik pada baut.
Jika

dc = diameter minor
t = tegangan tarik yang diijinkan

Beban eksternal yang diterapkan adalah

P = 4 (dc)2 t
atau

d =

Jika sambungan menggunkan n baut, maka:

P = 4 (dc)2t x n
b.

Tegangan Geser (Shear stress)


Jika

d = diameter mayor baut


n = jumlah baut

Beban geser yang dialami oleh baut adalah:

Pi = 4 x d2 x x n
atau

d =

Dapat juga dicari dengan

Pi =
Dimana

T = Torsi
42

c.

Tegangan Kombinasi (Combined tension and shear stress)


Hubungan antara tegangan tarik dengan tegangan geser adalah:
Tegangan geser maksimum:
1

max = 2 ()2 + 4 2
Tegangan normal maksimum:
i max =

1.10

1
2

()2 + 4 2

Pembebanan Lelah (Fatigue Loading)

Gambar 31. Designers fatigue diagram showing a Goodman failure


line and how a load line is used to define failure and
safety in preloaded bolted joints in fatigue. Point B
represents nonfailure; point C,failure.

43

a =

m = 2 +

(: );

= a + i

Dengan substitusi m = a + i ke dalam kriteria kegagalan

Sa

Goodman : Se +
Sa =

Sm
Sut

=1

(;)
:

S m = S a + i

Gerber

Sm 2

: Se + (Sut) = 1
Sa =

1
2

2
2
*
+ 4 ( + )
2+

S m = S a + i

ACME Eliptic : ( ) + ( ) = 1

Sa = 2 : 2 (2 + 2 2 )

S m = S a + i
Factor safety :

nf = Sa / a
Tabel 12 Endurance strengths for screw

44

1.11

Design of Cylinder Cover

1. Design of bolts or studs

P = 4 (D)2 p

P = 4 (dc)2 tb x n

...(i)
...(ii)

Dari equation (i) dan (ii)

(D)2 p = 4 (dc)2 tb x n
4

Gambar 32. Securing the cylinder cover with bolts

Gambar 33. Securing the cylinder cover with studs

Dp = 2t + 3d1
Maka:
D0 = Dp + 3d1 = D + 2t + 6d1
Dimana

D = Diameter silinder
P = Tekanan silinder
dc = Diameter minor bolts atau studs
45

n = Jumlah bolts atau studs


t = Permissible tensile stress for the bolts or studs material
t

= Thickness of the cylinder wall.

2. Design of cylinder cover plate

Gambar 34. Semi-cover plate of a cylinder

Momen bending

M=

( )

(0.318 0.212 ) = 2 x 0.106 P x Dp

= 0.053 P x Dp
Section modulus
1

Z = 6 (1)2
Dimana

w = Width of plate
= Outside dia. of cover plate 2 dia. of bolt hole
= Do 2d1

Dengan mengetahui tegangan tarik untuk material cover plate, maka:


t =

46

3. Design of cylinder flange

Gambar 35. A portion of the cylinder flange

Dari potongan X-X, didapat:


e = Radius pitch (Radius of bolt hole + Thickness of cylinder wall)
=

1
2

+ +

Momen bending

M = Load on each bolt e = x * 2 ( 2 + )+


Section radius

R = Cylinder radius + Thickness of cylinder wall = 2 +


Section width
w=

Section modulus
1

Z=6(

) (t2)2

Dengan mengetahui tegangan tarik untuk material cover plate, maka:


t =

47

1.12

Beban Eksentrik (Bolted Joints Under Eccentric Loading)


Ada banyak aplikasi sambungan baut yang dikenakan pembebanan eksentik. Beban
eksentrik yang biasa terjadi, yaitu:
1. Sejajar dengan sumbu baut (Eccentric Load Acting Parallel to the Axis of
Bolts)

Gambar 36. beban eksentrik sejajar sumbu baut

Sebuah bracket mempunyai dasar persegi panjang disatukan ke dinding


dengan menggunakan empat baut seperti pada gambar diatas. Beban maupun
momen yang terjadi adalah :
a. Beban tarik secara langsung pada masing masing baut
Wt1 =

n = jumlah baut
W = beban
b. Beban pada tiap tiap baut yang berjarak L1
W1 = wL1
Dan beban tarik akibat momen
= w1L1 x L1 = w (L1)2
Demikian pula, beban pada setiap baut yang berjarak L2
W2 = wL2
Dan beban tarik akibat momen
= w2L2 x L2 = w (L2)2
c. Total momen baut yang berjarak L1 dan L2
=2w (L1)2 + 2w (L2)2

(1)
48

Dan momen pada bagian tepi ditinjau dari L adalah


= wl

(2)

Sehingga dari persamaan (1) dan (2) diperoleh :


wl =2w (L1)2 + 2w (L2)2

atau

w = 2(1)2 : (2)2
d. Baut yang mengalami pembebanan terbesar adalah yang berjarak L2
Beban tarik terbesar untuk tiap tiap baut di L2 sebesar :
..2

Wt2 = W2 = wL2 = 2[(1)2 : (2)2 ]


e. Beban total
Wt = Wt1 + Wt2
f. Jika dc adalah diameter minor dari baut dan t adalah tegangan tarik
untuk material baut, maka total beban tarik :

Wt = 4 (dc)2 t
2. Tegak lurus sumbu baut (Eccentric Load Acting Perpendicular to the Axis of
Bolts)

Gambar 37. beban eksentrik tegak lurus sumbu baut

Sebuah bracket diberi beban seperti gambar diatas akan menimbulkan dua
akibat pembebanan terhadap baut, yaitu :
a. Beban geser langsung pada masing masing baut
Ws = W / n

n = jumlah baut
49

b. Beban tarik akibat momen


Beban tarik maksimum terjadi pada baut 3 dan 4 yang besarnya
..2

Wt2 = Wt = wL2 = 2[(1)2 : (2)2 ]


Sehingga diperoleh :
Beban tarik equivalen :
1

Wte = 2 * + ()2 + 4()2 +


Dapat juga dicari dengan persamaan :

Wte = 4 (dc)2 t
Beban geser equivalen :
1

Wte = 2 *()2 + 4()2 +


Dari beban equivalen tersebut digunakan untuk menghitung ukuran baut.

3. Melingkar terhadap sumbu baut (Eccentric Load on a Bracket with Circular


Base)

Gambar 38. beban eksentrik melingkar sumbu baut

50

1.13

Aplikasi
Beberapa aplikasi ulir yang sering digunakan, antara lain:
1. Dongkrak Ulir (Screw Jack)
Salah satu penggunaan ulir adalah dongkrak ulir (screw jack). Berbeda dengan
dongkrak hidrolis maupun pneumatis yang menggunakan fluida cair/udara
sebagai penggraknya, dongkrak ini menggunakan ulir untuk menaikkan atau
menurunkan beban.

Gambar 39. Screw Jack

Dalam mendesain dongkrak ulir ada beberpa hal yang harus dianalisa, yaitu:
Beban pure compression W:
W = c x Ac =

(dc)2 c

Torsi (T1) untuk memutar sekrup dan tegangan geser () karene torsi:
Torsi yang dibutuhkan untuk mengangkat beban :

T1 = P x 2 = W tan ( + ) 2

Teganan geser yang dihasuilkan karena torsi:


16

= ()3
51

Principal stresses didapat dengan persamaan:

()2 + 4 2

Tegangan normal maksimum:

i max =

Tegangan geser maksimum :

max = 2 ()2 + 4 2

Tinggi mur
Dengan mengetahui tegangan pada bantalan, maka :
Pb = [()2
4

Dimana

; ()2 ]

Pb = Tegangan pada bantalan


n = jumlah ulir yang bersentuhan dengan srewed spindle
p = pitch ulir
h = tingggi mur
h=nxp

Tegangan dalam sekrup dan mur

(sekup) =

(mur) =
Dimana

t = thickness ulir = p / 2

Diameter inner (D1) dan outer (D2) serta thickness (t1)

W = 4 [(1)2 (0)2 ]

W = 4 [(2)2 (1)2 ]
W = D1 t1
Torsi yang dibutuhkan karena gesekan bagian atas ulir
(3)3 ; (4)3

T2 = 3 1 *(3)2 ; (4)2 + ...(asumsi beban seragam)


= 1 W *
Dimana

3:4
2

+ = 1 W R ...(asumsi pemakaian seragam)

R3 = radius head
R4 = radius pin

Diameter handle (D) dan tinggi head (H)


Diameter handle didapat dari momen bending:

M = 32 x b x D3
Tinggi head biasanya dua kali dari diameter handle:
H = 2D
52

Buckling
1

L = lift of screw + 2 tinggi mur


Wcr = Ac y [1
Dimana

4 2

() ]

y = tegangan yield
C = koefisien fixity. (C = 0,25)
k = radius gyration = 0,25 dc

2. Konveyor Ulir (Screw Conveyor)

Gambar 40. Screw Conveyor


Keuntungan menggunakan konveyor ulir dibandingkan dengan menggunakan
peralatan lainnya, yaitu:
1) Konveyor ulir dapat memiiki beberapa inlet dan titik pembuangan. Bulk
material dapat didistribusikan ke berbagai lokasi sesuai kebutuhan.
2) Konveyor ulir sangat kompak dan beradaptasi terhadap lokasi.
3) Screw conveyor dapat digunakan untuk mencampur berbagai produk
bersama dan untuk putus besar benjolan.
4) Screw conveyor dapat digunakan untuk mendinginkan, produk panas atau
kering dalam perjalanan. Tergantung pada persyaratan perpindahan panas,
konveyor sekrup bisa berjaket, atau desain berlubang-penerbangan
digunakan untuk menyediakan perpindahan panas yang diperlukan untuk
aplikasi.
5) Screw

conveyor

mengadakan

dapat

tekanan

dirancang untuk
internal.

Hal

ini

menjadi
sangat

uap-ketat
penting

atau
ketika

mentransmisikan produk beracun atau berbahaya seperti yang dalam


industri kimia.
53

3. Kompresor ulir (Screw Compresor)

Gambar 41. Screw Compresor

Aplikasi pengukuran geometri ulir juga diterapkan pada kompresor ulir (


screw compressor ). Kelebihan dari kompresor jenis ini adalah :
1) Biaya investasinya rendah,
2) bentuknya kompak, ringan
3) mudah perawatannya,
4) mudah operasinya dan
5) fleksibel dalam pemasangannya
Oleh karena itu kompresor ini sangat popular di industri. Biasanya digunakan
dengan ukuran 30 sampai 200 hp atau 22 sampai 150 kW.

1.14

Contoh Soal
Contoh 1
Sebuah ulir daya mempunyai diameter 25 mm dan pitch 5 mm.
a). Tentukan thread depth, width, mean dan root diameters, serta lead untuk ulir
persegi.
b). Ulangi bagian (a) untuk ulir ACME
Jawab :
a). Thread depth = 2.5 mm
width = 2.5 mm

Ans.
Ans.

dm = 25 1.25 1.25 = 22.5 mm


dr = 25 5 = 20 mm
l = p = 5 mm

Ans.
54

b). Thread depth = 2.5 mm

Ans.

width at pitch line = 2.5 mm

Ans.

dm = 25 1.25 1.25 = 22.5 mm


dr = 25 5 = 20 mm
l = p = 5 mm

Ans.

Contoh 2
Sebuah ulir daya tunggal dengan diameter 25 mm mempunyai pitch 5 mm. Gaya
vertikal yang dikenakan pada ulir 6 kN. Koefisien friction 0,05 untuk collar dan 0,08
untuk ulir. Diameter friction collar 40 mm. Tentukan effisiensi dan torsi untuk
menaikkan dan menurunkan beban?
Jawab :
F = 6 kN, l = 5 mm,
dm = 22.5 mm,
Tosi untuk menaikkan beban :
TR

=
=

F dm
2

( ; ) +

6 (22.5)
2

(0.08)(22.5): 5

( (22.5); 0.08 (5)) +

6 (0.05)(40)

= 10.23 + 6 = 16.23 N.m

Ans.

Torsi untuk menurunkan beban :


TL

=
=

F dm
2

( : ) +

6 (22.5)
2

(0.08)22.5 ; 5

( (22.5) : 0.08 (50) +

= 0.622 + 6 = 6.622 N.m

6 (0.05)(40)
2

Ans.

Effisiensi :
E

6 (5)

= 2 (16.23) = 0.294

Ans.

55

Contoh 3
Sebuah baut berdiameter 30 mm digunakan untuk menyatukan dua bagian mesin yang
digunakan pada zat cair, Tentukan :
a). Tegangan tarik yang diterima oleh baut saat pengencangan awal.
b). Tegangan tekan pada ulir.
c).Tegangan geser sepanjang ulir.
Jawab :
Dari tabel didapat: dc = 25.706 mm; b = 3.25 mm
Pi = 2840 d = 2840 x 30 = 85.2 kN
a). t =

()2
4

85.2

(25.706)2
4

= 164.24 Mpa

Ans.

85.2

b). c = (2 ; 2) = (302 ; 25.7062) = 204,97 Mpa Ans.

85.2

c). = = 27.706 3.25 = 301.34 Mpa

Ans.

Contoh 4
Sebuah mata baut akan digunakan untuk mengangkat beban 60 kN. Carilah diameter
mayor baut, jika tegangan tarik maksimum 100 Mpa.
Jawab :
P = 60 kN
= 60 x 103 N
t = 100 Mpa
= 100 N/mm2
Sebuah mata baut ditunjukan pada gambar
Dan kita tahu bahwa beban pada baut (P),

P = 4 (dc)2 t
Sehingga,

60 x 103 = 4 (dc)2 t = 4 (dc)2 100 = 78,55 (dc)2


(dc)2 = 600 x 103 / 78,55 = 761
dc = 27,6 mm
Dari tabel, kita menemukan bahwa diameter minor standar (dc) yang mendekati 27,6
mm adalah 28,706 mm sehingga diameter mayor yang sesuai (d) adalah 33 mm.

56

Contoh 5
Jika diketahui C = 0.2346, Fi = 37.9 kN, At = 84.3 mm2, Carilah faktor keamanan
fatigue menggunakan :
a). Kriteria Goodman
b). Kriteria Gerber
c). Kriteria ASME eliptic
Jawab :
pmax = 6 MPa, pmin = 0, C = 0.2346, Fi = 37.9 kN,At = 84.3 mm2.
Untuk 6 MPa, P = 10.6 kN per baut
i =

, (

( , )(

,2

a = 2 =

= 450 MPa

2(

, )

= 14,75 MPa

m = a + i = 14,75 + 450 = 464,8 MPa


a). Goodman untuk 8,8 baut dengan Se = 129 MPa, Sut = 830 MPa
Sa = Sa =

(;)

:
, 2

nf = =

= 3,47

129 (830;450)
830:129

= 51,12 MPa

Ans.

b). Gerber
Sa =

2
2
*
+ 4 ( + )
2+

2
1

= 2 (129) [8308302 + 4 (129)(129 + 450) 8302 2 (450)(129)]


= 76,99 Mpa
76,99

nf = 14,75 = 5,22

Ans.

c). ASME-elliptic dengan Sp = 600 MPa

Sa = 2 : 2 (2 + 2 2 )

129

= 6002 : 1292 (6006002 + 1292 4502 450 (129)) = 65,87 Mpa


nf =

65,87
14,75

= 4,47

Ans.

Contoh 6
57

Sebuah mild steel cover di desain dengan sebuah lubang inspeksi didalam shell
pressure vassel. Diameter lubang 120 mm dan tekanan didalam vessel 6 N/mm2.
Desainlah panjang cover plate dengan baut. Asumsi t = 60 Mpa untuk mild steel dan
t = 40 Mpa untuk material baut.
Jawab :
d = 120 mm atau r = 60 mm
p = 6 N/mm2
t = 60 MPa = 60 N/mm2
tb = 40 MPa = 40 N/mm2
Pertama kita harus mencari thickness pressure vassel
:

t = r *; + = 60 *

:
;

+ = 6 mm

Gunakan t = 10 mm

Desain baut
d1 = diameter lubang baut
dc = diameter minor baut
n = jumlah baut
Kita tahu bahwa total aksi gaya angkat pada cover plate (atau pada baut)

P = 4 ()2 =

(120)2 6 = 67867 N

...(i)

Dari tabel didapat d1 = 24 mm dan dc = 20,32 mm.


Sehingga

P = 4 ()2 tb x n = = 4 (20,32)2 40 x n = 12973 n N

...(ii)

Dari persamaan (i) dan (ii)


n = 67867 / 12973 5,23 (atau 6)
Dari d1 = 25 mm, kita dapat mencari diameter pitch
dp = D + 2t + 3d1 = 120 + (2 x 10) + (3 x 25) = 215 mm
Jadi circumferential pitch pada baut
=

215
6

= 112,6 mm

Kita tahu bahwa untuk leaf proof joint, cirmferential pitch pada baut nilainya
antara 201 dan 30, dimana d1 adalah diameter lubang baut.

Jadi minimum circumferential pitch


58

= 201 = 2025 = 100 mm


Dan maksimum circumferential pitch
= 301 = 3025 = 150 mm
Oleh karena nilai circumferential pitch antara 100 150 mm, untuk keamanan
dipilih ukuran baut = M 24

Ans.

Desain cover plate


t1 = Thickness cover plate
Dari gambar dapat dilihat momen
bending di A-A
M = 0,053 x P x Dp
= 0,053 x 67860 x 215
= 773265 N.mm
Diameter luar dari cover plate
D0 = Dp + 3d1 = 215 + (3 x 25) = 290 mm
Lebar plate
W = D0 2d1 = 290 (2 x 25) = 240 mm
Sehingga section modulus,
1

Z = 6 (1 )2 = 6 240 (1 )2 = 40 (1 )2 mm2
Kita tahu bahwa bending stress,
t =

773265

60 = 40

(1 )2

773265

()2 = 40 60 = 322
1 = 18 mm

Ans.

Contoh 7
59

Sebuah braket, seperti ditunjukkan pada gambar mampu menahan beban sebesar 30
kN. Tentukan ukuran baut, jika tegangan tarik maksimum dalam materila baut adalah
60 Mpa.
Dimana jarak L1 = 80 mm, L2 = 250 mm, dan L = 250 mm.
Jawab :
W = 30 kN
t = 60 Mpa
L1 = 80 mm
L2 = 250 mm
L = 500 mm
Beban tarik tak langsung oleh masing masing baut,
Wt1 =

30
4

= 7,5 kN.

Dan beban dalam baut per satuan jarak,


W = 2 [(

2
2
)
1 : (2 ) ]

30 500

= 2 [802 : 2502] = 0,109 kN/mm

Sehingga :
Wt1 = w. L2 = 0,109 + 27,25 = 34,75 kN = 34750 N
Jika jarak dc = diameter minor
Beban tarik maksimum pada baut (Wt)

Wt = 4 (dc)2 t

34750 = 4 (dc)2 t = 4 (dc)2 60 = 47 (dc)2


(dc)2 = 34750 / 47 = 740
dc = 27,2 mm
Dari tabel, kita peroleh diameter yang mendekati 27,2 mm adalah diameter minor baut
standar berukuran 28,706 mm sehingga ukuran baut yang sesuai adalah M 33.

Contoh 8
60

Sebuah braket dijepit pada kolom baja dengan menggunakan baut seperti ditunjukkan
pada gambar. Beban maksimum yang diterima braket adalah 12 kN dengan arah
vertikal pada jarak 400 mm dari muka kolom. Permukaan vertikal braket distukan
pada kolom dengan empat baut yaitu 2 baris dengan dua baut setiap barisnya yang
berjarak 50 mm dari tepi bawah braket. Tentukan ukuran baut jika tegangan tarik yang
diijinkan material baut adalah 84 Mpa.
Jawab :
W = 12 kN = 12 x 103 N
L = 400 mm
L1 = 50 mm
L2 = 375 mm
t = 84 Mpa
n=4
Beban geser langsung untuk masing masing baut :
Wt =

12

= 3 kN

Karena beban W akan mencoba untuk memiringkan braket searah jarum jam, maka
baut akan mengalami beban tarik saat berputar. Beban taik maksimum berada pada
baut ke 3 dan 4.
Sehingga beban tarik maksimum dialami oleh baut ke 3 dan 4 sebesar
2
2
2
1 ) : () ]

Wt1 = 2 [(

12 400 375

= 2 [(50)2 : (375)2 ] = 6,29 kN

Karena baut dikenakan beban geser serta beban tarik, sehingga beban tarik setara
1

Wt1 = 2 [1 + (1 )2 + 4(1 )2 ] = 2 *6,29 + (6,29)2 + 4(3)2 + kN


1

= 2 (6,29 + 8,69) = 7,49 kN = 7490 N


Jika dc = diameter minor
Maka :

Wte = 4 (dc)2 t

7490 = 4 (dc)2 t = 4 (dc)2 84 = 66 (dc)2


(dc)2 = 7490 / 66 = 113,5
dc = 10,65 mm
Dari tabel, kita peroleh diameter yang mendekati 10,65 mm adalah diameter minor
baut standar berukuran 11,546 mm, sehingga ukuran baut yang sesuai adalah M 14.

61