Anda di halaman 1dari 3

PENGKAJIAN PADA SISTEM PERSYARAFAN 1. Mengetahui kondisi klien dengan gangguan sistem persarafan. 2.

Mengetahui status kesadaran dan fungsi saraf- saraf kranial. Alat dan bahan : Langkah langkah : 1. 2. 3. 4. Cuci tangan Kontrak dengan klien Jelaskan tujuan tindakan dan prosedur tindakan yang akan dilakukan Kaji fungsi serebral a. Tingkat kesadaran 5. Fungsi kognitif a. Orientasi terhadap orang, tempat dan waktu Tanyakan pada klien nama, alamat, nama anggota keluarga, sekarang berada dimana. Masing masing pertanyaan diungkapkan secara hati hati untuk menghidari kebingungan. b. Kemampuan untuk mengikuti perintah Meminta klien untuk melakukan perbuatan sederhana, seperti mengambil pensil, lalu diangkat tangannya diatas kepala dan pejamkan mata. c. Menghitung Mintalah klien untuk menghitung mundur dari angka 10 sampai 1. d. Perhatian dan konsentrasi Minta klien untuk mengulangi secara berurut angka- angka. 6. Sistem sensorik a. Bahasa Apakah klien ada afasia reseptif atau afasia ekspresif. - Ketidakmampuan untuk mengerti ungkapan kata kata. Pertama berikan klien suatu instruksi sederhana seperti tutup mata anda. Jika ini dapat dilakukan dengan baik, tingkatkanlah lebih kompleks dengan meminta pergi ke meja dan ambil buku - Ketidakmampuan untuk mengerti tulisan kata- kata. Meminta klien untuk mengikuti instruksi sederhana yang ditulis di kartu dan tunjukkan padanya. - Ketidakmampuan untuk mengekspresikan ide ide secara verbal Menanyakan klien dengan pertanyaan yang memerlukan jawaban lebih kurang ya atau tidak. - Ketidakmampuan mengekspresikan ide ide dalam bentuk tulisan.

Mulailah dengan meminta klien untuk menulis namanya dan alamatnya. 7. Fungsi saraf saraf krania a. Saraf olfaktorius (N I) - Pastikan klien tidak sedang influenza dan hidung mengalami sumbatan - Minta klien menutup matanya lalu menutup 1 lubang hidungnya, letakkan sebuah piring kecil berisi kopi, teh, tembakau, cengkeh dibawah lubang hidung yang tidak tertutup dan minta klien untuk mengidentifikasi bau tersebut. - Ulangi untuk lubang hidung yang satunya lagi dengan bahan yang berbeda. b. Saraf optikus (N II) - Ketajaman penglihatan Menggunakan snellen chart, dimana klien duduk 6 meter dari chart dengan satu mata tertutup. - Lapang pandang Duduk di depan klien dengan jarak 50 75 cm dan minta klien untuk menutup satu matanya yang berhadapan. - Pemeriksaan ophalmoskop c. Saraf okulomotorik (N III), troklear (N IV), dan abdusen (N VI) - Pergerakan okuler Untuk mengetes pergerakkan ekstraokuler, gunakan telunjuk dari anda, letakkan sejauh 18 inchi dari muka klien dan minta klien untuk mengikuti pergerakkan jari dengan menggunakan matanya tanpa menggerakkan kepalanya. - Pupil Pemeriksaan pupil meliputi : ukuran, bentuk dan kesamaan, kemudian pada ruang gelap, nilai kontraksi pupil dengan cahaya senter kecil menuju masing masing mata. - Kelopak mata Observasi juga adanya ptosis (drooping eyelied) d. Saraf trigeminal (N V) Minta klien untuk menutup matanya dan kemudian dengan sentuhan ringan pada bagian yang berbeda dari wajah dengan bola kapas, jarum dan dimana klien merasakan sensasinya. e. Saraf fasial (N VII) - Minta klien tersenyum, mengerut, mengangkat alis dan bersiul.

8. Reflek - reflek

Pemeriksaan kekuatan kelopak mata dengan meminta klien untuk menutup matanya dan pertahankan agar tertutup dan anda mencoba untuk membukanya. Menilai fungsi sensorik dari saraf fasial dengan meletakkan beberapa butir gula pada salah satu sisi bagian untuk mengidentifikasi rasa.