Anda di halaman 1dari 2

Aslm pertama-tama saya ucapkan terima kasih pada bapak dan ibu yg telah memberikan waktu dan kesempatan

pada saya untuk mempresentasikan makalah saya yang bejudul penerapan ground anchor untuk meminimalisasi kebutuhan tiang pancang di jetty pulau laut. Dimana makalah ini merupakan hasil dari studi kasus pada proyek palm oil refinery complex pulau laut, kalsel secara umum pemaparan kali ini akan merepresentasikan hal-hal penting dari makalah saya, natinya presentasi akan dibagi menjadi beberapa bagian antaralain : latar belakang, tujuan, review desain, metode pelaksanaan, analisa efisiensi dan kesimpulan. Sebelumnya akan saya sajikan data umum dari palm oil refinery complex sebagai berikut : Salah satu paket pekerjaaan yang dilaksanakan pada complex project ini adalah pembanngunan jetty area. Jetty sendiri dibagi menjadi 4 scope pekerjaan. Problem muncul ketika hasil soil investigation menunjukkan kondisi tanah yang jelek. Seperti terlihat, tanah sampai kedalaman 22 m dari permukaan tanah laut, didominasi nilai Nspt = 1, tanah kerasa dengan nspt baru ditemui pada kedalaman 23 m. ini menyebabkan struktur bawah lemah terhadap gaya-gaya tension, seperti . kondisi ini sangat berbahaya karena gaya tension yg akan bekerja pada struktur cukup tinggi, mencapai 160 ton. Untuk mengatasi masalah ini terdapat beberapa alternatif solusisalah satunya dgn menambahkan ground anchor. Sebenarnya metode sudah lumrah dilakukan dalam pekerjaan konstruksi, namun metode ini umumnya digunakan pada bangunan2 gedung terutama yang memiliki area kerja underground sebagai penahan tanah sementara (temporary ground anchor). Penerapan metode anchor pada pile sendiri bar digunakan wika pertama kali pada kasus jetty pulau laut. Selanjutnya tujuan yang ingin dicapai ada penyusunan makalah ini adalah : Yang pertama, review desain, yaitu melakukan kalkuasi teknis pekerjaan ground anchor, mulai dari menghitung gaya, besarnya kebutuhan ground anchor dll. Yang kedua, mebuat metode pelaksanaan ground anchor pekerjaan jetty yang efisien, hingga diharapkan dapat menjadi acuan dan diterapkan pada proyek2 serupa sehingga dapat mengantisipasi terjadinya keterlambatan dalam pekerjaan serupa. Yang terakhir adalah menghitung efisiensi pekerjaan ground anchor ini apabila dibandingkan dng metode konvensional. Aspek efisiensi yang dikaji adalah meliputi aspek biaya, mutu dan waktu. Disamping itu jga diiringi dengan analisa resiko dan aspek safety pekerjaan GA. YANG PERTAMA adalah review desain, dalam melakukan pemodelan GA ini input yang digunakan adalah : Selanjutnya dibuat model struktur bresting dolphin dgn menggunakan program SAP2000, dengan tujuan untuk mengetahu besarnya gaya yang terjadi pada masing-masing pancang. Ini dijadikan patokan untuk perhitungan ground anchor selanjutnya.

YANG KEDUA adalah metode kerja. Secara umum ada 4 scope pekerjaan penting pada metode GA ini, yang pertama soil drilling. Pekerjaan drilling dilakukan di atas platform kerja yg telah disiapkan

sebelumnya. Drilling dilakukan dengan metode rotary percussive drilling. Panjang pengeboran adalah sepanjang soft soil + dengan panjang tanah keras untuk pengangkuran atau disebut dengan bond length

Selanjutnya dilanjutkan dengan pekerjaan instalasi tendon. Tendon yang elah terakit sebelumnya di workshop diangkat dengan menggunakan bantuan crane dan di install secara manual. Untuk memperlancar penetrasi tendon kke dalam lubang pengeboran, sembari memasukkan tendon dilakukan flushing, atau penyemprotan air melalui ipa tremie, ini untuk memperlancar masuknya tendon sampai kekedalaman yg ditetapkan. Setelah instalasi selesai ujung tendon dipasangi stopper. Untuk menghindari kelongsoran lubang bro, sebaiknya istalasi tendon dilakukan sesegera mungkin setelah pengeboran selesai. Tahap selanjutnya adalah grouting

Dalam managemen konstruksi, aspek biaya-mutu-waktu menjadi hal itu, untuk itu setelah mengulas desain teknis dan metode konstruksi ground anchor. Selanjutnya akan dibahas aspek BMW dari pekerjaan GA ini dengan medote konvensional sebagai pembanding. Sehingga dapat diketahui apakah metode GA ini layak digunakan sebagai alternative penambahan pull out capacity tiang pancang.