Anda di halaman 1dari 19

Mikrobiologi dasar

Blog ini berisi tulisan populer tentang teori dan metode di bidang mikrobiologi praktek. Copy paste diijinkan sepanjang tidak digunakan untuk keperluan komersial, dan dimohon mencantumkan sumbernya (web ini). Terdapat juga link download (.pdf) di beberapa postingan. mohon maaf jika pertanyaan tidak langsung dijawab dan proses perevisian sangat lambat, hal ini karena kesibukan yang lain dari penulis. Mohon pengunjung memberikan saran atau komentar yang membangun dan tidak lupa untuk mengisi polling demi menentukan arah perkembangan blog. Kami mengucapkan terima kasih kepada sahabat kami, Mukhlis yang telah memberikan puluhan buku referensi untuk diolah. Lebih jauh mengenai deskripsi blog ini ; di sini

ARTIKEL MIKROBIOLOGI

Saran Teknis Metode Plate Count untuk Pemula Bagaimana Menentukan Aman atau Tidaknya Suatu Bahan Pangan dari Mikroorganisme ? Indikator Mikrobiologis Metode MPN ( Most Probable Number) atau APM (Angka Paling Mungkin) Bagian 1 Metode MPN ( Most Probable Number) atau APM (Angka Paling Mungkin) Bagian 2 Tabel MPN 3 seri dan 5 seri tabung Tabel MPN 10 seri tabung Pengambilan Sampel Mikroorganisme Udara (Air Sampling) Bagian 2 Pengambilan Sampel Mikroorganisme Udara (Air Sampling). Bagian 1 Perhitungan Kematian Mikroorganisme pada Proses Sterilisasi Pengambilan dan Preparasi Sampel Bakteri dalam Mikrobiologi Teknik Membran Filter untuk Menghitung Mikroba (bagian 1) Teknik Membran Filter untuk Menghitung Mikroba (bagian 2) Prinsip Dasar Teori Menghitung Mikroorganisme Pada Cawan (bagian 1) Prinsip Dasar Teori Menghitung Mikroorganisme Pada Cawan (bagian 2) Bekerja Tanpa Kontaminasi (Dasar Teknik Aspetis) Penentuan Sifat Gram Dengan KOH 3% dan Perbandingannya Dengan Pewarnaan Gram Pentingnya Penggambaran Morfologi Koloni di Cawan Bakteri Kontrol Harga Murah untuk Pewarnaan Gram Kunci Awal Identifikasi Bakteri Bagaimana Membedakan Flagellar Movement dengan Brownian Movement ?

PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI DASAR Teori dan Metodenya (Revisi 2011)


Pendahuluan dan Daftar Isi Bab 1. Alat-alat dalam Laboratorium Mikrobiologi (bagian 1) Bab 1. Alat-alat dalam Laboratorium Mikrobiologi (bagian 2)

PETUNJUK PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI (2008); sedang dalam proses revisi


BAB 1 pengenalan alat BAB 2 media pertumbuhan BAB 3 sterilisasi BAB 4 isolasi mikroorganisme BAB 5 morfologi mikroba BAB 6 menentukan jumlah dan ukuran mikroba BAB 7 faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan mikroorganisme BAB 8 daya kerja antimikorba dan oligodinamik BAB 9 aktivitas enzimatis mikroorganisme Referensi

BAB 3 STERILISASI
Kompetensi : mahasiswa mengetahui sterilisasi dengan autoklaf, filtrasi, tyndalisasi mahasiswa dapat melakukan kerja aseptis Sterilisasi : 1. Pengertian sterilisasi 2. Macam-macam sterilisasi a. Sterilisasi secara mekanik (filtrasi) b. Sterilisasi secara fisik Pemanasan - Dengan api langsung - Panas kering - Uap air panas - Uap air panas bertekanan Penyinaran UV c. Sterilisasi secara kimia dengan larutan disinfektan 3. Prosedur/Teknik aseptis a. Mensterilkan meja kerja b. Memindahkan biakan (streak)

c. Menuang media d. Pipetting 4. Prinsip cara kerja autoklaf 5. Sterilisasi dengan cara penyaringan 6. Tyndalisasi 7. Sterilisasi dengan udara panas 8. Prinsip kerja Biological Safety Cabinet Pengertian Sterilisasi yaitu proses atau kegiatan membebaskan suatu bahan atau benda dari semua bentuk kehidupan. Macam-macam sterilisasi Pada prinsipnya sterilisasi dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu secara mekanik, fisik dan kimiawi. 1. Sterilisai secara mekanik (filtrasi) menggunakan suatu saringan yang berpori sangat kecil (0.22 mikron atau 0.45 mikron) sehingga mikroba tertahan pada saringan tersebut. Proses ini ditujukan untuk sterilisasi bahan yang peka panas, misal nya larutan enzim dan antibiotik. 2. Sterilisasi secara fisik dapat dilakukan dengan pemanasan & penyinaran. Pemanasan a. Pemijaran (dengan api langsung): membakar alat pada api secara langsung, contoh alat : jarum inokulum, pinset, batang L, dll. b. Panas kering: sterilisasi dengan oven kira-kira 60-1800C. Sterilisasi panas kering cocok untuk alat yang terbuat dari kaca misalnya erlenmeyer, tabung reaksi dll. c. Uap air panas: konsep ini mirip dengan mengukus. Bahan yang mengandung air lebih tepat menggungakan metode ini supaya tidak terjadi dehidrasi. d. Uap air panas bertekanan : menggunalkan autoklaf Penyinaran dengan UV Sinar Ultra Violet juga dapat digunakan untuk proses sterilisasi, misalnya untuk membunuh mikroba yang menempel pada permukaan interior Safety Cabinet dengan disinari lampu UV 3. Sterilisaisi secara kimiawi biasanya menggunakan senyawa desinfektan antara lain alkohol.

Berbagai prosedur umum kerja dalam mikrobiologi yang membutuhkan teknik aseptis Desinfeksi meja kerja

Saran-saran kerja aseptis : 1. Sebelum membuka ruangan atau bagian steril di dalam tabung/cawan/erlenmeyer sebaiknya bagian mulut (bagian yang memungkinkan kontaminan masuk) dibakar/dilewatkan api terlebih dahulu. 2. Pinset, batang L, dll dapat disemprot dengan alkohol terlebih dahulu lalu dibakar. 3. Ujung jarum inokulum yang sudah dipijarkan harus ditunggu dingin dahulu atau dapat ditempelkan tutup cawan bagian dalam untuk mempercepat transfer panas yang terjadi. 4. Usahakan bagian alat yang diharapkan dalam kondisi steril didekatkan ke bagian api. 5. Jika kerja di Safety Cabinet tidak perlu memakai pembakar bunsen tetapi jika di luar Safety Cabinet maka semakin banyak sumber api maka semakin terjamin kondisi aseptisnya Uraian lebih lanjut mengenai dasar teknik aspetis dapat dibaca DISINI Prinsip cara kerja autoklaf Seperti yang telah dijelaskan sebagian pada bab pengenalan alat, autoklaf adalah alat untuk memsterilkan berbagai macam alat & bahan yang menggunakan tekanan 15 psi (1,02 atm) dan suhu 1210C. Untuk cara kerja penggunaan autoklaf telah disampaikan di depan. Suhu dan tekanan tinggi yang diberikan kepada alat dan media yang disterilisasi memberikan kekuatan yang lebih besar untuk membunuh sel dibanding dengan udara panas. Biasanya untuk mesterilkan media digunakan suhu 1210C dan tekanan 15 lb/in2 (SI = 103,4 Kpa) selama 15 menit. Alasan digunakan suhu 1210C atau 249,8 0F adalah karena air mendidih pada suhu

tersebut jika digunakan tekanan 15 psi. Untuk tekanan 0 psi pada ketinggian di permukaan laut (sea level) air mendidih pada suhu 1000C, sedangkan untuk autoklaf yang diletakkan di ketinggian sama, menggunakan tekanan 15 psi maka air akan memdididh pada suhu 1210C. Ingat kejadian ini hanya berlaku untuk sea level, jika dilaboratorium terletak pada ketinggian tertentu, maka pengaturan tekanan perlu disetting ulang. Misalnya autoklaf diletakkan pada ketinggian 2700 kaki dpl, maka tekanan dinaikkan menjadi 20 psi supaya tercapai suhu 1210C untuk mendidihkan air. Semua bentuk kehidupan akan mati jika dididihkan pada suhu 1210C dan tekanan 15 psi selama 15 menit. Pada saat sumber panas dinyalakan, air dalam autoklaf lama kelamaan akan mendidih dan uap air yang terbentuk mendesak udara yang mengisi autoklaf. Setelah semua udara dalam autoklaf diganti dengan uap air, katup uap/udara ditutup sehingga tekanan udara dalam autoklaf naik. Pada saat tercapai tekanan dan suhu yang sesuai., maka proses sterilisasi dimulai dan timer mulai menghitung waktu mundur. Setelah proses sterilisasi selesai, sumber panas dimatikan dan tekanan dibiarkan turun perlahan hingga mencapai 0 psi. Autoklaf tidak boleh dibuka sebelum tekanan mencapai 0 psi. Untuk mendeteksi bahwa autoklaf bekerja dengan sempurna dapat digunakan mikroba pengguji yang bersifat termofilik dan memiliki endospora yaitu Bacillus stearothermophillus, lazimnya mikroba ini tersedia secara komersial dalam bentuk spore strip. Kertas spore strip ini dimasukkan dalam autoklaf dan disterilkan. Setelah proses sterilisai lalu ditumbuhkan pada media. Jika media tetap bening maka menunjukkan autoklaf telah bekerja dengan baik. Beberapa media atau bahan yang tidak disterilkan dengan autoklaf adalah : - Bahan tidak tahan panas seperti serum, vitamin, antibiotik, dan enzim - Paelarut organik, seperti fenol - Buffer engan kandungan detergen, seperti SDS Untuk mencegah terjadinya presipitasi, pencoklatan (media menjadi coklat) dan hancurnya substrat dapat dilakukan pencegahan sbb : - Glukosa disterilkan terpisah dengan asam amino (peptone) atau senyawa fosfat - Senyawa fosfat disterilkan terpisah dengan asam amino (peptone) atau senyawa garam mineral lain. - Senyawa garam mineral disterilkan terpisah dengan agar - Media yang memiliki pH > 7,5 jangan disterilkan dengan autoklaf - Jangan mensterilisasi larutan agar dengan pH < 6,0 Erlenmeyer hanya boleh diisi media maksimum dari total volumenya, sisa ruang dibirkan kosong. Jika mensterilkan media 1L yang ditampung pada erlenmeyer 2L maka sterilisasi diatur dengan waktu 30 menit. Sterilisasi dengan penyaringan (filtrasi) Sterilisasi dengan penyaringan dilakukan untuk mensterilisasi cairan yagn mudah rusak jika terkena panas atu mudah menguap (volatile). Cairan yang disterilisasi dilewatkan ke suatu saringan (ditekan dengan gaya sentrifugasi atau pompa vakum) yang berpori dengan diameter yang cukup kecil untuk menyaring bakteri. Virus tidak akan tersaring dengan metode ini. Sterilisasi dengan penyaringan dapat dilakukan dengan berbagai cara : Non-disposable filtration apparatus - Disedot dengan pompa vakum

- Volume 20-1000 ml Disposable filter cup unit - Disedot dengan pompa vakum - Volume 15-1000 ml Disposable filtration unit dengan botol penyimpan - Disedot dengan pompa vakum - Volume 15-1000 ml Syringe filters - Ditekan seperti jarum suntik - Volume 1-20 ml Spin filters - Ditekan dengan gaya setrifugasi - Volume kurang dari 1 ml

Cara kerja menggunakan Non-disposable filtration apparatus Sterilkan saringan (dapat menggunakan saringan Bekerfeld, Chamberland Zeitz), membran penyaring (kertas saring) dan erlenmeyer penampung. Pasang atau rakit alat-alat tersebut secara aseptis (sesuai gambar), lalu isi corong dengan larutan yang akan disterilkan. Hubungkan katup erlenmeyer dengan pompa vakum kemudian hidupkan pompa. setelah semua larutan melewati membran filter dan tertampung dierlenmeyer, maka larutan dapat dipindahkan kedalam gelas penampung lain yang sudah steril dan tutup dengan kapas atau aluminium foil yang steril. Bacaan lebih lanjut mengenai teknik filtrasi untuk menghitung mikroorganisme dapat dibaca di sini Tyndalisasi Konsep kerja metode ini merip dengan mengukus. Bahan yang mengandung air dan tidak tahan tekanan atau suhu tinggi lebih tepat disterilkan dengan metode ini. Misalnya susu yang disterilkan dengan suhu tinggi akan mengalami koagulasi dan bahan yang berpati disterilkan pada suhu bertekanan pada kondisi pH asam akan terhidrolisis. Cara kerja :

Bahan dimasukkan kedalam erlenmeyer atau botol dan ditutup rapat dengan sumbat atau aluminium foil. Erlenmeyer/botol lalu dimasukkan kedalam alat sterilisasi (alat standar menggunakan Arnold Steam Sterilizen atau dandang). Nyalakan sumber panas dan tunggu hingga termometer menunjukkan suhu 1000C kemudian hitung waktu mundur hingga 30 menit (uap panas yang terbentuk akan mematikan mikroba). Setelah selesai alat sterilisasi dimatikan dan bahan yang steril dikeluarkan. Setelah 24 jam, bahan tersebut di sterilkan lagi dengan cara yang sama, sedang waktu ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan spora atau sel vegetatif yang belum mati untuk tumbuh sehingga mudah dibunuh. Sterilisasi dengan udara panas (Dry heat sterilization) Sterilisasi dengan metode ini biasanya digunakan untuk peralatan gelas seperti cawan petri, pipet ukur dan labu erlenmyer. Alat gelas yang disterilisasi dengan udara panas tidak akan timbul kondensasi sehingga tidak ada tetes air (embun) didalam alat gelas. Bungkus alat-alat gelas dengan kertas payung atau aluminium foil Atur pengatur suhu oven menjadi 1800C dan alat disterilkan selama 2-3 jam. Prinsip kerja Biological Saferty Cabinet Biological Safety Cabinet merupakan kabinet kerja yang sterilkan untuk kerja mikrobiologi. BSC memiliki suatu pengatur aliran udara yang menciptakan aliran udara kotor (dimungkinkan ada kontaminan) untuk disaring dan diresirkulasi melalui filter. BSC juga disebut biosafety hood, dan juga dikenal dengan Laminar flow hood atau Class II vertical flow cabinet yang menyediakan alat filtrasi dan aliran udara yang bersirkulasi didalam ruang kerja. Aliran udara diatur untuk menghambat udara luar masuk dan udara di dalam keluar, untuk mencegah kontaminasi dari luar dan pencemaran bakteri dari ruang BSC. Udara yang keluar disaring melewati penyaring sehingga sel-sel yang berbahaya tidak lepas keluar ke ruangan lain. Berbagai kelas Biological Safety Cabinet.

BSC yang dimiliki Lab mikrobiologi merupakan BSC kelas II yang memiliki konfigurasi udara seperti gambar disamping ini. Udara yang berasal dari luar kabinet akan langsung terserap masuk kesaluran bawah yang bergabung dengan udara dari meja kerja yang dimungkinkan mengandung bakteri yang digunakan untuk kerja. Udara dari meja kerja disedot dari depan meja kerja. Kemudian udara kotor ini disaring oleh penyaring HEPA dan disirkulasikan keluar kabinet atau kembali lagi ke meja kerja sebagai udara bersih.

Referensi : disini 21 comments: 1. SugiyantoMay 18, 2010 11:51 PM kalo boleh nanya, sumber referensinya dari mana ya? saya sudah cukup lama di bidang mikrobiologi, tapi baru membaca artikel anda "media dg pH >7.5 jangan disterilkan dengan autoklaf" dan "larutan agar dg pH <6.0 jangan disterilkan dengan autoklaf" alasannya apa, dan sumber referensi dari mana. terimakasih Balas

2. E. Indra PradhikaMay 21, 2010 07:44 PM

terima kasih atas analisanya pak,,,,, untuk saat ini saya hanya bisa menjawab ini,,,, seingat saya ada di :Barker, Kathy. 1998. At The Bench, A Laboratory Navigator. Cold Spring Harbor Laboratory Press, New York. maaf pak saya karena pekerjaan,sy terpisah jauh dengan referensi2 saya ... jawaban selanjutnya dalam waktu dekat ini akan saya konfirmasi lagi...akan sy cek lagi.... mohon saran-saran yang membangun lagi pak.. Balas

3. E. Indra PradhikaMay 25, 2010 10:17 PM untuk bapak sugiyanto, sumbernya ada di :Barker, Kathy. 1998. At The Bench, A Laboratory Navigator. Cold Spring Harbor Laboratory Press, New York. halaman 157. dengan alasan untuk mencegah presipitasi, menjadi coklat dan pecahnya substrat. nuhun Balas

4. cqe3Jul 25, 2010 10:22 PM nice blog, nice information, sistematik sekali penulisannya :) *like like like* salaam kenal --> langsung izin copas untuk keperluan praktikum ya? of course, sumber dicantumkan ^^ Balas 5. E. Indra PradhikaAug 14, 2010 11:49 PM terima kasih banyak. maaf segala aran dan kritik belum sy tindak lanjuti dengan alasan waktu dan kreativitas Balas

6. putrikotoOct 10, 2010 06:56 AM

terimakasih sekali... informasi nya cukup lengkap, tapi kalo bisa di beri referendi yaa.. :) saya cukup terbantu dalam mengerjakan laporan Balas

7. E. Indra PradhikaOct 12, 2010 12:23 AM ada kok di introduction dan referensi. nuhun Balas

8. Yuana N KustidaOct 14, 2010 10:32 PM mau tanya boleh ga??? dari buku apa???halaman berapa sampai berapa???? terima kasih... di antos agh jawabannya... Balas

9. E. Indra PradhikaOct 14, 2010 11:27 PM kalo bab ini sebagian besar dari Barker, Kathy. 1998. At The Bench, A Laboratory Navigator. Cold Spring Harbor Laboratory Press, New York. tapi ada jg referensi lainnya. halamannya macem2. Balas

10. ummulNov 7, 2010 04:53 PM BOLEH YA MENDOWNLOAD. TKS

Balas

11. AnonimMar 6, 2011 01:15 AM izin kopi paste y.......blog anda sangat bermanfaat dalam membantu saya menyelesaikan tugas kuliah.....thx be4....... Balas

12. AnonimMay 27, 2011 11:18 PM sterilisasi di bioreaktor mnggunakan metode sterilisasi yg mana ya?thx Balas

13. E. I. PradhikaMay 31, 2011 04:48 AM saran saya memakai air panas, bahan antimikroba lalu dibilas air panas Balas

14. AnonimSep 28, 2011 03:37 AM fungsi kertas payung saat membungkus alat sebelum proses srteriisasi panas apa ya pak?? apa fungsinya sama dengan alumunium foil?? mohon penjelasannya pak.. terimakasih. Balas 15. AnonimSep 28, 2011 06:02 AM

makasih bangeet yaa ... postingannya ngebantu banget buat laporan mikrobiologi dasar ... Balas 16. indra pradhikaOct 24, 2011 12:00 AM iya sama. kertas payung digunakan untuk melindungi alat dari kontaminasi setelah sterilisasi namun kertas payung juga masih memberi jalan tekanan udara dan uap air panas masuk untuk membunuh, begitu pula halnya dengan aluminium foil. coba bandingkan jika sterilisasi dengan plastik yang diikat kuat. Balas

17. AnonimNov 7, 2011 06:51 PM maaf mw tanya mensterilkan labu ukur bagaimana?? karena dari yang saya tahu dengan membilas atau merendam dengan etanol??tapi ada juda yang bilang kalau sterilisasinya dengan autoklaf? sterilisasi yang tepatnya bagaimana,,trims.. Balas

18. indra pradhikaNov 8, 2011 08:50 AM alat apapun itu jika tahan terhadap panas dan tekanan lebih baik dg autoklaf, untuk beberapa alat yg terbuat dari plastik maka lebih baik dg etanol. Balas

19. AnonimDec 9, 2011 04:41 AM

informasi yg sangat membantu. thx a lot....saya mau nanya ke penulis, kira2 ada teori tentang sterilisasi secara batch dan kontinyu ga? kalo ada, boleh ya di pos kan. lagi butuh banget Balas

20. indra pradhikaDec 12, 2011 08:20 AM mohon maaf, kelihatannya dari referensi yang saya punya tdak ada mengenai hal tersebut.... maaf. apakah itu untuk proses sterilisasi di suatu jalur produksi? mungkin Clean in Place memakai desinfektan atau air panas. tapi maaf tidak ada referensinya Balas

21. Surya RamadhanFeb 5, 2012 01:25 AM Blognya bagus,,, Sangat Membantu saya :) Balas Muat yang lain... Links to this post Buat sebuah Link Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

motif
"Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh yang berdoa kepadanya. (HR Muslim)

Bila waktu tlah memanggil teman sejati hanyalah amal

Jangan sampai sesuatu memaksa logika Anda yang sekuler untuk memikirkan hal diluar nalar dan abstrak seperti surga dan neraka

artikel tidak terkait mikro

Menalar keberadaan-Nya

bagikan Tentang Blog


Untuk INDONESIA blog non profit sederhana ini salah satu upaya kecil untuk mencerdaskan kehidupan bangsa; blog ini hadir mengingat sedikitnya ulasan mikrobiologi berbahasa indonesia yang mudah diakses, gratis dan lengkap. semoga bermanfaat. lebih jauh info TENTANG BLOG INI, tekan disini

Total Tayangan Laman


360845

mesin pencari kata di blog ini

Statistik Blog ini penulis


E. I. Pradhika (dari amatir untuk pemula) Lihat profil lengkapku

komentar posting terbaru


banyak ilmu yang saya dapat dan sangat membantu sy... - Sunday, March 04, 2012 Muhammad Habib ohh iya bisa share tentang praktikum bakteri E.col... - Friday, March 02, 2012 - sara nissa fauzan

baik pak, terima kasih banyak atas masukannya. - Wednesday, February 29, 2012 Anonymous tanya dong: bisa jelaskan tetang karakter dr mediu... - Tuesday, February 28, 2012 Anonymous bisa dilihat pola dari tiap tabel : untuk 3, 5 dan... - Wednesday, February 22, 2012 - E. I. Pradhika

apakah profesi Anda ? apakah latar belakang keilmuan Anda ? Apakah yang sebaiknya diperbaiki dari blog ini ? sambungan

harun yahya, komunitas biologi word biology facebook

statistik blog

baru saja berkunjung