Anda di halaman 1dari 9

CONTOH AMBULATOR

D I S U S U N OLEH : DIENDI SYAH PUTRA 0702101010033

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA DARUSSALAM, BANDA ACEH 2009

BACILLUS

Sampel : Feces Kering

ANAMNESA Nama pemilik Tanggal pengambilan sampel Jenis hewan Nama pasien Jenis Kelamin Umur Alamat : Diendi Syah Putra : 20 Juni 2009 : Sapi : Shiro : Jantan : 2 tahun : Darussalam

STATUS PRESENT Keadaan Umum 1. Gizi 2. Temperamen 3. Habitus Frekuensi Nafas Frekuensi Pulsus Suhu Tubuh Kulit dan Bulu : : : : : : : -

Selaput Lendir Kelenjar Limfe Alat Pernafasan Alat peredaran darah Alat Pencernaan Alat Kelamin/perkencingan Urat Syaraf Anggota Gerak Lain-lain : -

: : : abnormal

: abnormal : : : : -

PEMERIKSAAN LABORATORIUM Kulit Feses Cara pengambilan sampel Diambil feces dan dimasukkan kedalam pepton water, kemudian dibawa ke Laboratorium Mikrobiologi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. : :

Metode yang dilakukan: o Feces didalam Pepton water, dihomogenkan dan didiamkan selama 1 hari pada suhu kamar.

o Lalu sampel dihomogenkan kembali dengan mengunakan pipet serologik dengan cara menghisap ujung pipet yang telah ditutup dengan kapas, kemudian dilepaskan secara perlahan-lahan 3 kali. o Kemudian diambil sebanyak 0,25 cc, dimasukkan ke dalam media Sabouraud Dextrose Agar (SDA) yang telah ditambahkan dengan antibiotik Gentamicin (0,1 ml/100 ml SDA).

o Media dihomogenkan dengan cara diputar membentuk angka delapan secara perlahan-lahan. o Media diinkubasikan pada suhu kamar selama 3-5 hari sampai terlihat adanya pertumbuhan jamur. o Bila pertumbuhan telah nampak pada media, segera dibuat sediaan mikroskopik untuk mengidentifikasikan bentuk jamur yang

ditemukan. Sediaan mikroskopik dibuat dalam bentuk Slide agar. o Media SDA yang lain yang telah beku, dipotong sebesar 1 cm2 dan diletakkan di atas objek glass. o Koloni jamur yang telah tumbuh pada media SDA, diambil dengan ose steril kemudian ditanamkan pada keempat sisi slide agar dengan mengunakan metode tusuk dan pada bagian atasnya ditutup dengan cover glass. o Pada bagian pinggir kiri dan kanan objek glass diletakkan kapas yang sudah dibasahi dengan aquades.

o Dibiarkan pada suhu kamar sampai tumbuh o Jamur yang tumbuh diamati di bawah mikroskop. Urin Darah : : -

DIAGNOSA Hasil yang diperoleh pada media di atas (yang diujikan), jamur tumbuh dengan koloni berwarna biru kehitaman (dark blue). Jamur diidentifikasi berdasarkan ciri morfologinya yaitu ; warna koloni, bentuk hifa bersepta, meselium tidak bercabang, bentuk konidia membentuk rantai karena mulai satu persatu dari sterigmata dan konidiosporanya. Setelah diindentifikasi di bawah mikroskop, jamur yang tumbuh adalah Aspergillus sp

DIFFERENSIAL DIAGNOSA Penicillium sp.

KESIMPULAN Aspergillus sp, mempunyai kepala konidium yang khas, yaitu memperlihatkan struktur yang halus. Suhu yang baik untuk pertumbuhan jamur adalah 26-37oC, suhu ini akan mempercepat perkecambahan spora dari spesies jamur tersebut. Aspergillus dapat menyebabkan Aspergillosis yaitu penyakit yang menyerang alat-alat pencernaan

dan pernapasan pada ayam, juga dilaporkan dapat menyebabkan penyakit pada sapi dan manusia.

PEMBAHASAN KASUS Penyebab Berdasarkan ciri dan cara reproduksinya terdapat empat kelas jamur, yaitu : Phycomycetes, Ascomycetes, Basidiomycetes, dan Deuteromycetes. Jamur atau cendawan merupakan organisme heterotrofik (memerlukan senyawa organik untuk nutrisinya), mempunyai inti sel dengan membran inti yang sempurna, tidak berklorofil, uniseluler atau multiseluler, serta berkembangbiak dengan menggunakan spora. Aspergillus sp memiliki ciri umum antara lain; konidiospora tidak bercabang muncul dari sel kaki dan berakhir sebagai fesikel yang menyebabkan munculnya sterigmata berbentuk botol. Rantai-rantai konidia terbentuk pada sterigmata sekunder (cabang-cabang sterigmata primer). Pada beberapa spesies kepalanya berbentuk bola, pada spesies lain penataan sterigmatanya memberikan penampilan seperti kipas atau silinder. Beberapa spesies menghasilkan askospora, bila dibentuk ada 8 askospora berbentuk bundar sampai lonjong di dalam askus. Askus-askus tersebut tertata secara tidak beraturan diseluruh peritesium, sporanya berwarna-warni dan karena itulah kapang mempunyai warna khas masing-masing. Identifikasi spesies Aspergillus dapat dilakukan berdasarkan warna koloni jamur yang tumbuh pada agar SDA. Jamur Aspergillus sp ini mempunyai kepala konidium yang khas, yaitu memperlihatkan struktur yang halus. Jamur ini tumbuh pada suhu kamar, mempunyai

masa inkubasi 2-5 hari dan pertama yang terbentuk adalah filamen-filamen putih, kemudian berubah menjadi biru kehijauan serta menghasilkan spora. Aspergillus menghasilkan beberapa jenis toksin misalnya sitotoksin dan karsinogenik (penyebab kanker). Jenis aspergillus ini dikenal sebagai aflatoksin yang lebih beracun daripada subtansi penyebab kanker lainnya, bersifat toksik akut terhadap hati, otak, ginjal, jantung, dan menyebabkan infeksi kronis karsinogen pada hati. Pada manusia Aspergillus sp dapat menyebabkan penyakit pada saluran pernafasan seperti broncho pulmonary termasuk alergi aspergillosis (ABPA), nekrotizing kronis aspergillus, radang paru-paru, aspergilloma, juga dapat menyebabkan endophalmitis, endokarditis, bisul dimiokardium, hati dan limpa. Pada sapi dapat terserang melalui ransum jerami atau rumput kering. Aspergillus menyebabkan aspergillosis yaitu penyakit yang menyerang alat-alat pencernaan dan pernapasan pada ayam. Penyakit ini dapat menyerang ayam pada semua umur. Pada ayam yang terserang aspergillosis ditandai dengan dipsnea, nervus, anorexia dan warna kehitaman pada jengger, jamur juga dapat menyerang otak dan selaputnya. Pada sapi ditandai dengan keadaan lesuh, nafsu makan turun dan pernafasan terganggu. Umumnya penyakit ini datang akibat pemberian pakan yang telah terlalu lama disimpan atau pakan yang telah berjamur, melalui hirupan spora dari alat penetas, rumah pengeraman, dan kotoran kandang.

Kerugian dan keuntungan Aspergillus

Penurunan tingkat produktivitas yang dapat diikuti dengan kematian pada hewan ternak merupakan bentuk umum kerugian yang diakibatkan oleh jamur Aspergillus dan juga dapat menyebabkan kerusakan pada makanan dan menghasilkan alfatoksin yang sangat beracun bagi unggas. Jamur Aspergillus fumigatus Fres mempunyai aktivitas selulose yang tinggi pada lingkungan suhu tinggi dan sangat bermanfaat dalam proses pengomposan tandan kosong kelapa sawit dan limbah lignuselulose lainnya. Keuntungan Dari Aspergillus dalam bidang kesehatan adalah sebagai penghasil antibiotic yang disebut Aspergilin.

PROGNOSA Fausta

TERAPI Untuk melakukan pengobatan pada jamur Aspergillus sulit untuk dilakukan sampai sembuh, namun pada ayam dapat diberikan terapi dengan 0,5 gram sodium atau Calcium Propionate pada tiap 50 galon air minum. Usaha pencegahan dengan mengendalikan penyebaran penyakit dalam kandang dengan mengeliminasi sumber infeksi dan pengobatan dengan fungistat (mikostatin, garam, gentian violet) dalam makanan. Kotoran yang terdapat dalam kandang dapat disemprot dengan germisida untuk mengendalikan tebaran debu dan udara yang mengandung spora jamur. Hanya pencegahan yang dapat dilakukan dalam pengobatan Aspergillosis pada sapi,

pencegahan hanya berupa menghindari ternak merumput pada padang gembalaan yang terlalu sempit. DAFTAR KEPUSTAKAAN

Akoso, B.T, (1998). Kesehatan Sapi, Gramedia Jakarta. Anonymous, (2005). Bacillus Subtilis. http:// www. Biome.ac.uk. Anonimus, (2005). Cara Anthrak Menular ke Manusia. http://www. Suara Merdeka.com. __________, (2006). Baik buruknya Jamur disekitar kita. http://www. Suara Pembaruan Daily.com Bibiana, W.L, (1994). Analisis Mikroba Dilaboratorium. Penerbit Raja Grafindo Persada, Jakarta. Carter, G.R, (1975). Diagnostis Procedures in Veterinary Microbiology. Springfield, Illionis USA. Markey, B.K, (2002). Veterinery Microbiology and Microbial Disease. Blackwell Publishing. Staff Pengajar Fak. Kedokteran UI, (1994). Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran, edisi revisi. Binarupa Aksara. Subrono, (1985). Ilmu Penyakit Ternak. Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Gajah Mada University Press, Yogyakarta.