Anda di halaman 1dari 4

Kontusio pulmonal Patofisiologi Kontusio pulmonal adalah memadapatdapatrnya parenkim paru yang sering disebabkan oleh trauma tumpul.

Kelainan ini dapat tidak terdiagnosa saat pemeriksaan ronsen dada pertama, namun dalam keadaan fraktur kapula, fraktur rusuk, atau flail-chest harus mewaspadakan perawatan terhadap kemungkinan adanya kontusio pulmonary. Tanda dan gejala jenis yang tampak termasuk dyspnea, rales,hemoptysis dan takipnea. Kontusio hebat dapat juga mengakibatkan peningkatan puncak tekanan jalan nafas, hipoksemia, respirasi asidosis.kontusio pulmonal dapat menyerupai ARDS, dimana keduanya berespon buruk terhadap fraksi oksigen inspirasi yang tinggi (F1O2). Penatalaksanaan Medis Pengobatan medis kontusio pulmonal bergantung pada keparahan cedera atau bersifat suporti. Klien dengan kontusio ringan membutuhkan pemantauan ketat. Kontusio pulmonal hebat dapat membutuhkan dukungan penggunaan ventilator mekanik dengan PEEP. Penatalaksanaan Keperawatan 1. Berikan analgesic sesuai pesanan setiap 3 jam 2. Pantau terhadap tanda- tanda kelebihan cairan
a. Pertahankan semua catatan masukan dan haluaran dengan akurat b. Pantau TTV setiap 30 menit. Frekuensi nadi dan pernafasan dapat diperkirakan
meningkat dalam keadaan kelebihan cairan.

c. Pantau buni nafas setiap 30 menit

3. Pantau status ventilator 30 menit a. Periksa terhadap tanda gawat nafas : Dyspnea, peningkatan frekuensi nafas, dan perubahan bunyi nafas. b. Periksa hasil pemeriksaan AGD 4. Pantau terhadap tanda dan gejala flail-chest yang sering menyertai kontusio pulmonal 5. Dukung klien untuk tetap tirah baring sampai status fisik stabil a. Temani klien dan dengarkan kehawatiran klien dan jelaskan tentang apa yang telah direncanakan.

b. Bantu klien dengan AKS sehingga klien dapat menghemat energy dan tuntutan yang ditimbulkn pada system kardio pulmonal Penatalaksanaan selang dada Pemasangan selang dada bertujuan utuk memulihkan tekanan negative dalam ruang intrapleural. Tujuan ini dicapai dengan membuang akumulasi udara atau cairan misalnya darah dari dalam ruangan pleural. Akumulasi tersebut biasanya diakibatkan oleh trauma, penyakit pernafsan kronis, ataubedah toraks. Selang dada dipasang kedalam rongga torakik klien dan dihubungkan pada system drainase water-seal. Tujuan dari water-steal ini adalah untuk mencegah udara masuk kembali kedalam ruang pleural ketika akumulasi udara atau cairan dialirkan keluar dari ruang pleural. Terdapat 4 tipe system drainase digunakan dengan selang dada : 1. System satu botol hanya menggunakan gaya gravitasi untuk mendorong drainase udara atau cairan dari ruangan pleural. System satu botol biasaya digunakan untuk mengatasi pneumotoraks. 2. System 2 botol : botol pertama digunakan sebagai digunakan sebagai penampung cairan dan udara dan botol kedua berfungsi sebagai water-steal. System 2 botol digunakan untuk mengatasi hemotoraks (darah), hemopneumotoraks ( darah dan udara ), dan efusi pleural ( cairan serosa). 3. System 3 botol. Fungsi 2 botol pertama adalah sama seperti system pada drainase 2 botol dan botol ketiga dihubungkan pada alat pengontrol suction. System ini dapat digunakan pada kondisi-kondisi seperti yang disebutkan diatas. 4. System disposibel kormersial ( mis. Pleur-evac, Thoraclex, argyle) bekerja sebagai system 2 botol ( tidak terdapat mesin pengisap ) atau sebagai sistem 3 botol ( ketika tersedia mesin pengisap ). Penggunaannya membutuhkan air steril dan bergantung pada pabrik pembuatnya. Respon yang diharapkan 1. Membuang udara, cairan atau darah dari ruang pleural berhasil dilakukan sejalan dengan pemulihan tekanan negative. 2. Bunyi nafas yang terauskultasi membaik dank lien secara subjektif mulai merasa membaik 3. Hasil pemeriksaan AGD terakhir lebih normal

Respon yang merugikan

1. Pembuangan udara , cairan atau darah dari ruang pleural tersumbat, kemungkinan karena balfungsi pada system drainase. 2. Tekanan negative tidak pulih kemungkinan terjadi kebocoran udara. 3. Bunyi nafas terauskultasi tidak menunjukan perbaikan dan dapat menyimpang. 4. Klien mengeluh sesak nafas yang berkepanjangan. 5. Hasil pemeriksaan AGD tetap tidak berubah dan bahkan menyimpang 6. Terjadi pneumotoraks tensi Peralatan 1. Trai selang dada yang terdiri atas kasa 10 x 10cm, larutan antiseptic, sarung tangan steril, lidokain 10% tangkai skapel dengan pisaunya, beberapa spuit Non Luer-Lok (10 dan 30 ml), sutera, klem, forsep, gunting, peralatan balutan steril. 2. Selang dada dalam , sistem erbagai ukuran dengan obturator, sistem drainase, air atau normal salin steril, spuit asepto steril 60ml, alat pengisap, selangselang drainase, plester adesiv,klem kely berujung karet (2 buah ntuk setiap selang dada).

Intervensi 1. Kaji status pernafasan dan jantung klien sebelum dan selama prosedur 2. Tetapkan lapang steril dan siapkan trai pemasangan selang dada 3. Siapkan sistem drainase. Pastikan sistem drainase apa yang digunakan. Kaji integritas sistemterhadap patensi sambungan selang- selang, sterilitas, lubang udara terbuka, apakah selang telah terbenam dengan sesuai dengan botol,dan sambungan-sambungan lainnya 4. Hubungkan ujung distal selang dada ke sistem drainase 5. Jika terpasang 2 selang dada, sambung keduanya ke sistem drainase menggunakan penghubung Y 6. Pastikan bahwa semua stopper

Rasional 1. Memberikan data dasar sehingga dapat digunakan sebagai pembanding kemudian 2. Teknik steril digunakan untuk menurunkan penyebaran mikroorganisme 3. Mempercepat penghubungan selang dada ke sistem drainase. Menciptakan efisiensi kerja mencegah kemungkinan kebocoran udara. 4. Menegakkan sistem drainase tetutup 5. Memungkinkan drainase yang adekuat dari keduselang dada dengan satu sistem drainase 6. Mencegah masuknya udara dari ruang intapleural 7. Mencegah terlepasnya sambungan dan masuknya udara 8. Mengurai penyebaran mikroorganisme

dan hubungkan terpasang dengan kuat 7. Amankan semua sambungan dengan plester adesiv 8. Lepaskan sarung tangan anda dan buang di tempat yang sesuai. Cuci tangan anda 9. Jika klien dapat menoleransi , baringkan klien dalam posisi semi fowler atau fowler tinggi. 10.Evaluasi status pernafasan dan jantung klien 11.Secra periodic evaluasi klien terhadap terjadinya pneumotoraks tensi. Jika terjadi, periksa selang dada terhadap adanya sumbatan. Beritahukan dokter 12.Periksa ( setiap jam untukklien pasca operatif baru : setiap jam untuk klien dengan jumlah drinase yang banyak ; dan setiap 8 jam untuk semua klien dengan selang dada), dan catat drainase selang dada tertampung pada botol penampung termasuk warna drainase ( jangan buang drainase yang tertampung) 13.Catat prosedur

9. Membantu dalam efakuasi udara dan cairan 10.Memberikn informasi untuk perawatan selanjutnya 11.Selang dada yang tersumbat dapat menyebabkan pengumpulan udara dalam ruang intapleural dan menyebabkan pergeseran jaringan. Kondisi ini nerupakan emergency medis 12.Memberikan informasi berkesinambungan tentang kuantitas dan kualitas drainase 13.Mengkomunikasikan temuan kepada anggota tim perawat lainndan menunjang sebagai catatan legal