Anda di halaman 1dari 23

ABSTRAK

Sekarang ini, kromatografi sangat diperlukan dalam berbagai analisa skala industri dan pabrik dalam memisahkan suatu campuran senyawa. Dalam kromatografi, komponen-komponen terdistribusi dalam dua fase. Salah satu fase adalah fase diam. Transfer massa antara fase bergerak dan fase diam terjadi bila molekul-molekul campuran serap pada permukaan partikel-partikel atau terserap di dalam pori-pori partikel atau terbagi kedalam sejumlah cairan yang terikat pada permukaan atau didalam pori. Kromatografi dibagi menjadi beberapa macam, dalam makalah ini akan dijelaskan beberapa keterangan tentang beberapa macam kromatografi, antara lain HPLC ( High Performance Liquid Chromatography) dan GC (Gas Chromatography)

Pendahuluan Kromatografi merupakan suatu cara pemisahan fisik dengan unsur-unsur yang akan dipisahkan terdistribusikan antara dua fasa, satu dari fasa-fasa ini membentuk suatu lapisan stasioner dengan luas permukaan yang besar dan yang lainnya merupakan cairan yang merembes lewat atau melalui lapisan yang stasioner. Fasa stasioner mugkin suatu zat padat atau suatu cairan, dan fasa yang bergerak mungkin suatu cairan atau suatu gas. Maka semua jenis kromatografi yang dikenal, terbagi menjadi empat golongan: cair-padat, gas-padat, cair-cair, dan gas-cair. High Performance Liquid Chromtograpy (HPLC) merupakan teknik kromatrografi modern. Kromatografi cairan kolom klasik merupakan prosedur pemisahan yang sudah sangat lazim dimana fase cair yang mobil mengalir lambat lewat kolom karena gravitasi. Umumnya metode itu dicirikan oleh efisiensi kolom yang rendah dan waktu pemisahan yang lama. Namun sejak kira-kira tahun 1969, perhatian dalam teknik kolom cairan hidup kembali dengan sangat menyolok karena dikembangkannya sistem tekanan tinggi oleh Kirchland dan Huber, yang bekerja pada tekanan sampai 2,07 x 107 Nm-2 (3000 p.s.i). Dalam metode ini digunakan kolom berdiameter kecil (1-3 mm) dengan partikel pendukung berukuran sekitar 30 m dan eluen dipompakan ke dalamnya dengan laju alir yang tinggi (sekitar 1-5 cm3m-1). Pemisahan dengan metode ini dilakukan jauh lebih cepat (sekitar 100 kali lebih cepat) daripada dengan kromatografi cairan yang biasa. Meskipun peralatan yang tersedia

termasuk mahal. HPLC telah terbukti luas penggunaannya dalam kimia organik. Pengembangan penerapan dalam anorganik menjadi mungkin. Umumnya metode kromatografi seperti adsorpsi, partisi, dan penukar ion adalah contoh-contoh dari kromatografi kolom. Pada metode kromatografi cair ini digunakan kolom tabung gelas dengan bermacam diameter. Partikel dengan dimensi yang bervariasi digunakan sebagai penunjang stasioner. Banyaknya cairan pada kolom jumlahnya sedemikian rupa sehingga hanya cukup menghasilkan sedikit tekanan untuk memelihara aliran fase bergerak yang seragam. Secara keseluruhan pemisahan ini memakan waktu lama. Berbagai usaha telah dilakukan untuk menambah laju aliran tanpa mengubah tinggi piringan teoritis kolom. Penurunan ukuran partikel penunjang stasioner tidak selalu menguntungkan. Kromatografi cair kinerja tinggi atau high performance liquid chromatography (HPLC) berbeda dari kromatografi cair klasik. HPLC menggunakan kolom dengan diameter umumnya kecil, 2-8 mm dengan ukuran partikel penunjang 50 m; sedangkan laju aliran dipertinggi dengan tekanan yang tinggi. Bila dibandingkan terhadap kromatografi gas-cair/gas-liquid chromatography (GLC), maka HPLC lebih bermanfaat untuk isolasi zat tidak mudah menguap, demikian juga zat yang secara termal tidak stabil. Tetapi ditinjau dari kecepatan dan kesederhanaan, GC lebih baik. Kedua teknik ini komplementer satu sama lainnya, keduanya efisien, sangat selektif hanya memerlukan sampel berjumlah sedikit serta keduanya dapat digunakan untuk analisis kuantitatif.

HPLC( High Performance Liquid Chromatography)

Dalam beberapa tahun ini teknologi HPLC dan pemakaiannya sangat berkembang, HPLC telah menjadi metode analisis rutin dan bahkan preparative pada banyak laboratorium. HPLC secara mendasar merupakan perkembangan tingkat tinggi dari kromatografi kolom. Selain dari pelarut yang menetes melalui kolom dibawah grafitasi, didukung melalui tekanan tinggi sampai dengan 400 atm. Ini membuatnya lebih cepat. HPLC memperbolehkan penggunaan partikel yang berukuran sangat kecil untuk material terpadatkan dalam kolom yang mana akan memberi luas permukaan yang lebih besar berinteraksi antara fase diam dan molekulmolekul yang melintasinya. Hal ini memungkinkan pemisahan yang lebih baik dari komponen-komponen dalam campuran.

Alat HPLC terdiri atas sistem pencampur pelarut yang sangat canggih dan pompa yang mampu menghasilkan tekanan sampai 6000 psi atau 10.000 psi, kolom yang mengandung fase diam (atau lebih tepat penyangga), dan system pendeteksi sinambung yang bermacam-macam jenisnya. Kolom yang tersedia mempunyai

banyak pelat teori (lebih dari 100.000 untuk kolom 100cm), dan kromatografi dilakukan dalam kondisi yang mendekati kondisi ideal demikian rupa sehingga dapat diperoleh pemisahan yang sangat baik; seringkali, hasil dapat diperoleh dalam beberapa menit dan ditafsirkan secara kuantitatif dengan ketepatan yang lumayan. Cuplikan dapat dipisahkan secara preparative. Sedikit banyak HPLC dan GC saling melengkapi. GC telah dilengkapi instrumen dan dikembangkan demikian rupa sehingga daya pisah yang tinggi dan hasil kuantitatif mudah diperoleh. Akan tetapi, GC mensyaratkan bahwa seyawa yang dipisahkan haruslah atsiri. HPLC mempunyai pembatas yang sebanding yaitu cuplikan harus larut didalam zat cair. Akan tetapi ini bukan pembatas yang berat., dan setidaknya HPLC dapat dipakai untuk sebagia besar senyawa tak atsiri dan senyawa berbobot molekul tinggi. Selain itu HPLC dapat dipakai untuk senyawa anorganik, yang sebagian besar tidak atsiri. HPLC biasanya dilakukan pada suhu kamar. Jadi, senyawa yang tidak tahan panas dapat diangani dengan mudah. Pada metode kromatografi cair ini digunakan kolom tabung gelas dengan bermacam diameter.parikel dengan dimensi yang bervariasi digunakan sebagai penunjang stasioner. Banyaknya cairan pada kolom jumlahnya sedemikian rupa sehingga hanya cukup menghasilkan sedikit tekanan untuk memelihara aliran fase bergerak yang seragam. Secara keseluruhan pemisahan ini memakan waktu lama. Berbagai usaha telah dilakukan untuk menambah laju aliran tanpa mengubah tinggi piringan teoritis kolom. Penurunan ukuran partikel penunjang stasioner tidak selalu menguntungkan. Kromatografi cair kinerja tinggi atau High Performance Liquid Chromatography (HPLC) berbeda dari kromatografi cair klasik. HPLC menggunakan kolom dengan diameter umumnya kecil, 2-8 mm dengan ukuran partikel penunjang sedangkan laju aliran dipertinggi dengan tekanan yang tinggi.

Prinsip HPLC Luas puncak kromatografi pada kurva elusi dipengaruhi oleh tiga proses perpindahan massa yaitu difusi Eddy, difusi longitudinal dan transfer massa tidak

setimbang. Sedangkanparameter-parameter yang menentukan proses berlangsungnya proses-prosess tersebut adalah : laju aliran, ukuran partikel, laju difusi dan ketebalan stasioner. Penunjang Penunjang fase diam harus tahan terhadap tekanan. Biasanya penunjang anorganik bersifat stabil dan tahan sampai tekanan 600 atm. Struktur dengan pori-pori yang besar akan rusak bila diberi tekanan tinggi. Penukar ion, mempunyai permeabilitas yang rendah bila diberi tekanan. Penunjang yang baik adalah silica gel dan alumina. Penunjang dengan bahan kimia di permukaannya (bonded phase) mempunyai kelebihan karena tidak perlu dijenuhkan lagi permukaannya oleh fase cair dan idak memerlukan prekolom. Fase diam terikat secara kovalen dengan permukaan zat padat penunjang sehingga diharapkan tidak mudah lepas dan mengkontaminasi eluen. Penunjang dengan kemampuan penukar ion pemakaiannya terbatas,karena mudah terkompresi,tetapi saat ini bermacam resin sintetis yang taha tekanan sampai 200 amosfer sudah dapat diperoleh. Resin demikian mempunyai kapasitas penukar ion antara 3 sampai 5 meq/g. Penunjang fase diam untuk kromatografi eksklusi lebih rumit daripada resin penukar ion. Hamper semua ipe gel dalam kolom untuk jenis eksklusi tidak tahan turun tekanan. dan Penyusutan akibatnya volume efisiensi akan terjadi sehingga menurun.

permeabilitasnya

pemisahan

Pemakaian HPLC dengan prinsip kromatografi adsorpsi banyak digunakan pada industri farmasi dan pestisida. Zat-zat dengan kepolaran berbeda, yaitu antara sedikit polar sampai polar dapat dipisahkan dengan HPLC berdasarkan partisi cair-cair. Asamasam nukleat dapat dipisahkan dengan kolom penukar ion yang dikombinasikan dengan kolom butiran berlapiskan zat berpori. Penukar ion gel silica yang dimodifikasi secara kimia dan penukar ion klasik. Asam-asam nukleat telah terpisahkan pada PLB, waktu analisisnya lebih pendek. Morfin, heroin dan semacamnya telah dapat dipisahkan pada resin Zipax-SAX. Penukar ion gel silica yang dimodifikasi secara kimia mempunyai kapsitas tukar tinggi, vitamin-vitamin yang larut dalam air misalkan telah dapat dipisahkan. Pemakaian HPLC pada kromatografi eksklusi dilakukan dengan kolom panjang, tujuan utama kerjanya tetap sama yaitu penentuan berat molekul polimer dan

masalah-masalah biokimia. Pada umumnya teknik ini dapat digunakan pada setiap metode kolom kromatografi. Bagian-bagian alat HPLC adalah:

Kolom dan pelarut


Ada dua perbedaan dalam HPLC yang bergantung pada polaritas relatif dari pelarut dan fase diam. Fase normal HPLC Kolom diisi dengan partikel silika yang sangat kecil dan pelarut non polar misalnya heksan. Sebuah kolom sederhana memiliki diameter internal 4.6 mm (dan mungkin kurang dari nilai ini) dengan panjang 150 sampai 250 mm. Senyawa-senyawa polar dalam campuran melalui kolom akan melekat lebih lama pada silika yang polar dibanding degan senyawa-senyawa non polar. Oleh karena itu, senyawa yang non polar kemudian akan lebih cepat melewati kolom.

Fase balik HPLC Dalam kasus ini, ukuran kolom sama, tetapi silika dimodifikasi menjadi non polar melalui pelekatan rantai-rantai hidrokarbon panjang pada permukaannya secara sederhana baik berupa atom karbon 8 atau 18. Sebagai contoh, pelarut polar digunakan berupa campuran air dan alkohol seperti metanol. Dalam kasus ini, akan terdapat atraksi yang kuat antara pelarut polar dan molekul polar dalam campuran yang melalui kolom. Atraksi yang terjadi tidak akan sekuat atraksi antara rantai-rantai hidrokarbon yang berlekatan pada silika (fase diam) dan molekul-molekul polar dalam larutan. Oleh karena itu, molekul-molekul polar dalam campuran akan menghabiskan waktunya untuk bergerak bersama dengan pelarut. Senyawa-senyawa non polar dalam campuran akan cenderung membentuk atraksi dengan gugus hidrokarbon karena adanya dispersi gaya van der Waals. Senyawa-senyawa ini juga akan kurang larut dalam pelarut karena membutuhkan pemutusan ikatan hydrogen sebagaimana halnya senyawa-senyawa tersebut berada dalam molekul-molekul air atau metanol misalnya. Oleh karenanya, senyawasenyawa ini akan menghabiskan waktu dalam larutan dan akan bergerak lambat dalam kolom. Ini berarti bahwa molekul-molekul polar akan bergerak lebih cepat melalui kolom. Fase balik HPLC adalah bentuk yang biasa digunakan dalam HPLC.

Diagram alir HPLC

Pompa
1. Pompabolakbalik (reciprocating pump) Paling banyak digunakan Jumlah volume pelarut tidak terbatas Dapat digunakan untuk elusi gradien Menghasilkan aliran berpulsa 2. Pompa jenis penyuntik (syringe pump) Kapasitas ruang pelarut 250 500 mL Untuk kolomkolom kecil (micro bore columns) Menghasilkan aliran bebas pulsa

Injeksi sampel
o Injeksi sample seluruhnya otomatis dan anda tidak akan mengharapkan bagaimana mengetahui apa yang terjadi pada tingkat dasar. Karena proses ini meliputi tekanan, tidak sama halnya dengan kromatografi gas (jika anda telah mempelajarinya) o Waktu retensi, Waktu yang dibutuhkan oleh senyawa untuk bergerak melalui kolom menuju detektor disebut sebagai waktu retensi. Waktu retensi diukur berdasarkan waktu dimana sampel diinjeksikan sampai sampel menunjukkan

ketinggian puncak yang maksimum dari senyawa itu. Senyawa-senyawa yang berbeda memiliki waktu retensi yang berbeda. Untuk beberapa senyawa, waktu retensi akan sangat bervariasi dan bergantung pada:

tekanan yang digunakan (karena itu akan berpengaruh pada laju alir dari pelarut)

kondisi dari fase diam (tidak hanya terbuat dari material apa, tetapi juga pada ukuran partikel)

komposisi yang tepat dari pelarut temperatur pada kolom

Itu berarti bahwa kondisi harus dikontrol secara hati-hati, jika anda menggunakan waktu retensi sebagai sarana untuk mengidentifikasi senyawa-senyawa.

Detektor
Ada beberapa cara untuk mendeteksi substansi yang telah melewati kolom. Metode umum yang mudah dipakai untuk menjelaskan yaitu penggunaan serapan ultra-violet. Banyak senyawa-senyawa organik menyerap sinar UV dari beberapa panjang gelombang. Jika anda menyinarkan sinar UV pada larutan yang keluar melalui kolom dan sebuah detektor pada sisi yang berlawanan, anda akan mendapatkan pembacaan langsung berapa besar sinar yang diserap.

Jumlah cahaya yang diserap akan bergantung pada jumlah senyawa tertentu yang melewati melalui berkas pada waktu itu. Anda akan heran mengapa pelarut yang digunakan tidak mengabsorbsi sinar UV. Pelarut menyerapnya! Tetapi berbeda, senyawa-senyawa akan menyerap dengan sangat kuat bagian-bagian yang berbeda dari specktrum UV. Misalnya, metanol, menyerap pada panjang gelombang dibawah 205 nm dan air pada gelombang dibawah 190 nm. Jika anda menggunakan campuran metanol-air sebagai pelarut, anda sebaiknya menggunakan panjang gelombang yang lebih besar dari 205 nm untuk mencegah pembacaan yang salah dari pelarut.

Interpretasi output dari detektor


Output akan direkam sebagai rangkaian puncak-puncak, dimana masingmasing puncak mewakili satu senyawa dalam campuran yang melalui detektor dan menerap sinar UV. Sepanjang anda mengontrol kondisi kolom, anda dapat menggunakan waktu retensi untuk membantu mengidentifikasi senyawa yang diperoleh, tentunya, anda (atau orang lain) sudah mengukur senyawa-senyawa murninya dari berbagai senyawa pada kondisi yang sama. Anda juga dapat menggunakan puncak sebagai jalan untuk mengukur kuantitas dari senyawa yang dihasilkan.

Jika anda menginjeksi suatu larutan yang mengandung senyawa murni X yang telah diketahui jumlahnya pada instrumen, anda tidak hanya dapat merekam waktu retensi dari senyawa tersebut, tetapi anda juga dapat menghubungkan jumlah dari senyawa X dengan puncak dari senyawa yang dihasilkan.

Area yang berada dibawah puncak sebanding dengan jumlah X yang melalui detektor, dan area ini dapat dihitung secara otomatis melalui layar komputer. Area dihitung sebagai bagian yang berwarna hijau dalam gambar (sangat sederhana).

Jika larutan X kurang pekat, area dibawah puncak akan berkurang meskipun waktu retensi akan sama. Misalnya,

Ini berarti dimungkinkan mengkalibrasi instrumen sehingga dapat digunakan untuk mengetahu berapa jumlah substansi yang dihasilkan meskipun dalam jumlah kecil. Meskipun demikian, harus berhati-hati. Jika anda mempunyai dua substansi yang berbeda dalam sebuah campuran (X dan Y), kita tidak dapat menetukan jumlah relatifnya jika anda menggunakan serapan UV sebagai metode pendeteksinya.

Dalam gambar, area di bawah puncak Y lebih kecil dibanding dengan area dibawah puncak X. Ini mungkin disebabkan oleh karena Y lebih sedikit dari X, tetapi dapat sama karena Y mengabsorbsi sinar UV pada panjang gelombang lebih sedikit dibanding dengan X. Ini mungkin ada jumlah besar Y yang tampak, tetapi jika diserap lemah, ini akan hanya memberikan puncak yang kecil.

GC (Gas Chromatography )

Kromatografi Gas adalah metode kromatografi pertama yang dikembangkan pada jaman instrument dan elektronika yang telah merevolusikan keilmuan selama lebih dari 30 tahun. Sekarang GC dipakai secara rutin di sebagian besar laboratorium industri dan perguruan inggi. GC dapat dipakai untuk setiap campuran yang komponennya atau akan lebih baik lagi jika semua komponennya mempunyai tekanan uap yang berarti pada suhu yang dipakai untuk pemisahan. Tekanan uap atau keatsirian memungkinkan komponen menguap danbergerak bersama-sama dengan fase gerak yang berupa gas. Pada kromatografi cair pembatasan yang bersesuaian ialah komponen cairan harus mempunyai kelarutan yang baik didalam fase gerak yang berupa cairan begitu pula dengan fase diamnya. Kromatografi gas lebih serius daripada pembatasan kelarutan pada kromatografi cair, secara keseluruhan memang demikian. Akan tetapi, jika kita ingat bahwa suhu sampai 4000C dapat dipakai pada kromatografi gas dan bahwa kromatografi dilakukan secara cepat untuk meminimumkan penguraian, pembatasan itu menjadi tidak begitu perlu. Disamping itu, pada KG, senyawa yang tak atsiri sering dapat diubah menjadi turunan yang lebih atsiri dan lebih stabil sebelum kromatografi.

Dalam kromatografi gas, fase bergeraknya adalah gas dan zat terlarut terpisah sebagai uap. Pemisahan tercapai dengan partisi sampel antara fase gas bergerak dan fase diam berupa cairan dengan titik didih tinggi (tidak mudah menguap) yang terikat pada zat padat penunjangnya. Ada beberapa kelebihan kromatografi gas, diantaranya kita dapat menggunakan kolom lebih panjang untuk menghasilkan efisiensi pemisahan yang tinggi. Gas dan uap mempunyai viskositas yang rendah, demikian juga kesetimbangan partisi antara gas dan cairan berlangsung cepat, sehingga analisis relative cepat dan sensitifitasnya tinggi. Fase gas dibandingkan sebagian besar fase cair tidak bersifat reaktif terhadap fase diam dan zat-zat terlarut. Kelemahannya adalah teknik ini terbatas untuk zat yang mudah menguap. Kromatografi gas merupakan metode yang tepat dan cepat untuk memisahkan campuran yang sangat rumit. Waktu yang dibutuhkan beragam, mulai dari beberapa detik untuk campuran sederhana sampai berjam-jam untuk campuran yang mengandung 500-1000 komponen. Komponen campuran dapat diidentifikasikan dengan menggunakan waktu tambat (waktu retensi) yang khas pada kondisi yang tepat. Waktu tambat ialah waktu yang menunjukkan berapa lama suatu senyawa tertahan dalam kolom.waktu tambat diukur dari jejak pencatat pada kromatogram dan serupa dengan volume tambat dalam KCKT dan Rf dalam KLT. Dengan kalibrasi yang benar, banyaknya (kuantitas) komponen campuran dapat pula diukur secara teliti. kekurangan utama KG adalah bahwa ia tidak mudah dipakai untuk memisahkan campuran dalam jumlah besar. Pemisahan pada tingkat miligram mudah dilakukan, pemisahan campuran pada tingkat gram mungkin dapat juga dilakukan tetapi pemisahan dalam tingkat pon atau ton sukar dilakukan kecuali jika tidak ada metode lain. Pada KG dan KCKT, kolom dapat dipakai kembali dan jika dirawat dengan baik dapat tahan lama. Perawatan harus dilakukan karena kolom dapat sangat mahal. Fase diam pada KG biasanya berupa cairan yang disaputkan pada bahan penyangga padat yang lembab , bukan senyawa padat yang berfungsi sebagai permukaan yang menyerap (kromatografi gas-padat). Sistem gas-padat telah dipakai secara luas dalam pemurnian gas dan penghilangan asap, tetapi kurang kegunaannya dalam kromatografi. Pemakaian fase cair memungkinkan kita memilih dari sejumlah fase diam yang sangat beragam yang akan memisahkan hampir segala macam campuran.

Satu-satunya pembatas pada pemilihan cairan yang demikian ialah bahwa zat cair itu harus stabil dan tidak atsiri pada kondisi kromatografi. Akan tetapi, keadaan ini berubah akibat pengembangan fase terikat dan pemakaian kolo kapiler atau kolom tabung terbuka yang sangat efisien. Pada fase terikat, cairan sebenarnya terikat pada penyangga padat atau pada dinding koplom kapiler, tidak hanya disaputkan begitu saja. Pemakaian detector untuk menganalisis efluen kromatograf secara sinambung telah memungkinkan adanya KG dan KCKT. Pada KG, tersedianya berbagai detector, pemakaiannya yang umum untuk banyak jenis senyawa, dan tingkat kepekaannya yang tinggi telah memungkinkan penentuan secara teliti berbagai jenis komponen dalam kisaran yang besar, kadang-kadang dalam jumlah yang sangat kecil. Tersedianya detector selektif, misalnya detector yang hanya mendeteksi senyawa yang mengandung P, N, atau S merupakan hal yang sangat penting pula. Ini berbeda dengan KCKT yang hanya menyediakan lebih sedikit jenis detector dan kurang peka.

Prinsip Kerja GC Suatu gas kromatograf adalah instrumen analisis kimia untuk memisahkan bahan kimia dalam sampel yang kompleks. Suatu gas kromatograf menggunakan flowthrough tabung sempit (/dikenal sbg kolom), melalui konstituen kimia yang berbeda dari suatu sampel lulus dalam aliran gas (carrier gas, fase mobile) dengan kecepatan yang berbeda tergantung pada berbagai kimia dan sifat fisik dan interaksi mereka dengan mengisi kolom tertentu, yang disebut fase stasioner. Sebagai bahan kimia yang keluar akhir kolom, mereka terdeteksi dan diidentifikasi secara elektronik. Fungsi fase stasioner dalam kolom ini adalah untuk memisahkan komponen yang berbeda, sehingga masing-masing untuk keluar dari kolom pada waktu yang berbeda (waktu retensi). Parameter lain yang dapat digunakan untuk mengubah urutan atau waktu dari retensi adalah laju aliran gas pembawa, dan suhu.

Dalam analisis GC, diketahui volume gas atau cairan analyte disuntikkan ke dalam masuk (kepala) dari kolom, biasanya menggunakan microsyringe (atau, serat microextraction fase padat, atau sumber gas sistem switching). Sebagai gas pembawa menyapu analyte molekul melalui kolom, gerakan ini dihambat oleh adsorpsi dari molekul analyte baik ke dinding atau ke kolom mengemasi bahan-bahan dalam kolom. Tingkat di mana molekul-molekul kemajuan sepanjang kolom tergantung pada kekuatan adsorpsi, yang pada gilirannya tergantung pada jenis molekul dan pada fase stasioner material. Karena setiap jenis molekul memiliki tingkat perkembangan yang berbeda, berbagai komponen dari campuran analyte dipisahkan sebagai kemajuan mereka sepanjang kolom dan mencapai akhir kolom pada waktu yang berbeda (waktu retensi). Sebuah detektor digunakan untuk memantau arus keluar dari kolom; demikian, waktu di mana masing-masing komponen mencapai outlet dan jumlah komponen yang dapat ditentukan. Umumnya, zat diidentifikasi (secara kualitatif) dengan urutan di mana mereka muncul (elute) dari kolom dan pada waktu retensi dari analyte dalam kolom

Petunjuk cara kerja Walaupun beberapa system KG sangat rumit, pada dasarnya cara kerjanya sama. Jika KG telah dinyalakan maka dapat dilakukan beberapa langkah berikut ini ; 1. Istrumen diperiksa, terutama jika tidak dipakai terus-menerus. Ini dilakukan untuk mengecek apakah telah dipasang kolom yang tepat, apakah septum injector tidak rusak (apakah ada lubang besar atau bocor karena sering dipakai), apakah sambungan saluran gas kedap, apakah tutup tanur tertutup rapat, apakah semua bagian listrik bekerja dengan baik, dan apakah detector yang terpasang sesuai. 2. Aliran gas kekolom dimulai atau disesuaikan. Ini dilakukan dengan membukan katup utama pada tangki gas dan kemudian memutar katup (diafragma) sekunder kesekitar 15psi dan membuka katup jarum sedikit. Ini memungkinkan aliran gas yang lambat (2-5 ml)/menit untuk kolom kemas dan sekitar 0,5ml/menit untuk kolom kapiler melewati system dan melindungi kolom dan detector terhadap perusakan secara oksidasi. Dalam banyak instrument modern, aliran gas dapat diatur dengan rotameter atau aliran otomatis atau pengendali tekanan, atau dapat dimasukkan melalui modul pengendali berlandas mikroprosesor. Apapun jenisnya, sambungan system (terutama sambungan kolom) harus dicek dengan larutan sabun untuk mengetahui apakah ada

yang bocor, atau dengan larutan khusus untuk mendeteksi kebocoran (SNOOP),atau dapat juga dengan larutan pendeteksi kebocoran niaga. 3. Kolom dipanaskan sampai suhu awal yang dikehendaki. Ini dilakukan, pada instrument buatan lama, dengan memutar transformator tegangan peubah yang mengendalikan gelungan pemanas dalam tanur kesekitar 90 V.

Komponen Fisik Kromatografi Gas

Sisi masuk / Inlet


Inlet kolom (atau injector) menyediakan sarana untuk memperkenalkan sebuah

sampel menjadi aliran kontinu carrier gas. Inlet adalah perangkat keras yang melekat pada kepala kolom. Kolom inlet yang biasa digunakan adalah:

S / SL (Split / Splitless) injector; sampel dimasukkan ke dalam air panas ruangan kecil melalui jarum suntik melalui septum - memfasilitasi panas penguapan sampel dan sampel matriks. Gas pembawa maka baik menyapu keseluruhan (splitless mode) atau sebagian (split mode) dari sampel ke dalam kolom. Dalam modus split, bagian dari sampel / pembawa campuran gas di ruang injeksi habis melalui lubang angin yang terbelah. Split injeksi lebih disukai ketika bekerja dengan analyte sampel dengan konsentrasi tinggi (> 0,1%), sedangkan injeksi splitless paling cocok untuk analisis jejak dengan jumlah analytes rendah. (<0,01%)

On-kolom inlet; sampel di sini diperkenalkan secara keseluruhan tanpa panas. PTV injector; Suhu sampel yang diprogram pengenalan ini pertama kali dideskripsikan oleh Vogt pada 1979. Vogt awalnya mengembangkan teknik sebagai metode untuk pengenalan volume sampel yang besar (hingga 250 ?L) dalam kapiler GC. Vogt memperkenalkan sampel ke dalam kapal pada tingkat yang terkendali injeksi. Suhu dipilih kapal sedikit di bawah titik didih pelarut. Mendidih rendah terus menerus pelarut menguap dan vented melalui jalur perpecahan. Berdasarkan teknik ini, Poy mengembangkan Programmed Vaporising Suhu injector; PTV. Dengan memperkenalkan sampel pada suhu rendah liner awal banyak kerugian klasik teknik injeksi panas dapat dielakkan.

Gas sumber beralih inlet atau gas katup; gas sampel dalam botol koleksi yang terhubung ke apa yang paling sering enam-port switching katup. Aliran gas pembawa tidak terganggu sementara sampel dapat diperluas menjadi sampel dievakuasi

sebelumnya loop. Setelah beralih, isi loop sampel dimasukkan ke dalam aliran gas pembawa.

P / T (Purge-dan-Trap) sistem; Sebuah gas inert adalah menggelegak melalui sampel berair menyebabkan bahan kimia yang mudah menguap tidak larut akan dibersihkan dari matriks. Para volatiles adalah terperangkap pada kolom penyerap (dikenal sebagai perangkap atau konsentrator) pada suhu ambien. Perangkap kemudian dipanaskan dan volatiles diarahkan ke aliran gas pembawa. Sampel memerlukan preconcentration atau pemurnian dapat diperkenalkan melalui sistem seperti ini, biasanya dihubungkan dengan S / SL pelabuhan.

SPME (fase padat microextraction) menawarkan nyaman, biaya rendah alternatif P / T sistem dengan fleksibilitas dari penggunaan jarum suntik dan sederhana dari S / SL pelabuhan.

Kolom

Dua jenis kolom yang digunakan di GC:

Packed kolom 1,5-10 m panjang dan memiliki diameter internal dari 2 - 4 mm. Selang biasanya terbuat dari stainless steel atau kaca dan berisi kemasan halus yang terpisah, inert, padat bahan pendukung yang dilapisi dengan cairan atau padat fase diam. Sifat dari bahan lapisan menentukan jenis bahan apa yang akan adsorbed paling kuat. Jadi banyak kolom yang tersedia yang dirancang untuk memisahkan jenis senyawa tertentu.

Kolom kapiler memiliki diameter internal yang sangat kecil, di urutan beberapa sepersepuluh milimeter, dan panjang antara 25-60 meter adalah umum. Dinding kolom bagian dalam dilapisi dengan bahan aktif (WCOT kolom), beberapa kolom yang semu padat diisi dengan berbagai paralel micropores (PLOT kolom). Sebagian besar kolom kapiler terbuat dari melebur-silika dengan polyimide lapisan luar. Kolom ini fleksibel, sehingga kolom yang sangat panjang dapat luka ke kumparan kecil. Perkembangan dicari di mana fase diam tidak kompatibel mengarah pada solusi geometris paralel kolom dalam satu kolom. Di antara perkembangan baru ini adalah:

1. o internal microFAST dipanaskan kolom, di mana dua kolom, internal kawat pemanas dan sensor suhu digabungkan dalam kolom yang sama sarungnya (microFAST); 2. o Micropacked kolom (1 / 16 OD) adalah kolom-kolom dalam kolom penuh di mana kolom luar angkasa memiliki kemasan yang berbeda dari kolom dalam ruang,

sehingga memberikan perilaku pemisahan dua kolom dalam satu. Mereka dapat dengan mudah masuk ke sisi masuk dan detektor dari instrumen kolom kapiler. Suhuketergantungan adsorpsi molekuler dan tingkat kemajuan sepanjang kolom membutuhkan kontrol yang cermat dari temperatur kolom ke dalam beberapa persepuluh gelar untuk ketelitian kerja. Mengurangi suhu menghasilkan tingkat terbesar pemisahan, tetapi dapat mengakibatkan sangat panjang elution kali. Untuk beberapa kasus suhu ramped baik terus menerus atau dalam langkah-langkah untuk memberikan pemisahan yang diinginkan. Hal ini disebut sebagai program suhu. Kontrol tekanan elektronik juga dapat digunakan untuk memodifikasi laju aliran selama analisis, membantu dalam jangka waktu yang lebih cepat sekaligus menjaga tingkat pemisahan dapat diterima. Pilihan gas pembawa (fasa bergerak) adalah penting, dengan hidrogen menjadi yang paling efisien dan memberikan pemisahan terbaik. Namun, helium memiliki kisaran yang lebih besar yang flowrates dibandingkan dengan hidrogen dalam efisiensi, dengan keuntungan tambahan yang helium tidak mudah terbakar, dan bekerja dengan sejumlah besar detektor. Oleh karena itu, helium merupakan gas carrier paling umum digunakan.

Detectors
Sejumlah detektor digunakan dalam kromatografi gas. Yang paling umum adalah

detektor ionisasi nyala (FID) dan detektor konduktivitas termal (TCD). Keduanya peka terhadap berbagai komponen, dan keduanya bekerja di berbagai konsentrasi. Sementara TCDs pada dasarnya universal dan dapat digunakan untuk mendeteksi komponen apapun selain gas pembawa (selama sebagai konduktivitas termal yang berbeda dari gas pembawa, pada suhu detektor), jumlah besar terutama peka hidrokarbon, dan lebih sensitif untuk mereka daripada TCD. Namun, sebuah FID tidak dapat mendeteksi air. Kedua Detektor juga cukup kuat. Sejak TCD adalah nondestruktif, dapat dioperasikan dalam seri sebelum FID (destruktif), sehingga memberikan deteksi melengkapi analytes yang sama. Detektor lain sensitif hanya untuk jenis zat tertentu, atau bekerja dengan baik hanya dalam kisaran sempit konsentrasi. Mereka termasuk:

Discharge ionisasi detektor (DID), yang menggunakan tegangan tinggi pengeluaran muatan listrik untuk menghasilkan ion.

Menangkap detektor elektron (ECD), yang menggunakan radioaktif Beta partikel (elektron) sumber untuk mengukur tingkat pengambilan elektron.

Api fotometrik detektor (fpd) Detektor ionisasi nyala (FID) Hall detektor konduktivitas elektrolitik (ElCD) Helium ionisasi detektor (HID) Nitrogen Phosphorus Detector (NPD) Detektor selektif massa (MSD) Foto-detektor ionisasi (PID) Kotoran berdenyut * ionisasi detektor (PDD) Energi panas (konduktivitas) penganalisa / detektor (TEA / TCD) Beberapa gas chromatographs terhubung ke spektrometer massa yang bertindak sebagai detektor. Kombinasi ini dikenal sebagai GC-MS. Beberapa GC-MS tersambung ke spektrometer NMR yang berfungsi sebagai cadangan detektor. Kombinasi ini dikenal sebagai GC-MS-NMR. Beberapa GC-MS-NMR tersambung ke spektrofotometer inframerah yang berfungsi sebagai cadangan detektor. Kombinasi ini dikenal sebagai GC-MS-NMR-IR. Harus, bagaimanapun, ditekankan ini sangat jarang terjadi karena sebagian besar analisis diperlukan dapat disimpulkan melalui murni GC-MS.

Metode
Metode adalah kumpulan kondisi di mana beroperasi GC untuk analisis tertentu.

Metode pembangunan adalah proses penentuan kondisi apa yang cukup dan / atau ideal untuk analisis yang diperlukan.

Kondisi yang dapat bervariasi untuk mengakomodasi analisis yang diperlukan termasuk suhu inlet, temperatur detektor, temperatur dan suhu kolom program, pembawa gas dan laju aliran gas pembawa, koloms diam fase, diameter dan panjang,

inlet tipe dan laju aliran, ukuran sampel dan injeksi teknik. Tergantung pada detektor (s) yang diinstal pada GC, mungkin ada sejumlah detektor kondisi yang juga dapat bervariasi. Beberapa GCS juga termasuk katup yang dapat mengubah rute sampel dan pembawa aliran. Timing pembukaan dan penutupan katup tersebut dapat menjadi metode penting untuk pembangunan. Gas kromatograf yang berjalan terus-menerus dalam tiga menit siklus. Dua katup digunakan untuk mengaktifkan pengujian sampel gas ke loop. Setelah mengisi lingkaran dengan pengujian sampel gas, katup diaktifkan lagi menerapkan tekanan gas pembawa ke loop dan memaksa sampel sampel melalui kolom untuk perpisahan. pembawa seleksi gas dan laju aliran khas pembawa gas termasuk helium, nitrogen, argon, hidrogen dan udara. Gas yang digunakan biasanya ditentukan oleh detektor yang digunakan, misalnya, memerlukan DID helium sebagai gas pembawa. Ketika menganalisis sampel gas Namun, kadang-kadang pembawa dipilih berdasarkan sampel matriks, misalnya, ketika menganalisis campuran di argon, sebuah carrier argon lebih disukai, karena argon dalam sampel tidak muncul pada kromatogram. Keselamatan dan ketersediaan juga dapat mempengaruhi pilihan operator, misalnya, hidrogen yang mudah terbakar, dan helium kemurnian tinggi bisa sulit diperoleh di beberapa wilayah di dunia. Kemurnian gas pengangkut juga sering ditentukan oleh detektor, meskipun tingkat kepekaan yang dibutuhkan juga dapat memainkan peranan penting. Biasanya, purities dari 99,995% atau lebih tinggi digunakan. Nama dagang untuk purities khas termasuk Nol Grade, Ultra-High Purity (UHP) Grade, 4,5 Grade dan 5,0 Grade. Aliran gas pembawa mempengaruhi tingkat analisis dalam cara yang sama seperti suhu. Semakin tinggi laju aliran analisis yang lebih cepat, tetapi semakin rendah pemisahan antara analytes. Memilih laju aliran yang sama karena itu kompromi antara tingkat pemisahan dan analisis panjang memilih temperatur kolom. Dengan GCS dibuat sebelum tahun 1990-an, laju aliran pembawa dikendalikan secara tidak langsung dengan mengontrol tekanan inlet kapal induk, atau kepala kolom tekanan. Laju aliran yang sebenarnya adalah diukur pada kolom outlet atau detektor dengan flow meter elektronik, atau aliran gelembung meter, dan dapat menjadi terlibat, memakan waktu lama, dan proses frustrasi. Pengaturan tekanan tidak dapat bervariasi selama berjalan, dan dengan demikian pada dasarnya aliran konstan selama analisis. Hubungan antara laju aliran dan tekanan inlet dihitung dengan persamaan

Poiseuille untuk kompresibel cairan.

Inlet jenis dan laju aliran Inlet pilihan tipe dan tergantung pada teknik injeksi jika sampel adalah dalam bentuk cair, gas, adsorbed, atau bentuk padat, dan apakah pelarut hadir matriks yang harus menguap. Sampel terlarut dapat diperkenalkan secara langsung ke kolom melalui injector COC, jika kondisi sangat terkenal, jika sebuah matriks pelarut harus menguap dan sebagian dihapus, S / SL injector digunakan (teknik injeksi yang paling umum); gas sampel ( misalnya, udara silinder) biasanya disuntikkan dengan menggunakan gas beralih sistem katup; adsorbed sampel (misalnya, pada adsorben tabung) diperkenalkan baik menggunakan eksternal (on-line atau off-line) aparat desorption seperti pembersihan-dan-sistem perangkap , atau desorbed di S / SL injector (SPME aplikasi).

Ukuran sampel dan teknik injeksi Analisis kromatografi yang sesungguhnya dimulai dengan pengenalan sampel ke kolom. Pengembangan kromatografi gas kapiler mengakibatkan banyak masalah praktis dengan teknik injeksi. Teknik on-kolom injeksi, sering digunakan dengan kolom dikemas, biasanya tidak mungkin dengan kolom kapiler. Sistem injeksi, di gas kapiler kromatograf, harus memenuhi dua persyaratan sebagai berikut: 1. Disuntikkan jumlah seharusnya tidak membebani kolom. 2. Lebar plug harus disuntikkan kecil dibandingkan dengan penyebaran karena proses kromatografi. Kegagalan untuk mematuhi persyaratan ini akan mengurangi kemampuan pemisahan kolom. Sebagai aturan umum, volume injeksi, Vinj, dan volume sel detektor, Vdet, harus sekitar 1 / 10 dari volume yang ditempati oleh porsi yang berisi sampel molekul bunga (analytes) ketika mereka keluar dari kolom.

Beberapa persyaratan umum, yang teknik injeksi yang baik harus memenuhi, adalah:

Harus mungkin untuk mendapatkan pemisahan kolom efisiensi optimum. Ini harus memungkinkan akurat dan suntikan dapat diulangi sejumlah kecil sampel yang representatif.

Ini seharusnya tidak menyebabkan perubahan dalam komposisi sampel. Tersebut tidak boleh menunjukkan diskriminasi berdasarkan perbedaan titik didih, polaritas, konsentrasi atau termal / katalitik stabilitas.

Harus berlaku untuk analisis jejak juga untuk sampel yang belum dicairkan.

Suhu dan suhu kolom program Kolom (s) dalam GC yang terkandung dalam oven, suhu yang justru dikendalikan secara elektronis. (Ketika membahas suhu kolom, seorang analis secara teknis mengacu pada kolom suhu oven. Perbedaan, bagaimanapun, adalah tidak penting dan tidak akan dilakukan selanjutnya dalam artikel ini.) Tingkat di mana sampel melewati kolom berbanding lurus dengan temperatur kolom. Kolom Semakin tinggi suhu, semakin cepat sampel bergerak melalui kolom. Namun, sampel bergerak lebih cepat melalui kolom, semakin sedikit berinteraksi dengan fase stasioner, dan kurang analytes dipisahkan. Secara umum, suhu kolom dipilih untuk kompromi antara panjang analisis dan tingkat pemisahan.

Sebuah metode yang memegang kolom pada suhu yang sama untuk seluruh analisis disebut isotermal. Sebagian besar metode Namun, meningkatkan suhu kolom selama analisis, suhu awal, laju kenaikan suhu (suhu jalan) dan suhu akhir disebut program suhu.

Sebuah program yang memungkinkan analytes suhu yang elute awal dalam analisis untuk memisahkan secara memadai, sementara memperpendek waktu yang diperlukan untuk akhir-eluting analytes melewati kolom.

Rekorder
Rekorder berfungsi sebagai pengubah sinyal dari detektor yang diperkuat melalui elektrometer menjadi bentuk kromatogram. Dari kromatogram yang diperoleh dapat dilakukan analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif dengan cara membandingkan waktu retensi sampel dengan standar. Analisis kuantitatif dengan menghitung luas area maupun tinggi dari kromatogram (Hendayana, 2001). Sinyal analitik yang dihasilkan detektor dikuatkan oleh rangkaian elektronik diolah agar bisa

oleh rekorder atau sistem data. Sebuah rekorder bekerja dengan

menggerakkan kertas dengan kecepatan tertentu. di atas kertas tersebut dipasangkan pena yang digerakkan oleh sinyal keluaran detektor sehingga posisinya akan berubah-ubah sesuai dengan dinamika keluaran penguat sinyal detektor. Hasil

rekorder adalah sebuah kromatogram berbentuk pik-pik dengan pola yang sesuai dengan kondisi sampel dan jenis detektor yang digunakan. Rekorder biasanya dihubungkan dengan sebuah elektrometer yang

dihubungkan dengan sirkuit pengintregrasi yang bekerja dengan menghitung jumlah muatan atau jumlah energi listrik yang dihasilkan oleh detektor. Elektrometer akan melengkapi pik-pik kromatogram dengan data luas pik atau tinggi pik lengkap dengan biasnya. Sistem data merupakan pengembangan lebih lanjut dari rekorder dan elektrometer dengan melanjutkan sinyal dari rekorder dan elektrometer ke sebuah unit pengolah pusat (CPU, Central Procesing Unit).

Analisis kualitatif Umumnya data kromatografi disajikan sebagai grafik respons detektor (sumbu y) terhadap waktu retensi (x-axis), yang disebut kromatogram. Hal ini memberikan puncak spektrum untuk sampel yang mewakili analytes hadir dalam sampel eluting dari kolom pada waktu yang berbeda. Waktu retensi dapat digunakan untuk mengidentifikasi metode analytes jika kondisi konstan. Selain itu, pola puncak akan konstan untuk contoh di bawah kondisi konstan dan dapat mengidentifikasi campuran analytes kompleks. Dalam aplikasi modern namun GC terhubung ke spektrometer

massa atau serupa detektor yang mampu mengidentifikasi analytes diwakili oleh puncak. Hasil akan direkam sebagai urutan puncak-puncak; setiap puncak mewakili satu senyawa dalam campuran yang melalui detektor. Sepanjang anda mengontrol secara hati-hati kondisi dalam kolom, anda dapat menggunakan waktu retensi untuk membantu mengidentifikasi senyawa yang tampak-tentu saja anda atau seseorang lain telah menganalisa senyawa murni dari berbagai senyawa pada kondisi yang sama.

Area dibawah puncak sebanding dengan jumlah setiap senyawa yang telah melewati detektor, dan area ini dapat dihitung secara otomatis melalui komputer yang dihubungkan dengan monitor. Area yang akan diukur tampak sebagai bagian yang berwarna hijau dalam gambar yang disederhanakan. Perlu dicatat bahwa tinggi puncak tidak merupakan masalah, tetapi total area dibawah puncak. Dalam beberapa contoh tertentu, bagian kiri gambar adalah puncak tertinggi dan memiliki area yang paling luas. Hal ini tidak selalu merupakan hal seharusnya.. Mungkin saja sejumlah besar satu senyawa dapat tampak, tetapi dapat terbukti dari kolom dalam jumlah relatif sedikit melalui jumlah yang lama. Pengukuran area selain tinggi puncak dapat dipergunakan dalam hal ini Area di bawah puncak juga sebanding dengan jumlah analyte hadir dalam kromatogram. Dengan menghitung daerah puncak menggunakan fungsi matematika integrasi, konsentrasi suatu analyte dalam sampel asli dapat ditentukan. Konsentrasi dapat dihitung menggunakan kurva kalibrasi dibuat dengan menemukan jawaban untuk serangkaian konsentrasi analyte, atau dengan menentukan faktor respons relatif dari analyte. Faktor respons relatif adalah rasio yang diharapkan dari sebuah analyte untuk standar internal (atau eksternal standar) dan dihitung dengan mencari tanggapan dari jumlah yang diketahui dan konstan analyte jumlah standar internal (kimia ditambahkan ke dalam sampel di konstan konsentrasi, dengan waktu retensi yang

berbeda ke analyte). Pada sebagian besar GC-MS modern sistem, perangkat lunak komputer digunakan untuk menggambar dan mengintegrasikan puncak.

Kesimpulan

A. HPLC merupakan salah satu metode kromatografi cair yang menggunakan fasa diam yang ditempatkan dalam suatu kolom tertutup dan juga fasa geraknya berupa pelarut yang dialirkan dengan cepat ke dalam kolom dengan bantuan pompa/tekanan.

B. Komponen dari HPLC adalah: GradienController/Solvent Reservoir : Fungsinya untuk menampung fasa gerak yang akan dialirkan kedalam kolom dengan bantuan pompa. Pompa: Fungsinya untuk mendorong fasa gerak masuk kedalam kolom. Sample Introductions/Injector : Fungsinya sebagai tempat memasukkan cuplikan/sample dengan bantuan syringe. Kolom: Merupakan jantung dari sistem HPLC, karena didalam kolomlah terjadi pemisahan komponen-komponen cuplikan. Detektor: Fungsinya untuk mendeteksi komponen-komponen cuplikan hasil pemisahan kolom. Data Output : Fungsinya untuk menampilkan hasil yang diperoleh. C. Kromatografi gas adalah proses pemisahan campuran menjadi komponenkomponennya dengan menggunakan gas sebagai fase bergerak yang melewati suatu lapisan serapan (sorben) yang diam. D. Alat yang dipergunakan dalam proses kromatografi gas antara lain: silinder tempat gas pembawa, pengatur aliran dan tekanan, tempat injeksi sampel, kolom, detektor, amplifier, pencatat, oven. Gas pembawa dengan tekanan tertentu dialirkan secara konstan melalui kolom yang berisi fase diam.

E. Keuntungan utama kromatografi gas adalah waktu analisis yang singkat dan ketajaman pemisahan yang tinggi. Sedangkan kekurangannya adalah teknik kromatografi gas terbatas untuk zat yang mudah menguap. F. Kromatografi gas digunakan untuk analisa kualitatif dan kuantitatif terhadap cuplikan yang komponen-komponennya dapat menguap pada suhu percobaan.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 1995, Farmakope Indonesia.Edisi IV.hal. 102. DepKes RI. Jakarta

Gritter, dkk., 1991, Pengantar Kromatografi. Hal.34-35,186. ITB Press. Bandung

Khopkar, S.M. 1990. Konsep Dasar Kimia Analitik. Hal.160,166, 167-168. UI Press. Jakarta

Mulja, Muhammad & Suharman, 1995, Analisis Instrumental. Hal 150. Airlangga University Press. Surabaya

Kromatrografi, Chemistry Team, WWW.Chemistry.org, diakses tanggal 25 april 2010

HPLC(High Performance Liquid Chromatography), Chrisye Dwi Puspita, WWW.Scribd.com, Diakses tanggal 24 april 2010