Anda di halaman 1dari 2

PEMBAHASAN Praktikum korosi galvanik dilakukan untuk menentukan logam yang menjadi anoda dan katoda pada peristiwa

galvanik dan menghitung laju korosi logam. Korosi galvanik sendiri merupakan korosi yang terjadi akibat adanya perbedaan potensial logam pada larutan elektrolit. Logam yang digunakan adalah Fe, Zn dan Cu dengan larutan HCl, NaCl dan air. Tiap logam dan larutan dipasangkan, pembahasan hasil yang didapatkan antara lain: 1. Fe dan Zn Pada sel galvanik ini, Zn memiliki potensial lebih rendah dari Fe sehingga Zn berperan sebagai anoda dan Fe katoda. Perbedaan potensial inilah yang menyebabkan korosi. Laju korosi dipengaruhi pula oleh kondisi lingkungannya (dalam hal ini pH). Berikut pengaruh perbedaan larutan pada sel galvanik Fe dan Zn Larutan NaCl 3,56 gpl HCl 1M Air kran Laju korosi (mpy) Fe Zn
92.1681968 1.22890929 6.14454645 27.6458251 11.9798576 2.11409251

Berdasarkan deret volta, Zn akan mengalami korosi terlebih dahulu (melepaskan elektron) yang menandakan Zn berperan sebagai anoda dan Fe katoda. Hal tersebut dibuktikan dengan laju korosi Zn yang lebih besar dari Fe. Konsentrasi larutan (pengaruh lingkungan) dibuktikan dengan laju korosi pada HCl > NaCl > air kran. HCl 1M yang memiliki pH sangat rendah membuat korosi berlangsung paling cepat. Kemudian NaCl yang merupakan garam membuat laju korosi lebih cepat pula bila dibandingkan dengan air (mewakili kondisi lingkungan netral). 2. Fe dan Cu Pada sel galvanik ini, Fe memiliki potensial lebih rendah dari Cu sehingga Fe berperan sebagai anoda dan Cu katoda. Perbedaan potensial inilah yang menyebabkan korosi. Laju korosi dipengaruhi pula oleh kondisi lingkungannya (dalam hal ini pH). Berikut pengaruh perbedaan larutan pada sel galvanik Fe dan Cu Larutan Fe NaCl 3,56 gpl HCl 1M Air kran
49.3966917 29.717261 10.8661453

Laju korosi (mpy) Cu


37.374241 80.2007243 3.13128187

Berdasarkan deret volta, Fe akan mengalami korosi terlebih dahulu (melepaskan elektron) yang menandakan Fe berperan sebagai anoda dan Cu katoda. Hal tersebut dibuktikan dengan laju korosi Fe yang lebih besar dari Cu. Konsentrasi larutan (pengaruh lingkungan) dibuktikan dengan laju korosi pada HCl > NaCl > air kran. HCl 1M yang memiliki pH sangat rendah membuat korosi berlangsung paling cepat.

Kemudian NaCl yang merupakan garam membuat laju korosi lebih cepat pula bila dibandingkan dengan air (mewakili kondisi lingkungan netral).

KESIMPULAN Korosi galvanik terjadi akibat adanya perbedaan potensial Kondisi lingkungan (dalam hal ini pH) sangat mempengaruhi laju korosi Laju korosi pada larutan HCl > NaCl > air kran (Asam > garam > air ) Pada sel galvanik antara Fe dan Zn, Zn berperan sebagai anoda dan Fe katoda Pada sel galvanik antara Fe dan Cu, Fe berperan sebagai anoda dan Cu katoda