Anda di halaman 1dari 4

BAB I PENDAHULUAN 1.1.

Latar Belakang Salah satu penyakit yang sering di derita orang tua atau lansia adalah penyakit hipertensi. yang dimana pada setiap pasien yang menderita penyakit ini biasanya selalu di ikuti oleh,tekanan darah dalam arteri dan ini merupakan masalah yang serius pada orang tua atau lansia karena kurangnya pengetahuan orang tua atau lansia pada tindakan untuk memperlancar peredaran darah dari arteri ke jantung secara mandiri. Apabila terjadi penumpukan darah di arteri dan tidak bisa dihantarkan ke jantung sehingga dapat mengakibatkan penyakit yang lebih serius yaitu penyakit jantung koroner yang dapat berujung pada kematian. Sistem sirkulasi sangat penting dalam mempertahankan hidup. Fungsi utamanya adalah menghantarkan oksigen dan nutrisi ke semua sel, serta mengangkut zat buangan seperi karbon dioksida. Pada negara berkembang, dua kejadian kematian utama disebabkan oleh infark miokardium dan stroke pada sistem pembuluh nadi, misalnya arterosklerosis. Berdasarkan data WHO dari 50% penderita hipertensi yang diketahui ,25% yang mendapat pengobatan dan hanya 12,5% yang iobati dengan baik. DataDepkes (2007) menunjukkan, di Indonesia ada 21% penderita hipertensi dan sebagian besar tidak terdeteksi. Hasil Riset Kesehatan Dasar (2007) juga menunjukkan cakupan tenaga kesehatan terhadap kasus hipertensi di masyarakat masih rendah, hanya 24,2% untuk prevalensi hipertensi di Indonesia yang berjumlah 32,2%. Teknik pemijatan berdampak terhadap lancarnya sirkulasi aliran darah,menyeimbangkan aliran energi di dalam tubuh serta mengendurkan ketegangan otot. Meskipun teknik pemijatan tidak akan berdampak banyak pada penderita hipertensi berat, namun beberapa penelitian telah membuktikan bahwa masase dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi ringan dan

sedang (Dalimartha,2008; Sutanto, 2010). Vasokonstriksi pada pembuluh darah perifer dapat menghambatsirkulasi darah dan meningkatkan tahanan vaskuler sehingga menyebabkan hipertensi.Salah satu gerakan dalam pemijatan, yaitu effleurage yang dilakukan pada daerah kakidapat menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah perifer, dan efeknya memperlancar aliran darah balik dari daerah ekstremitas bawah menuju ke jantung (Turner,W.A.,2005). Vasokonstriksi pada pembuluh darah perifer dapat menghambat sirkulasi darah dan meningkatkan tahanan vaskuler sehingga menyebabkan hipertensi. Massage adalah Teknik pemijatan berdampak terhadap lancarnya sirkulasi aliran darah,menyeimbangkan aliran energi di dalam tubuh serta mengendurkan ketegangan otot. Meskipun teknik pemijatan tidak akan berdampak banyak pada penderita hipertensi berat, namun beberapa penelitian telah membuktikan bahwa masase dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi ringan dan sedang (Dalimartha,2008; Sutanto, 2010). Salah satu gerakan dalam pemijatan, yaitu effleurage yang dilakukan pada daerah kaki dapat menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah perifer, dan efeknya memperlancar aliran darah balik dari daerah ekstremitas bawah menuju ke jantung. Pada saat pengakajian Tn.A mengatakan.. kenapa ya mas, tiba- tiba kaki saya merasa sakit setiap kali saya bangun dari duduk, tapi itu tidak sering, kadang dating dan kadang tidak, dan tadi pagi sebelum mas dating saya merasakan nyeri itu lagi di daerah bawah lutut saya mas, dan saya juga merasakan pusing disertai penglihatan saya kabur atau gelap, dan pada saat pengkajian ditemukan tekanan darah 160/90 mmHg. Tehnik relaksasi massage yang dilakukan pada seseorang mengalami nyeri dapat mengurangi tegangan otot dan mengurangi kecemasan, membantu klien dengan tehnik relaksasi, perawat dapat mengenal nyeri klien dan ekspresi kebutuhan dibantu dari klien untuk mengurangi distress yang disebabkan oleh nyerinya. Relaksasi memberikan efek positif untuk klien yang mengalami nyeri, yaitu:

memperbaiki kualitas tidur, memperbaiki kemampuan memecahkan masalah, mengurangi keletihan,meningkatkan kepercayaan dan perasaan dapat mengontrol diri dalam mengatasi nyeri, pengalihan rasa nyeri atau distraksi. Menurut International Association for Study of Pain (IASP), nyeri adalah sensori subyektif dan emosional yang tidak menyenangkan yang didapat terkait dengan kerusakan jaringan aktual maupun potensial, atau menggambarkan kondisi terjadinya kerusakan. Berdasarkan uraian dan peristiwa- peristiwa yang telah terjadi dimasyarakat yang terkait dengan banyaknya yang menderita hipertensi dengan sebagian penduduk dengan keluhan nyeri pada anggota tubuhnya, sehingga penulis ingin mengangkat studi kasus dengan judul Analisa Intervensi Tehnik Relaksasi Massage kaki Untuk Menstabilkan Tekanan Darah pada Tn.A Dengan Hipertensi Di Kelurahan Bumiayu Kec. Kedung-kandang Kota Malang. 1.1. Rumusan Masalah Bagaimanakah pelaksanaan intervensi teknik relaksasi massage pada kaki dalam menstabilkan tekanan darah pada penderita hipertensi Tn.A di Bumi Ayu Kecamatan kedung kandang Kota malang 2012 1.2. Tujuan Penulisan 1.3. Tujuan Umum Untuk mengetahui sejauh mana tehnik relaksasi massage dalammenurunkan tingkat nyeri kaki pada enderita hipertensi 1.4.1. Tujuan Khusus 1. untuk mengetahui tingkat nyeri sesudah dilakukan tehnik relaksasi massage pada pasien hipertensi
2. untuk mengetahui dukungan keluarga terhadap nyeri pada kaki yang dialami oleh

anggota keluarga

1.5 Manfaat 1.5.1. Bagi puskesmas Sebagai bahan masukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat di keluarahan Bumiayu, kecamatan Kedung- kandang kota malang. 1.5.2. Bagi klien dan keluarga Dapat meningkatkan pengetahuan klien dan keluarga dalam mengenal dan mengatasi suatu masalah kesehatan. 1.5.3. Bagi Institusi Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai dokumentasi dan dapat digunakan sebagai bahan perbandingan dalam melakukan studi kasus selanjutnya untuk menambah kajian atau referensi. 1.5.4. Bagi penulis Dapat memberikan pengetahuan tambahan dibidang keperawatan keluarga, sehingga nantinya dapat dijadikan bekal untuk turun ke masyarakat, sebagai upaya dalam memberikan informasi dan edukasi tentang suatu masalah kesehatan.