Anda di halaman 1dari 44

PEDOMAN

TUNJANGANKHUSUS JENJANGPENDIDIKANDASAR
DIREKTORATPEMBINAANPENDIDIKDANTENAGAKEPENDIDIKAN PENDIDIKANDASAR DIREKTORATJENDERALPENDIDIKANDASAR KEMENTERIANPENDIDIKANNASIONAL 2011

Pengesahan Validasi Verifikasi Reviu

Pejabat Dra.PoppyDewiP.,MA Drs.YohanSusanto,MM YuliaSusanti,S.Pd.,MA

TandaTangan

KATAPENGANTAR Guru merupakan pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, danmengevaluasipesertadidikpadapendidikananakusiadinijalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Untukdapatmelaksanakantugastersebutsecaraefektifdanefisien, guru selain harus memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional, juga harus memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme, serta memiliki komitmen untuk meningkatkan mutupendidikan. UndangundangNomor14tahun2005tentangGurudanDosen mengamanatkan bahwa guru sebagai tenaga profesional berhak untuk memperoleh penghasilan di atas kebutuhan minimum dan jaminankesejahteraansosial.Untukitu,salahsatuupayamemberi penghargaandanmeningkatkankesejahteraanguruadalahdengan memberikantunjangankhususkepadaguruyangbertugasdidaerah khusus. Hal ini sejalan dengan Pasal 10 Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2009 yang menyatakan bahwa guru yang ditugaskan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah di daerah khusus sesuai peraturan perundangundangan diberi tunjangan khusussetiapbulanselamamasapenugasan. Pada tahun 2011 ini program pemberian tunjangan khusus masih berupa pemberian bantuan kesejahteraan guru daerah khusus. Saat ini Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar sedang mengupayakan usulan tambahan anggaran pada APBNP untuk merealisasikan pemberian tunjangan khusus bagi guru yang
i

bertugas di daerah khusus sebesar setara dengan 1 (satu) kali gaji pokok pegawai negeri sipil. Kebijakan ini merupakan bukti bahwa Pemerintah secara terusmenerus berusaha meningkatkan profesionalismegurudankesejahteraanguru. Pedoman ini disusun sebagai acuan bagi Dinas Pendidikan Provinsi,DinasPendidikanKabupaten/Kota,danpihaklainnyayang terkaitdalammelaksanakanpemberiantunjangankhususbagiguru yang bertugas di daerah khusus tahun 2011. Pedoman ini berisi antaralainkriteriagurupenerimatunjangankhusus,prosesseleksi, mekanisme penyaluran dana, jadwal pelaksanaan, pengendalian program,danpelaporan. Mudahmudahan dengan pemberian tunjangan khusus ini, motivasi, semangat, dan kemampuan profesional guru terus tumbuh dan berkembang untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Jakarta,April2011 Plt.DirekturJenderalPendidikanDasar, Prof.Suyanto,Ph.D NIP.195303021977031001

ii

DAFTARISI
halaman

i KATAPENGANTAR DAFTARISI iii BABI PENDAHULUAN 1 A. LatarBelakang 1 2 B. DasarHukum C. Tujuan 4 D. RuangLingkup 5 BABII PEMBERIANTUNJANGANKHUSUS 6 A. Pengertian 6 7 B. Sasaran 8 C. KriteriaGuruPenerimaTunjanganKhusus D. KriteriaDaerahKhusus 9 E. PrinsipPenetapanPenerimaTunjangan 11 12 F. SumberdanAlokasiDana BABIII MEKANISMEPEMBERIANTUNJANGANKHUSUS 13 A. PenetapandanPendistribusianKuota 13 B. KoordinasidanSosialisasi 13 C. PengusulandanSeleksiCalonPenerimaTunjangan 14 Khusus D. MekanismePenyaluranTunjanganKhusus 16 E. DatabaseGuruPenerimaTunjanganKhusus 19 F. OrganisasiPengelolaanProgram 19 25 G. JadwalPelaksanaanProgram 26 BABIV PENGENDALIANPROGRAM A. PengendalianProgram 26 27 B. PelaksanaanPemantauanProgram
iii

BABV

C. PelanggarandanSanksi D. UnitPelayananMasyarakat E. PembatalanPemberianTunjangan F. Pelaporan PENUTUP

27 29 30 31 33

iv

A.

BABI PENDAHULUAN LatarBelakang UndangUndang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mengamanatkan kedudukan guru sebagai tenaga profesional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Hal tersebut dapat terwujud apabila guru dalam melaksanakan tugas profesionalnya melaksanakan kewajiban sebagaimana diamanatkan dalam undangundang tersebut. Guru mempunyai peranan penting dalam mencerdaskan anak bangsa. Untuk itu, guru yang profesional sangat dibutuhkan untuk mewujudkan proses pencerdasan anak bangsa. Pasal 14 dan Pasal 15 UndangUndang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen tersebut juga mengamanatkan bahwa dalam melaksanakantugaskeprofesionalan,guruberhakmemperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial yang meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji, serta penghasilan lain berupa tunjangan profesi, tunjangan fungsional, tunjangan khusus, dan maslahat
1

tambahan yang terkait dengan tugasnya sebagai guru yang ditetapkandenganprinsippenghargaanatasdasarprestasi. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2009 tentang TunjanganProfesiGurudanDosen,TunjanganKhususGurudan Dosen, serta Tunjangan Kehormatan Profesor merupakan wujud komitmen Pemerintah untuk terus mengupayakan peningkatan kesejahteraan guru, di samping peningkatan profesionalismenya. Dalam Peraturan Pemerintah tersebut diamanatkan guru yang diangkat oleh Pemerintah atau pemerintah daerah di daerah khusus berhak memperoleh tunjangankhususyangdiberikansetaradengan1(satu)kaligaji pokokPegawaiNegeriSipilyangbersangkutan. Sebagai tindak lanjut amanat tersebut, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Kementerian Pendidikan Nasional tahun 2011 ini memprogramkan pemberian tunjangan khusus bagi guru yang bertugas di daerah khusus. Untuk itu, agar pelaksanaan pemberian tunjangan khusus sesuai ketentuan perundangundangan perlu disusun pedoman pemberian tunjangankhususdidaerahkhusus. B. DasarHukum 1. UndangUndangNomor20Tahun2003tentangSistem PendidikanNasional(LembaranNegaraRepublikIndonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesiaNomor4301). UndangUndang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
2

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran NegaraRepublikIndonesiaNomor4437). UndangUndang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4586). UndangUndang Nomor 39 Tahun 2008 tentang KementerianNegara(LembaranNegaraRepublikIndonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesiaNomor4916). Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 Tentang Pembagian Urusan Pemerintah Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesiaNomor4737). PeraturanPemerintahNomor74Tahun2008tentangGuru (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 194, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor4941). Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2009 tentang TunjanganProfesiGurudanDosen,TunjanganKhususGuru dan Dosen, serta Tunjangan Kehormatan Profesor (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 85,TambahanLembaranNegaraRepublikIndonesiaNomor 5016). Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang
3

PembentukandanOrganisasiKementerianNegara. 9. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2010 mengenai PembentukanKabinetIndonesiaBersatuII. 10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 7 Tahun 2010 tentang Pemenuhan Kebutuhan, Peningkatan Profesionalisme, dan Peningkatan Kesejahteraan Guru, Kepala Sekolah/Madrasah, dan Pengawas di Kawasan PerbatasandanPulauKecilTerluar. 11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 36 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian PendidikanNasional. C. Tujuan Pedoman ini disusun sebagai acuan bagi Dinas Pendidikan Provinsi dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota serta bagi semua pihak yang terkait dalam pelaksanaan pemberian tunjangankhususbagiguruyangditugaskandidaerahkhusus, kawasan perbatasan, dan pulau kecil terluar agar dapat dilaksanakansesuaiketentuanperaturanperundangundangan. D. RuangLingkup Ruang lingkup yang diatur dalam pedoman ini adalah antara lain kriteria guru penerima tunjangan khusus, proses seleksi, mekanisme penyaluran dana, jadwal pelaksanaan,
4

pengendalianprogram,danpelaporan.

BABII PEMBERIANTUNJANGANKHUSUS A. Pengertian 1. Tunjangan khusus adalah tunjangan yang diberikan kepada guruyangditugaskandidaerahkhusus,kawasanperbatasan, dan pulau kecil terluar oleh Pemerintah atau pemerintah daerah sebagai kompensasi atas kesulitan hidup yang dihadapi dalam melaksanakan tugas di daerah khusus, baik guruPNSmaupungurubukanPNSyangmemenuhikriteria. 2. Daerah khusus adalah daerah yang terpencil atau terbelakang, daerah dengan kondisi masyarakat adat yang terpencil, daerah perbatasan dengan negara lain, daerah yangmengalamibencanaalam,bencanasosial,ataudaerah yangberadadalamkeadaandaruratlain. 3. Kawasanperbatasanadalahbagiandariwilayahnegarayang terletak pada sisi dalam sepanjang batas wilayah Indonesia dengannegaralain,dalamhalbataswilayahnegaradidarat, kawasanperbatasanberadadikecamatan. 4. Pulau kecil terluar adalah pulau dengan luas area kurang atau sama dengan 2000 km2 (dua ribu kilometer persegi) yang memiliki titiktitik dasar koordinat geografis yang menghubungkangarispangkallautkepulauansesuaidengan hukumInternasionaldanNasional. Pemberiantunjangankhususbagiguruyangbertugasdidaerah khusus,kawasanperbatasan,danpulaukecilterluarbertujuan:
6

1. Sebagai penghargaan kepada guru yang bertugas pada satuanpendidikanyangberlokasidikecamatanpadadaerah khusus,kawasanperbatasan,danpulaukecilterluar. 2. Meningkatkanharkat,martabatdankesejahteraanbagiguru yang bertugas pada satuan pendidikan yang berlokasi di kecamatan pada daerah khusus, kawasan perbatasan, dan pulaukecilterluar. 3. Mendorongdanmemotivasiguruuntukterusmeningkatkan kompetensidankinerjaprofesionalnyadalammelaksanakan tugasnya. 4. Meningkatkan kebanggaan, dedikasi, dan pengabdian guru untukmemberikanyangterbaikdalammencapaipendidikan berkualitas. B. Sasaran Sasaranpemberiantunjangankhusustahun2011adalah: 1. Guru yang ditugaskan di daerah khusus dikawasan perbatasan, dan pulau kecil terluar pada satuan pendidikan (SD, SDLB, SMP, dan SMPLB) yang diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah atau masyarakat, sesuai denganketentuanundangundangyangberlaku. 2. Jumlah guru yang akan menerima tunjangan khusus sebanyak 44.076 orang guru yang ditugaskan di kecamatan di daerah khusus, kawasan perbatasan, dan pulau kecil terluar. 3. Penetapan kecamatan di kawasan perbatasan dan pulau kecilterluardidasarkanpadaprioritaspenangananRencana
7

Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) 2011 2014 yang diatur oleh Permendikdas No. 7 tahun 2010 (daftarkecamatanterdapatpadaLampiran4). 4. Kabupaten dan kecamatan penerima tunjangan khusus di tetapkanolehBupatidisesuaikandengandanasepertipada lampiran5. C. KriteriaGuruPenerimaTunjanganKhusus Gurupenerimatunjangankhusustahun2011harusmemenuhi kriteriasebagaiberikut: 1. Guru yang ditugaskan pada satuan pendidikan (SD, SDLB, SMP, dan SMPLB) di daerah khusus, kawasan perbatasan, dan pulau kecil terluar oleh Pemerintah atau pemerintah daerah. 2. Guruyangbertugaspadasatuanpendidikan(SD,SDLB,SMP, dan SMPLB) di daerah khusus, kawasan perbatasan, dan pulau kecil terluar yang diselenggarakan oleh masyarakat dan yang mendapatkan persetujuan dalam bentuk Keputusandaripemerintahdaerah. 3. Memenuhibebankerjaguru24jamtatapmukaperminggu atauyangdiekuivalensikandengan24jamtatapmukayang dibuktikan dengan SK/Surat Penugasan dari kepala sekolah dandisahkanolehDinasPendidikanKabupaten/Kota. 4. Guru bukan PNS adalah guru tetap yayasan (GTY) yang dibuktikandenganSKdariyayasanyangbersangkutan.

5. Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). 6. Memiliki Nomor Rekening Tabungan bank/pos sebagai penampunganpembayarantunjangankhusus. 7. Penugasangurudidaerahkhusus,kawasanperbatasan,dan pulaukecilterluarsebagaimanadimaksudpadaangka1dan 2 didasarkan pada analisis kebutuhan guru sesuai dengan ketentuanperaturanperundangundangan. D. KriteriaDaerahKhusus Berdasarkan Undangundang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang dimaksudkan dengan daerah khusus adalahdaerahyangterpencilatauterbelakang,daerahdengan kondisi masyarakat adat yang terpencil, daerah perbatasan dengan negara lain, daerah yang mengalami bencana alam, bencana sosial, atau daerah yang berada dalam keadaan daruratlain. 1. Daerahyangterpencilatauterbelakangadalah: a. daerah dengan faktor geografis yang relatif sulit dijangkau karena letaknya yang jauh di pedalaman, perbukitan/pegunungan, kepulauan, pesisir, dan pulau pulauterpencil;dan b. daerah dengan faktor geomorfologis lainnya yang sulit dijangkauolehjaringanbaiktransportasimaupunmedia komunikasi,sertatidakmemilikisumberdayaalam.
9

2. Daerah dengan kondisi masyarakat adat yang terpencil adalah daerah yang mempunyai tingkat pendidikan, pengetahuan, dan keterampilan yang relatif rendah serta tidakdilibatkandalamkelembagaanmasyarakatadatdalam perencanaan dan pembangunan yang mengakibatkan daerahbelumberkembang. 3. Daerahperbatasandengannegaralainadalah: a. bagiandariwilayahnegarayangterletakpadasisidalam sepanjang batas wilayah Indonesia dengan negara lain, dalamhalbataswilayahnegaradidaratmaupundilaut kawasanperbatasanberadadikecamatan;dan b. pulau kecil terluar dengan luas area kurang atau sama dengan 2000 km2 (dua ribu kilometer persegi) yang memiliki titiktitik dasar koordinat geografis yang menghubungkan garis pangkal laut kepulauan sesuai denganhukumInternasionaldanNasional. 4. Daerah yang mengalami bencana alam adalah daerah yang terletakdiwilayahyangterkenabencanaalambaikgempa, longsor, gunung api, maupun banjir yang berdampak sistemik yang negatif terhadap layanan pendidikan dalam waktutertentu. 5. Bencana sosial dan konflik sosial dapat menyebabkan terganggunya kegiatan pembangunan sosial dan ekonomi yang membahayakan guru dalam melaksanakan tugas dan layananpendidikandalamwaktutertentu.

10

6. Daerah yang berada dalam keadaan darurat lain adalah daerahdalamkeadaanyangsukar/sulityangtidaktersangka sangka mengalami bahaya, kelaparan dan sebagainya yang memerlukanpenanggulangandengansegera. E. PrinsipPenetapanPenerimaTunjangan 1. Terbuka Tunjangan khusus ini diberikan secara terbuka kepada semua guru yang bertugas di daerah khusus, kawasan perbatasan,danpulaukecilterluarsertamemenuhikriteria yangditetapkan. 2. Langsung Tunjangan khusus diberikan secara langsung kepada guru melalui transfer ke rekening bank/pos milik guru yang bersangkutan. F. SumberdanAlokasiDana Dana pemberian tunjangan khusus bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2011 yang dialokasikan dalam DIPA Dekonsentrasi (Kegiatan Peningkatan Profesionalisme Guru) pada dinas pendidikan provinsidiseluruhIndonesia.

11

BABIII MEKANISMEPEMBERIANTUNJANGANKHUSUS A. PenetapandanPendistribusianKuota 1. Kuota provinsi ditentukan secara proporsional berdasarkan jumlah guru yang bertugas di daerah khusus, kawasan perbatasan, dan pulau kecil terluar dikalikan dengan kuota nasional (sesuai dengan DIPA pada masingmasing satuan kerja peningkatan mutu profesionalisme guru pada dinas pendidikanprovinsi). 2. Kuota kabupaten/kota dihitung secara proporsional berdasarkan jumlah guru yang memenuhi kriteria pada kecamatan yang menjadi prioritas pemberian tunjangan khusus dikalikan dengan kuota provinsi, yaitu kecamatan di kawasan perbatasan dan pulau kecil terluar, serta kecamatan di daerah terpencil atau terbelakang di kabupatentertinggal. B. KoordinasidanSosialisasi DirektoratJenderalPendidikanDasarmelakukankoordinasidan sosialisasi pelaksanaan pemberian tunjangan khusus dengan dinaspendidikanprovinsidandinaspendidikankabupaten/kota secaraberjenjangsesuaidengankewenangannya.

12

Dinas pendidikan provinsi melaksanakan koordinasi dan sosialisasi dengan dinas pendidikan kabupaten/kota pelaksanaanpemberiantunjangankhusus. Koordinasi dan sosialisasi menyampaikan kebijakan Kementerian Pendidikan Nasional mengenai pemberian tunjangan khusus, informasi kriteria calon penerima tunjangan khusus, mekanisme pemberian tunjangan khusus, dan penyusunan jadwal pelaksanaan pemberian tunjangan khusus, sertapemantauandanpelaporan. C. PengusulandanSeleksiCalonPenerimaTunjanganKhusus Pengusulan dan seleksi calon penerima tunjangan khusus dilakukandenganlangkahlangkahberikut: 1. Kepala sekolah pada kecamatan yang ditetapkan memperolehtunjangankhususmengusulkangurudisekolah masingmasing yang memenuhi kriteria kepada dinas pendidikan kabupaten/ kota, khusus guru SD usulannya melalui kepala UPTD pendidikan kecamatan setempat. Pengajuan usulan calon penerima tunjangan khusus sesuai formatpadaLampiran1,denganmelampirkan: 1) FotokopiSKPengangkatansebagaiguru, 2) FotokopiSKterakhirdankenaikangajiberkalaterakhir, 3) SKPenugasanmengajardarikepalasekolah,dan

13

4) Nomorrekeningbank/posmilikguruyangbersangkutan. 2. Berdasarkan usulan yang diajukan oleh kepala sekolah/kepala UPTD pendidikan kecamatan, dinas pendidikan kabupaten/kota melakukan seleksi administratif dengan berpedoman pada kriteria penerima tunjangan khusus sesuai jumlah kuota sebagaimana yang tercantum dalampedoman. 3. Kepala dinas pendidikan kabupaten/kota menetapkan calon penerima tunjangan khusus pada kecamatan di daerah khusus berdasarkan SK Bupati tentang Penetapan Wilayah Penerima Tunjangan Khusus selanjutnya menyampaikan daftar nama guru tersebut kepada Kepala dinas pendidikan provinsi sesuai format pada Lampiran 2 dalam bentuk cetakandanCD(softcopy),denganmelampirkan1)Fotokopi SK Pengangkatan guru yang bersangkutan, 2) Fotokopi SK terakhirdankenaikangajiberkalaterakhir,3)SKPenugasan mengajar dari kepala sekolah, dan 4) nomor rekening yang bersangkutan, serta 5) melampirkan SK Bupati tentang PenetapanGuruCalonPenerimaTunjanganKhusus. 4. Kepala dinas pendidikan provinsi berdasarkan usulan dari kepala dinas pendidikan kabupaten/kota dan hasil verifikasi yangdilakukanolehDinasPendidikanProvinsimengusulkan guru calon penerima tunjangan khusus sesuai format pada Lampiran3dalambentukCD(softcopy)danhardcopyyang telah disetujui oleh kepala Dinas Pendidikan Provinsi untuk

14

selanjutnya ditetapkan dengan Keputusan Menteri PendidikanNasionaltentangPenerimaTunjanganKhusus. D. MekanismePenyaluranTunjanganKhusus Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional tentang Penerima Tunjangan Khusus, Dinas Pendidikan Provinsi menyalurkantunjangankhusussesuaidenganprosedursebagai berikut: 1. Dinas Pendidikan Provinsi melakukan pencairan dana tunjangan khusus kepada guru langsung dari KPPN atau kerjasamadenganMitraKerjaditingkatprovinsi,meliputi: a. Tatacara pelaksanaan pembayaran tunjangan khusus, waktu pelaksanaan pembayaran dan/atau pelaporan mitra kerja atas realisasi pelaksanaan pembayaran tunjangankepadaguruyangberhak. b. Batas waktu pelaksanaan pembayaran tunjangan kepada guru penerima harus tegas tercantum dalam perjanjian kerjasama maksimal 15 hari setelah dana tunjangan diterimamitrakerjadariDinasPendidikanProvinsi. c. Dinas Pendidikan Provinsi melakukan proses pencairan dana di KPPN setempat dan KPPN langsung mentransfer ke guru penerima tunjangan khusus melalui Bank KPPN dan/atau langsung ke rekening mitra kerja di tingkat provinsi.

15

d. Dinas Pendidikan Provinsi memberikan fotocopy SK Penetapan Guru penerima tunjangan khusus kepada KPPN dan/atau mitra kerja yang akan dijadikan acuan dalam menyalurkan dana pada guru penerima tunjangan khusus. 2. PencairanDana Dokumen yang harus dibawa guru penerima tunjangan khusussaatpencairandanaadalah: a. Buku rekening bank/pos atas nama penerima guru yang bersangkutan atau persyaratan lain sesuai dengan ketentuanyangditetapkanolehmitrakerja. b. TandaPengenal(KTP,SIMatauKartuPegawai). 3. WaktuPenyaluran Pelaksanaan pembayaran tunjangan khusus dilaksanakan perTriwulanyaitu: a. Triwulan1pembayaranpadabulanMaret b. Triwulan2pembayaranpadabulanJuni c. Triwulan3pembayaranpadabulanSeptember d. Triwulan4pembayaranpadabulanNovember
Tahapan kegiatan pemberian tunjangan khusus ditunjukkan dalam Gambar1

16

Koordinasi dan sosialisasi

Menerbitkan Kepmendiknas penerima tunjangan khusus oleh Direktur P2TK Dikdas

Dinas Provinsi mengusulkan pencairan Tunj. Khusus

PUSAT

DINASPENDIDIKAN PROVINSI

Koordinasi dan sosialisasi ke Kab/Kota Penentuan Kuota Kab/Kota

Mengusulkan kepada Dirjen Dikdas untuk menetapkan guru penerima tunjangan khusus

KPPN

DINASPENDIDIKANKAB/KOTA

Sosialisasi ke sekolah Verifikasi dan validasi data guru calon penerima tunjangan khusus Memproses SK Kepala Dinas tentang penetapan guru calon penerima tunjangan khusus

Mengusulkan guru calon penerima tunjangan khusus sesuai kuota yang ditetapkan

GURU

KEPALA SEKOLAH

Mendata guru yang memenuhi kriteria

mengusulkan semua guru di sekolah masingmasing yang memenuhi kriteria

Guru yang memenuhi kriteria

Guru Penerima Tunjangan Khusus

E.

DatabaseGuruPenerimaTunjanganKhusus

17

Pengelolaandatabasegurucalonpenerimatunjangankhususdi dinas pendidikan kabupaten/kota maupun dinas pendidikan provinsi harus dilakukan beriringan dengan pengelolaan data PTK melalui SIMNUPTK yang dilakukan oleh Ditjen Pendidikan Dasar. Semua guru penerima tunjangan khusus pada tahun 2011sudahharusmemilikiNUPTK. F. OrganisasiPengelolaanProgram Program tunjangan khusus bagi guru di daerah khusus melibatkan Direktorat Pembinaan Pendidik Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar, dinas pendidikan provinsi, dinas pendidikan kabupaten/kota, KPPN, dan mitra kerja penyalur dana. Dalam hal ini dinas pendidikan provinsi merupakan pelaksana utama, sedangkan lembaga terkait di tingkatprovinsidankabupaten/kotasebagaipendukungdalam rangkakoordinasiperencanaandanpelaksanaanprogram. 1. Direktorat Pembinaan Pendidik Tenaga Kependidikan PendidikanDasarsebagaiorganisasipengelolatingkatpusat bertugasuntuk: a. Menetapkan kebijakan dan strategi pelaksanaan pemberian tunjangan khusus guru yang didanai dana dekonsentrasi. b. Melakukan verifikasi dan validasi data guru calon penerimatunjangankhusus

18

c. Menerbitkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional tentangPenetapanPenerimaTunjanganKhusus. d. Mengirimkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional tentang Penetapan Penerima Tunjangan Khusus ke Dinas PendidikanProvinsiuntukdirealisasikan. e. Melakukan bimbingan teknis pelaksanaan pemberian tunjangankhusus. f. Melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan dan pendistribusian pemberian tunjangan khusus. 2. DinasPendidikanProvinsi SebagaiorganisasipengelolatingkatProvinsibertugasuntuk: a. Mensosialisasikanprogrampemberiantunjangankhusus di Daerah Khusus kepada dinas pendidikan kabupaten/kota. b. Mengelola database guru penerima tunjangan berbasis SIMNUPTK. c. Memeriksa, menyeleksi, menyetujui, dan mensahkan usulan daftar calon guru penerima tunjangan yang diajukanolehdinaskabupaten/kota. d. Menetapkan kuota penerima tunjangan khusus untuk setiap kabupaten/kota berdasarkan data guru di daerah khusus yang diusulkan oleh dinas pendidikan kabupaten/kota.

19

e. Mengirimkan usulan daftar calon penerima tunjangan khusus ke Direktorat Pembinaan Pendidik Tenaga KependidikanPendidikanDasar,DitjenPendidikanDasar disertai dengan softcopy filenya untuk diterbitkan Kepmendiknas penetapan penerima tunjangan khusus olehDirekturP2TKDikdas. f. Melakukan kerja sama dengan KPPN dan/atau mitra kerja tingkat provinsi dalam penyaluran tunjangan kesejahteraan berdasarkan Kepmendiknas tentang PenetapanGuruPenerimaTunjanganKhusus. g. Mengidentifikasi permasalahan dalam pelaksanaan pemberian tunjangan khusus serta memberikan solusi penyelesaiannya. h. Melakukan pemantauan serta evaluasi program ke kabupaten/kota dan menyampaikan hasilnya kepada Direktorat Pembinaan Pendidik Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar sebagai bahan masukan perbaikan program. i. j. Melakukanpemantauanpadamitrakerjatingkatprovinsi yangditunjukuntukmendistribusikantunjangankhusus. Menyampaikan laporan daya serap tunjangan khusus setiap bulan dan laporan pelaksanaan program pemberian tunjangan khusus kepada Direktorat Pembinaan Pendidik Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar.

3. DinasPendidikanKabupaten/Kota
20

Sebagai organisasi pengelola tingkat kabupaten/kota bertugasuntuk: a. Mensosialisasikanprogrampemberiantunjangankhusus di Daerah Khusus kepada Kepala Sekolah di wilayah masingmasing; b. Melakukan proses usulan calon penerima tunjangan khususyangmeliputi: 1) Menerima usulan calon penerima tunjangan khusus darikepalasekolah/UPTDpendidikankecamatan. 2) Menyeleksicalonpenerimatunjangansesuaidengan kriteria serta merekap data guru penerima sesuai kuota yang ditetapkan, dengan azas ketuntasan dalamsatusekolahpadasatukecamatan. 3) Memastikan bahwa guru calon penerima tunjangan khusus mempunyai NUPTK, jika belum mempunyai, makaguruyangbersangkutanmengusulkankedinas pendidikan kabupaten/kota atau LPMP setempat untukdiprosesmendapatkanNUPTK. 4) Meneruskan usulan tersebut kepada dinas pendidikan provinsi sesuai format pada Lampiran 2 denganmelampirkan: 1) Fotokopi SK bersangkutan, Pengangkatan guru yang

2) Fotokopi SK terakhir dan kenaikan gaji berkala terakhir,


21

3) SKPenugasanmengajardarikepalasekolah,dan 4) nomorrekeningyangbersangkutan. c. Melakukan monitoring secara berkala pada mitra kerja penyalur tunjangan untuk memastikan penyaluran dana berjalandenganlancar. d. Mengelola database guru penerima tunjangan sehingga database seluruh penerima tunjangan khusus melalui dana dekonsentrasi menjadi satu untuk semua jenis programtunjangan. 4. MitraPenyalurDana a. Melakukan validasi data calon penerima untuk menghindari pembayaran ganda atau kekeliruan pembayaran, sebelum melakukan transfer dana kepada guruyangberhakmenerima. b. Menyalurkan dana tunjangan khusus kepada rekening guru yang bersangkutan berdasarkan SP2D beserta lampirannya,sesuaiSuratKeputusantentangPenetapan Penerima Tunjangan Khusus yang telah memperoleh persetujuandarikepaladinaspendidikanprovinsi. c. Membuat laporan perihal penyaluran dana bantuan pendidikankepadakepaladinaspendidikanprovinsi.
22

G. JadwalPelaksanaanProgram
No Kegiatan 1 Persiapan pelaksanaan Program Pemberian Tunjangan Khusus Koordinasi dan sosialisasi 2 program pemberian tunjangan khusus Sosialisasi Program Tunjangan Khusus dan Pembagian kuota 3 untuk setiap Kabupaten/Kota oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sosialisasi dan usulan penyampaian usulan guru calon 4 penerima dari kepala sekolah kepada Dinas Pendidikan Kab/Kota Dinas Pendidikan Kab/Kota melakukan seleksi usulan kepala sekolah dan mengusulkan guru 5 calon penerima ke Dinas Pendidikan Provinsi, disertai soft copy dan lampiran berkas Dinas Pendidikan Provinsi melakukan seleksi terhadap usulan Dinas Pendidikan 6 Kab/Kota, kemudian mengirimkan kepada Dit. P2TK Dikdas, Ditjen Dikdas , disertai soft copy dan lampiran berkas Dit. P2TK Dikdas, Ditjen Dikdas melakukan verifikasi dan validasi data calon penerima tunjangan 7 khusus usulan Dinas Pendidikan Provinsi untuk proses penetapan SK Dirjen Dikdas Proses pencairan dana tunjangan khusus dan penyalurannya ke rekening guru yang bersangkutan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Dinas Pendidikan Provinsi menyampaikan laporan penyerapan dana dan SAI ke Setditjen Dikdas Jakarta Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan program Tunjangan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi menyampaikan laporan pelaksanaan Program dan realisasi pembayaran tunjangan khusus dan ke Direktorat P2TK Dikdas, Ditjen Dikdas Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des

23

10

11

BABIV PENGENDALIANPROGRAM A. PengendalianProgram Pengendalian program pemberian tunjangan khusus meliputi upaya yang dilakukan dalam rangka menjamin pelaksanaan programberjalantepatsasarandantepatwaktu.Pengendalian yangdimaksudadalahmeliputi: 1. Pelaksanaan sosialisasi program mulai dari tingkat Pusat, provinsi, tingkat kabupaten/kota, sampai tingkat sekolah dengansasaranutamapengelolaprogramtunjangankhusus ditingkatprovinsidankabupaten/kota. 2. Ketersediaan data guru yang lengkap dan akurat di masing masing dinas pendidikan kabupaten/ kota yang dapat dijadikan acuan dalam pemberian dana tunjangan khusus. DatagurutersebutterintegrasidenganSIMNUPTK. 3. Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program ke Provinsi danKabupaten/Kota. 4. Pengawasan dalam rangka tertib administrasi pelaksanaan pemberian tunjangan khusus secara transparan dan akuntabel, yang dilakukan oleh aparat pengawasan fungsional. B. PelaksanaanPemantauanProgram

24

Pemantauan program dilakukan sebagai bagian dari pelaksanaan pengendalian program secara keseluruhan. Pemantauan program dilakukan dengan terlebih dahulu mempersiapkan instrumen pendukung berupa kuesioner dan format wawancara kepada responden yang terpilih. Pemilihan jenis kuesioner, kisikisi kuesioner dan penetapan sasaran kuesioner serta pengelolaan dan analisis data hasil kuesioner akan ditetapkan dalam pedoman tersendiri yang disebut pedomanpemantauanprogram C. PelanggarandanSanksi Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya dalam pelaksanaan penyaluran tunjangan khusus, perlu adanya pengaturan pemberian sanksi terhadap instansi atau individu yangmelakukanpelanggarandalamprosespenetapanpeserta. Semua informasi pelanggaran yang diterima akan ditindaklanjuti oleh Direktorat Jenderal Dikdas untuk mencari kebenaran informasi dan untuk menentukan jenis sanksi yang diberikan kepada instansi atau individu yang melakukan pelanggaran. Informasi pelanggaran dapat diterima dari berbagaisumberantaralainmelalui: 1. 2. 3. 4. suratresmi telepon suratelektronik(email) laporanlangsung

25

ProsedurOperasionalStandar(POS)pemberiansanksiterhadap pelanggaranpenetapanpesertaadalahsebagaiberikut. 1. Informasipelanggaran Informasipelanggaranyangditerimadariberbagaisumber dicatat secara jelas, antara lain mencatat hari/tanggal laporan, identitas pelapor, dan jenis pelanggaran. Urutan penyelesaian pengaduan sesuai dengan tanggal laporan diterima. 2. Klarifikasiinformasi Setelahselesaipencatatanlaporanpengaduan,selanjutnya dilakukanklarifikasiinformasidengantujuanuntukmencari kebenaranlaporandanmemastikansiapayangmelakukan pelanggaran. Proses klarifikasi dilakukan dengan berbagai cara,misalnyadenganmendatangilangsungkelokasiatau melalui telepon. Hasil klarifikasi dicatat dalam kartu laporan yang kemudian akan ditentukan sanksi apabila terbuktiadanyapelanggaran. 3. Pemberiansanksi Sanksi diberikan kepada Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota apabila terbukti melakukan pelanggaran setelah dilakukan klarifikasi informasi. Keputusan pemberian sanksi dilakukan oleh Dirjen Dikdas denganmembuatsuratresmikepadainstitusiatauindividu yang melakukan pelanggaran. Pemberian sanksi diuraikan padatabelberikut.
26

Tabeltentangjenispelanggarandansanksi
No 1 2 JenisPelanggaran Mekanismepenetapanpeserta tidaksesuaidenganpedoman Pesertayangditetapkantidak sesuaidengankriteria Sanksi SuratperingatantertulisdariDirjen Dikdas Pesertatersebutdidiskualifikasi kemudiandikembalikankedinas pendidikanprovinsi/ kabupaten/kota Penetapankuotakabupaten/kota diulangkembali

Penetapankuota kabupaten/kotatidakmengikuti pedoman

D. UnitPelayananMasyarakat Sebagaibentukakuntabilitasdanpelayananinformasibagiguru danmasyarakattentangtunjangankhusus,DirektoratJenderal Pendidikan Dasar membuka layanan informasi masyarakat melaluiunitpelayananmasyarakat(UPM).Disampingsebagai pelayanan masyarakat, UPM dapat juga menjadi tempat pengaduan masyarakat dan memfasilitasi penyelesaian atau jalan keluar atas pengaduan masyarakat tentang pelaksanaan penyalurantunjangankhusus. UPMberfungsisebagaiberikut. 1. Pusatinformasiumumtentangpemberiantunjangan khusus. 2. MediatorantaragurudanDinasPendidikan. 3. Pusatpelayananmasyarakat(internaldaneksternal) tentangpemberiantunjangankhusus.

27

Pelayananinformasidanpengaduanmasyarakatsangatpenting bagi pengelola program dalam rangka transparansi/keterbukaan terhadap masyarakat sebagai komponenturutsertamengawasipelaksanaanprogram. E. PembatalanPemberianTunjangan Pemberian tunjangan khusus dapat dihentikan atau dibatalkan apabilatermasuksalahsatupoindibawahini: 1. 2. 3. 4. Gurumeninggaldunia Gurumencapaibatasusiapensiun Gurutidaklagibertugasdidaerahkhusus. Gurudimutasikejabatanstrukturalataujabatanfungsional lainselainpengawassekolah. 5. Gurumengundurkandiriataspermintaansendiri. 6. Gurusakitjasmanidan/ataurohanisehinggatidakdapat melaksanakantugassecaraterusmenerusselama6(enam) bulan. 7. Berakhirnyaperjanjiankerjaataukesepakatankerja bersamaantaragurudanpenyelenggarapendidikan. 8. Gurumelanggarsumpahdanjanjijabatan. 9. Gurumelanggarperjanjiankerjaataukesepakatankerja bersama. 10. Ditemukanbuktibahwadataguruyangbersangkutantidak memenuhikriteriasebagaimanayangdipersyaratkandalam pedomanini.

28

11. Guruyangbersangkutandinyatakanbersalaholeh pengadilandantelahmemilikikekuatanhukumtetap. 12. Gurumendapatkantugasbelajarlebihdari6(enam)bulan. 13. Guruyangtidakmelaksanakantugas/meninggalkantugas selama1(satu)bulansecaraberturutturuttanpa keterangan. Penghentian atau pembatalan tunjangan khusus diikuti oleh penerbitan SK pembatalan yang dilakukan oleh Direktur P2TK Dikdas. F. Pelaporan 1.Kepala dinas pendidikan provinsi sebagai Kuasa Pengguna Anggaran harus mengirimkan laporan daya serap setiap bulan sebagai bahan rapat pimpinan (Rapim). Laporan tersebut terdiri dari 2 (dua) jenis yaitu laporan realisasi pembayaran tunjangan khusus dari KPPN dan/atau Mitra Kerja kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dengan tembusan disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kab/Kota. 2. Atas laporan di atas, kepala dinas pendidikan provinsi menyampaikan laporan pertanggungjawaban pendistribusian dan penyerapan dana kepada Direktur Jenderal Dikdas dengan tembusan kepada Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasaryaitu:
29

a. Laporandayaserapbulananyangdilaporkansetiap bulan. b. Rekapitulasilaporanrealisasipembayarantunjangan khususpertriwulanyangdiserahkanpadaawalbulan April,Juli,OktoberdanDesember. 3. LaporandayaserapbulananmenjadibagiandarilaporanSAI dinaspendidikanprovinsi. 4. Laporan pelaksanaan program pemberian tunjangan khusus disampaikan kepada Direktorat Pembinaan Pendidik Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar pada akhir tahun anggaran (bulanDesember). 5. Alamatpelaporan: DirektoratPembinaanPendidikdanTenagaKependidikan PendidikanDasar KomplekKemendiknas,GedungELt.14 Jl.JenderalSudirman,Senayan,Jakarta10270 Telp/Fax:0215725541

30

BABV PENUTUP PemberianTunjanganKhususinidimaksudkanuntukmenjadiacuan pemerintah daerah khususnya pengelola program tersebut pada Dinas Pendidikan Provinsi dan dinas pendidikan kabupaten/kota dalam melaksanakan program tersebut sehingga tujuan dan sasarannya tercapai secara maksimal. Dalam pelaksanaan di lapangan, diharapkan Pusat dan daerah senantiasa melakukan komunikasi yang terbuka, terus menerus dan saling mendukung serta berkoordinasi dengan baik sehingga hasil akhir program mampumemberikanperubahanyangberartidarisisikesejahteraan guru serta mampu mendorong perbaikan kinerja guru yang bersangkutan dalam pemberian pelayanan pendidikan yang berkualitas. Untuk meningkatkan program Pemberian Tunjangan Khusus ini, pemerintah daerah diharapkan dapat berperan yang lebih aktif melalui pemberdayaan sumbersumber internal melalui APBD masingmasing, sehingga dapat bersinergi dengan program Pusat yangdibiayaiAPBN.Sinergidiharapkanterwujudmelaluitambahan sasaran tunjangan guru dari APBD masingmasing pemerintah daerah sesuai kemampuan pemerintah daerah masingmasing. Dengan tambahan sasaran dari pemerintah daerah melalui APBD, maka terjadi peningkatan perhatian secara signifikan terhadap kesejahteraan guru, khususnya di daerah khusus, kawasan perbatasan,danpulaukecilterluar.

31

DAFTARUSULANPENERIMATUNJANGANKHUSUSBAGIGURUDIDAERAHKHUSUSTAHUN2011 DataSekolah MasaKerja Gol* tahun bulan 17 04 IV/a NonPNS No. kab/kota Kecamatan .. .. SDNegeri SMPNegeri.. SMPTunasMulia .. Bogor . tanggal/bulan/tahun 22/01/2010 N S NamaSekolah TEMPAT TANGGAL Kabupaten Kota Bogor Bogor Status Sekolah NamaGuru NIPBKN NUPTK LAHIR

LAMPIRAN3

Jam Mengajar /Minggu

Jenis Kekhususan 24 Tertinggal perbatasan kepulauan Terpencil

Pend. Terakhir S1 D2 D3

Bank .. .. ..

Cab.

NamaDi No.Rek.* rek.Bank .. .. ..

2011

KepalaDinasPendidikanProvinsi

() NIP

Lampiran 4

Lampiran 5
REKAP TUNJANGAN KHUSUS TAHUN ANGGARAN 2011 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 NAMA PROVINSI PROV. DKI JAKARTA PROV. JAWA BARAT PROV. JAWA TENGAH PROV. D.I. YOGYAKARTA PROV. JAWA TIMUR PROV. ACEH PROV. SUMATERA UTARA PROV. SUMATERA BARAT PROV. RIAU PROV. JAMBI PROV. SUMATERA SELATAN PROV. LAMPUNG PROV. KALIMANTAN BARAT PROV. KALIMANTAN TENGAH PROV. KALIMANTAN SELATAN PROV. KALIMANTAN TIMUR PROV. SULAWESI UTARA PROV. SULAWESI TENGAH PROV. SULAWESI SELATAN PROV. SULAWESI TENGGARA PROV. MALUKU PROV. BALI PROV. NUSA TENGGARA BARAT PROV. NUSA TENGGARA TIMUR PROV. PAPUA PROV. BENGKULU PROV. MALUKU UTARA PROV. BANTEN PROV. KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PROV. GORONTALO PROV. KEPULAUAN RIAU PROV. PAPUA BARAT PROV. SULAWESI BARAT TOTAL 1,680 801 407 1,631 1,631 1,332 1,578 386 320 1,084 980 2,146 619 385 1,754 1,635 1,275 2,005 1,759 2,402 428 1,644 6,036 4,293 656 1,087 1,219 289 700 881 372 661 44,076 26,400,000 26,400,000 26,400,000 26,400,000 26,400,000 26,400,000 26,400,000 26,400,000 26,400,000 26,400,000 26,400,000 26,400,000 26,400,000 26,400,000 26,400,000 26,400,000 26,400,000 26,400,000 26,400,000 26,400,000 26,400,000 26,400,000 26,400,000 26,400,000 26,400,000 26,400,000 26,400,000 26,400,000 26,400,000 26,400,000 26,400,000 26,400,000 44,352,000,000 21,146,400,000 10,744,800,000 43,058,400,000 43,058,400,000 35,164,800,000 41,659,200,000 10,190,400,000 8,448,000,000 28,617,600,000 25,872,000,000 56,654,400,000 16,341,600,000 10,164,000,000 46,305,600,000 43,164,000,000 33,660,000,000 52,932,000,000 46,437,600,000 63,412,800,000 11,299,200,000 43,401,600,000 159,350,400,000 113,335,200,000 17,318,400,000 28,696,800,000 32,181,600,000 7,629,600,000 18,480,000,000 23,258,400,000 9,820,800,000 17,450,400,000 1,163,606,400,000 BANTUAN KESEJAHTERAAN GURU DAERAH KHUSUS SASARAN UNIT COST BIAYA