Anda di halaman 1dari 6

Anaplasmosis (gallsickness)

Penyakit ini merupakan penyakit menular yang tidak ditularkan secara kontak (non contagious) yang dapat bersifat perakut sampai kronis. Ditandai dengan demam tinggi, anemia, ichterus tanpa hemoglobinuria, di dalam eritrosit hewan penderita terdapat agen penyakit yang bentuknya seperti yang disebut Anaplasma, biasanya yang patogen adalah anaplasma marginal. Penyakit ini lebih sering menyerang ternak sapi dan kerbau. Anaplasma maupun Piroplasma termasuk dalam golongan rikettsia yang ditularkan oleh lalat penghisap darah. Penyebab o o o o o o o Anaplasma spp. Disebabkan juga hewan bersel satu (Protozoa) Anaplasma marginale (pada sapi dan ternak ruminant liar lainnya) Penyebaran nyamuk lalat kuda (Tabanus) dan lalat kandang Caplak bertindak sebagai induk semang antara Siklus Hidup

Tanda-tanda/ gejala klinis : masa incubation 3 - 4 minggu anorexia dyspnoea. Demam tinggi

Diagnosa

ternakan jadi lemah, kurus dan enggan untuk bergerak Anemia Sering urinasi Penurunan bobot badan Selaput lendir mulut dan mata terlihat pucat Terjadi demam tinggi Dehidrasi Pembesaran dan pengerasan limpa Pembesaran empedu dan berwarna hitam Kurus, darah encer Karkas berwarna kuning lemon termasuk pada bagian mata, pleura,tendons, peritomiium, dan bagian diagframa dari tanda-tanda klinikal dan pemeriksaan post mortem. mempunyai anaemia tetapi tidak haemoglobinuria. positif dalam complement fixation test. dapat diuji dengan uji ulas darah (blood smear) dengan pewarnaan giemsa.

Tanda-tanda postmortem :

Terapi dan Pencegahan Ternak yang sakit harus segera diisolasi yang kemudian diobati dengan obat obatan misalnya arrycyl, paludrine, sodium cacodylate, mercuro chrome dan lain-lain. Selain itu dapat dilakukan penyuntikan dengan antibiotika seperti terramisin, chlortetrasiklin. Pengobatan hendaknya dibawah pengawasan dokter hewan. Pengobatan tidak akan terlaksana dengan baik tampa disertai usaha-usaha pencegahan yang diarahkan terhadap pemberantasan caplak dan ekstoparasit lainnya secara teratur. Pemberantasan serangga vektor tersebut dapat dilakukan dengan insectisida. Sanitasi kandang dan kebersihan lingkungan sekitar kandang agar tidak menjadi sarang serangga vektor. Tindakan pencegahan lainnya dapat dilakukan vaksinasi di daerah-daerah yang sering terjangkit penyakit tersebut. Ternak sapi yang telah sembuh dari anasplasmosis masih dapat bertindak sebagai penyebar penyakit (carrier).

DAFTAR PUSTAKA Aswadi, Didi (2006) Manual Pengobatan Hewan, Dinas Pertanian dan Peternakan Tangerang, Jakarta Barger JR. The acquired immunideficiency syndrome, in Neuroimaging a companion to Adams and Victors principles of neurology. 1st ed. New York : McGraw Hill, 1995:p 413-434 Cameron ML, Durack DT. Helmintic Infections of the central nervous system, in Scheld (ed.). Infections of the central nervous system. New York : Raven Press, 1991:p. 825-58 De Almeida Magalhaes AC. Viral and nonviral Infections of the central nervous system, in Neuroimaging a companion to Adams and Victors principles of neurology. 1st ed. New York : McGraw Hill, 1995:p. 385-411 Levine, Norman D. 1994. Parasitologi Veteriner. Gajah Mada University Press, Yokyakarta Prianto, juni dkk. 2006. Atlas Parasitologo Veteriner. Gramedia Utama : Jakarta

Tugas P. Parasitik

Anaplasmosis
DISUSUN O L E H

SILVIANI ANGGRAINI 0621110069

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA DARUSSALAM 2009