Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN TUGAS MAKALAH E-BUSINESS

Oleh : Toni Subagiya 08.11.2348

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA JENJANG STRATA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

2011

Abstraksi

E-bisnis (dalam bahasa Inggris : Electronic Business, atau "E-business") dapat didefinisikan sebagai kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dengan menggunakan sistem informasi komputer. Istilah yang pertama kali diperkenalkan oleh Lou Gerstner, seorang CEO perusahaan IBM ini, sekarang merupakan bentuk kegiatan bisnis yang dilakukan dengan menggunakan teknologi internet. E-bisnis memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan system pemrosesan data internal dan eksternal mereka secara lebih efisien dan fleksibel. Ebisnis juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik. Dalam penggunaan sehari-hari, e-bisnis tidak hanya menyangkut perdagangan elektronik atau e-commerce (e-dagang) saja. Dalam hal ini, e-commerce lebih merupakan sub bagian dari e-bisnis, sementara e-bisnis meliputi segala macam fungsi dan kegiatan bisnis menggunakan data elektronik, termasuk pemasaran internet (epemasaran). Sebagai bagian dari e-bisnis, e-dagang lebih berfokus pada kegiatan transaksi bisnis lewat internet. Dengan menggunakan system menejemen pengetahuan, e-dagang mempunyai goal untuk menambah revenu dari perusahaan. Sementara itu, e-bisnis berkaitan secara menyeluruh dengan proses bisnis termasuk value chain: pembelian secara elektronik (electronic purchasing), manajemen rantai suplai (supply chain management), pemrosesan order elektronik, penanganan dan pelayanan kepada pelanggan, dan kerja sama dengan mitra bisnis. E-bisnis memberi kemungkinan untuk pertukaran data di antara satu perusahaan dengan perusahaan lain, baik lewat web, internet, intranet, extranet atau kombinasi di antaranya. E-bisnis berorientasi pada kepentingan jangka panjang yang sifatnya abstrak seperti kepercayaan konsumen, pelayanan terhadap konsumen, peraturan kerja, relasi antar mitra bisnis, dan penanganan masalah social lainnya.

Pembahasan

Setelah kita mengetahui sedikit banyak tentang apa itu e-bisnis, sekarang kita bahas pembagian dari e-bisnis tersebut. E-bisnis dibagi menjadi 4 yaitu : Customer Relationship Management (CRM) Enterprise Resource Planning (ERP) Enterprise Aplication Program (EAP) Supply Chain Management (SCM)

Dari bagian-bagian di atas, kita akan bahas salah satu di antaranya yaitu tentang Enterprise Resource Planning (ERP)

Enterprise Resource Planning (ERP)


ERP adalah sebuah system informasi perusahaan yang dirancang untuk mengkoordinasikan semua sumber daya, informasi dan aktivitas yang diperlukan untuk proses bisnis lengkap. Sistem ERP didasarkan pada database pada umumnya dan rancangan perangkat lunak modular. ERP merupakan software yang mengintegrasikan semua departemen dan fungsi suatu perusahaan ke dalam satu system computer yang dapat melayani semua kebutuhan perusahaan, baik dari departemen penjualan, HRD, produksi atau keuangan. Syarat terpenting dari system ERP adalah Integrasi, yaitu menggabungkan berbagai kebutuhan pada satu software dalam satu logical database sehingga memudahkan semua departemen berbagi informasi dan berkomunikasi. Database yang ada dapat mengijinkan setiap departemen dalam perusahaan untuk menyimpan dan mengambil informasi secara real-time. Informasi tersebut harus dipercaya, dapat diakses dan mudah disebarluaskan. Rancangan perangkat modular harus berarti bahwa sebuah bisnis dapat memilih modul-modul diperlukan, dikombinasikan dan disesuaikan dari vendor yang berbeda, serta menambahkan modul baru untuk meningkatkan unjuk kerja bisnis. dapat lunak yang dapat

Tujuan dan Perannya dalam organisasi Tujuan system ERP adalah untuk mengkoordinasikan bisnis organisasi secara keseluruhan ERP merupakan software yang ada dalam organisasi/perusahaan untuk otomatisasi dan integrasi banyak proses bisnis serta pelanggan. Perusahaan membutuhkan jasa konsultasi, kustomisasi dan jasa pendukung. Migrasi data adalah salah satu aktifitas terpenting dalam menentukan kesuksesan dari implementasi ERP

Implementasi ERP Implementasi system ERP tergantung pada ukuran bisnis, ruang lingkup dari perubahan dan peran resiko kehilangan informasi sensitive, jika terdapat pembobolan system keamanan. Sistem dapat terlalu kompleks jika dibandingkan dengan kebutuhan dari pelanggan. Data dalam system ERP berada dalam satu tempat, contohnya : pelanggan, data keuangan. Hal ini dapat meningkatkan resiko kehilangan informasi sensitive jika terdapat pembobolan system keamanan.

Kesuksesan Implementasi ERP Langkah migrasi data yang dapat menentukan kesuksesan implementasi ERP : Mengidentifikasikan data yang akan di migrasi Menentukan waktu dari migrasi data Membuat template data Menentukan alat untuk migrasi data Memutuskan persiapan yang berkaitan dengan migrasi Menentukan pengarsipan data

Kelebihan ERP Integrasi antara area fungsional yang berbeda untuk meyakinkan komunikasi, produktifitas dan efisiensi yang tepat.

Rancangan perekayasaan Pelacakan pemesanan dari penerimaan sampai fulfillment. Mengatur saling ketergantungan dari proses penagihan material yang kompleks. Pelacakan 3 cara yang bersesuaian antara pemesanan, pembelian, penerimaan inventori, dan pembiayaan. Akuntansi untuk keseluruhan tugas : melacak pemasukan, biaya dan keuntungan pada level inti.

Kelemahan ERP Terbatasnya kustomisasi dari perangkat lunak ERP. Sistem ERP sangat mahal. Perekayasaan kembali proses bisnis untuk menyesuaikan dengan standar industry yang telah dideskripsikan oleh system ERP dapat menyebabkan hilangnya keuntungan kompetitif. ERP sering erlihat terlalu sulit untuk beradaptasi dengan alur kerja dan proses bisnis tertentu dalam beberapa organisasi. Sistem dapat terlalu kompleks jika dibandingkan dengan kebutuhan dari pelanggan.

Tahapan EVOLUSI ERP Tahap I : Material Requirement Planning (MRP) merupakan cikal bakal dari ERP, dengan konsep perencanaan kebutuhan material. Tahap II : Close-Loop MRP, merupakan sederetan fungsi dantidak hanya terbatas pada MRP, terdiri atas alat bantu penyelesaian masalah prioritas dan adanya rencana yang dapat diubah atau diganti jika diperlukan. Tahap III : Manufakturing Resource Planning (MRP II), merupakan pengembangan dari close-loop MRP yang ditambahkan 3 elemen yaitu : perencanaan penjualan dan operasi, antarmuka keuangan dan simulasi analisis dari kebutuhan yang diperlukan. Tahap IV : Enterprise Resource Planning, merupakan perluasan dari MRP II yaitu perluasan pada beberapa proses bisnis diantaranya integrasi keuangan,

rantai pasok, dan meliputi lintas batas fungsi organisasi dan juga perusahaan dengan dilakukan secara mudah. Tahap V : Extended ERP (ERP II) , merupakan perkembangan dari ERP yang diluncurkan tahun 2000, serta lebih kompleks dari ERP sebelumnya.

Modul ERP Manufakturing Supply Chain Management Financials Projects Human Resources Customers Relationship Management Data Warehouse Access Control Customization

Daftar Pustaka

http://aprillins.com/2009/855/perbedaan-antara-e-commerce-dengan-e-business/ http://www.docstoc.com/docs/34449159/MAKALAH-E-BUSINESS http://id.wikipedia.org/wiki/E-bisnis