Anda di halaman 1dari 27

FUNGSI UNSUR HARA ESENSIAL (MAKRONUTRIEN & MIKRONUTRIEN)

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Kelompok 2: Alfindora M.A (090210103055) Nikmatul Hidayah (090210103079) Irfan fauzi (100210103018) Dwi Putri Agustin (100210103041) Meita Valentina Zuhro (100210103065) Haqqi Anajili (100210103067)

Unsur hara Makro dan Mikro


Unsur Hara Makro. Kelompok I = C, H dan O. Diserap dalam bentuk molekul = CO2, H2O dan O2. Kelompok II = N, S dan P. Diserap dalam bentuk anion = NO3-, SO4-, dan H2PO4 Kelompok III = K+, Ca2+ dan Mg2+. Diserap dalam bentuk kation = K. Ca dan Mg. Unsur Hara Mikro. meliputi: Fe, Mn, B, Mo, Cu, Zn,Cl dan Ni.

UNSUR HARA PENYUSUN TANAMAN


C 47% H 7%
O 44% N 0,2-2%

90% Air
10% Bhn Kering

CO2

O2 H2O

NO3K+
2+

NH4+

Fe3+ Mn2+

H2O
H2PO4-

Bo33MoO42Co2+

O2
Ca2+ SO4-

HPO4-

Mg2+

Cl-

Zn2+

A. Unsur Hara Makro


1. Karbon (C)

Sebagai pembangun bahan organik karena sebagian besar bahan kering tanaman terdiri dari bahan organik, contohnya CO2 yang menjadi komponen utama penyusun tumbuhan

2. Oksigen Terdapat dalam bahan organik sebagai atom dan termasuk pembangunan bahan organik. Diambil dari tanaman berupa C02, sumbernya tidak terbatas dan diperlukan untuk bernafas.

3. Hidrogen Merupakan elemen pokok pembangunan bahan organik, sumbernya dari air dan jumlahnya tidak terbatas.

4. Nitrogen (N) Diserap dalam bentuk : NO3- NH4Fungsi : Pembentukan atau pertumbuhan bagian vegetatif tanaman, seperti daun, batang dan akar. Berperan penting dalam hal pembentukan hijau daun Membentuk protein, lemak dan berbagai persenyawaan organik. Meningkatkan mutu tanaman penghasil daun-daunan. Meningkatkan perkembangbiakan mikro-organisme di dalam tanah.

5. Fosfor (P)
Diserap dalam bentuk : H2PO4- HPO4 Fungsi : Merangsang pertumbuhan akar, khususnya akar benih/tanaman muda. Mempercepat serta memperkuat pertumbuhan tanaman muda menjadi tanaman dewasa dan menaikkan prosentase bunga menjadi buah/biji. Membantu asimilasi dan pernafasan sekaligus mempercepat pembungaan dan pemasakan buah, biji atau gabah. Sebagai bahan mentah untuk pembentukan sejumlah protein tertentu.

6. Kalium (K) Diserap dalam bentuk : K+ Fungsi Kalium bagi tanaman adalah : Membantu pembentukan protein dan karbohidrat. Berperan memperkuat tubuh tanaman, mengeraskan jerami dan bagian kayu tanaman, agar daun, bunga dan buah tidak mudah gugur. Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kekeringan dan penyakit. Meningkatkan mutu dari biji/buah.

7. Kalsium (Ca) Diserap oleh tanaman dalam bentuk: Ca++ Fungsi : Merangsang pembentukan bulu-bulu akar Berperan dalam pembuatan protein atau bagian yang aktif dari tanaman Memperkeras batang tanaman dan sekaligus merangsang pembentukan biji Menetralisir asam-asam organik yang dihasilkan pada saat metabolisme Kalsium yang terdapat dalam batang dan daun dapat menetralisirkan senyawa atau suasana keasaman tanah

8. Magnesium (Mg) Diserap oleh tanaman dalam bentuk: Mg++ Fungsi : Magnesium merupakan bagian tanaman dari klorofil Merupakan salah satu bagian enzim yang disebut Organic pyrophosphatse dan Carboxy peptisida Berperan dalam pembentukan buah

9. Belerang (Sulfur = S) Diserap dalam bentuk: SO4Fungsi belerang bagi tanaman ialah: Berperan dalam pembentukan bintil-bintil akar Merupakan unsur yang penting dalam beberapa jenis protein dalam bentuk cystein, methionin serta thiamine Membantu pertumbuhan anakan produktif Merupakan bagian penting pada tanaman-tanaman penghasil minyak, sayuran seperti cabai, kubis dan lain-lain Membantu pembentukan butir hijau daun

B. Unsur Hara Mikro


1. Besi (Fe) Diserap oleh tanaman dalam bentuk: Fe++ Fungsi : Zat besi penting bagi pembentukan hijau daun (klorofil) Berperan penting dalam pembentukan karbohidrat, lemak dan protein Zat besi terdapat dalam enzim Catalase, Peroksidase, Prinodic hidroginase dan Cytohrom oxidase

2. Mangan (Mn)
Diserap dalam bentuk: Mn++ Fungsi :

Pembentukan protein dan vitamin terutama vitamin C Mempertahankan kondisi hijau daun pada daun yang tua Sebagai enzim feroksidase dan sebagai aktifator macam-macam enzim Berperan sebagai komponen penting untuk lancarnya proses asimilasi

3. Boron (B) Diserap dalam bentuk: BSO3Fungsi : Transportasi karbohidrat dalam tubuh tanaman Meningkatkan mutu tanaman sayuran dan buah-buahan Berperan dalam pembentukan/pembiakan sel terutama dalam titik tumbuh pucuk, juga dalam pembentukan tepung sari, bunga dan akar Boron berhubungan erat dengan metabolisme Kalium (K) dan Kalsium (Ca)

4. Molibdenum (Mo) Diserap dalam bentuk: Mo O4Fungsi : Berperan dalam mengikat (fiksasi) N oleh mikroba pada leguminosa Sebagai katalisator dalam mereduksi N Berguna bagi tanaman jeruk dan sayuran

5. Tembaga (Cu) Diambil dalam bentuk: Cu++ Fungsi : Diperlukan dalam pembentukan enzim seperti: Ascorbic acid oxydase, Lacosa, Butirid Coenzim A. Dehidrosenam Berperan penting dalam pembentukan hijau daun (khlorofil)

6. Seng (Zincum = Zn) Diserap oleh tanaman dalam bentuk: Zn++ Fungsi Dalam jumlah yang sangat sedikit dapat berperan dalam mendorong perkembangan pertumbuhan Diperkirakan persenyawaan Zn berfungsi dalam pembentukan hormon tumbuh (auxin) dan penting bagi keseimbangan fisiologis Berperan dalam pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan biji/buah

7. Khlor (Cl) Diserap oleh tanaman dalam bentuk: Cl Fungsi unsur hara Khlor (Cl) bagi tanaman ialah: Memperbaiki dan meninggikan hasil kering dari tanaman seperti: tembakau, kapas, kentang dan tanaman sayuran Banyak ditemukan dalam air sel semua bagian tanaman Banyak terdapat pada tanaman yang mengandung serat seperti kapas, sisal

8. Nikel Bentuk yang tersedia bagi tumbuhan adalah Ni2+ nikel merupakan Kofaktor untuk suatu enzim yang berfungsi dalam metabolisme nitrogen

Benefisial elements

Pengertian Benefisial Elements


Berbagai elemen mineral yang mendorong pertumbuhan tanaman tetapi tidak mutlak dibutuhkan untuk kepentingan daur hidup tanaman

Ciri Benefisial Elements


Tanpa elemen tambahan, tumbuhan masih dapat menyempurnakan daur hidupnya Tidak secara langsung berperan dalam tumbuhan Termasuk elemen spesifik yang dibutuhkan oleh tanaman tertentu

Fungsi Benefisial Elements


mengimbangi efek racun dari elemen elemen yang lain menggantikan nutrisi mineral dalam bebrapa fungsi lain mencapai pertumbuhan optimum

Macam Elemen Tambahan


Sodium
Mikroelemen esensial pada tanaman yang melakukan fotosintesis dengan jalur C4, tapi tidak untuk beberapa tanaman yang menggunakan jalur C3.

Silikon
Penting untuk tanaman rumput-rumputan. Silikon terakumulasi dalam dinding sel. Silikon berfungsi menguatkan dinding sel, merintangi penyakit pada batas sel dan meregulasi temperatur sel. Silikon sebagai elemen tambahan dapat menyeimbangkan efek racun dari mangan, besi, fosfor dan alumunium

Kobalt
Kobalt penting dan dibutuhkan untuk fiksasi nitrogen pada tanaman polong-polongan

Selenium
Selenium bersifat toksik pada kebanyakan tanaman, tetapi anggota dari genus Astragalus toleran terhadap selenium dengan konsentrasi tinggi.