Anda di halaman 1dari 10

TUGAS KEWIRAUSAHAAN CIRI DAN WATAK WIRAUSAHA

OLEH : EVI CHRISTIYANTI RESTY AYU SUBIYANTO WINDA APRILYA A. 095140031 095140067 095140028

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PROGRAM STUDI KEPERAWATAN MITRA LAMPUNG BANDARLAMPUNG 2012

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Wiraswasta/wirausaha berasal dari kata: Wira: utama, gagah berani, luhur; swa: sendiri; sta: berdiri; usaha: kegiatan produktif.Dari asal kata tersebut, wiraswasta pada mulanya ditujukan pada orang-orang yang dapat berdiri sendiri. Di Indonesia kata wiraswasta sering diartikan sebagai orang-orang yang tidak bekerja pada sektor pemerintah yaitu; para pedagang, pengusaha, dan orang-orang yang bekerja di perusahaan swasta, sedangkan wirausahawan adalah orang-orang yang mempunyai usaha sendiri. Wirausahawan adalah orang yang berani membuka kegiatan produktif yang mandiri. Oleh sebab itu, penulis mencoba menjelaskan tentang ciri dan watak wirausahawan.

1.2 Tujuan

Mahasiswa mengetahui pengertian wirausahawan Mahasiswa mengetahui ciri dan watak wirausaha Mahasiswa mengetahui kualitas wirausaha

BAB II ISI

2.1 Pengertian Wirausahawan Kewirausahaan merupakan sebuah proses dan para wirausahawan adalah seorang inovator yang memanfaatkan proses tersebut (Winardi,2003). Di Indonesia kata wiraswasta sering diartikan sebagai orang-orang yang tidak bekerja pada sektor pemerintah yaitu; para pedagang, pengusaha, dan orang-orang yang bekerja di perusahaan swasta, sedangkan wirausahawan adalah orang-orang yang mempunyai usaha sendiri. Wirausahawan adalah orang yang berani membuka kegiatan produktif yang mandiri. Menurut Kao (1989), secara umum posisi wirausahawan adalah menempatkan dirinya terhadap risiko atas guncangan-guncangan dari perusahaan yang dibangunnya (venture). Wirausahawan memiliki risiko atas finansialnya sendiri atau finansial orang lain yang dipercayakan kepadanya dalam memulai suatu. Ia juga berisiko atas keteledoran dan kegagalan usahanya. 2.2 Ciri dan Watak Wirausaha Bygrave (dalam Ifham, 2002) mengemukakan beberapa ciri-ciri seorang wirausahawan, yaitu: a. Mimpi (dreams), yakni memiliki visi masa depan dan kemampuan mencapai visi tersebut b. Ketegasan (decisiveness), yakni tidak menangguhkan waktu dan membuat keputusan dengan cepat. c. Pelaku (doers), yakni melaksanakan secepat mungkin. d. Ketetapan hati (determination), yakni komitmen total, pantang menyerah. e. Dedikasi (dedication), yakni berdedikasi total, tidak kenal lelah. f. Kesetiaan (devotion), yakni mencintai apa yang dikerjakan. g. Terperinci (details), yakni menguasai rincian yang bersifat kritis. h. Nasib (destiny), yakni bertanggungjawab atas nasib sendiri yang hendak dicapainya.

Ada empat ciri yang dimiliki oleh seorang wirausahawan, yaitu : 1) Proses berkreasi yakni mengkreasikan sesuatu yang baru dengan menambahkan nilainya. Penambahan nilai ini tidak hanya diakui oleh wirausahawan semata, tetapi juga oleh konsumen yang akan menggunakan hasil kreasi tersebut. 2) Komitmen yang tinggi terhadap penggunaan waktu dan usaha yang diberikan. Semakin besar fokus dan perhatian yang diberikan dalam usaha ini maka akan mendukung proses kreasi yang akan timbul dalam kewirausahaan. 3) Memperkirakan resiko yang mungkin timbul. Dalam kondisi ini resiko yang mungkin terjadi berkisar pada resiko keuangan, fisik dan resiko sosial. 4) Memperoleh reward. Dalam hal ini reward yang terpenting adalah independensi atau kebebasan yang diikuti dengan kepuasan pribadi, sedangkan reward berupa uang biasanya dianggap sebagai suatu bentuk derajat kesuksesan usahanya. i. Uang (dollars), yakni kaya bukan motivator utama, uang lebih berarti sebagai ukuran sukses. j. Distribusi (distributif), yakni mendistribusikan kepemilikan usahanya kepada karyawan kunci yang merupakan faktor penting bagi kesuksesan usahanya. Beberapa ciri wirausaha yang berhasil dapat ditunjukkan berikut ini (Kasmir, 2007): 1) Memiliki visi dan tujuan yang jelas. Hal ini berfungsi untuk menebak kemanalangkah dan arah yang dituju sehingga dapat diketahui langkah yang harus dilakukan oleh pengusaha tersebut. 2) Inisiatif dan selalu proaktif. Ini merupakan ciri mendasar di mana pengusaha tidak hanya menunggu sesuatu terjadi, tetapi terlebih dahulu memulai dan mencari peluang sebagai pelopor dalam berbagai kegiatan. 3) Berorientasi pada prestasi. Pengusaha yang sukses selalu mengejar prestasi yang lebih baik daripada prestasi sebelumnya. Mutu produk,pelayanan yang diberikan, serta kepuasan pelanggan menjadi perhatian utama. Setiap waktu segala aktifitas usaha yang dijalankan selalu dievaluasi dan harus lebih baik dibanding sebelumnya. 4) Berani mengambil risiko. Hal ini merupakan sifat yang harus dimiliki seorang pengusaha kapanpun dan dimanapun, baik dalam bentuk uang maupun waktu. 5) Kerja keras. Jam kerja pengusaha tidak terbatas pada waktu, di manaada peluang di situ dia datang. Kadangkadang seorang pengusaha sulit untuk mengatur waktu kerjanya. Benaknya selalu memikirkan

kemajuan usahanya. Ide-ide baru selalu mendorongnya untuk bekerja kerjas merealisasikannya. Tidak ada kata sulit dan tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. 6) Bertanggung jawab terhadap segala aktifitas yang dijalankannya, baik sekarang maupun yang akan datang. Tanggung jawab seorang pengusaha tidak hanya pada segi material, tetapi juga moral kepada berbagai pihak. 7) Komitmen pada berbagai pihak merupakan ciri yang harus dipegang teguh dan harus ditepati. Komitmen untuk melakukan sesuatu memang merupakan kewajiban untuk segera ditepati dana direalisasikan. 8) Mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan berbagai pihak, baik yang berhubungan langsung dengan usaha yang dijalankan maupun tidak. Hubungan baik yang perlu dlijalankan, antara lain kepada: para pelanggan, pemerintah, pemasok, serta masyarakat luas. Gooffrey G. Meredith, (1995) mengemukakan beberapa ciri dan watak kewirausahaan yang berupa : 1. percaya diri 2. berorientasi tugas dan hasil 3. pengambil risiko 4. kepemimpinan 5. keorisinilan 6. berorientasi ke masa depan 7. jujur dan tekun. Thomas W. Zimmerer, (2005) telah mengidentifikasi beberapa karakteristik yang diperlukan untuk sukses dalam kewirausahaan, yaitu : 1. memiliki rasa tanggung jawab (desire for responcibility), 2. lebih menyukai risiko yang moderat (preference for moderate risk), 3. percaya akan kemampuan dirinya untuk berhasil (confidence in their ability to succeed), 4. selalu menghendaki umpan balik dengan segera (desire for immediate feedback), 5. berorientasi masa depan (future orientation), 6. memiliki semangat kerja yang tinggi (high level of energy), 7. memiliki keterampilan dalam mengorganisasikan (skill at organizing), dan 8. menilai kinerja atas dasar uang (value of achievement over money). Menurut Ir. Aldiasman, Msi, watak wirausaha yaitu :

Bertanggung jawab Lebih menyukai resiko sederhana Keyakinan dengan kemampuan sendiri untuk sukses Keinginan mendapat umpan balik langsung Energik Berorientasi kedepan Keterampilan mengelola organisasi Menilai prestasi lebih tinggi daripada uang Terlalu menginginkan peluang Daya kreativitas dan fleksibilitas

Menurut Suryana, 2001 : Ciri


Percaya diri Berorientasi pada tugas dan hasil Keyakinan,

Watak
ketidaktergantungan,individualistis, dan optimisme Kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi laba, ketekunan dan ketabahan, tekad kerja keras, mempunyai dorongan kuat, energetik dan inisiatif Kemampuan untuk mengambil resiko yang wajar dan suka tantangan Perilaku sebagai pemimpin, bergaul dengan orang lain, menanggapi saran-saran dan kritik Inovatif dan kreatif serta fleksibel Pandangan ke depan, perspektif

Pengambilan resiko Kepemimpinan Keorisinilan Berorientasi ke masa depan

Karakteristik Wirausahawan , menurut Masykur W 1. Keinginan untuk berprestasi 2. Keinginan untuk bertanggung jawab 3. Preferensi kepada resiko menengah 4. Persepsi kepada kemungkian berhasil 5. Rangsangan untuk umpan balik 6. Aktivitas Energik 7. Orientasi ke masa depan 8. Ketrampilan dalam pengorganisasian

9. Sikap terhadap uang Wirausahawan yang berhasil mempunyai standar prestasi tinggi. Potensi kewirausahaan tersebut dapat dilihat sebagai berikut : (Masykur, Winardi) 1. Kemampuan inovatif 2. Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity) 3. Keinginan untuk berprestasi 4. Kemampuan perencanaan realistis 5. Kepemimpinan berorientasi pada tujuan 6. Obyektivitas 7. Tanggung jawab pribadi 8. Kemampuan beradaptasi (Flexibility) 9. Kemampuan sebagai pengorganisator dan administrator 10. Tingkat komitmen tinggi (survival)

2.3 Kualitas Wirausaha Kemampuan merencanakan usaha dan karir Mempunyai visi dan misi Menumbuhkan dan mempertajam kiat sukses Memiliki keahlian mencapai kemajuan Mampu memajukan traf hidup diri, keluarga dan pembangunan bangsa

Wirausaha yang Berhasil 1. Memiliki pendidikan formal dan budaya kreasi 2. Semangat yang menyala-nyala, berani dan bertanggung jawab 3. Terampil dalam berfikir dan ulet dalam arti analisis harus tepat, sistematis dan metodologis 4. Berwatak (berkepribadian) dengan kemampuan tinggi sesuai dengan landasan filsafat bangsa Indonesia, yaitu Pancasila 5. Mampu mengorganisasi diri sendiri, bawahan, dan teman sekerja lainnya 6. Mampu bergaul dan luwes dalam pergaulan masyarakat

7. Mengutamakan keberhasilan yang menguntungkan 8. Tidak konsumtif, tidak boros dan dapat berhemat

BAB III KESIMPULAN 3.1 Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas menunjukkan bahwa keunggulan bangsa akan menjadi puncak dari segala usaha dalam mencapai tujuan bangsa. Keunggulan menjadi aspek paling penting karena setiap bangsa ingin memenangkan persaingan untuk menjadi pemenang. Tidak salah lagi bahwa suatu bangsa dalam mencapai tujuannya selalu melalui pendayagunaan kompetensi orang-orangnya dan nilai unggul suatu bangsa dibentuk melalui keunikan dalam budayanya. Kompetensi sumber daya manusia yang unggul dan keunikan budaya bangsa merupakan jiwa dan watak kewirausahaan. Oleh karena itu, daya saing bangsa atau keunggulan kompetitif bangsa akan dapat terujud apabila mayoritas penduduknya telah memiliki dan mengaplikasikan jiwa dan watak kewirausahaan. Di sisi lain, untuk menumbuhkembangkan jiwa dan watak kewirausahaan dapat dilakukan melalui pendidikan karakter. Pelaksanaan sembilan pilar pendidikan karakter pada gilirannya akan membentuk jati diri bangsa yang sejati, yaitu jati diri yang sesuai dengan agama, nilai-nilai luhur Pancasila, budaya bangsa, dan tujuan pendidikan nasional. Jati diri yang sejati inilah merupakan daya saing bangsa atau keunggulan kompetitif yang tidak tertandingi. Inti dari kewirausahaan adalah; pengambilan resiko, menjalankan sendiri, memanfaatkan peluang-peluang, menciptakan baru, mendekatan yang inovatif, dan mandiri.

DAFTAR PUSTAKA

Ade. 2009.http://adesyams.blogspot.com/2009/06/ciri-dan-watak-wirausaha.html.diakses tanggal 15 Oktober 2012. Anoraga, Panji. 2007. Pengantar Bisnis Pengelola Bisnis Dalam Era Globalisasi. Jakarta: Rineka Cipta. Kasmir. 2007. Kewirausahaan. Jakarta: PT RajaGrafindo Perkasa. Longenecker. 2001. Kewirausahaan Manajemen Usaha Kecil Buku I. Jakarta: Salemba Empat. Saiman, Leonardus.2009. Kewirausahaan Teori, Praktek, dan Kasus-kasus. Jakarta: Salemba Empat. Suryana.2003.Kewirausahaan.Jakarta:Salemba Empat.