Anda di halaman 1dari 3

Diagnosa yang mungkin muncul Adapun diagnosa keperawatan yang sering muncul pada penderita insomnia adalah sb:

1.Gangguan pola tidur (insomnia dini hari) berhubungan dengan gangguan pertumbuhan 2.Kelelahan berhubungan dengan cemas,kurang tidur,kondisi penyakit. 3.Kurang pengetahuan tentang pengobatan berhubungan dengan keterbatasan kognitif, interpretasi yang salah tentang informasi.

Asuhan Keperawatan Insomnia Diagnose Gangguan pola tidur (insomnia dini hari) berhubungan dengan gangguan pertumbuhan Tujuan Setelah dilakukan intervensi kep. Diharapkan : -Pasien dapat tidur, ditandai dengan indicator berikut : Jumlah jam tidur tidak terganggu. Tidak ada masalah dengan pola,kualitas dan ritinitas tidur/istirahat. Perasaan segar setelah tidur/istirahat. Tidur siang sesuai usia. Terjaga dengan waktuyang sesuai.Pasien akan : Mengidentifikasi tindakan yang dapatmeningkatkan tidur/istirahat. Menunjukkankeseja hteraan fisik dan psikologis Criteria hasil Dengan criteria : Tingkat kenyamanan perasaan fisik dan psikologis yangnyaman. Tingkat nyeri : banyaknya nyeri yangdilaporkan ataudiperlihatkan. Penyesuaian psikososial :Perubahan hidup :adaptasi psikososialdari seseorangterhadap perubahanhidup. Kualitas hidup : pengungkapankepuasan individudengan kehidupansaat ini. Istirahat : tingkat dan pola berkurangaktivitas untuk pemulihan fisik danmental. Tidur : tingkat dan pola tidur untuk pemulihan fisik danmental. Kesejahteraan pengungkapankepuasan individuterhadap statuskesehatan Intervensi Peningkatan tidur : -Fasilitas siklustidur/bangun yang teratur. -Tentukan efek samping pengobatan pada polatidur pasien. -Pantau pola tidur pasiendan catat hubunganfactor-faktor fisik ataufactor psikologis yangdapat mengganggu pola tidur. -Penkes pasien/keluargaJelaskan tentang pentingnya tidur. -Ajarkan pasien/keluargatentang factor-faktor yangdapat berpengaruh padagangguan pola tidur.Kolaboratif -Diskusikan dengan dokter tentang perlunyameninjau kembali program pengobatan jika berpengaruh pada polatidur. -Dukung penggunaan obattidur yang tidak mengandung supresorfasetidur REM.Aktivitas lain -Hindari suara keras dan penggunaan lampu saattidur malam.

Kelelahan berhubungan dengan cemas, kurang tidur,kondisi penyakit

Setelah dilakukanintervensi keperawatandiharap kan : -Pasien mengetahui penyebab kelelahan. -Pasien dapat beristirahat dengan baik

Dengan kriteria : -Pasien tidak lagimengalami kelelahan. -Pasien tidak lagi mengalami ketegangan emosional

Kurang pengetahuan tentang pengobatan berhubungan dengan keterbatasan kognitif, interpretasi yang salah tentang informasi.

s etelah dilakukan intervensi keperawatan diharapkan : -Pasien mengetahui informasi tentang obat-obatan yang benar

Dengan kriteria : -Pasien tidak lagikekurangan informasitentang obat. -Pasien dapat tidur setelahmengkonsumsi obat. -Pasien dapat mengetahui tentang dosis,cara pemakaian, lama pemakaian dan efek samping obat.

-Ajarkan pasien untuk menghindari makanandan minuman pada jamtidur yang dapatmengganggu tidur. -Lakukan pijitan yangnyaman,pengaturan posisidan sentuhan afektif -Tetapkan pembatasanfisik pasien. -Tetapkan persepsi pasiententang penyebabkelelahan dan dorong pengungkapan verbaltentang pembatasan fisik. -Tetapkan penyebabkelelahan,awasi pasienterhadap kelelahan akibatemosional. -Monitor pola tidur pasienserta tingkatkan istirahatdan pembatasan aktivitas. -Gunakan ROM aktif/pasif untuk menghilangkanketegangan otot. -Monitor pemberian danefek obat yang bersifatdepresan dan stimulant. -Informasikan pada pasiengeneric dan merk dagang dari masingmasingobat,instruksikan pada pasien untuk memperhatikan maksuddan kerja masingmasingobat. -Jelaskan pada pasiententang dosis,cara pemakaian,lama pemakaiannya dankemungkinan efek samping obat sertaevaluasi kemampuan pasien mengobati dirisendiri. -Jelaskan tentang tandadan gejala kelebihan dankekurangan dosis obat pada pasien.

-Jelaskan pada pasien dan keluarga kemungkinan ketergantungan terhadap obat barbiturate atau benzodiazepine dalam 1 sampai 10 hari yang ditandai dengan kesulitan berfikir, pusing,nafsu makan menurun,gangguan sensori, mual muntah, insomnia, kejang.