Anda di halaman 1dari 15

INTISARI

YUDATI, INDRA. 2012. Pengaruh Kebiasaan Belajar Siswa Terhadap Prestasi belajar dalam mata pelajaran IPS Geografi Pada Siswa Kelas VIII SMPN 2 Sikur Tahun Pembelajaran 2011/2012. pembimbing I (M. Hadi Zuhri, M.Pd) dan Pmbimbing II (Atif Ilhami, S.Pd) Skripsi: Program Studi Pendidikan Geografi Jurusan Pendidikan STKIP Hamzanwadi Selong Tahu akademik 2011. Kebanyakan siswa masih membudayakan Cramming yaitu menumpuk pelajaran yang harus dipelajari sampai saat terakhir yakni bila saat ulangan atau ujian sudah tiba, sehingga seorang siswa pada saat itu akan belajar mati-matian semalam suntuk untuk menghadapi ujian atau yang biasa dikenal dengan istilah SKS (Sistem Kebut Semalam) di kalangan pelajar. Selain itu minat terhadap bacaan pun juga rendah, sehingga bagaimana mereka menjadi pelajar yang baik dan sukses apabila tidak didukung adanya faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar dalam diri merekaTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kebiasan belajar terhadap prestasi belajar IPS geografi pada siswa kelas VIII SMPN 2 Sikur tahun pembelajaran 2011/2012. Penelitian ini merupakan ex-post facto. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas VIII SMPN 2 Sikur, sedangkan yang menjadi sample dalam penelitian ini adalah semua kelas VIII yang diambil masing-masing kelas 25% sedangkan jumlah varaibel dalam penelitian ini adalah dua yaitu variable bebas dan varaibel terikat, variable bebas adalah variable mempengaruhi yaitu kebiasaan belajar sedangkan yang menjadi variable terikatnya adalah prestasi belajar geografi. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket dan dokumentasi sedangkan teknik analisis data yaitu dengan menggunakan teknik regresi linear sederhana Berdasarkan dari data yang sudah terkumpul diperoleh skor terendah untuk variabel nilai minat belajar adalah 42 dan skor tertingginya 92. Sedangkan skor tertinggi untuk prestasi belajar adalah 100 dan skor terendahnya adalah 45. Hasil perhitungan yang dilakukan terhadap data tersebut didapat nilai ratarata (Mean) untuk variabel minat belajar adalah = 68,4 dan Standar Deviasinya (SD) = 12,6. Sedangkan ratarata (Mean) untuk variabel prestasi belajar adalah = 73,4 dan Standar Deviasinya (SD) = 16,2. Sehingga dapat disimpulkan bahwa minat belajar dan motivasi belajar tergolong dalam kategori tinggi. Berdasarkan dari hasil uji hipotesis, dimana Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara minat belajar terhadap prestasi belajar IPS geografi pada siswa kelas VIII SMPN 2 SikurTahun Pembelajaran 2011/2012 Kata Kunci: Kebiasaan Belajar, Prestasi Belajar

PENDAHULUAN Untuk menambah dan mengembangkan pengetahuan umum dan khususnya pengetahuan sosial seorang siswa dapat dilakukan dengan memperbanyak frekuensi membaca dan juga membiasakan diri dengan belajar yang baik. Karena pada dasarnya ilmu pengetahuan sosial merupakan pelajaran yang dinamis dalam arti selalu berkembang, sehingga mengharuskan siswa untuk mengikuti perkembangan tersebut dengan memperbanyak membaca dan belajar dengan baik. Kegiatan membaca yang dilakukan di sekolah biasanya merupakan suatu alat untuk dapat menguasai semua bahan pelajaran. Adanya minat membaca yang tinggi terhadap segala bidang pengetahuan, terutama bacaan yang berhubungan dengan bidang studi pengetahuan sosial, maka makin mudahlah bagi siswa untuk menguasai segala bidang pengetahuan tersebut. Saat ini, masih sering kita jumpai pelajar yang kurang memperhatikan kebiasaan belajar dan minatnya terhadap bacaan. Kebanyakan siswa masih juga membudayakan Cramming yaitu menumpuk pelajaran yang harus dipelajari sampai saat terakhir yakni bila saat ulangan atau ujian sudah tiba, sehingga seorang siswa pada saat itu akan belajar mati-matian semalam suntuk untuk menghadapi ujian atau yang biasa dikenal dengan istilah SKS (Sistem Kebut Semalam) di kalangan pelajar. Selain itu minat terhadap bacaan pun juga rendah, sehingga bagaimana mereka menjadi pelajar yang baik dan sukses apabila tidak didukung adanya faktorfaktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar dalam diri mereka. Berdasarkan sekian banyak siswa di SMPN 2 Sikur pastinya juga mempunyai kebiasaan belajar yang beragam dan mempunyai minat membaca yang berbeda-beda. Hal tersebutlah yang menjadikan prestasi belajar siswa juga berbeda. Karena kebiasaan-kebiasaan belajar dan minat membaca siswa dapat mempengaruhi hasil belajarnya, sudah seharusnya penerapan kebiasaan belajar yang baik dan peningkatan minat membaca akan sangat berguna bagi keberhasilan studinya. Prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS geografi di SMPN 2 Sikur

memliki standar kelulusan KKM sebesar 65. Kendala-kendala yang dihadapi pada saat proses belajar mengajar di SMPN 2 Sikur, antara lain: (1) kurang aktifnya siswa untuk bertanya, (2) kurangnya motivasi anak untuk belajar Geografi, (3) sumber belajar yang tersedia masih terbatas (4) kurangnya dukungan dari orang tua siswa, (5) siswa kurang memahami konsep karena cenderung menghapal, (6) kurang siapnya siswa untuk mengikuti proses belajar mengajar, (7) kurangnya perhatian keluarga serta latar belakang keluarga yang berdampak pada pembentukan sikap dan tingkah laku siswa dalam proses pembelajaran tidak terkontrol dan, (8) siswa banyak berasal dari keluarga menengah ke bawah. Berdasarkan uraian di atas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: Apakah ada pengaruh kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar IPS geografi pada siswa kelas VIII SMPN 2 Sikur tahun pembelajaran 2011/2012 ? Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kebiasan belajar terhadap prestasi belajar IPS geografi pada siswa kelas VIII SMPN 2 Sikur tahun pembelajaran 2011/2012. Secara Teoritis Mengharapkan hasil dari penelitian ini dapat membantu lembaga pendidikan untuk lebihmaju dan berkreatifitas serta dapat memberikan sumbangan bagi civitas akademika perguruan tinggi lebih efektif dalam memimpin mahasiswa dan mahasiswinya untuk mencapai prestasi belajar yang maksimal. Secara Praktis a. Bagi Sekolah: hasil penelitian ini dapat memberi informasi ilmiah kepada instansi yang berwenang tentang kurikulum yang berlaku terutama dalam proses pembelajaran. b. Bagi Guru: sebagai masukan guru dalam menindak lanjuti tentang pengaruh kebiasaan belajar dalam meningkatkan prestasi belajar kepada siswa

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, disebutkan bahwa: kebiasaan adalah pola untuk melakukan tanggapan terhadap situasi tertentu yang dipelajari oleh seorang individu yang dilakukanya secara berulang-ulang untuk hal yang sama. Sedangkan menurut poerwodarminto (2006: 135) kebiasaan ialah sesuatu yang biasa dilakukan atau merupakan adat. Menurut Sumadi (dalam Mahyono, 2003: 11) bahwa kebiasaan bisa diartikan sebagai hal-hal yang dilakukan berulang-ulang, sehingga dalam melakukan itu tanpa memerlukan pemikiran. Misalnya orang yang biasa belajar di waktu subuh, akan melakukannya setiap hari tanpa begitu memerlukan pemikiran dan konsentrasi yang penuh. Selanjutnta menurut Kholifah (2003: 11) bahwa kebiasaan belajar adalah segenap perilaku siswa yang ditunjukan secara sengaja dari waktu-kewaktu dengan cara yang sama. Berdasarkan pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa kebiasaan belajar adalah suatu perilaku yang ditunjukan oleh siswa yang dilakukan secara berulang-ulang dari waktu kewaktu secara otomatis. Menurut WJS. Poerwadarminta (2006: 910) Prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dilakukan, dikerjakan dan sebagainya). Menurut Raka Joni (dalam Jauheriah, 2008: 10) mengemukakan bahwa prestasi belajar adalah kegiatan belajar siswa untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, sikap serta nilai-nilai. Sedangkan menurut Bloom (dalam Widiawati, 2009: 9) prestasi belajar merupakan hasil perubahan tingkah laku yang meliputi tiga ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pendapat lain mengatakan bahwa prestasi belajar mencerminkan sejauh mana siswa telah dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan pada setiap bidang studi. Gambaran prestasi belajar siswa dapat dinyatakan dengan angka dari 0 sampai 10 (Arikunto, 2001: 62). Dari uraian di atas dapat disimpulkan pengertian prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh berupa kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari aktivitas siswa dalam belajar Hipotesis dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: kebiasaan belajar dapat mempengaruhi prestasi belajar IPS geografi pada siswa kelas VIII SMPN 2 Sikur tahun pembelajaran 2011/2012.

METODE PENELITIAN Karena timbulnya variabel penelitian tanpa melakukan perlakuan terhadap subyek penelitian atau dengan kata lain variabel penelitian sudah ada pada masingmasing subyek penelitian, maka jenis pendekatan yang dipakai adalah pendekatan ex-post facto (Sugiyono, 1999: 7). Karena dalam penelitian ini hanya meneliti sebagian dari subyek penelitian, maka pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sampling Secara umum penelitian ini adalah penelitian ex-post facto, karena peneliti ingin mengetahui pengaruh kebiasaan belajar (sebagai variabel bebas) terhadap peningkatan prestasi belajar IPS geografi (sebagai variabel terikat) pada siswa kelas VIII SMPN 2 Sikur tahun pembelajaran 2011/2012. Sehingga berdasarkan dari penjelasan di atas dapat peneliti pertegas bahwa jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional, karena peneliti ingin ingin mengetahui pengaruh kebiasaan belajar (sebagai variabel bebas) terhadap Peningkatan prestasi belajar IPS geografi (sebagai variabel terikat) pada siswa kelas VIII SMPN 2 Sikur tahun pembelajaran 2011/2012. Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi (Arikunto, 2006: 108). Sedangkan yang lain mengungkapkan bahwa populasi merupakan keseluruhan dari karakteristik atau unit hasil pengukuran yang menjadi objek penelitian (Riduwan, 2004: 10). Berdasarkan pengertian di atas, maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah semua kelas VIII SMPN 2 Sikur tahun pembelajaran 2011/2012, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 3.1 : Keadaan Populasi Siswa Kelas VIII SMPN 2 Sikur tahun pembelajaran 2011/2012
Kelas Keadaan Populasi Laki-Laki Perempuan Jumlah

VIII-A VIII-B

13 9

17 21 30

30

VIII-C VIII-D VIII-E VIII-F


Jumlah

11 11 10 13 67

19 20 22 21 120

30 31 32 34 187

Sampel merupakan sebagai wakil dari populasi yang diteliti (Suharsimi Arikunto: 2006: 131), salah satu syarat utama dari sampel yang baik adalah harus mencerminkan ciriciri atau sifatsifat yang terdapat pada populasi. Dengan kata lain sampel yang baik adalah sampel yang refresentatif atau yang mencerminkan ciriciri populasi. Adapun tehnik pengambilan sample yag digunakan dalam penelitian ini adalah proporsional random sampling, sample bertujuan karena jumlah jumlah sub populasi (jumlah siswa tap kelas) tidak sama seperti yang dikemukakan Margono (2004) dimana sample proporsional menunjuk kepada perbandingan penarikan sample dari beberapa sub populasi yang tidak sama jumlahnya, sedangkan random sampling adalah pengambilan sample secara random, dimana semua individu dalam populasi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama diberi kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi anggota sample. Untuk menentukan jumlah sampel penelitian, peneliti berpedoman apabila subjeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitianya merupakan penelitian populasi. Jika jumlah subjeknya besar dapat diambil antara 10-15% atau 20-25% atau lebih. Karena populasi dalam penelitian lebih dari 100 maka peneliti mengambil 50% dari jumlah populasi yang ada. Untuk mengetahui jumlah sample dalam penelitian dapat dilihat pada table berikut. Tabel 3.2. Keadaan Sampel VIII SMPN 2 Sikur tahun pembelajaran 2011/2012 No 1 2 Kelas VIII-A VIII-B Jumlah Populasi 30 30 15 15 Jumlah Sampel

3 4 5 6

VIII-C VIII-D VIII-E VIII-F Jumlah

30 31 32 34 187

15 16 16 17 94

Teknik pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data (Arikunto, 2002: 34). Ada berbagai metode yang telah kita kenal antara lain wawancara, pengamatan (observasi), kuesioner atau angket, dan dokumenter. Penelitian ini menggunakan dua metode pengumpulan data yaitu : 1. Metode Angket (Kuesioner) Angket (kuesioner) merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2001: 165) Angket atau kuesioner. 2. Metode Dokumentasi Dokumen adalah catatan tertulis tentang berbagai kegiatan atau peristiwa pada waktu yang lalu (Arikunto, 2006: 231). Catatan-catatan tertulis yang diambil sebagai data dapat diambil dari buku, majalah, dokumentasi, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian dan sebagainya. Penelitian ini menggunakan metode dokumentasi untuk memperoleh data nama siswa, dan nilai mid semester genap mata pelajaran IPS geografi pada siswa kelas VIII SMPN 2 Sikur. Teknik analisis data adalah suatu cara yang digunakan untuk menyusun data yang terkumpul sehingga dapat menghasilkan kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Untuk memberikan gambaran yang jelas tentang dan masingmasing variabel, serta untuk menguji hipotesis penelitian maka terlebih dahulu dilakukan analisis data. Data yang diperoleh dideskripsikan dengan menggunakan statistik deskriptif. Statistik deskriptif ini meliputi penentuan skor

ratarata atau mean ( X ) dan standar deviasi (SD). (Nurkencana, 1986: 86 ) untuk keperluan menyusun tabel konversi terlebih dahulu dicari Mean Ideal (Mi) dan Standar Deviasi Ideal (SDi) dengan rumus sebagai berikut: Mi = SDi = 1 2 ( Skor maksimal ideal + skor minimal ideal ) 6 ( Skor maksimal ideal skor minimal ideal )

Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah dalam mendeskripsikan data. Untuk variabel minat dan prestasi belajar geografi untuk pengkategoriannya digunakan rumus sebagai berikut : Mi + SDi s/d Mi + 3 SDi = tinggi Mi SDi s/d Mi + 1 SDi = sedang Mi 3 Sdi s/d Mi SDi = rendah Adapun rumus yang akan digunakan untuk menguji normalitas data tersebut adalah dengan menggunakan rumus Chi-kuadrat sebagai berikut :

2 =

(F

Fh ) 2

Fh

( Arikunto, 2002: 407 ) Dimana :

2 = Harga chi- kuadrat


F0 = Frekuensi observasi Fh = Frekuensi harapan
2 2 Dengan kriteria keputusan jika hitung < tabel

dengan interval

kepercayaan 95 % maka data tersebut dikatakan berdistribusi normal. Sebaliknya jika


2

hitung >

tabel dengan interval kepercayaan 95 % maka data tersebut

tidak berdistribusi normal. Uji linieritas garis regresi dilakukan dengan menghitung nilai F, yaitu dengan mempergunakan hipotesis nol (Ho). Dengan ketentuan jika nilai F hitung < F tabel dengan taraf signifikansi 5% maka garis regresi data skor yang bersangkutan

dinyatakan linier. Sebaliknya jika nilai F hitung > F tabel dengan taraf signifikansi 5% maka garis regresi data yang bersangkutan tidak linier (Nurgiyantoro, 2002: 276). Adapun rumus untuk mendapatkan nilai F untuk uji linieritas yang dimaksud adalah sebagai berikut : X1 ( k 2) F= 2 X2 (N k) Keterangan: k N = Jumlah pengamatan skor X ( variabel prediktor ) = Jumlah Skor
2

Teknik analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik, karena ada dua variabel yang akan diuji, yaitu variabel bebas yang terdiri dari nilai kebiasaan belajar dan variabel terikat yaitu prestasi belajar IPS geografi pada siswa kelas VIII SMPN 2 Sikur tahun pembelajaran 2011/2012. Untuk menguji dan mengetahui adanya pengaruh kebiasan belajar terhadap prestasi belajar geografi pada siswa kelas VIII SMPN 2 Sikur tahun pembelajaran adalah dengan menggunakan teknik regresi linier sederhana sebagai berikut : Y = a + bX Dimana : Y X a b Y

= Y yang diprediksikan = Variabel Prediktor = Bilangan Konstan = Koefisien Prediktor = Variabel Kriterium

Dimana :

Y b X
a= N

N ( XY ) ( X )( Y ) b= N

( X ) ( X )
2

HASIL PENELITIAN Variabel Kebiasaan Belajar (X) Berdasarkan data yang dikumpulkan diperoleh skor terendah 42 dan skor tertinggi 85. Dari perhitungan terhadap data tersebut diperoleh Mean (M) = 66,15 dan Standar Deviasi (SD) = 11,7 Sementara berdasarkan data angket kebiasaan belajar dicari pula skor maksimal ideal, skor minimal ideal, harga rata-rata dan standar deviasi ideal. Untuk memperoleh besarnya standar deviasi ideal (SDi) dan skor rata-rata ideal (Mi) telah ditentukan pada bab III. Hal ini dilakukan untuk perhitungan data. Oleh karena itu skor maksimal ideal = 85 dan skor minimal ideal = 17, maka diperoleh harga: Berdasarkan nilai yang diperoleh pada lampiran 08 yakni 66,15 dikonsultasikan dengan kategori di atas, maka secara umum dapat digolongkan bahwa data skor variabel angket kebiasaan belajar pada siswa kelas VIII SMPN 2 Sikur termasuk kategori tinggi. Varibel Prestasi Belajar IPS Geografi (Y) Berdasarkan data yang dikumpulkan diperoleh skor terendah 40 dan skor tertinggi 100. Dari hasil perhitungan terhadap data tersebut di peroleh Mean (M) = 72,1 dan Standar Deviasi (SD) = 14,4.

Sementara berdasarkan data prestasi belajar geografi dicari pula skor maksimal ideal, skor minimal ideal, harga rata-rata dan standar deviasi ideal. Untuk memperoleh besarnya Standar Deviasi Ideal (SDi) dan Skor Rata-Rata Ideal (Mi). Hal ini dilakukan untuk perhitungan data. Oleh karena itu skor maksimal ideal = 100 dan skor minimal ideal = 0, maka diperoleh harga: Berdasarkan data pada tabel di atas secara umum dapat disimpulkan bahwa kebiasaan belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS geografi pada siswa kelas VIII SMPN 2 Sikur tergolong tinggi.

PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh hasil regresi sebagai berikut: Y = 66,77 + 0,06 bx. Persamaan tersebut menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh kebiasaan belajar siswa. Berdasarkan data yang dikumpulkan dari angket kebiasaan belajar siswa diperoleh mean (M) = 66,15 dan Standar Deviasi (SD) = 11,7. Sedangkan data atau nilai prestasi belajar siswa diperoleh Mean (M) = 72,1 dan Standar Deviasi (SD) = 14,4. Maka dapat digolongkan bahwa terdapat pengaruh kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar geografi siswa termasuk kategori tinggi. Sehingga dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa kebiasaan belajar mempunyai hubungan yang positif terhadap peningkatan prestasi belajar IPS geografi pada siswa kelas VIII SMPN 2 Sikur tahun pelajaran 2011/2012. Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan menggunakan statistik di atas, diperoleh angkat yang menunjukkan bahwa harga t-hitung > t-tabel atau 9.3 > 2,042. Ini berarti Ha diterima dan Ho ditolak, artinya ada hubungan yang positif dan signifikan antara minat belajar terhadap prestasi belajar IPS geografi pada siswa kelas VIII SMPN 2 Sikur Tahun Pembelajaran 2011/2012.

11

KESIMPULAN DAN SARAN 1. Berdasarkan dari data yang sudah terkumpul diperoleh skor terendah untuk variabel nilai minat belajar adalah 42 dan skor tertingginya 92. Sedangkan skor tertinggi untuk prestasi belajar adalah 100 dan skor terendahnya adalah 45. Hasil perhitungan yang dilakukan terhadap data tersebut didapat nilai ratarata (Mean) untuk variabel minat belajar adalah = 68,4 dan Standar Deviasinya (SD) = 12,6. Sedangkan ratarata (Mean) untuk variabel prestasi belajar adalah = 73,4 dan Standar Deviasinya (SD) = 16,2. Sehingga dapat disimpulkan bahwa minat belajar dan motivasi belajar tergolong dalam kategori tinggi. 2. Berdasarkan dari hasil uji hipotesis, dimana Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara minat belajar terhadap prestasi belajar IPS geografi pada siswa kelas VIII SMPN 2 SikurTahun Pembelajaran 2011/2012. Berdasarkan kesimpulan dan implikasi di atas, maka peneliti dapat memberikan saran-saran sebagai berikut : 1. Guru a. Guru hendaknya memberikan pengarahan kepada siswa sikap belajar yang positif dengan latihan dan pengalaman dari keadaan yang tidak tahu menjadi tahu yang diukur melalui toleransi, kebersamaan, gotong-royong, rasa setiakawan dan kejujuran. b. Guru memberikan motivasi, pembelajaran yang bervariasi agar siswa tidak bosan dan merasa senang, tertarik dengan mata pelajaran, sehingga tumbuh minat dalam belajar. 2. Siswa a. Siswa hendaknya memperbaiki sikap belajarnya baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Sikap belajar yang baik berhubungan dengan interaksi dengan orang lain misalnya toleransi, kebersamaan, gotongroyong, rasa setiakawan dan jujur akan mudah menerima pelajaran dan dapat meningkatkan prestasi.

b. Siswa hendaknya memiliki semangat belajar dengan cara berlatih terus menerus dan berupaya untuk memahami ilmu yang disampaikan, memiliki minat belajar dalam mata pelajaran apapun karena ilmu itu akan bermanfaat dalam kehidupan. 3. Orang Tua a. Hendaknya orang tua memberi dukungan lebih pada anak dalam kegiatan belajarnya, khususnya di rumah. Misalnya dengan memantau kegiatan belajarnya, memberikan buku mata pelajaran, berupaya untuk membantu bila anaknya memiliki kesulitan belajar. b. Hendaknya orang tua memberi pengarahan yang baik mengenai sikap belajar anaknya misalnya memberikan pengarahan untuk belajar sungguhsungguh, bertanya bila ada 4. Bagi Penelitian Selanjutnya a. Hendaknya dalam melakukan penelitian lebih berhati-hati dalam penentuan sampel dan pengolahan data. Data yang salah akan mengakibatkan kesalahan dalam penyimpulannya. b. Sebelum penelitian mencari informasi lebih banyak mengenai penelitian yang akan diambil. kesulitan dan mengerjakan soal sesuai kemampuan sendiri tanpa bantuan orang lain.

13

DAFTAR PUSTAKA Afida, Husna. 2009. Pengaruh Kebiasaan Belajar Dan Minat Membaca Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII Pada Mata Pelajaran IPS DI MTs Darul Huda tahun pembelajaran 2008/2009. Skripsi, tidak diterbitkan: UNAWA. Mataram. Arikunto, Suharsimi. 2002. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : PT. Bina Aksara ................., 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : PT Rineka Cipta Dimyati, Mudjiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Asdi Mahasatya Juaeriah. 2008. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Numredi Heads(NH) dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Pada Pokok Bahasan Peluang. Skripsi, tidak diterbitkan, STKIP Hamzanwadi Selong Kholifah. 2003. Pengaruh Cara Dan Kebiasaan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Akuntansi Siswa Kelas VIII SMPN 2 Mataram tahun pembelajaran 2002/2003. Skrips,i tidak diterbitkan. Unram. Mataram Muhyono. 2001. Hubungan Minat dan Cara Belajar Fisika dengan Prestasi Belajar FisikaSiswa kelas 1 cawu 2 SMU Negeri 6 Malang Tapel 2000/2001. Skripsi tidak diterbitkan. Malang: FMIPA Universitas Negeri Malang.N.Y.http://www.google.co.id/#hl=id&q=efektivitas+pembelajara n+kebiasaan:pdf&start=10&sa=N&fp=7e99b3a5df14a093pdf. 20 Juni 2011 Riduwan. 2004. Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru-Karayawan dan Peneliti Pemula. Bandung : Alfabeta Riyanto, Yatim. 2001. Metodologi Penelitian Pendidikan, Cetakan Kedua, SIC, Surabaya Sagala, Syaiful. 2007. Konsep Dan Makna Pembelajaran. Bandung : Alfabeta Sarifuddin. 2009. Upaya peningkatan hasil belajar biologi melalui learning community dalam pembelajaran Kontekstual (CTL) Kelas VII di SMP LAB. NW Pancor Tahun Pembelajaran 2009/2010. Skripsi tidak diterbitkan ; STKIP Hamzanwadi Selong Slameto. 2003. Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta : Rineka Cipta

Poewadarminta. 2006. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta.Balai Pustaka Widiawati. 2009. Peningkatan Prestasi Belajar Materi Tentang Uang Melalui Media Gambar. Skripsi tidak diterbitkan, UNAWA Mataram

15