Anda di halaman 1dari 10

Jurnal Geladi Telkom RDC Divisi Marketing Research: OTTPlayers

Gentra Aditya Putra Ruswanda, Institut Teknologi Telkom


Abstrak Jurnal ini menjelaskan mengenai layanan OTT-Players yang saat ini telah menjadi salah satu tantangan bagi telco players. Pada jurnal ini akan dijelaskan mengenai deskripsi-deskripsi dari OTT baik secara umum maupun secara spesifik. KATA KUNCI : over-the-top, ott players, telco-ott, over-the-top service,

1. Pendahuluan
Pada masa sekarang ini, perkembangan teknologi semakin maju dan berkembang pesat. Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi di masa ini, lahirlah tantangan baru di dunia telekomunikasi dimana industri telco tidak lagi hanya dapat mengandalkan bisnis jaringannya untuk mendapatkan penghasilan. Dengan berdasarkan pada hal tersebut, maka penulis mengangkat materi tersebut pada jurnal ini untuk membahas mengenai OverThe-Top, mulai dari layanan, jenis, serta strategi-strateginya.

2.2 Yang Merugikan dari OTTPlayers Bagi Telco Players


Operator mengeluarkan dana investasi yang sangat besar untuk mengembangkan jaringannya. Sedangkan para OTT-Players mengembangkan layananya di atas infrastruktur hasil investasi Telco Players tanpa melibatkan Telco Players tersebut. Selain itu, keuntungan dari Telco Players pada saat ini cenderung flat, hal ini disebabkan oleh karena banyaknya layanan-layanan telco yang di kanibalisasi oleh layanan-layanan OTT. Sebagai contohnya layanan SMS saat ini telah banyak di kanibalisasi oleh layanan-layanan instant messaging seperti BBM, WhatsApp dan lain-lain. Sedangkan dari segi investasi, dana yang perlu dikeluarkan oleh Telco Players itu sendiri cenderung meningkat untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya dalam mengakses layanan-layanan OTT. Dari sisi jaringan, layanan-layanan OTT umumnya berpusatkan di luar negeri. Rata-rata OTT-Players memiliki data center yang terletak di luar negeri. Hal ini membuat Telco Players perlu membayar lebih untuk membeli bandwidth internasional yang cenderung lebih mahal daripada bandwidth nasional. Berdasarkan konsep bisnis yang digunakan oleh Telco Players dan OTT Players memiliki konsep yang cukup jauh berbeda. Dari sisi OTT Players cenderung menginginkan banyaknya pengunjung yang datang menggunakan layanannya, hal ini didukung dengan rata-rata OTT Players menggunakan konsep advertising untuk mendapatkan keuntungannya, sehingga mereka membutuhkan banyak pengunjung agar dapat mendapatkan penghasilan yang lebih besar. Sedangkan dari sisi Telco Players, semakin banyak pelanggan yang mengakses jaringan datanya akan menambah beban dari jaringan itu sendiri, sehingga mereka perlu berinvestasi lebih agar dapat memenuhi kebutuhan para

2. Over-The-Top Secara Umum 2.1 Deskripsi


Secara umum, Over-The-Top dapat diartikan sebagai layanan ataupun teknologi yang memanfaatkan ataupun berada pada infrastruktur teknologi lainnya. Pada kasus telco sekarang ini, OverThe-Top dapat diartikan sebagai layanan ataupun teknologi yang memanfaatkan infrastruktur jaringan operator telco (internet) untuk menjalankan bisnisnya tanpa melibatkan operator telco itu sendiri. Sedangkan yang dimaksud dengan Over-The-Top Players (OTT Players) merupakan perusahaan-perusahaan ataupun lembaga global yang memiliki layanan ataupun teknologi OTT tersebut. Berdasarkan studi kasus yang dilakukan oleh Disruptive Analysis, Over The Top dapat diklasifikasikan menjadi 4 kategori, yaitu: Konten, video & portal Komunikasi, social Networks & identity Komunikasi Enterprises, keamanan & cloud Konektivitas OTT

pelanggannya dan menjaga kualitas dari jaringannya itu sendiri.

2.3 Dumb Pipe


Dumb Pipe merupakan sebuah strategi tradisional Telco Players, dimana keuntungan perusahaan ditentukan oleh kontrol strateginya dalam mengelola aset-asetnya seperti infrastruktur jaringan. Model strategi Dumb Pipe ini merupakan strategi yang masih banyak digunakan oleh Telco Players saat ini. Strategi Dumb Pipe ini sudah tidak bagus lagi untuk digunakan sekarang ini. Seiring dengan berkembangnya teknologi, kebutuhan bandwidth pun semakin meningkat, hal ini juga disebabkan dengan semakin mengingkatnya layanan-layanan OTT yang memakan cukup banyak bandwidth. Dengan terus menggunakan strategi ini, Telco Players tidak akan memiliki perkembangan dari segi keuntungannya, karena layanan-layanannya semakin ditinggalkan, sedangkan kebutuhan jaringannya semakin meningkat yang akan menyebabkan makin tingginya biaya investasi yang perlu dikeluarkan.

Dengan semakin tingginya biaya investasi, Telco Players juga menbutuhkan strategi bisnis yang tepat. Dengan terjunnya Telco Players ke dunia yang baru, ia perlu banyak mempelajari strategi-strategi bisnis yang ada pada dunia ini. Ia tidak dapat menggunakan strategi bisnis yang ia gunakan dahulu.

2.5 Kelebihan Telco Players Untuk Bersaing dengan OTT Players


Dalam bersaing dengan OTT Players, Telco Players memiliki beberapa kelebihan yang tidak dimiliki oleh OTT Players di antaranya adalah: Data-data customer yang lengkap. Telco Players memiliki data-data customernya lebih lengkap dari yang dimiliki oleh OTT Players. Hal ini dapat menguntungkan Telco Players untuk dapat membuat layanan yang memanfaatkan data-data customer tersebut. Sebagai contohnya, layananlayanan Discovery tempat yang bersifat LBS (Locatin Based System) yang dipersonalisasi sesuai dengan selera dan kecenderungan user mengunjungi suatu tempat. Beberapa contoh dari data-data yang dimiliki oleh Telco Players adalah o Lokasi Customer o Pola Penggunaan o Informasi Demografis o Tren o Dan lain-lain Hubungan pembayaran yang lebih dekat dengan customer. Berbeda dengan OTT Players. Telco Players memiliki model pembayaran secara langsung dengan customernya. Sedangkan OTT Players mendapatkan penghasilan bukan langsung dari customer utamanya, melainkan dari advertisers.

2.4 Smart Pipe


Strategi smart pipe dapat dikatakan merupakan strategi yang bersaingan secara langsung dengan OTT-Players. Tidak seperti dumb pipe, strategi ini tidak hanya mengandalkan aset-aset jaringan yang dimiliki telco players saja, namun juga membuat layanan yang memanfaatkan jaringannya tersebut agar dapat bersaing dengan OTTPlayers. Namun masih terdapat beberapa permasalahan dengan strategi ini di saat ini. Di antaranya adalah Membutuhkan kerja sama dengan partner teknologi, layanan, dan konten. Dengan terjunnya Telco Players ke dalam dunia OTT, Telco Players masih membutuhkan bantuan dari pihak lain untuk dapat menyesuaikan diri dan membuat layanan-layanan yang bersaing dengan layanan-layanan dari OTT Players. Keuntungan marginal dari smart pipe ini dapat dikatakan lebih kecil dari smart pipe. Telco Players butuh bantuan dari pihak-pihak lain untuk dapat membuat layanan-layanan barunya. Ia juga perlu melakukan banyak investasi untuk dapat membuat layanan-layanan barunya. Sehingga keuntungan dari strategi ini, secara marginal tidak begitu besar.

2.6 Solusi Yang Memungkinkan 2.6.1 Mewajibkan OTT-Players Membangun Data Center di Indonesia
Pembangunan data center di Indonesia dapat membuat trafik data lebih ringan karena akses data yang digunakan tidak terlalu jauh. Selain itu dengan dibangunnya data center di Indonesia. Telco Players dapat mengurangi

biaya yang dikeluarkan untuk membeli bandwidth Internasional. Di sisi lain, kontrol data dan regulasi dapat lebih terkendali jika data center yang digunakan oleh OTT Players terletak di Indonesia.

will be able to compete and offer unique services, tambahnya.

2.6.4 Menjadi Regional Player


Rahasia untuk berkompetisi dengan pemain global, Skype dan Google, terdapat pada kekuatan utama kita: Brennercom merupakan regional player, kata Manfredi pada konferensi Bodrum. Sebagai regional player, Brennercom menawarkan layana madeto-measure untuk pasar bisnis. Jenis layanan ini sulit untuk direplikasi di pasar nasional dan global. Startegi Brennercom adalah: mengobservasi pemain global (global players) dan mempelajari model bisnis mereka, mendapatkan wawasan yang menarik, dan mengambil keuntunggan darinya untuk performa yang lebih baik di pasar regional dimana ia beroperasi. CommuniGate setuju bahwa beberapa operator telah berhasil mengalahkan OTTProvider dengan memfokuskan dirinya dalam menyediakan layanan kualitas tinggi dan memiliki nilai-nilai lokal serta customer care yang superior dan aman.

2.6.2 Bertransformasi Menjadi OTT Players


Dengan bertransformasi menjadi OTT Players, operator dapat lebih mendapatkan keuntungan baik dari infrastruktur jaringannya maupun dari layanan yang ia berikan. Telkom sudah mengantisipasi geliat OTT ini dengan mulai fokus menggarap bisnis T.I.M.E (Telecommunication, Information, Media, dan Edutainment). Termasuk di antaranya adalah membangun konten-konten untuk Speedy, inkubasi bisnis melalui Bandung Digital Valley, memperkuat Pay-IPTV yang akan bisa Multiscreen, konten musik dengan Melon, dan lain-lain.

2.6.3 Platform Yang Terintegrasi


Telco Players dapat menawarkan platform (baik smartphone ataupun tablet) yang telah terintegrasi dengan layanan yang diberikan Telco Player tersebut. Dengan melakukan hal ini, dapat menambahkan keuntungan dari layananlayanan alternatif lain yang ia tawarkan. Dengan menggunakan strategi ini, Telco Players akan bersaing langsung dengan OTT Players di bidang platform yang disediakan.

2.6.5 Menyediakan Informasi Yang Intelijen


Operator memiliki aset yang mencukupi untuk dapat melawan ancaman OTT ini. Aset yang ia miliki ini lebih dari sekedar jumlah data pelanggan yang mereka miliki. Transformasi dari data-data customer ini menjadi sebuah intelligent information dapat lebih menarik hati pelanggan. Operator mengetahui ketika ponsel pelanggan menyala, keberadaan para pelanggannya, pola penggunaannya, info demografis, dan lain-lain. Data-data ini dapat membuat mereka meningkatkan experience pelayanannya. Dengan mengagregasikan semua data-data tersebut, operator dapat menawarkan layanan yang lebih menarik dari apa yang ditawarkan oleh OTT-Players.

2.6.4 Menawarkan Berkualitas Tinggi

Layanan

Zaid Alshabanat, COO dari Etihad Atheeb Telecom yang beroperasi di bawah merk Go Telecom berkata, Kita harus lebih cepat dalam menyediakan layanan-layanan baru, Go Telecom harus berkompetisi dengan mengandalkan kualitas. Alshabanat menjelaskan mengapa ekonomi Saudi Arabia membuatanya sangat penting untuk menawarkan solusi yang menarik bagi customernya. Saudi Arabia merupakan region dengan ekonomi terbesar sejauh ini. Dua pertiga dari populasinya berumur di bawah 29 tahun, dan persenan tertinggi merupakan traveller, orang yang membutuhkan akses layanan lokal selama di perjalanan. Fokus dari perusahaan ini adalah menawarkan layanan high definition voice dan layanan kualitas tinggi lainnya. Hal itulah yang akan membuat kita unggul kata Kayal. Our 4G IP platform is fast and agile and we

2.6.6 Hubungan Yang Lebih Dekat Dengan OTT Players


Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan oleh Telco Players untuk mempererat hubungan dengan OTT Players namun tetap mendapatkan keuntungan dari hubungan tersebut. Di antaranya adalah: Menjual Data Anonim pada OTT Players. Data merupakan aset yang sangat penting bagi OTT Players,

namun data yang ia miliki tidaklah sebanyak apa yang dimiliki oleh Telco Players. Dengan menjual data-data anonim pelanggan, Telco bisa mendapatkan keuntungan lebih dari data-data pelanggannya tanpa perlu menyediakan layanan alternatif apapun. Layanan CDN bagi OTT Players. OTT Players membutuhkan infrasktruktur jaringan yang berkualitas sangat bagus untuk menjaga kualitas layanannya. Dengan menyediakan jasa layanan CDN (Content Delivery Network) bagi OTT Players, Telco Players dapat lebih memonetisasi aset-aset yang dimilikinya. Sharing pembangunan infrastruktur jaringan. Hal ini merupakan salah satu solusi yang paling sulit dicapai, karena rata-rata OTT Players saat ini masih belum mau untuk melakukan seharing keuntungan untuk biaya infrastruktur jaringan yang digunakannya.

Jenis-jeini layanan yang disediakan oleh OTT Komunikasi ini beragam, layanan ini dapat mencakup beberapa hal sebagai berikut: Voice Video Call Messaging Social Network Namun pada umumnya rata-rata OTT Players tidak hanya menyediakan layanan ini satu per satu, melainkan mengombinasikan beberapa layanan tersebut menjadi satu layanan terintegrasi yang menarik dan interaktif bagi para penggunanya.

3.2 Studi Banding OTT Komunikasi 3.2.1 Facebook


Facebook merupakan salah satu social Networks terbesar yang ada pada saat ini. Jumlah marketshare Facebook saat ini sebesar 62,94% (per Mei 2012) dari pasar situs social networking global. Facebook kini telah memiliki lebih dari 955 juta pengguna aktif di seluruh dunia, dan lebih dari 50% penggunanya mengakses layanannya melalui mobile phone.

2.6.7 Membangun Valuable Pipe


Valuable Pipe merupakan strategi yang mengombinasikan strategi dumb pipe dengan smart pipe. Strategi ini lebih memfokuskan pada ROI yang didapat pada tiap pipa-pipa aset Telco tersebut. Hal ini dapat dicapai dengan mengadakannya service platform (contoh layanan CDN). Dimana pada platform ini operator mengembangkan satu layanannya sendiri, dan bekerja sama dengan content partner seperti OTT untuk layanan lainnya.

3. Over The Top Komunikasi


Secara harfiah, komunikasi berasal dari bahasa latin communis yang berarti berbagi (share) sehingga komunikasi dapat didefinisikan sebagai pertukaran pikiran, pesan, ataupun informasi melalui pembicaraan, visual, sinyal, tulisan ataupun sikap. Dari hal itu, dapat disimpulkan bahwa Over-The-Top Komunikasi berarti perusahaan global yang menjalankan layanan komunikasinya, baik itu voice, data maupun komunikasi lainnya, di atas infrastruktur jaringan telco (internet) tanpa melibatkan operator telconya itu sendiri.

Figure 1 Marketshare 10 Jejaring Sosial Terbesar

3.1 Jenis Layanan

3.2.1.1 Layanan Yang Disediakan


Dalam segi layanannya, Facebook tidak hanya mengandalkan 1 jenis layanan saja. Namun Facebook mengombinasikan banyak

layanan tersebut menjadi satu layanan yang terintegrasi. Berikut merupakan beberapa contoh layanan-layanan yang disediakan oleh Facebook secara umum:

Voice & Video Call


Facebook menyediakan layanan ini pada fitur message/chatnya. Penggunanya dapat melakukan komunikasi voice maupun video call dengan user lainnya menggunakan layanan Facebook ini secara gratis.

periklanan ini biasa disebut juga sebagai model Display Advertising. CPC (Cost-Per-Click) Pada model ini, pengiklan membayar tiap kali pengguna mengklik iklannya. Model ini biasa disebut juga sebagai model Performance Advertising. Menggunakan model advertising seperti Google ini tidak begitu banyak menguntungkan Facebook. Keuntungannya masih kalah jauh dari keuntungan advertising Google dan Yahoo!.

Multiscreen Unified Instant Messaging


Layanan messaging pada Facebook telah dikombinasikan menjadi satu layanan terpadu. Fitur message pada Facebook bersifat real time, dapat digunakan sebagai layanan email maupun instant messaging pada satu tempat serta dengan komunikasi yang lebih dari dua arah (group messaging). Selain itu layanan ini bersifat multiscreen, aplikasi Facebook Messenger yang tersedia pada iPhone, Android, BlackBerry, dan smartphone lainnya memungkinkan hal tersebut. User feature phone juga dapat menikmati layanan ini dengan menggunakan SMS.

Social Advertising

Figure 2 Social Media Connection

Social Network Yang Interaktif


Core feature dari Facebook ini menawarkan experience terbaik dibandingkan kompetitornya saat ini. Layanan social network facebook memudahkan user untuk berkomunikasi dalam banyak arah dengan useruser lainnya. Fitur-fitur pendukung lainnya yang ada pada social network ini juga memberikan experience yang menarik bagi usernya.

3.2.1.2 Business Model


Penghasilan Facebook dominan berasal dari bisnis advertising. Terdapat dua jenis advertising di Facebook, yaitu:

Facebook bukanlah sekedar social network (jejaring sosial). Facebook merupakan social media. Social Network hanyalah menghubungkan seseorang dengan banyak orang lainnya. Namun social media menghubungkan lebih dari sekedar orang, social media menghubungkan dengan brand, produk, berita, video, konten, dan lain-lain. Dengan asetnya ini sebagai sebuah social media, Facebook mencoba untuk berinovasi dalam bidang advertisingnya. Sehingga Facebook membuat inovasinya dalam advertising dengan istilah social advertisting. Model bisnis ini diawali dengan adanya Like button. Dengan banyaknya diimplementasikan Like button, brand ataupun suatu produk menjadi lebih mudah dalam

Google Style Advertising


Model bisnis ini merupakan jenis layanan advertising tradisional yang sudah lama digunakan oleh Google. Pada model advertising ini terdapat 2 macam pilihan: CPM (Cost-Per-Mile) Pada model CPM ini, pengiklan membayar tiap seribu kali iklannya ditampilkan di Facebook. Model

memperkuat brandnya dengan menggunakan layanan Like button Facebook.

Model advertising ini banyak diikuti oleh situs social networking lain seperti Twitter dan Foursquare.

3.2.2 Skype
Skype merupakan salah satu layanan yang saat ini mulai menjamur. Skype bermula dengan hanya menawarkan layanan VoIP (Voice Over Internet Protocol) pada awalnya, namun kini telah berkembang merambah ke layanan-layanan lainnya. Skype hingga kini dikenal dengan layanan VoIP dan video call-nya yang bersifat gratis. Hal ini memungkinkan penggunanya untuk melakukan international voice call secara gratis. Hal ini pula membuat Skype memiliki market share yang cukup besar pada international call umumnya.

Figure 3 Facebook Viral Loop Effect

Contoh studi kasusnya misalkan terdapat artikel berita di internet yang mengimplementasikan Like button pada beritanya. Secara otomatis halaman tersebut akan muncul pada wall dari pengguna yang meng-like halaman tersebut. Dari pengguna tersebut, 130 temannya akan melihat artikel tersebut. Kemudian kemungkinan mereka akan ikut mengklik like button pada halaman tersebut. Dan efek itu terus terulang ke semua teman dan koneksinya. Efek tersebut dinamakan sebagai Viral Loop Effect. Dengan memanfaatkan efek Viral Loop tersebut, Facebook membuat layanan iklan yang bernama Sponsored Stories.

Figure 5 Market Share International VoIP

3.2.2.1 Layanan Yang Disediakan


Layanan Skype kini tidak hanya terfokus pada VoIP saja, namun telah merambah ke banyak layanan-layanan lainnya.

Voice Call & Conference Voice Call


Figure 4 Sponsored Stories Case Study

Sponsored Stories dapat dikatakan sebagai Digital Word of Mouth Marketing. Dimana dengan sponsored stories ini suatu brand atau institusi dapat lebih memperkuat efek viral loop-nya di Facebook dengan membeli impression dari Branded Activities pada user yang ditargetkannya. Branded Activities terdiri dari 3 kategori, yaitu: Likes Contoh: Mark likes Starbucks OpenGraph Publication Contoh: Mark drank a Cappucino at Starbucks Check-ins Contoh: Mark is at Starbucks

Tidak hanya voice call ke sesama pengguna Skype saja. Layanan Skype ini juga memungkinkan penggunanya untuk melakukan voice call ke landline dengan harga 1,2 sen per menitnya.

Video Call & Group Video Call


Layanan video call dari Skype ini bersifat gratis bagi sesama pengguna Skype. Namun layanan group video callingnya ini tidak gratis. Skype memberikan beberapa pilihan tarif bagi usernya untuk menggunakan layanan group video call ini.

Instant Messaging

Layanan instant messaging (Free) yang interaktif dan multimedia. Selain dapat berkirim pesan, user Skype juga dapat mengirim file-file ataupun media-media lainnya, hal ini membuat layanan ini menjadi lebih interaktif dan memberi experience yang menarik bagi usernya.

Video Uploa d Applic ations

YES

YES

YES

YES

YES

YES

Tabel 2 Perbandingan Fitur Networking Social Media

Multiscreen
Seluruh layanan-layanan Skype ini dapat digunakan dari platform manapun. Hal ini memberikan nilai tambah dalam layanannya, dimana user dapat mengakses layanannya dari device manapun yang mereka miliki (mobile ataupun PC).

Face book Event/ Activit y Sharin g File Sharin g Groups Instant Messag ing MultiUser Games RealTime Update s from Other Users Chat YES

MyS pace YES

Link edIn YES

Tw itte r YE S

Goo gle+ YE S

3.2.2.2 Business Model


Walaupun rata-rata fitur dan layanan dari Skype bersifat gratis, namun beberapa layanannya juga ada yang bersifat berbayar dengan tarif yang kompetitif. Salah satu cara pembayaran layanan Skype adalah dengan menggunakan Skype Credit. Teknik pembayaran layanan Skype lainnya adalah dengan metode Subscription atau pembayaran per bulan.

YES

YES

YES

YE S YE S YE S YE S YE S

YES YES

YES -

YES -

YE S YE S -

YES

YES

YES

3.3 Comparative Analysis 3.3.1 Social Media


Untuk analisis perbandingan dari layanan Social Media ini, akan dibandingkan dari 5 layanan berikut: Facebook MySpace LinkedIn Twitter Google+
Tabel 1 Perbandingan Basic Feature Social Media

YE S

YES

YES

YE S

Tabel 3 Perbandingan Fitur Search Social Media

Face book Photo Uploa d Privat e Messa ge Public Messa ge YES

MyS pace YES

Link edIn YES

Tw itte r YE S YE S

Goo gle+ YES

Filteri ng Live Result s Sugge stions Age

Face book YES YES

MyS pace YES -

Link edIn YES YES

Twi tter YE S YE S YE S YE S YE S -

Goo gle+ YES YES

YES

YES

YES YES YES YES

Filtering By YES YES YES YES YES

YES

YES

YES

Email Gende r Intere sts Keyw ords

YES

YES

YE S

YES

Locati on Name Onlin e Now Schoo l

YES YES YES YES

YES -

YES -

YE S YE S -

YES -

Integratio n Partner APIs

YES

YES

Tabel 5 Perbandingan Platform yang Disediakan dari OTT Voice & Communications

3.3.2 Voice & Communications


Untuk jenis layanan iini, akan dilakukan perbandingan berdasarkan 4 layanan ini: Windows Live Yahoo! Messenger Skype Google Talk
Tabel 4 Perbandingan Fitur OTT Voice & Communication

Desktop Web Android iOS BlackB erry Windo ws Phone Symbia n

Windo ws Live YES YES YES YES YES YES

Yahoo! Messen ger YES YES YES YES YES -

Sky pe YE S YE S YE S YE S YE S YE S

Goo gle Talk YES YES YES YES -

Wind ows Live RealTime Photo Sharing Video Chat RealTime Gaming Personaliz ation Status Social Network Aggregati on Rich Status Message Sync Status with other social Networks Notificati on for Social Updates Email Inbox Integrated IM-toSMS YES

Yahoo ! Messe nger YES

Sky pe

Goo gle Talk -

YES

YE S

Tabel 6 Perbandingan Bisnis OTT Voice & Communications

YES YES

YES YES

YE S -

YES Ads Paid Servi ces

Wind ows Live YES -

YES YES YES

YES YES YES

YE S YE S YE S

YES -

YES

YES

Yahoo! Messen ger YES 1. YM! To Phone Call 2. Yahoo! Person al Numbe r

Skype

YES

YES 1. SkypetoPhone Call 2. Voicem ail 3. Group video calling 4. Online Number 5. Call Forwar ding

Goo gle Talk GTal k to Phon e call

YES

4. Over The Top Content


YES YES YES Over-The-Top Content berarti deliveri konten video dan audio secara online (internet) tanpa adanya Internet Service Provider (ISP) terlibat dalam kontrol distribusi dari konten itu sendiri.

YES

YES

4.1 Jenis Layanan OTT Konten 4.1.1 Multiscreen Video-on-Demand (VOD) & TV Delivery
Video On Demand merupakan sistem yang mengizinkan penggunanya untuk memilih dan menikmati konten video/audio yang mereka pilih melalui internet. Sedangkan makna dari multiscreen disini berarti layanan tersebut dapat diakses dari banyak device dan platform. Contoh beberapa OTT-Players yang menyediakan layanan ini adalah: Netflix Hulu YouTube MySpace TV Layanan seperti ini bersaing dan mengalahkan penyedia layanan-layanan payTV. Layanan ini juga menguras bandwidth yang besar karena menggunakan internet sebagai content delivery-nya.

permainan digital. Pada saat ini, apps & games sedang meningkat penggunaannya. Beberapa perusahaan yang termasuk besar dalam hal ini adalah sebagai berikut: Apple (iTunes App Store) Google (Google Play Apps) Amazon (Amazon App Store) Microsoft (Windows Phone Marketplace) Layanan ini juga membutuhkan bandwidth yang cukup besar untuk mengunduh apps & games tersebut, sedangkan operator telco tidak mendapatkan keuntungan dari hal ini.

Segi Area
Dari segi area, biasanya market aplikasi dan games yang disediakan OTT-Player ini sudah mencapai ranah global (Internasional). Namun ada beberapa market yang masih terbatas tidak dapat diakses di beberapa negara, hal ini biasanya dikarenakan aturan regulasi atau dari pihak OTT-Playernya itu sendiri yang belum mempersiapkan untuk pemasaran di negara tersebut. Dari sisi developer yang mengembangkan aplikasi dan gamenya, rata-rata market tersebut masih memiliki batasan-batasan tertentu di beberapa negara. Sebagai contohnya developer Android pada Google Play Store masih belum bisa mendaftarkan aplikasi berbayarnya di Indonesia, selain itu Windows Phone Marketplace juga masih tertutup untuk developer Indonesia.

Segi Area
Berdasarkan segi area. Layanan multiscreen VOD yang disediakan oleh OTTPlayers ini dapat dikatakan cukup terbatas. Karena hal ini menyangkut izin dari kreator konten dan aturan regulasi di beberapa negara. Contohnya Netflix saat ini masih hanya dapat digunakan di beberapa negara saja, dan beberapa video di YouTube juga tidak dapat diakses dari negara-negara tertentu.

Segi Biaya
Dari segi biaya, OTT-Players memiliki strategi-strategi yang berbeda. Contohnya Netflix menggunakan sistem Subscribe atau berlangganan. Sedangkan YouTube mengandalkan sponsor dan iklan sebagai sumber penghasilan, namun YouTube juga menyediakan jasa rental film untuk beberapa negara tertentu.

Segi Biaya
Dari segi biayanya sendiri, biasanya bisnis market aplikasi dan game ini menggunakan sistem share dengan developernya. Sebagai contoh, Google mendapatkan jatah 30% dari setiap aplikasi berbayar yang dijual oleh developernya di Google Play Store.

Segi Customer
Customer yang dilayani oleh layanan OTT-Player ini biasanya termasuk dalam customer general. Hal ini tergantung dari jenis konten yang disediakannya.

Segi Pelanggan
Dari segi customer yang mereka layani. Layanan yang ditawarkan OTT-Players ini cenderung mengarah ke konsumen global ataupun general. Pemilihan segi konsumen ini biasanya dapat ditentukan oleh developernya sendiri ataupun hasil dari rate & review aplikasinya.

4.1.2 Apps & Games


Apps merupakan software aplikasi yang digunakan untuk suatu kepentingan/tugas. Sedangkan game merupakan sebuah software

4.1.3 Musics

Pada masa sekarang ini, musik digital yang menggunakan media internet sebagai content delivery-nya sedang banyak digemari oleh user. Baik itu menggunakan metode streaming ataupun download secara langsung ke device-nya. Salah satu pemain besar dalam hal ini adalah iTunes dari Apple. Berikut penyedia jasa musik digital: Apple (iTunes) Amazon Google (Google Play Music)

Daftar Pustaka:
[1]. Saxena, Vinay. 2011. Joining Over The Top Revolution. Hewlett Packard. [2]. Wyman, Oliver. Dumb Pipe vs. Smart Pipe? Better to Design A Valuable Pipe. OliverWyman.com [3]. 2012. Top 10 Risks In Telecommunications 2012. Ernst & Young. [4]. 2012. Facebook: The Perfect Startup. FaberNovel. [5]. How to Build a Netflix Like Multiscreen OTT Service. http://blog.eltrovemo.com/600/how-tobuild-a-netflix-like-multiscreen-ottservice-part-1/ [6]. Internet TV, Over-The-Top Video, & The Future of IPTV Services. http://www.heavyreading.com/details.asp ?sku_id=1728&skuitem_itemid=1026 [7]. OTT and VOD Change The Face of PayTV. http://www.broadbandtvnews.com/2011/ 08/07/ott-and-vod-change-the-face-ofpay-tv/ [8]. Future of Communications. http://www.futureofcomms.com/ [9]. Viewpoint: Over-the-Top Technologies Drive Success http://www.bbc.co.uk/news/business17354355 [10]. Facebook Moves Into New Territory and The Telcos Take Notice. http://www.readwriteweb.com/cloud/201 0/11/the-facebook-news-yesterday-is.php [11]. Facebook: Moving Into Telco Space? http://www.telco2research.com/articles/A N_Preview-facing-facebook_Full [12]. Top 10 Social Networking Sites by Market Share of Visits [May 2012] http://www.dreamgrow.com/top-10social-networking-sites-by-market-shareof-visits-may-2012/ [13]. Going Over-The-Top With VoIP. http://www.cable360.net/ct/news/ctreport s/voicereport/18316.html [14]. AT&T Exec: No Jihad Between Carriers & Over-The-Top Apps. http://www.xconomy.com/seattle/2012/0 6/07/carriers-over-the-top/ [15]. The Fight for Voice: The Saga of Telcos vs. OTT Players http://www.visionmobile.com/blog/2012/ 02/fighting-for-voice-the-saga-of-telcosvs-ott-players/ [16]. Facebook vs. Twitter A Comparative Analysis http://www.webguruindia.com/blog/facebook-vs-twitter-acomparative-analysis/

Segi Area
Area yang dicakupi oleh OTT-Players pada bidang ini biasanya sudah bersifat global dan dapat diakses Internasional. Namun hal ini juga memiliki batasan dan kelemahannya tersendiri. Rata-rata metode pembayaran yang mereka gunakan pada layanan mereka menggunakan sistem kartu kredit, sedangkan sistem ini belum begitu marak digunakan di beberapa negara, seperti contohnya Indonesia. Namun tidak semua OTT-Player telah membuka akses layanannya untuk internasional. Contohnya Google Play Music masih tidak dapat diakses dari wilayah Indonesia.

Segi Customer
Customer layanan ini rata-rata adalah konsumen umum. Pemilihan konsumen biasanya tergantung pada rate dari konten itu sendiri.

4.1.4 Digital Publishing


Revolusi media publishing dari cetak menjadi digital sedang marak-maraknya saat ini. Terutama ketika bermunculan device tablet seperti iPad yang membuat membaca pada device menjadi lebih menyenangkan. Berikut merupakan beberapa pemain besar yang menyediakan layanan digital publishing ini: Amazon Bookstore Apple (iTunes) Google (Google Play Books)

Segi Area
Area yang dicakupi oleh layanan ini biasanya cukup terbatas tergantung dari kebijakan publishernya dalam menerbitkan buku/majalahnya di negara yang mereka inginkan. Namun beberapa OTT-Player juga masih belum membuka akses layanannya ke semua negara, contohnya Google Play Books masih belum bisa diakses dari Indonesia.

10