Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN DISCOVERY LEARNING 1 MINUM AIR MEMBUAT SEHAT

Pembimbing : drg. Rinawati Satrio

Disusun Oleh : Vetria Merdiyana G1G009035

PROGRAM STUDI KEDOKTERAN GIGI FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO 2009

PENDAHULUAN A. Latar Belakang Air adalah komponen yang sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup. Oleh karena itu, bumi kita dua pertiga bagiannya terdiri dari air. Air sangat penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Hampir semua sel memerlukan air agar bisa berfungsi dengan benar dan pada dasarnya, semua proses metabolisme memerlukan air. Sekitar 55-75% tubuh manusia tersusun dari air. Selain itu, tubuh kehilangan sekitar 8 gelas air sehari melalui keringat, proses pernapasan dan buang air. Karena itu, untuk menjaga agar tubuh tetap berfungsi dengan benar, kita harus tetap mengisi kembali air yang hilang. Lalu, air yang seperti apakah yang sehat dan layak di minum? Di tambah lagi seringnya bermunculan masalah-masalah yang berkaitan tentang air. Seperti halnya krisis air, kurangnya air bersih, pencemaran air, dan lalin-lain. B. Rumusan dan Pembatasan Masalah Pembahasan mengenai air sangatlah luas. Oleh karena itu, penulis membatasi permasalahan mengenai Minum Air Membuat Sehat. Dalam laporan ini penulis akan membahas mengenai pembahasan tentang air itu sendiri, fungsi air bagi tubuh, manfaat air bagi tubuh, lima fakta penting mengenai air, kualitas air yang dapat memenuhi kebutuhan, cara mendapatkan air itu sendiri, cara mengolah air tersebut untuk siap di minum, metode pemurnian air Reverse Osmosis, perlu tidaknya mineral dalam air minum. C. Tujuan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Untuk menjelaskan tentang air Untuk menjelaskan fungsi air bagi tubuh Untuk menjelaskan manfaat air bagi tubuh Untuk menjelaskan lima fakta penting mengenai air Untuk menjelaskan kualitas air yang dapat memenuhi kebutuhan Untuk menjelaskan cara mendapatkan air itu sendiri Untuk menjelaskan cara mengolah air tersebut untuk siap di minum

8. 9.

Untuk menjelaskan metode pemurnian air Reverse Osmosis Untuk menjelaskan perlu tidaknya mineral dalam air minum

PEMBAHASAN Air merupakan syarat utama bagi keberadaan makhluk hidup apalagi air bersih. Air merupakan faktor terpenting bagi tubuh. Sekitar 80% tubuh manusia terdiri dari air. Beberapa organ tubuh yang penting pun ternyata terdiri dari komponen air. Seperti halnya otak, memiliki kadar air di atas 90%, darah 90%, jantung 75%, paru-paru 86%, hati 86%, ginjal 83%, dan otot sekitar 75%. Oleh karena itu, para ahli kesehatan menganjurkan untuk sedikitnya mengkonsumsi air putih sebanyak 8-10 gelas perhari atau setara dengan 2 liter untuk tiap harinya. Air tersebut digunakan untuk menjaga kestabilan metabolisme tubuh agar berjalan baik, diantaranya untuk mengganti cairan tubuh yang hilang atau keluar baik itu melalui keringat, air seni, sekresi, dan lain-lain. Berikut adalah beberapa fungsi air bagi tubuh : - Membantu proses pencernaan - Menjaga kestabilan suhu tubuh dan keseimbangan tubuh - Membantu proses penyerapan zat makanan di dalam tubuh - Membuang racun, kotoran serta zat-zat yang tidak berguna - Membantu peredaran darah - Merawat kesegaran kulit Selain itu, ada juga beberapa manfaat air bagi tubuh, yaitu : Membuat tubuh lebih sehat Memperlancar pencernaan Menambah kecantikan alami Membuat langsing Meningkatkan kesuburan Ada lima fakta atau alasan penting mengenai air sehingga minum air bisa membuat sehat. Berikut 5 alasan penting tersebut :

1.

Memperbaiki performa mental Sekitar 80% jaringan otak terbuat dari air. Karena itu, sangat penting untuk

menjaga agar otak tidak kekurangan air. Percobaan klinis telah menunjukkan, dehidrasi bisa menurunkan performa ingatan/memori jangka pendek serta mengganggu konsentrasi. Prinsip sebenarnya sangat sederhana, dengan menarik komponen utama maka pastinya otak akan mengalami gangguan fungsi. Sama seperti mengemudikan mobil tanpa minyak. Di dalam otak, air akan mengencerkan cairan yang membawa protein dan enzim-enzim, dan membantu mengirimkan nutrisi-nutrisi ini ke tujuan mereka masing-masing. Saat tubuh kekurangan air, gerakan cairan pembawa protein dan enzim tersebut juga akan melambat. Karena itu, performa mental juga akan terpengaruh secara langsung. Selain itu, air membersihkan otak dari radikal-radikal bebas yang bisa merusak susunan sel yang akhirnya justru memicu operasi yang bersifat menghancurkan. 2. Mencegah gangguan kritis Radang sendi, kanker dan penyakit jantung merupakan penyakit serius yang menyerang jutaan orang di seluruh belahan dunia. Akan tetapi, dengan minum air, penyakit tersebut bisa dihindari. Kuncinya adalah komponen tulang rawan, berupa material berongga yang berfungsi sebagai bantalan di mana tulang bertemu, dan cairan synovial, cairan di sekitar persendian yang berfungsi sebagai pelumas dan bekerja sebagai alat penahan goncangan. Saat persediaan air cukup, maka gesekan yang terjadi di sekitar persendian juga lebih sedikit. Selain itu, saat sistem tubuh mempunyai banyak air, meskipun harus berulang-ulang ke kamar kecil, tubuh akan dibersihkan dari racun. Dengan mengurangi waktu kontak antara racun-racun dengan kolon dan kandung kemih, maka angka penderita kanker juga bisa dikurangi. Tidak hanya membantu mengeluarkan racun dari sistem tubuh, tetapi air juga membersihkan tubuh dari kelebihan garam. Beberapa studi telah mengaitkan kadar garam tinggi dengan tekanan darah tinggi dan hipertensi dikaitkan dengan berbagai masalah jantung. 3. Air membantu menurunkan berat badan

Jika lapar sebelum waktu makan, sebaiknya perut di isi dengan H2O. Minuman ini tidak mengandung kalori atau lemak, serta terbukti efektif menekan selera makan. Yang lebih penting lagi, air bisa mempercepat proses metabolisme. Mengingat semua proses dalam tubuh memerlukan air, jadi tidak heran kalau metabolisme juga akan melambat jika kekurangan air. Semakin cepat metabolisme, maka akan semakin banyak kalori yang dibakar. Studi-studi telah menunjukkan, setelah mencerna 2 cangkir air, maka perlu waktu 10-40 menit untuk memulai kembali proses metabolisme. Akan tetapi, sekali di mulai, proses pembakaran kalori akan berlangsung 30% lebih cepat. Satu studi lain, seperti di kutip situs askmen, memperkirakan bahwa, meningkatkan jumlah konsumsi air hingga 6 gelas sehari bisa menurunkan berat badan sebanyak 5,3 pon lemak dalam waktu satu tahun. 4. Mencegah gigi berlubang Minum air putih juga bisa membantu mempertahankan senyum indah dengan biaya minimal. Jika isi perut tetap teraliri air, maka akan membantu produksi beberapa cairan penting tubuh termasuk air liur (saliva), yang berfungsi mencegah gigi berlubang. Pembusukan gigi berasal dari pembentukan asam, yang akan mengikis lapisan email gigi. Tapi, air liur bisa menetralkan asam ini. Selain itu, saliva juga mengandung mineral-mineral tertentu yang bisa membantu proses perbaikan gigi. Jadi, selama tubuh tidak kekurangan cairan, dan tentunya tidak terlalu banyak mengunyah permen, saliva akan cukup untuk memenangkan pertarungan melawan asam dan menjaga agar gigi tetap terlindungi. 5. Minum terlalu banyak picu dehidrasi Sangatlah penting untuk memenuhi kebutuhan air harian. Tetapi, tidak perlu minum dengan jumlah berlebih. Cukup mengembalikan jumlah cairan yang di buang saja. Rata-rata orang pada umumnya kehilangan 2-3 gelas air melalui proses pernapasan normal dan satu gelas lagi melalui keringat. Buang air dan latihan fisik biasanya mengeluarkan air sebanyak 4 gelas. Maka tubuh memerlukan 8 gelas sehari. Fokuslah menggantikan air yang sudah digunakan.

Minum berlebih terjadi, jika minum lebih banyak daripada yang dikeluarkan. Jika hal ini terjadi, kadar sodium dalam tubuh menjadi tidak seimbang, sehingga bisa memicu masalah pencernaan bahkan bisa membuat tidak sadarkan diri. Tapi tidak perlu panik, orang dewasa sehat hanya akan mengalami kelebihan cairan jika minum 2 galon air per hari secara teratur. Saat ini ada berbagai jenis air minum yang ditawarkan seperti air tanah, air dari Perusahaan Air Minum (PAM), Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), air mineral, dan air heksagonal. Air yang baik untuk kesehatan kita adalah air yang bebas dari bahan pencemar, dengan kata lain adalah air murni, sehingga fungsi air tersebut benar-benar 100% memenuhi kebutuhan tubuh kita. Kualitas air yang dapat memenuhi kebutuhan diatas yaitu tentunya yang paling utama adalah mempunyai kandungan oksigen yang banyak, kandungan mineral (yang berguna bagi tubuh) yang banyak dan meniadakan kontaminan (polutan) yang membahayakan bagi tubuh. Berikut adalah penyakit apabila kita meminum air yang tercemar yaitu ginjal, kulit, hati, prostat, sakit kepala, infeksi lambung, darah tinggi, kanker, dan lain-lain. Seperti sudah di bahas sebelumnya, air merupakan faktor terpenting bagi tubuh. Ada dua hal yang patut diperhatikan dalam mendapatkan air bersih yang siap minum. Pertama, yaitu cara mendapatkan air. Sumber air yang bagus tentunya menjadi salah satu syarat untuk mendapatkan air yang layak minum, misal dari mata air pegunungan. Pada zaman dahulu, air layak minum cukup hanya dengan cara dimasak, sebab bahan kontaminan yang terkandungnya pun masih seputar seperti mikro organisme ringan, kotoran ternak, dan tinja, yang dapat dihilangkan dengan cara dipanaskan. Kedua, yaitu cara mengolah air. Tentunya, zaman dahulu berbeda dengan zaman sekarang. Air sekarang sudah banyak tercampur berbagai zat anorganik seperti limbah industri, radioaktif, logam berat dan lain sebagainya, yang banyak terdapat di kota-kota besar. Sehingga, cara mengolah air agar di dapat air minum yang berkualitas, menjadi syarat kedua apabila syarat pertama tidak dapat dipenuhi. Air yang tercemar berbagai jenis racun limbah, logam berat dan lainnya yang bersifat anorganik, tidak cukup di proses hanya dengan memanaskan air semata.

Sehingga, sekarang ini sangat dibutuhkan metode pemurnian air yang berteknologi tinggi seperti yang menggunakan teknologi Reverse Osmosis. Reverse Osmosis adalah salah satu dari sekian banyak teknologi yang diterapkan pada mesin pengolah air untuk mendapatkan air minum yang siap saji dan layak minum. Teknologi Reverse Osmosis mengadopsi kebalikan dari sifat alamiah osmosis yaitu dengan melewatkan air dari yang kepekatannya tinggi menuju ke daerah yang kepekatannya rendah melalui suatu membran tertentu sebagai filter. Membran tersebut mempunyai ukuran yang sangat kecil 1/10.000 mikron, sehingga untuk melewatkan air tersebut dibutuhkan tekanan yang sangat tinggi. Membran Reverse Osmosis memungkinkan menyaring seluruh partikel kontaminan yang berukuran lebih besar dari 1/10.000 mikron. Tak salah lagi berbagai kontaminan baik itu yang bersifat polutan maupun mineral, asalkan lebih besar dari ukuran tersebut maka akan disaringnya, sehingga dihasilkan air murni yang kaya akan oksigen. Air hasil Reverse Osmosis sangat baik sekali diterapkan dalam metode terapi untuk berbagai penyakit karena sebagian besar dari tubuh kita terdiri dari unsur air. Air hasil Reverse Osmosis dapat di ukur menggunakan alat TDS (Total Dissolved Solid) meter dengan satuan ppm (part per millions) dan dapat pula dilakukan pengetesan elektrolisa air menggunakan electric precipitator. Namun demikian, teknologi Reverse Osmosis ini masih menimbulkan pro dan kontra karena adanya perbedaan pendapat yang terfokus pada perlu atau tidaknya mineral dalam air minum bagi kesehatan. Memang teknologi Reverse Osmosis menapis 99% mineral dalam air sehingga sebagian kalangan menyebut air minum Reverse Osmosis tidak layak lagi dengan alasan air minum ini tidak lagi mengandung unsur-unsur mineral yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Oleh karena itu, diperlukan pengkajian dari berbagai referensi yang netral tentang perlu tidaknya mineral dalam air minum. 1. Menurut AHLI GIZI. We are what we eat. Apabila kita makan-makanan yang mineralnya sudah tidak ada, dengan sendirinya kesehatan tubuh kita akan terganggu. Bila kebutuhan mineral tidak terpenuhi maka akan berakibat fatal terhadap kelangsungan hidup. Oleh karena itu tingkat pemenuhan asupan mineral yang dibutuhkan

(Recommended Daily Intake RDI) akan sangat menentukan kualitas hidup kita. Contoh: (dikutip dari berbagai buku Kesehatan dan Gizi) a. Kalsium dibutuhkan 1000 mg/l perhari. Kalsium adalah unsur paling penting untuk membentuk tulang dengan bekerja sama dengan mineralmineral lain seperti: fosfor 1000 mg/l, boron 3 mg/l, tembaga 2 mg/l, magnesium 400 mg/l, seng 15 mg/l, mangan 2 mg/l, fluoride 4 mg/l, sodium 2,4 gr/l, strontium, dan lain-lain. b. Besi dibutuhkan 18 mg/l perhari. Besi sangat berperan dalam hemoglobin sebagai pembawa oksigen dari paru ke dalam darah. c. Tembaga dibutuhkan 2 mg/l perhari. Tembaga berfungsi untuk membuat sel darah merah, mengasilimilasi zat besi dari usus kecil, dan untuk mengeluarkan zat besi dari tempat penyimpanan di dalam hati atau jaringan otot. Juga dibutuhkan untuk mengubah lemak dan karbohidrat menjadi energi. d. Selenium dibutuhkan 70 microgram/l perhari. Selenium bekerja sama dengan vitamin E untuk menghancurkan radikal bebas, melindungi dari serangan jantung dan meningkatkan sirkulasi darah yang di hambat oleh penyakit kardiovaskular. Masih banyak lagi peranan penting mineral agar bisa hidup sehat seperti: Kromium, Kalium, Molibdenum, Sulfur, Yodium dan lain-lain. Namun, di sekolah tidak diajarkan untuk minum banyak air agar kebutuhan mineral dapat terpenuhi dan hidup sehat. Kita harus minum banyak (8 gelas/hari) justru agar mineralmineral anorganik hasil saringan ginjal dapat di buang melalui urine. 2. Dalam PERMENKES No. 907/MenKes/SK/ VII/2002, tidak menyebutkan standar minimum mineral yang harus ada (terkandung) dalam air yang layak minum, tapi justru menetapkan standar maksimum yang dibolehkan ada (terkandung) dalam air yang layak minum. Bila melebihi standar

maksimum yang dibolehkan maka air itu akan ditetapkan sebagai air tidak layak minum. Hal ini menunjukkan bahwa semakin rendah bahkan nol maka semakin baik. 3. Sesuai dengan literature/pendapat AHLI LINGKUNGAN / AIR Menurut pendapat Ahli Lingkungan/Air, mereka semua memiliki persamaan persepsi, walaupun tidak ada yang menjelaskan mengenai Reverse Osmosis seperti : A. Rusaknya kualitas air tanah akibat pencemaran kimia seperti limbah industri dan rumah tangga serta penggunaan pestisida, insektisida, dan fungisida dalam pertanian. B. Tidak menerangkan berapa standar minimal kandungan mineral yang harus ada dalam air minum. C. Menjelaskan tentang gangguan kesehatan akibat mengkonsumsi air yang kandungan mineralnya melebihi standar baku. Contoh: 1. Kalsium (Ca) maksimum yang dibolehkan 75 mg/l perhari. Bila melebihi dapat mengakibatkan gangguan pada ginjal. 2. Mangan (Mn) maksimum yang dibolehkan 0,05 mg/l perhari. Bersifat racun. 3. Magnesium (Mg) maksimum yang dibolehkan 50 mg/l perhari. Bila melebihi dapat mengakibatkan anestesia. 4. Tembaga (Cu) maksimum yang dibolehkan 0,1 mg/l perhari. Bila melebihi dapat merusak liver/hati. 5. Antimonium (Sb) maksimum 0,01 mg/l perhari. Sangat bersifat toxic/racun bila terakumulasi dalam liver/hati. 6. Klorida (Cl) di pakai dalam pengolahan air minum (PAM), maksimum yang dibolehkan 100 mg/l perhari. Bersifat karsinogenik (kanker ganas). 7. Selenium (Se) maksimum yang dibolehkan 0,01 mg/l perhari. Bila melebihi dapat menyebabkan kanker ganas dan merusak gigi. 8. Kadmium (Cd) maksimum yang dibolehkan 0,005 mg/l perhari. Sangat bersifat racun. Mengganggu fungsi ginjal dan paru,

meningkatkan

tekanan

darah,

kemandulan

pada

pria

dan

pengeroposan tulang. Serta masih banyak lagi. Bila mineral-mineral ini masuk ke dalam tubuh dalam jumlah berlebihan maka akan berubah fungsi menjadi zat racun bagi tubuh. Pada bagian 1 menganjurkan untuk mengonsumsi mineral yang dalam ukuran banyak agar hidup sehat (contoh kalsium 1000 mg/l perhari), tapi pada bagian 2 dan 3 menjelaskan tentang gangguan kesehatan akibat mengonsumsi mineral yang melebihi standar baku yang dalam ukuran sangat sedikit sekalipun (contoh Kalsium maksimum hanya 75 mg/l perhari). 4. Menurut AHLI KESEHATAN ALAMI 1. Dr. Bernard Jensen, D.C., PhD., telah mempraktekkan terapi penyembuhan alami selama lebih dari tujuh puluh tahun. Ia mengajar di dua puluh negara, memberi penyuluhan, dan mengajar lebih dari 350.000 pasien. Ia menerima Presidents Award dari National Nutritional Foods Association, Golden Carrot Award dari Center for the Advancement of Cancer Education, dan Pioneer Doctor of the Year Award dari National Health Federation. Dr. Jensen benar-benar seorang tokoh legendaris di bidang kesehatan alami, yang telah membantu jutaan orang yang meraih kualitas hidup yang lebih baik dalam tubuh, pikiran, dan jiwa. Dalam bukunya yang berjudul Terapi Jus Menuju Hidup Sehat dan Panjang Umur pada halaman 8 beliau menulis: Kebanyakan sistem air publik mengandung bahan kimia tinggi karena sumber air tanah mengalami pencemaran tinggi. Menurut saya, minum air berkualitas tinggi, baik dalam botol atau melalui osmosis terbalik, harus dilakukan demi kesehatan tubuh. 2. Menurut Dr. R.A. Nainggolan dalam bukunya Sehat Alami - Terapi Jus Cara Alami Menaklukkan 99 Jenis Penyakit, dalam halaman 9 beliau menulis :

Di dalam tanah terdapat sekitar 16 jenis mineral utama. Ke enam belas jenis mineral itu terdapat juga di makanan yang kita makan dan di dalam tubuh. Meskipun tubuh membutuhkan unsur (mineral) yang sama seperti yang terdapat di dalam tanah, kita tentunya tidak dapat makan tanah tersebut dan kemudian tetap bertahan hidup. Hal ini disebabkan mineral-mineral yang ada di dalam tanah itu bersifat anorganik atau mati, sedangkan mineral-mineral yang dapat di serap tubuh kita adalah yang organik. Oleh karena itu tubuh kita membutuhkan mineral-mineral organik dari tumbuhan. Cara tubuh kita memperoleh unsur-unsur mineral organik merupakan hal yang menarik. Ketika tumbuh di atas tanah maka tanaman akan menyerap mineral-mineral anorganik dan mengubahnya menjadi organik. Perubahan yang terjadi akibat dari bantuan cahaya matahari itu merupakan rahasia alam yang tidak dapat diterangkan oleh para pakar. Jadi, ketika seseorang makan tumbuh-tumbuhan, dia akan mendapat mineral organik yang dibutuhkan oleh tubuhnya. Mineralmineral organik yang banyak terdapat di dalam sayuran segar dan buahbuahan ini merupakan penyusun jaringan sel-sel di dalam tubuh. Dapat kita simpulkan bahwa mineral yang dibutuhkan tubuh kita adalah yang bersifat organik yang banyak terdapat dalam makanan yang kita makan setiap hari seperti sayuran, buah, biji-bijian (tanaman). Bukan yang berasal dari air karena air bukan penyedia atau sumber pemberi nutrisi (mineral) bagi kebutuhan tubuh. Fungsi utama air dalam tubuh diantaranya mengantarkan atau menyalurkan sari makanan seperti mineral ke seluruh jaringan (sel) tubuh dan membuang racun dalam tubuh. Air dapat diibaratkan seperti kendaraan untuk mengangkut dan menyalurkan bahan pokok ke seluruh pelosok. Tapi bila badan kendaraan itu sendiri berat dan tebal tentu tidak efektif dan lincah menyalurkan muatan (organik) sampai ke pelosok. Sementara badan kendaraan yang tebal itu (anorganik) bukan untuk di bongkar di tempat tujuan. 5. Proses terjadinya Mineral dalam Air

Pada mulanya, air itu adalah murni (H2O). Tapi karena sifat utama air adalah melarutkan apa saja yang dilaluinya sejak berubah dari awan menjadi air hujan, maka air menyerap polusi di udara seperti timbal dari asap kendaraan, industri dan pembakaran sampah sehingga air hujan menjadi asam. Pada saat jatuh ke bumi air akan menyerap dan melarutkan berbagai zat yang ada di permukaan seperti limbah industri, pestisida, insektisida, racun gulma (fungusida), detergen, klorida, limbah rumah tangga, bangkai binatang, pembusukan sampah, zat-zat dari area kuburan dan sebagainya. Pada saat air meresap ke dalam tanah, air akan melarutkan unsur-unsur logam (ion) yang ada di perut bumi yang disebut trace (mineral). Perubahan lapisan kulit bumi mengakibatkan kerusakan lingkungan dan hutan sebagai tempat penyimpanan air, area pemukiman yang makin bertambah dan penyedotan terus menerus dari mata air ikut memperburuk kualitas air tanah dan mata air. Maka, pada akhirnya, hilanglah kemurnian air itu dan berubah menjadi air mineral (H2O+). Kandungan mineral yang terlarut dalam air akan tergantung pada zat-zat yang dilaluinya. Pendeteksian awal dapat menggunakan alat pengukur TDS. Mineral-mineral yang terlarut dalam air, hanya dapat di saring dengan menggunakan membran atau dengan melalui proses kimia, oleh karena sangat sulit di saringnya, maka hanya dapat di saring dengan saringan konvensional.

6. Menurut AHLI PENGOLAHAN AIR MINUM 1. Koran Media Indonesia tanggal 23 September 2004, dalam rubrik Lingkungan, dengan judul: Ultrafiltrasi Saring Zat Berbahaya dalam Air Minum menulis: Penggunaan teknologi ultrafiltrasi dan membran untuk pengelolaan air minum merupakan upaya terkini menghilangkan bahan berbahaya yang berukuran cukup kecil. Sayangnya PDAM belum menggunakan teknologi tersebut dalam pengelolaan air. Hal itu dikatakan ahli air dari Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Lingkungan (P3TL) BPPT

Arie Herlambang kepada Media, Selasa (21/9) di Jakarta. Menurut Arie, teknologi ultrafiltrasi ini bermanfaat untuk mengurangi bahan polutan di dalam air. Diakuinya perusahaan air minum milik pemerintah selama ini belum menggunakan teknologi tersebut. Di Singapura teknologi ini telah diterapkan, makanya Singapura berani menjamin airnya bersih sesuai dengan standar WHO. Selain ultrafiltrasi, ada teknologi membran dalam pengelolaan air bersih. Menurut peneliti air, Antoni Gunadi dan Nugro Raharjo dari BPPT, teknologi membran untuk menghilangkan rasa asin pada air maupun bakteri patogen. 2. Hal yang sama juga di muat dalam Majalah Gatra edisi 25 September 2004 halaman 20-21 dengan judul Selamat Tinggal Air Asin oleh ahli air dari P3TL/BPPT yang selanjutnya mengatakan: Pembuatan membran ini hanya bisa dilakukan oleh tenaga ahli, meskipun mungkin bisa dipelajari warga setempat. Air Reverse Osmosis memungkinkan hilangnya beberapa mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, karena alat tersebut menyaring semua zat telarut yang masuk baik itu kontaminan beracun yang membahayakan tubuh maupun mineral tertentu yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Sehingga air yang dihasilkan berupa air murni yang tidak mempunyai kandungan mineral apapun juga. Dan karena mineral tidak dihasilkan atau diproduksi oleh tubuh melainkan didatangkan dari luar tubuh, sehingga bagian tubuh yang yang membutuhkan mineral tertentu akan mengambilnya (mineral) dari bagian tubuh yang lain. Menurut Paul Bragg, Ph.D, penulis buku Water, The Shocking Truth, Tubuh kita memerlukan 19 mineral organik yang didapatkan dari hewan dan tumbuhan. Sedangkan mineral anorganik (yang berasal dari air tanah) tidak dapat dimanfaatkan tubuh dan hanya membahayakan kesehatan. Menurut badan PBB UNESCO, Sekitar 2,3 milyar orang menderita berbagai penyakit yang disebabkan oleh air yang tidak bersih. Menurut badan PBB World Health Organization (WHO), Sayur dan buahbuahan adalah sumber utama mineral bagi tubuh kita.

Menurut Dr. Charles Mayo, pendiri Mayo Clinic, rumah sakit teratas di USA, Mineral-mineral anorganik dalam air minum adalah penyebab banyak penyakit manusia. Menurut Dr. Allen E. Banik, penulis buku Your Water And Your Health, Ginjal tidak dapat bekerja bila sistem penyaringannya tersumbat oleh mineral anorganik. Menurut Departemen Pertanian dan Makanan Pemerintah Kanada, Mineral organik jauh lebih mudah di serap melalui usus dan lebih aktif dalam tubuh daripada mineral anorganik. Menurut Stephen Kay, International Bottled Water Association, Terus terang, kadar mineral dalam air minum tidak memberikan efek baik yang berarti bagi tubuh. Jenis air ada bermacam-macam yaitu ada air tawar, air laut, air es (es kutub) dan air tanah bagian terdalam. Tetapi, manusia hanya dapat mengkonsumsi air tawar yang jumlahnya sangat terbatas.

PENUTUP A. Kesimpulan Air merupakan faktor terpenting bagi tubuh, karena air merupakan syarat utama bagi keberadaan makhluk hidup apalagi air bersih. Air juga merupakan elemen dasar dalam mata rantai kehidupan. Sekitar 80% tubuh manusia terdiri dari air. Oleh karena itu, para ahli kesehatan menganjurkan untuk sedikitnya mengkonsumsi air putih sebanyak 8-10 gelas perhari atau setara dengan 2 liter untuk tiap harinya. Fungsi air bagi tubuh sangatlah banyak, diantaranya adalah membantu proses pencernaan, menjaga kestabilan suhu tubuh dan keseimbangan

tubuh, membantu proses penyerapan zat makanan di dalam tubuh, membuang racun, kotoran serta zat-zat yang tidak berguna, membantu peredaran darah, dan merawat kesegaran kulit. Selain fungsi, air pun memiliki manfaat bagi tubuh, yaitu membuat tubuh lebih sehat, memperlancar pencernaan, menambah kecantikan alami, membuat langsing, dan meningkatkan kesuburan. Selain itu, ada lima fakta penting mengenai air yaitu memperbaiki performa mental, mencegah gangguan kritis, air membantu menurunkan berat badan, mencegah gigi berlubang, minum air terlalu banyak bisa memicu dehidrasi. Air yang baik untuk kesehatan kita adalah air yang bebas dari bahan pencemar, dengan kata lain adalah air murni, sehingga fungsi air tersebut benarbenar 100% memenuhi kebutuhan tubuh kita. Kualitas air yang dapat memenuhi kebutuhan di atas yaitu tentunya yang paling utama adalah mempunyai kandungan oksigen yang banyak, kandungan mineral (yang berguna bagi tubuh) yang banyak dan meniadakan kontaminan (polutan) yang membahayakan bagi tubuh. Karena, apabila kita meminum air yang tercemar, maka bisa menyebabkan berbagai macam penyakit, seperti ginjal, kulit, hati, prostat, sakit kepala, infeksi lambung, darah tinggi, kanker, dan lain-lain. Sumber air yang bagus tentunya menjadi salah satu syarat untuk mendapatkan air yang layak minum, misal dari mata air pegunungan. Tetapi, itu saja tidak cukup, karena pada zaman sekarang, banyak air yang sudah banyak tercampur berbagai zat anorganik, sehingga, cara mengolah air agar di dapat air minum yang berkualitas, menjadi syarat kedua apabila syarat pertama tidak dapat dipenuhi. Air yang tercemar berbagai jenis racun limbah, logam berat dan lainnya yang bersifat anorganik, tidak cukup di proses hanya dengan memanaskan air semata. Sehingga sekarang ini sangat dibutuhkan metode pemurnian air yang berteknologi tinggi seperti yang menggunakan teknologi Reverse Osmosis. Reverse Osmosis adalah salah satu dari sekian banyak teknologi yang diterapkan pada mesin pengolah air untuk mendapatkan air minum yang siap saji dan layak minum. Teknologi Reverse Osmosis mengadopsi kebalikan dari sifat alamiah osmosis yaitu dengan melewatkan air dari yang kepekatannya tinggi menuju ke daerah yang kepekatannya rendah melalui suatu membran tertentu sebagai filter. Namun teknologi Reverse Osmosis ini masih menimbulkan pro dan

kontra karena adanya perbedaan pendapat mengenai perlu tidaknya mineral dalam air minum. Karena sesungguhnya, teknologi Reverse Osmosis ini, memungkinkan membrannya menyaring mineral-mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Tetapi yang perlu di telaah lagi adalah mineral seperti apa yang dibutuhkan oleh tubuh? Ternyata mineral yang dibutuhkan oleh tubuh adalah mineral organik bukan mineral anorganik.

DAFTAR PUSTAKA Tarigan, Ikarowina.5 Fakta Penting Mengenai Air http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2009/06/21/1308/ 3/ Jurnal.mkmi@gmail.com Jurnal Media Kesehatan Masyarakat Indonesia http://jurnalmkmi.blogspot.com/2009/03/studi-kadar-senyawa-nitrogen-dan-fe.html http://asosiasi.org/tbk/2008/02/air-hasil-reverse-osmosis/

Effendi, Hefni dan Phil, M.Telaah Kualitas Air Supardi, Imam.Lingkungan Hidup dan Kelestariannya Palar, Heryando.Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat Soemirat, Juli.2005.Toksikologi Lingkungan.Yogyakarta:Gadjah Mada University Press Jensen.Terapi Jus Menuju Hidup Sehat dan Panjang Umur halaman 8 Nainggolan, R.A.Sehat Alami - Terapi Jus Cara Alami Menaklukkan 99 Jenis Penyakit halaman 9 Koran Media Indonesia tanggal 23 September 2004, Lingkungan.Ultrafiltrasi Saring Zat Berbahaya dalam Air Minum dalam rubrik

Majalah Gatra edisi 25 September 2004 halaman 20-21.Selamat Tinggal Air Asin.Ahli air dari P3TL/BPPT