Anda di halaman 1dari 6

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS KEPERAWATAN JIWA ASUHAN

KEPERAWATAN DI UNIT GAWAT DARURAT DI RSJD Dr AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG NAMA KLIEN : Sdr. T TGL 22 Agt 2005. USIA : 14 tahun No. RM : 039071 EVALUASI dan S: Klien mengatakan: Nama saya T, saya marah dan jengkel karena mereka tidak mau menuruti saya, mereka tidak mau mengerti saya. Biar mereka tahu rasa, biar mereka tahu siapa saya, biar mereka mau menuruti apa kata saya, tidak urusan!! dan dengan pengikatan.

DIAGNOSA RENCANA TINDAKAN IMPLEMENTASI KEPERAWATAN KEPERAWATAN KEPERAWATAN Risiko mencederai diri, Mempersiapkan Manajemen 1. Memberi salam orang lain dan lingkun gan berhub ungan dengan perilak TUK 1 dan beri terapi klien Mengisolasikan Krisis : krisis PK Memfiksasi memanggil nama klien.

Membentuk tim 2. Menyebutkan nama perawat sambil berjabat tangan. 3. Menjelaskan hubungan interaksi. 4. Memberi rasa aman terhadap klien, orang lain lingkungan melakukan maksud

u an

Klien dapat membina hubungan Intervensi: Beri klien. Sebutkan nama sambil jabat tangan. Jelaskan maksud hubungan interaksi. Beri rasa aman dan sikap empati. Lakukan kontrak singkat tapi sering. TUK 2 Klien dapat mengidentifikasi penyebab perilaku kekerasan. Intervensi: Beri kesempatan untuk mengungkapkan perasaannya. salam/panggil nama

(manajemen krisis) 5. Memberi kesempatan klien untuk mengungkapkan perasaannya terkait dengan perasaan jengkelnya.

Pokoknya kalau saya tidak dibelikan HP saya ndak mau sekolah, karepku to.!!! O: dan Ekspresi muka klien tampak kemerahan dan tegang pada Tampak mulut geram (mengkeratkan gigi) melotot, nada suara tinggi pendidikan Tampak memaksakan dalam. merusak tanaman. Dapat ungkapkan penyebab, tanda dan akibat dari perilaku marah yang dilakukannya. 8 berdebat dan kehendaknya.

kekeras saling percaya.

perawat 6. Mengobservasi perilaku klien. 7. Membicarakan dilakukan klien. 8. Memberikan cara-cara

tanda

kekerasan

akibat/kerugian dari cara yang Pandangan mata tajam dan

kesehatan kepada keluarga merawat klien dengan perilaku kekerasan. VIII

Klien mau menarik napas

9. Mengantarkan klien ke ruang Klien menyobek kertas dan

Bantu klien untuk mengungkapkan penyebab jengkel/kesal. TUK 3 Klien dapat mengidentifikasi tanda-tanda perilaku kekerasan. Intervensi: Anjurkan klien untuk mengungkapkan yang dialami saat marah/jengkel. Observasi Simpulkan tanda-tanda tanda perilaku klien kekerasan pada klien. bersama jengkel/kesal

A: TUK 1, 2, 3, 4 , 5 dan 8 tercapai sebagian. P: Lanjutkan selanjutnya. Delegasikan kepada perawat ruangan intervensi TUK

yang dialami klien. TUK 4 Klien dapat mengidentifikasi perialku kekerasan yang biasa 9

dilakukan. Intervensi: Anjurkan kekerasan Bicarakan klien selesai. TUK 5 Klien dapat mengidentifikasi akibat perilaku kekerasan. Intervensi: Bicarakan klien. Bersama klien simpulkan akibat cara yang digunakan 10 akibat/kerugian dari cara yang dilakukan klien yang dengan untuk perilaku biasa klien meengungkapkan dilakukan klien. apakah dengan cara yang lakukan masalahnya

oleh klien. TUK 6 Klien dapat mengidentifikasi cara konstruktif Intervensi: Tanyakan pada klien apakah ia mau mempelajari cara baru yang sehat. Diskusikan dengan klien cara lain yang sehat. Secara fisik: tarik nafas dalam jika sedang kesal/memukul bantal/kasur atau olah raga atau pekerjaan yang memerlukan tenaga. Secara verbal katakan anda sedang kesal /jengkel. Secara sosial: lakukan dalam 11 dalam berespons terhadap kemarahan.

kelompok cara-cara marah yang sehat, latihan asertif. Secara klien spiritual: anjurkan sembahyang,

berdoa/ibadah lain: meminta kepada tuhan untuk diberi kesabaran. TUK 8 Klien mendapat dukungan dari keluarga dalam mengontrol Semarang, 22 Agustus 2005 Praktikan, perilaku kekerasan. Pembimbing

BAMBANG EDI WARSITO, S. Kp. NIP. 140 239 056

ARIEF NUGROHO NIM. G6B 205 004

12