Anda di halaman 1dari 15

BAB III OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN

III.1

Desain Penelitian

III.1.1 Jenis dan sumber data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder berupa laporan tahunan atau annual report tersebut diperoleh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada (www.idx.co.id), situs resmi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada (www.bpk.go.id), situs resmi Badan Pemeriksa Pasar Modal (BAPEPAM) pada (www.bapepam.go.id) dan situs web resmi dari masing-masing perusahaan.

III.1.2 Penentuan jumlah sampel Perusahaan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah perusahaan yang termasuk dalam kelompok industri consumer goods di BEI. Data keuangan yang dibutuhkan didalam penelitian ini adalah selama 5 tahun yaitu dari tahun 2005 sampai 2009. Kriteria-kriteria perusahaan yang menjadi objek penelitian: Merupakan perusahaan dalam industri consumer goods yang telah terdaftar di BEI. 1. Telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2005 2. Termasuk dalam kelompok industri Consumer Goods: Makanan dan minuman, kosmetik dan perlengkapan rumah tangga, farmasi, dan rokok. 3. Perusahaan mempublikasikan secara lengkap laporan keuangan tahunan untuk periode 31 Desember 2005-2009 yang dinyatakan dalam rupiah (Rp).

58

4. Data pada laporan tahunan periode 31 Desember 2005 tersedia lengkap (data mengenai corporate governance dan corporate social responsibility secara keseluruhan).

III.1.3 Model Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola hubungan yang terjadi diantara pengungkapan GCG dan CSR atas kelompok industri barang konsumsi yang tercatat di BEI. Oleh karena itu, penelitian ini akan menggunakan model regresi linear berganda. Variabel dependen yang digunakan didalam penelitian ini adalah pengungkapan GCG dan pengungkapan CSR. Pengungkapan GCG diukur melalui pemenuhan terhadap 11 item pengungkapan GCG berdasarkan pada 4 prinsip good corporate governance menurut Komite Nasional Kebijakan Governance yaitu : Transparansi, Akuntabilitas, Kewajaran (fairness), dan responsibilitas. Sedangkan, pengungkapan CSR diukur berdasarkan pada laporan tahunan yang dinyatakan dalam Corporate Social Responsibility Index (CSRI) akan dinilai dengan membandingkan jumlah pengungkapan yang dilakukan perusahaan dengan jumlah pengungkapan yang disyaratkan dalam GRI meliputi 79 item pengungkapan : economic, environment, labour practicies, human rights, society, dan product responsibility. Berdasarkan acuan beberapa jurnal terdahulu, model penelitian ini menggunakan variabel independen dan variabel pengendali yang berpengaruh terhadap tingkat pengungkapan GCG dan CSR dalam suatu perusahaan. Struktur kepemilikan akan dilihat melalui kepemilikan manajemen yang akan dinilai berdasarkan kepemilikan saham dewan direksi ataupun dewan komisaris dalam suatu perusahaan. Resiko akan dilihat dari indikator Debt to Equity Ratio (DER) yang

59

dapat mencerminkan tingkat resiko yang dilakukan oleh perusahaan. Profitabilitas akan menggunakan indikator Return on Equity (ROE). Lalu ukuran perusahaan akan diukur melalui logaritma total asset. Status Afiliasi akan dinilai melalui variabel dummy dimana pemberian bobot 1 untuk perusahaan yang berafiliasi dengan perusahaan asing atau dimiliki secara keseluruhan oleh pihak asing, dan bobot 0 untuk perusahaan yang tidak berafiliasi dengan perusahaan asing atau tidak dimiliki secara keseluruhan oleh pihak asing. Dan, komisaris independen akan dilihat melalui proporsi komisaris independen dibandingkan dengan total komisaris yang terdapat didalam perusahaan. Oleh karena itu, model yang digunakan dalam penelitian ini adalah : a) Pengungkapan CG = + 1Pengungkapan CSR + 2Resiko + 3Profitabilitas + 4Ukuran Perusahaan + 5Status Afiliasi + 6 Komisaris Independen + 7Kepemilikan Manajemen b) Pengungkapan CSR = + 1Pengungkapan CG + 2Resiko + 3Profitabilitas + 4Ukuran Perusahaan + 5Status Afiliasi + 6Komisaris Independen + 7Kepemilikan Manajemen.

Untuk mengukur variabel dependen dan independen diatas, maka penulis akan menggunakan sejumlah indikator berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, yaitu : 1. Pengungkapan CSR Mengacu pada panduan GRI maka pengukuran CSR Disclosure akan menggunakan 79 item pengungkapan yang berisikan 6 tema yang terkait dengan pengungkapan Corporate Social Responsibility, yaitu

60

economic, environment, labour practicies, human rights, society, dan product responsibility. Tabel 3.1 Tabel GRI Guidelines
No Point GRI Guidelines EKONOMI Nilai ekonomi yang dihasilkan secara langsung didistribusikan oleh perusahaan kepada pemegang saham, kreditur, pemerintah, maupun komunitas local Implikasi keuangan dan munculnya berbagai resiko keuangan yang diakibatkan oleh perubahan iklim sehingga perusahaan dapat memperkirakan anggaran keuangan untuk memperoleh peruntungan. Cakupan rencana atas keuntungan yang diterima agar perusahaan dapat memperkirakan pemakaian keuangan bagi kegiatan CSR. Bantuan keuangan signifikan dari pemerintah tempat perusahaan beroperasi. Rentang rasio standar upah yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan di level terendah dengan upah minimum yang berlaku pada suatu daerah di negara tempat perusahaan beroperasi. Kebijakan, praktek, dan proporsi pengeluaran untuk pemasok lokal pada daerah operasi utama. Adanya prosedur penarikan tenaga kerja lokal dan penetapan proporsi senior manajemen yang direkrut dari wilayah tempat perusahaan beroperasi. Investasi perusahaan dalam bentuk pembangunan infrastruktur dan penyediaan layanan untuk publik yang dilakukan secara komersial maupun cuma-Cuma Memahami dan menjelaskan signifikansi dampak ekonomi tidak langsung serta sampai sejauh mana dampak tersebut mempengaruhi masyarakat. GRI Guidelines LINGKUNGAN Jumlah bahan baku yang digunakan. Perhitungan penggunaan bahan daur ulang Pengunaan energi langsung berdasarkan sumber energi utama Pemakaian energi tidak langsung berdasarkan sumber energi utama Penghematan energi yang dapat dilakukan sebagai akibat konservasi energi dan peningkatan efisiensi Inisiatif untuk mendapatkan produk dan jasa berbasi energi efisien atau energi yang dapat diperbaharui, serta pengurangan persyaratan kebutuhan energi sebagai akibat dari inisiatif tersebut. Inisiatif untuk mengurangi konsumsi energi tidak langsung dan pengurangan yang dicapai. Jumlah air yang ditarik menurut sumber airnya Sumber air yang secara signifikan terpengaruh oleh aktivitas penarikan air Perhitungan dan total volume air yang dapat didaur ulang serta digunakan kembali. Lokasi dan ukuran lahan yang dimiliki, disewa, atau dikelola perusahaan yang berdekatan dengan area yang kaya akan keanekaragaman hayati baik Uraian dampak signifikan dari aktivitas, produk dan jasa yang dihasilkan terhadap nilai keanekaragaman hayati yang berada di 61

1.

EC 1

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11 12.

EC 2 EC 3 EC 4 EC 5 EC 6 EC 7 EC 8 EC 9 Point EN 1 EN 2 EN 3 EN 4 EN 5 EN 6 EN 7 EN 8 EN 9 EN 10 EN 11 EN 12

13. 14.

EN 13 EN 14

15. No

EN 15 Point

luar wilayah dilindungi. Habitat yang dilindungi atau direstorasi Strategi yang meliputi tindakan saat ini dan rencana di masa mendatang untuk mengelola dampak perusahaan terhadap keanekaragaman hayati. Jumlah spesies berdasarkan tingkat risiko kepunahan yang masuk dalam Daftar Merah IUCN (IUCN Red List Species) dan yang masuk dalam daftar konservasi nasional dengan habitat di daerahdaerah yang terkena dampak operasi GRI Guidelines LINGKUNGAN Jumlah emisi gas rumah kaca yang sifatnya langsung maupun tidak langsung dirinci berdasarkan berat Data mengenai emisi gas rumah kaca tidak langsung lainnya diperinci berdasarkan berat Berbagai inisiatif yang diambil perusahaan untuk mengatasi emisi greenhouse gas serta pengurangan emisi gas yang telah dicapai oleh perusahaan Adanya pengungkapan tentang adanya emisi bahan kimia yang dapat merusak lapisan ozon Adanya pengungkapan tentang Nox, Sox, dan emisi udara berdasarkan jenis dan berat Jumlah air yang dibuang didasarkan kepada kualitas air dan aliran air Jumlah berat limbah berdasarkan tipe dan metode pembuangan limbah Jumlah dan metode tumpahan yang signifikan. Berat limbah yang diangkut, diimpor, diekspor atau diolah yang dianggap berbahaya Identitas, ukuran, status proteksi dan nilai keanekaragaman hayati badan air serta habitat terkait yang secara signifikan dipengaruhi oleh pembuangan Inisiatif untuk mengurangi dampak jasa dan produk serta mengukur sejauh mana dampak pengurangannya berpengaruh terhadap dampak buruk Perhitungan produk terjual dan bahan kemasannya yang ditarik kembali menurut kategori. Nilai moneter denda yang signifikan dan jumlah sanksi nonmoneter atas pelanggaran terhadap hukum dan regulasi lingkungan Pengungkapan perusahaan tentang perubahan material yang signifikan terhadap pemindahan produk Anggaran yang dialokasikan untuk proteksi dan investasi lingkungan GRI Guidelines MASYARAKAT Sifat, cakupan, efektivitas dari berbagai program dan praktik yang dapat mengukur dan mengolah dampak operasi perusahaan terhadap masyarakat Persentase dan jumlah unit bisnis yang memiliki resiko korupsi Adanya pelatihan dalam hal kebijakan dan prosedur menanggulangi korupsi di dalam organisasi. Tindakan yang diambil perusahaan terhadap tindakan korupsi Partisipasi dalam lobi dan perumusan kebijakan publik Adanya pengungkapan nilai kontribusi financial dan natura kepada partai politik, politisi dan institusi terkait berdasarkan negara dimana perusahaan beroperasi secara transparan. 62

16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. No

EN 16 EN 17 EN 18 EN 19 EN 20 EN 21 EN 22 EN 23 EN 24 EN 25 EN 26 EN 27 EN 28 EN 29 EN 30 Point

1. 2. 3. 4. 5. 6.

SO 1 SO 2 SO 3 SO 4 SO 5 SO 6

7.

SO 7

Jumlah tindakan hukum terhadap pelanggaran anti persaingan, anti trust dan praktek monopoli serta sanksinya Jumlah nilai uang yang harus dikeluarkan oleh perusahaan karena membayar denda atau sanksi non-moneter akibat ketidak patuhan perusahaan terhadap undang-undang dan peraturan tentang lingkungan hidup TANGGUNG JAWAB PRODUK

8. No

SO 8

9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16.

17.

18. 19.

20. 21. 22. 23.

24. 25.

Point GRI Guidelines PRAKTEK TENAGA KERJA DAN PEKERJAAN YANG LAYAK Dampak kesehatan dan keselamatan dari pemakaian produk yang PR 1 diperhitungkan perusahaan Jumlah kejadian yang berkaitan dengan tuntutan konsumen terhadap dampak kesehatan dan keselamatan atas konsumsi produk PR 2 yang dihasilkan perusahaan PR 3 Jenis informasi yang dibutuhkan oleh konsumen dari suatu produk Jumlah kejadian yang berkaitan dengan ketidakpatuhan perusahaan terhadap peraturan yang berlaku dalam hal penyajian informasi produk dan jasa PR 4 Berbagai praktik yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan kepuasan konsumen, termasuk di dalam survei untuk mengukur kepuasan konsumen PR 5 Berbagai program komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh PR 6 perusahaan sesuai dengan standar dan hukum yang berlaku Jumlah kejadian yang berkaitan dengan ketidakpatuhan perusahaan PR 7 terhadap peraturan yang berlaku dalam hal komunikasi pemasaran Jumlah keluhan konsumen akibat pelanggaran privasi konsumen PR 8 dan hilangnya data konsumen Jumlah nilai uang yang harus dikeluarkan oleh perusahaan karena membayar denda atau sanksi non-moneter akibat ketidak patuhan perusahaan terhadap undang-undang dan peraturan tentang ketentuan kesehtan dan keselamatan produk dan jasa PR 9 HAK ASASI MANUSIA Perhitungan jumlah perjanjian investasi signifikan yang memuat klausula HAM atau telah menjalani proses skrining/filtrasi terkait dengan aspek hak asasi manusia. HR 1 Perhitungan pemasok dan kontraktor signifikan yang telah HR 2 menjalani proses skrining/filtrasi atas aspek HAM Jumlah waktu pelatihan bagi karyawan dalam hal kebijakan serta prosedur yang terkait dengan aspek HAM yang relevan dengan kegiatan organisasi, termasuk persentase karyawan yang telah menjalani pelatihan. HR 3 Jumlah kasus diskriminasi yang terjadi dan tindakan yang HR 4 diambil/dilakukan. Segala kegiatan berserikat dan berkumpul yang diidentifikasi dapat menimbulkan resiko yang signifikan serta tindakan yang diambil HR 5 untuk mendukung hak-hak tersebut. Kegiatan yang teridentifikasi mengandung resiko yang signifikan timbulnya terjadinya kasus pekerja anak, dan langkah-langkah yang diambil untuk mendukung upaya penghapusan pekerja anak. HR 6 Kegiatan yang teridentifikasi mengandung resiko signifikan yang dapat menimbulkan kasus kerja paksa atau kerja wajib, dan langkah-langkah yang telah diambil untuk mendukung upaya penghapusan kerja paksa atau kerja wajib. HR 7 Personel penjaga keamanan yang terlatih dalam hal kebijakan dan prosedur organisasi terkait dengan aspek HAM yang relevan HR 8 dengan kegiatan organisasi

63

26.

27. 28. 29. No

30. 31.

32. 33.

34. 35. 36. 37. 38.

39. 40.

Jumlah kasus pelanggaran yang terkait dengan hak penduduk asli HR 9 dan langkah-langkah yang diambil. PRAKTEK TENAGA KERJA DAN PEKERJAAN YANG LAYAK Jumlah angkatan kerja menurut jenis pekerjaan, kontrak pekerjaan, LA1 dan wilayah. Jumlah dan tingkat perputaran karyawan menurut kelompok usia, LA2 jenis kelamin, dan wilayah. Manfaat yang disediakan bagi karyawan tetap (purna waktu) yang tidak disediakan bagi karyawan tidak tetap (paruh waktu) menurut kegiatan pokoknya. LA3 Point GRI Guidelines PRAKTEK TENAGA KERJA DAN PEKERJAAN YANG LAYAK Persentase pegawai yang dijamin oleh perjanjian kesepakatan LA4 bersama Masa pemberitahuan minimal tentang perubahan kegiatan penting, termasuk apakah hal itu dijelaskan dalam perjanjian kolektif tersebut. LA5 Persentase jumlah angkatan kerja yang resmi diwakili dalam panitia Kesehatan dan Keselamatan antara manajemen dan pekerja yang membantu memantau dan memberi nasihat untuk program keselamatan dan kesehatan jabatan. LA 6 Tingkat kecelakaan fisik, penyakit karena jabatan, hari-hari yang hilang, dan ketidakhadiran, dan jumlah kematian karena pekerjaan LA 7 menurut wilayah. Program pendidikan, pelatihan, penyuluhan/ bimbingan, pencegahan, pengendalian risiko setempat untuk membantu para karyawan, anggota keluarga dan anggota masyarakat, mengenai penyakit berat/berbahaya. LA 8 Masalah kesehatan dan keselamatan yang tercakup dalam LA 9 perjanjian resmi dengan serikat karyawan. Rata-rata jam pelatihan tiap tahun tiap karyawan menurut LA 10 kategori/kelompok karyawan. Program untuk pengaturan keterampilan dan pembelajaran sepanjang hayat yang menujang kelangsungan pekerjaan karyawan dan membantu mereka dalam mengatur akhir karier. LA 11 Perhitungan karyawan yang menerima peninjauan kinerja dan LA 12 pengembangan karier secara teratur. Komposisi badan pengelola/penguasa dan perincian karyawan tiap kategori/kelompok menurut jenis kelamin, kelompok usia, keanggotaan kelompok minoritas, dan keanekaragaman indikator lain. LA 13 Perbandingan/rasio gaji dasar pria terhadap wanita menurut LA 14 kelompok/kategori karyawan.

2. Pengungkapan CG Mengacu pada Trihapsari (2006) , maka pengukuran pengungkapan CG akan menggunakan pemenuhan dari 11 butir penerapan GCG menurut prinsip Transparansi, Kewajaran, Akuntabilitas dan Responsibilitas dalam suatu perusahaan.

64

Tabel 3.2 Tabel 11 butir Penerapan Good Corporate Governance Good Corporate Governance Transparansi Kelengkapan laporan keuangan Ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan Kelengkapan Laporan non-keuangan Akuntabilitas Keberadaan komisaris Independen Laporan Komite Audit Rapat Umum Pemegang Saham Kewajaran Responsibilitas Produk dan Konsumen Kemasyarakatan Ketenagakerjaan Lingkungan Hidup

3. Kepemilikan Manajemen Mengacu pada penelitian yang dilakukan oleh Anggraini (2006), maka pengukuran struktur kepemilikan akan menggunakan kepemilikan

manajemen dimana merupakan proporsi saham atas dewan direksi dan dewan komisaris dalam suatu perusahaan. 4. Resiko Mengacu pada penelitian yang dilakukan oleh Anggraini (2006), maka pengukuran leverage akan menggunakan debt to equity ratio (utang/ekuitas). 5. Profitabilitas Mengacu pada penelitian yang dilakukan oleh Labelle (2002) yang dikutip oleh Nurdianty (2008), maka profitability akan menggunakan ROE (Return On Equity). 6. Ukuran Perusahaan Mengacu pada penelitian Labelle (2002) yang dikutip dalam Nurdianty (2008), maka pengukuran size akan menggunakan logaritma atas total aktiva

65

perusahaan karena dianggap relatif stabil jika dibandingkan indikator lainnya (mis: penjualan). 7. Status Afiliasi Pengukuran status afiliasi akan menggunakan variabel dummy, dimana status ini akan menggambarkan apakah perusahaan tersebut mempunyai hubungan afiliasi dengan pihak asing atau tidak. (pemberian bobot 1, jika perusahaan tersebut memiliki hubungan afiliasi dengan perusahaan asing) 8. Komisaris Independen Seperti yang dikutip Nurdianty dalam Labelle (2008), maka pengukuran komisaris independen akan menggunakan proporsi dimana merupakan pembagian antara jumlah komisaris independen dengan keseluruhan direksi serta komisaris yang berada didalam perusahaan.

III.1.4 Metode Pengumpulan Sampel Sampel adalah bagian dari populasi yang akan diteliti. Dalam penelitian ini penulis menggunakan tehnik pengambilan Sampel melalui purposive sampling. Purposive sampling dilakukan saat sampel yang diambil memiliki maksud dan tujuan tertentu. Sesuatu yang diambil sebagai sampel karena peneliti menganggap bahwa sesuatu tersebut mempunyai informasi yang diperlukan bagi penelitiannya. Berikut merupakan langkah-langkah dalam pemilihan sampel kelompok perusahaan yang termasuk kedalam industri consumer goods : 1. Melihat definisi dan pengelompokan industri consumer goods

berdasarkan beberapa jurnal yang menjadi acuan.

2. Membaca company profile yang ada dalam annual report di situs resmi
perusahaan.

66

III.1.5 Metode analisis data III.1.5.1 Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik harus dilakukan dalam penelitian ini, untuk menguji apakah data memenuhi asumsi klasik. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya estimasi yang bias, mengingat tidak pada semua data dapat diterapkan regresi. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah uji Normalitas, uji Multikolonieritas, dan uji Heteroskedastisitas.

III.1.5.1.2 Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Dalam uji normalitas ini ada dua cara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak, yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik. Alat uji yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan analisis grafik histogram dan grafik normal probability plot dan uji statistik dengan Kolmogorov-Smirnov Z (1- Sampel K-S). Dasar pengambilan keputusan dengan analisis grafik normal probability plot adalah:
1.

Jika titik menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.

2.

Jika titik menyebar jauh dari garis diagonal dan atau tidak mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas. Dasar pengambilan keputusan uji statistik dengan Kolmogorov-Smirnov Z (1-Sampel K-S) adalah (Ghozali, 2009):
1.

Jika nilai Asymp. Sig. (2-tailed) kurang dari 0,0 5, maka H0 ditolak. Hal ini berarti data residual terdistribusi tidak normal.
67

2.

Jika nilai Asymp. Sig. (2-tailed) lebih dari 0,0 5, maka H0 diterima. Hal ini berarti data residual terdistribusi normal.

III.1.5.3 Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinearitas, dapat dilihat dari nilai tolerance dan lawannya variance inflation factor (VIF). Kedua ukuran ini menunjukkan setiap variabel independen manakah yang dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Tolerance mengukur variabilitas variabel independen yang terpilih yang tidak dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Jadi nilai tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF tinggi (karena VIF = 1/Tolerance). Nilai cutoff yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolinearitas adalah nilai Tolerance < 0,10 atau sama dengan nilai VIF > 10. III.1.5.4 Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut Homokedastisitas dan jika berbeda disebut

Heterokedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang Homoskedastisitas atau tidak terjadi Heteroskedastisitas. Untuk mengetahui ada tidaknya heterokedastisitas pada penelitian ini diuji dengan melihat grafik scatterplot antara nilai prediksi variabel dependen (ZPRED) dengan nilai residualnya (SRESID). Dasar pengambilan keputusan sebagai berikut:
68

1. Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heterokedastisitas. 2. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan dibawah angka) pada sumbu Y, maka tidak terjadi

heterokedastisitas. III.2 Analisis Regresi Berganda Setelah mendapatkan data yang dibutuhkan dalam penelitian ini, peneliti akan melakukan serangkaian tahap untuk menghitung dan mengolah data tersebut, agar dapat mendukung hipotesis yang telah diajukan. Adapun tahap-tahap penghitungan dan pengolahan data sebagai berikut:
1.

Menghitung karakteristik implementasi GCG perusahaan menggunakan pemenuhan dari 11 butir penerapan GCG menurut prinsip Transparansi, Kewajaran, Akuntabilitas dan Responsibilitas dalam suatu perusahaan.

2.

Menghitung indeks CSR yang diungkapkan perusahan dalam laporan tahunan dengan membandingkan dengan standar GRI.

3.

Menghitung model Regresi. Metode regresi linier berganda (multiple regression) dilakukan terhadap model yang diajukan peneliti dengan menggunakan Software SPSS Versi 17.0 untuk memprediksi hubungan antara variabel independen dengan variable dependen.

III.3. Pengujian Hipotesis


69

Pada dasarnya ada 2 jenis alat uji statistik, yaitu statistik parametrik dan statistik non parametrik. Statistik parametrik digunakan jika distribusi data yang digunakan normal, sedangkan data yang bersifat tidak normal, maka uji statistik yang digunakan adalah statistik non parametrik. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pengujian statistik parametrik. Statistik parametrik digunakan apabila peneliti mengetahui fakta yang pasti mengenai sekelompok data yang menjadi sumber sampel. Ada beberapa kondisi yang harus dipenuhi agar uji statistik parametrik dapat digunakan, yaitu:
1. 2. 3.

Observasi harus independen Populasi asal observasi harus berdistribusi normal. Varians populasi masing-masing grup dalam hal analisis dengan dua grup harus sama.

4.

Variabel harus di ukur paling tidak dalam skala interval. Jika distribusi data bersifat normal, maka digunakanlah uji statistik

parametrik. Uji regresi merupakan salah satu jenis uji statistik parametrik, untuk menguji hipotesis yang diajukan peneliti maka akan dilakukan uji pengaruh simultan (F test), uji koefisien determinasi, dan uji pengaruh parsial (t test) III.3.1 Uji Pengaruh Simultan (F test) Pengujian ini bertujuan untuk menunjukkan apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersamasama terhadap variabel dependen. Pengujian dilakukan dengan menggunakan significance level 0,05 (=5%). Penerimaan atau penolakan hipotesis dilakukan dengan kriteria sebagai berikut: 1. Bila nilai signifikansi f < 0.05, maka H0 ditolak atau Ha diterima

70

yang berarti koefisien regresi signifikan, artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara semua variabel independen terhadap variabel dependen. 2. Apabila nilai signifikansi f > 0.05, maka H0 diterima atau Ha ditolak yang berarti koefisien regersi tidak signifikan. Hal ini artinya keempat variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.

III.3.2 Uji Koefisien Determinasi (R2) Nilai R2 digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel independen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen sangat terbatas. Nilai yang mendekati satu (1) berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Nilai R2 digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan model dalam menerangkan variabel independen, tapi karena R2 mengandung kelemahan mendasar, yaitu adanya bias terhadap jumlah variabel independen yang dimasukkan ke dalam model, maka dalam penelitian ini menggunakan adjusted R2 berkisar antara 0 dan 1. Jika nilai adjusted R2 semakin mendekati 1 maka makin baik kemampuan model tersebut dalam menjelaskan variabel dependen. III.3.3 Uji Parsial (t test) Pengujian ini bertujuan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas/independen secara individual dalam menerangkan variasi vaiabel dependen. Pengujian dilakukan dengan menggunakan significance level 0,05

71

(=5%). Penerimaan atau penolakan hipotesis dilakukan dengan kriteria sebagai berikut:
1.

Bila nilai signifikansi t < 0.05, maka H0 ditolak, artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara satu variabel independen terhadap variabel dependen.

2.

Apabila nilai signifikansi t > 0.05, maka H0 diterima, artinya terdapat tidak ada pengaruh yang signifikan antara satu variabel independen terhadap variabel dependen.

72