Anda di halaman 1dari 17

BAB III MELANOMA MALIGNA

A. Definisi
Melanoma maligna merupakan neoplasma maligna dengan terdapatnya melanosit (selsel pigmen) dalam lapisan epidermis maupun dermis (dan kadang-kadang sel subkutan).Melanoma merupakan jenis kanker kulit yang paling mematikan dan menyebabkan sekitar 2% dari seluruh kematian karena kanker. (Brunner & Suddarth, 2002: 1891) Melanoma maligna adalah salah satu kanker kulit terganas, yang berasal dari sel-sel penghasil pigmen di kulit. (Kompasiana, 09 Mei 2010). Melanoma adalah suatu tumor agresif sel-sel penghasil melanin di dasar epidermis. (Buku Saku Patofisiologi, Elizabeth J. Corwin, Edisi 3 Revisi, 2007. EGC). Jadi, Melanoma maligna atau biasa juga disebut sebagai melanoma adalah keganasan yang terjadi pada melanosit, sel penghasil melaninyang terletak di kulit, ditemukan pada mata, telinga, membrane mukosa oral, saluran pencernaan dan kelamin.

B. Etiologi
Etiologi tidak diketahui, tetapi sinar ultraviolet paling dicurigai sebagai penyebab melanoma maligna. Umumnya resiko tertinggi dihadapi oleh orang berkulit putih/cerah, bermata biru, berambut merah atau pirang dengan bercak-bercak kulitnya. Orang-orang ini mensintesis melanin lebih lambat. Faktor Risiko :
1. Tahi lalat (Nevus) 2. Faktor Keluarga 3. Pajanan Terhadap Radiasi Sinar UV yang Berlebihan 4. Usia 5. Riwayat Terkena Melanoma 6. Corak kulit kuning langsat, mata biru, rambut pirang / merah 7. Bekerja diluar ruangan 8. Lansia dengan kulit rusak karena matahari 9. Riwayat tindakan sinar-x terjadi kordis kulit

kecoklatan pada

Kelompok 4, S1 Keperawatan, UPNVJ

14

10. Pemajanan pada agens kimia tertentu (arsenik, nitrat, tar dan ter, minyak dan

parafin)
11. Jaringan parut luka bakar, kerusakan kulit pada area osteomielitis kronis, lubang

fistula
12. Terapi imunosupresi jangka panjang 13. Kerentanan genetik 14. Infeksi terhadap patogen.

C. Klasifikasi
Secara Klinis, melanoma maligna ada 4 macam tipe, yaitu: 1. Superficial Spreading Melanoma Merupakan tipe melanoma yang sering terjadi di Amerika Serikat, yaitu sekitar 70% dari kasus yang didiagnosa sebagai melanoma. Dapat terjadi pada semua umur namun lebih sering pada usia 30-50 tahun, sering pada wanita dibanding pria dan merupakan penyebab kematian akibat kanker tertinggi pada dewasa muda. Pada stadium awal, tipe ini bisa berupa bintik yang datar yang kemudian pigmentasi dari lesi mungkin menjadi lebih gelap atau mungkin abu-abu, batasnya Kelompok 4, S1 Keperawatan, UPNVJ 15

tidak tegas, dan terdapat area inflamasi pada lesi.Area di sekitar lesi dapat menjadi gatal.Kadang-kadang pigmentasi lesi berkurang sebagai reaksi imun seseorang untuk menghancurkannya.Tipe ini berkembang sangat cepat.Diameter pada umumnya lebih dari 6mm. Lokasi pada wanita di tungkai bawah, sedangkan laki-laki di badan dan leher. Gambaran histologis Superficial Spreading Melanoma, pada epidermis didapatkan melanosit berbentuk epiteloid, dapat tersusun sendiri sendiri atau berkelompok, pada umumnya sel sel tersebut tidak tampak pleomorfik. Pada dermisterlihat sarang sarang tumor yang padat dan dengan melanosit berbentuk epiteloid yang besar serta berkromatin yang atipik, di dalam sel sel tersebut terdapat butir butir kromatin, kadang kadang dapat di temukan melanosit berbentuk kumparan dan sel sel radang. 2. Nodular Melanoma Merupakan tipe melanoma yang paling agresif.Pertumbuhannya sangat cepat dan berlangsung dalam waktu mingguan sampai bulanan.Sebanyak 15%-30% kasus melanoma yang terdiagnosa sebagai melanoma merupakan nodular melanoma.Dapat terjadi pada semua umur, namun lebih sering pada individu berusia 60 tahun ke atas.Tempat predileksinya adalah tungkai dan tubuh. Melanoma ini bermanifestasi sebagai papul coklat kemerahan atau biru hingga kehitaman, atau nodul berbentuk kubah, atau setengah bola (dome shaped) atau polopoid dan aksofitik yang dapat timbul dengan ulserasi dan berdarah dengan trauma minor, timbul lesi satelit. Secara klinik bisa berbentuk amelanotik atau tidak berpigmen.Fase perkembangannya tidak dapat dilihat dengan mudah, dan sulit di identifikasi dengan deteksi ABCDE. Gambaran histologis Nodular melanoma pada epidermis didapatkan melanosit berbentuk epiteloid, dan kumparan atau campuran, dapat ditemukan pada daerah dermo epidermal. Gambaran dermis terlihat sel sel melanoma menginvasi ke lapisan retikuler dermis, pembuluh darah dan subcutis.
3. Lentigo Maligna Melanoma

Sebanyak 4-10 % kasus melanoma merupakan tipe Lentigo Maligna melanoma.Terjadi pada kulit yang rusak akibat terpapar sinar matahari pada usia pertengahan dan lebih tua, khususnya pada wajah, leher dan lengan. Melanoma tipe ini pada tahap dini terdiagnosa sebagai bercak akibat umur atau terpapar matahari.Karena mudah sekali terjadi salah diagnosa maka tipe ini dapat tidak

Kelompok 4, S1 Keperawatan, UPNVJ

16

terdeteksi selama bertahun-tahun dan cukup berbahaya.Pertumbuhan tipe ini sangat lambat yaitu sekitar 5-20 tahun. Pada tahap in situ lesinya luas (>3cm) dan telah ada selama bertahuntahun.Karakteristik invasinya ke kulit berupa macula hiperpigmentasi coklat tua sampai hitam atau timbul nodul yang biru kehitaman.Pada permukaan dijumpai bercak-bercak warna gelap (warna biru) tersebar tidak teratur, dapat menjadi nodul biru kehitaman invasive agak hiperkeratonik. Pada epidermis di dapatkan Melanositik atipik sepanjang membrane basalis, berbentuk pleomorfik dengan inti yang atipik.Sel sel yang di jumpai berbentuk kumparan.Sedangkan pada dermisnya terdapat Infiltrasi limfosit dan makrofag yang mengandung melanin. 4. Acral Lentigineous Melanoma Tipe ini paling sering menyerang kulit hitam dan Asia yaitu sebanyak 29-72% dari kasus melanoma dan karena sering terlambat terdiagnosis maka prognosisnya buruk.Sering disebut sebagai hidden melanoma karena lesi ini terdapat pada daerah yang sukar untuk dilihat atau sering diabaikan, yaitu terdapat pada telapak tangan, telapak kaki, tumit, ibu jari tangan, atau dibawah kuku. Melanoma subungual bisa terlihat sebagai diskolorasi difus dari kuku atau pita longitudinal berpigmen di dasar kuku. Melanoma ini memiliki bentukan yang sama dengan benign junctional melanotic nevus. Pigmen akan berkembang dari arah proksimal menuju ke arah laterla kuku yang disebut sebagai tanda Hutchinson, sebuah tanda yang khusus untuk melanoma akral. Pada permukaan timbul papul, nodul, ulcerasi, kadang-kadang lesi tidak mengandung pigmen. Gambaran yang paling khas paling baik di lihat pada daerah macula berpigmen.Tampak adanya gambaran Klasifikasi
1. Golongan

proliferasi menurut I:

melanosit kedalaman Kedalaman

atipikal sepanjang lapisan basal. (ketebalan) Tumor menurut Breslow: (ketebalan) tumor <0,76 mm

Kelompok 4, S1 Keperawatan, UPNVJ

17

2. Golongan II: Kedalaman (ketebalan) tumor 0,76-1,5 mm 3. Golongan III: Kedalaman (ketebalan) tumor >1,5 mm

Klasifikasi yang lain yaitu klasifikasi tingkat invasi menurut Clark : 1. Tingkat I : sel melanoma terletak di atas membrane basalis epidermis(melanoma in situ/ intra epidermal)
2. Tingkat II:invasi sel melanoma samapi dengan lapisan papilaris dermis (dermis

superfisial), tetapi tidak mengisi papila dermis.


3. Tingkat III:Sel melanoma mengisi papila dermis dan meluas sampai taut dermis

papiler dan retikuler.


4. Tingkat IV: Invasi sel melanoma sampai dengan lapisan retikularis dermis. 5. Tingkat V:Invasi sel melanoma sampai dengan jaringan subkutan

Sedangkan National Comprehensive Cancer Network menggunakan klasifikasi yang merupakan variasi dari sistem TNM.
1. Stage 0: melanoma in situ,yang berarti hanya melibatkan lapisan epidermis dan

belum menyebar ke dermis. Dalam klasifikasi menurut Clark tingkat I.


2. Stage 1: melanoma memiliki ketebalan kurang dari 1 mm atau sekitar 1/25 inch.

Dalam klasifikasi Clark, sesuai dengan tingkat II atau III.


3. Stage 2 : melanoma memiliki ketebalan antara 1-4 mm atau menurut klasifikasi

Clark sesuai dengan tingkat IV dengan ketebalan berapapun. Tingkat ini masih terlokalisasi di kulit dan belum ditemukan penyebaran pada kelenjar limfe atau organ lain yang jauh.
4. Stage 3 : melanoma sangat tebal,

lebih dari 4 mm, atau jika dalam klasifikasi Clark, sesuai dengan tingkat V dan atau nodul melanoma ditemukan dalam 2 cm dari tumor utama. Atau melanoma telah menyebar ke kelenjar limfe terdekat, tapi masih belum ada penyebaran jauh.
5. Stage

IV:

melanoma

telah

menyebar luas disamping ke regio sekitarnya, seperti ke paru-paru, hati, otak,dll.

D.

Kelompok 4, S1 Keperawatan, UPNVJ

18

E. Manifestasi Klinis

Kelompok 4, S1 Keperawatan, UPNVJ

19

Gejala atau tanda yang patut di curigai sebagai tanda keganasan suatu lesi adalah perubahan warna seperti lebih terang atau lebih gelap, gatal, perubahan bentuk menjadi tidak teratur atau nevus bertambah luas serta bertambah tebal, pertumbuhan horizontal dan vertikal, permukaan tidak rata, dan akhirnya pembentukan tukak. Pendarahan menandakan proses sudah sangat lanjut. 1. Asymmetry : Jika kita melipat lesi menjadi dua, maka tiap-tiap bagian tidak sesuai. 2. Border : Batasnya tidak tegas atau kabur. 3. Color : Ciri melanoma tidak memiliki satu warna yang solid melainkan campuran yang terdiri dari coklat kekuningan, coklat dan hitam, juga bisa tampak merah, biru atau putih. 4. Diameter : Meskipun melanoma biasanya lebih besar dari 6 mm, ketika dilakukan pemeriksaan mereka bisa lebih kecil dari seharusnya. Sehingga harus diperhatikan perubahan tahi lalat dibanding yang lainnya atau berubah menjadi gatal atau berdarah ketika diameternya lebih kecil dari 6 mm. 5. Evolving : Setiap perubahan dalam ukuran, bentuk, warna, tingginya atau cirri-ciri lain atau ada gejala baru seperti mudah berdarah, gatal dan berkrusta harus

dicurigai keganasan.

Kelompok 4, S1 Keperawatan, UPNVJ

20

Tanda dan gejala sesuai klasifikasi melanoma maligna ialah :


1. Melanoma

Dengan

Penyebaran Superfisial Terjadi pada setiap bagian tubuh dan merupakan bentuk melanoma yang paling sering ditemukan.Biasanya jenis melanoma ini mengenai orang yang berusia pertengahan dan paling sering terjadi pada batang tubuh serta ektrimitas`bawah. Lesi cenderung sirkuler dengan bagian luar tidak teratur. Tepi lesi bias datar atau menonjol dan dapat diraba. Tipe melanoma ini dapat dijumpai dengan kombinasi berbagai macam warna : coklat kekuningan, coklat tua dan hitam yang bercampur

Kelompok 4, S1 Keperawatan, UPNVJ

21

dengan warna kelabu, hitam kebiruan atau putih. Kadang-kadang terdapat warna bunga mawar pada daerah yang kecil dalam lesi.
2. Melanoma Lentigo-Maligna

Merupakan lesi berpigmen yang tumbuh dengan lambat pada daerah kulit yang terbuka, khususnya permukaan dorsal tangan, kepala, dan leher pada orang berusia lanjut.Kerap kali lesi sudah terdapat selama bertahun-tahun sebelum diperiksa oleh dokter.Mula-mula melanoma ini terlihat sebagai lesi yang datar, berwarna coklat kekuningan dan kadang-kadang mengalami perubahan serta warna serta ukuran. 3. Melanoma Noduler Yaitu tipe melanoma paling sering kedua, merupakan nodul yang berbentuk sferis dan menyerupai blueberry dengan permukaan yang relative licin serta berwarna biruhitam yang seragam.Melanoma ini bisa berbentuk kubah dengan permukaan yang licin. Bayangan warna yang lain seperti merah, kelabu atau ungu bisa terdapat. Kadang-kadang melanoma noduler tampak sebagai plak yang berbentuk ireguler.Pasien mungkin menjelaskan kelainan ini sebagai bullae berisi darah yang tidak mau hilang. Melanoma noduler akan menginvasi langsung kedalam lapisan dermis di dekatnya (pertumbuhan vertikel) dan dengan demikian memiliki prognosis yang lebih buruk.

4. Melanoma Akral-Lentiginosa

Merupakan bentuk melanoma yang terdapat di daerah yang tidak terlalu terpajan sinar matahari dan tidak terdapat folikel rambut.Jenis melanoma ini ditemukan pada telapak tangan, telapak kaki, dasar kuku dan membrane mukosa orang yang berkulit gelap. Melanoma akral-lentiginosa tampak sebagai macula berpigmen yang ireguler dan kemudian menjadi nodul.Jenis ini bisa menjadi invasive secara dini.

Kelompok 4, S1 Keperawatan, UPNVJ

22

F. Komplikasi
Melanoma maligna merupakan jenis kanker kulit yang ganas dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya seperti kanker limfa.

G. Pemeriksaan Penunjang
Selain biopsi dari dugaan lesi, laboratori dan tes diagnostik digunakan menentukan keadaan tumor apakah telah metastase. Karena malignan melanoma dapat metastase pada beberapa organ atau jaringan dari tubuh, dilakukan macam-macam tes. Tes laboratorium termasuk seperti dibawah ini: 1. Tes Fungsi Liver :untuk menentukan keadaan tumor yang telah metastasis pada liver. Kombinasi dari elevasi LDH, alkaline phosphatase, dan SGOT mempengaruhi liver. 2. Menghitung jumlah darah yang dilakukan untuk menentukan abnormalitas hematologi 3. Tes serum darah dilakukan untuk mengindentifikasi elektrolit mineral yang abnormal). Tes diagnostik dapat meliputi juga seperti ini: 1. Biopsi Lesi adalah hanya metode definitif pada diagnosa malignan melanoma. Eksisi biopsy adalah prosedur diagnostik dari pilihan karena dibawah ini lebih komplit histologic evaluasi dan tingkat mikroskop. Biopsi tidak harus dilakukan jika terduga melanoma, karena ketebalan dan dalamnya lesi tidak dapat di kaji, membuat keputusan tentang prognosis dan pengobatan sangat sulit. 2. CTscan liver menentukan jika enzim hati abnormal dan menentukan luasnya metastasis dari hati lebih akurat. 3. X-ray dada dilakukan jika klien sulit bernafas atau hemoptisis, dimana rangsangan paru-paru menjadi metastasis. 4. Scan tulang dilakukan untuk menentukan metastatik karena tidak dapat menentukan nyeri tulang.
5. CT scan atau MQI dari otak yaitu menentukan pengkajian dari metastasis jika

klien sakit kepala, seizure, atau defisit neurology. 6. Biopsi jaringan dari limpa tulang belakang atau lesi kulit lain dilakukan untuk mengidentifikasi metastasis. Kelompok 4, S1 Keperawatan, UPNVJ 23

H. Penatalaksanaan
1. Pembedahan Eksisi dilakukan seluas 1 cm di luar tumor.Eksisi dengan menyertakan fasia profunda tidak mempengaruhi prognosis, demikian juga di seksi getah bening regional pada tumor yang belum menunjukkan tanda metastasis jauh. Jenis-jenis pembedahan : a. Pembedahan Mikroskopik Moh Cara pembedahan adalah dengan mengangkat selapis demi selapis lapisan kulit. Lapisan yang pertama diangkat mencakup semua jaringan tumor yang terlihat jelas dan sedikit bagian tepi kemudian a lapisan dibawahnya diangkat. Keuntungan: evaluasi histopatologi pada tepi irisan mendekati 100% dibandingkan dengan teknik seksi vertikal tradisional dengan analisa tepi irisan yang lengkap dapat diketahui dan ditelusuri semua fokus-fokus kanker yang masih tertinggal. Reseksi hanya pada daerah kanker, sehingga dapat menghemat jaringan ataumeminimalkan jaringan yang hilang. Kerugian: memerlukan dokter dan petugas laboratorium histopatologi yang terlatih. Biayanya mahal. jaringan yang normal, kemudian dibekudinginkan dan dianalisa apakah semua tumor sudah terangkat, jika belum

b. Bedah Elektro Merupakan tehnik penghancuran jaringan tumor dengan menggunakan energi listrik. Arus listrik diubah menjadi energi panas yang disalurkan melalui elektroda. Sebelumnya didahului dengan kuretase bagian permukaan memakai alat kuret. Berguna untuk lesi yang kecil. c. Bedah Beku Menghancurkan tumor dengan deep freezing. Alat jarum ditusukkan kedal kulit, kemudian Nitrogen cair di arahkan ke pusat tumor sampai mencapai suhu -40-60 derajat. Jaringan tumor dibekudinginkan, dibiarkan melunajk dan dibekudinginkan kembali. Lokasi yang menjalani bedah beku akan melunak secara alami dan sembuh dalam waktu 4-6 minggu. Kelompok 4, S1 Keperawatan, UPNVJ 24

Keuntungan : tekniknya cepat. peralatan yang dibutuhkan sederhana. tidak mempengruhi syaraf pembuluh darah besar, tulang rawan, dan system saluran air mata. rasa nyeri dan edema. dapat terjadi hipopigmentasi.

Kerugian

2. Perfusi Setelah eksisi melanoma di ekstremitas, dapat di lakukan perfusi untuk pembertian sitostatik ajuvan. Perfusi merupakan tindakan bedah yang agak besar sebab ekstremitas harus di kosongkan dari peredaran darah sehingga harus di kerjakan dengan pompa pengatur suhu dan oksigenator ( mesin jantung paru). 3. Imunologi Melanoma memperlihatkan reaksi yang tidak di mengerti yang di duga berdasarkan pengaruh imunologik. Penggunaan vaksin sebagai terapi seperti vaksin bcg kadang menyebabkan regresi parsial untuk waktu terbatas tetapi tidak mempengaruhi prignosis. Setelah pembedahan perlu ditekankan pentingnya pengawasan berkala karena walaupun di temukan pada derajat satu, kemungkinan kambuh cukup besar. 4. Kemoterapi Kemoterapi tumor yang secara aktif melawan antigen spesifik pada melanoma maligna digunakan pada pasien tertentu. 5. Bioterapi Rekombinan interleukin-2 dosis tinggitelah digunakan sebagai terapi metastasis dengan keberhasilan yang cukup baik. BCG (Bacil Calmette Guerin) menyebabkan regresi tumor jika diberikan secara intralesi. 6. Radioterapi. Sinaran tenaga tinggi digunakan untuk merusakkan sel-sel kanker dan menghentikanpertumbuhan. Keuntungan : bermanfaat pada daerah anatomis yang sulit diterapi dengan metode pembedahan.

Kelompok 4, S1 Keperawatan, UPNVJ

25

bermanfaat bagi penderita dengan lesi yang luas memungkinkan dilakukan

anestesi umum. Kerugian: memerlukan peralatan yang mahal memerlukan kunjungan yang berulang kali. memberikan efek samping yang signifikan.

7. Kuretase dan elektrodesikasi. Cara ini biasanya digunakan untuk membuang pertumbuhan sel kanker. Kanker diambil dengan kurette, satu alat yang berbentuk sudu tajam dan seterusnya dialirkan arus elektrik dari suatu mesin khas untuk mengawal pendarahan dan membunuh sel kanker yang tinggal di sekitar bagian itu. Keuntungan : I.

Teknik sederhana Meninggalkan luka yang teratur dan kering. Tidak efektif, hanya bisa di lakukan pada jenis kanker karsioma sel basal. tidak didapat konfirmasi pada batas tepi pembuangan jaringan yang adekuat.

Kerugian :

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Melanoma Maligna


Data Subjektif 1. Klien mengatakan nyeri pada daerah punggung dengan kulit yang sudah kehitaman. 2. Klien mengatakan memiliki hobi berjemur di pantai. 3. Klien mengatakan saat ini ia berusia 35 tahun Data Objektif 1. Klien tampak meringis kesakitan 2. Klien berkulit putih 3. Kulit daerah punggung tampak kehitaman 4. Prognosis penyakit belum bermetastase

1. Data Fokus

2. Data Tambahan Data Subjektif 1. Klien mengeluh sudah lama mengalami nyeri 2. Klien kurang mengetahui akibat dari sering berjemur di bawah sinar matahari 3. Anlisa Data Data Objektif 1. Kemungkinan adanya lesi yang datar atau menonjol 2. Perilaku berjaga-jaga

Data
Kelompok 4, S1 Keperawatan, UPNVJ

Masalah

Etiologi
26

DS : Klien mengatakan nyeri pada daerah punggung dengan kulit yang sudah kehitaman. DO: 1. Klien tampak meringis kesakitan 2. Klien tampak melindungi bagian tubuh yang sakit 3. Klien tampak gelisah DS : 1. Klien mengatakan memiliki hobi berjemur di pantai. DO: 1. Klien tampak berkulit putih 2. Kulit daerah punggung tampak kehitaman 3. Kulit Klien tampak mengalami perubahan pigmentasi DS: 1. Klien kurang mengetahui akibat dari sering berjemur di bawah sinar matahari DO: 1. Kurangnya informasi yang didapat klien 2. Kulit daerah punggung tampak kehitaman 4. Diagnosa Keperawatan a. Nyeri berhubungan dengan kerusakan saraf perifer b. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan kerusakan lapisan kulit
c. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang terpajannya informasi

Nyeri

Kerusakan saraf perifer

Kerusakan integritas kulit

Kerusakan lapisan kulit

Kurang pengetahuan

Kurang terpajannya informasi

Kelompok 4, S1 Keperawatan, UPNVJ

27

5. Intervensi
a. Diagnose keperawatan : Nyeri berhubungan dengan kerusakan saraf perifer

Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan 3x24 jam, diharapkan nyeri berkurang, Kriteria hasil : klien tampak tenang, postur tubuh rileks Intervensi Mandiri 1) 10) R : perubahan lokasi/karakter/intensitas nyeri dapat mengindikasikan terjadinya komplikasi 2) 3) Pertahankan lingkungan nyaman Libatkan pasien dalam penentuan jadwal aktivitas, pengobatan, R : klien merasa rileks pemberian obat R : meningkatkan rasa control pasien dan kekuatan mekanisme koping 4) Jelaskan prosedur/berikan informasi seiring dengan tepat R : dukungan empati dapat membantu menghilangkan nyeri/meningkatkan rileksasi 5) Kolaborasi Berikan analgesic sesuai indikasi R : mengurangi nyeri
b. Diagnosa Keperawatan : Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan

Kaji keluhan nyeri, perhatikan lokasi,/karakter dan intensitas (skala 0-

Dorong penggunaan teknik manajemen stress

R : memfokuskan kembali perhatian, meningkatkan relaksasi

kerusakan lapisan kulit Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan 3x24 jam, diharapkan integritas kulit membaik secara optimal Kriteria Hasil : Pertumbuhan jaringan membaik Intervensi : Mandiri 1) 2) Kaji karakteristik keruskan jaringan kulit Tinggikan area graft bila mungkin/tepat. Pertahankan posisi yang R : mencegah terjadinya komplikasi diinginkan dan imobilisasi area bila diindikasikan

Kelompok 4, S1 Keperawatan, UPNVJ

28

R : menurunkan pembengkakan/membatasi resiko pemisahan graft. Gerakan jaringan di bawah graft dapat mengubah posisi yang mempengaruhi penyembuhan optimal. 3) Kolaborasi 1) 2) Konsultasikan pada ahli gizi tentang makanan tinggi protein, mineral, Kolaborasi untuk pemberian antibiotik kalori, dan vitamin Rasional : pemberian antibiotik untuk mengurangi infeksi
c. Diagnosa Keperawatan : Kurang pengetahuan berhubungan dengan Kurang

Pengawasan kulit (NIC) :Ajarkan anggota keluarga tentang tanda

kerusakan kulit

terpajan Tujuan : dilakukan tindakan keperawatan 3x24 jam, diharapkan klien paham dengan kondisi, prognosis, dan pengobatan Kriteria Hasil : klien melakukan perubahan pola hidup tertentu dan partisipasi dalam pengobatan Intervensi 1) Kaji ulang prognosis dan harapan yang akan datang R : memberikan dasar pengetahuan dimana pasien dapat membuat pilihan berdasarkan informasi 2) Dorong kesinambungan program latihan dan jadwalkan periode istirahat R : mempertahankan mobilitas, menurunkan komplikasi, dan mencegah kelelahan 3) Tekankan pentingnya melanjutkan pemasukan diet tinggi protein kalori/protein R : nutrisi optimal meningkatkan regenerasi jaringan dan penyembuhan umum kesehatan 4) Kaji ulang pengobatan, termasuk tujuan, dosis, rute, dan efek samping yang diharapkan/dapat dilaporkan R : pengulangan memungkinkan kesempatan untuk bertanya dan meyakinkan pemahaman yang akurat. 5) Identifikasi tanda dan gejala yang memerlukan evaluasi medic

Kelompok 4, S1 Keperawatan, UPNVJ

29

R : deteksi dini terjadinya komplikasi, dapat mencegah berlanjut lebih serius/situasi mengancam hidup.

Kelompok 4, S1 Keperawatan, UPNVJ

30