Anda di halaman 1dari 2

PERAWATAN PASIEN LUKA BAKAR

Luka bakar atau trauma inhalasi yang mengancam jiwa

Tidak

Luka bakar luas

Tidak

Ya Ya
1. Kaji beratnya luka. 2. Hubungi pusat perawatan luka bakar. 3. Berikan suntikan ATS. 4. Atasi nyeri. 5. Lakukan perawatan luka yang tepat. 6. Pindah klien di ruang rawat luka bakar atau ICU.

1. Lakukan RJP bila ada indikasi. 2. Pertahankan patensi jalan napas. 3. Suport ventilasi dan oksigenasi. 4. Membuat akses intravena. 5. Pemeriksaan laboratorium untuk hitung sel darah, elektrolit, gula darah, uji fungsi ginjal, uji koagulasi, cros darah, HB. 6. Mulai berikan resusitasi cairan. 7. Periksa EKG, pantau irama jantung. 8. Perhatikan adanya perlukaan. 9. Pasang kateter urine. 10. Pasang NGT. 11. Berikan suntikan ATS. 12. Lepaskan perhiasan atau jam tangan bila klien mengenakannya.

1. Pada luka kecil, pasang balutan dan diplester. 2. Bersihkan daerah luka bakar. 3. Oleskan antibiotik opikal dan pasang balutan untuk luka bakar yang lebih dalam. 4. Tinggikan ekstremitas yang terkena. 5. Beri serum anti tetanus (ATS) bila diperlukan. 6. Berikan analgetik oral. 7. Atur untuk perawatan follow up.

Luka bakar yang Tidak berhubungan dengan inhalasi.

Luka bakar zat kimia.

Tidak

Luka bakar tar.

Ya

Ya

Ya

1. Periksa AGD dan karboksihemoglobin. 2. Periksa jalan napas apakah terjadi suara serak, stridor, sputum berkarbon. 3. Pantau EKG, irama jantung. 4. Beri bronkodilator. 5. Ambil spesimen urine untuk pemeriksaan mioglobinuria. 6. Rawat pasien.

1. Guyur dengan air sebanyak mungkin. 2. Lakukan terapi khusus untuk luka bakar zat kimia. 3. Rawat di rumah sakit jika perlu.

1. Dinginkan tar dengan air. 2. Letakkan tar ditempatnya atau pindahkan dengan air mineral. 3. Selimuti dengan balutan steril. 4. Rawat di rumah sakit jika perlu.

Luka bakar karena sengatan Tidak sinar matahari

Luka bakar akibat sengatan Tidak listrik

Luka bakar Tidak pada mata

Ya

Luka bakar sirkumferensial Tidak dada, leher dan ekstremitas.

Luka bakar karena penganiayaan anak

Ya

Ya

Ya

1. Beri balutan dengan lotion pelembab kalamin, obatobat antiinflamasi non-steroid, kortikosteroid topikal (hanya untuk luka bakar yang berat). 2. Atur untuk kontrol.

1. Beri anestesi mata. 2. Perhatikan untuk mengetahui adanya benda asing/trauma pada komnea. 3. Irigasi dengan cairan NaCl. 4. Beri antibiotik jika terjadi trauma kornea dan konsultasikan pada ahli mata. 5. Tutup mata dengan kasa. 6. Rawat pasien.

Luka bakar pada leher : 1. Lakukan pemeriksaan dengan laringoskop. 2. Lakukan intubasi jika ada indikasi. 3. Terus lakukan evaluasi terhadap adanya edema laring. 4. Rawat pasien di rumah sakit. Luka bakar pada dada : 1. Amati tanda pernapasan yang mencurigakan. 2. Rawat pasien di rumah sakit. Luka bakar pada ekstremitas : 1. Tinggikan ekstremitas yang terkena, lepaskan perhiasan. 2. Kaji terhadap iskemia. 3. Terus evaluasi terhadap edema. 4. Rawat pasien di rumah sakit.

1. Obati seperti pada pasien luka bakar lain. 2. Rawat pasien di rumah sakit. 3. Laporkan pada badan kesejahteraan anak.