Anda di halaman 1dari 18

Pemberdayaan Masyarakat Desa di Plosorejo,ngargorejo,ngemplak,boyolali melalui penyuluhan jambanisasi tentang BABS

Tujuan
Tujuan dilaksanakan Musyawarah Masyarakat dengan

judul Pemberdayaan Masyarakat Desa di Plosorejo,ngargorejo,ngemplak,boyolali melalui penyuluhan jambanisasi tentang BABS adalah untuk memberi sedikit pengetahuan tentang jambanisasi babs kepada masyarakat.

Pengertian dan Fungsi Jamban


Jamban keluarga adalah suatu bangunan yang

digunakan untuk membuang dan mengumpulkan kotoran sehingga kotoran tersebut tersimpan dalam suatu tempat tertentu dan tidak menjadi penyebab suatu penyakit serta tidak mengotori permukaan. kegunaan jamban melindungi kesehatan masyarakat dari penyakit, melindungi dari gangguan estetika dan bau, serangga tidak dapat berkembang disana maka tidak terjadi sumber timbilnya penyakit, dan melindungi dari pencemaran air.

Pengetahuan dan perilaku masyarakat akan

kontaminasi dari BAB sembarangan yang kurang dapat sebagai contoh kenapa mereka masih melakukan BABS.oleh karena itu dinas kesehatan melakukan penyuluhan jambanisasi untuk gerakan stop buang air besar sembarangan. Penyuluhan ini dilakukan di desa ngargorejo Ngemplak Boyolali yang daerahnya dekat dengan perairan (kali) dan waduk cengklik. Yang sebagian penduduknya bekerja sebagai nelayan, dimana nelayan itu masih melakukan BAB sembarangan karena mungkin pengetahuan dan perilaku kecintaan pada lingkungan masih kurang.

Metode Penyuluhan
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)

STBM adalah sebuah pendekatan dalam pembangunan sanitasi pedesaan. Pendekatan ini berawal di beberapa komunitas di Bangladesh dan saat ini sudah diadopsi secara massal di negara tersebut. Bahkan India, di satu negara bagiannya yaitu Provinsi Maharasthra telah mengadopsi pendekatan STBM ke dalam program pemerintah secara massal yang disebut dengan program Total Sanitation Campaign (TSC). Beberapa negara lain seperti Cambodja, Afrika, Nepal, dan Mongolia telah menerapkan dalam porsi yang lebih kecil.

Prinsip-prinsip STBM
Sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) dalam pelaksanaanya program ini mempunyai beberapa prinsip utama, yaitu : 1. Tidak adanya subsidi yang diberikan kepada masyarakat, tidak terkecuali untuk kelompok miskin untuk penyediaan fasilitas sanitasi dasar. 2. Meningkatkan ketersediaan sarana sanitasi yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masyarakat sasaran. 3. Menciptakan prilaku masyarakat yang higienis dan saniter untuk mendukung terciptanya sanitasi total. 4. Masyarakat sebagai pemimpin dan seluruh masyarakat terlibat dalam analisa permasalahan, perencanaan, pelaksanaan serta pemanfaatan dan pemeliharaan. 5. Melibatkan masyarakat dalam kegiatan pemantauan dan evaluasi.

Tingkatan Partisipasi Dalam STBM


1. Masyarakat hanya menerima informasi

2. Masyarakat mulai diajak untuk berunding


3. Membuat keputusan secara bersama-sama 4.

Masyarakat mulai mendapatkan wewenang atas kontrol

Metode STBM
1.Pemetaan Bertujuan untuk mengetahui / melihat peta wilayah BAB masyarakat serta sebagai alat monitoring (pasca triggering, setelah ada mobilisasi masyarakat). 2. Transect Walk Bertujuan untuk melihat dan mengetahui tempat yang paling sering.Dijadikan tempat BAB. Dengan mengajak masyarakat berjalan dan berdiskusi di tempat tersebut, diharapkan masyarakat akan merasa jijik dan bagi orang yang biasa BAB di tempat tersebut diharapkan akan terpicu rasa malunya.

Lanjutan....
3.Alur Kontaminasi (Oral Fecal) Bertujuan untuk mengajak masyarakat untuk melihat bagaimana kotoran manusia dapat dimakan oleh manusia yang lainnya. 4. Simulasi air yang telah terkontaminasi Bertujuan untuk mengetahui sejauh mana persepsi masyarakat terhadapa air yang biasa mereka gunakan sehari-hari.

Lanjutan..
5. Diskusi Kelompok (FGD) Bersama-sama dengan masyarakat melihat kondisi yang ada dan menganalisanya sehingga diharapkan dengan sendirinya masyarakat dapat merumuskan apa yang sebaiknya dilakukan atau tidak dilakukan.Pembahasan meliputi: a. FGD untuk memicu rasa maluu dan hal-hal yang bersifat pribadi b. FGD untuk memicu rasa jijik dan takut sakit c. FGD untuk memicu hal-hal yang berkaitan dengan keagamaan d. FGD menyangkut kemiskinan

Tangga Sanitasi (Sanitation Ladder)


Gerakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat tidak meminta

atau menyuruh masyarakat untuk membuat sarana sanitasi tetapi hanya mengubah perilaku sanitasi mereka. Namun pada tahap selanjutnya ketika masyarakat sudah mau merubah kebiasaan BAB nya, sarana sanitasi menjadi suatu hal yang tidak terpisahkan dari kegiatan sehari-hari. Sanitation Ladder atau tangga sanitasi merupakan tahap perkembangan sarana sanitasi yang digunakan masyarakat, dari sarana yang sangat sederhana sampai sarana sanitasi yang sangat layak dilihat dari aspek kesehatan, keamanan dan kenyamanan bagi penggunanya.

Pengertian Jamban Keluarga


Jamban keluarga adalah suatu bangunan yang

digunakan untuk membuang dan mengumpulkan kotoran sehingga kotoran tersebut tersimpan dalam suatu tempat tertentu dan tidak menjadi penyebab suatu penyakit serta tidak mengotori permukaan

Jenis Jamban Keluarga


1. Jamban cubluk (Pit Privy) adalah jamban yang tempat penampungan tinjanya dibangun dibawah tempat injakan atau dibawah bangunan jamban. 2. Jamban Empang (Overhung Latrine) Adalah jamban yang dibangun diatas empang, sungai ataupun rawa. Jamban model ini ada yang kotorannya tersebar begitu saja, yang biasanya dipakai untuk makanan ikan, ayam. 3. Jamban Kimia (Chemical Toilet) Jamban model ini biasanya dibangun pada tempat-tempat rekreasi, pada transportasi seperti kereta api dan pesawat terbang dan lain-lain. 4. Jamban Leher Angsa (Angsa Trine) Jamban leher angsa adalah jamban leher lubaang closet berbentuk lengkungan, dengan demikian akan terisi air gunanya sebagai sumbat sehingga dapat mencegah bau busuk serta masuknya binatangbinatang kecil.

MATERI DAN METODE PELAKSANAAN


A.Kerangka Pemecahan Masalah Dalam melakukan pengabdian masyarakat ini di pilih penyuluhan jambanisasi yang berhubungan dengan STOP BAB sembarangan dengan tujuan memberi pengetahuan kepada masyarakat tentang dampak BAB sembarangan dan manfaat jamban untuk BAB pada tempatnya.

Lanjutan....
Pengetahuan sikap Perilaku
BAB sembarangan

Kontaminasi (sanitasi dan hygyenen)

Timbulnya penyakit

Air tercemar

Penyuluhan jambanisasi

jamban

Kegunaan jamban

Syarat jamban

Jenis jamban

B.Khalayak Sarana Sasaran dalam pemberdayaan masyarakat ini adalah semua warga di desa Ngargorejo Ngemplak Boyolali, karena dirasa sangat efektif untuk dilakukan penyuluhan jambanisasi untuk STOP BAB sembarangan. C.Metode Kegiatan Pemberdayaan masyarakat dalam bentuk penyuluhan dengan metode diskusi dan tanya jawab. Materi diskusi adalah terdiri dari dampak BAB sembarangan, syarat jamban yang sehat, kontaminasi dari BAB sembarangan.

D.Rancangan Evaluasi Evaluasi dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi input yang berupa fasilitas, dana, dan sumber daya manusia. Evaluasi proses berupa penyuluhan jambanisasi dan antusias kehadiran warga. Untuk evaluasi outputnya dari kegiatan tersebut adalah warga mengetahui tentang jambanisasi, respon (sikap dan perilaku untuk BAB pada tempatnya) dari masyarakat, pengetahuan masyarakat akan sanitasi dan higyene lingkungan.

Gambaran Umum Wilayah

Desa Ngargorejo Ngemplak adalah desa yang letaknya sangat strategis dekat dengan wisata Waduk Cengklik dan masuk wilayah boyolali 10 RW. Untuk pengabdian masyarakat ini dipusatkan di RT 3 dan 4 RW 3 yang terdiri dari 77 KK.