Anda di halaman 1dari 4

PENYELIDIKAN,ANALISIS, DAN PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA

OLEH KHAIRIL ARDHI NIM.113313127

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS PRIMA INDONESIA MEDAN 2012

PENYELIDIKAN DAN ANALISIS KECELAKAAN KERJA

Ledakan Dahsyat di SPBU Palmerah


Published on April 27, 2012 Penulis : Idaulat No Comments

SPBU di Palmerah meledak (VIVA) Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Palmerah Barat, Kemandoran Dua, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, meledak dahsyat pada Kamis 26 April 2012, sekitar pukul 13.30 WIB. Akibatnya nahas. Dua pekerja yang sedang melakukan renovasi terkena ledakan dan semburan api. Satu tewas dan satu lainnya kritis. Kepala Satuan Reskrim Polres Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Pol. Hermawan menjelaskan awalnya Saimin dan Deden Suhermankedua pekerja itusedang membersihkan tangki penampungan Pertamax. Merasa yakin di dalam tangki tidak ada lagi Pertamax tersisa, keduanya langsung mengelas. Seketika api menyembur ke atas, lalu terjadilah ledakan dahsyat. Saimin langsung terlempar setinggi lima meter. Badannya hancur, kata Hermawan di lokasi kejadian. Jenazah Saimin langsung dibawa ke RSCM. Begitu juga Deden Suherman yang saat ini dalam keadaan kritis dan masih menjalani perawatan intensif. Terkait ledakan ini, Polres Jakarta Selatan memanggil pengelola SPBU tersebut. Polisi akan meminta penjelasan mengenai hal-ihwal ledakan dahsyat itu. |viva|

Penyelidikan Kasus
1. Siapa yang terluka? Dua orang pekerja las (tukang las) 2. Apa yang terjadi dan faktor-faktor apa yang menyebabkan? Terjadi ledakan dan kebakaran dan faktor penyebabnya adalah penggunaan las listrik, ada percikan api, masih terdapat sisa kondensat pertamax dalam tangki (sesuai dengan prinsip segitiga api yaitu oksigen, bahan mudah terbakar dan panas) 3. Kapan terjadi kecelakaan? Ketika SPBU sedang melaksanan renovasi tangki peniyimpanan pertamax 4. Dimana kecelakaan itu terjadi? Di tangki penampungan pertamax. Area tersebut dapat juga dikatan sebagai ruang terbatas (confined space) 5. Mengapa kecelakaan itu sampai terjadi? Dua tukang las listrik sedang melakukan pengelasan di tangki penampungan pertamax dan masih terdapat sisa kondensat pertamax 6. Bagaimana kecelakaan itu bisa terjadi? Segitiga api 7. Bagaimana cara mencegah kecelakaan-kecelakaan serupa agar jangan terulang kembali? - Pastikan tangki penampungan pertamax sudah benar-benar tidak terdapat kondensat pertamax sebelum melakukan pekerjaan didalam tengki - Gunakan APD pada pekerja pengelasan - Terapkan izin kerja ke ruang terbatas (Confined Space Entry Permit)

Deskripsi Kasus :
Dua orang tukang las listrk sedang melakukan pengelasan pada tutup Tangki penyimpanan Pertamax dibawah tanah, sewaktu mengelas pipa dengan las pekerja tidak menggunakan alat pelindug diri. Terjadi ledakan dan kebakaran pada tangki karena terjadi pengelasan tangki penyimpanan yang masih berisi pertamax. Kecelakaan ini terjadi ketika SPBU sedang melakukan renovasi. Kebakaran dan ledakan in terjadi mungkin disebabkan terpenuhinya penyebab dasar dari segitiga api yaitu oksigen, bahan mudah terbakar.

Penyebab kecelakaan kerja pada kasus diatas :


1. Manajemen yang tidak memperhatikan keselamatan pekerja 2. Tidak patuhnya terhadap peraturan safety atau kurangnya pengetahuan pekerja mengenai safety. 3. Tindakan yang tidak aman dan kondisi tidak aman 4. Tidak menggunakan peralatan keselamatan (PPE) atau tidak mengikuti SOP (Standard Operation procedure) atau JSA (Job Safety Analys) pada pekerjaanya 5. Tidak terpenuhinya aturan keselamatan pada area terbatas (confined space)

Pencegahan :
Kecelakaan kerja pada kasus di atas bermula karena terjadinya kebakaran dan ledakan pada tangki penyimpanan pertamax yang akhirnya menyebabkan dua pekerja tewas. Prinsip dasar pencegahan kebakaran adalah dengan mengontrol atau mengisolasi sumber bahan bakar dan panas sehingga tidak terjadi pembakaran. Pengendalian secara teknis dapat dilakukan dengan penggunaan konstruksi tahan api dan penggunan sistem tanda kebakaran (fire alarm) Secara keseluruhan, untuk mencegah kejadian diatas maka harus dilakukan :
1. 2. 3. 4. 5. 6.

Dukungan dari manajemen terhadap program safety. Pengawasan secara teknik rekayasa. Pengawasan secara administratif dan praktek operasional. Selalu menggunakan alat-alat pelindung diri Job Safety Analysis dan Standart Operasional Procedure Membiasakan diri bekerja dengan tindakan yang aman dan kondisi yang aman