Anda di halaman 1dari 5

1.

Neraca-neraca Zat dengan Reaksi Kimia Tunggal Prinsip kekekalan massa menyatakan bahwa dalam sistem tunak terbuka, laju massa (mol) umpan dan keluaran setiap unsur dalam sistem harus seimbang tanpa memperhatikan apakah ada atau tidak ada reaksi kimia. Walaupun demikian, pada proses yang melibatkan reaksi kimia, ada penyusunan kembali atom-atom atau molekul-molekul untuk membentuk berbagai senyawa-senyawa molekul yang berbeda. Jadi dalam reaksi kimia ada zat yang beraksi akan berkurang dan zat yang dihasilkan akan bertambah.

Jadi neraca massa zat : Laju molar zat s masuk = laju molar zat s keluar adalah tidak selalu benar apabila melibatkan suatu reaksi. Perbedaan antara laju umpan dan keluaran (Rs) merupakan laju produksi molar zat s iaitu: keluar (masuk) Rs = N s - N s Atau Dimana: Ms adalah berat molekul zat s

Contoh 1 Dalam proses pembuatan amonia melalui reaksi N2 + 3 H2 2NH3, 40 mol/jam H2 dan 12 mol/jam N2 dimasukkan ke dalam reaktor katalitik sehingga menghasilkan 8 mol/jam N2, 28 mol/jam H2 dan sisa 8 mol/jam NH3. Dari definisi di atas, laju produksi setiap zat adalah: keluar (masuk) RNH3 = N NH3 - N NH3 = 8 0 = 8 mol/jam keluar (masuk) RN2 = N N2 - N N2 = 8 - 12 = -4 mol/jam keluar (masuk) RH2 = N H2 - N H2 = 28 - 40 = -12mol/jam

2. Konsep Laju Reaksi Dari contoh 1 persamaan reaksi kimia diperoleh: Hubungan ini dapat ditulis seperti:

Bentuk ini merupakan laju produksi NH3 dibagi dengan koefisien stokiometrinya dan laju pengurangan reaktan N2 dan H2 dibagi dengan koefisien masing-masing adalah konstan untuk setiap zat.