Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN KELOMPOK XX BLOK MATA SKENARIO II KELAINAN MATA MERAH TANPA PENURUNAN VISUS

OLEH : KELOMPOK 20 G0010062 G0010070 G0010092 G0010096 G0010126 G0010138 G0010060 G0010188 G0010204 G0010142 Dwi Budi Narityastuti Eli Dwy Purbaningrum Heigy Mutiha Putri Icha Dithyana Muhammad Alfian Niza Nurul Miftah Dimas Alan Setiawan Tatas Bayu Mursito Zefania Yonisa P. Nur Izah Ameta
NAMA TUTOR :

Nur Hafida, dr.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET 2010

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Kelainan mata dapat dikategorikan dalam mata tenang dan mata merah, dimana mata tenang dapat disertai dengan visus normal dan penurunan visus secara mendadak maupun perlahan. Sedangkan mata merah dapat disertai dengan visus normal dan visus turun mendadak. Namun, pada skenario terjadi pada penderita dengan mata merah yang visusnya normal (tidak turun). Berikut ini adalah permasalahan pada skenario 2 Mata Merah tapi visusnya kok tidak turun? Koas Sumanto saat jaga IGD Rumah Sakit Dr. Moewardi mendapatkan pasien seorang perempuan usia 40 tahun dengan keluhan mata kanan merah sejak 3 hari yang lalu. selain itu ia meraa gatal, berair, kelopak mata bengkak dan lengket ketika bangun tidur di pagi hari. akan tetapi pasien tidak mengeluh pandangan matanya kabur ataupun silau. pada pemeriksaan didapatkan: VOD 6/6, pada konjungtiva bulbi didapatkan infeksi konjungtiva, konjungtiva palpebra hiperemi, dan sekret, kornea jernih. setelah melapor kepada senior jaga, Koas Sumanto disuruh melengkapi pemeriksaan, dan memberi usulan pemeriksaan atau terapi untuk pasien tersebut. selanjutnya pasien diperbolehkan rawat jalan. B. RUMUSAN MASALAH 1. Bagaimana anatomi dan histologi konjungtiva? 2. Bagaimana patofisiologi gejala-gejala pada skenario? 3. Bagaimana hasil analisis pemeriksaan yang dilakukan? 4. Mengapa mata pasien merah tetapi visusnya normal? 5. Apa saja pemeriksaan penunjang yang diperlukan? 6. Mengapa pasien diperbolehkan rawat jalan? 7. Apa saja diagnosis banding penyakit dalam skenario? 8. Bagaimana penatalaksanaan pasien dalam skenario? C. TUJUAN 1. Mengetahui anatomi dan histologi konjungtiva.

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Mengetahui patofisiologi gejala-gejala pada skenario. Mengetahui hasil analisis pemeriksaan yang dilakukan. Mengetahui penyebab mata pasien merah tetapi visusnya normal. Mengetahui pemeriksaan penunjang apa saja yang diperlukan. Mengetahui alasan pasien diperbolehkan rawat jalan. Mengetahui diagnosis banding dari penyakit dalam skenario. Mengetahui penatalaksanaan pasien dalam skenario.

D. MANFAAT Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami dasar teori meliputi etiologi, patologi, dan patofisiologi mengenai penyakit mata, sehingga dapat menegakkan diagnosis dan memberikan penanganan yang tepat pada pasien.