Anda di halaman 1dari 6

Garis Besar Komposisi Kendaraan Sebuah kendaraan terdiri dari komponen berikut:

1. Mesin Mesin bensin atau diesel

2. Drive train

-1-

3. Chassis Suspensi

Kemudi

Rem

-2-

4. Kelistrikan mesin

5. Kelistrikan bodi

6. Bodi

(1/1)

-3-

Klasifikasi Kendaraan Klasifikasi Berdasarkan Tenaga Penggerak Kendaraan dapat diklasifikasikan berdasarkan tipe-tipe tenaga penggerak sebagai berikut: Kendaraan mesin bensin Kendaraan mesin diesel Kendaraan hybrid Kendaraan listrik Kendaraan berbahan bakar cell hybrid

(1/6)

Kendaraan bermesin bensin Kendaraan tipe ini berjalan dengan mesin berbahan bakar bensin. Karena mesin bensin menghasilkan tenaga tinggi dengan ukuran mesin yang kecil, maka mesin berbahan bakar bensin umum digunakan pada kendaraan penumpang. Mesin yang serupa juga digunakan pada mesin CNG, mesin LPG dan mesin alkohol, yang menggunakan bahan bakar dengan tipe berbeda. CNG: Compressed Natural Gas LPG: Liquefied Petroleum Gas Mesin Tangki bahan bakar (bensin)
(2/6)

Kendaraan bermesin diesel Kendaraan tipe ini berjalan dengan mesin berbahan bakar diesel. Karena mesin diesel menghasilkan torsi yang besar dan menawarkan keekonomisan bahan bakar, maka mesin tersebut umum digunakan untuk truk dan SUV. SUV: Sports Utility Vehicle Mesin Tangki bahan bakar (bahan bakar diesel)

(3/6)

-4-

Kendaraan hybrid Kendaraan tipe ini dilengkapi dengan tipe tenaga penggerak yang berbeda, seperti mesin bensin dan motor listrik. Karena mesin bensin membangkitkan listrik, maka kendaraan tipe ini tidak membutuhkan sumber dari luar untuk mengisi kembali baterai. Sistem penggerak roda menggunakan tegangan 270V, sedangkan kelistrikan lainnya 12V. Sebagai contoh, selama start-off, tenaga penggerak menggunakan motor listrik yang menghasilkan tenaga tinggi meskipun pada kecepatan rendah. Saat kendaraan menaikkan kecepatannya, maka ia akan mengoperasikan mesin bensin yang lebih efisien pada kecepatan tinggi. Dengan memanfaatkan kedua tipe tenaga penggerak dengan cara ini, maka ia akan menjadi efektif dalam mengurangi emisi gas buang dan meningkatkan keekonomisan bahan bakar. Mesin Inverter Transaxle Converter Baterai Diagram tersebut menunjukkan sistem Toyota hybrid (bensin dan motor listrik).
(4/6)

Kendaraan listrik (Electric Vehicle - EV) Kendaraan ini menggunakan tenaga baterai untuk mengoperasikan motor listrik. Tidak seperti bahan bakar, baterai memerlukan pengisian kembali. Ia menawarkan banyak manfaat, termasuk emisi gas buang nol dan tingkat kebisingan yang rendah selama pengoperasian. Sistem tenaga penggerak menggunakan tegangan 290V, dan kelistrikan lain sebesar 12V. Diagram menunjukkan sistem Toyota EV. Unit kontrol tenaga Motor listrik Baterai

(5/6)

Fuel cell hybrid vehicle (FCHV) Kendaraan tipe ini menggunakan tenaga listrik yang tercipta saat bahan bakar hidrogen bereaksi dengan oksigen di udara untuk membentuk air. Karena ia hanya menghasilkan air, maka dikatakan bahwa ini adalah kendaraan yang berpolusi rendah, dan diantisipasi sebagai penggerak untuk generasi di masa yang akan datang. Diagram menunjukkan Toyota fuel cell hybrid system. Unit kontrol tenaga Motor listrik Kumpulan sel bahan bakar Sistem penyimpanan hidrogen Baterai cadangan
(6/6)

-5-

Klasifikasi Berdasarkan Metoda Penggerak Kendaraan dapat diklasifikasikan berdasarkan posisi mesin dan roda penggerak, dan jumlah roda-roda penggerak. FF (Front-engine, Front-drive) Karena kendaraan FF tidak memiliki poros propeller, maka didapat interior yang luas, sehingga didapatlah kenyamanan yang sempurna. FR (Front-engine, Rear-drive) Karena kendaraan FR memiliki keseimbangan berat yang baik, maka ia unggul dalam pengontrolan dan stabilitas. MR (Midship-engine, Rear-drive) Karena kendaraan MR memiliki keseimbangan berat yang baik pada axle-axle depan dan belakang, maka ia unggul dalam hal pengontrolan. 4WD (4-Wheels Drive) Karena kendaraan 4WD bergerak dengan empat roda, maka kendaraan dapat dioperasikan di bawah kondisi buruk dengan cara yang stabil. Beratnya sama dengan berat kendaraan tipe lain.
(1/1)

-6-