Anda di halaman 1dari 7

SEJARAH SENI RUPA PENERAPAN SIMBOL MESIR KUNO PADA KEHIDUPAN JAMAN SEKARANG

NAMA : INDAH SORAYA NRP : 212170146

LUKMAN ZAMAN PCSW, S.Kom.,M.Kom.

PENERAPAN SIMBOL-SIMBOL/TUHAN-TUHAN MESIR KUNO DALAM KEBUDAYAAN MODERN

Piringan Bersayap-Matahari (The Winged Sun-Disk)

Sifat-sifat,Alasan dan teori tentang budaya yang dirujuk : Simbol kuno ini umumnya dihubungkan dengan Mesir, meskipun juga digunakan oleh bangsa Persia dan Asyiria termasuk oleh budaya-budaya yang berjauhan letaknya dengan wilayah tersebut, yaitu di Amerika Latin dan Australia. Simbol tersebut terdiri dari sebuah bulatan Matahari diapit oleh dua buah sayap. Secara tradisional bangsa Mesir menggambar dua ekor ular di atas sayapnya yang merepresentasikan dewa-dewa yang melindungi Upper dan Lower Egypt. Thomas Milton Stewart menjelaskan mengenai arti dari mitos tersebut: Horus, Sang Penebus bangsa Mesir, dilahirkan ke dunia oleh seorang perawan untuk menghancurkan musuh Dewa agung, Ra. Kemudian Horus merubah wujud dirinya menjadi Piringan Matahari-Bersayap, bersamanya Dewi Nekhebet dan Uatchit yang kemudian wujudnya berubah kedalam bentuk dua ekor ular. Setelah berhasil dalam peperangannya melawan musuh Ra, Horus memerintahkan kepada Thoth, Dewa Kebijakan Rahasia, bahwa Piringan Matahari-Bersayap dengan dua ekor ularnya harus di bawa ke semua tempat suci dewa bumi di Selatan dan Utara. Maksud simbolis yang terdapat dalam legenda di atas sudah sangat tua umurnya, simbolsimbol tersebut berasal dari periode paling awal. Piringan bersayap, yang dalam kata hieroglyphic berarti to become-menjadi to be jadi to create-menciptakan, merupakan sebuah bagian dari barang-barang perhiasan simbolis setiap kuil, dipajang di atas setiap pintu gerbang dan pintu keluar-masuk, serta merupakan sebuah simbol paling awal mengenai ungkapan kehidupan setelah kematian yang sampai kepada kita dewasa ini -Thomas Milton Stewart. Simbol tersebut merupakan sebuah gambaran kenaikan ruh kepada Ketuhanan, dengan bantuan ular-ular pengetahuan dan kebijakan. Dan arti daripada Piringan-Matahari Bersayap adalah, Dia adalah merupakan simbol kesempurnaan Aspirasi terhadap Ketuhanan, Pensucian diri daripada alam yang berada di bawahnya, dan merupakan pendakian akhir untuk bersatu dengan Yang Satu. -G.A. Gaskell. Para mistikus orang Mesir menggunakan simbol matahari bersayap untuk ritus sihir dan doa: Unsur simbolis dari udara, ini terdiri dari sebuah lingkaran atau piringan tipe-matahari disertai dua buah sayap. Dalam ritus sihir ini menutupi alter arah ke timur serta dipergunakan saat memohon perlindungan dan kerjasama dengan para peri. -Hope, Murry.

Matahari bersayap masih digunakan sekarang ini oleh beberapa kelompok seperti Freemason, Theosofi dan Rosicrucian. Bola Dunia Bersayap dikenal sebagai sebuah simbol Rosicrucian, meskipun Illuminati mungkin biasa mengklaimnya, dan mungkin diakuinya bahwa Bola Dunia Bersayap berasal dari Mesir. Bola Dunia Bersayap merupakan simbol kesempurnaan jiwa yang membuatmya terbang kembali kepada sumber penciptaan di bawah medan Elysian. -Swinburne, Clymer, The Rosicrucians Their Teachings Kesimpulan : Jadi simbol kuno yang merupakan mistik dan sihir merepresentasikan kesempurnaan jiwa telah bertahan selama mileniuman dan masih digunakan untuk tujuan yang sama sekarang ini. Di bawah ini Anda lihat simbol matahari-bersayap dipasang pada gedung-gedung Rosicrucian dan Masonik:

Pintu Masuk Taman Rosicrucian Karena sayap berarti transportasi dari jiwa yang sempurna, simbol ini digunakan pada industri otomotif. Berikut Beberapa Contohnya:

Matahari Terbit Simbol matahari terbit dapat dihubungkan dengan penyembahan kepada matahari. Pada zaman Mesir kuno, diasosiasikan dengan Horus. Para okultis menganggapnya merepresentasikan zaman baru Aquarius dan kedatangan radiasi baru dari inti galaksi, yaitu the Golden Dawn. Matahari bersinar juga dihubungkan dengan konsep Promethean/Luciferian yang membawa api (ilmu pengetahuan) kepada manusia. Pengulangan model mitos tokoh-tokoh revolusioner- Marx muda, awal yang didominasi oleh idealisme, saat Lenin dari Rusia yang merupakan Prometheus, yang mencuri api dari para dewa untuk digunakan kepada manusia. Kepercayaan pengikut revolusioner Prometheus dalam banyak hal serupa, yang juga menyangkut keyakinan umum modern menganggap bahwa sains akan membimbing manusia ke luar dari kegelapan menuju cahaya. Akan tetapi di sana juga lebih banyak menunjuk kepada asumsi milenia bahwa, pada hari baru menyingsing, matahari tidak akan pernah terbenam. Selama awal pergolakan Revolusi Perancis lahir sebuah mitos revolusi matahari memberi kesan bahwa matahari terbit pada era baru yang mana kegelapan akan lenyap selama-lamanya. Gambaran ini menjadi tertanam pada tingkat alam bawah sadar bahwa penafsiran secara serempak sesuatu yang nyata menghasilkan sebuah realitas baru. -James H. Billington, Fire in the Minds of Men Manly P. Hall menjelaskan mengenai arti matahari terbit dalam kaitannya dengan perkumpulan rahasia seperti Freemasonry. Penurunan langsung program esensiil Sekolah-sekolah Esoterik dipercayakan kepada kelompok yang sudah dikondisikan dengan baik untuk melaksanakannya. The Guilds, serikat buruh dan Perkumpulan-perkumpulan kebajikan yang bersifat melindungi yang secara internal diperkuat melalui pengenalan sebuah pengajaran baru. Kemajuan rencana memerlukan perluasan perbatasan dengan ketegasan filosofis. Sebuah Dunia Persaudaraan diperlukan yang didukung oleh sebuah program pendidikan yang mendalam dan luas menurut metoda. Sebuah Persaudaraan seperti itu tidak dapat dengan seketika menyertakan semua orang, namun persaudaraan dapat mempersatukan kegiatan-kegiatan jenis-jenis tertentu manusia, dengan mengabaikan kesukuan atau keyakinan agama atau bangsa dimana mereka bertempat tinggal. Mereka inilah merupakan manusia berkualitas, merekalah anak-anak masa depan, yang simbolnya adalah sebuah matahari terbit yang memncarkan cahaya di atas pegunungan timur. -Manly P. Hall, Masonic Orders of Fraternity Dengan kata lain, matahari terbit menggambarkan inisiasi perkumpulan-perkumpulan rahasia. Simbol ini sebagai logo digunakan oleh sejumlah perusahaan:

Yang paling berperan dalam membangkitkan kesadaran Anda adalah simbolisme okult pada cangkir Anda.

Obama Logo Obama juga menggunakan simbol matahari yang memancarkan cahaya.

TUGU MONAS

Bagi warga negara Indonesia dan warga Jakarta khususnya, Monumen Nasional yang lazim disebut Tugu Monas sudah tidak asing lagi. Berada tepat di jantung ibukota negara dan pemerintahan Republik Indonesia, Tugu Monas menjulang tinggi mengalahkan bangunan disekelilingnya. Menurut sejarahnya, bangunan setinggi 128,70 meter ini dibangun pada era Presiden Sukarno, tepatnya tahun 1961. Awalnya, sayembara digelar oleh Sukarno untuk mencari lambing yang paling bagus sebagai ikon ibukota negara. Sang Presiden akhirnya jatuh hati

pada konsep Obelisk yang dirancang oleh Friederich Silaban. Namun saat pembangunannya, Sukarno merasa kurang sreg dan kemudian menggantinya dengan arsitek Jawa bernama Raden Mas Soedarsono. Sukarno yang seorang insinyur mendiktekan gagasannya kepada Soedarsono hingga jadilah Tugu Monas seperti yang dapat kita saksikan saat ini. Proyek mercusuar pembangunan Monumen Nasional tersebut sesungguhnya dilakukan saat kondisi keuangan negara dalam masa kritis yang sangat hebat. Pada saat itu, Sukarno juga tengah mengerjakan proyek lainnya yang mungkin dianggap lebih mulia, yakni pembangunan Masjid Istiqlal, masjid terbesar se-Asia Tenggara. Dihadapkan pada pilihan sulit, akhirnya Sukarno lebih memilih merampungkan proyek Tugu Monas daripada rumah Allah tadi. Uniknya, kedua proyek besar tersebut selesai saat Presiden Sukarno sudah tidak berkuasa lagi pasca pemberontakan G 30 S PKI.

5 Hal Yang Harus Diketahui Tentang Monas: 1. Ukuran dan Isi Monas Monas dibangun setinggi 132 meter dan berbentuk lingga yoni. Seluruh bangunan ini dilapisi oleh marmer. 2. Lidah Api Di bagian puncak terdapat cawan yang di atasnya terdapat lidah api dari perunggu yang tingginya 17 meter dan diameter 6 meter dengan berat 14,5 ton. Lidah api ini dilapisi emas seberat 45 kg. Lidah api Monas terdiri atas 77 bagian yang disatukan. 3. Pelataran Puncak Pelataran puncak luasnya 11x11 m. Untuk mencapai pelataran puncak, pengunjung bisa menggunakan lift dengan lama perjalanan sekitar 3 menit. Di sekeliling lift terdapat tangga darurat. Dari pelataran puncak Monas, pengunjung bisa melihat gedung-gedung pencakar langit di kota Jakarta. Bahkan jika udara cerah, pengunjung dapat melihat Gunung Salak di Jawa Barat maupun Laut Jawa dengan Kepulauan Seribu. 4. Pelataran Bawah Pelataran bawah luasnya 45x45 m. Tinggi dari dasar Monas ke pelataran bawah yaitu 17 meter. Di bagian ini pengunjung dapat melihat Taman Monas yang merupakan hutan kota yang indah. 5. Museum Sejarah Perjuangan Nasional Di bagian bawah Monas terdapat sebuah ruangan yang luas yaitu Museum Nasional. Tingginya yaitu 8 meter. Museum ini menampilkan sejarah perjuangan Bangsa Indonesia. Luas dari museum ini adalah 80x80 m. Pada keempat sisi museum terdapat 12 diorama (jendela peragaan) yang menampilkan sejarah Indonesia dari jaman kerajaan-kerajaan nenek moyang Bangsa Indonesia hingga G30S PKI. Sukarno yang terkenal flamboyan saat itu lebih memilih Monas karena merupakan simbol phallus raksasa. Tidak aneh jika simbol ibukota negaranya adalah simbol kejantanan seorang pria (phallus). Sukarno adalah seorang visioner yang tidak tanggung-tanggung dan berpandangan jauh ke depan. Dia tidak membiarkan pembangunan phallus/lingga sendirian. Saat bersamaan, dia juga memerintahkan pembangunan pasangannya, yakni Yoni sebagai simbol perempuan, tepat di atas

Monas. Jadilah Monas seperti yang terlihat sekarang, sebuah bangunan lambing penyatuan Lingga dan Yoni, simbol laki-laki dan perempuan. Menurut penuturan Dan Brown dalam novel fenomenalnya, penyatuan Lingga dan Yoni merupakan ritus purba seksual, Persetubuhan Suci (The Sacred Sextum). Ini adalah ritual tertinggi bagi kelompok-kelompok penganut Luciferian (penyembah setan) seperti halnya Ksatria Templar dan Freemasonry. Monas adalah The Sacred Sextum Tugu Monas hanyalah salah satu dari obelisk-obelisk lain yang tersebar di pusatpusat kota seluruh dunia. Obelisk tertua berasal dari kebudayaan Mesir Kuno, simbol menjulang menuju dewa tertinggi bangsa pagan purba (dan modern). Selain Kairo dan Jakarta, obelisk asli Mesir dapat kita saksikan di ibukota penguasa dunia saat ini, Washington DC Amerika Serikat. Lokasinya tepat di depan Capitol Hill tempat presiden-presiden Amerika terpilih mengucapkan sumpahnya secara turun-temurun. Obelisk atau phallus juga bisa kita jumpai tepat di tengah lapangan Basilika Santo Petrus, Vatican City, negara tempat pemimpin umat Katholik Roma sejagat raya. Phallus modern juga dapat berupa obelisk baja yang menjulang di tengah-tengah ibukota Perancis, Paris berupa Menara Eiffel. Obelisk adalah simbol kejantanan, kekuatan, dan kekuasaan Jika kita cermati bersama, keberadaan Tugu Monas di jantung ibukota negara Republik Indonesia adalah sebuah ejekan tak kentara terhadap sila pertama Pancasila. Monas adalah lambang Persetubuhan Suci yang dilakukan tanpa malumalu di sekeliling rumah Tuhan. Dia mengejek Gereja Imanuel, dia mengejek Gereja Katedral, dan dia juga mengejek Masjid Istiqlal. Terhadap rumah Tuhan-rumah Tuhan yang mengelilinginya, Monas seakan mencibir
Dan, rahasia Tugu Monas yang barangkali tidak dapat kita rasakan hingga saat ini adalah bentuk piramida silang Monas jika dilihat dari udara. Sebelum adanya aplikasi Google Earth, tak banyak manusia yang dapat menyaksikan simbol pagan masyarakat purba (dan modern) dengan seksama seperti saat ini. Sebagai perbandingan, arahkan kursor peta Google Earth tepat di atas Piramida Giza di Kairo, Mesir. Kemudian alihkan kursor ke kota Jakarta tepat di atas komplek Tugu Monas. Jika silang Monas yang tampak dari atas tersebut kita anggap sebagai sisi-sisi piramida dan Tugu Monas yang berada tepat di tengahnya sebagai puncak piramida, terlihat ada kesamaan bentuk dan konsep antara Piramida Giza di Mesir dan Piramida Monasdi Indonesia.