Anda di halaman 1dari 4

KONSEP DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING

A. KONSEP DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING

Dalam konsep dasar seorang konselor perlu memahami dan mendalami tentang: 1. Perubahan dan perkembangan masyarakat 2. Modernisasi 3. Era globalisasi dan informasi 4. Dampak modernisasi, globalisasi, dan informasi 5. Derajat manusia diantara sekian makhluk 6. Dimensi kemanusiaan 7. Manusia seutuhnya 8. Sumber masalah 9. Peranan pendidikan 10. Peranan bimbingan dan konseling 11. Peraturan perundang-undangan sistem pendidikan nasional

B. PENGERTIAN BIMBINGAN DAN KONSELING

Pengertian Bimbingan Bimbingan dan konseling merupakan terjemahan dari istilah Guidance and Counseling dalam bahasa Inggris. Bimbingan itu sendiri secara umum berarti sebagai suatu bantuan. Hal ini bukan berarti bahwa setiap bantuan itu bimbingan. Misalnya bila seorang polisi mambantu

seseorang menyeberang jalan k etika jalan ramai, bantuan semacam ini bukan bantuan dalam arti bimbingan. Berikut ini pengertian bimbingan menurut beberapa tokoh :
1. Menurut Crow & Crow dalam Erman Amti (1992:2) menyatakan bahwa Bimbingan

adalah bantuan yang diberikan oleh seseorang, baik pria maupun wanita, yang telah terlatih dengan baik dan memiliki kepribadian dan pendidikan yang memadai kepada seseorang, dari semua usia untuk mengatur kegiatan, keputusannya sendiri, dan menanggung bebannya sendiri.
2. Jones dalam Djumhur dan M.Surya (1975:10) bahwa bimbingan adalah bantuan yang

diberikan kepada individu-individu dalam menentukan pilihan-pilihan dan mengadakan berbagai penyesuain dengan bijaksana dengan lingkungan. 3. Mortesen & Scmuller dalam Prayitno dan E.Amti (1994:94) bahwa bimbingan dapat diartikan sebagai bagian dari keseluruhanpendidikan yang membantu menyediakan kesempatan-kesempatan pribadi dan layanan staf ahli dengan cara dimana setiap individu dapat mengembangkan kemampuan-kemampuan dan kesanggupan sepenuhnya sesuai dengan ide-ide demokrasi. Dari rumusan di atas, maka yang dimaksud bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang yang ahli kepada seseorang atau beberapa individu, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa, agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri, dengan memanfaatkan kemampuan individu yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku.

Pengertian konseling Konseling berasal dari bahasa Latin, yaitu Cosillium artinya dengan atau bersama yang dirangkai dengan kata yang artinya menerima atau memahami. Menurut beberapa tokoh berikut ini pengertian konseling : 1. Menurut Bernard & Fullmer (dalam Prayitno dan E.Amti, 1994:101) Konseling meliputi pemahaman dan hubungan individu untuk mengungkapkan kebutuhan-kebutuhan,

motivasi, dan potensi-potensi yang unik dari individu dan membantu individu yang bersangkutan untuk mengatasi ketiga hal tersebut.
2. Sertzer & Stone dalam Smit yang dikutip Prayitno (1994:100) bahwa koseling

merupakan suatu proses dimana konselor membantu klien dalam membuat interpretasiinterpretasi tentang fakta-fakta yang berhubungan dengan pilihan, rencana, penyesuaianpenyesuaian yang dibuatnya.
3. Menurut Devision of Counselling Psychology (Prayitno, 1994:100) konseling berarti

sebagai proses membantu individu mengatasi hambatan-hambatan perkembangan dirinya, dan untuk mencapai perkembangan optimal kemampuan pribadi yang dimilikinya, di mana proses tersebut terjadi setiap waktu. Dari rumusan diatas dapat diartikan bahwa konseling adalah suatu proses memberi bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh konselor kepada individu yang sedang mengalami masalah (klien) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi oleh klien.
C. TUJUAN

Tujuan bimbingan dan konseling di bagi menjadi dua, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan Umum Tujuan umum bimbingan dan konseling dengan mengikutu pada perkembangan konsepsi bimbingan dan konseling adalah untuk membantu individu memperkembangkan diri secara optimal sesuai dengan tahap perkembangan dan predisposisi yang dimilikinya, berbagai latar belakang yang ada, serta sesuai dengan tuntutan positif lingkungannya. Dengan kata lain, bimbingan dan konseling bertujuan membantu individu untuk menjadi insan yang berguna dalam kehidupannya yang memiliki wawasan, pandangan, interpretasi, pilihan, penyesuaian, dan keterampilan yang tepat yang berkenaan dengan diri sendiri dan lingkungan (Prayitno, 1994:114). Tujuan khusus Tujuan khusus bimbingan dan konseling merupakan penjabaran dari tujuan umum tersebut yang berkaitan secara langsung dengan permasalahan yang dialami individu yang

bersangkutan, sesuai dengan kompleksitas permasalahannya itu. Dengan demikian maka tujuan khusus bimbingan dan konseling untuk tiap-tiap individu bersifat unik pula. D. PERSAMAAN DAN PERBEDAAN Persamaan Persamaan bimbingan dan konseling terletak pada tujuan yang hendak dicapai, yaitu sama-sama untuk memandirikan individu, sama-sama diterapkan dalam program persekolahan, dan sama-sama mengikuti norma-norma yang berlaku di lingkungan masyarakat tempat kedua kegiatan ini dilakukan. Perbedaan Perbedaan bimbingan dan konseling terletak pada isi kegiatan dan tenga yang menyelenggarakannya. Dari segi isi, bimbingan lebih banyak bersangkut paut dengan usaha pemberian informasi dan kegiatan pengumpulan data tentang siswa dan lebih menekankan pada fungsi pencegahan. Sedangkan konseling merupakan bantuan yang dilakukan dalam pertemuan tahap tatap muka antara dua orang manusia yaitu konselor dan klien. Sedang dari segi tenaga, bimbingan dapat dilakukan oleh orang tua, guru, wali kelas, kepala sekolah, dan orang dewasa lainnya kepada indivindu yang memerlukannya. Konseling hanya dapat dilakukan oleh tenaga-tenaga yang telah terdidik dan terlatih. E. PERKEMBANGAN Sebagai pendidikan formal, pelaksanaan proses pendidikan hendaklah mencakup tiga bidang, yaitu bidang kurikulum dan pengajaran, bidang administrasi dan supervsi, dan bidang layanan bimbingan dan konseling. Antara bidang yang satu dengan yang lain terdapat hubungan yang saling isi mengisi. Tugas bidang layanan bimbingan dan konseling adalah memberikan pelayanan agar siswa mendapatkan kesejahteraan lahir batindalam proses pendidikan yang sedang ditempuhnya. Jadi bimbingan dan konselingmerupakan salah satu bagian yang terintregasi dalam proses pendidikan untuk membantu tercapainya tujuan pendidikan yaitu perkembangan siswa secara optimal sesuai dengan kemampuan, minat, bakat, dan potensi masing-masing peserta didik.