Anda di halaman 1dari 178

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA MENGGUNAKAN MEDIA GRAFIS KOMIK-KARTUN PADA POKOK BAHASAN LARUTAN

ASAM-BASA DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 9 KOTA BENGKULU (Classroom Action Research)

SKRIPSI
Diajukan Guna Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Strata I Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu

OLEH :

YENI RAINI
A1F007040

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS BENGKULU 2011

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA MENGGUNAKAN MEDIA GRAFIS JENIS KOMIK-KARTUN PADA POKOK BAHASAN LARUTAN ASAM-BASA DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 9 KOTA BENGKULU (Classroom Action Research)

SKRIPSI
Diajukan Guna Memenuhi Syarat Memperoleh Derajat Gelar Sarjana Strata I Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu

OLEH :

YENI RAINI
A1F007040
Disetujui dan Disahkan Oleh :

Pembimbing Utama

Pembimbing Pendamping

Drs. Hermansyah Amir NIP. 196209201998031001 Dekan FKIP Universitas Bengkulu

Wiwit, M.Si NIP.198205122008122002 Ketua Prodi Pend.Kimia Universitas Bengkulu

Prof. Safnil, M.A, Ph.D NIP.196101211986011002

Dr. M. Lutfi Firdaus, M.T NIP. 197310222000031001

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA MENGGUNAKAN MEDIA GRAFIS JENIS KOMIK-KARTUN PADA POKOK BAHASAN LARUTAN ASAM-BASA DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 9 KOTA BENGKULU (Classroom Action Research) Skripsi Ini Telah Dipertahankan di Depan Penguji Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu

Oleh :

YENI RAINI
A1F007040
Pada Hari Waktu Tempat : Senin, 11 April 2011 : Pukul 13.00 WIB : Ruang Prodi Pend. Kimia

Dewan Penguji Penguji I Penguji II

Drs. Hermansyah Amir NIP. 196209201998031001

Wiwit, M.Si NIP.198205122008122002

Penguji III

Penguji IV

Dewi Handayani, S.Pd., M.Si NIP.198212262005012002

Dr. Agus Sundaryono, M.Si NIP.196008061987031005

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA MENGGUNAKAN MEDIA GRAFIS JENIS KOMIK-KARTUN PADA POKOK BAHASAN LARUTAN ASAM-BASA DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 9 KOTA BENGKULU (Classroom Action Research)

SKRIPSI
OLEH :

YENI RAINI
A1F007040

Disahkan Oleh :

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Dekan FKIP Universitas Bengkulu

Ketua Jurusan MIPA Universitas Bengkulu

Prof. Safnil, M.A., Ph.D NIP.196101211986011002

Dra.Diah Aryulina, M.A., Ph.D NIP. 196207181987022001

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA MENGGUNAKAN MEDIA GRAFIS JENIS KOMIK-KARTUN PADA POKOK BAHASAN LARUTAN ASAM-BASA DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 9 KOTA BENGKULU (Classroom Action Research)

Oleh :

YENI RAINI
A1F007040 Skripsi Ini Telah Dipertahankan Di Depan Tim Penguji Program Studi Pendidikan Kimia Jurusan Pendidikan Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu Pada Hari Waktu Tempat : Senin, 11 April 2011 : Pukul 13.00 WIB : Ruang Prodi Pend. Kimia

Skripsi Ini Telah Diperiksa Dan Disetujui Oleh Dosen Pembimbing Pembimbing Utama, Pembimbing Pendamping,

Drs. Hermansyah Amir NIP. 196209201998031001

Wiwit, M.Si NIP.198205122008122002

Skripsi ini telah diperiksa dan disetujui oleh tim penguji : Penguji Penguji I Nama Dosen Tanda Tangan Tanggal

Drs. Hermansyah Amir NIP. 196209201998031001 Penguji II Wiwit, M.Si NIP.198205122008122002 Penguji Dewi Handayani, S.Pd., M.Si III NIP.198212262005012002 Penguji Dr. Agus Sundaryono, M.Si IV NIP.196008061987031005

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN PENELITIAN

Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama NPM Prodi Fakultas : Yeni Raini : A1F007040 : Pendidikan Kimia : FKIP

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi ini merupakan hasil karya ilmiah yang disusun berdasarkan prosedur penelitian pengembangan yang penulis lakukan sendiri dan bukan merupakan duplikasi skripsi karya ilmiah orang lain. Demikian surat pernyataan keaslian skripsi ini penulis buat agar dapat dipergunakan sebagai mana mestinya.

Bengkulu, Maret 2011 Yang menyatakan,

Yeni Raini

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Motto:
Janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan tidak akan setinggi gunung. (QS. Al-Isra : 37) Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan). Kerjakannlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. (QS. Alam Nasyrah 6-8) Doa kedua orang tua adalah modal terbesar dalam hidupku (Tuga) Tiga Kunci keberhasilan yaitu kemauan, keberanian dan percaya diri (Erwani : 02)

Persembahan:
Alhamdulillah Ya Allah.. Sesungguhnya, aku tidak akan bisa berbuat apa pun kecuali dengan izin Engkau.. Dengan kerendahan hati kupersembahkan karya kecil ini Kepada: Orang yang paling ku cintai setelah Allah dan Rasul-Nya, Kedua orang tuaku ayah (Alm. Fathur Rahman) dan ibu (Masnani) yang senantiasa berjuang dan memberikan kasih sayang, Nasihat serta doa sehingga ananda dapat menyelesaikan cita-cita ini, Keluargaku tercinta : kakak Perempuanku (Feni Ismaini) dan Adik Laki-Lakiku (Erlansyah) yang senantiasa memberikan perhatiannya dan motivasi untukku. My Best friends : (Heina Yuni Utami, Anggun Dwi A.J dan Roito Shilitonga) yang selalu memupuk semangat perjuanganku, Teman- teman angkatan 2007 yang mencintai kebersamaan. Agama, Negara dan Almamaterku.

KATA PENGANTAR
Alhamdulillaahirabbilalamiin, puji syukur penulis panjatkan ke-hadirat ALLAH SWT yang telah melimpahkan karunia dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Kimia Siswa Menggunakan media grafis jenis komikkartun Pada Pokok Bahasan Larutan Asam-Basa Di Kelas XI IPA SMA Negeri 9 Kota Bengkulu. Shalawat dan salam Kepada Nabi Muhammad SAW, pembawa berita gembira bagi ilmu pengetahuan dan orang-orang yang beriman. Skripsi ini disusun guna memenuhi syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) pada Program Studi Pendidikan Kimia, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu. Dalam penyelesaian skripsi ini, penulis banyak mendapat bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk itulah penulis menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1) Bapak Prof. Safnil, M.A., Ph.D, sebagai Dekan FKIP Unib. 2) Ibu Dra.Diah Aryulina, M.A., Ph.D sebagai Ketua jurusan PMIPA FKIP Unib. 3) Bapak Dr. M. Lutfi Firdaus, M.T sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Kimia. 4) Bapak Drs. Hermansyah Amir, sebagai Pembimbing Utama yang telah banyak memberikan waktu, ilmu, perhatian, masukan, bantuan dan nasihat yang berarti sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian serta penyusunan skripsi dengan baik. 5) Ibu Wiwit, M.Si selaku Pembimbing Pendamping yang telah memberikan bimbingan dan masukan kepada penulis dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini. 6) Bapak dan Ibu dewan penguji, terima kasih atas segala masukan dan sarannya. 7) Bapak dan Ibu dosen Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unib yang telah memberikan ilmu pengetahuan selama penulis belajar di bangku kuliah.

8) Semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu. Sebagai manusia biasa, penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih banyak terdapat kekurangan dan kesalahan. Untuk itu kriitik dan saran sangan penulis harapkan guna penyempurnaan dan perbaikan. Penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat dalam upaya pengembangan ilmu pengetahuan.

Bengkulu, 20 April 2011

Penulis

DAFTAR ISI
Halaman Judul .................................................................................................... i Halaman Persetujuan ......................................................................................... ii Halaman Pengesahan ......................................................................................... iii Halaman Penguji ......................................................................................... iv Surat Pernyataan Keaslian Penelitian .............................................................. vi Halaman Motto dan Persembahan .................................................................... vii Kata Pengantar ................................................................................................... viii Daftar Isi .............................................................................................................. x Daftar Tabel ....................................................................................................... xii Daftar Lampiran ................................................................................................. xiii Daftar Gambar .................................................................................................... xiv Abstrak ................................................................................................................. xv Abstract ................................................................................................................ xvi BAB I. PENDAHULUAN 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 1.6 Latar Belakang .............................................................................. Rumusan Masalah .......................................................................... Batasan Masalah ............................................................................ Tujuan Penelitian ........................................................................... Manfaat Penelitian ......................................................................... Defenisi Operasional ..................................................................... 1 5 5 5 6 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Yang Relevan ................................................................... 8 2.2 Pembelajaran ..................................................................................... 8 2.3 Pengertian Proses Bealajar ................................................................ 9 2.4 Pengertian Hasil Belajar .................................................................... 9 2.5 Media Pembelajaran .......................................................................... 10 2.6 Media Grafis...................................................................................... 14 2.7 Media Komik .................................................................................... 19 2.8 Media Kartun .................................................................................... 21 2.9 Media Komik-Kartun ........................................................................ 26 2.10 Ruang Lingkup Materi Penelitian 2.10.1 Teori Asam Basa................................................................. 28 2.10.2 Pengenalan Asam-Basa ...................................................... 28 BAB III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian .................................................................................. 32 3.2 Subjek Penelitian............................................................................... 32

3.3 Tempat dan Waktu Penelitian ........................................................... 32 3.4 Variabel Penelitian ............................................................................ 32 3.5 Prosedur Penelitian............................................................................ 33 3.5.1 Refleksi Awal ................................................................................. 33 3.5.2 Pelaksanaan Tindakan .................................................................... 34 3.6 Instrumen Penelitian.......................................................................... 40 3.7 Teknik Pengumpulan Data ................................................................ 41 3.8 Teknik Analisis Data ......................................................................... 41 3.8.1 Analisa Lembar Observasi .................................................... 41 3.9 Hasil Analisa Tes .............................................................................. 42 3.9.1 Nilai Siswa ............................................................................ 42 3.9.2 Nilai Rata-Rata Siswa ........................................................... 43 3.9.3 Daya Serap Individu ............................................................. 43 3.9.4 Daya Serap Klasikal ............................................................. 43 3.9.5 Ketuntasan Belajar Klasikal ................................................. 43 BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Refleksi Awal ....................................................................... 34 4.1.2 Observasi Awal .............................................................................. 44 4.1.3 rencana tindakan ................................................................... 45 4.1.5 Pelaksanaan Tindakan .......................................................... 45 4.2 Pembahasan 4.2.1 Hasil Belajar Siswa ............................................................... 61 4.2.2 Observasi Aktivitas Guru ............................................................... 64 4.2.2 Observasi Aktivitas Siswa ............................................................. 65 BAB V. PENUTUP 5.1 Kesimpulan ....................................................................................... 68 5.2 Saran .................................................................................................. 69 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................ 70 LAMPIRAN-LAMPIRAN ................................................................... 72

DAFTAR TABEL
Tabel. 1 Nilai Rata-Rata Ujian Blog Kimia kelas XI IPA .................................... 2 Tabel. 2 Kelebihan dan Kelemahan Media Grafis ................................................ 18 Tabel. 3 Kelebihan dan Kelemahan Media Komik-Kartun .................................. 27 Tabel. 4 Kriteria Pengamatan Observasi Guru ..................................................... 41 Tabel. 5 Kriteria Pengamatan Observasi Guru ..................................................... 42 Tabel. 6 Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus I ................................................. 47 Tabel. 7 Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus I................................................ 48 Tabel. 8 Data Hasil Pembelajaran Siklus I............................................................ 49 Tabel. 9 Refleksi Aktivitas Guru Siklus I ............................................................. 50 Tabel. 10 Refleksi Aktivitas Siswa Siklus I .......................................................... 51 Tabel. 11 Refleksi Media Grafis Komik-Kartun Siklus I ..................................... 51 Tabel. 12 Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus II............................................. 53 Tabel. 13 Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus II ............................................ 54 Tabel. 14 Data Hasil Pembelajaran Siklus II ........................................................ 55 Tabel. 15 Refleksi Aktivitas Guru Siklus II .......................................................... 56 Tabel. 16 Refleksi Aktivitas Siswa Sikus II ......................................................... 56 Tabel. 17 Refleksi Media Grafis Komik-Kartun Siklus II.....................................56 Tabel. 18 Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus III ............................................ 59 Tabel. 19 Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus III ........................................... 59 Tabel. 20 Data Hasil Pembelajaran Siklus III ....................................................... 60 Tabel. 21 Data Hasil Tes Akhir............................................................................. 62 Tabel. 22 Hasil Belajar Siswa Siklus I,II,III ........................................................ 62 Tabel. 23 Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus I,II,III ...................................... 64 Tabel. 24 Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus I,II,III ..................................... 65

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Lampiran 2. Lampiran 3. Lampiran 4. Lampiran 5. Lampiran 6. Lampiran 7. Lampiran 8. Lampiran 9. Lampiran 10. Lampiran 11. Lampiran 12. Lampiran 13. Lampiran 14. Lampiran 15. Lampiran 16. Lampiran 17. Lampiran 18. Lampiran 19. Lampiran 20. Lampiran 21. Lampiran 22. Lampiran 23. Lampiran 24. Lampiran 25. Lampiran 26. Lampiran 27. Lampiran 28. Lampiran 29. Lampiran 30. Lampiran 31. Lampiran 32. Lampiran 33. Lampiran 34. Lampiran 35. Lampiran 36. Lampiran 37. Lampiran 38. Lampiran 39. Lampiran 40. Lampiran 41. Lampiran 42. Lampiran 44. Lampiran 44. Lampiran 45. Daftar Nama Siswa ........................................................................ 73 Soal Lembar Tes Awal .................................................................. 74 Kunci Jawaban Lembar Tes Awal ................................................. 75 Daftar Nilai Hasil Tes Awal .......................................................... 78 Skenario Pembelajaran Siklus I ..................................................... 79 Silabus dan RPP Siklus I ............................................................... 83 LDS Siklus I .................................................................................. 88 Kunci Jawaban LDS Siklus I......................................................... 89 Soal Post-Tes Siklus I.................................................................... 90 Kunci Jawaban Post-Tes Siklus I .................................................. 92 Media Grafis Komik-Kartun Siklus I ............................................ 93 Lembar Observasi Aktivitas Guru Siklus I ................................... 95 Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus I .................................. 97 Daftar Hasil Belajar Siswa Siklus I ............................................... 99 Perhitungan Hasil Analisa Tes Siklus I ......................................... 100 Skenario Pembelajaran Siklus II ................................................... 101 Silabus dan RPP Siklus II .............................................................. 106 LDS Siklus II ................................................................................. 113 Kunci Jawaban LDS Siklus II ....................................................... 114 Soal Post-Tes Siklus II .................................................................. 115 Kunci Jawaban Post-Tes Siklus II ................................................. 118 Media Grafis Komik-Kartun Siklus II........................................... 119 Lembar Observasi Aktivitas Guru Siklus II .................................. 120 Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus II ................................. 122 Daftar Hasil Belajar Siswa Siklus II .............................................. 124 Perhitungan Hasil Analisa Tes Siklus II ........................................ 125 Skenario Pembelajaran Siklus III .................................................. 127 Silabus dan RPP Siklus III ............................................................ 131 LDS Siklus III................................................................................ 135 Kunci Jawaban LDS Siklus III ...................................................... 136 Soal Post-Tes Siklus III ................................................................. 137 Kunci Jawaban Post-Tes Siklus III................................................ 140 Media Grafis Komik-Kartun Siklus III ......................................... 141 Lembar Observasi Aktivitas Guru Siklus III ................................. 142 Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus III ............................... 144 Daftar Hasil Belajar Siswa Siklus III ............................................ 146 Perhitungan Hasil Analisa Tes Siklus III ...................................... 147 Soal Lembar Tes Akhir ................................................................. 149 Kunci Jawaban Lembar Tes Akhir ................................................ 152 Daftar Hasil Tes Akhir .................................................................. 153 Rekapitulasi Nilai Post-Tes Siswa................................................. 154 Kriteria Penilaian Lembar Observasi Guru dan Siswa .................. 157 Foto Penelitian ............................................................................... 159 Surat Izin Penelitian ...................................................................... 160 Surat Keterangan Selesai Penelitian .............................................. 161

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Contoh Komik Karikatur ................................................................... 20 Gambar 2. Contoh Komik Strip .......................................................................... 21 Gambar 3. Contoh Kartun Gag ........................................................................... 23 Gambar 4. Contoh Kartun Editorial .................................................................... 23 Gambar 5. Contoh Kartun Karikatur ................................................................... 24 Gambar 6. Contoh Kartun Animasi .................................................................... 24 Gambar 7. Contoh Kartun Opini ......................................................................... 25 Gambar 8. Contoh Kartun Ilustrasi ..................................................................... 25 Gambar 9. Jenis Media Grafis Komik-Kartun .................................................... 26 Gambar 10. Contoh Gabungan Media Komik-Kartun .......................................... 27 Gambar 11. Kerangka Berpikir ............................................................................. 30 Gambar 12. Tahap Prosedur Penelitian ................................................................. 33 Gambar 13. Diagram Hasil Belajar Siswa ............................................................ 63

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA MENGGUNAKAN MEDIA GRAFIS JENIS KOMIK-KARTUN PADA POKOK BAHASAN LARUTAN ASAM-BASA DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 9 KOTA BENGKULU (Classroom Action Research)

YENI RAINI
A1F007040 ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan menggunakan media grafis jenis komik-kartun dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Kimia siswa pada pokok bahasan Larutan Asam-Basa di kelas SMA N 9 Kota Bengkulu. Sampel Penelitian adalah kelas XI IPA SMA N 9 Kota Bengkulu yang berjumlah 40 orang dalam satu kelas. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus, dimana tiap siklus terdiri atas 4 tahap, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Data diperoleh dari tiap siklus dianalisis untuk menentukan tindakan perbaikan pada siklus selanjutnya. Pengumpulan datanya dilakukan melalui tes yang terdiri dari tes awal, post tes pada setiap akhir pembelajaran siklus I,II,III dan tes akhir untuk seluruh konsep yang telah dipelajari serta lembar observasi aktivitas guru dan siswa tiap pertemuan. Data yang terkumpul dianalisis secara statistik dengan menggunakan rata-rata kelas, daya serap klasikal,dan ketuntasan belajar. Pada siklus I didapat hasil belajar siswa yaitu, nilai rata-rata 67,36, daya serap klasikal 81,65% dan ketuntasan belajar 52,5%, pada siklus II nilai rata-rata adalah 68,9, daya serap klasikal 86,18% dan ketuntasan belajar 77,5% dan pada siklus III nilai rata-rata adalah 79,89, daya serap klasikal 90,02% dan ketuntasan belajar 100%. Sedangkan pada aktivitas siswa, siklus I memperoleh rata-rata skor 28 meningkat pada siklus II menjadi 30 dan 33 pada siklus III dengan kriteria baik. Sehingga dengan menggunakan media grafis jenis komik-kartun dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Kata kunci : media grafis jenis komik-kartun, Penelitian Tindakan Kelas

IMPROVEMENT ACTIVITIES AND STUDENT CHEMISTRY LEARNING OUTCOMES BY USING GRAPHIC MEDIA COMICS-CARTOONS ON THE SUBJECT OF ACID-BASE SOLUTION IN CLASS XI IPA SMA NEGERI 9 BENGKULU CITY
(Classroom

Action Research)

YENI RAINI
A1F007040 ABSTRACT
This research aims to determine wheather by using graphics media comic-cartoon can enhance the activity and student chemistry learning outcomes on the subject of a solution of acid-base in class XI IPA SMA Negeri 9 Bengkulu City. This sample is a class XI IPA SMA Negeri 9 Bengkulu City, amounting to 40 people in one class. Type of research is action research class carried out in three cycles, where each cycle consists of four stages, namely (1) planning, (2) implementating, (3) observating, (4) reflecting. Data obtaine from each cycle is analyzed to determine corrective action the next cycle. Data collection is done through a test that consists of initial test, post test at the end of each learning cycle I, II, III and the final tests for the whole concept has been learned and observation sheet activity teachers and students each meeting. The collected data is analyzed statistically by using the average value, classical absorption and mastery learning. In the first cycle learning outcomes student is obtained the average value of 67,36, 81,65% classical absorption and learning completeness 52,5%, in cycle II , the average value is 68,9, 86,18% is classical absorption and learning completeness is 77,5% and in cycle III, the verage value is 79,89, 90,02% is classical absorption and mastery learning is 100%. While in the student activity,cycle I get an average score of 28 increase on the II cycle 30 and 30 in cycle III with both criteria. So that by using graphic media types of comics-cartoon can increase the activity and student learning outcomes. Keyword : graphic media comics-cartoons, Classroom action research

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia baik melalui sekolah maupun luar sekolah. Sumber daya manusia yang handal dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat diperlukan pada zaman sekarang ini. Berkenaan dengan itu, berbagai upaya perbaikan mutu pengajaran sains khususnya kimia sangat perlu dilakukan oleh berbagai pihak yang mengelola pelaksanaan pendidikan. Salah satu cabang ilmu yang menunjang perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi adalah Kimia. Kimia adalah ilmu yang berkenaan dengan ide-ide atau konsep abstrak yang disusun secara hierarkis dan penalaran deduktif yang membutuhkan pemahaman secara bertahap dan berurutan. Kimia merupakan ilmu yang berkaitan penting dalam aktivitas dan kegiatan mahluk hidup. Sangat menyenangkan mempelajari kimia, jika dikaitkan dengan perannya dalam kehidupan sehari-hari. Namun faktanya di lapangan menunjukkan, bahwa pembelajaran kimia dianggap sebagai pelajaran yang sulit dan identik dengan beraneka ragam rumus, persamaan. Dalam Proses pengajaran khususnya pembelajaran kimia selama ini, umumnya guru memberikan pembelajaran kimia dengan metode ceramah, mengajak siswa untuk membaca bahan ajar dan menghafal rumus-rumus, mengakibatkan siswa cenderung bosan. Sehingga mungkin membuat

pembelajaran kimia menjadi kurang menarik bagi sebagian besar siswa di Sekolah Menengah. Berdasarkan hasil analisis peneliti selama melakukan Program Pengalaman Lapangan II (PPL II) terhadap pembelajaran kimia di SMA N 9 Kota Bengkulu pada kelas XI IPA, bahwa hasil belajar kimia siswa di kelas tersebut masih belum memenuhi nilai Standar Ketuntasan Belajar Mengajar (SKBM). Lebih dari 50% siswa di kelas XI IPA belum mencapai nilai Standar Ketuntasan Belajar Mengajar (SKBM), sebagian dari mereka masih sering mengikuti remedial. Hal ini dapat dilihat dari nilai ujian blog Kimia selama 2 tahun terakhir :

Tabel 1. Nilai rata-rata ujian Blog Kimia siswa kelas XI IPA SMA N 9 Bengkulu

No.

Mata Pelajaran

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Struktur atom, sistem periodik Termokimia Laju Reaksi Kesetimbangan Kimia Larutan Asam-Basa Stoikiometri Larutan Larutan Penyangga Kelarutan & Hasil Kali Kelarutan Sistem koloid

Nilai Rata-Rata Ujian Blog T.A 2008/2009 T.A2009/2010 Kelas XI IPA Kelas XI IPA 72,5 74,1 69,2 67,8 70,5 72,9 67,3 68,5 62,5 64,3 70,5 69,7 70,4 70,2 69 68,5 75,4 79,9

Dari tabel 1 di atas dapat dilihat bahwa materi larutan asam-basa, nilai rataratanya masih dibawah nilai Standar Ketuntasan Belajar Mengajar (SKBM) yakni 65. Data nilai yang ada pada tabel hanya menyajikan satu kelas saja untuk T.A 2008/2009 dan T.A 2009/2010. Hal ini dikarenakan kelas XI IPA yang ada di ruang lingkup SMA N 9 Kota Bengkulu hanya ada satu, sehubungan dengan baru diresmikannya sekolah tersebut. Sehingga peneliti tidak memiliki bahan perbandingan terhadap kelas lain. Sebanyak 85% siswa memperoleh nilai 67. Namun standar Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) dapat diturunkan tergantung pada ketetapan sekolah. Belajar tuntas berarti penguasaan penuh (bahan yang dipelajari dikuasai sepenuhnya) (Nasution, 2003). Sedangkaan menurut Mulyasa (2005), siswa dikatakan telah belajar tuntas apabila mecapai nilai 65% dari tujuan pembelajarannya. Dengan kata lain nilai Standar Ketuntasan Belajar Mengajar (SKBM) adalah 6,5. Dengan demikian, masih banyak siswa kelas XI IPA di SMA N 9 Kota Bengkulu yang belum mencapai KKM khususnya pada pokok bahasan larutan asam-basa. Sehingga pokok bahasan larutan asam-basa di sini menjadi permasalahan di kelas dan perlu adanya perbaikan, baik itu dari segi nilai, motivasi, proses pembelajaran, media, metode pembelajaran dan lain-lain.

Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan salah satu guru kimia SMA N 9 Kota Bengkulu, ditemui beberapa permasalahan yang berhubungan dengan pembelajaran kimia di sekolah yaitu : 1. Guru masih sering mengajar dengan metode ceramah yang kurang bervariasi, tidak pernah menggunakan media. Hanya sesekali menggunakan metode diskusi. Namun yang dilakukan adalah diskusi informasi. 2. Untuk mata pelajaran Kimia, setiap kali dilakukan ujian blog. Sebagian siswa mengikuti remedial karena belum mencapai nilai standar ketuntasan belajar. 3. Khusus untuk pokok bahasan larutan asam-basa, guru hanya menggunakan metode ceramah. Karena pada materi ini lebih menekankan pada penalaran deduktif dan hitung-hitungan yang membutuhkan pemahaman secara bertahap dan berurutan. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan terhadap pembelajaran kimia di SMA Negeri 9 Kota Bengkulu pada kelas XI IPA. Proses pembelajaran di kelas dikatakan telah baik, namun masih banyak kekurangan, yakni guru masih mengajar secara konvensional tanpa adanya variasi, tanpa menggunakan metode khusus atau memanfaatkan media pembelajaran yang dapat menarik perhatian dan minat siswa untuk belajar. Dari hasil angket yang diberikan pada siswa kelas XI IPA SMA N 9 Kota Bengkulu, dapat disimpulkan bahwa siswa sering merasa merasa bosan dan kesulitan dengan pemahaman materi pelajaran kimia yang disampaikan oleh guru. Hanya sebagian dari siswa yang paham dan antusias mendengarkan serta memperhatikan dengan sungguh-sungguh mengenai materi yang disampaikan, mengajukan pertanyaan dan menjawab setiap pertanyaan guru. Tidak hanya itu, kebanyakan siswa kurang mempersiapkan diri untuk mempelajari kimia di kelas. Misalnya saja, saat jam pelajaran kimia akan dimulai, masih banyak siswa yang keluar kelas dan tidak hadir tepat waktu, ada pula siswa yang lupa mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR), dan lupa membawa buku catatan atau buku tugas. Di sini jelas terlihat, bahwa motivasi terhadap diri siswa untuk mempelajari kimia masih kurang. Oleh karena itu, perlu adanya perbaikan dalam proses pembelajaran khususnya pembelajaran kimia.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan agar proses belajar mengajar berlangsung menarik dan menyenangkan adalah dengan menggunakan media pendidikan (Hudojo, 2001). Media pendidikan adalah semacam alat bantu mengajar, baik dalam maupun luar kelas (Hamalik, 1988). Media pendidikan merupakan salah satu komponen penting dalam suatu proses pembelajaran. Kehadiran media pendidikan dalam proses belajar mengajar sangat diperlukan dalam rangka efektifitas dan efisiensi pembelajaran. Pemanfaatan media dalam proses belajar mengajar, harus disesuaikan dengan bahan ajar yang akan disajikan, sehingga dapat menarik dan mempertahankan perhatian siswa. Menurut Levie (dalam Ismail, 2003) menyatakan bahwa penggunaan media seperti gambar, ilustrasi, atau model-model kongkrit sangat efektif untuk membantu

meningkatkan daya ingat seseorang terhadap konsep yang sedang dipelajari, terlebih jika media atau peragaan yang digunakan sangat menarik perhatian siswa. Salah satu media yang dapat digunakan untuk menarik perhatian siswa dalam proses belajar mengajar adalah media grafis jenis komik-kartun. Media grafis adalah media visual yang menyajikan fakta, ide atau gagasan melalui penyajian kata-kata, kalimat, angka-angka, dan symbol atau gambar. Grafis biasanya digunakan untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, dan mengilustrasikan fakta-fakta sehingga menarik dan diingat orang. Jenis-jenis media grafis antara lain grafik, diagram, bagan, sketsa, poster, papan flanel, bulletin board, kartun dan komik. Media komik adalah suatu bentuk seni yang menggunakan gambar-gambar tidak bergerak berbentuk kartun yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk jalinan cerita atau lukisan bersambung (Hamalik,1985). Sedangkan media kartun adalah lukisan tentang peristiwaperistiwa harian yang digambarkan secara menyenangkan dan menarik. Penggunaan media grafis komik-kartun ini dilatar belakangi faktor kesesuaian dengan tujuan pembelajaran yaitu untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa, selain itu adanya kesesuaian terhadap materi dan teori, adanya kesesuaian terhadap karakteristik siswa yang lebih tertarik dengan penggunaan media sebagai alat pembelajaran di kelas serta adanya faktor kesesuaian gaya belajar, yang biasanya guru lebih sering menerapkan metode pembelajaran yang

kurang menarik dan bervariasi. Sehingga berdasarkan latar belakang yang diuraikan di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Kimia Siswa Menggunakan Media Grafis Jenis Komik-Kartun Pada Pokok Bahasan Larutan Asam-Basa di Kelas XI IPA SMA Negeri 9 Kota Bengkulu. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang permasalahan yang telah dipaparkan. Maka masalah yang diangkat dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : 1. Apakah dengan menggunakan media grafis jenis komik-kartun pada pokok bahasan larutan asam-basa dapat meningkatkan aktivitas belajar kimia siswa di kelas XI IPA SMA Negeri 9 Kota Bengkulu? 2. Apakah dengan menggunakan media grafis jenis komik-kartun pada pokok bahasan larutan asam-basa dapat meningkatkan hasil belajar kimia siswa di kelas XI IPA SMA Negeri 9 Kota Bengkulu? 1.3 Batasan Masalah Adapun Batasan masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah : 1. Subjek Penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 9 Kota Bengkulu Semester Genap T.A 2010/2011. 2. Pokok bahasan dalam penelitian ini adalah larutan asam-basa. 3. Media yang digunakan pada penelitian ini adalah media grafis komik-kartun. 4. Proses pembelajaran menggunakan metode penyampaian informasi 1.4 Tujuan penelitian Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu : 1. Untuk mengetahui apakah dengan menggunakan media grafis jenis komikkartun pada pokok bahasan larutan asam-basa dapat meningkatkan aktivitas belajar kimia siswa di kelas XI IPA SMA Negeri 9 Kota Bengkulu ? 2. Untuk mengetahui apakah dengan menggunakan media grafis jenis komikkartun pada pokok bahasan larutan asam-basa dapat meningkatkan hasil belajar kimia siswa di kelas XI IPA SMA Negeri 9 Kota Bengkulu?

1.5 Manfaat Penelitian Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi : a. Bagi Sekolah Memberikan masukan dan sumbangan pemikiran alternatif dalam upaya meningkatkan kualitas proses pembelajaran terutama pada mata pelajaran kimia. b. Bagi Siswa Dengan menggunakan media grafis jenis komik-kartun ini diharapkan dapat menumbuhkan minat siswa dan meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri 9 Kota Bengkulu agar belajar lebih giat sehingga mampu mencapai hasil yang diharapkan. c. Bagi Guru Sebagai masukan atau saran dan bahan referensi untuk memberikan variasi dalam melakukan pengajaran di kelas. d. Bagi Mahasiswa/ peneliti Menambah wawasan pengetahuan peneliti dan sebagai gambaran mengenai kelebihan dari penggunaan media grafis jenis komik-kartun, sehingga dapat bermanfaat pada saat melaksanakan tugas sebagai pengajar di masa yang akan datang. 1.6 Defenisi Operasional 1. Proses belajar adalah cara-cara atau langkah-langkah (manners or operation) khusus yang dengannya beberapa perubahan ditimbulkan hingga tercapai tujuan tertentu, Rober (dalam Muhibbin, 1995). 2. Hasil belajar adalah tingkah laku yang timbul dari yang tidak tahu menjadi tahu, timbulnya pengertian baru, perubahan dalam sikap dan kebiasaan, keterampilan, menghargai perkembangan sifat-sifat sosial, emosional, dan pertumbuhan jasmani (Hamalik, 1983). 3. Media pendidikan adalah semacam alat bantu mengajar baik di dalam maupun di luar kelas (Hamalik, 1988).

4. Media grafis adalah media yang mengkombinasikan fakta dan gagasan secara jelas, kuat melalui perpaduan antara pengungkapan kata-kata dan gambar (Sudjana dan Rivai, 1990). 5. Media komik adalah suatu bentuk seni yang menggunakan gambar-gambar tidak bergerak berbentuk kartun yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk jalinan cerita atau lukisan bersambung (Hamalik, 1985). 6. Media kartun adalah lukisan tentang peristiwa-peristiwa harian yang digambarkan secara menyenangkan dan menarik (Basuki dan Yuni, 2005).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Yang Relevan 1. Irwin Joni Irawan (2002) menyatakan penggunaan media grafis, dapat memberikan pengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa kelas I pokok massa atom relatif dan massa molekul relatif di SMU Negeri 6 Kota Bengkulu. 2. Ani Suyanti (2005) menyatakan bahwa pembelajaran matematika dengan menggunakan media grafis (gambar), dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. 3. Heriyanto (2001) media grafis (gambar) sebagai upaya untuk

meningkatkan hasil belajar fisika pada konsep listrik. 4. Yuni Rahmalena (2005) menyatakan bahwa pembelajaran dengan media charta dapat meningkatkan hasil belajar biologi sebesar 14, 63 % 2.2 Pembelajaran Belajar merupakan suatu usaha yang diharapkan dapat mengalami perubahan-perubahan meliputi: sikap atau tingkah laku, pengetahauan, dan keterampilan, Skinner (1985). Belajar adalah Learning is a process of progressive behavior adaption yaitu bahwa belajar itu merupakan suatu proses adaptasi perilaku yang bersifat progresif. Definisi belajar lainnya dari Mc. Beach (Lih Bugelski, 1956) yaitu Learning is a change performance as a result of practice. Ini berarti bahwa belajar membawa perubahan dalam tampilannya dan perubahan itu sebagai akibat dari latihan. Menurut Morgan, dkk ( 1984 ) memberikan definisi mengenai belajar Learning can be defined as any relatively permanent change in behavior which accurs as a result of practice or experience. (perubahan perilaku itu sebagai akibat belajar karena latihan (practice) atau karena pengalaman (experience). C.T. Morgan dalam introduction to psychology, (1961) belajar adalah suatu perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku sebagai akibat / hasil dari pengalaman yang lalu.

2.3 Pengertian Proses Belajar Proses berasal dari bahasa latin "processus" yang berarti "berjalan ke depan" yaitu berupa urutan langkah-langkah atau kemajuan yang mengarah pada tercapainya suatu tujuan. Rober (dalam Muhibbin, 1995) menyatakan bahwa proses belajar adalah cara-cara atau langkah (manners or operation) khusus yang dengannya beberapa perubahan ditimbulkan hingga tercapai tujuan tertentu. Sementara itu menurut Wittig (dalam Muhibbin, 1995) proses belajar berlangsung dalam tiga tahapan yaitu : 1. Acquasistion (tahap perolehan informasi), pada tahap ini siswa mulai menerima informasi sebagai stimulus dan memberikan respon sehingga ia memiliki pemahaman atau perilaku baru. Tahap aguasistion merupakan tahapan yang paling mendasar, bila pada tahap ini kesulitan siswa tidak dibantu maka ia akan mengalami kesulitan untuk menghadapi tahap selanjutnya. 2. Storage (penyimpanan informasi), pemahaman dan perilaku baru yang diterima siswa secara otomatis akan disimpan dalam memorinya yang disebut shortterm atau longterm memori. 3. Retrieval (mengungkapkan kembali informasi), apa bila seorang siswa mendapat pertanyaan mengenai materi yang telah diperolehnya maka ia akan mengaktifkan kembali fungsi-fungsi sistem memorinya untuk menjawab pertanyaan atau masalah yang dihadapinya. Tahap retrival merupakan peristiwa mental dalam rangka mengungkapkan kembali informasi,

pemahaman, pengalaman yang telah diperolehnya. 2.4 Pengertian Hasil Belajar Menurut Hamalik (1983) hasil belajar adalah tingkah laku yang timbul dari yang tidak tahu menjadi tahu, timbulnya pengertian baru, perubahan dalam sikap dan kebiasaan, keterampilan, menghargai perkembangan sifat-sifat sosial, emosional, dan pertumbuhan jasmani. Hasil belajar merupakan tolak ukur untuk keberhasilan belajar siswa dalam memahami suatu mata pelajaran, dimana hasil belajar dapat berupa keterampilan, nilai dan sikap setelah siswa mengalami proses belajar. Perlu disadari bahwa hasil belajar adalah bagian dari hasil menempuh

pendidikan yang lebih tinggi. Soedirjo (dalam Baso Intang Sappaile, 2006), menjelaskan pengertian hasil belajar sebagai tingkat penguasaan yang dicapai oleh pelajar dalam mengikuti program belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan yang ditetapkan. Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajar. Lebih lanjut dijelaskan oleh Sudjana (1995), hasil belajar adalah perubahan tingkah laku. Tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian yang luas mencakup bidang kognitif, apektif, dan psikomotorik. Sedangkan menurut Bloom dalam Arikunto, hasil belajar adalah perubahan tingkah laku yang

diklasifikasikan menjadi 3 domain atau ranah yaitu ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik. Ranah kognitif menaruh perhatian pada pengembangan keterampilan intelektual. Ranah afektif atau sikap berkaitan dengan

pengembangan perasaan, sikap, nilai,dan emosi yang dipelajari. Ranah psikomotorik berkaitan dengan kegiatan-kegiatan keterampilan motorik. Dalam hasil belajar kimia adalah semua perubahan tingkah laku setelah melakukan kegiatan atau proses pembelajaran kimia. Perubahan itu terjadi akibat perubahan ilmu pengetahuan, kebiasaan, keterampilan, serta aspirasi dalam bentuk sikap dan nilai. Jadi dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, seorang guru hendaknya selalu berusaha agar hasil belajar siswa-siswinya merata, baik ditingkat kognitif, afektif, maupun tingkat psikomotoriknya sehingga ketuntasan belajar dalam kegiatan belajar mengajar akan tercapai serta daya serap siswa akan meningkat. Hal senada diungkapkan Slameto (1995), Hasil belajar adalah suatu perubahan tingkah laku yang secara keseluruhan sebagai pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya sendiri. Selanjutnya Haward dan Kingsley dalam Marhamah (2006), membagi hasil belajar menjadi tiga macam yaitu 1). Keterampilan dan kebiasaan, 2). Pengetahuan dan pengertian, dan 3). Sikap dan cita-cita, yang mana masing-masing jenis hasil belajar dapat diisi dengan bahan yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Dengan demikian hasil belajar yang akan diamati dan dibahas pada penelitian ini adalah kognitif mencakup tugas awal (PR), hasil tes tertulis, presentasi kelompok, laporan kelompok; Afektif mencakup kerja sama, kedisiplinan, dan pengungkapan ide selama presentasi; psikomotorik

mencakup menyiapkan alat, pelaksanaan percobaan, dan penarikan kesimpulan. Dengan demikian, yang dimaksud dengan hasil belajar kimia dalam penelitian ini adalah kemampuan untuk memahami konsep-konsep kimia yang diperoleh oleh siswa setelah proses belajar kimia. 2.5 Media Pembelajaran Menurut Sadiman (1986) kata media berasal dari bahasa latin yang, yang merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar pesan. Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara, atau pengantar. Tetapi secara lebih khusus, pengertian media dalam proses pembelajaran diartikan sebagai alat-alat grafis, fotografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. Media juga dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk menyalurkan pesan, merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa, sehingga dapat terdorong terlibat dalam proses pembelajaran. Gagne mengartikan media sebagai berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar. Heinich, Molenda, Russel (1996) menyatakan bahwa : A medium (plural media) is a channel of communication, example include film, television, diagram, printed materials, computers, and instructors (Media adalah saluran komunikasi termasuk film, televisi, diagram, materi tercetak, komputer, dan instruktur). Lebih lanjut AECT (Assosiation of Education and Communication Technology, 1977), memberikan batasan media sebagai segala bentuk saluran yang dipergunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. Sedangkan NEA (National Education Assosiation) 1978, memberikan batasan media sebagai bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak, audio visual, serta peralatanya. Dari berbagai batasan di atas dapat dirumuskan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk meyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, dapat membangkitkan semangat, perhatian, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses pembelajaran pada diri siswa. Azhar Arsyad

(2006) menekankan media sebagai alat untuk menyampaikan informasi dari pengirim (guru) ke penerima (siswa). Penggunaan media pembelajaran yang tepat akan dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam proses belajar mengajar, oleh karena itu dalam proses belajar mengajar guru harus memiliki media yang tepat agar tujuan-tujuan yang diinginkan dapat tercapai dalam diri siswa. Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (2005), menekankan bahwa media pengajaran dapat meningkatkan proses belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar yang ingin di capai. Hal tersebut diperkuatnya dengan beberapa alasan mengapa media pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar. Menurut Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (2005), Pertama, berkenaan dengan manfaat media pengajaran dalam pengajaran yakni :a). pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa, b). Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya, c). Metode mengajar akan lebih bervariasi, dan d). siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar. Kedua berkenaan dengan taraf berfikir siswa yakni taraf berfikir manusia mengikuti tahap perkembangan dimulai dari berfikir konkret menuju berfikir abstrak atau dimulai dari berfikir sederhana menuju berfikir kompleks. Lebih lanjut Drs. Sudirman N (1991), mengemukakan beberapa prinsip pemilihan media pengajaran : 1. Tujuan Pemilihan Memilih media harus dengan maksud dan tujuan yang jelas. 2. Karakteristik Media Pengajaran Setiap media mempunyai karakteristik tertentu jadi pemahaman.

Karakteristik media sangat diperlukan dalam penetapan penggunaan media. 3. Alternatif Pilihan Guru harus mampu menetapkan atau memutuskan media yang tepat dan sesuai dengan materi pelajaran. Pemanfaatan media dalam proses belajar mengajar, harus disesuaikan dengan bahan ajar yang akan disajikan, sehingga dapat menarik dan mempertahankan perhatian siswa. Seorang guru dapat memilih media pembelajaran dengan cara melihat kemampuan suatu media itu dalam meningkatkan rangsangan indera pengelihatan, pendengaran, perabaan,

pengecapan, maupun pembauan/penciuman. Disamping itu seorang guru juga harus memperhatikan kelemahan dan keunggulan dari media yang akan dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar diantaranya dari segi kerumitan media dan banyaknya biaya, kesiap-pakaianya setiap saat diperlukan,

kesesuaianya untuk belajar mandiri dan kemampuanya untuk memberikan umpan balik juga harus turut di perhatikan karena media merupakan perpanjangan dari fungsi serta peranan seorang guru. Sedangkan Briggs dalam Sudirman Siahaan (2006), mengemukakan bahwa media merupakan : The physical means of conveying instructionalbooks, film,videotapes, slide-tapes, etc. (media merupakan wadah untuk menyalurkan materi pembelajaran. Misalnya buku, film, kaset video dan program slide). Schramm dalam Sudirman Siahaan (2006), menjelaskan bahwa: the teacher. Informasi yang Information carrying technologies that can be used for instructionthe media of instruction, consequently are the extension of

dikemas dan disajikan melalui perangkat teknologi dapat digunakan untuk kepentingan pembelajaran, sebagai konsekuensinya adalah bahwa media pembelajaran merupakan perpanjangan dari fungsi dan peranan guru. Langkah-langkah dalam pemanfaatan media : 1. Merumuskan tujuan pengajaran dengan memanfaatkan media. 2. Persiapan guru. Pada fase ini guru memilih dan memanfaatkan media massa yang akan dimanfaatkan guna mencapai tujuan. 3. Persiapan kelas. Siswa atau kelas harus mempunyai persiapan dalam menerima pelajaran dengan menggunakan media tertentu. 4. Langkah penyajian dan pemanfaatan media. Pada fase ini penyajian bahan pelajaran dengan memanfaatkan media pengajaran. 5. Langkah kegiatan belajar siswa. Pada fase ini siswa belajar dengan memanfaatkan media pengajaran. 6. Langkah evaluasi pengajaran. Pada langkah ini kegiatan belajar di evaluasi sampai sejauh mana tujuan pengajaran tercapai, yang sekaligus dapat dinilai sejauh mana pengaruh media sebagai alat bantu dapat menunjang keberhasilan proses belajar siswa.

Lebih lanjut dijelaskan oleh (Harjanto, 2003) Media pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses pengajaran adalah (1) media grafis yang meliputi media gambar, foto, grafik, bagan atau diagram, poster, komik, charta dan kartun. (2) media tiga dimensi yakni dalam bentuk model meliputi model padat (solid model), model penampang, model susun, dan model kerja. (3) media proyeksi, meliputi slide, film strips, film, dan penggunaan OHP. (4) penggunaan lingkungan sebagai media pendidikan. Macam-macam media klasifikasi media dapat dilihat dari jenisnya, daya liputnya dan dari bahan serta cara pembuatannya. Dilihat dari jenisnya, media dibagi ke dalam : a. Media Auditif, adalah media yang hanya mengandalkan kemmpuan suara saja, seperti : radio, cassette recorder, piringan hitam media ini tidak cocok untuk orang yang mempuyai kelainan dalam pendengaran. b. Media Visual, adalah media yang mengandalkan indra penglihatan. Media ini menampilkan gambar diam seperti film, rangkai foto, gambar atau lukisan, cetakan dan juga yang menampilkan gambar atau simbol yang bergerak seperti film bisu, film kartun. c. Media Audiovisual, adalah media yang mempunyai unsur rupa dan gambar. Media ini dibagi ke dalam audiovisual diam dan audiovisual gerak. Dilihat dari daya liputnya, media dibagi ke dalam : a. Media dan daya liput luas dan serentak. Contoh : radio dan televisi. b. Media dengan daya liput terbatas oleh ruang dan tempat. Contoh : film, sound slide, film rangkai. 2.6 Media Grafis Media grafis adalah media visual yang menyajikan fakta, ide atau gagasan melalui penyajian kata-kata, kalimat, angka-angka, simbol atau gambar. Grafis biasanya digunakan untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide dan mengilustrasikan fakta-fakta sehingga menarik dan diingat orang. Adapun pengertian lain menurut Sudjana dan Rivai, (1990) Media Grafis adalah media yang mengkombinasikan fakta dan gagasan secara jelas, kuat

melalui perpaduan antara pengungkapan kata-kata dan gambar Media grafis berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber pesan kepada penerima pesan. Saluran yang dipakai adalah indera penglihatan. Webster dalam Sudjana dan Rivai (2005) mengartikan grafics sebagai seni atau ilmu menggambar, terutama diartikan untuk menggambar mekanik. Dalam bahasa yunani kata grafics berasal dari kata graphikos yang artinya melukiskan atau menggambarkan dengan garis-garis. Sebagai kata sifat, grafics diartikan sebagai penjelasan yang hidup, penjelasan yang kuat atau penyajian yang efektif. Fungsi dari media grafis ini adalah menarik perhatian, memperjelas sajian pelajaran, dan mengilustrasikan suatu fakta atau konsep yang mudah terlupakan jika hanya dilakukan melalui penjelasan verbal. Jenis-jenis media grafis antara lain grafik, diagram, bagan, sketsa, poster, papan flanel, bulletin board, kartun dan komik. Jenis-jenis media grafis adalah: 1. Grafik Grafik adalah penyajian data berangka yaitu suatu bentuk gambaran yang menggunakan titik-titik atau garis untuk menyampaikan informasi statistik yang saling berhubungan (R.Warsito, 2001). Dengan berasumsi pada pengertian grafik tersebut, dalam proses belajar mengajar, grafik mempunyai fungsi untuk memperlihatkan perbandingan informasi kualitas-kualitas maupun kuantitas dengan cepat dan sederhana, terutama pada penyajian secara statistik 2. Diagram Diagram adalah suatu gambaran-gambaran sederhana untuk memperlihatkan hubungan timbale balik, terutama dengan garis-garis diagram yang baik adalah sangat sederhana yakni hanya bagian-bagian terpenting saja yang diperlihatkan. Berdasarkan konsep tersebut di atas, kiranya penggunaan media diagram dalam proses pembelajaran akan sangat membantu bagi guru maupun siswa dalam menyimak materi pelajaran, karena pada dasarnya diagram merupakan ringkasan visual yang padat mengenai fakta-fakta dan gagasan yang akan diuraikan. Oleh karena diagram bersifat simbolis dan abstrak, kadang-kadang sulit dimengerti untuk dapat membaca diagram diperlukan keahlian khusus dalam bidangnya

tentang isi diagram tersebut walaupun sulit dimengerti, karena sifatnya yang padat diagram dapat memperjelas arti. Ciri-ciri diagram yang baik : Diagram rapih dan disertai dengan keterangan yang jelas, cukup besar dan ditempatkan secara strategis Penyusunannya disesuaikan dengan pola baca yang umum dari atas ke bawah atau dari kiri ke kanan. 3. Bagan Bagan merupakan media yang berisi tentang gambar-gambar keteranganketerangan, daftar-daftar dan sebagainya. Bagan digunakan untuk memperagakan pokok-pokok isi bagan secara jelas dan sederhana antara lain: perkembangan, perbandingan, struktur, organisasi, jenis-jenis media bagan antara lain : Tree chart, flow chart. 1. Bagan lambang (piktograf) Psikologi menunjukkan bahwa orang lebih cepat memilih bahan yang disajikan secara visual, singkat dan jelas. Di sekolah dengan berkembangnya teknologi alat peraga, piktograf mendapat kedudukan yang cukup penting. Piktograf biasanya berupa gambar atau lambing, yang memiliki suatu jumlah dari suatu sifat atau dari suatu hal. 2. Bagan Arus Bagan ini pada umumnya berbentuk garis-garis dengan berpanah ,bagaikan sungai yang datang dari berbagai sumber air dan mengalir ke satu arah untuk kemudian bertemu satu dengan yang lain, membentuk suatu arus besar yang menuju ke suatu muara. 3. Bagan pohon Bagan ini merupakan kebalikan dari bagan arus. Sumbernya satu dan geraknya memencar, bercabang bagai pohon yang mulai tumbuh dari satu , kemudian memencar menjadi casbang-cabang dan dahan-dahan. 4. Bagan Alir Bagan ini merupakan kebalikan dari bagan pohon. Gambarnya bersifak induktif yaitu dari yang bersifat umum kemudian diuraikan menjadi bagian-bagian

yang lebih kecil. Misalnya untuk industri mobil di Amerika bergantung pada pasar dan sumber bahan bakunya. Bahan bakunya diperoleh dari sejumlah Negara penghasil bahan baku. 5. Bagan tabel Bagan ini Merupakan gambaran rangkaian data yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat menunjukan urutan tertinggi sampai terendah atau sebaliknya, menggambarkan hubungan dan perkembangan dari tahun ke tahun. 4. Sketsa Sketsa merupakan gambar yang sederhana atau draft kasar yang melukiskan bagian-bagian pokok dari suatu bentuk gambar. 5. Poster Poster merupakan kombinasi visualisasi yang kuat dengan warna dan pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian orang lewat, tetapi cukup lama menanamkan gagasan yang berarti di dalam ingatannya (Hamalik, 1988). Media ini pada umumnya digunakan untuk mengenalkan suatu produk dari suatu perusahaan atau digunakan sebagai sarana promosi. 6. Papan Flanel Papan Flanel merupakan papan yang berlapis kain flanel untuk menyajikan gambar atau kata-kata yang mudah ditempel dan mudah pula dilepas. 7. Kartun Kartun adalah menggambarkan dalam bentuk lukisan atau karikatur tentang orang, gagasan atau situasi yang didesain untuk mempengaruhi opini masyarakat Hamalik, (1989). Dengan berasumsi pada konsep tersebut di atas, kartun dapat digunakan sebagai alat bantu proses pengajaran walaupun banyak kartun yang membuat orang-orang tersenyum, tetapi pada dasarnya kartun mempunyai manfaat dalam proses belajar mengajar terutama dalam penjelasan rangkaian bahan satu urutan logis atau mendukung makna. 8. Komik Komik merupakan suatu bentuk kartun yang mengungkapkan karakter dan memerankan suatu berita dalam urutan yang erat dihubungkan dengan gambar dan

di rancang membentuk alur cerita yang bersambung dan panjan untuk memberikan hiburan pada pembaca, Hamalik (1989). 9. Gambar Gambar merupakan media grafis paling umum digunakan karena merupakan bahasa yang umum dan dapat mudah dimengerti oleh peserta didik. Kemudahan mencerna media grafis karena sifatnya visual konkrit menampilkan objek sesuai dengan bentuk dan wujud aslinya sehingga tidak verbalistik. Kelemahan media gambar : - Gambar/foto hanya menekankan persepsi indera mata ukurannya sangat terbatas untuk kelompok besar. Kelebihan media gambar : - Sifatnya konkrit, lebih realistik dibandingkan media verbal, dapat memperjelas suatu masalah dalam bidang apapun, baik usia muda maupun tua. Dan harganya murah, tidak memerlukan peralatan khusus dalam penyampaiannya.

10. Bulletin Board Bulletin Board merupakan papan biasa tanpa dilapisi kain flanel. Gambargambar atau tulisan-tulisan biasanya langsung ditempelkan dengan menggunakan lem atau alat penempel lainnya. Tabel 2. Kelebihan Dan Kelemahan Media Grafis Kelebihan Media Grafis 1. Dapat mempermudah dan mempercepat pemahaman siswa terhadap pesan yang disajikan. 2. Dapat dilengkapi dengan warnawarna sehingga lebih menarik perhatian siswa. Kelemahan Media Grafis 1. Membutuhkan keterampilan khusus dalam pembuatannya, terutama untuk grafis yang lebih kompleks. 2. Penyajian pesan hanya berupa unsur visual. 3. Pembuatannya sulit membutuhkan kreativitas yang tinggi.

Media grafis ini merupakan media cetakan yang paling banyak dan paling sering digunakan dalam proses belajar mengajar. Media ini termasuk kategori media visual non proyeksi yang berfungsi untuk menyalurkan pesan dari pemberi ke penerima pesan. Pesan yang dituangkan dalam bentuk tulisan, huruf-huruf, gambar-gambar dan simbol yang mengandung arti disebut media grafis.

Media grafis termasuk media visual diam, sebagaimana halnya dengan media lain media grafis mempunyai fungsi untuk menyalurkan pesan dari guru kepada siswa. Saluran yang dipakai menyangkut indera penglihatan yang dituangkan ke dalam simbol-simbol yang menarik dan jelas. Media ini tidak termasuk media yang relatif murah dalam pengadaannya bila ditimbang dari segi biaya. 2.7 Media Komik Komik adalah suatu bentuk seni yang menggunakan gambar-gambar tidak bergerak yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk jalinan cerita. Biasanya, komik dicetak di atas kertas dan dilengkapi dengan teks. Komik dapat diterbitkan dalam berbagai bentuk, mulai dari strip dalam koran, dimuat dalam majalah, hingga berbentuk buku tersendiri. Definisi lain menurut Hamalik, (1985), Komik adalah gambar atau lukisan bersambung yang merupakan cerita. Komik merupakan bentuk kartun dimana perwatakan sama membentuk cerita dalam urutan gambar-gambar yang berhubungan erat yang dirancang untuk menghibur pembaca. Buku-buku komik dapat dipergunakan secara efektif oleh guru dalam usaha membangkitkan minat, mengembangkan perbendaharaan kata-kata dan keterampilan, membaca dan memperluas minat baca (Sudjana dan Rivai, 1990). Komik bukanlah sekedar buku hiburan yang biasa dibaca, komik dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. Komik sangat berkaitan erat dengan ilustrasi, kartun, dan animasi. Namun demikian, setelah menemukan bentuknya sendiri, komik memiliki kekuatan tersendiri dalam menggambarkan sebuah cerita di mana pada masing-masing frame yang mewakili suatu scene dibuat keadaan yang mendukung alur cerita. Oleh karena itu, komik yang memiliki karakter yang kuat dan populer kemudian difilmkan. Komik atau comics artinya lucu atau menggelikan karena memang awalnya komik itu berupa rangkaian cerita humor yang dimuat di koran sebagai selingan di antara isi korang yang serius. Namun demikian, dalam

perkembangannya beberapa orang kemudian membuat komik dengan melibatkan topik politik, perorangan, artis, ilustarsi dan hal-hal lain yang lebih serius.

Macam-macam Komik : a. Komik Karikatur Komik karikatur biasanya hanya berupa satu tampilan saja, dimana di dalamnya bisa terdapat beberapa gambar yang dipadu dengan tulisan-tulisan. Biasanya komik tipe kartun/karikatur ini berjenis humor (banyolan) dan editorial (kritikan) atau politik (sindiran) dapat menimbulkan sebuah arti sehingga si pembaca dapat memahami maksud dan tujuannya. Bisa dilihat pada surat kabar maupun majalah yang menampilkan gambar kartun/karikatur dari sosok tokoh tertentu.

Gambar 1. Contoh Komik Karikatur (lorco.co.id) b. Komik Strip Komik Strip (Strip comics) adalah sebuah gambar atau rangkaian gambar yang berisi cerita. Komik strip adalah rangkaian gambar dan teks yang menjelaskan ceritera. Komik strip memiliki ciri-ciri yaitu terdiri dari rangkaian gambar terpisah, gambar lebih penting dibandingkan teks, didesain untuk dicetak dan berceritera (Kunzle,1973). Sesuai dengan nama komik, maka ceriterianya mengandung hal yang lucu. Ciri komik strip antara lain : a. Terdiri dari rangkaian gambar yang mengandung cerita; b. Gambar lebih dominan dibanding dengan teks; c. Bersifat komikal; dan d. Dirancang untuk dipubikasikan.

Dalam perkembangannya, komik strip seringkali dijadikan media untuk menampilkan gambar sindiran. Rangkaian gambar yang mula pertama diperkenalkan oleh Komik strip kemudian melahirkan rangkaian gambar dalam bentuk buku yang lazim dikenal dengan nama Buku Komik. Berbeda dengan pendahulunya, buku komik tidak lagi diidentikkan dengan cerita lucu (Sofyan Salam). Komik strip ditulis dan digambar oleh seorang kartunis, dan diterbitkan secara teratur (biasanya harian atau mingguan) di surat kabar dan di internet. Biasanya terdiri dari 3 hingga 6 panel atau sekitarnya. Penyajian isi cerita juga dapat berupa humor atau banyolan atau cerita yang serius dan menarik ntuk disimak setiap periodenya hingga tamat.

Gambar 2. Contoh Komik Strip (rhavisya.wordpress.com) c. Buku Komik Rangkaian gambar-gambar, tulisan dan cerita dikemas dalam bentuk sebuah buku (terdapat sampul dan isi). Buku Komik (Comic Book) ini sering disebut sebagai komik cerita pendek, yang biasanya dalam Buku Komik berisikan 32 halaman, biasanya pada umumnya ada juga yang 48 halaman dan 64 halaman, dimana didalamnya berisikan isi cerita, iklan, dan lain-lain. 2.8 Media Kartun Kartun atau cartoon berasal dari bahasa Italia, yaitu cartone dan bahasa Belanda, karton. Pada zaman dahulu, kartun termasuk ke dalam aktivitas

menggambar, belajar sket, atau sebutan bagi banyak karya seni. Misalnya, lukisan, tapestri (tapestry), dan gambar dari kaca (stained-glass). Di masa modern, penggunaan kata kartun merujuk kepada berbagai jenis seni lukis (visual-arts) dan ilustrasi. Orang yang menggambar kartun disebut kartunis. Pendapat lain yakni menurut A.S Hornby dalam Mat Nor Husin (1988), kartun adalah lukisan tentang peristiwa sehari-hari yang digambarkan secara jenaka atau menyenangkan. Menurut Sudjana dan Rivai (1990) media kartun adalah penyajian gambar atau karikatur tentang orang, gagasan atau situasi yang didesain untuk mempengaruhi opini masyarakat. Lebih lanjut Sadiman, dkk (1985) menjelaskan, kartun adalah suatu gambaran interpretatif yang menggunakan simbol-simbol untuk menyampaikan suatu pesan secara cepat dan ringkas atau sesuatu sikap terhadap orang, situasi atau kejadian-kejadian tertentu. Sedangkan menurut Nana Sudjana dan Akhmad Rivai (2005), kartun adalah penggambaran dalam bentuk lukisan atau karikatur tentang orang, gagasan atau situasi yang didisain untuk mempengaruhi opini masyarakat. Meskipun dalam kehidupan sehari-hari kartun berfungsi untuk membuat orang tersenyum seperti halnya kartun-kartun yang dimuat di surat kabar,

majalah, dan televisi, kartun juga dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam pengajaran terutama dalam menjelaskan rangkaian isi bahan dalam suatu urutan logis atau mengandung makna. Kartun memiliki kaidah yang lebih

mengutamakan situasi dan peristiwa.kartun merupakan tingkat terakhir dari rangkaian persiapan menggambar (melukis) dalam studio tradisional pada masa renaissance. Pada tahun 1840-an, ketika praktik di studio jumlahnya makin sedikit, kartun muncul sebagai karya yang mempertajam pandangan publik terhadap setiap kejadian atau peristiwa. Kata kartun sendiri berasal dari bahasa latin cartoon yang berarti gambar lucu. Itu sudah sangat menjelaskan secara jelas sekali apa itu kartun. Kartun dibagi menjadi dua jenis umum, kartun di dunia audio-visual, seperti film kartun dan kartun yang dinikmati melalui media cetak, seperti majalah, buku, komik, juga surat kabar. Dalam perkembangannya, kartun kemudian menjadi

beberapa kategori seperti kartun gag, kartun editorial, kartun karikatur, kartun opini, kartun animasi dan kartun ilustrasi. Jenis-jenis Kartun yakni : 1. Kartun Gag adalah jenis kartun bergambar lucu yang sifatnya menghibur dan tidak ada muatan kritiknya. Kartun gag sebagai olok-olokan tanpa bermaksud mengulas suatu permaslahan atau peristiwa aktual. Kartun gag disebut dengan kartun murni, karya-karyanya biasa tampil bebas menghiasi halaman-halaman khusus humor di surat kabar, koran atau tabloid.

Gambar 3. Contoh Kartun Gag (ayumaulida22.wordpress.com) 2. Kartun Editorial merupakan kolom gambar sindiran di surat kabar yang mengomentari berita, isu yang sedang ramai dibahas di masyarakat. Di sini kartun editorial mencerminkan kebijakan budaya komunikasi masyarakat pada masanya. Kartun ini disebut kartun politik karena kartun editorial merupakan visualisasi tajuk rencana surat kabar yang membincangkan masalah politik/ peristiwa aktual.

Gambar 4. Kartun editorial (edu2000.org)

3. Kartun Karikatur adalah kartun yang telah dilukis dengan melakukan perubahan fisik /bentuk seseorang dengan membesarkan atau mengecilkan salah satu bagian dari bentuk yang ditonjolkan. Jenis kartun ini pada awalnya adalah gambar orang (wajah ) yang di lebih-lebihkan untuk menonjolkan karakter atau memunculkan sifat khas kelemahan dari seseorang. Upaya melebih-lebihkan tersebut juga untuk menkritisi serta untuk menimbulkan rasa kurang percaya orang ramai terhadap mereka atau orang tersebut karena kelemahan-kelemahannya. Namun bersifat jenaka serta mempunyai maksud yang tersirat dibalik karakter yang direformasi.

Gambar 5. Contoh Kartun Karikatur (asiaaudiovisualexc09achmadsudarno.wordpress.com) 4. Kartun Animasi adalah jenis kartun yang dapat bergerak atau hidup secara visual dan bersuara. Kartun ini terdiri dari pada susunan gambar yang dilukis dan direkam seterusnya ditayangkan ditelevisi atau film.

Gambar 6. Contoh Kartun Animasi (sciencegames.4you4free.com)

5. Kartun Opini adalah jenis kartun bergambar yang menyampaikan sebuah kritik dengan nuansa humor.

Gambar 7. Contoh Kartun Opini (rhavisya.wordpress.com) 6. Kartun Ilustrasi adalah jenis kartun seperti yang termuat dalam buku-buku atau majalah anak-anak yang mengilustrasikan suatu cerita bergambar.

Gambar 8. Contoh Kartun Ilustrasi (lorco.co.id) Ciri khas kartun yaitu : 1. Gambarnya agak ringkas 2. Sindiran yang dilebih-lebihkan 3. Tidak banyak menggunakan kata-kata 4. Pesannya lebih segar dan jelas, Mudah dipahami 5. Menggunakan perlambangan dan humor pilihan.

2.9 Media Komik-Kartun Kekuatan komik dan kartun untuk mempengaruhi seseorang, terletak pada penyederhanaan masalah dan perhatian yang sungguh-sungguh yang dapat dibangkitkan secara tajam melalui gambar-gambar yang mengandung humor. Adapun jenis media grafis komik-kartun dan rincian definisi singkatnya dijelaskan menurut bagan sebagai berikut : Gambar 9. Jenis Media Grafis Komik-Kartun Media Grafis

Grafik

Diagram

Bagan

Sketsa
Bulletin Board

Poster

Gambar

Komik

Papan Flanel

Kartun

Strip

Karikatur

Buku Komik

Editorial

Karikatur

Animasi Gag

Ilustrasi

Gabungan Komik Strip dan Kartun Gag (Komik-Kartun)

Media komik-kartun yang digunakan di sini adalah gabungan antara komik strip dengan kartun gag. Komik Strip atau Strip comics adalah sebuah gambar atau rangkaian gambar berisikan cerita humor atau banyolan atau cerita yang serius dan menarik untuk disimak setiap periodenya hingga tamat. Sedangkan Kartun gag adalah kartun yang sifatnya menghibur dan tidak ada kritikan. Dengan

demikian pengertian Media komik-kartun adalah perpaduan antara media komik dan media kartun yang tersusun atas rangkaian gambar yang keseluruhannya berisikan alur cerita ringkas atau cerita bersambung (terdapat balon ucapan) dengan penokohan kartun yang mudah dikenal dan cerita yang menarik sehingga konsep yang disediakan menjadi mudah dipahami. Contoh :
Boleh aku tebak, Asam itu seperti bau ketiakku Dan basa itu seperti air liurku Betul tidak SpongeBob??? Bicara apa kalian ini? Dasar orang aneh

Heii squidward ,kau tahu tidak Asam dan Basa itu apa?

Hemft

Hahaha Bukan Patric, Secara Umum Asam itu berasal dari bahasa latin yaitu acetum artinya cuka

Salah yah SpongeBob? Hehehe jadi malu!!!

Sedangkan Basa berasal dari bahasa arab artinya abu

Gambar 10. Contoh Gabungan Media Komik-Kartun Tabel 3. Kelebihan dan Kelemahan Media Komik-Kartun Media Komik Media Kartun Kelebihan : Kelebihan : 1. Sifatnya konkrit, lebih realistik 1. Kartun digemari anak-anak dan dibandingkan dengan media verbal dewasa. dapat menarik minat 2. Dapat memperjelas suatu masalah pembaca. dalam bidang apa saja, baik untuk 2. Menjadikan proses pembelajaran usia muda maupun tua. dan pengajaran barjalan dalam 3. Tidak memerlukan peralatan khusus suasana yang gembira. dalam penyampaiannya. 3. Kartun dapat merangsang minat 4. Menjadi media yang menarik bagi siswa, sekaligus dapat menjadikan yang membaca. pembelajaran mudah dipahami. Kelemahan : 4. Bahan kartun dapat digunakan 1. Gambar/foto hanya menekankan dalam berbagai aspek kemahiran persepsi indera mata. berbahasa. 2. Ukurannya sangat terbatas untuk Kelemahan : kelompok besar. 4. Jika tidak berhati-hati, siswa lebih 3. Pembuatan gambar dan konsep condong memperhatikan gambar ceritanya rumit. dari pada konsep materinya. 4. Harganya sedikit mahal. 5. Guru yang tidak banyak mengetahui teknik penyampaian menggunakan media kartun dapat menyebabkan siswa merasa jenuh.

2.10 Ruang Lingkup Materi 2.10.1 Teori Asam-Basa a. Teori Asam-Basa Arrhenius Menurut ilmuwan swiss yaitu Svante Arrhenius pada tahun 1807. Asam merupakan senyawa yang jika dlarutkan dalam air akan Menghasilkan ion H+. Sedangkan basa merupakan senyawa yang jika Dilarutkan dalam air menghasilkan Ion OH- . Berdasarkan jumlah ion H+ yang dapat dilepaskan, senyawa asam dapat dikelompokkan ke dalam beberapa jenis yaitu : Asam monoprotik, adalah senyawa asam yang melepaskan satu ion H+ Contoh : HCl(aq) H+ (aq) + Cl- (aq) Asam diprotik, adalah senyawa asam yang melepaskan dua ion H+ Contoh : H2SO4 (aq) 2H+ (aq) + SO42- (aq) Asam tripotik, adalah senyawa asam yang melepaskan ion H+. Contoh : H3PO4 Berdasarkan jumlah gugus OH- yang dapat diikat, senyawa basa dapat dikelompokan menjadi : Basa Monohidroksi, adalah Senyawa basa yang memiliki satu gugus OHContoh : NaOH (aq) Na+ (aq) + OH- (aq) Basa Dihidroksi, adalah Senyawa basa yang memiliki dua gugus OHContoh : Ca(OH)2(aq) Ca2+(aq) + 2OH-(aq) Basa Trihidroksi, adalah Senyawa basa yang memiliki tiga gugus OHContoh : Al(OH)3(aq) b. Teori Asam-Basa Bronsted-Lowry Pada tahun 1923, dua ilmuwan yaitu Johanes N. Bronsted dan Thomas M. Lowry mengungkapkan bahwa Asam adalah suatu zat yang dapat member proton/ donor ion H+ . Sedangkan Basa adalah zat yang dapat menerima proton/ akseptor ion H+ . Contoh : NH4+ Asam 1 + H2 O basa 2 NH3 basa 1 + H3O+ asam 2

- Pada reaksi ke kanan : Senyawa NH4+ memberikan H+ pada H2O, berarti NH4+ bersifat asam Senyawa H2O menerima H+ dari NH4+, berarti H2O bersifat basa - Pada reaksi ke kiri : Senyawa NH3 menerima H+ dari H3O+, berarti NH3 bersifat basa Senyawa H3O+ memberikan H+ pada NH3, berarti H3O+ bersifat asam c. Teori Asam-Basa Lewis Pada tahun 1868-1939 Soren Peer Lauritz Sorensen, seorang ahli Biokimia dari Denmark mengajukan penggunaan istilah pH. Angka pH suatu larutan menyatakan derajat atau tingkat keasaman larutan tersebut. Nilai pHdiperoleh dari hasil negative logaritma 10 dari konsentrasi ion H+. Dengan demikian untuk larutan asam berlaku : pH= -log [H+ ] Sedangkan analog dengan pH, untuk larutan Basa berlaku : pH= -log[OH-] 2.10 .2 Pengenalan Asam-Basa Sifat Asam-Basa suatu senyawa dapat diketahui dengan cara merasakan rasanya. Namun, pengenalan dengan cara tersebut sangat beresiko tinggi karena ada senyawa kimia yang beracun. Pengenalan senyawa asam-basa dapat dilakukan menggunakan kertas lakmus dan indikator asam-basa. Namun untuk menentukan pH dapat diukur dengan menggunakan larutan indikator, kertas pH, indikator Universal dan pH meter. 1. Kertas Lakmus Kertas lakmus adalah sejenis kertas yang berwarna memiliki fungsi untuk mengukur pH dan menentukan asam/basa suatu senyawa yang direaksikan. Ada dua macam kertas lakmus yang biasa digunakan untuk mengenali senyawa asam atau basa yaitu : 1. Kertas Lakmus merah, Lakmus merah akan berubah menjadi biru jika direaksikan dengan senyawa basa. 2. Kertas Lakmus Biru Lakmus Biru akan berubah menjadi merah jika direaksikan dengan senyawa asam.

Sedangkan jika diuji lakmus merah dan lakmus biru tidak mengalami perubahan warna. Maka larutan tersebut bersifat netral. 2. Indikator Asam-Basa Indikator asam-basa adalah suatu zat yang memberikan warna berbeda pada larutan asam atau basa. Dengan adanya perbedaan warna tersebut, indicator dapat digunakan untuk mengetahui apakah suatu zat bersifat asam atau basa. Zat indikator ada dua jenis yaitu : indikator alami (kol merah, kunyit, daun dll) dan indikator sintetis (fenolftalein, bromtimol, metil merah, metil jingga, metil ungu, metil kuning, kuning Alizarin).

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian PTK atau Penelitian Tindakan Kelas. Kasbolah (1999) mendefinisikan Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian tindakan dalam bidang pendidikan yang dilaksanakan dalam kawasan kelas dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri. Dengan tujuan ntuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat. Tahaptahap dalam PTK merupakan satu daur atau siklus yang terdiri dari : 1. Perencanaan 2. Pelaksanaan Tindakan 3. Observasi 4. Refleksi 3.2 Subjek Penelitian Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 9 Kota Bengkulu T.A 2010/2011 yang berjumlah 40 orang siswa. 3.3 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI IPA SMA Negeri 9 Kota Bengkulu pada semester genap T.A 2010/2011 dalam waktu Tiga Kali Pertemuan. 3.4 Variabel Penelitian Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan media grafis komikkartun, yang dilakukan oleh peneliti pada waktu mengajar mata pelajaran kimia pokok bahasan larutan asam-basa. Sedangkan variabel terikatnya adalah proses dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran kimia pada pokok bahasan larutan

asam-basa. Variabel ini diukur setelah penggunaan media grafis komik-kartun selesai dilaksanakan pada akhir pokok bahasan melalui tes (essai). 3.5 Prosedur Penelitian Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau classroom action research, menerapkan metode penyampaian informasi. Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus, tiap siklus dilaksakan sesuai dengan perubahan yang ingin dicapai. Prosedurnya terdiri dari 4 tahap yaitu : (1) Perencanaan Tindakan, (2) Pelaksanaan tindakan, (3) Observasi, dan (4) refleksi. Gambar 12. Tahap Prosedur Penelitian Perencanaan Pelaksanaan Observasi Refleksi Perencanaan Lanjutan Pelaksanaan Observasi Refleksi SIKLUS SELANJUTNYA 3.5.1 Refleksi Awal Pada tahap ini dilakukan refleksi awal yaitu dengan mengadakan observasi awal di kelas XI IPA SMA Negeri 9 Kota Bengkulu. Observasi awal tersebut berupa wawancara terhadap guru mata pelajaran kimia mengenai proses belajar mengajar di dalam kelas untuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang terjadi di dalam kelas selama proses belajar mengajar khusus mata pelajaran kimia. Hal ini dimaksudkan agar peneliti dapat menentukan tindakan yang tepat untuk dapat menerapkan media grafis komik-kartun dalam pengajaran kimia yang Siklus II Siklus I

dapat mengaktifkan siswa dalam proses belajar mengajar di kelas dan meningkatkan hasil belajarnya. Dari refleksi awal tersebut didapat bahwa hasil belajar siswa masih rendah, yaitu nilai rata-rata ujian blok pada pokok bahasan larutan asam-basa yaitu 62,5 T.A 2008/2009 dan 64,3 T.A 2009/2010. 3.5.2 Pelaksanaan Tindakan Pada tahapan ini, pembelajaran dilakukan tiga siklus. Setiap siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang ingin dicapai sesuai dengan faktorfaktor yang diselidiki yaitu untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. SIKLUS I 1. Perencanaan (planning) Rencana tindakan disusun berdasarkan hasil refleksi yang dilakukan pada tahap refleksi awal. Kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan adalah : 1. 2. Menyusun silabus pengajaran sub pokok bahasan titrasi asam-basa. Menyusun dan merancang skenario pembelajaran berdasarkan Rencana Pelaksanaan Pengajaran (RPP) siklus I dengan sub pokok teori asam-basa. 3. Skenario pembelajaran dengan media grafis komik-kartun dimulai dari tahap pendahuluan yang terdiri dari melakukan apersepsi, memberikan motivasi dan menyampaikan tujuan pembelajaran pada siswa. 4. 5. Menyiapkan media pembelajaran yaitu media grafis komik-kartun. Menyiapkan lembar observasi guru dan keaktifan siswa yang digunakan untuk mengamati proses pembelajaran dan aktivitas guru yang kemudian dijadikan pedoman untuk memperbaiki proses belajar mengajar pada siklus berikutnya. 6. Menyiapkan lembar observasi siswa yang digunakan untuk mengamati proses pembelajaran dan aktivitas siswa untuk mengetahui keaktifan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. 7. Menyiapkan perangkat pembelajaran dengan menggunakan media grafis komik-kartun. 8. 9. Mempersiapkan rubrik penilaian lembar observasi guru. Mempersiapkan rubrik penilaian lembar observasi siswa .

10. Mempersiapkan alat evaluasi atau tes siklus I berupa tes pilihan ganda, untuk melihat aktifitas belajar siswa selama proses belajar mengajar berlangsung dan melihat kemampuan guru dalam mengolah pembelajaran. 11. Membuat kunci jawaban dan rubrik penilaian tes siklus I. 12. Mempersiapkan Pekerjaan Rumah (PR) siklus I. 13. Membuat kunci jawaban dan rubrik penilaian PR siklus I. 2. Pelaksanaan Tindakan (action) Tindakan pelaksanaan sesuai dengan skenario pembelajaran yang telah dirancang. Langkah-langkah yang dilakukan untuk pelaksanan siklus I adalah : a. Menyampaikan tujuan pembelajaran kepada siswa. b. Melakukan apersepsi yaitu dengan mengajukan pertanyaan prasyarat pada siswa. c. Memotivasi siswa dengan pertanyaan (masalah). d. Pelaksanaan pembelajaran dengan media grafis komik-kartun. e. Menjelaskan percobaan laboratorium dengan menggunakan media gambar sebelum melakukan praktikum. f. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang telah disampaikan. g. Membantu menjawab atau menyelesaikan permasalahan siswa. h. Mengajak siswa Menyimpulkan materi yang telah dipelajari. i. Mengadakan tes siklus I. j. Memberikan PR siklus I. 3. Pengamatan (observation) Kegiatan observasi ini dilakukan pengamat yang dilaksanakan secara bersamaan dengan pelaksanaan tindakan atau pembelajaran di kelas dengan menggunakan lembar observasi aktivitas guru dan lembar observasi aktivitas siswa guna pengumpulan data yang diperlukan. Kegiatan observasi pada hakekatnya adalah kegiatan mengontrol dan menilai kesesuaian rencana pembelajaran dengan pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. Observasi ini dilaksanakan oleh peneliti sendiri, guru kimia kelas XI IPA SMA Negeri 9 dan teman sejawat.

4. Refleksi (reflection) Semua data yang didapat dari tahap observasi dikumpulkan dan dianalisis untuk mengetahui apakah kegiatan yang dilakukan telah sesuai dengan rencana. Data yang didapat dari tes siklus I dianalisis secara kuantitatif (nilai rata-rata, daya serap dan ketuntasan belajar). Kemudian dianalisis dengan deskriptif. Guru dapat merefleksi diri dengan melihat data hasil observasi dan tes untuk mengukur keberhasilan pelaksanaan siklus I yang akan digunakan sebagai acuan untuk merencanakan tindakan dalam siklus berikutnya. Siklus II Pelaksanaan proses pembelajaran pada siklus kedua ini berdasarkan pada hasil refleksi siklus sebelumnya, yaitu pada siklus pertama. 1. Perencanaan (planning) Rencana tindakan disusun berdasarkan hasil refleksi yang dilakukan pada siklus I. Kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan adalah : 1. Menyusun silabus pengajaran materi larutan asam-basa. 2. Menyusun dan merancang skenario pembelajaran berdasarkan Rencana Pelaksanaan Pengajaran (RPP) siklus I dengan sub pokok kurva titrasi. 3. Skenario pembelajaran dengan media grafis komik-kartun dimulai dari tahap pendahuluan yang terdiri dari melakukan apersepsi, memberikan motivasi dan menyampaikan tujuan pembelajaran pada siswa. 4. Menyiapkan media pembelajaran yaitu media grafis komik-kartun. 5. Menyiapkan lembar observasi guru dan keaktifan siswa yang digunakan untuk mengamati proses pembelajaran dan aktivitas guru yang kemudian dijadikan pedoman untuk memperbaiki proses belajar mengajar pada siklus berikutnya. 6. Menyiapkan lembar observasi siswa yang digunakan untuk mengamati proses pembelajaran dan aktivitas siswa untuk mengetahui keaktifan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. 7. Menyiapkan perangkat pembelajaran dengan menggunakan media grafis komik-kartun. 8. Mempersiapkan rubrik penilaian lembar observasi guru.

9. Mempersiapkan rubrik penilaian lembar observasi siswa. 10. Mempersiapkan alat evaluasi atau tes siklus II berupa tes pilihan ganda, untuk melihat aktifitas belajar siswa selama proses belajar mengajar berlangsung dan melihat kemampuan guru dalam mengolah pembelajaran. 11. Membuat kunci jawaban dan rubrik penilaian tes siklus II. 12. Mempersiapkan Pekerjaan Rumah (PR) siklus II. 13. Membuat kunci jawaban dan rubrik penilaian PR siklus II. 2. Pelaksanaan Tindakan (action) Tindakan pelaksanaan sesuai dengan skenario pembelajaran yang telah dirancang. Langkah-langkah yang dilakukan untuk pelaksanan siklus II adalah: a. Menyampaikan tujuan pembelajaran kepada siswa. b. Melakukan apersepsi yaitu dengan mengajukan pertanyaan prasyarat pada siswa. c. Memotivasi siswa dengan pertanyaan (masalah). d. Pelaksanaan pembelajaran dengan media grafis komik-kartun. e. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang telah disampaikan. f. Membantu menjawab atau menyelesaikan permasalahan siswa. g. Mengajak siswa Menyimpulkan materi yang telah dipelajari. h. Mengadakan tes siklus II. i. Memberikan PR siklus II. 3. Pengamatan (observation) Kegiatan observasi ini dilakukan pengamat yang dilaksanakan secara bersamaan dengan pelaksanaan tindakan atau pembelajaran di kelas dengan menggunakan lembar observasi aktivitas guru dan lembar observasi aktivitas siswa guna pengumpulan data yang diperlukan. Kegiatan observasi pada hakekatnya adalah kegiatan mengontrol dan menilai kesesuaian rencana pembelajaran dengan pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. Observasi ini dilaksanakan oleh peneliti sendiri, guru kimia kelas XI IPA SMA Negeri 9 dan teman sejawat.

4. Refleksi (reflection) Semua data yang didapat dari tahap observasi dikumpulkan dan dianalisis untuk mengetahui apakah kegiatan yang dilakukan telah sesuai dengan rencana. Data yang didapat dari tes siklus II dianalisis secara kuantitatif (nilai rata-rata, daya serap dan ketuntasan belajar). Kemudian dianalisis dengan deskriptif. Guru dapat merefleksi diri dengan melihat data hasil observasi dan tes untuk mengukur keberhasilan pelaksanaan siklus II yang akan digunakan sebagai acuan untuk merencanakan tindakan dalam siklus berikutnya. Siklus III Pelaksanaan proses pembelajaran pada siklus ketiga ini berdasarkan pada hasil refleksi siklus sebelumnya, yaitu pada siklus kedua. 1. Perencanaan (planning) Rencana tindakan disusun berdasarkan hasil refleksi yang dilakukan pada siklus II. Kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan adalah : 1. 2. Menyusun silabus pengajaran materi larutan asam-basa. Menyusun dan merancang skenario pembelajaran berdasarkan Rencana Pelaksanaan Pengajaran (RPP) siklus III dengan sub pokok teori asam-basa Bronsted-Lowry dan Lewis. 3. Skenario pembelajaran dengan media grafis komik-kartun dimulai dari tahap pendahuluan yang terdiri dari melakukan apersepsi, memberikan motivasi dan menyampaikan tujuan pembelajaran pada siswa. 4. 5. Menyiapkan media pembelajaran yaitu media grafis komik-kartun. Menyiapkan lembar observasi guru dan keaktifan siswa yang digunakan untuk mengamati proses pembelajaran dan aktivitas guru yang kemudian dijadikan pedoman untuk memperbaiki proses belajar mengajar pada siklus berikutnya. 6. Menyiapkan lembar observasi Siswa yang digunakan untuk mengamati proses pembelajaran dan aktivitas siswa untuk mengetahui keaktifan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. 7. Menyiapkan perangkat pembelajaran dengan menggunakan media grafis komik-kartun.

8. 9.

Mempersiapkan rubrik penilaian lembar observasi guru. Mempersiapkan rubrik penilaian lembar observasi siswa.

10. Mempersiapkan alat evaluasi/ tes siklus III berupa tes pilihan ganda, untuk melihat aktifitas belajar siswa selama proses belajar mengajar berlangsung dan melihat kemampuan guru dalam mengolah pembelajaran. 11. Membuat kunci jawaban dan rubrik penilaian tes siklus III. 12. Mempersiapkan Pekerjaan Rumah (PR) siklus III 13. Membuat kunci jawaban dan rubrik penilaian PR siklus III. 2. Pelaksanaan Tindakan (action) Tindakan pelaksanaan sesuai dengan skenario pembelajaran yang telah dirancang. Langkah-langkah yang dilakukan untuk pelaksanan siklus III adalah: a. Menyampaikan tujuan pembelajaran kepada siswa. b. Melakukan apersepsi yaitu dengan mengajukan pertanyaan prasyarat pada siswa c. Memotivasi siswa dengan pertanyaan (masalah). d. Pelaksanaan pembelajaran dengan media grafis komik-kartun. e. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang telah disampaikan. f. Membantu menjawab atau menyelesaikan permasalahan siswa. g. Mengajak siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari. h. Mengadakan tes siklus III. i. Memberikan PR siklus III. 3. Pengamatan (observation) Kegiatan observasi ini dilakukan pengamat yang dilaksanakan secara bersamaan dengan pelaksanaan tindakan atau pembelajaran di kelas dengan menggunakan lembar observasi aktivitas guru dan lembar observasi aktivitas siswa guna pengumpulan data yang diperlukan. Kegiatan observasi pada hakekatnya adalah kegiatan mengontrol dan menilai kesesuaian rencana pembelajaran dengan pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. Observasi ini dilaksanakan oleh peneliti sendiri, guru kimia kelas XI IPA SMA Negeri 9 dan teman sejawat.

4. Refleksi (reflection) Semua data yang didapat dari tahap observasi dikumpulkan dan dianalisis untuk mengetahui apakah kegiatan yang dilakukan telah sesuai dengan rencana. Data yang didapat dari tes siklus III dianalisis secara kuantitatif (nilai rata-rata, daya serap dan ketuntasan belajar). Kemudian dianalisis dengan deskriptif. Guru dapat merefleksi diri dengan melihat data hasil observasi dan tes untuk mengukur keberhasilan pelaksanaan siklus III. 3.6 Instrumen Penelitian Insrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Untuk dapat mengetahui hasil belajar siswa pada siswa yang diajar dengan media grafis komik-kartun, Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Lembar Observasi Observasi atau yang disebut pengamatan meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan alat indera (Arikunto, 2002). Observasi dilakukan secara langsung oleh peneliti dan pengamat terhadap kegiatan proses pembelajaran di kelas dengan menggunakan lembar observasi sebagai instrumen pengamatan. Lembar observasi yang digunakan adalah lembar observasi guru dan lembar observasi siswa. Lembar observasi guru digunakan untuk mengamati aktivitas guru dalam proses belajar mengajar dengan media grafis komik-kartun. Hasil dari observasi dijadikan pedoman untuk perbaikan proses belajar mengajar pada siklus berikutnya. Lembar observasi siswa digunakan untuk melihat aktivitas siswa selama proses belajar mengajar berlangsung pada setiap siklus. 2. Lembar Tes Tes merupakan serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok (Arikunto, 2002). Instrumen tes yang digunakan adalah tes siklus untuk mengetahui kemampuan kognitif siswa dalam menyelesaikan soal-soal kimia berbentuk uraian.

3.7 Teknik Pengumpulan Data Untuk mengumpulkan data tentang upaya yang dilakukan untuk mencapai hasil yang dicapai dilaksanakan dengan wawancara, lembar observasi guru, lembar observasi siswa, dan angket (kuisioner) siswa terhadap penggunaan media grafis komik-kartun. Sedangkan lembar tes digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa. 3.8 Teknik Analisis Data 3.8.1 Analisa Lembar Observasi Data observasi digunakan untuk merefleksikan tindakan yang telah dilakukan secara deskriptif pada setiap siklus dan diolah secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung rata-rata skor pengamat (Sudjana, 1989). Penilaian dan kisaran nilai untuk setiap kategori menggunakan persamaan berikut:

a. Lembar Observasi Aktivitas Guru Skor tertinggi tiap butir soal yaitu 3, sedangkan jumlah butir soal ada 12 buah butir soal. Maka skor tertinggi adalah 36.

Rata rata skor nilai

Jumlah skor Jumlah pengamat


skor tertinggi tiap observasi skor terendah tiap observasi

Skor tertinggi = Jumlah butir observasi Skor terendah = Jumlah butir observasi

Selisih skor = Skor tertinggi Skor terendah

Interval kriteria

selisih skor ( Depdiknas,2004) Jumlah kriteria penilaian

Tabel 4. Kriteria pengamatan observasi guru Interval 12 19 20 27 28 36 Kriteria Kurang Cukup Baik

b. Lembar Observasi Aktivitas siswa Skor tertinggi tiap butir soal yaitu 3, sedangkan jumlah butir soal ada 12 buah butir soal. Maka skor tertinggi adalah 36.
Rata rata skor nilai Jumlah skor Jumlah pengamat

Skor tertinggi = Jumlah butir observasi Skor terendah = Jumlah butir observasi

skor tertinggi tiap observasi skor terendah tiap observasi

Selisih skor = Skor tertinggi Skor terendah

Interval kriteria

selisih skor ( Depdiknas, 2004) Jumlah kriteria penilaian

Tabel 5. Kriteria pengamatan observasi guru Interval 12 19 20 27 28 - 36 3.9 Hasil Analisa Tes a. Data Tes Tes dianalisa dengan menggunakan nilai individu, nilai rata-rata siswa, dan kriteria ketuntasan belajar berdasarkan penilaian pada acuan dan patokan. Menurut Depdiknas (2003), secara klasikal proses belajar mengajar dikatakan tuntas apabila di kelas memperoleh nilai 67 sebanyak 85%. 3.9.1 Nilai Siswa Kriteria Kurang Cukup Baik

Untuk mengetahui nilai siswa dapat ditentukan dengan menggunakan rumus :

Keterangan: X = nilai siswa B = jumlah jawaban benar N = jumlah soal

3.9.2 Nilai rata-rata siswa


X X N

( Sudjana, 1998 )

Keterangan :
X

= Jumlah rata-rata siswa

X = Jumlah nilai
N = Jumlah siswa

3.9.3 Daya Serap Individu

3.9.4 Daya Serap Klasikal

Ds

Ns 100% S NI

Keterangan : Ds = Daya serap S = Jumlah siswa NI = Nilai tertinggi Ns = Jumlah nilai seluruh siswa Daya serap dikatakan meningkat apabila daya serap siswa pada siklus I lebih besar dari siklus I dan daya serap pada siklus III lebih besar dari pada siklus II (Ds3>Ds2>Ds1). 3.9.5 Ketuntasan Belajar Klasikal Untuk menentukan ketuntasan belajar siswa dapat menggunakan rumus :

KB

Ns 100% N

Keterangan : KB N Ns = Ketuntasan Belajar = Jumlah siswa = Jumlah siswa yang mendapat nilai 67

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Refleksi Awal Sebelum melakukan penelitian dengan menggunakan media grafis jenis komik-kartun, peneliti terlebih dahulu melaksanakan observasi awal di kelas XI IPA SMA Negeri 9 Kota Bengkulu yang dilakukan pada tanggal 31 Januari-14 Februari 2011. Dimana siswa berjumlah 40 orang yang terdiri dari 28 perempuan dan 12 laki-laki. Observasi awal ini dilakukan untuk mengetahui permasalahan pembelajaran yang terjadi di SMA Negeri 9 Kota Bengkulu. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi guru dan lembar observasi siswa dan wawancara langsung pada guru mata pelajaran yang bersangkutan. 4.1.2 Observasi Awal Sebelum melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan media grafis jenis komik-kartun di SMA Negeri 9 Kota Bengkulu, terlebih dahulu dilakukan kegiatan pra tindakan atau observasi awal yang bertujuan untuk menemukan kendala-kendala dalam proses pembelajaran serta metode

pembelajaran yang sering digunakan oleh guru. Pada observasi awal ini juga dilakukan pengamatan terhadap kelas yang akan digunakan penggunaan media grafis jenis komik-kartun yaitu kelas XI IPA. Berdasarkan hasil pengamatan ditemukan bahwa dalam menyampaikan materi pelajaran guru hanya menerapkan model pembelajaran langsung atau ceramah tanpa menggunakan metode, model pembelajaran atau media yang bervariasi. Hal ini diterapkan untuk mata pelajaran yang bersifat teori sedangkan siswa akan berperan aktif ketika mereka melakukan kegiatan praktikum sesuai dengan jurusan mereka. Pada kegiatan observasi ini juga dilaksanakan tes awal dengan tipe soal Essai sebanyak 5 soal yang bertujuan untuk mengetahui pengetahuan awal siswa tentang konsep. Setelah dianalisis diperoleh hasil tes awal dengan nilai rata-rata yaitu 65,9. Nilai tertinggi adalah 77 dan terendah adalah 55. Data tes awal menunjukkan bahwa kemampuan siswa kelas XI IPA masih sangat rendah

dibuktikan dengan nilai rata-rata tes 65,9. Pemahaman siswa tentang pokok bahasan larutan asam basa masih sangat kurang. Melihat permasalahan yang ada, maka peneliti mencoba untuk mengadakan perbaikan-perbaikan dalam proses pembelajaran kimia. Salah satu cara yang digunakan adalah dengan menggunakan media grafis jenis komik-kartun. Diharapkan dengan menggunakan media grafis komik-kartun dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar kimia siswa di kelas XI IPA SMA Negeri 9 Kota Bengkulu. 4.1.3 Rencana Tindakan Berdasarkan hasil observasi awal dapat diketahui bahwa dalam

pembelajaran kimia siswa belum aktif perhatian siswa terhadap pembelajaran kimia masih belu maksimal. Untuk itu perlu dilakukan upaya perbaikan pembelajaran dengan menggunakan media grafis jenis komik-kartun. 4.1.4 Pelaksanaan Tindakan Setelah kegiatan rencana tindakan, pelaksanaan tindakan dilakukan dengan menggunakan media grafis jenis komik-kartun pada pokok bahasan larutan asambasa. Pelaksanaan tindakan dilakukan 3 siklus yang masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu: Perencanaan (Planning), Pelaksanaan tindakan (Acting), Pengamatan (Observation), dan Refleksi (Reflection). Siklus I Pembelajaran pada siklus I dilaksanakan dengan menggunakan media grafis jenis komik-kartun pada sub pokok bahasan titrasi asam-basa. Berdasarkan rancangan penelitian (PTK) bahwa setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu: 1) Perencanaan (planning) Dalam upaya perbaikan pembelajaran kimia siswa di kelas XI IPA SMA N 9 Kota Bengkulu. Maka persiapan pengajaran yaitu : 1. Menyusun silabus pengajaran materi larutan asam-basa. 2) Skenario pembelajaran siklus I dengan media grafis komik-kartun dimulai dari tahap pendahuluan yang terdiri dari melakukan apersepsi, memberikan motivasi dan menyampaikan tujuan pembelajaran pada siswa. tahap perencanaan yang dilakukan dalam kegiatan

3) Menyusun dan merancang silabus dan Rencana Pelaksanaan Pengajaran (RPP) siklus I dengan sub pokok titrasi asam-basa. 4) Menyiapkan media pembelajaran yaitu media grafis komik-kartun. 5) Menjelaskan percobaan laboratorium dengan menggunakan media gambar sebelum melakukan praktikum. 6) Menyiapkan lembar observasi guru dan lembar observasi siswa untuk mengamati aktivitas guru dan siswa selama PBM berlangsung. 7) Memperiapkan lembar Diskusi Siswa (LDS) siklus I 8) Membuat kunci jawaban LDS silus I 9) Mempersiapkan post tes siklus I berupa essai 5 soal 10) Membuat kunci jawaban post tes dan rubrik penilaian Post-tes siklus I. 11) Mempersiapkan Pekerjaan Rumah (PR) siklus I. 12) Membuat kunci jawaban dan rubrik penilaian PR siklus I. 2) Pelaksanaan Tindakan (acting) Pelaksanaan tindakan untuk siklus I ini dilaksanakan pada hari rabu pada tanggal 02 Februari 2011 pukul 10.45 - 12.15 WIB di kelas XI IPA SMA Negeri 9 Kota Bengkulu. Adapun materi yang dipelajari adalah sub pokok bahasan titrasi asam-basa. Tindakan yang telah dilaksanakan mengacu pada skenario pembelajaran yang telah dibuat dengan menggunakan media grafis jenis komikkartun mengacu pada skenario pembelajaran siklus I dengan tahap-tahap yaitu : a. Pendahuluan 1. Melakukan apersepsi yaitu dengan mengajukan pertanyaan prasyarat pada siswa. 2. Memotivasi siswa dengan pertanyaan (masalah) b. Kegiatan Inti 3. Pelaksanaan pembelajaran dengan media grafis komik-kartun. 4. Membimbing siswa membentuk kelompok kerja 5. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang telah disampaikan. 6. Membantu menjawab atau menyelesaikan permasalahan siswa. 7. Membagikan Lembar Diskusi Siswa (LDS) siklus I

8. Membimbing siswa mengerjakan LDS siklus I 9. Meminta perwakilan siswa menjawab soal untuk masing-masing kelompok dan mempresentasikannya di depan kelas. c. Kegiatan Akhir 10. Mengajak siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari. 11. Mengadakan post tes siklus I. 12. Memberikan PR siklus I. 3) Pengamatan (Observation) a. Observasi Aktivitas Guru Siklus I Pengamatan dilakukan dengan mengisi lembar observasi guru oleh dua orang pengemat yaitu guru mata pelajaran kimia dan mahasiswa pendidkan kimia atau rekan sejawat. Pengamat memberikan penilaian berdasarkan kriteria pengamatan pada aspek-aspek pengamatan dalam lembar observasi guru dengan rentang nilai 1 s.d 3 yaitu 1 (kurang), 2 (cukup) dan 3 (baik). Dengan berpedoman pada lembar observasi kegiatan guru yang menunjukkan bahwa kemampuan guru pada proses pembelajaran menggunakan media grafis jenis komik-kartun pada siklus I berada pada kriteria baik. Data aktivitas pembelajaran dapat dilihat pada tabel 6, untuk data lebih lengkap terdapat pada lampiran 12:
Tabel.6 Hasil Analisis Data Observasi Aktivitas Guru Siklus I Secara Keseluruhan

No. 1 2

Pengamat Pengamat 1 Pengamat 2 Total skor Rata-rata skor Kriteria penilaian

Skor 30 31 61 30,5 Baik

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa skor observasi aktivitas guru pada siklus I menurut pengamat 1 sebesar 30 dan pengamat 2 sebesar 31. Sehingga pada pembelajaran titrasi asam-basa dengan menggunakan media grafis jenis komik-kartun secara keseluruhan diperoleh total skor 61 dengan rata-rata 30,5 berada dalam kategori baik.

Walaupun tergolong dalam kategori baik, namun jika dilihat dari lembar observasi yang dinilai oleh dua pengamat, ternyata mash ditemukan beberapa item dari lembar observasi dengan kriteria cukup, yaitu : 1. Guru kurang memusatkan perhatian siswa pada konsep yang diajarkan dengan memberikan pertanyaan, karena sebagian siswa masih ada yang mengobrol. 2. Guru kurang memberikan waktu kepada siswa untuk memperhatikan tampilan di layar. 3. Guru kurang menampilkan materi dengan jelas, karena tampilan gambar kurang jelas, warna pada tulisan kurang jelas. 4. Guru tidak menunjuk kelompok secara acak untuk mempresentasikan hasil diskusinya. 5. Guru kurang membimbing siswa dalam menarik kesimpulan pada LDS. b. Observasi Aktivitas Siswa Siklus I Berdasarkan pada lembar observasi kegiatan siswa menunjukkan bahwa aktivitas siswa pada proses pembelajaran menggunakan media grafis jenis komikkartun pada siklus I berada pada kriteria baik. Data aktivitas pembelajaran dapat dilihat pada tabel 7, untuk data lebih lengkap terdapat pada lampiran 13 :
Tabel. 7 Hasil Analisis Data Observasi Aktivitas Siswa Siklus I Secara Keseluruhan

No. 1 2

Pengamat Pengamat 1 Pengamat 2 Total skor Rata-rata skor Kriteria penilaian

Skor 28 28 56 28 Baik

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa skor observasi aktivitas siswa paada siklus I menurut pengamat 1 sebesar 28 dan menurut pengamat 2 sebesar 28. Sehingga pada pembelajaran materi titrasi asam-basa dengan menggunakan media grafis jenis komik-kartun secara keseluruhan diperoleh total skor 56 dengan rata-rata 28 termasuk dalam kategori baik. Walaupun tergolong dalam kategori baik, namun jika dilihat dari lembar observasi yang dinilai oleh dua pengamat, ternyata mash ditemukan beberapa item dari lembar observasi dengan kriteria cukup, yaitu :

1. Siswa kurang memperhatikan tampilan di layar karena sebagian siswa masih mengobrol dengan teman sebangku. 2. Siswa kurang memperhatikan guru menjelaskan materi dengan menggunakan komputer dan LCD. 3. Siswa dalam kelompoknya kurang mendiskusikan dan menjawab

permasalahan yang ada di LDS karena ada sebagian siswa yang mengerjakan LDS kelompok lainnya. 4. Siswa mempresentasikan hasil diskusi yang ada di LDS namun tidak di tanggapi oleh kelompok lain. 5. Siswa dalam membuat kesimpulan kurang berdasarkan indikator

pembelajaran. c. Observasi Media Grafis Komik-Kartun Penggunaan media grafis jenis komik-kartun dalam pembelajaran sangat membantu guru dan siswa dalam memahami materi pembelajaran. Namun apabila dilihat dari lembar observasi yang dinilai dari dua pengamat ternyata masih ditemukan beberapa item dalam kriteria cukup yaitu : Tampilan gambar terlalu mencolok, warna pada tulisan kurang jelas, huruf yang digunakan terlalu kecil. d. Hasil Nilai Akhir Siklus I Penilaian hasil pembelajaran pada siklus I merupakan gabungan dari hasil post-tes (50%), presentasi (25%) dan LDS (25%). Tes ini berbentuk uraian yang berjumlah 5 soal. Pembelajaran pada akhir siklus I nilai rata-rata siswa adalah 67,73, masih butuh perbaikan pada siklus berikutnya. Hasil belajar kognitif siswa tersebut ditinjau dari nilai rata-rata siswa, daya serap siswa, dan ketuntasan belajar siswa. Data hasil belajar siswa siklus I dapat dilihat pada tabel 8, untuk data lebih lengkap terdapat pada lampiran 14 dan 15:
Tabel. 8 Data Hasil Pembelajaran Siklus I

Skor
RataRata Daya Serap

Jumlah Siswa
Ketuntasan Belum Peserta Tuntas Klasikal Tuntas B Kategori C K

Ket. Belum tuntas secara klasikal

67,36

81,65%

52,5%

40

21

19

Dari tabel di atas terlihat pada siklus I diperoleh nilai tertinggi 82,5, nilai terendah 56,25 dan rata-rata nilai akhir siklus I adalah 67,36. Daya serap sebesar 81,65% dengan ketuntasan belajar sebesar 52,5%. Hal ini menunjukkan hasil belajar pada siklus I belum tuntas karena dari 40 siswa ternyata yang mendapatkan nilai 67 ada 21 orang dan ketuntasan belajar sebesar 52,5%.

Sedangkan pembelajaran dinyatakan tuntas apabila 85% dari jumlah siswa telah mendapat nilai 67 sesuai dengan KKM yang telah ditetapkan oleh SMA Negeri 9 Kota Bengkulu. 4) Refleksi (reflection) a. Refleksi Aktivitas Guru Siklus I Setelah pelaksanaan proses belajar mengajar dengan menggunakan media grafis jenis komik-kartun, pada akhir siklus diadakan refleksi terhadap hasil-hasil yang telah diperoleh baik dari lembar observasi maupun dari tes siklus I. Proses pembelajaran dengan menggunakan media grafis jenis komik-kartun pada siklus I masih membutuhkan perbaikan untuk siklus selanjutnya. Adapun kekurangankekurangan-kekurangan dan perbaikan-perbaikan yang perlu dilakukan untuk siklus selanjutnya yaitu : Tabel. 9 Refleksi Aktivitas Guru
No.

Pelaksanaan Siklus I Perbaikan Siklus I Guru kurang memusatkan perhatian -Guru memberikan pertanyaan, siswa pada konsep yang diajarkan. kepada siswa yang mengobrol. -Guru membesarkan suaranya agar siswa yang duduk di belakang dapa mendengar jelas Guru kurang memberikan waktu -Guru mengajar tidak terburu-buru kepada siswa untuk memperhatikan saat menampilkan slide. tampilan di layar. -Saat slide ditampilkan, guru menjelaskan materi lebih rinci lagi. Guru kurang menampilkan materi -Materi pada konsep diperbaiki dengan jelas, karena slide yang lebih dominan dari pada gambar digunakan terlalu mencolok dan -Slide diperbaiki dengan huruf yang digunakan terlalu kecil mengecilkan gambar yang terlalu mencolok -Huruf pada slide diperbesar dan diperjelas

b. Refleksi Aktivitas Belajar Siswa Siklus I


Tabel. 10 Refleksi Aktivitas Guru No.

Pelaksanaan Siklus I Siswa kurang memperhatikan tampilan di layar sehingga siswa mengalihkan perhatian dari apa yang disampaikan oleh guru.

Siswa kurang mendiskusikan dan menjawab permasalahan yang ada di LDS dan diharapkan guru lebih membimbing siswa dalam mengerjakan LDS

Perbaikan Siklus I -Guru membesarkan suaranya agar siswa kembali fokus pada materi - Guru mengajar tidak terburu-buru saat menampilkan slide. -Saat slide ditampilkan, guru menjelaskan materi lebih rinci lagi. -Guru membimbing siswa mengerjakan LDS -Menanyakan kepada siswa yang kesulitan -Memeriksa setiap kelompok saat diskusi berlangsung. -Membantu memecahkan solusi pada kelompok yang kesulitan menjawab LDS

c. Refleksi Media Grafis Jenis Komik-Kartun


Tabel. 11 Refleksi Media Grafis Komik-Kartun Siklus I No.

Pelaksanaan Siklus I Tampilan gambar terlalu jelas disebabkan oleh warna gambar yang terlalu kontras dan ukuran gambar yang terlalu besar sehingga siswa lebih fokus pada gambar.

Perbaikan Siklus I -Gambar pada slide diperkecil -Warna pada gambar diperbaiki agar tidak terlalu kontras -konsep materi diperbesar atau di dominasi

Warna tulisan kurang jelas, semua -Warna tulisan diperjelas disesuaikan siswa yang berada di dalam kelas dengan warna background. kesulitan melihat dengan jelas tulisan yang disajikan oleh guru Huruf yang terlalu kecil membuat -Ukuran huruf diperbesar siswa sulit untuk membaca materi -Konsep materi dibuat mendominasi dibanding gambar

Siklus II Pembelajaran pada siklus II dilaksanakan dengan menggunakan media grafis jenis komik-kartun pada sub pokok bahasan kurva titrasi dan perhitungan titrasi asam basa. Berdasarkan rancangan penelitian (PTK) bahwa setiap siklus terdiri dari :

1. Perencanaan (planning) Berdasarkan hasil refleksi siklus I maka dilakukan kembali kegiatan persiapan pengajaran pada siklus II yaitu : 1. Menyusun skenario pembelajaran siklus II dengan media grafis komik-kartun. 2. Menyusun dan merancang silabus dan Rencana Pelaksanaan Pengajaran (RPP) siklus II dengan materi kurva titrasi dan perhitungan titrasi asam basa. 3. Menyiapkan media pembelajaran yaitu media grafis komik-kartun siklus II 4. Memberikan materi dengan jelas dan rinci serta lebih memusatkan perhatian lebih pada siswa. 5. Menyiapkan lembar observasi guru dan lembar observasi siswa 6. Mempersiapkan Lembar Diskusi Siswa dan membuat kunci jawabannya. 7. Membimbing siswa mengerjakan LDS. 8. Menanyakan kepada siswa yang kesulitan memahami materi. 9. Memeriksa setiap kelompok saat diskusi berlangsung. 10. Membantu memecahkan masalah pada kelompok yang mengalami kesulitan menjawab LDS. 11. Membimbing siswa menarik kesimpulan yang ada dalam LDS. 12. Mempersiapkan post test siklus II berupa essai 5 soal dan membuat kunci jawabannya. 13. Mempersiapkan Pekerjaan Rumah (PR) dan membuat kunci jawabannya. 2) Pelaksanaan Tindakan (action) Pelaksanaan tindakan untuk siklus II ini dilaksanakan pada hari Senin, 07 Februari 2011 pukul 08.00-09.45 WIB di kelas XI IPA SMA Negeri 9 Kota Bengkulu. Adapun materi yang dipelajari adalah sub pokok bahasan kurva titrasi dan perhitungan titrasi asam basa. Tindakan yang telah dilaksanakan mengacu pada skenario pembelajaran yang telah dibuat dengan menggunakan media grafis jenis komik-kartun mengacu pada skenario pembelajaran siklus II dengan tahaptahap yaitu : a. Pendahuluan 1. Memberikan pertanyaan prasyarat pada siswa. 2. Memotivasi siswa dengan memberi pertanyaan (masalah).

b. Kegiatan Inti 3. Pelaksanaan pembelajaran dengan memberikan materi menggunakan media grafis komik-kartun. 4. Membimbing siswa membentuk kelompok kerja diskusi. 5. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang belum dipahami. 6. Membantu menjawab atau menyelesaikan permasalahan siswa. 7. Membagikan Lembar Diskusi Siswa (LDS) siklus II. 8. Membimbing siswa dan setiap kelompok mengerjakan LDS siklus II. 9. Meminta perwakilan siswa menjawab soal untuk masing-masing kelompok dan mempresentasikannya di depan kelas. c. Kegiatan Akhir 10. Mengajak siswa menyimpulkan materi yang telah disampaikan. 11. Mengadakan post test siklus II. 12. Memberikan PR siklus II. 3) Pengamatan (observation) a. Observasi Aktivitas Guru Siklus II Pengamatan dilakukan dengan mengisi lembar observasi guru oleh dua orang pengemat yaitu guru mata pelajaran kimia dan mahasiswa pendidkan kimia atau rekan sejawat. Pengamat memberikan penilaian berdasarkan kriteria pengamatan pasa aspek-aspek pengamatan dalam lembar observasi guru dengan rentang nilai 1 s.d 3 yaitu 1 (kurang), 2 (cukup) dan 3 (baik). Dengan berpedoman pada lembar observasi kegiatan guru yang menunjukkan bahwa kemampuan guru pada proses pembelajaran menggunakan media grafis jenis komik-kartun pada siklus II berada pada kriteria baik. Data aktivitas pembelajaran dapat dilihat pada tabel 12, untuk data lebih lengkap terdapat pada lampiran 23 :
Tabel. 12 Hasil Analisis Observasi Aktivitas Guru Siklus II Secara Keseluruhan

No. 1 2

Pengamat Pengamat 1 Pengamat 2 Total skor Rata-rata skor Kriteria penilaian

Skor 32 34 66 33 Baik

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa skor observasi aktivitas guru pada siklus II menurut pengamat 1 sebesar 32 dan pengamat 2 sebesar 34. Sehingga pada pembelajaran teori asam-basa Bronsted-Lowry dengan

menggunakan media grafis jenis komik-kartun secara keseluruhan diperoleh total skor 66 dengan rata-rata 33 berada dalam kategori baik. Walaupun tergolong dalam kategori baik, namun jika dilihat dari lembar observasi yang dinilai oleh dua pengamat, ternyata mash ditemukan beberapa item dari lembar observasi dengan kriteria cukup, yaitu : 1. Guru kurang memusatkan perhatian siswa pada konsep yang diajarkan 2. Guru kurang memberikan waktu kepada siswa untuk memperhatikan tampilan di layar. b. Observasi Aktivitas Siswa Siklus II Berdasarkan pada lembar observasi kegiatan siswa menunjukkan bahwa aktivitas siswa pada proses pembelajaran menggunakan model siklus belajar dengan menggunakan media grafis jenis komik pada siklus II berada pada kriteria baik. Data aktivitas pembelajaran dapat dilihat pada tabel 13, untuk data lebih lengkap terdapat pada lampiran 24 :
Tabel. 13 Hasil Analisis Observasi Aktivitas Siswa Siklus II Secara Keseluruhan

No. 1 2

Pengamat Pengamat 1 Pengamat 2 Total skor Rata-rata skor Kriteria penilaian

Skor 29 31 60 30 Baik

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa skor observasi aktivitas siswa paada siklus II menurut pengamat 1 sebesar 29 dan menurut pengamat 2 sebesar 31. Sehingga pada pembelajaran materi titrasi asam-basa dengan menggunakan media grafis jenis komik-kartun secara keseluruhan diperoleh total skor 60 dengan rata-rata 30 termasuk dalam kategori baik. Walaupun tergolong dalam kategori baik, namun jika dilihat dari lembar observasi yang dinilai oleh dua pengamat, ternyata mash ditemukan beberapa item dari lembar observasi dengan kriteria cukup, yaitu :

1. Siswa kurang memperhatikan tampilan di layar 2. Siswa kurang memperhatikan tujuan apa yang harus mereka capai. c. Observasi Media Grafis Komik-Kartun Penggunaan media grafis jenis komik-kartun siklus II dalam pembelajaran sangat membantu guru dan siswa dalam memahami materi pembelajaran. Namun apabila dilihat dari lembar observasi yang dinilai dari dua pengamat ternyata masih ditemukan beberapa item dalam kriteria cukup yaitu : Tampilan gambar terlalu mencolok sehingga siswa lebih memperhatikan gambar dari pada materi. d. Hasil Nilai Akhir Siklus II Penilaian hasil pembelajaran pada siklus II merupakan gabungan dari hasil post-tes (50%), presentasi (25%) dan LDS (25%). Tes ini berbentuk uraian yang berjumlah 5 soal. Pembelajaran pada akhir siklus II nilai rata-rata siswa adalah 69, masih butuh perbaikan pada siklus berikutnya. Hasil belajar kognitif siswa tersebut ditinjau dari nilai rata-rata siswa, daya serap siswa, dan ketuntasan belajar siswa. Data hasil belajar siswa siklus II dapat dilihat pada tabel 14, untuk data lebih lengkap terdapat pada lampiran 25 dan 26:
Tabel. 14 Data Hasil Pembelajaran Siklus II Skor
RataRata Daya Serap

Jumlah Siswa
Ketuntasan Belum Peserta Tuntas Klasikal Tuntas Kategori B C K

Ket.

68,9

86,18%

77,5%

40

31

Belum tuntas secara klasikal

Dari grafik di atas terlihat pada siklus II diperoleh nilai tertinggi 80 nilai terendah 63,75 dan rata-rata nilai akhir siklus II adalah 68,9. Daya serap sebesar
86,18% dengan ketuntasan belajar sebesar 77,5%. Hal ini menunjukkan hasil

belajar pada siklus II hampir mendekati ketuntasan belajarnya, karena dari 40 siswa ternyata yang mendapatkan nilai 65 ada 31 orang dan ketuntasan belajar sebesar 77,5%. Sedangkan pembelajaran dinyatakan tuntas apabila 85% dari jumlah siswa telah mendapat nilai 67 sesuai KKM yang telah ditentukan oleh SMA Negeri 9 Kota Bengkulu.

4)

Refleksi (reflection)

a. Refleksi Aktivitas Guru Siklus II Setelah pelaksanaan proses belajar mengajar dengan menggunakan media grafis jenis komik-kartun, pada akhir siklus diadakan refleksi terhadap hasil-hasil yang telah diperoleh baik dari lembar observasi maupun dari tes siklus II. Proses pembelajaran dengan menggunakan media grafis jenis komik-kartun pada siklus II masih membutuhkan perbaikan untuk siklus selanjutnya. Adapun kekurangankekurangan dan perbaikan-perbaikan yang perlu dilakukan pada siklus III yaitu : Tabel. 15 Refleksi Aktivitas Guru
No.

Pelaksanaan Siklus II Guru kurang memusatkan perhatian siswa pada konsep yang diajarkan.

Perbaikan Siklus II -Guru memberikan pertanyaan, kepada siswa yang mengobrol. -Guru membesarkan suaranya agar siswa yang duduk di belakang dapa mendengar jelas -Guru mengajar tidak terburu-buru saat menampilkan slide. -Saat slide ditampilkan, guru menjelaskan materi lebih rinci lagi

Guru kurang memberikan waktu kepada siswa untuk memperhatikan tampilan di layar.

b. Refleksi Untuk Aktivitas Siswa Siklus II


Tabel. 16 Refleksi Aktivitas Guru

Perbaikan Siklus II 1 -Guru harus menguasai kelas saat mengajar -Guru mengajar tidak terburu-buru saat menampilkan slide. 2 Siswa kurang lebih memperhatikan -Guru membesarkan suaranya agar tampilan di layar sehingga siswa siswa kembali fokus pada materi mengalihkan perhatian dari apa -Saat slide ditampilkan, guru yang disampaikan oleh guru. menjelaskan materi lebih rinci lagi. -Menegur siswa yang ribut dengan memberikan pertanyaan. c. Refleksi Media Grafis Jenis Komik-Kartun
Tabel. 17 Refleksi Media Grafis Komik-Kartun Siklus II No.

No.

Pelaksanaan Siklus II Siswa kurang memusatkan perhatian nya pada konsep yang dia jarkan guru

Pelaksanaan Siklus II Tampilan gambar terlalu mencolok sehingga siswa lebih memperhatikan gambar dari pada materi

Perbaikan Siklus II -Gambar diperkecil -Warna background disesuaikan sehingga tidak terlalu mencolok

Siklus III Pembelajaran siklus III dengan menggunakan media grafis jenis komikkartun pada sub pokok bahasan teori asam-basa Bronsted-Lowry dan teori asambasa Lewis. Berdasarkan rancangan penelitian (PTK) bahwa setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu: 1) Tahap Perencanaan (planning) Berdasarkan hasil refleksi siklus II maka perlu dilakukan kembali upaya perbaikan pembelajaran kimia siswa di kelas XI IPA SMA N 9 Kota Bengkulu, kegiatan persiapan pengajaran yang dilakukan yakni : 1. Menyusun skenario pembelajaran siklus III dengan media grafis komik-kartun 2. Menyusun dan merancang silabus dan Rencana Pelaksanaan Pengajaran (RPP) siklus III dengan sub pokok teori asam-basa Bronsted-Lowry dan Lewis. 3. Menyiapkan media pembelajaran yaitu media grafis jenis komik-kartun. 4. Memberikan materi dengan tidak terburu-buru dan menjelaskannya lebih rinci. 5. Memberikan pertanyaan selingan saat PBM berlangsung. 6. Menyiapkan lembar observasi guru dan lembar observasi siswa. 7. Mempersiapkan Lembar Diskusi Siswa dan membuat kunci jawabannya. 8. Membimbing siswa atau kelompok dalam mengerjakan LDS. 9. Meminta setiap kelompok menarik kesimpulan atau sebagai presentasi siswa. 10. Mempersiapkan post test siklus III berupa essai 5 soal dan membuat kunci jawabannya serta rubrik penilaian Post-tes siklus III. 11. Mempersiapkan Pekerjaan Rumah dan membuat kunci jawabannya. 2) Pelaksanaan Tindakan (action) Pelaksanaan tindakan untuk siklus III ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 09 Februari 2011 pukul 10.45-12.15 WIB di kelas XI IPA SMA Negeri 9 Kota Bengkulu. Adapun materi yang dipelajari adalah sup pokok bahasan teori asam-basa Bronsted Lowry dan teori asam basa Lewis. Tindakan yang telah dilaksanakan mengacu pada skenario pembelajaran yang telah dibuat dengan menggunakan media grafis jenis komik-kartun mengacu pada skenario pembelajaran siklus II dengan tahap-tahap yaitu :

a. Pendahuluan 1. Mengajukan pertanyaan prasyarat kepada siswa. 2. Memotivasi siswa dengan memberikan pertanyaan (masalah) b. Kegiatan Inti 3. Pelaksanaan pembelajaran dengan media grafis jenis komik-kartun. 4. Menyampaikan materi dengan suara keras, lebih rinci, perlahan dan jelas. 5. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang telah disampaikan. 6. Membantu menjawab atau menyelesaikan permasalahan siswa. 7. Membimbing siswa membentuk kelompok kerja 8. Membagikan Lembar Diskusi Siswa (LDS) siklus III 9. Membimbing siswa mengerjakan LDS siklus III 10. Meminta perwakilan siswa menjawab soal untuk masing-masing kelompok dan mempresentasikannya di depan kelas. c. Kegiatan Akhir 11. Mengajak siswa menarik kesimpulan pada materi yang telah dipelajari. 12. Mengadakan post test siklus III. 13. Memberikan tes final atau tes akhir dari seluruh materi yang telah diajarkan. 3) Pengamatan (Observation) a. Observasi Aktivitas Guru Siklus III Pengamatan dilakukan dengan mengisi lembar observasi guru oleh dua orang pengemat yaitu guru mata pelajaran kimia dan mahasiswa pendidkan kimia/rekan sejawat. Pengamat memberikan penilaian berdasarkan kriteria pengamatan pasa aspek-aspek pengamatan dalam lembar observasi guru dengan rentang nilai 1 s.d 3 yaitu 1 (kurang), 2 (cukup) dan 3 (baik). Dengan berpedoman pada lembar observasi kegiatan guru siklus III yang menunjukkan bahwa kemampuan guru pada proses pembelajaran menggunakan media grafis komikkartun pada siklus III berada pada kriteria baik. Data aktivitas pembelajaran dapat dilihat pada tabel 18, untuk data lebih lengkap terdapat pada lampiran 34 :

Tabel. 18 Hasil Analisis Observasi Aktivitas Guru Siklus III Secara Keseluruhan

No. 1 2

Pengamat Pengamat 1 Pengamat 2 Total skor Rata-rata skor Kriteria penilaian

Skor 34 35 69 34,5 Baik

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa skor observasi aktivitas guru pada siklus III menurut pengamat 1 sebesar 34 dan pengamat 2 sebesar 35. Sehingga pada pembelajaran teori asam-basa Bronsted-Lowry dan Lewis menggunakan media grafis jenis komik-kartun secara keseluruhan diperoleh total skor 69 dengan rata-rata 34,5 berada dalam kategori baik. b. Observasi Aktivitas Siswa Siklus III Berdasarkan pada lembar observasi kegiatan siswa menunjukkan bahwa aktivitas siswa pada proses pembelajaran menggunakan media grafis jenis komikkartun pada siklus III berada pada kriteria baik. Data aktivitas pembelajaran dapat dilihat pada tabel 19, untuk data lebih lengkap terdapat pada lampiran 35 :
Tabel. 19 Hasil Analisis Observasi Aktivitas Siswa Siklus III Secara Keseluruhan

No. 1 2

Pengamat Pengamat 1 Pengamat 2 Total skor Rata-rata skor Kriteria penilaian

Skor 34 32 66 33 Baik

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa skor observasi aktivitas siswa paada siklus III menurut pengamat 1 sebesar 34 dan menurut pengamat 2 sebesar 32. Sehingga pada pembelajaran materi teori asam-basa Lewis dengan menggunakan media grafis jenis komik-kartun secara keseluruhan diperoleh total skor 66 dengan rata-rata 33 termasuk dalam kategori baik. c. Observasi Media Grafis Komik-Kartun Penggunaan media grafis jenis komik-kartun dalam pembelajaran sangat membantu guru dan siswa dalam memahami materi pembelajaran. Pada saat menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa serta menyajikan materi

pembelajaran, diawali dengan pemberian pertanyaan prasyarat dan motivasi pembelajaran, materi yang diajarkan dengan menggunakan media ini lebih memudahkan siswa dalam memahami materi pembelajaran sehingga hasil belajar siswa menjadi lebih baik. Siswa sangat antusias dalam memperhatikan semua penjelasan yang disampaikan oleh guru, sehingga dalam proses pembelajaran siswa menjadi sangat aktif bertanya dan memahami setiap item materi yang disampaikan. d. Hasil Nilai Akhir Siklus III Penilaian hasil pembelajaran pada siklus III merupakan gabungan dari hasil post-tes (50%), presentasi (25%) dan LDS (25%). Tes ini berbentuk uraian yang berjumlah 5 soal. Pembelajaran pada akhir siklus III nilai rata-rata siswa adalah 79,89, masih butuh perbaikan pada siklus berikutnya. Hasil belajar kognitif siswa tersebut ditinjau dari nilai rata-rata siswa, daya serap siswa, dan ketuntasan belajar siswa. Data hasil belajar siswa siklus III dapat dilihat pada tabel 20, untuk data lebih lengkap terdapat pada lampiran 36 dan 37 :
Tabel. 20 Data Hasil Pe\mbelajaran Siklus III Skor
RataRata Daya Serap

Jumlah Siswa
Ketuntasan Belum Peserta Tuntas Klasikal Tuntas B Kategori C K

Ket.

79,89

90,02%

100%

40

40

Sudah Tuntas secara klasikal

Dari grafik di atas terlihat pada siklus III diperoleh nilai tertinggi 88,75 dan nilai terendah 71,25 dan rata-rata nilai akhir siklus III adalah 78,89. Daya serap sebesar 90,02% dengan ketuntasan belajar sebesar 100%. Hal ini menunjukkan hasil belajar pada siklus III sudah tuntas, karena seluruh siswa mendapat skor diatas 70. Karena pembelajaran dinyatakan tuntas apabila 85% dari jumlah siswa mendapat nilai 67, KKM yang telah ditentukan SMA Negeri 9 Kota Bengkulu. 4) Refleksi (reflektion) Setelah pelaksanaan proses belajar mengajar pada pemanfaatan media grafis komik-kartun dan dilakukan pengamatan ternyata semua kekurangan telah mampu diatasi oleh guru.

a. Refleksi Aktivitas Guru Siklus III Berdasarkan lembar observasi diperoleh semua aktivitas guru berada dalam kriteria baik, semua item-item yang perlu diperbaiki pada siklus II telah diperbaiki pada siklus III ini. Dalam penyampaian materi guru tidak terlalu terburu-buru sehingga siswa mampu memahami setiap item materi yang dijelaskan oleh guru. b. Refleksi Aktivitas Siswa Siklus III Aktivitas siswa selama proses pembelajaran dengan menggunakan media grafis komik-kartun, pada siklus III menunjukkan hasil yang optimal. c. Refleksi Media Grafis Komik-Kartun Tampilan gambar sudah jelas dengan memperbaiki tampilan gambar, warna tulisan lebih diperjelas sehingga siswa dapat melihat tampilan program dengan jelas, huruf yang terlalu kecil membuat siswa sulit untuk membaca materi, sehingga besar huruf sudah ditambah. Hasilnya semua siswa dapat dengan jelas memperhatikan program ketika guru menjelaskan di depan kelas, sehingga siswa menjadi paham terhadap materi, siswa juga aktif bertanya terhadap objek-objek pembelajaran yang ditampilkan. Slide yang digunakan terlalu mencolok, hal ini dapat diatasi dengan memperkecil gambar kartun, sehingga siswa dapat dengan jelas memperhatikan tulisan dan materi dari pada gambar kartun.

4.2 Pembahasan
4.2.1 Hasil Belajar Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus yang dilakukan di kelas XI IPA SMA Negeri 9 Kota Bengkulu T.A 2010/2011. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan mengggunakan media grafis jenis komik-kartun pada pokok bahasan larutan asam-basa. Setelah pelaksanaan penelitian diperoleh hasil belajar siswa dengan melakukan tes pada awal dan akhir siklus pembelajaran. Tes dilaksanakan dengan menggunakan tiga siklus, tes ini bertujuan untuk mengetahui sebatas mana pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan oleh guru dengan menggunakan media grafis jenis komik-kartun secara keseluruhan. Soal yang

diujikan berjumlah sepuluh soal yang bersifat uraian yang sama seperti yang digunakan pada saat post-tes. Hasil tes akhir secara umum dapat dilihat pada tabel 21, untuk data lebih lengkap terdapat pada lampiran 40 : Tabel. 21 Data Hasil Tes Final Hasil belajar Nilai Rata-rata Daya Serap Ketuntasan Belajar Skor 84,12 84,12% 87,5%

Pada di atas terlihat bahwa tes final menunjukkan nilai rata-rata siswa sebesar 84,12, daya serap 84,12% dan ketuntasan belajar klasikal adalah 87,5%. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan nilai dibandingkan pada nilai tes awal dengan nilai rata-rata siswa 65,9, daya serap siswa 37,5% dan ketuntasan belajar klasikal hanya sebesar 35%. Berdasarkan data yang ada, hasil belajar siswa diperoleh dari nilai post-tes tiap siklus (50%), presentasi (25%) dan LDS (25%). Perbandingan skor nilai hasil belajar siswa pada tiap siklus yakni siklus I, II dan III dapat dilihat pada tabel 22 berikut ini :
Tabel. 22 Hasil Belajar Siswa Siklus I,II,III

No 1 2 3 4 5 6

Tinjauan Hasil Belajar Jumlah Siswa Yang Mengikuti Tes Jumlah Siswa Yang Tuntas Belajar Nilai Rata-Rata Siswa Daya Serap Klasikal Ketuntasan Belajar Ketuntasan

Siklus I 40 Siswa 21 Siswa 67,36 81,65% 52,5% Belum Tuntas

Siklus II 40 Siswa 31 Siswa 68,9 86,18% 77,5% Belum Tuntas

Siklus III 40 Siswa 40 Siswa 79,89 90,02 % 100% Tuntas

Peningkatan hasil belajar siswa pada tiap siklus juga dapat lihat pada gambar 13 di bawah ini:

Gambar 13. Diagram Hasil Belajar Siswa

Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa presentase ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan. Untuk siklus I diperoleh skor rata-rata siswa 67,36 dengan daya serap 81,65% dan ketuntasan belajar siswa 52,5%. Hal ini menunjukan bahwa pada siklus I hasil belajar siswa belum tuntas dan sesuai dengan kriteria ketuntasan belajar di SMA Negeri 9 Kota Bengkulu, bahwa apabila 85% siswa memperoleh nilai 67 maka nilai siswa dianggap tuntas. Pada siklus II skor rata-rata siswa meningkat menjadi 68,9 dengan daya serap 86,18% dan ketuntasan belajar 77,5%. Pada siklus II ini hasil belajar siswa lebih baik dari siklus sebelumnya. Peningkatan hasil belajar ini masih dinyatakan belum tuntas karena siswa yang memperoleh nilai 67 belum mencapai 85% ketuntasan belajar klasikal. Pada siklus III hasil belajar siswa kembali meningkat dengan rata-rata 79,89 dan daya serap 90,02 % serta ketuntasan belajar 100%. Karena 100% siswa mendapatkan nilai 67, maka pada siklus III ketuntasan belajar klasikalnya dinyatakan telah tuntas. Ketuntasan belajar cukup terlihat kenaikannya, hal ini disebabkan oleh siswa dapat memahami seluruh item pembelajaran yang disajikan oleh guru. Selain itu kenaikan skor pada siklus III dikarenakan guru telah mampu memperbaiki kekurangan-kekurangan pada siklus sebelumnya. Hal ini

menunjukan bahwa hasil belajar siswa kelas IX IPA SMA Negeri 9 Kota Bengkulu sudah baik.

4.2.2 Observasi Aktivitas Guru dan Siswa a. Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus I,II,III Hasil analisis data observasi aktivitas guru dalam menerapkan pembelajaran kimia dengan menggunakan media grafis jenis komik-kartun dapat dilihat dalam tabel 23 sebagai berikut : Tabel. 23 Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus I,II,III
No. Pengamat Siklus I Siklus II Siklus III

1 2

Pengamat 1 Pengamat 2 Total skor Rata-rata skor Kriteria penilaian

30 31 61 30,5 Baik

32 34 66 33 Baik

34 35 69 34,5 Baik

Pada tabel 23 dapat dilihat bahwa pada siklus I, hasil observasi yang dilakukan oleh kedua pengamat diperoleh skor total 61, rata-rata skor 30,5 dan termasuk dalam kriteria baik artinya dalam proses pembelajaran dengan menggunakan media grafis komik-kartun guru telah barjalan dengan baik. Tetapi, jika dilihat dari lembar observasi guru yang dinilai oleh kedua pengamat ditemukan beberapa item yang berada dalam kriteria cukup yaitu: 1. Guru kurang memusatkan perhatian siswa pada konsep yang diajarkan dengan memberikan pertanyaan, karena sebagian siswa masih ada yang mengobrol. 2. Guru kurang memberikan waktu kepada siswa untuk memperhatikan tampilan di layar. 3. Guru kurang menampilkan materi dengan jelas, karena tampilan gambar kurang jelas, warna pada tulisan kurang jelas. 4. Guru tidak menunjuk kelompok secara acak untuk mempresentasikan hasil diskusinya. 5. Guru kurang membimbing siswa menarik kesimpulan yang ada pada LDS Pada siklus I masih banyak kekurangan dan masih perlu perbaikan dari segi perencanaan, proses dan evaluasi. Untuk itu diperlukan perbaikan lagi pada siklus berikutnya yaitu dengan memperbaiki slide materi yang ditampilkan, lebih membimbing siswa dalam diskusi kelompok serta lebih memotivasi siswa untuk lebih aktif terlibat dalam dalam diskusi kelas. Pada siklus II yang ada pada tabel

23 dapat dilihat dari hasil observasi yang dilakukan oleh kedua pengamat diperoleh skor total 66, rata-rata skor 33. Ini termasuk dalam kriteria baik artinya guru telah menerapkan media grafis komik-kartun dalam proses pembelajaran dengan baik. Tetapi, jika dilihat dari lembar observasi guru yang dinilai oleh kedua pengamat ditemukan beberapa item yang berada dalam kriteria cukup yaitu: 1. Guru kurang memusatkan perhatian siswa pada konsep yang diajarkan 2. Guru kurang memberikan waktu kepada siswa untuk memperhatikan tampilan di layar. Kegiatan belajar mengajar pada siklus II, telah berhasil mengurangi kelemahan-kelemahan yang ada pada siklus I. Namun masih diperlukan perbaikan lagi pada PBM untuk siklus berikutnya yaitu dengan lebih memusatkan perhatian siswa pada konsep yang diajarkan dan lebih memberikan waktu kepada siswa untuk memperhatikan tampilan di layar atau slide. Pada siklus III, dapat dilihat bahwa hasil observasi yang dilakukan oleh kedua pengamat diperoleh skor total 69, rata-rata skor 34,5. Ini termasuk dalam kriteria baik artinya guru telah

menerapkan media grafis komik-kartun dengan baik. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa terjadi peningkatan pada setiap siklusnya yang ditunjukan dari perbaikan-perbaikan dalam proses belajar mengajar di kelas. b. Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus I,II,III Hasil analisis data observasi aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran kimia dengan menggunakan media grafis jenis komik-kartun dapat dilihat pada tabel 24 sebagai berikut : Tabel. 24 Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus I,II,III
No. Pengamat Siklus I Siklus II Siklus III

1 2

Pengamat 1 Pengamat 2 Total skor Rata-rata skor Kriteria penilaian

28 28 56 28 Baik

29 31 60 30 Baik

34 32 66 33 Baik

Pada Tabel 24 dapat dilihat untuk siklus I hasil observasi yang dilakukan oleh kedua pengamat diperoleh skor total 56, rata-rata skor 28. Ini termasuk

dalam kriteria baik artinya siswa telah mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Tetapi, jika dilihat dari lembar observasi siswa yang dinilai oleh kedua pengamat ditemukan beberapa item yang berada dalam kriteria cukup dan kurang yaitu: 1. Siswa kurang memperhatikan tampilan di layar karena sebagian siswa masih mengobrol dengan teman sebangku. 2. Siswa kurang memperhatikan guru menjelaskan materi dengan menggunakan komputer dan LCD. 3. Siswa dalam kelompoknya kurang mendiskusikan dan menjawab

permasalahan yang ada di LDS karena ada sebagian siswa yang mengerjakan LDS kelompok lainnya. 4. Siswa mempresentasikan hasil diskusi yang ada di LDS namun tidak di tanggapi oleh kelompok lain. 5. Siswa dalam membuat kesimpulan kurang berdasarkan indikator

pembelajaran. Hal ini disebabkan siswa belum terbiasa belajar dengan penggunaan media grafis jenis komik-kartun, sehingga siswa dalam kelompoknya belum sepenuhnya menerima tanggung jawab yang diberikan, dan lebih memperhatikan slide yang ditampilkan dibandingkan konsep materinya. Pada siklus II hasil observasi yang dilakukan oleh kedua pengamat diperoleh skor total 60, rata-rata skor 30. Ini termasuk dalam kriteria baik artinya siswa telah mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Tetapi, jika dilihat dari lembar observasi siswa yang dinilai oleh kedua pengamat ditemukan beberapa item yang berada dalam kriteria cukup yaitu: 1. Siswa kurang memperhatikan tampilan di layar dan memperhatikan apa yang harus mereka capai. 2. Kegiatan belajar mengajar pada siklus II, telah berhasil mengurangi kelemahan-kelemahan yang ada pada siklus I walaupun belum 100 %. Untuk itu diperlukan perbaikan lagi pada siklus berikutnya yaitu lebih membimbing siswa memperhatikan tampilan di layar dan memperhatikan apa yang harus

mereka capai. Guru dalam mengajar di kelas jangan terburu-buru untuk menampilkan slide selanjutnya. Pada siklus III hasil observasi yang dilakukan oleh kedua pengamat diperoleh skor total 66, rata-rata skor 33. Ini termasuk dalam kriteria baik

walaupun masih ada beberapa siswa yang belum aktif dalam kelompoknya namun dapat dikatakan bahwa siswa telah mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Pada siklus III keaktifan siswa dan guru sangat meningkat dan dikatakan dalam kriteria baik. Ini dapat menunjukan bahwa dalam pelaksanan siklus II ini

terjadinya peningkatan, baik siswa maupun guru. Dimana siswa maupun guru telah mampu beradaptasi dengan baik terhadap proses belajar mengajar dengan menggunakan media grafis jenis komik kartun. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II dan ke siklus III. Hal ini dapat dilihat pada nilai post test siswa yang dijelaskan pada lampiran 47. Pada siklus I masih banyak siswa yang belum dapat beradaptasi dengan penggunaan media belajar grafis jenis komik-kartun, pada siklus II siswa mulai dapat beradaptasi dengan baik, sehingga perlahan terjadi perubahan di samping juga guru memperbaiki kesalahan-kesalahan atau refleksi siklus I. Sedangkan pada siklus III siswa sudah terbiasa belajar dengan menggunakan media grafis jenis komik kartun yang peneliti gunakan. Dalam hal ini pada saat pembelajaran guru sudah membimbing siswa dan mengarahkan siswa agar lebih aktif lagi. Adapun kelebihan dari media grafis komik-kartun yakni : 1. Sifatnya konkrit, lebih realistik dibandingkan dengan media verbal 2. Dapat memperjelas suatu masalah dalam bidang apa saja, baik untuk usia muda maupun tua. 3. Menjadi media yang menarik bagi yang membaca dan melihatnya. 4. Kartun digemari anak-anak dan dewasa. dapat menarik minat pembaca. 5. Menjadikan proses pembelajaran dan pengajaran barjalan dalam suasana yang gembira.

6. Kartun dapat merangsang minat siswa, sekaligus dapat menjadikan pembelajaran mudah dipahami. 7. Bahan kartun dapat digunakan dalam berbagai aspek kemahiran berbahasa. Dengan menggunakan media grafis komik-kartun dalam proses belajar mengajar di kelas dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa di kelas XI IPA SMA Negeri 9 Kota Bengkulu.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN


5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dipaparkan maka dapat ditarik kesimpulan yaitu: 1. Dengan menggunakan media grafis jenis komik-kartun pada pokok bahasan larutan asam-basa dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa di kelas XI IPA SMA Negeri 9 Kota Bengkulu. Pada siklus I aktivitas siswa memperoleh ratarata skor 28 meningkat pada siklus II menjadi 30 dan 33 pada siklus III. 2. Dengan menggunakan media grafis jenis komik-kartun pada pokok bahasan larutan asam-basa dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas XI IPA SMA Negeri 9 Kota Bengkulu. Hasil belajar siswa pada siklus I diperoleh rata-rata 67,36 meningkat pada siklus II menjadi 68,9 dan 79,89 untuk siklus III. Daya serap siklus I 81,65 % meningkat menjadi 86,18% untuk siklus II dan 90,02% untuk siklus III. Ketuntasan belajar siklus I 52,5% pada siklus I meningkat pada siklus II menjadi 77,5% dan 100% untuk siklus III. 5.2 Saran Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan maka peneliti memberikan saran yaitu sebagai berikut : 1. Dalam perencanaannya, penggunaan media grafis jenis komik-kartun ini sebaiknya dibuat tampilan gambar yang tidak terlalu mencolok, gambar kartun yang digunakan harus lebih kecil dibanding tulisan, huruf yang digunakan diperbesar dan warna pada tulisan juga harus lebih diperjelas, sehingga siswa dapat lebih fokus pada tulisan dan konsep materinya dibanding gambar. 2. Pembuatan gambar dan konsep cerita menggunakan media grafis jenis komikkartun ini sedikit lebih rumit, maka untuk mempermudahnya pertama-tama

guru harus merancang konsep materi terlebih dahulu dan mempersiapkan skenario pembelajaran dengan baik, guru juga harus merangkai cerita sebelum membuat konsep menggunakan media. Dalam pembuatan media gambar yang digunakan sebaiknya memanfaatkan langsung situs-situs gambar kartun yang sudah jadi melalui internet, lalu dirangkai pada software powerpoint berpacu pada konsep cerita yang telah dirangkai sebelumnya.

DAFTAR PUSTAKA
Depdiknas. 2004. Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta : Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Umum Horale, Parning. 2004. Kimia Kelas II B Semester Kedua. Jakarta : Yudhistira Gonick, Larry dan Craig Criddle. 2006. Kartun Kimia. Jakarta : Kepustakaan Populer Gramedia Jamal, Abdul dan Tamrin. 2003. Rahasia Penerapan Rumus-Rumus Kimia. Jakarta : Gita Media Press Hamalik, Oemar. 2010. Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung : PT Alumni Heriyanto. 2001. Upaya Meningkatkan hasil belajar fisika pada konsep listrik dengan menggunakan media grafis gambar untuk siswa kelas II6 SLTP Negeri 8 Kota Bengkulu. Bengkulu : UNIB Skripsi tidak dipublikasikan Hartono, Agung dan Sunarto. 2008. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta : Rineka Cipta Irawan, Irwin J. 2002. Pengaruh Penggunaan Media Grafis terhadap prestasi Belajar Kimia Siswa Kelas I Pada Pokok Bahasan Massa Atom Relatif dan Massa molekul Relatif di SMU Negeri 6 Kota Bengkulu. Bengkulu : FKIP Universitas Bengkulu tidak dipublikasikan Mulyasa. Edi. 2009. Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Kemandirian Guru dan Kepala Sekolah. Jakarta : Bumi Aksara Nurhasana, Farida. 2009. Reciprocal Teaching. http://D:/MRT/Reciprocal%20Teaching%20%C2%AB%20Hasanahworld%20 Webblog.htm Rahmalena, Yuni. 2005. Penggunaan Media Charta Pada Pembelajaran Biologi Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IA SLTP N 11 Bengkulu. Bengkulu : FKIP Unib tidak dipublikasikan Ramly, Mansyur. 2010. Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Jakarta : Kementrian Pendidikan Nasionall Badan Pnelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum Suyanti, Ani. 2005. Upaya Pemanfaatan Media Grafis Dalam Mengoptimalkan Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas Rendah di SD Negeri 70 Kota Bengkulu. Bengkulu : FKIP Unib tidak dipublikasikan

Sudjana, Nana dan Akhmad Rivai. 1991. Media Pengajaran. Bandung : CV Sinar Baru Sudjana, Nana. 1995. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Remaja Rosdakarya Bandung:

Sumantri, Mulyani. 2005. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta : Universitas Terbuka Sutresna, Nana. 2004. Kimia Untuk SMA Kelas XI Semester 2. Bandung : Grafindo Media Pratama Wahyudin, Dinn. 2004. Perngantar Pendidikan. Jakarta : Universitas Terbuka Yani, Ahmad. 2009. Sejarah Teori Jenis dan Fungsi Humor. http://sastra.um.ac.id/wp-content/uploads/2009/10/Sejarah-Teori-Jenis-danFungsi-Humor.pdf Yusuf. Bab II Kajian Pustaka. http://damandiri.or.id/file/yusufunsbab2 http:// lorco.co.id http://ind.sps.upi.edu.org/?p=135 http://edu2000.org

LAMPIRAN 1 :
DAFTAR NAMA SISWA SMA NEGERI 9 KOTA BENGKULU No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 NAMA SISWA Afrida Vriensi Andriani Putri Anggita Mise Putri Antena Faristi Aria Okpita Lefesi Atika Sripita Devi Fratecia L Tobing Dio Yudansha Prakoso Eko Pramanto Elsa Indah Lestari Eris Ardiansyah Y.P Fellya Ricelina Hesti Diana Idela Purnama Sari Indri Novia Martha Jepri Pranata Krisno Rianto S Mahesa Utama Putra Masita Kurniati Meiki Asmedi Mintarja Ade Putra Nora Noviani Nurul Chairunnisa O.R Nurul Khasanah Popi Suryanita Puti Andini Putry Anggraini Rahmayadi Revi Wulandari Reza Ambari Shinta Ratna K Suparjo Tri Cop Pasaribu Trie Yuniarty Wida Pukia JENIS KELAMIN P P P P P P P L L P L P P P P L L L P L L P P P P P P L P L P L L P P

LAMPIRAN 2 TES AWAL KELAS XI IPA


1. Apakah pengertian dari asam dan basa secara singkat? 2. Tuliskan teori-teori umum asam-basa beserta pengertiannya masing-masing? 3. Berikan contoh reaksi asam dan basa dari masing-masing teori? 4. Jelaskan pengertian : a. Titrasi b. Titrasi asam-basa 5. Mengapa pada saat melakukan titrasi, klep pada buret harus dibuka perlahanlahan?Jelaskan! 6. Jelaskan tujuan penambahan indikator pada larutan yang belum diketahui konsentrasinya? 7. Tuliskan alat & bahan serta prosedur kerja titrasi asam-basa? 8. Gambarkan alat dan percobaan saat melakukan titrasi asam-basa! 9. Apa yang dimaksud dengan : a. Larutan Titran b. Larutan Standar 10. Bagaimana cara mengetahui perubahan pH pada larutan yang belum diketahui konsentrasinya?

LAMPIRAN 3
KUNCI JAWABAN LEMBAR TES AWAL 1. Asam berarti berasal dari bahasa latin yaitu acetum artinya asam atau cairan berasa asam dan dapat memerahkan kertas lakmus biru. Sedangkan basa berasal dari bahasa arab artinya abu atau cairan yang berasa pahit dan dapat membirukan kertas lakmus merah. 2. Teori asam-basa ada tiga yakni a. Teori asam-basa Arrhenius - Asam adalah senyawa yang melepaskan ion H+ dalam air - Basa adalah senyawa yang melepaskan ion OH- dalam air b. Teori asam-basa Bronsted-Lowry - Asam adalah senyawa yang dapat memberikan proton ( H+ )/donor proton - Basa adalah senyawa yang dapat menerima proton (H+)/akseptor proton c. Teori asam-basa Lewis - Asam adalah ion/Senyawa yang dapat bertindak sebagai penerima pasangan elektron - Basa adalah ion/Senyawa yang dapat bertindak sebagai pemberi pasangan elektron 3. a. Teori asam-basa Arrhenius Asam : HCl (aq) ----- H+ (aq) + Cl- (aq) Basa : NaOH (aq) ----- Na+ (aq) + OH- (aq)

b. Teori asam-basa Bronsted-Lowry Asam : H2O (l) + HCl (aq) ----- H3O+ (aq) + Cl- (aq) Basa : c. Teori asam-basa Lewis Asam : NH3 + BF3 ------- H3N BF3 Basa : 4. a. Titrasi merupakan cara analisis tentang pengukuran jumlah larutan yang dibutuhkan untuk bereaksi secara tepat dengan zat yang terdapat dalam larutan lain. b. Titrasi Asam-Basa merupakan suatu cara menentukan konsentrasi

larutan asam jika konsentrasi larutan basa diketahui atau sebaliknya. 5. Pada saat melakukan titrasi, klep harus dibuka perlahan-lahan agar tetesan larutan standar dapat jatuh secara perlahan-lahan, setets demi setetes. Sehingga pada saat tercapainya titik ekuivalen dapat diketahui dengan tepat, yaitu saat terjadinya perubahan warna yang konstan. 6. Tujuan dilakukannya penambahan indikator pada larutan yang belum

diketahui konsentrasiya yaitu untuk mengetahui titik akhir titrasi, sehingga terjadi perubahan warna. 7. Alat : - Statif dan Klem - Labu Erlenmeyer - Buret - Klep - Pipet Tetes - Gelas Kimia Prosedur Kerja : a. Menyiapkan larutan yang akan diselidiki konsentrasinya b. Menyiapkan larutan yang telah diketahui konsentrasinya/ larutan standar c. Larutan yang akan diselidiki konsentrasinya di masukkan ke dalam labu erlenmeyer d. Larutan yang telah diketahui konsentrasinya dimasukkan ke dalam buret e. Siapkan statif dan klem f. Pada larutan yang akan dititrasi dimasukkan indikator yang mempunyai trayek yang sesuai dengan perubahan warna indikator. g. Pada saat melakukan titrasi, klep dibuka perlahan-lahan diatur sedemikian rupa sehingga jatuhnya tetesan larutan standar tidak mengalir deras/setetes demi setetes h. Labu erlenmeyer dipegang dan digoyang terus supaya reaksi sempurna i. Amati hingga terjadi perubahan warna larutan dalam labu erlenmeyer j. Catat Volume Larutan Standar tersisa k. Sebaiknya lakukan titrasi sebanyak tiga kali agar didapat hasil yang akurat Bahan : - Indikator - Larutan yang belum diket Konsentrasinnya - Larutan Standar

l. Hasil rata-rata tersebut digunakan untuk perhitungan. 8. Gambar alat dan percobaan saat melakukan titrasi asam-basa

9. a. Larutan Standar adalah larutan yang sudah diketahui konsentrasinya/ larutan di dalam buret. b. Larutan Titran adalah larutan yang belum diketahui konsentrasinya/ larutan di dalam labu erlenmeyer. 10. Untuk mengetahui perubahan pH yaitu Jika larutan standar bersifat basa, maka pH pada larutan titran akan naik. Sebaliknya Jika larutan standar bersifat asam, Maka pH pada larutan titran akan turun.

LAMPIRAN 4
DAFTAR HASIL TES AWAL
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Nama Siswa Afrida Vriensi Andriani Putri Anggita Mise Putri Antena Faristi Aria Okpita Lefesi Atika Sripita Devi Fratecia L Tobing Dio Yudansha Prakoso Eko Pramanto Elsa Indah Lestari Eris Ardiansyah Y.P Fellya Ricelina Hesti Diana Idela Purnama Sari Indri Novia Martha Jepri Pranata Krisno Rianto S Mahesa Utama Putra Masita Kurniati Meiki Asmedi Mintarja Ade Putra Nora Noviani Nurul Chairunnisa O.R Nurul Khasanah Popi Suryanita Puti Andini Putry Anggraini Rahmayadi Revi Wulandari Reza Ambari Shinta Ratna K Suparjo Tri Cop Pasaribu Trie Yuniarty Wida Pukia Widya Charlina Wily Yulica Yana Satria Tati Yeni Siska Sari Yolanda Asila Jumlah nilai Rata-rata Daya serap siswa Ketuntasan belajar Tes awal 60 65 65 60 70 60 65 77 70 65 65 75 65 55 65 65 60 60 60 65 60 65 65 70 75 65 65 68 75 65 70 65 68 68 70 75 65 55 60 75 2636 65,9 85,58% 35%

LAMPIRAN 6
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS I Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester : SMA Negeri 09 Kota Bengkulu : Kimia : XI IPA / 2 Menentukan konsentrasi suatu larutan dengan titrasi asam basa dan menentukan indikator yang tepat dalam titrasi. Kompetensi dasar : 1.2 Mengamati trayek-pH dan perubahan indikator asam-basa dan warna

Standar Kompetensi : 1.

berbagai

memperkirakan

konsentrasi suatu larutan elektrolit dengan titrasi I. Indikator :

1. Menentukan konsentrasi asam atau basa dengan titrasi. 2. Menentukan indikator yang tepat digunakan untuk titrasi asam dan basa. II. Tujuan : Siswa dapat, 1. Menentukan konsentrasi asam atau basa dengan titrasi. 2. Menentukan indikator yang tepat digunakan untuk titrasi asam dan basa. III. Materi Ajar : o Titrasi asam-basa. o Memilih indikator a. Titrasi Asam-Basa Titrasi merupakan cara analisis tentang pengukuran jumlah larutan yang dibutuhkan untuk bereaksi secara tepat dengan zat yang terdapat dalam larutan lain. Untuk melakukan titrasi asam-basa digunakan indikator, indikator di sini berguna untuk memberitahu ketika terjadi perbandingan yang tepat dari asam dan basa yang dicampurkan untuk saling "menetralkan" satu sama lain. Ketika terjadi perubahan warna indikator, keadaan ini sering digambarkan sebagai titik akhir titrasi. Titik akhir Titrasi adalah keadaan atau kondisi pada saat indicator menunjukkan perubahan warna, sehingga pelaksanaan titrasi dihentikan. Pada dunia nyata, perubahan warna terjadi ketika mencampurkan dua larutan secara

bersamaan pada perbandingan persamaan yang tepat. Pencampuran tersebut dikenal dengan titik ekuivalen. Artinya pada saat titik ekuivalen tercapai maka larutan asam tepat bereaksi dengan larutan basa. Tabel 1. Trayek/ rentang pH indikator Indikator Metil Jingga (mj) Metil merah (mm) Lakmus Bromtimol Biru (BTB) Fenolftalein (pp) Trayek pH 3,1 - 4,4 4,2 6,3 5,0 8,0 6,0 7,6 8,2 10,0

Larutan yang bersifat asam akan menunjukan pH < 7, larutan yang bersifat basa akan menunjukkan pH > 7, dan larutan yang bersifat netral pH nya adalah 7. Tujuan dilakukannya titrasi pada suatu larutan yaitu untuk menentukan/ mengukur konsentrasi suatu larutan. Sedangkan tujuan penambahan indikator pada larutan yang belum diketahui konsentrasiya yaitu untuk mengetahui titik akhir titrasi, sehingga terjadi perubahan warna. Pada saat melakukan titrasi, klep harus dibuka perlahan-lahan agar tetesan larutan standar dapat jatuh secara perlahan-lahan, setets demi setetes. Sehingga pada saat tercapainya titik ekuivalen dapat diketahui dengan tepat, yaitu saat terjadinya perubahan warna yang konstan. Cara melakukan titrasi : Alat : - Statif dan Klem - Labu Erlenmeyer - Buret - Klep - Pipet Tetes - Gelas Kimia Prosedur Kerja : Menyiapkan larutan yang akan diselidiki konsentrasinya Menyiapkan larutan yang telah diketahui konsentrasinya/ larutan standar Bahan : - Indikator - Larutan yang belum diket Konsentrasinnya - Larutan Standar

Larutan yang akan diselidiki konsentrasinya di masukkan ke dalam labu erlenmeyer Larutan yang telah diketahui konsentrasinya dimasukkan ke dalam buret Siapkan statif dan klem Pada larutan yang akan dititrasi dimasukkan indikator yang mempunyai trayek yang sesuai dengan perubahan warna indikator. Pada saat melakukan titrasi, klep dibuka perlahan-lahan diatur sedemikian rupa sehingga jatuhnya tetesan larutan standar tidak mengalir deras/setetes demi setetes Labu erlenmeyer dipegang dan digoyang terus supaya reaksi sempurna Amati hingga terjadi perubahan warna larutan dalam labu erlenmeyer Catat Volume Larutan Standar tersisa Sebaiknya lakukan titrasi sebanyak tiga kali agar didapat hasil yang akurat Hasil rata-rata tersebut digunakan untuk perhitungan. IV. Metode pendekatan : o Penyampaian informasi o Diskusi o Penugasan o Penggunaan media grafis komik-kartun V. Alokasi Waktu 2 x 45 menit VI. Skenario Pembelajaran
No Kegiatan
Waktu

1.

Kegiatan Awal (Apersepsi) a. Mengucapkan salam b. Assalamualaikum Wr.Wb c. Menanyakan kabar siswa d. Apa kabar semuanya? e. Mengecek kehadiran siswa dengan bertanya kepada ketua kelas siapa yang tidak hadir hari ini? 10 menit

f. Memberikan pertanyaan prasyarat: g. Bagaimana cara menentukan konsentrasi suatu larutan asambasa? h. Motivasi : Memberikan penghargaan/penguat kepada siswa yang memiliki keberanian i. Menyediakan dan mempersiapkan media grafis komik-kartun. 2 Kegiatan Inti j. Menjelaskan indikator pencapaian hasil belajar, informasi latar belakang pelajaran, pentingnya pelajaran, mempersiapkan siswa untuk belajar k. Mempresentasikan keterampilan yang benar, atau menyajikan informasi tahap demi tahap. l. Merencanakan dan memberi bimbingan pelatihan awal. Dengan menjelaskan titrasi asam-basa sesuai dengan gambar yang ada di media komik-kartun. m. Menjelaskan pengertian titrasi, titik akhir titrasi, dan titik ekuivalen serta memberikan contoh cara mentitrasi suatu larutan. n. Mengecek apakah siswa memahami materi yang dijelaskan dengan cara memberikan umpan balik yaitu meminta siswa untuk menjelaskan cara mentitrasi suatu larutan secara singkat. o. Memberikan LDS (Lembar Diskus Siswa) secara berkelompok p. Memberikan penguatan kepada siswa yang bisa menjawab pertanyaan yang diajukan dengan mengatakan ya.. bagus. 3 Penutup q. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum jelas. r. Membimbing siswa menarik kesimpulan dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan. s. Memberikan soal post tes untuk dikerjakan siswa secara individu. t. Menginformasikan materi selanjutnya. 10 Menit 70 menit

u. Siswa mengucapkan salam dan berdoa. (tindak lanjut)

VII.

Alat / Bahan / Sumber Belajar Internet, Buku Kimia Multimedia, LCD LDS, Postest

VIII. Sumber Belajar Buku Sains Kimia Kelas 2 SMA Semester genap karangan Nana Sutresna, Bumi Aksara Buku Sains Kimia jilid 2B untuk SMA Kelas XI Karangan Michael Purba penerbit Erlangga Buku Kimia 2B karangan Nana Sutresna, penerbit Grafindo Media Pratama

LAMPIRAN 7
LDS (LEMBAR DISKUSI SISWA) SIKLUS I Kelompok : Nama Kelompok :1. 2. 3. 4. 5.

Catatan :

Lembar diskusi siswa ini bertujuan mencari informasi sebanyakbanyaknya mengenai permasalahan yang diberikan untuk melatih siswa untuk menyelesaikan permasalahan kimia.

Petunjuk penyelesaian permasalahan dalam diskusi kelompok a. Bacalah permasalahan dengan cermat dan carilah informasi sebanyak mungkin tentang permasalahan yang diajukan, yaitu dalam merumuskan masalah dan memberikan argumen! b. Cobalah menerjemahkan permasalahan dengan menganalisis permasalahan yang diajukan! c. Temukan jawaban dari permasalahan, bagaimana anda mengemukakan pertanyaan dan memberikan jawaban Selesaikan permasalahan di bawah ini! 1. 2. Jelaskan pengertian dari Titrasi asam-basa? Apa tujuan dilakukannya titrasi pada suatu larutan dan apa tujuan penambahan indikator pada larutan yang belum diketahui konsentrasinya? 3. Jelaskan dan gambarkan bagaimana prosedur melaksanakan titrasi asambasa!

LAMPIRAN 8
KUNCI JAWABAN LEMBAR DISKUSI SISWA SIKLUS I TITRASI ASAM-BASA 1. Titrasi Asam-Basa merupakan suatu cara menentukan konsentrasi larutan asam jika konsentrasi larutan basa diketahui atau sebaliknya.

2. Tujuan dilakukannya titrasi pada suatu larutan yaitu untuk menentukan/ mengukur konsentrasi suatu larutan. Sedangkan tujuan penambahan indikator pada larutan yang belum diketahui konsentrasiya yaitu untuk mengetahui titik akhir titrasi, sehingga terjadi perubahan warna.

3. Prosedur melakukan Titrasi asam-basa Menyiapkan larutan yang akan diselidiki konsentrasinya Menyiapkan larutan yang telah diketahui konsentrasinya/ larutan standar Larutan yang akan diselidiki konsentrasinya di masukkan ke dalam labu erlenmeyer Larutan yang telah diketahui konsentrasinya dimasukkan ke dalam buret Siapkan statif dan klem Pada larutan yang akan dititrasi dimasukkan indikator yang mempunyai trayek yang sesuai dengan perubahan warna indikator. Pada saat melakukan titrasi, klep dibuka perlahan-lahan diatur sedemikian rupa sehingga jatuhnya tetesan larutan standar tidak mengalir deras/setetes demi setetes Labu erlenmeyer dipegang dan digoyang terus supaya reaksi sempurna Amati hingga terjadi perubahan warna larutan dalam labu erlenmeyer Catat Volume Larutan Standar tersisa Sebaiknya lakukan titrasi sebanyak tiga kali agar didapat hasil yang akurat Hasil rata-rata tersebut digunakan untuk perhitungan.

LAMPIRAN 9
SOAL POST-TES SIKLUS I Tulislah salah satu jawaban yang paling tepat di antara jawaban pada huruf A, B, C, D, atu E pada buku latihan kalian! 1. Kertas lakmus biru akan berubah menjadi merah, jika dimasukkan ke dalam larutan. A. Kalium hidroksida B. Natrium klorida C. Barium sulfat 2. Air akan berubah sifatnya menjadi asam, jika di dalamnya dimasukkan A. Belerang trioksida B. Barium oksida C. Karbon disulfide 3. Dari pengujian larutan dengan kertas lakmus diperoleh data sebagai berikut : No. Larutan yang Warna lakmus diuji Merah Biru 1 P Biru Biru 2 Q Merah Biru 3 R Merah Merah 4 S Merah Biru 5 T Biru Biru Larutan-larutan yang mengandung ion OH lebih banyak dari pada ion H+ adalah. A. P dan Q B. R dan S C. P dan T 4. Berikut adalah alat-alat yang digunakan dalam mentitrasi asam-basa, kecuali A. Buret B. Erlenmeyer C. Labu Bulat 5. Suatu kondisi pada saat indikator menunjukan perubahan warna dan di mana titrasi harus dihentikan merupakan pengertian dari. D. Statif E. Klem D. Q dan S E. R dan T D. Kalium oksida E. Kalsium hidroksida D. Asam klorida E. Natrium nitrat

A. Titrasi B. Titrasi asam-basa C. Titik akhir titrasi D. Titik ekuivalen E. Larutan standar 6. Pada saat melakukan titrasi, klep harus dibuka perlahan-lahan, karena. A. Agar jatuhnya tetesan larutan standar tidak mengalir deras B. Agar titik ekuivalen cepat terjadi C. Agar perubahan warna dapat terlihat jelas D. Agar titrasi larutan standar tidak cepat habis E. Memperlambat sesuai ukuran waktu 7. Larutan standar adalah larutan. A. Larutan yang belum diketahui konsentrasinya B. Larutan yang telah diketahui konsentrasinya C. Larutan yang telah diukur volumenya D. Larutan indikator E. Larutan yang akan dititrasi 8. Berikut yang bukan termasuk dalam istilah titrasi asam-basa adalah. A. Titik akhir titrasi B. Titik ekuivalen C. Larutan titran 9. Berikut indikator yang bisa digunakan dalam titrasi asam-basa, kecuali A. Fenolftalein (pp) B. Bromtimol biru (btb) C. Lakmus 10. Apa yang terjadi jika larutan asam lemah dan basa lemah dititrasi A. Terjadi perubahan warna sebelum titik ekuivalen tercapai B. Tercapai titik ekuivalen dengan tepat C. Terjadi reaksi netralisasi D. Larutan asam tepat beraksi dengan larutan basa E. Perubahan warna pada titik akhir titrasi tepat saat titik ekuivalen tercapai D. Metil merah (mm) E. Metil jingga (mj) D. Larutan standar E. Kesetimbangan homogen

LAMPIRAN 10
KUNCI JAWABAN POST-TES SIKLUS I

1. D

2. A

3. C

4. C

5. C

6. A

7. B

8. E

9. C

10. A

LAMPIRAN 11
MEDIA GRAFIS KOMIK-KARTUN SIKLUS I
BAGIAN I
Hari ini , kita akan mempelajari sub pokok bahasan Titrasi Asam-Basa Hai temanteman, Apa kabar semuanya?? ? Kalian tahu tidak bagaimana cara menentukan konsentrasi suatu larutan? Bantu aku! Hemft apa yah? Kalau tidak salah dengan melakukan Titrasi Patrick

Titrasi merupakan cara analisis tentang pengukuran jumlah larutan yang dibutuhkan untuk bereaksi secara tepat dengan zat yang terdapat dalam larutan lain

Sebentar yah, coba aku lihat dulu di catatan Kimia ku!!!

Hei spongebob kau benar! Untuk menentukan konsentrasi suatu larutan yaitu dengan melakukan titrasi.

Dalam melakukan Titrasi asambasa, terjadi Titik Akhir Titrasi dan Titik Ekuivalen.

Sudah tahu belum apa itu Titik Akhir Titrasi dan Titik Ekuivalen???

miaaaww

Hahaha apa yah??...

Titik Akhir Titrasi adalah suatu keadaan di mana indikator telah menunjukan perubahan warna dan tanda bahwa titrasi harus dihentikan.

Sedangkan Titik Ekuivalen adalah suatu keadaan di mana campuran antara dua zat (asam-basa) tepat bereaksi/ pada perbandingan yang sama artinya titik ekuivalen adalah Titik tengah dari kurva titrasi

Pertama-tama siapkan alat & bahannya sbb : Nah sekarang saatnya kita harus tahu bagaimana cara mentitrasi suatu larutan asam-basa. Alat : Bahan : -Statif - Larutan Titran/belum -Klem diket konsentrasinya. -Klep -Larutan Standar/sudah -Pipet tetes diketahui konsentrasinya -Buret -Indikator -Gelas kimia -Labu Erlenmeyer

??? Meaoow

Coba perhatikan gambar dan prosedur kerja titrasi berikut : Prosedur Kerja Titrasi : 1.Pertama-tama siapkan larutan yang akan diselidiki konsentrasinya, di masukkan ke dalam labu erlenmeyer. 2.Lalu siapkan larutan yang telah diketahui konsentrasinya/ larutan standar, dimasukkan ke dalam buret 3.Siapkan statif dan klem 4.Pada larutan yang akan dititrasi dimasukkan indikator yang mempunyai trayek yang sesuai dengan perubahan warna indikator. 5.Pada saat melakukan titrasi, klep dibuka perlahan-lahan diatur sedemikian rupa sehingga jatuhnya tetesan larutan standar tidak mengalir deras/setetes demi setetes.

Selanjutnya, 6. Labu erlenmeyer dipegang dan digoyang terus supaya reaksi sempurna. 7. Amati hingga terjadi perubahan warna larutan dalam labu erlenmeyer. 8. Jika telah berubah warna titrasi dihentikan. 9. Catat Volume Larutan Standar yang tersisa 10. Sebaiknya lakukan titrasi sebanyak tiga kali agar didapat hasil yang akurat 11. Hasil rata-rata tersebut digunakan untuk perhitungan.

Kalau Prosedur Kerjanya aku juga tahu!

Bagaimana cara mengetahui perubahan pH nya Spongebob?

Untuk mengetahui perubahan pHnya, perhatikan : Jika larutan standar bersifat basa, maka pH akan naik. Sebaliknya Jika larutan standar bersifat asam, maka pH akan turun. Catatan : pH netral = 7 pH Basa > 7 pH Asam < 7

Pada saat titrasi dilakukan, akan terjadi perubahan pH pada larutan yang belum diket konsentrasinya

LAMPIRAN 12
LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU MENGGUNAKAN MEDIA GRAFIS JENIS KOMIK-KARTUN Tindakan / Siklus ke : I Nama pengamat Jabatan : Euis Teni Nurhayani, S.T dan Anggun D.A.J : Guru Kimia SMAN 9 Kota Bengkulu&mahasiswa Pend.Kimia Sub Pokok Bahasan
No Tahap Pengajaran

: Titrasi Asam-Basa
Aspek yang diamati Pengamat I Pengamat II

K(1) C(2) B(3) K(1) C(2) B(3)

Pendahuluan

Kegiatan Inti

Pendahuluan a. Guru memberikan pertanyaan prasyarat b. Motivasi : Guru memberikan penghargaan/penguat kepada siswa yang memiliki keberanian c. Guru menyediakan dan mempersiapkan media Grafis KomikKartun. Kegiatan Inti d. Guru membagi siswa dalam kelompok kecil e. Guru meminta siswa duduk dalam kelompok masingmasing f. Guru memberikan suatu materi menggunakan media grafis komik-katun. g. Guru membimbing siswa untuk mengamati materi. h. Guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya. i. Guru memberikan LDS untuk

Penutup

mengetahui pemahaman siswa. j. Guru membimbing siswa melakukan diskusi kelompok k. Guru meminta perwakilan dari masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok Penutup l. Guru membimbing siswa menarik kesimpulan dari materi yang telah dipelajari Skor Rata-rata Kriteria

61 30,5 Baik

Kriteria Penilaian K : 12 - 19 (Kurang) C : 20 - 27 (Cukup) B : 28 - 36 (Baik)

LAMPIRAN 13
LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA MENGGUNAKAN MEDIA GRAFIS JENIS KOMIK-KARTUN Tindakan / Siklus ke : I Nama pengamat Jabatan : Euis Teni Nurhayani, S.T dan Anggun D.A.J : Guru Kimia SMAN 9 Kota Bengkulu&mahasiswa Pend.Kimia Sub Pokok Bahasan
No Tahap Pengajaran

: Titrasi Asam-Basa
Aspek yang diamati Pengamat I K(1) Pengamat II

C(2) B(3) K(1) C(2) B(3)

Pendahuluan Pendahuluan a. Siswa menjawab pertanyaan prasyarat b. Motivasi : Siswa mendapat penghargaan/penguat dari guru karena memiliki keberanian menjawab. Kegiatan Kegiatan Inti Inti d. Siswa dibagi dalam kelompok kecil e. Siswa duduk dalam kelompok masingmasing f. Siswa diberikan suatu materi menggunakan media grafis komikkatun. g. Siswa dibimbing untuk mengamati materi. h. Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya. i. Siswa diberikan LDS untuk mengetahui pemahamannya. j. Siswa dibimbing untuk melakukan diskusi

Penutup

kelompok k. Perwakilan siswa dari masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Penutup l. Siswa menarik kesimpulan dari materi yang telah dipelajari Skor Rata-rata Kriteria

56 28 Baik

Kriteria Penilaian K : 12 - 19 (Kurang) C : 20 - 27 (Cukup) B : 28 - 36 (Baik)

LAMPIRAN 14 : DAFTAR HASIL BELAJAR SISWA SIKLUS I


No Nama Siswa Post-tes Presentasi Laporan Tes 50% Presentasi 25% Laporan 25% Nilai Akhir

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

AV AP AMP AF AOL AS DFL DYP EP EIL EAY FR HD IPS INM JP KRS MUP MK MA MAP NN NCOR NK PS PA PA RHMY RW RA SRK SPJ TCP TY WP WCR WY YST YSS YA

60 70 80 70 60 70 70 70 80 75 60 75 60 75 80 75 60 75 60 75 60 75 80 75 50 60 70 60 80 60 60 60 70 65 60 65 70 65 60 65 80 70 80 70 60 70 90 70 60 70 50 70 80 70 60 70 60 65 60 65 80 65 60 65 80 65 50 65 70 65 90 65 60 65 70 65 70 65 60 65 Jumlah Nilai Rata-rata kelas Daya serap siswa Ketuntasan belajar

70 65 65 65 70 65 70 75 75 70 65 70 65 60 60 60 68 65 65 70 65 65 65 70 70 65 65 65 70 65 65 65 70 60 70 70 70 65 60 70

30 40 30 35 40 30 30 40 30 30 30 40 25 35 40 30 35 30 35 30 40 40 30 45 30 25 40 30 30 30 40 30 40 25 35 45 30 35 35 30

17,50 17,50 17,50 17,50 18,75 18,75 18,75 18,75 18,75 18,75 18,75 18,75 15 15 15 15 16,25 16,25 16,25 16,25 17,50 17,50 17,50 17,50 17,50 17,50 17,50 17,50 16,25 16,25 16,25 16,25 16,25 16,25 16,25 16,25 16,25 16,25 16,25 16,25

17,50 16,25 16,25 16,25 17,50 16,25 17,50 23,75 21,25 17,50 16,25 17,50 16,25 15 15 15 17 16,25 16,25 17,50 16,25 16,25 16,25 17,50 17,50 16,25 16,25 16,25 17,50 16,25 16,25 16,25 17,50 15 17,50 17,50 17,50 16,25 15 17,50
2694,75 67,36 81,65% 52,5%

65 73,75 64 68,75 76,25 65 66,25 82,5 70 66,25 65 76,25 56,25 65 70 60 68,25 62,5 67,5 63,75 73,75 73,75 63,75 70 65 58,75 73,75 63,75 63,75 62,5 72,5 62,5 73,75 56,25 68,75 78,75 63,75 67,5 66,25 63,75

LAMPIRAN 15
PERHITUNGAN HASIL ANALISA TES SIKLUS I a. Nilai rata-rata siswa
X X N

Keterangan :
X

= Jumlah rata-rata siswa

X = Jumlah nilai siswa


N = Jumlah siswa

= = 67,36 Jadi, nilai rata-rata siswa pada siklus I adalah 67,36 b. Daya Serap Siswa

Ds

Ns 100% S NI
Keterangan : Ds = Daya serap S = Jumlah siswa NI = Nilai tertinggi Ns = Jumlah nilai seluruh siswa

= = 81,65% Jadi, Daya Serap siswa pada siklus I sebesar 81,65%

c. Ketuntasan Belajar Klasikal

KB

Ns 100% N

Keterangan : KB Ns N = Ketuntasan Belajar = Jumlah siswa yang mendapat nilai = Jumlah siswa 67

=
= 52,5%
Jadi, Ketuntasan belajar siswa pada siklus I adalah sebesar 60%. Artinya pada siklus I, hasil belajar siswa masih dikatakan belum tuntas secara klasikal ,karena 85% siswa di kelas belum mencapai nilai >67.

LAMPIRAN 17
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS II Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester : SMA Negeri 09 Kota Bengkulu : Kimia : XI IPA / 2 Membuat kurva titrasi asam-basa serta menghitung data titrasi asam-basa Kompetensi dasar : 2.1 Mengamati rentang pH perubahan warna berbagai indikator asam-basa dan membuat kurva dan menghitung titrasi asam-basa I. Indikator :

Standar Kompetensi : 2.

1. Membuat kurva titrasi asam-basa 2. Menentukan indikator yang tepat digunakan untuk titrasi asam dan basa 3. Menghitung data hasil titrasi II. Tujuan : Siswa dapat, 1. Membuat kurva titrasi asam-basa 2. Menentukan indikator yang tepat digunakan untuk titrasi asam basa 3. Menghitung molar, massa dan volume dari data hasil titrasi III. Materi Ajar : o Titrasi asam-basa o Kurva titrasi o Perhitungan titrasi asam-basa a. Titrasi Asam-Basa Titrasi merupakan cara analisis tentang pengukuran jumlah larutan yang dibutuhkan untuk bereaksi secara tepat dengan zat yang terdapat dalam larutan lain. Untuk melakukan titrasi asam-basa digunakan indikator, indikator di sini berguna untuk memberitahu ketika terjadi perbandingan yang tepat dari asam dan basa yang dicampurkan untuk saling "menetralkan" satu sama lain. Ketika terjadi perubahan warna indikator, keadaan ini sering digambarkan sebagai titik akhir

titrasi dan biasanya reaksi yang terjadi merupakan titik ekuivalen pada titrasi tersebut. Artinya pada saat titik ekuivalen tercapai maka larutan asam tepat bereaksi dengan larutan basa. Tabel 1. Trayek/ rentang pH indikator Indikator Metil Jingga (mj) Metil merah (mm) Lakmus Bromtimol Biru (BTB) Fenolftalein (pp) Trayek pH 3,1 - 4,4 4,2 6,3 5,0 8,0 6,0 7,6 8,2 10,0

Larutan yang bersifat asam akan menunjukan pH < 7, larutan yang bersifat basa akan menunjukkan pH > 7, dan larutan yang bersifat netral pH nya adalah 7. b. Kurva Titrasi Kurva titrasi adalah suatu gambaran dimana saat terjadinya titik ekuivalen, yaitu larutan asam tepat bereaksi dengan larutan basa. Semua kurva titrasi berdasarkan pada asam dan basa memiliki konsentrasi 1 mol dm-3. Pada tiap kasus, titrasi dimulai dengan dengan meneteskan larutan pada buret setetes demi setetes ke dalam larutan yang lainnya pada buret hingga terjadi perubahan warna sebagai tanda berhentinya pelaksanaan titrasi. Adapun jenis titrasi asam-basa yakni : a. Kurva asam kuat vs basa kuat Diagram berikut menunjukkan kurva pH untuk penambahan asam kuat pada basa kuat. Bagian yang diarsir pada gambar tersebut adalah rentang pH untuk jingga metil dan fenolftalein.

Gambar 1. Kurva titrasi Asam kuat vs basa kuat

Dapat dilihat dari kurva di atas bahwa terjadi loncatan garis tegak lurus pada pH 3-11. Jika dilihat dari trayek pH, indikator yang sesuai adalah indikator

fenolftalein, karena rentang pH tidak terlalu jauh pada pH saat tercapai titik ekuivalen. Titrasi dilakukan sampai fenolftalein berubah menjadi tak berwarna (pada pH 8,8) karena itu adalah titik terdekat untuk mendapatkan titik ekivalen. Sedangkan dengan menggunakan jingga metil, titrasi dilakukan sampai bagian pertama kali muncul warna jingga dalam larutan. Jika larutan berubah menjadi merah, maka akan didapatkan titik yang lebih jauh dari titik ekivalen. Jenis indikator lain bisa digunakan namun pergerakan pHnya kurang akurat dan perubahan warnanya sulit diamati. b. Asam kuat vs basa lemah

Gambar 2. Kurva titrasi Asam kuat vs basa lemah

Titik ekuivalen berada pada pH 5,28 dan loncatan pH pada titrasi berada pada pH 7-4. Pada kurva di atas sangat jelas bahwa fenolftalein akan lebih tidak berguna. Akan tetapi metil merah mulai berubah dari kuning menjadi jingga sangat mendekati titik ekivalen. Sehingga indikator yang tepat digunakan pada titrasi ini adalah indikator metal merah. c. Asam lemah vs basa kuat

Gambar 3. Kurva titrasi Asam lemah vs basa kuat

Pada kurva di atas dapat dilihat bahwa titik ekuivalen berada pada pH 8,5 dan terjadi loncatan garis tegak lurus pada pH 7-10. Sehingga indikator yang tepat digunakan pada titrasi ini adalah indikator pp. Perubahan warna pada titik akhir titrasi tepat bereaksi saat tercapainya titik ekuivalen/berubah warna dengan tepat pada tempat yang diinginkan. d. Asam lemah vs basa lemah Kurva berikut adalah keadaan dimana asam dan basa keduanya sebanding lemah. Titik ekuivalen akan terletak pada pH yang lain.

Gambar 4. Kurva titrasi Asam lemah vs basa lemah

Pada kurva di atas dapat dilihat bahwa kedua indikator tidak dapat digunakan. Fenolftalein akan berakhir perubahannya sebelum tercapai titik ekivalen, dan jingga metil jauh ke bawah sekali. Ini memungkinkan untuk menemukan indikator yang memulai perubahan warna atau mengakhirinya pada titik ekuivalen. Perubahan warna titrasi berakhir sebelum mencapai titik ekuivalen dan terletak pada pH yang tidak sesuai dengan titik ekuivalen. IV. Metode pendekatan : o o o o V. Penyampaian informasi Diskusi Penugasan Penggunaan media grafis komik-kartun Alokasi Waktu 2 x 45 menit VI. Skenario Pembelajaran No 1. Kegiatan Kegiatan Awal (Apersepsi) a. Mengucapkan salam Waktu 10 menit

Assalamualaikum Wr.Wb Menanyakan kabar siswa Apa kabar semuanya? Mengecek kehadiran siswa dengan bertanya kepada ketua kelas siapa yang tidak hadir hari ini? f. Memberikan pertanyaan prasyarat/mereview : g. ada yang masih ingat apa pengertian titik ekuivalen? h. Motivasi : Memberikan penghargaan atau penguat kepada siswa yang memiliki keberanian i. Menyediakan dan mempersiapkan media grafis komik-kartun. 2 Kegiatan Inti a. Menjelaskan indikator pencapaian hasil belajar, informasi latar belakang pelajaran, pentingnya pelajaran, mempersiapkan siswa untuk belajar b. Mempresentasikan keterampilan yang benar, atau menyajikan informasi tahap demi tahap. c. Merencanakan dan memberi bimbingan pelatihan awal. Dengan menjelaskan titrasi asam-basa sesuai dengan gambar yang ada di media komik-kartun. d. 10.Menjelaskan pengertian cara membuat kurva titrasi dan menghitung molar, massa dan volume hasil titrasi. e. 11.Mengecek apakah siswa memahami materi yang dijelaskan dengan cara memberikan umpan balik yaitu meminta siswa untuk menjelaskan mengapa pada titrasi asam lemah dan basa lemah tidak ada kurva titrasinya?. f. Memberikan LDS (Lembar Diskus Siswa) secara berkelompok g. Memberikan penguatan kepada siswa yang bisa menjawab pertanyaan yang diajukan dengan mengatakan ya.. bagus. 3 Penutup b. c. d. e. a. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan halhal yang belum jelas. b. Membimbing siswa menarik kesimpulan dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan : Memberikan soal post tes untuk dikerjakan siswa secara individu. c. Menginformasikan materi selanjutnya. d. Salam dan berdoa (tidak lanjut).

70 menit

10 Menit

VII.

Alat / Bahan / Sumber Belajar Internet Buku Kimia Multimedia LCD LDS Postest

VIII. Sumber Belajar Buku Sains Kimia Kelas 2 SMA Semester genap karangan Nana Sutresna, Penerbit Bumi Aksara Buku Sains Kimia jilid 2B untuk SMA Kelas XI penerbit Erlangga Buku Kimia 2B karangan Nana Sutresna, penerbit Grafindo Media Pratama Karangan Michael Purba

LAMPIRAN 18
LDS (LEMBAR DISKUSI SISWA) SIKLUS II Kelompok : Nama Kelompok :1. 2. 3. 4. 5.

Petunjuk penyelesaian permasalahan dalam diskusi kelompok a. Bacalah permasalahan dengan cermat dan carilah informasi sebanyak mungkin tentang permasalahan yang diajukan, yaitu dalam merumuskan masalah dan memberikan argumen! b. Cobalah menerjemahkan permasalahan dengan menganalisis permasalahan yang diajukan! c. Temukan jawaban dari permasalahan, bagaimana anda mengemukakan pertanyaan dan memberikan jawaban Selesaikan permasalahan di bawah ini! 1. Perubahan pH pada reaksi 25 mL larutan HCl 0,1 M dengan larutan NaOH 0,1 M diperoleh data sebagai berikut. pH merupakan hasil perhitungan dari NaOH yang ditambahkan. Buat dan diskusikan dengan teman kelompok kalian, grafik pH dan indikator yang tepat digunakan untuk reaksi asam basa sesuai dengan data di bawah ini! Minta pendapat guru kalian tentang hasil yang kalian dapatkan!
Volume HCl 0,1 M (ml) Volume NaOH 0,1 M (ml) Volume Total (ml)

pH 1,00 1,37 4,70 7,00 9,30 11,30 12,52

25,00 25,00 25,00 25,00 25,00 25,00 25,00

0,00 10,00 24,99 25,00 25,01 26,00 50,00

25,00 35,00 49,99 50,00 50,01 51,00 75,00

LAMPIRAN 19
KUNCI JAWABAN LEMBAR DISKUSI SISWA SIKLUS II a. Grafik pH Kurva titrasi untuk asam kuat dan basa kuat ; 25,00 mL 0,1 M HCl oleh 0,1 M NaOH.

b. Jenis indikator yang tepat digunakan pada reaksi asam basa tersebut adalah indikator pp/ fenolftalein, sebab titik ekuivalen yang ditampilkan grafik di atas berada pada pH 7 dan garis trayek pH tidak berubah (berubah sedikit). Garis tegak lurus berada pada pH= 3 sampai dengan pH = 11. Yang dapat mewakili harga trayek pH tersebut adalah indikator fenolftalein yang mempunyai trayek pH 8,2-10,0

LAMPIRAN 20
SOAL POST-TES SIKLUS II Tulislah salah satu jawaban yang paling tepat di antara jawaban pada huruf A, B, C, D, atu E pada buku latihan kalian!

1. Larutan yang mempunyai pH lebih besar dari 7 adalah larutan.... A. Gula B. Alkohol C. Amoniak D. Asam nitrat E. Asam klorida

2. Harga pH 250 mL larutan 0,1 M NaOH dalam air adalah.... A. 10 + log 1 B. 11+ log 2 C. 13- log 2 D. 13 + log 1 E. 13 + 2 log 2

3. Larutan KOH 0,125 M dititrasi dengan 25 mL larutan HCl 0,1 M dengan menggunakan indikator fenolftalein (pp). Volume KOH yang diperlukan untuk menetralkan 25 mL HCl dalam titrasi tersebut adalah.... A. 20 mL B. 25 mL C. 30 mL D. 40 mL E. 50 mL

4. Pada penentuan kadar amoniak melalui titrasi dengan asam klorida, ternyata pH akhir titrasi adalah 5,2. Indikator yang sesuai untuk titrasi tersebut yakni.. A. Metil oranye dengan trayek perubahan warna pada pH 3,1-4,4 B. Metil merah dengan trayek perubahan warna pada pH 4,8-6,0 C. Fenolftalein dengan trayek perubahan warna pada pH 8,3-10,0 D. Indigokarmen dengan trayek perubahan warna pada pH 11,4-13,0 E. Timol biru dengan trayek perubahan warna pada pH 8,0-10,0

5. Berikut indikator yang bisa digunakan dalam titrasi asam-basa, kecuali A. Fenolftalein (pp) B. Bromtimol biru (btb) C. Lakmus 6. Apa yang terjadi jika larutan asam lemah dan basa lemah dititrasi A. Terjadi perubahan warna sebelum titik ekuivalen tercapai B. Tercapai titik ekuivalen dengan tepat C. Terjadi reaksi netralisasi D. Larutan asam tepat beraksi dengan larutan basa E. Perubahan warna pada titik akhir titrasi tepat pada saat titik ekuivalen tercapai D. Metil merah (mm) E. Metil jingga (mj)

7. Berikut larutan yang termasuk ke dalam asam lemah adalah.... A. HCl B. CH3COOH C. HI D. H2SO4 E. HBr

8. Indikator pp yang tak berwarna saat direaksikan dengan larutan basa maka akan berubah warna menjadi.... A. Kuning B. Merah C. Biru D. Tetap tak bewarna E. Merah Muda

9. 1. Labu Erlenmeyer 2. Rak tabung reaksi 3. Buret

4. Labu bulat 5. Klem

Alat-alat yang digunakan pada percobaan titrasi ditunjukkan pada nomor.... A. 1, 2 dan 3 B. 1, 2 dan 4 C. 1, 2 dan 5 D. 1, 3 dan 5 E. 2, 4 dan 5

10. Bila trayek perubahan pH larutan dari : Metil merah (mm) 4,2-6,3 (merah-kuning) Metil jingga (mj) 3,2-4,4 (merah-kuning) Bromtimol biru (btb) 6,0-7,6 (kuning-biru) Fenolftalein (pp) 8,2-10,00 (tidak berwarna)

Pengujian beberapa larutan dengan indikator tersebut menghasilkan data. Larutan mm Kuning Merah Kuning Kuning Perubahan Warna Dalam Larutan Merah Biru Pp mj btb Tidak berwarna Kuning Biru Tidak berwarna Merah Kuning Tidak berwarna Kuning Hijau Tidak berwarna Kuning Biru Merah

P Q R S

Larutan yang bersifat asam, basa, dan garam secara berurutan adalah.... A. P, Q, R B. Q, R, S C. Q, S, R D. S, R, Q E. R, S, Q

LAMPIRAN 21
KUNCI JAWABAN SOAL POST-TES SIKLUS II

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10. C

LAMPIRAN 22
MEDIA GRAFIS KOMIK-KARTUN SIKLUS II
Berikut Ini adalah trayek pH untuk indikatorindikator dalam titrasi

Indikator

Trayek pH

Metil Jingga (mj) 3,1 - 4,4

Metil merah (mm) 4,2 6,3


Lakmus 5,0 8,0

Bromtimol Biru (BTB)

6,0 7,6

Fenolftalein (pp) 8,2 10,0


Kurva titrasi ada 4 macam yaitu :

Larutan asam pH < 7 larutan basa pH > 7 larutan netral pH = 7

-Kurva Titrasi Asam Kuat Dan Basa Kuat -Kurva Titrasi Asam Lemah Dan Basa Kuat -Kurva Titrasi Asam Kuat Dan Basa Lemah -Kurva Titrasi Asam Lemah Dan Basa Lemah

Kurva Titrasi Asam Lemah Dan Basa Kuat

Kurva Titrasi Asam Kuat Dan Basa Kuat

Berikut adalah gambar kurvanya : Berikut adalah Kurva Titrasi Asam Lemah Dan Basa Kuat

Kurva Titrasi Asam Kuat Dan Basa Lemah

Nah selanjutnya Kurva Titrasi Asam Kuat Dan Basa Lemah

Kurva Titrasi Asam Lemah Dan Basa Lemah

Nah terakhir adalah Kurva Titrasi Asam Lemah Dan Basa Lemah

LAMPIRAN 23
LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU MENGGUNAKAN MEDIA GRAFIS JENIS KOMIK-KARTUN Tindakan / Siklus ke : II Nama pengamat Jabatan : Ibu Euis Teni Nurhayani, S.T dan Anggun D.A.J : Guru Kimia SMA N 9 Kota Bengkulu & mahasiswa Pend.Kimia Sub Pokok Bahasan
No Tahap Pengajaran

: Kurva & perhitungan titrasi asam-basa


Aspek yang diamati Pengamat I Pengamat II

K(1) C(2) B(3) K(1) C(2) B(3)

Pendahuluan

Pendahuluan a. Guru memberikan pertanyaan prasyarat b. Motivasi : Guru memberikan penghargaan/penguat kepada siswa yang memiliki keberanian c. Guru menyediakan dan mempersiapkan media Grafis Komik-Kartun. Kegiatan Inti Kegiatan Inti d. Guru membagi siswa dalam kelompok kecil e. Guru meminta siswa duduk dalam kelompok masing-masing f. Guru memberikan suatu materi menggunakan media grafis komikkatun. g. Guru membimbing siswa untuk mengamati materi. h. Guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya. i. Guru memberikan LDS untuk mengetahui pemahaman siswa. j. Guru membimbing siswa melakukan diskusi

Penutup

kelompok k. Guru meminta perwakilan dari masingmasing kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok Penutup l. Guru membimbing siswa menarik kesimpulan dari materi yang telah dipelajari Skor Rata-rata Kriteria

66 33 Baik

Kriteria Penilaian K : 12 - 19 (Kurang) C : 20 - 27 (Cukup) B : 28 - 36 (Baik)

LAMPIRAN 24
LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA MENGGUNAKAN MEDIA GRAFIS JENIS KOMIK-KARTUN Tindakan / Siklus ke : II Nama pengamat Jabatan : Ibu Euis Teni Nurhayani, S.T dan Anggun D.A.J : Guru Kimia SMA N 9 Kota Bengkulu & mahasiswa Pend.Kimia Sub Pokok Bahasan : Kurva & perhitungan titrasi asam-basa

No

Tahap Pengajaran

Aspek yang diamati

Pengamat I

Pengamat II

K(1) C(2) B(3) K(1) C(2) B(3)

Pendahuluan

Pendahuluan a) Siswa menjawab pertanyaan prasyarat b) Motivasi : Siswa mendapat penghargaan/penguat dari guru karena memiliki keberanian menjawab. Kegiatan Inti Kegiatan Inti c) Siswa dibagi dalam kelompok kecil d) Siswa duduk dalam kelompok masing-masing e) Siswa diberikan suatu materi menggunakan media grafis komik-katun f) Siswa dibimbing untuk mengamati materi. g) Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya. h) Siswa diberikan LDS untuk mengetahui pemahamannya i) Siswa dibimbing untuk melakukan diskusi kelompok j) Perwakilan siswa dari masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Penutup Penutup k) Siswa menarik kesimpulan

dari materi yang telah dipelajari


Skor Rata-rata Kriteria Kriteria Penilaian : K : 12 - 19 (Kurang)

60 30 Baik

C : 20 - 27 (Cukup) B : 28 - 36 (Baik)

LAMPIRAN 14 : DAFTAR HASIL BELAJAR SISWA SIKLUS I


No Nama Siswa Post-tes Presentasi Laporan Tes 50% Presentasi 25% Laporan 25% Nilai Akhir

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

AV AP AMP AF AOL AS DFL DYP EP EIL EAY FR HD IPS INM JP KRS MUP MK MA MAP NN NCOR NK PS PA PA RHMY RW RA SRK SPJ TCP TY WP WCR WY YST YSS YA

60 70 70 70 60 70 60 70 80 75 60 75 60 75 80 75 80 70 70 70 60 70 70 70 60 70 60 70 70 70 70 70 70 65 70 65 70 65 70 65 60 70 70 70 70 70 75 70 70 70 70 70 60 70 70 70 70 65 60 65 80 65 60 65 60 65 60 65 70 65 80 65 70 70 70 70 60 70 70 70 Jumlah Nilai Rata-rata kelas Daya serap siswa Ketuntasan belajar

75 75 75 75 75 75 75 75 80 80 80 80 70 70 70 70 75 75 75 75 65 65 65 65 65 65 65 65 75 75 75 75 70 70 70 70 70 70 70 70

30 35 30 30 40 30 30 40 40 35 30 35 30 30 35 35 35 35 35 35 30 35 35 35 35 35 30 35 35 30 40 30 30 30 35 40 35 35 30 35

17,50 17,50 17,50 17,50 18,75 18,75 18,75 18,75 17,50 17,50 17,50 17,50 17,50 17,50 17,50 17,50 16,25 16,25 16,25 16,25 17,50 17,50 17,50 17,50 17,50 17,50 17,50 17,50 16,25 16,25 16,25 16,25 16,25 16,25 16,25 16,25 17,50 17,50 17,50 17,50

18,75 18,75 18,75 18,75 18,75 18,75 18,75 18,75 20 20 20 20 17,50 17,50 17,50 17,50 18,75 18,75 18,75 18,75 16,25 16,25 16,25 16,25 16,25 16,25 16,25 16,25 18,75 18,75 18,75 18,75 17,50 17,50 17,50 17,50 17,50 17,50 17,50 17,50 2758 68,9 86,18% 77,5%

66,25 71,25 66,25 66,25 77,5 66,25 66,25 80 77,5 72,5 67,5 72,5 65 65 70 70 70 70 70 70 63,75 68,75 68,75 68,75 68,75 68,75 63,75 66,75 70 65 75 65 63,75 63,75 68,75 73,75 70 70 65 70

LAMPIRAN 26
PERHITUNGAN HASIL ANALISA TES SIKLUS II a. Nilai rata-rata siswa

X N

Keterangan :
X

= Jumlah rata-rata siswa

X = Jumlah nilai siswa


N = Jumlah siswa

= = 68,9 Jadi, nilai rata-rata siswa pada siklus II adalah 68,9 b. Daya Serap Siswa
Ds Ns S NI 100%

Keterangan : Ds = Daya serap S = Jumlah siswa NI = Nilai tertinggi Ns = Jumlah nilai seluruh siswa

= 86,18% Jadi, Daya Serap siswa pada siklus II sebesar 86,18%

c. Ketuntasan Belajar Klasikal

KB

Ns 100% N

Keterangan : KB Ns N = Ketuntasan Belajar = Jumlah siswa yang mendapat nilai = Jumlah siswa 67

= 77,5%
Jadi, Ketuntasan belajar siswa pada siklus II adalah sebesar 77,5%. Artinya pada siklus II, hasil belajar siswa masih dikatakan belum tuntas secara klasikal ,karena 85% siswa di kelas belum mencapai nilai >67.

LAMPIRAN 28
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS III Mata Pelajaran Kelas / Semester : Kimia : XI / 2

Standar Kompetensi : 3. Memahami sifat-sifat larutan asam-basa menurut teori asam basa Bronsted-Lowry dan teori asam basa Lewis. Kompetensi dasar : 3.1 Mendeskripsikan teori-teori asam basa dan

menentukan sifat suatu larutan. I. Indikator :

1. Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Bronsted dan Lowry 2. Menuliskan persamaan reaksi asam dan basa menurut Bronsted dan Lowry dan menunjukkan pasangan asam dan basa konjugasinya. 3. Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Lewis. II. Tujuan : Siswa dapat, 1. Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Bronsted dan Lowry. 2. Menuliskan persamaan reaksi asam dan basa menurut Bronsted dan Lowry dan menunjukkan pasangan asam dan basa konjugasinya. 3. Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Lewis. III. Materi Ajar : o Pengertian Larutan Asam-Basa o Teori asam-basa Brosted-Lowry o Teori Asam- basa Lewis. IV. Metode pendekatan : o Penyampaian informasi o Diskusi o Penggunaan media grafis komik-kartun

IX. Alokasi Waktu 2 x 45 menit X. No 1. Skenario Pembelajaran Kegiatan Kegiatan Awal (Apersepsi) a. b. c. d. e. Mengucapkan salam Assalamualaikum Wr.Wb Menanyakan kabar siswa Apa kabar semuanya? Mengecek kehadiran siswa dengan bertanya kepada ketua kelas siapa yang tidak hadir hari ini? f. Memberikan pertanyaan prasyarat/mereview : g. ada yang masih ingat apa pengertian asam dan basa secara umum? h. Motivasi : Memberikan penghargaan/penguat kepada siswa yang memiliki keberanian i. Menyediakan dan mempersiapkan media grafis komik-kartun. Kegiatan Inti j. Menjelaskan indikator pencapaian hasil belajar, informasi latar belakang pelajaran, pentingnya pelajaran, mempersiapkan siswa untuk belajar k. Mempresentasikan keterampilan yang benar, atau menyajikan informasi tahap demi tahap. l. Merencanakan dan memberi bimbingan pelatihan awal. Dengan menjelaskan teori asam-basa Bronsted-Lowry dan Lewis sesuai dengan gambar yang ada di media komik-kartun. m. Memberikan contoh reaksi asam dan basa n. pada teori asam-basa Bronsted-Lowry dan Lewis. o. Mengecek apakah siswa memahami materi yang dijelaskan dengan cara memberikan umpan balik yaitu meminta siswa untuk menjelaskan pengertian teori asam-basa Bronsted-Lowry dan Lewis p. Memberikan LDS (Lembar Diskus Siswa) secara berkelompok q. Memberikan penguatan kepada siswa yang bisa menjawab pertanyaan yang diajukan dengan mengatakan ya.. bagus. Penutup a. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum jelas. b. Membimbing siswa menarik kesimpulan dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan : Memberikan soal post tes untuk dikerjakan Waktu 10 menit

70 menit

10 Menit

siswa secara individu. c. Menutup pelajaran siswa mengucapkan salam dan berdoa. (tindak lanjut)

VII. a.

Penilaian: : Tes Tertulis, presentasi : Pilihan ganda, LDS, post-tes :

Teknik

b. Bentuk instrumen IX.

VIII. Alat / Bahan / Sumber Belajar Internet Buku Kimia Multimedia LCD LDS Postest Sumber Belajar

Buku Sains Kimia Kelas 2 SMA Semester genap karangan Nana Sutresna, Penerbit Bumi Aksara Buku Sains Kimia jilid 2B untuk SMA Kelas XI penerbit Erlangga Buku Kimia 2B karangan Nana Sutresna, penerbit Grafindo Media Pratama Karangan Michael Purba

Bengkulu, 09 Februari 2011

Peneliti,

Yeni Raini NPM. A1F007040

LAMPIRAN 29
LDS (LEMBAR DISKUSI SISWA) SIKLUS III Kelompok : Nama Kelompok :1. 2. 3. 4. 5.

Petunjuk penyelesaian permasalahan dalam diskusi kelompok a. Bacalah permasalahan dengan cermat dan carilah informasi sebanyak mungkin tentang permasalahan yang diajukan, yaitu dalam merumuskan masalah dan memberikan argumen! b. Cobalah menerjemahkan permasalahan dengan menganalisis permasalahan yang diajukan! c. Temukan jawaban dari permasalahan, bagaimana anda mengemukakan pertanyaan dan memberikan jawaban. Selesaikan permasalahan di bawah ini! 1. Tuliskan pengertian asam dan basa menurut teori asam-basa Bronsted-Lowry dan Lewis! 2. Jelaskan untuk reaksi : NH3 (aq) + H2O (l) NH4+ (aq) + OH- (aq)

a. Asam konjugasi dan Basa konjugasi b. Reaksi ke kanan dan Reaksi ke kiri 3. Tentukan ikatan kovalen koordinasi pada reaksi berikut : NH3 (aq) + BF3 (aq) ------- H3NBF3

LAMPIRAN 30
KUNCI JAWABAN LDS SIKLUS III

1. Teori Bronsted-Lowry Asam : Senyawa yang dapat memberikan proton (H+) kepada senyawa lain Basa : Senyawa yang dapat menerima proton (H+) kepada senyawa lain Teori Lewis Asam : Senyawa yang dapat menerima pasangan elektron dari senyawa lain Basa : Senyawa yang dapat memberi pasangan elektron dari senyawa lain 2. NH3 (aq) + H2O (l) NH4+ (aq) + OH- (aq) a. Asam konjugasi adalah H2O dan NH4+ H2O : Asam, karena dapat memberikan proton dari H2O, sehingga menjadi NH4+ NH4+ : Asam, karena dapat memberikan proton pada OH-, sehingga menjadi NH3 Basa konjugasinya adalah NH3 dan OHNH3 : Basa, karena dapat menerima proton dari OH-, sehingga menjadi NH3 OH- : Basa, karena dapat menerima proton dari NH4+, sehingga menjadi H2O 3. Ikatan kovalen koordinasi pada reaksi berikut : NH3 (aq) + BF3 (aq) ------- H3NBF3 H F H H N: F B F

H N: + B - F

LAMPIRAN 31
LEMBAR SOAL POST-TES SIKLUS III Tulislah salah satu jawaban yang paling tepat di antara jawaban pada huruf A, B, C, D, atu E pada buku latihan kalian! 1. Asam adalah senyawa yang dapat memberikan proton (H+) adalah pengertian asam menurut teori A. Lewis B. Bronsted-Lowry C. Arhenius D. Van der Waals E. F. London 2. Di antara spesi berikut, yang tidak mungkin berlaku sebagai asam BronstedLowry adalah. A. NH4+ B. H2O C. HCO3D. CO32E. H2CO3 3. Dalam reaksi NH4+ + H2O A. NH4+ dengan H2O B. NH4+ dengan NH3 C. NH4+ dengan H3O+ D. NH3 dengan H3O+ E. N2O dengan NH3 4. Dalam reaksi Ag+ + 2NH3 Ag(NH3)2+ Zat yang dapat disebut asam Lewis adalah. A. Ag+ B. NH3 C. Ag(NH3)2+ NH3 + H3O+, pasangan asam-basa konjugasi

menurut teori Bronsted adalah....

D. Ag+ dan Ag(NH3)2+ E. NH3 dan Ag(NH3)2+ 5. Reaksi : H2O (l) + OCl- (aq) HOCl (aq) + OH- (aq)

Reaksi yang merupakan pasangan asam basa konjugasi menurut BronstedLowry adalah. A. H2O dan OClB. H2O dan HOCl C. H2O dan OHD. OCl- dan OHE. HOCl dan OH6. Gilbert Newton Lewis mengemukakan konsep tentang asam dan basa pada tahun. A. 1807 B. 1923 C. 1879 D. 1947 E. 1932 7. Berikut merupakan ciri reaksi basa Lewis adalah. A. Dapat menerima pasangan elektron dari senyawa lain B. Dapat memberikan proton kepada senyawa lain C. Dapat menerima proton dari senyawa lain D. Menghasilkan ion OH- dalam air E. Dapat memberi pasangan elektron dari senyawa lain 8. Menurut teori Bronsted-Lowry, asam konjugasi merupakan asam. A. Yang terbentuk dari basa yang menerima Proton B. Yang menghasilkan ion H+ dalam air C. Yang bersifat sebagai akseptor proton D. Yang terbentuk dari asam yang mnerima proton E. Yang bertindak sebagai penerima pasangan electron

9.

1. BF3 2. FeCl3 3. HCl 4. H3O 5. AlCl3 Yang merupakan contoh asam Lewis ditunjukkan pada nomor. A. 1, 3, 4 B. 1, 3, 5 C. 1, 2, 5 D. 2, 4, 5 E. 2, 3, 5

10. Pada reaksi : NH4+ + H2O

NH3 + H3O+

Bronsted-Lowry mengemukakan bahwa pada reaksi tersebut air dapat bersifat asam dan basa. Zat yang dapat bersifat sebagai asam dan basa disebut. A. Konjugasi B. Disosiasi C. Liofob D. Amphiprotik E. Dispersi

LAMPIRAN 32
KUNCI JAWABAN LEMBAR POST-TES SIKLUS III

6. B

7. D

8. B

9. A

10. C

11. B

12. E

13. A

14. C

15. D

LAMPIRAN 33
MEDIA GRAFIS KOMIK-KARTUN SIKLUS III
BAGIAN
I
Selamat pagi teman-temanku semua. Hari ini , kita sama-sama pelajari Teori Asam-Basa yuuukkk!!!
Secara Umum Asam itu berasal dari bahasa latin yaitu acetum artinya cuka

Sedangkan Basa berasal dari bahasa arab artinya abu

Hemft

Teori-Teori Asam-Basa ada 3, yaitu : Teori Asam-Basa Arrhenius Teori Asam-Basa Bronsted-Lowry Teori Asam-Basa Lewis
iah!!!

Nah Plankton kau paham tidak?

Huuhso tahu sekali SpongeBob

Teori Asam-Basa BronstedLowry Menurut Johanes N.Bronsted dan Thomas M. Lowry pada tahun 1923. Asam : senyawa yang dapat memberikan proton ( H+ )/ donor Basa : senyawa yang dapat menerima proton (H+ )/akseptor.

H2O (l) + HCl (aq)

H3O+ (aq) + Cl- (aq)

Teori Asam-Basa Lewis

+
Coba perhatikan reaksi di atas

+
Reaksi ke kanan : Senyawa HCl memberikan H+ pada H2O, berarti HCl bersifat asam Senyawa H2O menerima H+ dari HCl, berarti H2O bersifat basa Reaksi ke kiri : Ion H3O+ memberikan H+ pada Clberarti H3O+ bersifat asam Ion Cl- menerima H+ dari H3O+ berarti Cl- bersifat basa
Asam konjugasi : Asam yg terbentuk dari basa yang menerima Proton H3O+ Basa konjugasi : Basa yg terbentuk dari asam yang melepaskan Proton ClNah kita masuk ke Teori AsamBasa yang terakhir

Pada tahun 1923, G.N Lewis seorang ahli kimia Amerika Serikat mengemukakan bahwa : Asam : ion /Senyawa yang dapat bertindak sebagai penerima pasangan elektron Basa : ion /Senyawa yang dapat bertindak sebagai pemberi pasangan elektron

Contoh : NH3 + BF3 ------- H3N BF3 Basa asam H F H H N: + B - F H N:

F B F

LAMPIRAN 34
LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU MENGGUNAKAN MEDIA GRAFIS JENIS KOMIK-KARTUN Tindakan / Siklus ke : III Nama pengamat Jabatan : Ibu Eius Teni Nurhayani, S.T dan Ahmad Apandi : Guru Kimia SMA N 9 Kota Bengkulu & mahasiswa Pend.Kimia Sub Pokok Bahasan
No Tahap Pengajaran

: Teori Asam-Basa Lewis


Aspek yang diamati Pengamat I Pengamat II

K(1) C(2) B(3) K(1) C(2) B(3)

Pendahuluan

Pendahuluan a. Guru memberikan pertanyaan prasyarat b. Motivasi : Guru memberikan penghargaan/penguat kepada siswa yang memiliki keberanian c. Guru menyediakan dan mempersiapkan media Grafis Komik-Kartun. Kegiatan Inti Kegiatan Inti d. Guru membagi siswa dalam kelompok kecil e. Guru meminta siswa duduk dalam kelompok

Penutup

masing-masing f. Guru memberikan suatu materi menggunakan media grafis komikkatun. g. Guru membimbing siswa untuk mengamati materi. h. Guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya. i. Guru memberikan LDS untuk mengetahui pemahaman siswa. j. Guru membimbing siswa melakukan diskusi kelompok k. Guru meminta perwakilan dari masingmasing kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok Penutup l. Guru membimbing siswa menarik kesimpulan dari materi yang telah dipelajari Skor Rata-rata Kriteria

69 34,5 Baik

Kriteria Penilaian K : 12 - 19 (Kurang) C : 20 - 27 (Cukup) B : 28 - 36 (Baik)

LAMPIRAN 35
LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA MENGGUNAKAN MEDIA GRAFIS JENIS KOMIK-KARTUN Tindakan / Siklus ke : III Nama pengamat Jabatan Sub Pokok Bahasan No Tahap Pengajaran Pendahuluan : Ibu Eius Teni Nurhayani, S.T dan Ahmad Apandi : Guru Kimia SMA N 9 Kota Bengkulu & Mahasiswa : Teori Asam-Basa Lewis Aspek yang diamati Pengamat I Pengamat II

K(1) C(2) B(3) K(1) C(2) B(3) 1 Pendahuluan a. Siswa menjawab pertanyaan prasyarat b. Motivasi : Siswa mendapat penghargaan /penguat dari guru karena memiliki keberanian menjawab. Kegiatan Inti Kegiatan Inti d. Siswa dibagi dalam kelompok kecil e. Siswa duduk dalam kelompok masing-masing f. Siswa diberikan suatu materi menggunakan media grafis komik-katun. g. Siswa dibimbing untuk mengamati materi.

Penutup

h. Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya. i. Siswa diberikan LDS untuk mengetahui pemahamannya. j. Siswa dibimbing untuk melakukan diskusi kelompok k. Perwakilan siswa dari masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Penutup l. Siswa menarik kesimpulan dari materi yang telah dipelajari
Skor Rata-rata Kriteria

66 33 Baik

Kriteria Penilaian K : 12 - 19 (Kurang) C : 20 - 27 (Cukup) B : 28 - 36 (Baik)

LAMPIRAN 36 : DAFTAR HASIL BELAJAR SISWA SIKLUS III


No Nama Siswa Post-tes Presentasi Laporan Tes 50% Presentasi 25% Laporan 25% Nilai Akhir

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28

AV AP AMP AF AOL AS DFL DYP EP EIL EAY FR HD IPS INM JP KRS MUP MK MA MAP NN NCOR NK PS PA PA RHMY

70 80 80 70 70 80 60 90 90 80 70 90 70 60 80 80 80 70 70 80 70 70 70 80 70 70 70 80

80 80 80 80 80 80 80 80 85 85 85 85 85 85 85 85 80 80 80 80 85 85 85 85 80 80 80 80

80 80 80 80 90 90 90 90 90 90 90 90 80 80 80 80 85 85 85 85 85 85 85 85 85 85 85 85

35 40 40 35 35 40 30 45 45 40 35 45 35 30 40 40 40 35 35 40 35 35 35 40 35 35 35 40

20 20 20 20 20 20 20 20 21,25 21,25 21,25 21,25 21,25 21,25 21,25 21,25 20 20 20 20 21,25 21,25 21,25 21,25 20 20 20 20

20 20 20 20 22,5 22,5 22,5 22,5 22,5 22,5 22,5 22,5 20 20 20 20 21,25 21,25 21,25 21,25 21,25 21,25 21,25 21,25 21,25 21,25 21,25 21,25

75 80 80 75 76,25 82, 5 72,5 87,5 88,75 83,75 78,75 88,75 76,25 71,25 81,25 81,25 81,25 76,25 76,25 81,25 77,5 77,5 77,5 82,5 76,25 76,25 76,25 81,25

29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

RW RA SRK SPJ TCP TY WP WCR WY YST YSS YA

90 80 70 80 70 80 80 80 80 80 80 80 70 80 80 80 80 85 80 85 70 85 80 85 Jumlah Nilai Rata-rata kelas Daya serap siswa Ketuntasan belajar

85 85 85 85 90 90 90 90 85 85 85 85

45 35 35 40 40 40 35 40 40 40 35 40

20 21,25 20 21,25 20 21,25 20 21,25 20 22,5 20 22,5 20 22,5 20 22,5 21,25 21,25 21,25 21,25 21,25 21,25 21,25 21,25 3195,75 79,89 90,02 % 100%

86,25 76,25 76,25 81,25 82,5 82,5 77,5 82,5 82,5 82,5 77,5 84,5

LAMPIRAN 37
PERHITUNGAN HASIL ANALISA TES SIKLUS III a. Nilai rata-rata siswa

X
Keterangan :
X

X N
= Jumlah rata-rata siswa

X
N

= Jumlah nilai siswa = Jumlah siswa

= = 79,89 Jadi, nilai rata-rata siswa pada siklus III adalah 79,89 b. Daya Serap Siswa

Ds

Ns 100% S NI

Keterangan : Ds = Daya serap S = Jumlah siswa NI = Nilai tertinggi Ns = Jumlah nilai seluruh siswa

= = 90,02%

x 100%

Jadi, Daya Serap siswa pada siklus III sebesar 90,02% c. Ketuntasan Belajar Klasikal

KB

Ns 100% N

Keterangan : KB = Ketuntasan Belajar Ns = Jumlah siswa yang mendapat nilai N = Jumlah siswa 67

x 100%

= 100% Jadi, Ketuntasan belajar siswa pada siklus III adalah sebesar 100%. Artinya pada siklus III, hasil belajar siswa dikatakan sudah tuntas secara klasikal, karena 85% siswa di kelas sudah mencapai nilai >67.

LAMPIRAN 38
SOAL LEMBAR TES AKHIR a. : No. Larutan yang Warna lakmus diuji Merah Biru 1 P Biru Biru 2 Q Merah Biru 3 R Merah Merah 4 S Merah Biru 5 T Biru Biru Larutan-larutan yang mengandung ion OH lebih banyak dari pada ion H+ adalah. A. P dan Q B. R dan S C. P dan T b. Suatu kondisi pada saat indikator menunjukan perubahan warna dan di mana titrasi harus dihentikan merupakan pengertian dari. A. Titrasi B. Titrasi asam-basa C. Titik akhir titrasi D. Titik ekuivalen E. Larutan standar D. Q dan S E. R dan T Dari pengujian larutan dengan kertas lakmus diperoleh data sebagai berikut

c.

Berikut larutan yang termasuk ke dalam asam lemah adalah.... A. HCl B. CH3COOH C. HI D. H2SO4 E. HBr

d. i. ii. iii. iv. v.

Perhatikan alat-alat di bawah ini : Labu Erlenmeyer Rak tabung reaksi Buret Labu bulat Klem

Alat-alat yang digunakan pada percobaan titrasi ditunjukkan pada nomor.... A. 1, 2 dan 3 B. 1, 2 dan 4 C. 1, 2 dan 5 D. 1, 3 dan 5 E. 2, 4 dan 5 5. Bila trayek perubahan pH larutan dari : Metil merah (mm) 4,2-6,3 (merah-kuning) Metil jingga (mj) 3,2-4,4 (merah-kuning) Bromtimol biru (btb) 6,0-7,6 (kuning-biru) Fenolftalein (pp) 8,2-10,00 (tidak berwarna) Pengujian beberapa larutan dengan indikator tersebut menghasilkan data. Perubahan Warna Dalam Larutan mm mj Btb pp P Kuning Kuning Biru Tidak berwarna Q Merah Merah Kuning Tidak berwarna R Kuning Kuning Hijau Tidak berwarna S Kuning Kuning Biru Merah Larutan yang bersifat asam, basa, dan garam secara berurutan adalah.... A. P, Q, R B. Q, R, S C. Q, S, R D. S, R, Q E. R, S, Q Larutan

6. Indikator pp yang tak berwarna saat direaksikan dengan larutan basa maka akan berubah warna menjadi.... A. Kuning B. Merah C. Biru D. Tetap tak bewarna E. Merah Muda 7. Asam adalah senyawa yang dapat memberikan proton (H+) adalah pengertian asam menurut teori ii. iii. iv. Lewis Bronsted-Lowry Arhenius NH3 + H3O+ D. Van der Waals E. London

8. Pada reaksi : NH4+ + H2O

Bronsted-Lowry mengemukakan bahwa pada reaksi tersebut air dapat bersifat asam dan basa. Zat yang dapat bersifat sebagai asam dan basa disebut. A. Konjugasi B. Disosiasi C. Liofob 9. Menurut teori Bronsted-Lowry, asam konjugasi merupakan asam. A. Yang terbentuk dari basa yang menerima Proton B. Yang menghasilkan ion H+ dalam air C. Yang bersifat sebagai akseptor proton D. Yang terbentuk dari asam yang mnerima proton E. Yang bertindak sebagai penerima pasangan electron 10. Perhatikan senyawa di bawah ini : 1. 2. 3. 4. 5. BF3 FeCl3 HCl H3O AlCl3 D. Amphiprotik E. Dispersi

Yang merupakan contoh asam Lewis ditunjukkan pada nomor. A. 1, 3, 4 B. 1, 3, 5 C. 1, 2, 5 D. 2, 4, 5 E. 2, 3, 5

LAMPIRAN 39
KUNCI JAWABAN LEMBAR TES AKHIR

1. C

2. B

3. B

4. D

5. C

6. E

7. B

8. D

9. A

10. C

LAMPIRAN 40
DAFTAR HASIL TES AKHIR
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Nama Siswa AV AP AMP AF AOL AS DFL DYP EP EIL EAY FR HD IPS INM JP KRS MUP MK MA MAP NN NCOR NK PS PA Tes akhir 90 80 80 65 80 85 80 100 100 90 90 90 90 65 90 90 80 90 80 80 65 90 80 80 95 90

27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

PA RHMY RW RA SRK SPJ TCP TY WP WCR WY YST YSS YA Jumlah nilai Rata-rata Daya serap siswa Ketuntasan belajar

80 90 90 80 90 65 85 90 90 90 85 80 65 90 3365 84,12 84,12% 87,5%

LAMPIRAN 41
REKAPITULASI NILAI POST-TES SISWA
No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. Nama Siswa AV AP AMP AF AOL AS DFL DYP EP EIL EAY FR HD IPS INM JP KRS MUP MK MA MAP NN NCOR NK Siklus I 60 80 60 70 80 60 60 80 60 60 60 80 50 70 80 60 70 60 70 60 80 80 60 90 Nilai Post Test Siklus II 60 70 60 60 80 60 60 80 80 70 60 70 60 60 70 70 70 70 70 70 60 70 70 75 Siklus III 70 80 80 70 70 80 60 90 90 80 70 90 70 60 80 80 80 70 70 80 70 70 70 80

25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40.

PS PA PA RHMY RW RA SRK SPJ TCP TY WP WCR WY YST YSS YA Jumlah Rata-rata

60 50 80 60 60 60 80 60 80 50 70 90 60 70 70 60 2700 67,5

70 70 60 70 70 60 80 60 60 60 70 80 70 70 60 70 2705 67,625

70 70 70 80 90 70 70 80 80 80 70 80 80 80 70 80 3030 75,75

LAMPIRAN 42
KRITERIA PENILAIAN LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU 1. Guru Memberikan Pertanyaan Prasyarat 3 = Guru memberikan beberapa pertanyaan prasyarat kepada siswa 2 = Guru memberikan satu pertanyaan prasyarat kepada siswa 1 = Guru tidak memberikan pertanyaan prasyarat kepada siswa

2. Guru Membagi Siswa Dalam Kelompok Kecil 3 = Guru membagi kelompok dengan anggota yang merata 2 = Guru membagi kelompok dengan anggota yang kurang merata 1 = Guru membagi kelompok dengan tidak merata 3. Guru Meminta Siswa Duduk Dalam Kelompok Masing-Masing 3 = Guru meminta semua siswa duduk dalam kelompoknya 2 = Guru meminta sebagian siswa duduk dalam kelompoknya 1 = Guru tidak meminta siswa duduk dalam kelompoknya 4. Guru Memberikan Suatu Materi Menggunakan Media Grafis KomikKartun 3= Guru memberikan suatu materi menggunakan media grafis komik-kartun dengan jelas untuk diamati oleh siswa

2= Guru memberikan suatu materi menggunakan media grafis komik-kartun tetapi kurang jelas untuk diamati oleh siswa 1= Guru tidak memberikan suatu materi menggunakan media grafis komikkartun untuk diamati oleh siswa 5. Guru Memberikan LDS Sebagai Cara Melatih Pemahaman Siswa 2= Guru memberikan LDS sebagai cara melatih pemahaman kepada seluruh siswa 2= Guru memberikan LDS sebagai cara melatih pemahaman kepada sebagian siswa 1= Guru tidak memberikan LDS sebagai cara melatih pemahaman kepada siswa 6. Guru Membimbing Siswa Untuk Mengejakan LDS 3= Guru membimbing setiap kelompok untuk mengerjakan LDS dan mendeskripsikan hasil pengamatan 2= Guru membimbing kurang dari 10 siswa untuk mengerjakan LDS dan mendeskripsikan hasil pengamatan 1= Guru tidak membimbing siswa untuk mengerjakan LDS dan mendeskripsikan hasil pengamatan 7. Guru Memberikan Kesempatan Kepada Kelompok Untuk Mempresentasikan Hasil Diskusi Kelompok 3= Guru memberikan kesempatan 7 kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok 2= Guru memberikan kesempatan 4-8 kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok 1= Guru memberikan kesempatan 1-4 kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok 8. Guru Menjelaskan Materi Lebih Rinci, Misalnya Dengan Diskusi, Ceramah, Atau Tanya Jawab 3 = Guru menjelaskan materi lebih rinci dengan jelas 2 = Guru menjelaskan materi tetapi kurang jelas 1 = guru tidak menjelaskan materi

9. Guru Memberikan Kesempatan Siswa Untuk Menerapkan Konsep Dengan Memberikan Post-Tes 3=Guru memberikan post-tes kepada semua siswa 2 = Guru memberikan post-tes kepada sebagian siswa 1 = Guru tidak memberikan post-tes kepada siswa

10. Guru Membimbing Siswa Menarik Kesimpulan 3= Guru membimbing 10 siswa untuk menarik kesimpulan 2= Guru membimbing kurang dari10 siswa untuk menarik kesimpulan 1= Guru tidak membimbing siswa untuk menarik kesimpulan

LAMPIRAN 43
KRITERIA PENILAIAN LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA 1. pertanyaan prasyarat 3 = 6 siswa dapat menjawab pertanyaan prasyarat 2 = 3-5 siswa dapat menjawab pertanyaan prasyarat b. = 2 orang siswa dapat menjawab pertanyaan prasyarat 1. Kelompok Yang Telah Ditetapkan Guru 3= Seluruh siswa membentuk kelompok sesuai anggota yang ditetapkan guru 2= Sebagian siswa membentuk kelompok sesuai anggota yang ditetapkan guru 1= Sebagian besar siswa tidak membentuk kelompok sesuai anggota yang ditetapkan guru 2. Kelompoknya Masing-Masing 3 = Seluruh siswa duduk dalam kelompoknya 2 = Sebagian siswa duduk dalam kelompoknya 1 = Sebagian besar siswa tidak duduk dalam kelompoknya Siswa Duduk Dalam Siswa Membentuk Siswa menjawab

3.

Siswa Mengamati

Materi

Menggunakan Media Grafis Komik-Kartun Yang Diberikan Guru 3 = Seluruh siswa mengamati materi menggunakan media grafis komik-kartun yang diberikan guru 2 = Sebagian siswa mengamati materi menggunakan media grafis komikkartun yang diberikan guru 1 = 6 orang siswa mengamati materi menggunakan media grafis komikkartun yang diberikan guru c. Siswa Menerima LDS Sebagai Cara Melatih Pemahaman Siswa 3= Seluruh siswa menerima LDS sebagai cara melatih pemahaman kepada semua siswa 2= Sebagian siswa menerima LDS sebagai cara melatih pemahaman siswa kepada sebagian siswa 1= 1 kelompok hanya menerima 1 LDS sebagai cara melatih pemahaman siswa kepada siswa

d.

Siswa Mengamati Dan Mengerjakan LDS 3 = Seluruh siswa mengamati dan setiap kelompok mengerjakan LDS dan mendeskripsikan hasil pengamatan 2 = Sebagian siswa mengamati dan sebagian kelompok mengerjakan LDS dan mendeskripsikan hasil pengamatan 1 = 6 orang siswa mengamati dan 1 kelompok mengerjakan LDS dan mendeskripsikan hasil pengamatan

e.

Siswa Mempresentasikan Hasil Diskusi Kelompok 3 = 7 kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok 2 = 4 - 8 kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok 1 = 1 - 4 kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok Siswa Menerima, Mengikuti Dan Memperhatikan Penjelasan Guru 3 = Seluruh siswa menerima, mengikuti dan memperhatikan materi yang dijelaskan gu. ru

f.

2 = Sebagian siswa menerima, mengikuti dan memperhatikan materi yang dijelaskan guru 1 = 6 orang siswa menerima, mengikuti dan memperhatikan materi yang dijelaskan guru g. Siswa Menerapkan Konsep Dengan Mengerjakan Post-Tes 3 = Seluruh siswa mengerjakan Post-Tes 2 = Sebagian siswa mengerjakan Post-Tes 1 = Siswa tidak mengerjakan Post-Tes h. Siswa Menarik Kesimpulan Dari Pembelajaran 3= 6 siswa menarik kesimpulan dari pembelajaran 2= 3-5 siswa menarik kesimpulan dari pembelajaran 1= 2 orang siswa menarik kesimpulan dari pembelajaran

LAMPIRAN 44
Foto Kegiatan Penelitian

DAFTAR RIWAYAT HIDUP I. Identitas diri 1. Nama 2. Jenis Kelamin 3. NPM 4. Tempat dan Tanggal Lahir 5. Alamat di Bengkulu 6. 7. 8. No. Hp E-Mail Alamat Asal Orang Tua

Yeni Raini Perempuan A1F007040 Palembang, 09 September 1989 Jl. Kalimantan Pond Marzum Kec. Muara Bangkahulu Kel. Rawa Makmur, Bengkulu 085268353503 Yeni_Raini@yahoo.co.id Jl. Kejawen, Rt.32 Rw.07 No.1938, Kenten Palembang

II. Riwayat Pendidikan Nama Pendidikan SD N 514 SMP N 46 SMA N 3 Universitas Bengkulu

Tahun Lulus 2001 2004 2007 2011

Tempat Palembang Palembang Palembang Bengkulu

Spesialis IPA Pendidikan Kimia (FKIP)

III. Pengalaman Berorganisasi No. Tahun 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10 11. 12. 2007/2009 2008/2009 2008/2009 2009/2010 2009/2010 2007/2011

Nama Organisasi

BEM Himamia

UKM Paduan Suara Unib UKM Tari Unib PMW (Wirausaha) Unib Kopma (Koperasi Mahasiswa) Fosmapal (Forum Mahasiswa Palembang) Unib 2008/2009 HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) KOHATI Fak. FSIP Unib 2008/2010 SURYA management (Event Organizer) 2007/2008 De Javu Management (Event Organizer) 2009/2010 ANTERO Entertaiment 2010 IMI (Ikatan Motor Indonesia) 2010 IOF (Indonesian OFF-Road Federation)

Kedudukan dalam Organisasi Anggota Departemen Bidang Public Relation Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Sekretaris

13. 14. 15. 16. 17. 18.

2010/2011 2010/2011 2010/2011 2010/2011 2011 2008

Partai HANURA tingkat DPD Ormas Nasional Demokrat ToKiFaCa (Tobo Kito Fans Club Bola) LKBB PS Bengkulu Spektra Fair (SF) FIF Santana FM (Event Organizer) Bengkulu

Wakil Sekretaris Anggota Wakil Sekretaris Sekretaris Wasit Liation Officer Penyiar

IV. Karya Ilmiah Yang Pernah Dibuat No. -

V. Prestasi yang pernah diraih No. Tahun Jenis Prestasi 1 2007 Lomba Cipta dan Baca Puisi tingkat umum Se-Provinsi Palembang 2 2007 Lomba Modeling Wajah Oriental by Studio 45 Agency Palembang 3 2008 Lomba Casual Kacamata by Bob Model Agency (BMA) Palembang 4 2009 Lomba Menyanyi Solo Song Tingkat Mahasiswa , Unib Bengkulu 5 2009 Audisi Pemilihan Bintang Indonesia By Be N Zagency Modeling 6 2009 Lomba Super Model Indonesia, Bengkulu 7 2010 Lomba Menyanyi Dies Natalis Unib, Bengkulu 8 2010 Audisi Seni Mahasiswa (Lagu Pop Putri) Bengkulu 9 2010 Reading Test Suzuki Motor di GOR Palembang

Posisi JUARA II Juara II Juara Personality Juara II Finalis Finalis Juara II Finalis, tingkat FKIP Unib Juara III

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggung jawaban secara hukum. Dan apabila dikemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima resiko. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk melengkapi naskah skripsi. Bengkulu, Mahasiswa, April 2011

Yeni Raini