Anda di halaman 1dari 2

PERENCANAAN SISTEM JARINGAN PERPIPAAN AIR BERSIH DI DESA MUNTANG KECAMATAN KEMANGKON KABUPATEN PURBALINGGA

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Air merupakan salah satu kebutuhan primer setiap manusia. Dalam aktifitasnya, manusia mutlak menggunakan air untuk memperlancar aktifitasnya. Maka dari itu perlu penyediaan air bersih yang memenuhi standart baik secara kuantitas, kualitas maupun kontinuitasnya untuk membantu aktifitas manusia. Hal yang sangat penting dalam penyediaan air bersih di suatu wilayah adalah sumber daya air yang dipakai. Sumber daya yang dipakai harus dikelola dengan baik oleh instansi terkait dalam hal ini Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) ataupun masyarakat setempat agar bisa digunakan untuk masa yang akan datang dengan memepertahankan aspek ekologis dari wilayah tersebut. Salah satu sumber daya air yang biasa digunakan adalah mata air untuk dikelola dan digunakan oleh masyarakat setempat untuk memenuhi kebutuhannya. Mata air berada di suatu titik baik di dataran tinggi maupun dataran rendah dimana terdapat tanah berpori dan rekahan batuan pada permukaan bawah tanah sehingga air dapat mengalir ke atas permukaan tanah. Aliran mata air selanjutnya mengalir pada permukaan tanah yang apabila bertemu dengan aliran dari mata air lainnya akan membentuk aliran sungai. Kabupaten Purbalingga secara geografis terletak pada 101 11 109 35 Bujur Timur dan 7 10 - 7 29 Lintang Selatan dan terbentang pada altitude 40 1500 meter diatas permukaan laut. Secara administrasi, Kabupaten Purbalingga terdiri dari 18 kecamatan, 15 kelurahan dan 224 desa, dengan luas wilayah 7.777,64 Km2 (2.39% luas Jawa Tengah)