Anda di halaman 1dari 33

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

J ob S he e t : 0 9

NUTRISI
PENGANTAR
Selanjutnya materi yang akan disajikan dalam modul ini adalah tentang konsep oksigenasi yang normal ditemui dan abnormal yang sering ditemukan pada klien dilahan praktek. Mengetahui masalah khusus dan kesehatan yang terjadi pada konsep oksigenasi merupakan dasar utama atau langkah awal dalam memberikan asuhan keperawatan secara keseluruhan.

Pada modul ini akan diawali dengan konsep oksigenasi meliputi : pengertian oksigen, anatomi dan fisiologi sistem pernafasan, jenis-jenis pernafasan, factor-faktor yang mempengaruhi sistem pernafasan, perubahan-perubahan fungsi jantung yang mempengaruhi sistem pernafasan, pernafasan. perubahan fungsi pernafasan, proses terjadinya

TUJUAN
Setelah mempelajari modul ini, Anda diharapkan akan dapat melakukan pengkajian keperawatan yang terkait dengan masalah oksigenasi yang terjadi pasien dilahan. Pada mata kuliah ini anda juga akan diberikan 1

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

bekal bagaimana cara memberikan tindakan keperawatan yang baik sesuai dengan masalah khusus dengan gangguan oksigenasi yang terjadi. Selanjutnya, marilah kita pelajari dengan seksama modul ini untuk mengetahui apa, mengapa dan bagaimana melakukan pengkajian serta tindakan keperawatan oksigenasi? terkait dengan masalah konsep

BAHAN BACAAN
DEFINISI Nutrisi adalah proses pengambilan zat-zat makanan penting (Nancy Nuwer Konstantinides). Jumlah dari seluruh interaksi antara organisme dan makanan yang dikonsumsinya (Cristian dan Gregar 1985). Dengan kata lain nutrisi adalah apa yang manusia makan dan bagaimana tubuh

menggunakannya. Masyarakat memperoleh makanan atau nutrien esensial untuk pertumbuhan dan pertahanan dari seluruh jaringan tubuh dan menormalkan fungsi dari semua proses tubuh. Nutrien adalah zat kimia organik dan anorganik yang ditemukan dalam makanan dan diperoleh untuk penggunaan fungsi tubuh.

Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh adalah keadaaan dimana individu yang mengalami kekurangan asupan nutrisi untuk memenuhi

kebutuhan metabolic. ( Wilkinso Judith M. 2007)

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh adalah intake nutrisi tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolic.( Nanda. 2005-2006 )

FISIOLOGI Fungsi utama sistem pencernaan adalah memindahkan zat nutrien (zat yang sudah dicerna), air, dan garam yang berasal dari zat makanan untuk didistribusikan ke sel-sel melalaui sistem sirkulasi. Zat makanan

merupakan sumber energi bagi tubuh seperti ATP yang dibutuhkan sel-sel untuk melaksanakn tugasnya. Agar makanan dapat dicerna secara optimal dalam saluran pencernaan , maka saluran pencernaan harus mempunyai persediaan air, elektrolit dan zat makanan yang terus menerus.Untuk ini dibutuhkan: 1. Pergerakan makan melaui saluran pencernaan. 2. Sekresi getah pencernaan. 3. Absorbpsi hasil pencernaan, air, dan elektrolit.
4. Sirkulasi darah melalui organ gastrointestinal yang membawa zat yang

diabsorbpsi.
5. Pengaturan

semua

fungsi

oleh

sistem

saraf

dan

hormon

Dalam lumen saluran gastroinrestinal (GI) harus diciptakan suatu lingkunugan berlangsung. khusus supaya pencernaan dan absorbsi dapat

Sekresi kelenjar dan kontraksi otot harus dikendalikan sedemikian rupa supaya tersedia lingkungan yang optimal. Mekanisme pengendalian lebih banyak dipengaruhi oleh volume dan komposisi kandungan dan lumen gastrointestinal.

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

Sistem pengendalian harus dapat mendeteksi keadaan lumen.sistem ini terdapat didalam dinding saluran gastrointestinal. Kebanyakan refleks GI dimulai oleh sejumlah rangsangan dilumen yaitu regangan dinding oleh isi lumen ,osmolaritas kimus atau konsenttrasi zat yang terlarut, keasaman kimus atau konsentrsi ion H, dan hasil pencernaan karbohidrat, lemak, protein (monosakarida, asam lemak dan peptide dari asam amino).

Proses pencernaan makanan antara lain : 1. Mengunyah 2. Menelan(deglusi) 3. Pengaturan saraf pada tahap menelan 4. Tahap menelan diesofagus 5. Makanan dilambung 6. Pengosongan dilambung 7. Factor reflexs duodenum 8. Pergerakan usus halus 9. Gerakan kolon 10. Gerakan mencampur 11. Gerakan mendorong
12. Defekasi

JENIS-JENIS NUTRIEN

1. Karbohidrat 2. Lemak 3. Protein 4. vitamin 5. mineral dan air 4

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

MALNUTRISI Kekurangan intake dari zat-zat makanan terutama protein dan karbohidrat. Dapat mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan dan kognisi serta dapat memperlambat proses penyembuhan.

TIPE-TIPE MALNUTRISI 1. Defisiensi nutrien, contoh : kurang makan buah dan sayur menyebabkan kurang vitamin C yang dapat mengakibatkan

perdarahan pada gusi. 2.Marasmus, Kekurangan pritein dan kalori sehingga terjadinya pembongkaran lemak otot. Gambaran klinis : atropi otot,

menghilangnya lapisan lemak subkutan, kelambatan pertumbuhan, perut buncit, sangat kurus seperti tulang di bungkus kulit. 3. Kwashiorkor : kekurangan protein karena diit yang kurang protein atau disebabkan karena protein yang hilang secara fisiologis (misalnya keadaan cidera dan infeksi). Ciri-cirinya : lemah, apatis, hati membesar, BB turun, atropi otot, anemia ringan, perubahan pigmentasi pada kulit dan rambut.

EFEK MALNUTRISI TERHADAP SISTEM TUBUH 1. Neurologis/ temperatur regulasi menurunkan metabolisme dan suhu basal tubuh 2. Status mental apatis, depresi, mudah terangsang, penurunan fungsi kognitif, kesulitan pengambilan keputusan. 3. Sistem imun. Produksi sel darah putih, resiko terhadap penyakit infeksi bila leukosit turun 4. Muskuloskeletal. Penurunan massa otot, terganggunya koordinasi dan ketangkasan.
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

5. Kardiovaskuler. Gangguan irama jantung, atropi jantung, pompa jantung turun 6.Respiratory, atropi otot pernapasan, pneumonia 7.Gastrointestinal, Penurunan massa feces, penurunan enzim

pencernaan, penurunan proses absorbsi, mempersingkat waktu transit, meningkatkan pertumbuhan bakteri, diare, mengurangi peristaltic 8. Sistem urinaria. Atropi ginjal, mengubah filtrasi dan keseimbangan cairan dan elektrolit 9. Sistem hati dan empedu. Mengurangi penyimpanan glukosa, mengurangi produksi glukosa dari asam amino, mengurangi sintesa protein.

PERENCANAAN MAKANAN Hidangan makanan umumnya direncanakan untuk memberikan campuran berbagai jenis makanan yang sesuai dengan selera tetapi pengetahuan gizi harus diterjemahkan dalam hal-hal praktis tersebut.

PEDOMAN DIIT DAPAT DIWUJUDKAN DALAM CARA- CARA BERIKUT INI : 1. Makanlah berbagai ragam makanan. Cara ini akan menjamin bahwa diit anada mengandung semua nutien dalam jumlah yang memadai 2. Mengurangi konsumsi gula 3. Meningkatkan kandungan serat dan pati dalam diit dengan makanan lebih banyak beras tumbuk, kentang sayur dan buahbuahan.

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

4. Mengurangi kandungan garam dalam diit dengan mengurangi makanan hasil olahan dan tidak membubuhkan bumbu secara berlebihan 5. Mengurangi konsumsi lemak dengan mengurangi makan mentega, mengantikan cara menggoreng dengan membakar atau merebus.

KEBUTUHAN PERKEMBANGAN

NUTRISI

BERDASARKAN

TINGKAT

Makanan bayi ASI merupakan makanan ideal bagi bayi berusia 12 tahun hingga usia 4 bulan bayi hanya perlu ASI sebagai makanan satu-satunya dan setelah itu ASI diberi bersama-sama makanan mereka. 4-12 bulan mulai dikenalkan dengan makanan padat. 8 bulan ke atas mulai bisa makan makanan orang dewasa. ASI atau susu formula. Sereal dan roti sereal dicampur dengan susu. Dilanjut dengan roti dan sereal lainnya. Dilanjutkan dengan sereal bayi sampai 18 bulan. Buah dan sayur di jus, mulai dengan jus 1 mangkok, memenuhi kebutuhan viatamin C. Lunak, 1 mangkok jus, buah lunak dan sayur yang di masak. Sayur dan buah di berikan 4 kali sehari termasuk jus. Daging dan sumber protein lain. Daging giling, daging yang di potong, daging sapi, telur, ikan, kacang polong, keju. Daging ataupun protein diberikan 2 kali sehari.

Todler dan PreSchool Rata-rata anak todler dan preschool umumnya membutuhkan : 1. Susu : 2 atau 3 kali dalam 1 hari. Dalam 1 kali minum kira-kira - 1 gelas 2. Daging : 2 kali atau lebih sehari

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

3. Sereal dan roti : 4 kali atau lebih dalam 1 hari. 1 kali pemberian kira-kira - 1 potong roti atau - 1 gelas bubur. 4. Sayur dan buah-buahan : 4 kali atau lebih dalam 1 hari. Itu meliputi sekurang-kurangnya 1 kali atau lebih pemberian jeruk dan 1 kali pemberian sayuran hijau/kuning.

Anak sekolah Anak sekolah membutuhkan jumlah yang sama besar dengan penyediaan makanan dasar yang dibutuhkan oleh anak usia pre school. Tapi kebutuhan lebih banyak dari anak pre school. Contoh : susu satu gelas, daging 6-8 potong, sayur 1/3 gelas, roti 1-2 iris, sereal - 1 mangkok.

Adolesence Remaja membutuhkan energi untuk kebutuhan mereka dan di dalam makanannya membutuhkan susu, daging, sayuran hgijau dan kuning. Orang tua di anjurkan memberikan sayur dan buah.

Dewasa muda Harus terjadi keseimbngan antara intake makanan dengan jumlah kalori y7ang keluar, khususnya pada wanita hamil dan menyusui. Wanita hamil dan menyusui membutuhkan : 1. Protein 2. Kalsium dan fisfor 3. Magnesium 150 mg/hari 4. Besi 5. Iodine 175 mg/hari 6. Seng 5 mg lebih banyak dari kebutuhan d\seharinya untuk pembentukan jaringan baru.
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

Midle Age Adult (Dewasa Tengah) Intake kalori perlu dikurangi karena penurunan BMR, pertumbuhan sudah lengkap dan aktivitas berkurang. Penurunan intake bertujuan untuk mencegah obesitas. Mereka sebaiknya berhatihati dalam memilih makanan. Makanan yang di anjurkan makanan rendah lemak, unggas, ikan, kacang dan telur hanya boleh 3 kali seminggu. Sayur, buah, sereal dan roti kasar dapat memenuhi kebutuhan serat dan protein.

Manula Terjadinya perubahan fisiologis seperti : kurangnya gig, kurangnya kemampuan merasa, dan mencium yang dapat berpengaruh pada kebiasaan makanan. Perubahan fisiologis lainnya : 1. Penurunan sekresi dan asam lambung 2. Penurunan peristaltic 3. Berkurangnya sirkulasi 4. Menurunkan toleransi glukosa 5. Menurunkan massa tulang 6. BB turun

PEDOMAN NUTRISI UNTUK MANULA MENURUT RAAB 1. Mengurangi konsumsi lemak dengan minum susu rendah lemak, memakan lebih banyak unggas-unggasan dan ikan

dari pada daging merah. Batas porsi daging adalah 4-6 ons perhari. Tambahan lemak yang terbatas dari buttert, margarin dan salad berminyak.
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

2. Konsumsi makanan penutup seperti buah segar atau kalengan, puding yang di buat dari susu rendah lemak lebih baik dari pada mengkonsumsi pie, biskuit, cake atau es krim 3. Yakinkan bahwa intake daging, unggas, ikan telur dan keju cukup, karena konsumsi makanan ini berkurang pada manula 4. Karena toleransi glukosa menurunkan konsumsi karbohidrat komplek seperti roti, sereal, beras, pasta, kentang dan kacangkacangan lebih baik dari makanan yang banyak mengandung gula 5. Mengkonsumsi sekitar 800 mg kalsium untuk mencegah karapuhan tulang. Susu dan produk-produknya seperti eju, yoghurt, sup krim, puding susu, produk susu yang dibekukan adalh sumber kalsium yang utama 6. Cukup konsumsi vitamin D untuk mempertahankan

keseimbangan kalsium didapatkan dari susu. Bila susu dan produknya tidak dapat mentoleransi defisiensi laktosa,

suplemen vitamin D bisa diberikan 7. Diet rendah garam pada manula yang menderita hipertensi dan penyakit kardiovaskuler. Hindari sup kalengan, kecap, mustar, garam, rokok dan lainnya 8. Penggunaan aspirin dapat menurunkan intake daging dan kebutuhan zat besi akan meningkat 9. Kesulitan mengunyah buah-buahan dan sayur-sayuran dapat menyebabkan

MANIFESTASI KLINIS

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

10

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

Manifestasi klinis atau tanda dan gejala nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh menurut buku saku diagnosa keperawatan NICNOC antara lain : A. Subjektif 1. Kram abdomen 2. Nyeri abdomen dengan atau tanpa penyakit 3. Merasakan ketidakmampuan untuk mengingesti makanan 4. Melaporkan perubahan sensasi rasa 5. Melaporkan kurangnya makanan
6. Merasa kenyang segrav setelah mengingesti makanan

B. Objektif 1. Tidak tertarik untuk makan 2. Diare 3. Adanya bukti kekurangan makanan 4. Kehilangan rambut yang berlebiahan 5. Bising usus hiperaktif 6. Kurangnya minat pada makanan 7. Luka,rongga mulut inflamasi.

FOKUS PENGKAJIAN Pengkajian 1. Riwayat keperawatann dan diet. a. Anggaran makan, makanan kesukaan, waktu makan. b. Apakah ada diet yang dilakukan secara khusus. c. Adakah penurunan dan peningkatan berat badan dan berapa lama periode waktunya?

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

11

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

d. Adakah sttus fisik pasien ang dapat meningkatakan diet seperti luka bakar dan demam? e. Adakah toleransi makanan/minumam tertentu? 2. Factor yang mempengaruhi diet a. Status kesehatan b. Kultur dan keperrcayaan c. Status sosial ekonomi d. Factor psikolpgis e.Informasi yang salah tentang makanan dan cara berdiet 3. Pemeriksaan fisik a. Keadaan fisik:apatis,lesu b. Berat badan :obesitas,kurus.otot : flaksia,tonus Kurang,tidak mampu bekerja c. Sistem saraf:bigung,rasa terbakar,reflek menurun d. Fungsi gastrointestinal: anoreksia,konstipasi,diare,pembesaran liver e. Kardiovaskuler:denyut nadi lebih dari 100 kali/menit,irama abnormal,tekanan darah rendah/tinggi. f. Rambut: kusam,kering,pudar,kemerahan,tipis,pecah/patah-patah. g. Kulit: kering,pucat,iritasi,petekhie,lemak disubkutan tidak ada. h. Bibir: kering,pecah-pecah,bengkak,lesi,stomatitis,membrane

mukosa pucat. i. Gusi: perdarahan,peradangan. j. Lidah: edema,hiperemasis. k.Gigi: karies,nyeri, kotor. l. Mata: konjungtiva pucat,kering,exotalmus,tanda-tanda infeksi. m. Kuku: mudah patah 4. Pengukuran antopometri: a. Berat badan ideal: (TB- 100)*10%
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

12

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

b. LINGKAR PERGELNGAN TANGAN c.LINGKAR LENGAN ATAS (MAC) : Nilai normal : Wanita :28,5c Pria :28,3 cm Lipatan kulit paad otot trisep (TSF) Nilai normal Wanita : 16,5-18 cm Pria :12,5-16,5 cm 5. Laboratorium a. Albumin (N:4-5,5 mg/100ml) b. Transferin (N:170-25 MG/100 ML) c. Hb (N: 12 MG%) d. BUN (N:10-20 mg/100ml) e. Ekskresi kreatinin untuk 24 jam (N :LAKI-LAK1: 0,6-1,3 MG/100 ML,WANITA: 0,5-1,0 MG/ 100 ML)

INTERVENSI KEPERAWATAN 1.Tingkatkan intake makanan melalui: a. Berikan pasien lingkungan yang tidak berisik b. Berikan obat sebelum makan bila ada indikasi 2. Jaga privasi pasien 3. Jaga kebersihan mulut pasien 4. Bantu pasien makan jika tidak mampu 5.Sajikan makanan yang mudah dicerna, dalam keadaan hangat, tertutup, dan berikan sedikit-sedikit tapi seing 6. Kaji tanda vital,sensori dan bising usus 7.Monitor hasil lab,seperti glukosa,elektrolit,albumin,Hb, kolaborasi dengan dokter

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

13

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

8. Berikan pendidikan kesehatan tentang cara diet, kebutuhan kalori dan tindakan keperawatan yang berhubungan dengan nutrisi jika pasien menggunakan NGT. 9. Pemberian caiaran/ makanan tidak lebih 150 cc sekali pemberian. 10. Cara khusus untuk meningkatkan nafsu makan 11. Mulut yang bersih meningkatakan nafsu majkan 12. Membantu pasien makan 13. Meningkatkan selera makan dan intake makan 14. Membantu mengkaji keadaan pasien 15. Monitor status nutrisi 16. Meningkatkan pengetahuan agar pasien lebih koopeartifonitor 17. Menghindari aspirasi

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

Nasogastric Tubes (NGT) sering digunakan untuk menghisap isi lambung, juga digunakan untuk memasukan obat-obatan dan makananan. NGT ini digunakan hanya dalam waktu yang singkat. (Metheny & Titler, 2001).

Nutrisi Enteral merupakan pemberian nutrient melalui saluran cerna dengan menggunakan sonde (tube feeding). Nutrisi enteral direkomendasikan bagi pasien-pasien yang tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya secara volunter melalui asupan oral. Pemberian nutrisi enteral dini (yang dimulai dalam 12 jam sampai 48 jam setelah pasien masuk ke dalam perawatan intensif [ICU]) lebih baik dibandingkan pemberian nutrisi parenteral.

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

14

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

Untuk memenuhi kebutuhan pasien, pengetahuan dan kemampuan perawat dalam memasukan dan melakukan perawatan NGT adalah sangat dibutuhkan.

Bagi anak-anak,kebutuhan akan NGT disebabkan oleh beberapa kondisi seperti anomali anatomi jalan makanan;oesophagus atau alat eliminasi, kelemahan reflek menelan, distress pernafasan atau tidak sadarkan diri. Keselamatan adalah selalu menjadi perhatian,dimana kerjasama perawat pasien dan keluarga sangat dibutuhkan dan pada sebagian anak terkadang agak sedikit dipaksakan.

Sebagai perawat profesional,harus berhati-hati dalam melaksanakan tindakan serta memperhatikan keunikan variasi di dalam melaksanakan tindakan secara aman dan nyaman. (WALLEY & WONG, 2000).

Tujuan dan Manfaat Tindakan Naso Gastric Tube digunakan untuk : 1. Mengurangi isi perut dengan cara menghisap apa yang ada dalam lambung(cairan, udara, darah) 2. Untuk memasukan cairan (memenuhi kebutuhan cairan atau nutrisi)
3. Untuk membantu memudahkan diagnosa klinik melalui analisa subtansi isi

lambung
4. Mempertahankan fungsi pertahanan dari usus 5. Mempertahankan integritas mukosa saluran cerna 6. Mempertahankan fungsi-fungsi imunologik mukosa saluran cerna 7. Mengurangi proses katabolic 8. Menurunkan resiko komplikasi infeksi secara bermakna 9. Mempercepat penyembuhan luka 10. Lebih murah dibandingkan nutrisi parenteral 11. Lama perawatan di rumah sakit menjadi lebih pendek dibandingkan

dengan Nutrisi Parenteral


Akademi Keperawatan Harum Jakarta

15

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

12. Pasien-pasien yang dapat diberikan nutrisi enteral adalah mereka yang

tidak bisa makan, tidak dapat makan, dan tidak cukup makan (ASPEN, 1998) Biasanya, adanya bunyi usus dan flatus merupakan indikator bahwa saluran cerna berfungsi, khususnya pada pasien-pasien paska

pembedahan. Namun, penelitian menunjukkan bahwa motilitas saluran cerna yang menurun pada periode paska operasi ini, hanya mempengaruhi lambung dan usus besar (kolon), dan tidak mempengaruhi fungsi usus halus.

Berkurangnya

ataupun

hilangnya

bunyi

usus

tidak

perlu

sampai

menghambat pemberian nutrisi enteral (Lewis et al 2001).

Sebaliknya, adanya bunyi usus juga tidak menjamin bahwa pemberian nutrisi enteral bisa sukses, misalnya pada pasien-pasien dengan Intractablle diarrhea.

DOKUMENTASI / Catat hal-hal berikut pada lembar dokumentasi: 1. Tanggal dan waktu insersi slang 2. Warna dan jumlah drainase 3. ukuran dan tipe slang 4. Toleransi klien terhadap prosedur Indikasi dan Kontraindikasi Pemasangan NGT

INDIKASI : Pasien dengan distensi abdomen karena gas,darah dan cairan 1. Keracunan makanan minuman 2. Pasien yang membutuhkan nutrisi melalui NGT

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

16

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

3. Pasien yang memerlukan NGT untuk diagnosa atau analisa isi lambung

KONTRAINDIKASI : 1. Nasogastric tube tidak dianjurkan atau digunakan dengan berlebihan kepada beberapa pasien predisposisi yang bisa mengakibatkan bahaya sewaktu memasang NGT, seperti: a. Klien dengan sustained head trauma, maxillofacial injury, atau anterior fossa skull fracture. Memasukan NGT begitu saja melalui hidung maka potensial akan melewati criboform plate, ini akan menimbulkan penetrasi intracranial. b. Klien dengan riwayat esophageal stricture, esophageal varices, alkali ingestion juga beresiko untuk esophageal penetration. c. Klien dengan Koma juga potensial vomiting dan aspirasi sewaktu memasukan NGT, pada tindakan ini diperlukan tindakan proteksi seperti airway dipasang terlebih dahulu sebelum NGT . d. Perhatikan sewaktu memasukan NGT kepada Klien dengan suspected cervical spine injury Hypoxia, cyanosis, or respiratory arrest due to accidental tracheal intubation.

KOMPLIKASI YANG DISEBABKAN OLEH NGT 1. Komplikasi mekanis : a. Sondenya tersumbat. 2. Dislokasi dari sonde, misalnya karena ketidaksempurnaan melekatkatnya sonde dengan plester di sayap hidung. 3. Komplikasi pulmonal : misalnya aspirasi. Komplikasi yang disebabkan oleh tidak sempurnanya

kedudukan sonde a. Yang menyerupai jerat b. Yang menyerupai simpul


Akademi Keperawatan Harum Jakarta

17

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

c. Apabila sonde terus meluncur ke duodenum atau jejunum.

Hal

ini

dapat yang

langsung disebabkan

menyebabkan oleh zat

diare. nutrisi

Komplikasi

PEMASANGAN NGT Insersi slang nasogastrik meliputi pemasangan slang plastik lunak melalui nasofaring klien ke dalam lambung. Slang mempunyai lumen berongga yang memungkinkan baik pembuangan sekret gastrik dan pemasukan cairan ke dalam lambung. Pelaksana harus seorang professional kesehatan yang

berkompeten dalam prosedur dan praktek dalam pekerjaannya. Pengetahuan dan ketrampilan dibutuhkan untuk melakukan procedure dengan aman adalah : 1. Anatomi dan fisiologi saluran gastro-intestinal bagian atas dan system pernafasan. 2. Kehati-hatian dalam procedure pemasangan dan

kebijaksanaan penatalaksanaan NGT. 3. Pengetahuan mendalam pada pasien (misalnya : perubahan anatomi dan fisiologi yang dapat mambuat sulitnya

pemasangan NGT tersebut)

PERALATAN 1. Slang nasogastrik (ukuran tergantung pada kebutuhan pasien) 2. Pelumas/ jelly 3. Spuit berujung kateter 60 ml 4. Stetoskop
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

18

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

5. lampu senter/ pen light 6. klem 7. Handuk kecil 8. Tissue 9. Spatel lidah 10. Sarung tangan dispossible 11. Plester 12. Kidney tray 13. Bak instrument

UKURAN SELANG NASOGASTRIC

Digunakan berbagai ukuran selang, and pemilihan ukuran yang sesuai tergantung pada tujua penggunaan dan perkiraan lama/ durasi penggunaan selang.

Selang berdiameter kecil (8 Fr sampai 12 Fr), lunak, fleksible, sering digunakan untuk pasien yang

membutuhkan enteral feeding untuk kurang dari 6 minggu.

NGT berdiameter besar, kurang flexible, lebih kaku, digunakan untuk pemberian obat,

dekompresi/pengurangan tekanan udara di lambung, dan untuk feeding jangka pendek (biasanya kurang dari 1 minggu).

Keuntungan NG tubes ukuran kecil dengan ukuran besar meliputi : kurang menimbulkan trauma pada mukosa nasal

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

19

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

baik selama pemasangan maupun NG tube insitu, dan toleransi klien lebih.

Penggunaan

NGT

ukuran

kecil

sebagai

tindakan

propilaksis untuk pencegahan gastro-oesofageal reflux dan micro-aspiration isi lambung, ke dalam jalan napas bagian bawah meskipun masih kontroversial sebagaimana yang lain menunjukkan tak ada hubungan antara ukuran NGT dan komplikasi-komplikasi ini.

Displacement dapat terjadi ukuran besar maupun kecil, namun ukuran kecil lebih mudah dislokasi, sering ke dalam jalan napas dan tanpa tanda-tanda dapat terlihat dari luar, dan mudah terjadi kemacetan dan melilit.

Insertion of the NG tube adalah suatu procedure yang kompleks, and membutuhkan skill and keahlian sebaimana kesalahan-kesalahan penempatan dapat berakibat pada komplikasi-komplikasi

Selama awal pemasangan NGT, misplacement dapat meliputi respiratory tract , brain, oesophagus, peritoneum, stomach (duodenal tube) and intestine (gastric tube).

Upward

displacement

meningkatkan

resiko

pada

pulmonary aspiration, sedangkan downward displacement meningkatkan resiko feeding intolerance jika formula atau obat-obatan diberikan melalui tubing itu.

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

20

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

HASIL YANG DIHARAPKAN Klien tidak mempunyai keluhan mual atau muntah. Klien berkurang rasa nyeri Distensi abdomen berkurang Kebutuhan Nutrisi terpenuhi

LANGKAH PELAKSANAAN 1. Cuci tangan dan atur peralatan 2. Jika memungkinan,jelaskan prosedur kepada klien dan keluarga 3. Identifikasi kebutuhan ukuran NGT klien 4. Bantu klien untuk posisi semifowler 5. Posisi klien yang diperlukan : a. Jika klien sadar dan bisa komunikasi maka posisisnya sitting position in high-Fowlers. b. Jika klien tidak sadar (unconscious) posisinya kepala kebawah, sedikit miring kearah kiri dan posisi badan klien tidur terlentang.

6. Berdirilah disisi kanan tempat tidur klien bila anda bertangan dominant kanan(atau sisi kiri bila anda

bertangan dominan kiri) 7. Periksa dan perbaiki kepatenan nasal:Minta klien untuk bernafas melalui satu lubang hidung saat lubang yang lain tersumbat, ulangi pada lubang hidung yang lain, Bersihkan mukus dan sekresi dari hidung dengan tissue lembab atau lidi kapas 8. Tempatkan handuk mandi diatas dada klien. Pertahankan tissue wajah dalam jangkauan klien
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

21

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

9. Gunakan sarung tangan 10. Tentukan panjang slang yang akan dimasukkan dan ditandai dengan plester.Ukur jarak dari lubang hidung ke daun telinga, dengan menempatkan ujung melingkar slang pada daun telinga; Lanjutkan pengukuran dari daun telinga ke tonjolan sternum; tandai lokasi tonjolan sternum di sepanjang slang dengan plester kecil 11. Minta klien menengadahkan kepala, masukkan selang ke dalam lubang hidung yang paling bersih 12. Pada saat anda memasukkan slang lebih dalam ke hidung, minta klien menahan kepala dan leher lurus dan membuka mulut 13. Ketika slang terlihat dan klien bisa merasakan slang dalam faring, instruksikan klien untuk menekuk kepala ke depan dan menelan 14. Masukkan slang lebih dalam ke esofagus dengan

memberikan tekanan lembut tanpa memaksa saat klien menelan (jika klien batuk atau slang menggulung di tenggorokan, tarik slang ke faring dan ulangi langkahlangkahnya), diantara upaya tersebut dorong klien untuk bernafas dalam 15. Ketika tanda plester pada selang mencapai jalan masuk ke lubang hidung, hentikan insersi selang dan periksa penempatannya:minta klien membuka mulut untuk melihat slang, Aspirasi dengan spuit dan pantau drainase lambung, tarik udara ke dalam spuit sebanyak 10-20 ml masukkan ke selang dan dorong udara sambil mendengarkan lambung dengan stetoskop jika terdengar gemuruh, fiksasi slang.

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

22

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

16. Untuk mengamankan slang: gunting bagian tengah plester sepanjang 2 inchi, sisakan 1 inci tetap utuh, tempelkan 1 inchi plester pada lubang hidung, lilitkan salah satu ujung, kemudian yang lain, satu sisi plester lilitan mengitari slang Plesterkan slang secara melengkung ke satu sisi wajah klien. Pita karet dapat digunakan untuk memfiksasi slang. 17. Kurangi manipulasi atau merubah posisi klien sewaktu memasukan NGT, termasuk juga batuk atau tersedak karena bisa menyebabkan cervical injury karena manual stabilization of the head sangat diperlukan sewaktu melaksanakan prosedur. 18. Stabilisasikan posisi kepala.

19. Posisi tubing yang benar harus dipastikan seebelum

penggunaan NGT untuk tujuan apapun. Biarkan guide wire i tempat sampai posisi Untuk meyakinkan tubing didalam lambung sebelum cairan diberikan

Cirgin-Elliott et al (1999) 20. X-Ray confirmation , harus dilakukan pada semua klien, Peringatan : X Ray confirmation hanya valid pada waktu X_Ray dilakukan. Warning x-ray 23

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

Semua NGT yang telah dimasukkan, harus mempunyai X-Ray Thorax dan upper abdomen untuk konfirmasi X-Ray harus di review oleh seorang dokter dan konfirmasi tentang posisi di catat dalam catatan medis. Kemudianm introducer dapat di removed dan aspirate di test untuk di check pH-nya. Metheny N.A.& Titler M (2001) 21. Testing of aspirate Sebelum aspirating flush the tube dengan 20ml udara untuk membebaskan selang NGT dari zat-zat lain (gunakan syringe > 30mls). 22. Aspirate 20 mls dari tubing( gunakan large syringe > 30mls) and test on pH dengan indicator strips. 23. pH 4 atau kurang mengindikasikan gastric placement dan confirms correct positioning.

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

24

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

TUGAS
1. Orang yang pertama mencetuskan tentang personal hygene adalah....... a. Louis Pasteur b. Louis William c. Louis Bechkam d. Louis Laurent
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

25

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

2. Di bawah ini yang termasuk dalam tujuan dari personal hygene adalah....... 1. Meningkatkan derajat kesehatan seseorang 2. Memelihara kebersihan diri seseorang 3. Mencegah penyakit 4. Menciptakan keindahan 3. Awal mula personal hygene berasal dari kata....... a. Bahasa Latin b. Bahasa Yunani c. Bahasa Amerika d. Bahasa Eropa 4. Kulit terdiri atas dua lapisan yaitu........ 1. Lapisan Epidermis 2. Lapisan Sebasea 3. Lapisan Dermis
4. Lapisan Kutikula

5. Di dalam kulit ada dua kelenjar yang sangat membantu bagi tubuh kita yaitu kelenjar........ 1. Kelenjar Endokrin 2. Kelenjar Sebasea 3. Kelenjar Eksokrin 4. Kelenjar Serumen

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

26

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

6. Di bawah ini adalah fungsi kulit adalah....... 1. Proteksi tubuh 2. Pengaturan temperatur tubuh 3. Pengeluaran air 4. Sensasi dari stimulus lingkungan 7. Faktor-faktor yang mempengaruhi personal hygene dalah........ 1. Body Image 2. Praktik Sosial 3. Status sosial ekonomi 4. Pengetahuan 8. Dampak yang sering timbul jika personal hygene tidak dijaga antara lain...... 1. Dampak fisik 2. Dampak Lingkungan 3. Dampak Psikososial 4.Dampak Spiritual 9. Lapisan kulit yang tidak mengandung pembuluh darah terdapat di..... a. Dermis b. Epidermis c. Kutikula d. Sebasea 10. Lapisan kulit yang terdiri atas jaringan otot, saraf folikel rambut dan kelenjar terdapat di....... a. Dermis b. Epidermis c. Kutikula d. Sebasea

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

27

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

KRITERIA KEBERHASILAN

Kunci Jawaban :
1. A 2. E 3. B 4. B 5. C 6. E 7. E 8. B 9.B 10. A

Tingkat penguasaan =

Jumlah Jawaban yang Benar Jumlah Soal

100%

Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali 80 - 89% = baik 70 - 79% = cukup < 70% = kurang

NILAI

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

28

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

TOPIK DISKUSI
Diskusikan dengan kelompok Anda hal-hal berikut: 1. Lakukan perawatan personal hygiene pada teman anda di mulai dari : a. Cara Memandikan b. Cara mencuci rambut c. Cara Perawatan kuku kaki dan tangan d. Cara vulva/penis hygiene

Selamat Berdiskusi

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

29

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

laporan hasil
1.Tuliskan hasil perawatan personal hygiene dari ujung rambut hingga ujung kaki sesuai dengan yang saudara lakukan
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

30

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

2. Lakukan kembali perawatan personal hygiene pada teman yang lain kemudian bandingkan apakah hasilnya sama dengan perawatan yang dilakukan pada teman sebelumnya

REFLEKSI DIRI
1. Kendala apa saja yang ditemukan. ................................................................................................................... ................................................................................................................... ................................................................................................................... ................................................................................................................... ................................................................................................................... ................................................................................................................... ................................................................................................................... ................................................................................................................... 2. Bagian yang paling berkesan selama melakukan kegiatan. ................................................................................................................... ................................................................................................................... ................................................................................................................... ................................................................................................................... ................................................................................................................... ................................................................................................................... ................................................................................................................... ................................................................................................................... 3. Apa yang dapat Anda kembangkan setelah menyelesaiakan job sheet ini. ................................................................................................................... ................................................................................................................... ................................................................................................................... ................................................................................................................... ................................................................................................................... ................................................................................................................... ................................................................................................................... ...................................................................................................................

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

31

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

DAFTAR PUSTAKA

Alimul Aziz.2004. Buku Saku Praktikum Kebutuhan Dasar Manusia. ECG:Jakarta Iqbal Mubarak, Wahit. 2007. Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta:EGC Kusyati,eni.2006, Keterampilan Keperawatan Dasar. Jakarta : EGC dan Prosedur Laboratorium

Nanda 2005-2006. 2005. Panduan Diagnosa Keperawatan. Jakarta : Prima Medika Perry,potter.2005. Fundamental Keperawatan. Edisi 4. Jakarta : EGC Perry,Peterson,Potter. 2005. Keterampilan dan Prosedur Dasar. Eds 5 jakarta : EGC Syaifudin.2006.Anatomi keperawatan.Jakarta: EGC Fisiologi untuk mahasiswa

Tarwoto.2006. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses keperawatan. Jakarta:Salemba Medika. Wilkinson, Judith M. 2007. Diagnosa Keperawatan. Jakarta : EGC.

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

32

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

33