Anda di halaman 1dari 29

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

J ob S he e t : 0 5

PENGENDALIAN INFEKSI

PENGANTAR
Rantai proses infeksi adalah rangkaian proses masuknya kuman ke dalam tubuh manusia yang dapat menimbulkan radang atau penyakit. Proses tersebut melibatkan reservoir, jalan masuk, host, jalan keluar, jalur penyebaran.

Dengan cara penularan mikroorganisme kedalam tubuh melalui kontak tubuh, makanan dan minuman, serangga, udara termasuk pasien yang dirawat di rumah sakit bisa mendapatkan infeksi nosokomial yaitu infeksi yang terjadi di rumah sakit dan sumber penularan untuk infeksi tersebut dapat berupa pasien, petugas kesehatan, pengunjung dan sumber lain .

Untuk memutus rantai proses infeksi tersebut diatas peran perawat sebagai care provider perlu memamahami dan mengapliasikan konsep kebutuhan keselamatan dan keamanan kerja .

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

248

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

TUJUAN
TUJUAN Setelah mempelajari modul ini akan memberikan wawasan peserta didik agar dapa mengaplikasikan konsep kebutuhan keselamatan dan keamanan kerja.

BAHAN BACAAN
A. RANTAI PROSES INFEKSI Adalah rangkaian proses masuknya kuman ke dalam tubuh manusia yang dapat menimbulkan radang atau penyakit. Proses ini melibatkan unsur : 1. Reservoir, merupakan habitat pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme dapat berupa manusia, binatang tumbuhan maupun tanah. 2. Jalan masuk, merupakan jalan masuknya mikroorganisme ke tempat penampungan dari berbagai kuman seperti saluran pernapasan, pencernaan, kulit dan lain- lain. 3. Inang (host) merupakan tempat berkembangnya suatu

mikroorganisme yang dapat didukung oleh ketahanan kuman. 4. Jalan keluar, merupakan tempat keluar mikroorganisme dari reservoir seperti sistem pernapasan, sistem pencernaan, alat kelamin dan lain-lain.

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

248

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

5. Jalur penyebaran, merupakan jalur yang dapat menebarkan berbagai kuman mikroorganisme ke berbagai tempat, seperti air, makanan, udara dan lain lain.

B. CARA PENULARAN MIKROORGANISME Proses penyebaran mikroorganisme ke dalam tubuh, baik pada manusia maupun hewan dapat melalui berbagai cara : 1. Kontak tubuh, kuman masuk ke dalam tubuh melalui proses penyebaran secara langsung maupun tidak langsung. Penyebaran secara langsung melalui sentuhan dengan kulit, sedangkan secara tidak langsung dapat melalui benda benda yang terkontaminasi kuman. 2. Makanan dan minuman, terjadinya penyebaran dapat melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi, seperti pada penyakit Thypus abdominalis, penyakit infeksi cacing dan lain - lain. 3. Serangga, contoh proses penyebaran kuman melalui serangga

adalah penyebaran penyakit malaria oleh plasmodium pada nyamuk aedes dan beberapa penyakit saliuran pencernaan yang ditularkan melalui lalat. 4. Udara, proses penyebaran kuman melalui udara dapat dijumpai pada penyebaran penyakit sistem pernapasan (penyebaran kuman tuberkulosis) atau sejenisnya.

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

248

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

C. FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROSES INFEKSI 1. Sumber penyakit, dapat mempengaruhi dengan cepet atau lambat. 2. Kuman penyebab, dapat kemampuan virulensinya. 3. Cara membebaskan sumber dari kuman, dapat menentukan apakah proses infeksi cepat teratasi atau diperlambat seperti tingkat menentukan jumlah masuk ke mikroorganisme, tubuh dan apakah infeksi berjalan

mikroorganisme

dalam

keasaman (pH), suhu, penyinaran (cahaya) dan lain-lain. 4. Cara penularan, seperti kontak langsung melalui makanan atau udara, dapat menyebabkan penyebaran kuman ke dalam tubuh. 5. Cara masuknya kuman, proses penyebaran kuman berbeda, tergantung dari sifatnya. Kuman dapat masuk melalui saluran pernapasan, saluran pencernaan, kulit dan lain-lain. 6. Daya Tahan Tubuh, proses daya tahan tubuh yang baik dapat proses

memperlambat

infeksi

atau

mempercepat

penyembuhan. Demikian pula sebaliknya, daya tahan yang buruk dapat memperburuk proses infeksi.

Selain faktor diatas faktor lain yang mempengaruhi ; status gizi atau nutrisi, tingkat stres pada tubuh, faktor usia, dan kebiasaan yang tidak sehat.

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

248

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

D. INFEKSI NOSOKOMIAL Adalah infeksi yang terjadi di rumah sakit atau dalam sistem pelayanan kesehatan yang berasal dari proses penyebaran di sumber pelayanan kesehatan, baik melalui pasien, petugas kesehatan, pengunjung maupun sumber lainnya. Sumber infeksi nosokomial : 1. Pasien, merupakan unsur pertama yang dapat menyebarkan infeksi kepada pasien lainnya, petugas kesahatan, pengunjung atau benda dan alat kesehatan lainnya. 2. Petugas kesehatan, dapat menyebarkan infeksi melalui kontak langsung, yang dapat menularkan berbagai kuman ke tempat lain. 3. Pengunjung, dapat menyebarkan infeksi yang didapat dari luar ke dalam lingkungan rumah sakit atau sebaliknya, yang didapat dari dalam rumah sakit ke luar rumah sakit. 4. Sumber lain, yang dimaksud adalah lingkungan rumah sakit yang

meliputi lingkungan umum atau kondisi kebersihan rumah sakit, atau alat yang ada di rumah sakit yang dibawa oleh pengunjung atau petugas kesehatan kepada pasien atau sebaliknya.

E. STERILISASI DAN DESINFEKSI 1. Sterilisasi Merupakan upaya pembunuhan atau penghancuran semua bentuk kehidupan mikroba yang dilakukan fisik maupun kimia. dirumah sakit melalui proses

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

248

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

Sterilisasi juga dikatakan sebagai tindakan untuk membunuh kuman patogen atau apatogen beserta spora yang terdapat pada alat perawatan atau kedokteran dengan cara merebus, stroom,

menggunakan panas tinggi atau bahan kimia. Jenis sterilisasi antara lain sterilisasi cepat, sterilisasi panas kering, sterilisasi gas (formalin, H2O2) dan radiasi ionisasi.

Hal yang perlu diperhatikan pada sterilisasi, antara lain : a. Sterilisator (alat untuk mensteril) harus siap pakai, bersih dan masih berfungsi. b. Peralatan yang akan disterilisasi harus dibungkus dan diberi label yang jelas dengan menyebutkan jenis peralatan, jumlah dan tanggal pelaksanaan sterilisasi. c. Penataan alat harus berprinsip bahwa semua bagian dapat steril. d. Tidak boleh menambah peralatan dalam sterilisator sebelum waktu mensterilkan selesai. e. Memindahkam alat steril ke dalam tempatnya dengan korentang steril. f. Saat mendinginkan alat steril tidak boleh membuka

pembungkusnya, bila terbuka harus dilakukan sterilisasi ulang.

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

248

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

2. Desinfeksi Adalah proses pembuangan semua mikroorganisme patogen pada objek yang tidak hidup dengan pengecualian pada endospora bakteri.

Desinfeksi

juga dikatakan suatu tindakan yang dilakukan untuk

membunuh kuman patogen dan patogen tetapi tidak dengan membunuh spora yang terdapat pada alat perawatan atau kedokteran. Desinfeksi dilakukan menggunakan bahan desinfeksi melalui cara mencuci, mengoles, merendam, dan menjemur dengan tujuan mencegah terjadinya infeksi dan mengondisikan alat dalam keadaan siap pakai.

Kemampuan desinfeksi ditentukan oleh waktu sebelum pembersihan objek, kandungan zat organik, tipe dan tingkat kontaminasi mikroba, konsetrasi dan waktu pemaparan, kealamian objek, suhu dan derajat keasaman (pH).

F. PENCEGAHAN INFEKSI Di masa lalu, fokus utama penanganan masalah infeksi dalam pelayanan kesehatan adalah mencegah infeksi, meskipun infeksi serius pasca bedah masih merupakan masalah di beberapa negara, terutama dengan munculnya penyakit AIDS (Acquired

Immunodeficiency Syndroma) dan hepatitis B yang belum ditemukan obatnya.

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

248

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

Saat

ini

perhatian

utama

ditujukan

untuk

mengurangi

resiko

perpindahan penyakit, tidak hanya terhadap pasien tetapi juga kepada pemberi pelayanan kesehatan dan karyawan, termasuk pekarya yaitu orang yang bertugas membersihkan dan merawat ruang bedah.

G. TINDAKAN PENCEGAHAN INFEKSI Beberapa tindakan pencegahan infeksi yang dapat dilakukan : 1. Aseptik, tindakan yang dilakukan dalam pelayanan kesehatan dimana istilah ini dipakai untuk menggambarkan semua usaha yang dilakukan untuk mencegah masuknya mikroorganisme ke dalam tubuh yang kemungkinan besar akan mengakibatkan infeksi. Tujuan akhirnya adalah mengurangi atau menghilangkan jumlah

mikroorganisme baik pada permukaan benda hidup maupun benda mati agar alat-alat kesehatan dapat dengan aman digunakan.

2. Antiseptik, upaya pencegahan infeksi dengan cara membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada kulit dan jaringan tubuh lainnya. 3. Dekontaminasi, tindakan yang dilakukaan agar benda mati dapat ditangani oleh petugas kesehatan secara aman terutama petugas pembersihan media sebelum pencucian dilakukan. Contohnya meja pemeriksaan, alatalat kesehatan dan sarung tangan yang

terkontaminasi oleh darah bedah/tindakan dilakukan.

atau cairan tubuh di saat prosedur

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

248

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

4. Pencucian, yaitu tindakan untuk menghilangkan semua darah, cairan tubuh atau setiap benda asing seperti debu dan kotoran.

5. Sterilisasi, yaitu tindakan menghilangkan semua mikroorganisme (bakteri, jamur, parasit dan virus) termasuk bakteri endospora dari benda mati. 6. Desinfeksi, yaitu tindakan menghilangkan sebagian besar (tidak

semua) mikroorganisme penyebab penyakit dari benda mati. Desinfeksi tingkat tinggi dilakukan dengan merebus atau

menggunakan larutan kimia. Tindakan ini dapat menghilangkan semua mikroorganisme kecuali beberapa bakteri endospora.

H. PEDOMAN PENCEGAHAN INFEKSI Cara efektif untuk mencegah penyebaran penyakit dari orang ke orang atau dari peralatan ke orang dapat dilakukan dengan meletakan penghalang di antara mikroorganisme dan individu (pasien atau petugas kesehatan). Penghalang ini dapat berupa fisik, mekanik maupun kimia, yang meliputi :

1. Pencucian tangan

2. Penggunaan sarung tangan baik saat melakukan tindakan maupun saat memegang benda yang terkontaminasi (alat kesehatan/alat tenun habis pakai).

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

248

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

3. Penggunaan cairan antiseptik untuk membersihkan luka pada kulit. 4. Pemrosesaan alat bekas pakai dekontaminasi, cuci dan bilas,

desinfeksi tingkat tinggi atau sterilisasi) 5. Pembuangan sampah.

I.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA MASALAH KESELAMATAN DAN KEAMANAN KERJA

1. Pengkajian Keperawatan Merupak tindakan mengkaji ada atau tidaknya faktor yang mempengaruhi atau menyebabkan infeksi seperti penurunan daya tahan tubuh, status nutrisi, usia, stress, dan lain-lain. Pengkajian selanjutnya adalah memeriksa ada atau tidaknya tanda klinik infeksi seperti pembengkakan, kemerahan, panas, nyeri pada daerah lokalisasi infeksi dan tanda sistemik seperti demam,

malaise, anoreksia, sakit kepala, muntah dan diare.

2. Diagnosa Keperawatan Resiko terjadinya infeksi berhubungan dengan proses penyebaran kuman.

3. Perencanaan Keperawatan Tujuan : Mencegah terjadi infeksi atau penyebaran kuman.

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

248

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

Rencana tindakan : Melakukan tindakan untuk menghambat penyebaran kuman, seperti mencuci tangan, memakai masker, memakai sarung tangan, sterilisasi dan desinfeksi.

4. Evaluasi Keperawatan Evaluasi ini dilakukan untuk menilai ada atau tidaknya tanda infeksi nosokomial seperti penyebaran kuman ke pasien atau orang lain.

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

248

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

a. Cara Mencuci tangan Mencuci kedua tangan merupakan prosedur awal yang

dilakukan perawat dalam memberikan tindakan keperawataan yang bertujuan membersihkan tangan dari segala kotoran, mencegah terjadinya infeksi silang melalui tangan dan

mempersiapkan bedah atau tindakan pembedahan.

1). Tehnik mencuci biasa Alat dan bahan : a). Air bersih b). Handuk c). Sabun d). Sikat lunak

Pelaksanaan : a). Lepaskan segala benda yang melekat pada derah tangan seperti cincin atau jam tangan. b). Basahi jari tangan, lengan, hingga siku dengan air, kemudian sabuni dan sikat jika perlu c). Bilas dengan air bersih yang mengalir dan keringkan dengan handuk atau lap kering.

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

248

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

b. Tehnik Mencuci dengan desinfektan Alat dan bahan : 1). Air bersih 2). Larutan desinfektan lysol/savlon. 3). Handuk/lap kering

Pelaksanaan : 1. Lepaskan segala benda yang melekat pada daerah tangan, seperti cincin atau jam tangan. 2. Basahi jari tangan, lengan hingga siku dengan air kemudian gerakkan larutan desinfektan (Lysol atau Savlon) dan sikat bila perlu. 3. Bilas dengan air bersih yang mengalir dan keringkan dengan handuk atau lap kering.

c. Tehnik mencuci steril Alat dan bahan : 1) Air mengalir 2) Sikat steril dalam tempatnya. 3) Alkohol 70)% 4) Sabun

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

248

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

Pelaksanaan : 1. Lepaskan segala benda yang melekat pada daerah tangan seperti cincin dan jam tangan. 2. Basahi jari tangan , lengan hingga siku dengan air, kemudian tuang sabun (2 5 ml) ke tangan dan gosokan tangan serta lengan sampai 5 cm di atas siku, kemudian sikat ujung jari,tangan, lengan dan kuku sebanyak kurang lebih 15 kali gosokan, sedangkan telapak tangan 10 kali gosokan hingga siku. 3. Bilas dengan air bersih yang mengalir. 4. Setelah selesai tangan tetap diarahkan ke atas. 5. Gunakan sarung tangan steril.

2. Cara Menggunakan Sarung tangan Sarung tangan digunakan dalam melakukan prosedur tindakan keperawataan dengan tujuan mencegah terjadinya penularan kuman dan mengurangi resiko tertularnya penyakit.

Alat dan Bahan ; a. Sarung tangan b. Bedak/talk. Pelaksanaan : a. Cuci tangan secara menyeluruh b. Bila sarung tangan belum dibedaki, ambil sebungkus bedak dan tuangkan sedikit.

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

248

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

c. Pegang tepi sarung tangan dan masukkan jari jari tangan, pastikan ibi jari dan jari - jari lain tepat pada posisinya. d. Ulangi pada tangan kiri e. Setelah terpasang cakupkan kedua tangan.

3. Cara Menggunakan Masker Tindakan pengamanan dengan menutup hidung dan mulut menggunakan masker bertujuan untuk mencegah atau

mengurangi transmisi droplet mikroorganisme saat merawat pasien.

Alat dan bahan : Masker

Pelaksanaan : 1. Tentukan tepi atas daan bawah bagiaan masker. 2. Pegang kedua tali masker. 3. Ikatan pertama, bagian atas berada pada kepala sedangkan ikatan kedua berada pada bagian belakang leher.

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

248

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

4. Cara Desinfeksi a. Cara desinfeksi dengan mencuci Pelaksanaan : 1. Cuci tangan dengan sabun lalu bersihkan, kemudian siram atau membasahi dengan alkohol 70%. 2. Cucilah luka dengan H2O2, bethadine atau larutan lainnya. 3. Cucilah kulit/jaringan tubuh yang akan di operasi dengan yodium tinktur 5%, kemudian dengan alkohol. 4. Cucilah vulva dengan larutan sublimat atau larutan sejenisnya.

b. Cara desinfeksi dengan mengoleskan Pelaksanaan : Oleskan luka dengan mercurokrom atau bekas luka jahitan menggunakan alkohol atau bethadine.

c. Cara desinfeksi dengan merendam Pelaksanaan : 1. Rendamlah tangan dengan larutan lysol 0,5%. 2. Rendamlah peralatan dengan larutan lysol 3 5% selama 2 jam. 3. Rendamlah alat tenun dengan lysol3 5 % kurang lebih 24 jam.

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

248

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

d. Cara desinfeksi dengan menjemur Pelaksanaan ; Jemurlah kasur,t empat tidur, urinal, pispot dan lain-lain, masing masing permukaan selama 2 jam.

5. Cara Membuat Larutan Desinfektan a. Sabun Alat/bahan : 1. Sabun pada/krim/cair 2. Gelas ukuran 3. Timbangan 4. Sendol makan 5. Alat pengocok 6. Air panas/hanga dalam empatnya 7. Baskom Pelaksanaan : 1. Masukkan 4 gram sabun pada aau krim ke dalam 1 liter air panas/hangat kemudian di aduk sampai laru. 2. Masukkan 3 cc sabun cair ke dalam 1 liter air panas/hangat kemudian diaduk sampai larut. Larutan ini dapat digunakaan untuk mencuci tangan atau peralataan medis.

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

248

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

b. Lysol dan Creolin Alat /bahan : 1. Larutan lysol/creolin 2. Gelas ukuran 3. Baskom berisi air.

Pelaksanaan : 1. Masukan larutan lysol/creolin 0,5% sebanyak 5 cc ke dalam 1 liter air. Larutan Ini dapat digunakan untuk mencuci tangan. 2. Masukan larutan lysol/creolin 2% sebanyak 20 cc atau larutan lysol/creolin 3% sebanyak 30 cc ke dalam 1 liter air. Larutan ini dapat digunakan untuk merendam

peralatan medis.

c. Savlon Alat/Bahan ; 1. Savlon 2. Gelas ukuran 3. Baskom berisi air secukupnya.

Pelaksanaan : 1. Masukkan larutan savlon 0,5% sebanyak 5 cc ke dalam 1 liter air. 2. Masukkan larutan savlon 1% sebanyak 10 cc ke dalam 1 liter air.

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

248

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

6. Cara Sterilsasi Beberapa alat yang perlu disterilisasi ; a. Peralatan logam (pinset, gunting, spekulum, dll). b. Peralatan kaca (semprit, tabung kimia dll) c. Peralatan karet (kateter, sarung tangan, pipa lambung, drain, dll) d. Peralatan eboni (canula rectum, canula trakea, dll) e. Peralatan email (bengkok, baskom dll) f. Peralataan porselin (mangkok, cangkir, piring dll) g. Peralatan plastik (selang infus dll) h. Peralaan tenun (kain kassa, tampon, doek, baju, sprei dll) Pelaksanaan : a. Bersihkan peralatan yang akan di sterilisasikan. b. Peralatan yang dibungkus haru diberi label (nama, jenis obat dan tanggal serta jam sterilisasi). c. Masukkan kedalam sterilisator dan hidupkan sterilisator sesuai dengan waktu yang ditentukan. d. Cara sterilisasi : 1. Sterilisasi dengan merebus dalam air mendidih sampai 100
o

C (15 20 menit) untuk logam, kaca dan karet.

2. Sterilisasi dengan stoom menggunakan uap panas di dalam autoklaf dengan waktu, suhu, tekanan tertentu untuk alat tenun. 3. Sterilisasi dengan panas kering menggunakan oven panas tinggi (logam tajam, dan lain lain)

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

248

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

4. Sterilisasi dengan bahan kimia menggunakan bahan kimia seperti alkohol, sublimat,uap formalin, sarung tangan dan kateter.

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

248

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

TUGAS
1. Proses penyebaran mikroorganisme ke dalam tubuh baik pada manusia maupun hewan dapat melalui berbagai cara antara lain.. 1. Kontak tubuh 2. Makanan dan minuman 3. Serangga 4. Debu 2. Yang termasuk rantai proses infeksi antara lain.. 1. Reservoir 2. Jalan masuk 3. Host 4. Jalan keluar

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

248

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses infeksi antara lain.. 1. Sumber penyakit 2. Serangga 3. Kuman penyebab 4. Udara 4. Yang termasuk sumber infeksi nosokomial antara lain. 1. Pasien 2. Petugas kesehatan 3. Pengunjung 4. Sumber lain 5. Sterilisasi dapat juga dikatakan sebagai tindakan untuk A. Membunuh virus dan spora B. Membunuh spora dan jamur C. Membunuh kuman patogen atau apatogen beserta spora D. Menghambat pertumbuhan spora dan jamur E. Menyebarkan virus dan spora

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

248

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

6. Jenis-jenis sterilisasi antara lain. 1. Sterilisasi cepat 2. Sterilisasi panas kering 3. Sterilisasi gas 4. Radiasi ionisasi 7. Desinfeksi dilakukan denngan menggunakan bahan desinfeksi melalui cara. 1. Merebus 2. Mencuci 3. Memanggang 4. Menjemur 8. Tindakan pencegahan infeksi antara lain. 1. Dekontaminasi 2. Pencucian 3. Sterilisasi 4. Desinfeksi

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

248

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

9. Dibawah ini merupakan cara desinfeksi dengan mencuci antara lain 1. Cuci tangan dengan sabun lalu dibersihkan, kemudian siram atau membasahi dengan alcohol 70% 2. 3. Cucilah luka dengan H2O2, betadine ataularutan lainnya Cucilah kulit atau jaringan tubuh yang akan dioperasi dengan yodium tinktur 5% kemudian dengan alcohol 4. Cucilah vulva dengan larutan sublimat atau larutan sejenisnya

10. Cara desinfeksi dengan merendam antara lain.. 1. Rendamlah tangan dengan larutan Lysol 0,5% 2. Rendamlah peralatan dengan larutan Lysol 3-5 % selama 2 jam 3. Rendamlah alat tenun dengan Lysol 3-5 % lebih kurang 24 jam 4. Rendamlah dengan H2O2 lalu betadine

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

248

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

KRITERIA KEBERHASILAN
Kunci Jawaban : 1. A 2. B 3. D 4. A 5. E 6. D 7. E 8. D 9.D 10. B

Tingkat penguasaan =

Jumlah Jawaban yang Benar Jumlah Soal

100%

Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali 80 - 89% = baik 70 - 79% = cukup < 70% = kurang

NILAI

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

248

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

TOPIK DISKUSI
Diskusikan dengan kelompok Anda hal-hal berikut: Coba lakukan macam-macam cara mencuci tangan sesuai dengan materi yang telah dijelaskan diawal.

Selamat Berdiskusi

laporan hasil
Tuliskan hasil praktikum macam-macam cara mencuci tangan yang telah didemonstrasikan

REFLEKSI DIRI
1. Kendala apa saja yang ditemukan. ................................................................................................................... ................................................................................................................... ................................................................................................................... ................................................................................................................... ................................................................................................................... ................................................................................................................... ................................................................................................................... ...................................................................................................................

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

248

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

2. Bagian yang paling berkesan selama melakukan kegiatan. ................................................................................................................... ................................................................................................................... ................................................................................................................... ................................................................................................................... ................................................................................................................... ................................................................................................................... ................................................................................................................... ................................................................................................................... 3. Apa yang dapat Anda kembangkan setelah menyelesaiakan job sheet ini. ................................................................................................................... ................................................................................................................... ................................................................................................................... ................................................................................................................... ................................................................................................................... ................................................................................................................... ................................................................................................................... ...................................................................................................................

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

248

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

DAFTAR PUSTAKA
Alimul Aziz.2004. Buku Saku Praktikum Kebutuhan Dasar Manusia. ECG:Jakarta Iqbal Mubarak, Wahit. 2007. Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta:EGC Kusyati,eni.2006, Keterampilan Keperawatan Dasar. Jakarta : EGC dan Prosedur Laboratorium

Perry,potter.2005. Fundamental Keperawatan. Edisi 4. Jakarta : EGC Perry,Peterson,Potter. 2005. Keterampilan dan Prosedur Dasar. Eds 5 jakarta : EGC Potter. (2005). Fundamental Keperawatan Konsep, Proses dan Praktik. Jakarta: EGC. Hlm 1502-1533. Priharjo, R (1993). Perawatan Nyeri, pemenuhan aktivitas istirahat. Jakarta : EGC hal : 87 Ramali. A. (2000). Kamus Kedokteran : Arti dan Keterangan Istilah. Jakarta : Djambatan. Shone, N. (1995). Berhasil Mengatasi Nyeri. Jakarta : Arcan. Hlm : 7680 Syaifuddin. (1997). Anatomi fisiologi untuk siswa perawat.edisi-2. Jakarta : EGC. Hlm : 123-136. Tamsuri, A. (2007). Konsep dan penatalaksanaan nyeri. Jakarta : EGC. Hlm 1-63 Tarwoto.2006. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses keperawatan. Jakarta:Salemba Medika.

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

248

Job Sheet

MODUL PR AKTIKU M
Akademi Keperawatan Harum Jakarta

Akademi Keperawatan Harum Jakarta

248