Anda di halaman 1dari 15

GEOSTRATEGI 1) Pengertian geostrategi Indonesia: a) Geostrategic Indonesia merupakanstrategi dalam memanfaatkan konstelasigeografi negara Indonesia untuk menentukankebijakan,tujuan dan

sarana-sarana untukmencapai tujuan nasional bangsa Indonesia 2) Sifat sifat geostrategic Indonesia: a) Bersifat daya tangkal. Dalam kedudukannya sebagai konsepsi penangkalangeostrategi Indonesia ditujukan untuk menangkal segala bentuk ancaman,gangguan, hambatan dantantangan terhadap identitas, integritas,eksistensi bangsa dan negara Indoesia. b) Bersifat developmental/pengembangan.yaitu pengembangan potensi kekuatanbangsa dalam ideologi, politik, ekonomi,sosial budaya, hankam sehingga tercapai kesejahteraan rakyat. 3) Anatomi keteganganPerbedaan pengembangan pandangan tentang peraegang sangat dipengaruhidoktrin politik yang berlaku bagi masing masing bangsa. Berikut adalah macammacam perbedaan pandangan: a) Pandangan perang menurut Barat b) Pada umumnya bangsa barat menganut paham perang sebagai kelanjutantindakan politik dengan cara lain c) Pandangan perang menurut Komunis d) Peperangan tidak hanya bercorak militer, melainkan juga diplomasi, psikologi,ekonomi, sos-bud, dan militer. e) Pandangan perang menurut Bangsa Indonesia f) Perang merupakan jalan terkhir karena terpaksa untuk membela diri.g) Hubungan Utara-Selatan Tidak mengalami keseimbangan karena perbedaan kemajuan serta kesenjangan yangterlalu tinggi 4) Hakikat Ketahanan Nasional a) Ketahanan nasional bidang Ideologi b) Kondisi yang berlandaskan akan kebenaran ideologi Pancasila serta menangkalnilai nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. c) Ketahanan nasional bidang Politik d) Kondisi yang berdasarkan demokrasi Pancasila dan UUD 1945 yangmenghasilkan stabilitas politik serta penerapan politik luar negeri yang bebasaktif. e) Ketahanan nasional bidang Ekonomi f) Kondisi yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas dan kemandirianekonomi.

g) Ketahanan nasional bidang Sos-Bud h) Kondisi yang mengandung kemampuan membentuk dan mengembangkankehidupan sos-bud sehingga dapat menangkal penetrasi budaya asing yangtidak sesuai. i) Ketahanan nasional bidang Pertahanan j) Kondisi yang membuat daya tangkal bangsa yang dilandasi kesadaran belanegara seluruh rakyat yang mengandung unsur stabilitas keamanan yangdinamis serta kemampuan mempertahankan kedaulatan negara dan menangkalsegala bentuk ancaman. 5) Sifat Ketahanan Nasional a) Manunggal b) Merupakan ciri utama bangsa Indonesia yaitu manunggalnya unsur lahiriah danbatiniah serta manunggalnya unsur materiil dan spiritual. c) Mawas ke dalam d) Merupakan sifat yang selalu memperhatikan unsur2 perjuangan dankemerdekaan Indonesia. e) Berwibawa f) Merupakan hasil pancaran kejiwaan dari sikap bangsa yang mandiri dan percayaatas kebenaran perjuangan sehingga disegani dan dihormati dalam pergaulanantarbangsa. g) Dinamis h) Merupakan sifat ketahanan yang selalu mengikuti perkembangan zaman .i) Tidak adu kekuatan j) Merupakan sikap yang cinta damai dan mawas diri. k) Percaya diri sendiri l) Merupakan sifat yang bertumpu pada kekuatan sendiri serta bersendikan padakepribadian bangsa. m) Tidak bergantung pihak lain n) Merupakan sifat mandiri yang tidak hanya mencakup bidang politik, tetapi jugabidang ekonomi, sos-bud, dan pertahanan negara.

6) Asas-asas ketahanan nasional: a) Asas2 kesejahteraan dan keamanan b) Asas komprehensif integral atau menyeluruh terpadu c) Asas mawas kedalam dan mawas keluar d) Asas kekeluargaan e) Ada tiga aspek (trigatra)kehidupan alamiah : Gatra letak dan kedudukan geografis Gatra keadaan dan kekayaan alam Gatra keadaan dan kemampuan penduduk f) Ada 5 aspek panca gatra dalam kehidupan social: Gatra ideologi Gatra politik Gatra ekonomi Gatra social budaya Gatra ketahanan dan keamanan

7) Pembinaan ketahanan nasional Indonesia adalah proses transpormasi sumber dayasecara efisien dan ekonomis, untuk menghasilkan spectrum kemampuan dankekuatan yg berupa daya kekebalan, daya berkembang dan daya tangkal atau dayakena dalam system nasional. 8) Langkah-langkah pembinaan ketahanan nasional Indonesia: a) Pembinaan ketahanan nasional gatra ideology o o o o o o Pengamalan pancasila secara subjektif dan objektif Pancasila sebagai ideology terbuka Sesanti bhineka tunggal ika dan konsep wawasan nusantara Pancasila sebagai pandangan hidup Negara dan dasar RI Pembangunan sebagai pengamalan pancasila Pendidikan pancasila dan pendidikan kewarganegaraan

b) Pembinaan ketahanan nasional gatra politik: o o Mengembangkan kehidupan kenegaraan dan politik dalam negeriberdasarkan pancasila dan UUD 1945 Mengembangkan kehidupan politik luar negri sebagai sarana pencapaiankepentingan nasional dalam pergaulan antar bangsa

c) Pembinaan ketahanan nasional gatra ekonomi

o o o o o o

Mengembangkan system ekonomi di Indonesia Implementasi ekonomi kerakyatan Memantapkan struktur ekonomi secara seimbang dan langsungmenguntungkan Melaksanakan pembangunan sebagai usaha bersama Memeratakan pembangunan dan memanfaatkan hasil-hasilnya Mengembangkan dan menumbuhkan kemampuan bersaing secara sehat

d) Pembinaan ketahanan nasional gatra social budaya: o o o o Mengembangkan system social budaya Megkondisikan dan membina manusia, masyarakat Indonesia yang berjiwapancasila Mengembangkan kehidupan beragama Mengembangkan system pendidikan nasional

e) Pembinaan ketahanan nasional gatra pertahanan dan keamanan o Mengembangkan system pertahanan dan keamanan Mengembangkan nilai,sikap dan perilaku

o o o o o

Melakukan pembangunan kekuatan dan kemampuan pertahanan dankeamanan Melindungi potensi nasional dan hasil-hasil pembangunan Mengembangkan perlengkapan dan peralatan Mengembangkan TNI, sebagai tentara rakyat Mengembangkan POLRI sebagai kekuatan kamtibnas

9) Contoh permasalahan geostrategic a) Kasus timor- timur Angkatan bersenjata Indonesia memasuki Timor Timur pada bulan Desember 1975 dan kawasan ini menjadi satu dengan Republik Indonesia di tahun 1976.Hal ini menyebabkan perdebatan di Australia. Di samping itu, kematian limawartawan Australia di Timor Timur di tahun 1975 telah menjadi perhatianmasyarakat Australia dan media. Namun pada akhirnya Australia mengakuikedaulatan Indonesia atas Timor Timur secara de jure tahun 1979. Namundinamika politik dalam negeri Indonesia telah berubah secara dramatis dengan jatuhnya Pemerintahan mantan Presiden Soeharto. Pada tanggal 30 Agustus1999, melalui jajak pendapat, rakyat Timor Timur memilih merdeka (78.5%).Pengumuman hasil pemilihan umum tersebut diikuti dengan kekerasan yangmeluas oleh unsur-unsur pro-integrasi.

b) Integrasi Timor Timur 1976Pada tahun 1975, ketika terjadi Revolusi Bunga di Portugal dan Gubernur terakhir Portugal di Timor Leste, Lemos Pires, tidak mendapatkan jawaban dariPemerintah Pusat di Portugal untuk mengirimkan bala bantuan ke Timor Lesteyang sedang terjadi perang saudara, maka Lemos Pires memerintahkan untukmenarik tentara Portugis yang sedang bertahan di Timor Leste untukmengevakuasi ke Pulau Kambing atau dikenal dengan Pulau Atauro. SetelahituFRETILINmenurunkan bendera Portugal dan mendeklarasikan Timor Lestesebagai Republik Demokratik Timor Leste pada tanggal 28 November 1975.Menurut suatu laporan resmi dari PBB, selama berkuasa selama 3 bulan ketikaterjadi kevakuman pemerintahan di Timor Leste antara bulan September,Oktober dan November, Fretilin melakukan pembantaian terhadap sekitar 60.000penduduk sipil (sebagian besarnya wanita dan anak2 karena para suami merekaadalah pendukung faksi integrasi dengan Indonesia). Berdasarkan itulah,kelompok pro-integrasi kemudian mendeklarasikan integrasi dengan Indonesiapada 30 November 1975 dan kemudian meminta dukungan Indonesia untukmengambil alih Timor Leste dari kekuasaan FRETILIN yang berhaluan Komunis. Tiga Kuburan Masal sebagai bukti pembantaian FRETILIN terhadap pendukungintegrasi terdapat di Kabupaten Aileu (bagian tengah Timor Leste), masing-masing terletak di daerah Saboria, Manutane dan Aisirimoun. Ketika pasukanIndonesia mendarat di Timor Leste pada tanggal 7 Desember 1975, FRETILINmemaksa ribuan rakyat untuk mengungsi ke daerah pegunungan untuk dijadikantameng hidup atau perisai hidup (human shields) untuk melawan tentaraIndonesia. Lebih dari 200.000 orang dari penduduk ini kemudian mati di hutankarena penyakit dan kelaparan. Selain terjadinya korban penduduk sipil di hutan,terjadi juga pembantaian oleh kelompok radikal FRETILIN di hutan terhadapkelompok yang lebih moderat. Sehingga banyak juga tokoh-tokoh FRETILINyang dibunuh oleh sesama FRETILIN selama di Hutan. Semua cerita inidikisahkan kembali oleh orang-orang sepertiFrancisco Xavier do Amaral,Presiden Pertama Timor Leste yang mendeklarasikan kemerdekaan Timor Lestepada tahun 1975. Seandainya Jenderal Wiranto (pada waktu itu Letnan) tidakmenyelamatkan Xavier di lubang tempat dia dipenjarakan oleh FRETILIN dihutan, maka mungkin Xavier tidak bisa lagi jadi Ketua Partai ASDT di Timor Leste sekarang.Selain Xavier, ada juga komandan sektor FRETILIN bernama Aquiles yangdinyatakan hilang di hutan (kemungkinan besar dibunuh oleh kelompok radikalFRETILIN). Istri komandan Aquilis sekarang ada di Baucau dan masih terusmenanyakan kepada para komandan FRETILIN lain yang memegang kendali disektor Timur pada waktu itu tentang keberakaan suaminya. Hal yang sama jugadilakukan oleh kelompok pro-kemerdekaan terhadap tentara Indonesia tentangkeberadaan komandan Konis Santana dan Mauhudu yang dinyatakan hilang ditangan tentara Indonesia. Selama perang saudara di Timor Leste dalam kurunwaktu 3 bulan (September-November 1975) dan selama pendudukan Indonesiaselama 24 tahun (1975-1999), lebih dari 200.000 orang dinyatakan meninggal(60.000 orang secara resmi mati di tangan FRETILN menurut laporan resmiPBB). Selebihnya tidak diketahui apakah semuanya mati kelaparan atau mati ditangan tentara Indonesia. Hasil CAVR menyatakan 183.000 mati di tangantentara Indonesia karena keracunan bahan kimia (tidak dirinci bagaimanacaranya), namun sejarah akan menentukan kebenaran ini, karena keluarga yangsanak saudaranya meninggal di hutan tidak bisa tinggal diam dan kebenaranakan terungkap apakah benar tentara Indonesia yang membunuh sejumlah jiwaini ataukah sebaliknya. Situasi aktual di Timor Leste akhir-akhir ini adalahcerminan ketidak puasan rakyat bahwa rakyat tidak bisa hidup hanya daripropaganda tapi dari roti dan air. Rakyat tidak bisa hidup dari makan batusebagaimana dipropagandakan FRETILIN selama kampanye Jajak Pendapattahun 1999 Lebih baik makan batu tapi merdeka, dari pada makan nasi tapidengan todongan senjata. Kenyataan membuktikan bahwa batu tidak bisadimakan, dan rakyat perlu makanan yang layak dimakan manusia. Dalam masalah ini, timor leste kekurangan pengetahuan dalam bidang pertahanannasional nya, aspek aspek nya pun tidak memadai atau lebih tepatnya tidakmengetahui tentang pertahanan nasional, SDM dan perangkat Negara nya tidak mendukung dalam melaksanakan pertahanan nasional,. Terlebih aspek polisi atauperangkat keamanan nya tidak berjalan baik karena terbukti bahwa banyak warganegaranya yang mati karena perang saudara didalam timmor leste sendiri

1.1 Konsepsi Dasar Ketahanan Nasional Manusia sebagai salah satu jenis makhluk Tuhan pertama-tama berusaha mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidupnya (survival). Dalam rangka tersebut ia memenuhi keperluan hidupnya dari yang paling pokok sampai yang paling mutakhir, baik bersifat materi maupun kejiwaan. Untuk keperluan tersebut manusia hidup berkelompok (Home Socius) dan memperkaya diri dengan alat peralatan penolong (home sapiens) serta menghuni suatu wilayah tertentu yang dibinanya dengan kemampuan dan kekuasaan (zoon politicon). Secara Antropologi-Budaya, manusia merupakan makhluk Tuhan tersempurna karena pada manusia selain kehidupan ia mempunyai kemampuan berfikir (akal) serta keterampilan dan karenanya lahirlah manusia budaya atau manusia berbudaya. Sebagai manusia budaya ia mengadakan hubungan dengan alam sekitarnya di dalam usaha mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidupnya. Kita mengenal hubungan tersebut sebagai berikut : - Manusia Tuhan Agama / Kepercayaan - Manusia Cita-cita Ideologi - Manusia Kekuasaan/Kekuatan Politik - Manusia Pemenuhan Keperluan Ekonomi - Manusia Penguasaan/Pemanfaatan Alam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi - Manusia Manusia Sosial - Manusia Rasa Keindahan Kesenian (kebudayaan sempit) - Manusia Rasa Aman Hankam

- Dan sebagainya. Perangkat hubungan tadi merupakan bidang kehidulpan manusia budaya atau kebudayaan manusia yang berlangsung di atas bumi dengan memanfaatkan segala kekayaan alam yang dapat dicapai dan dijangkaunya dengan menggunakan kemampuannya. Manusia bermasyarakat untuk dapat memenuhi keperluannya yaitu kesejahteraan dan keselamatan serta keamanannya. Oleh karena itu, ketahanan nasional hakekatnya merupakan suatu konsepsi di dalam pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan serta serta keamanan di dalam kehidupan nasional. Kehidupan nasional tersebut dapat dibagi di dalam beberapa aspek sebagai berikut : * Aspek Alamiah (TRIGATRA) yang meliputi : - Posisi dan lokasi geografi negara - Keadaan dan kekayaan alam - Keadaan dan kemampuan penduduk * Aspek Sosial / Kemasyarakatan (PANCA GATRA) yang meliputi : - Ideologi - Politik - Ekonomi - Sosial Budaya - Militer Hankam Antara TRIGATRA dan PANCA GATRA itu terdapat hubungan timbal balik yang erat dinamakan hubungan (korelasi) dan ketergantungan (interdependensi). Oleh karena itu, TRI

GATRA dan PANCA GATRA merupakan suatu kesatuan yang bulat dan utuh yang dinamakan ASTA GATRA. 1.2 Tujuan Ketahanan Nasional Tujuan Ketahanan Nasional adalah untuk meningkatkan kesejahteraan bersama seluruh manusia dan membina daya kekuatan serta kemampuan sendiri untuk menjamin hari depan negara dan bangsa. Jadi, tujuan Ketahanan Nasional bukanlah untuk menanamkan rasa permusuhan terhadap suatu negara atau kelompok negara tertentu. Selain itu, Ketahanan Nasional bertujuan mementingkan konsultasi dan saling menghargai di dalam pergaulan hidup serta menjauhi antagonisme dan konfrontasi. Intinya, Ketahanan Nasional diharapkan dapat dipakai di samping konsepsi power politics. 1.3 Ketahanan Astra Gatra a. Posisi dan Lokasi Geografi Negara Posisi dan lokasi geografi suatu negara dapat memberikan petunjuk mengenai tempatnya di atas bumi yang memberikan gambaran tentang bentuk ke dalam dan bentuk ke luar. Ada dua jenis negara yang mempunyai ciri khusus berkenaan dengan lokasinya, yaitu : 1) Negara dikelilingi daratan (Land locked country) Lingkungan negara demikian bersifat serba daratan atau sarwa benua. Ciri sarwa benua itu mempengaruhi dan menentukan cara pandang negara yang bersangkutan di segala bidang kehidupan nasionalnya. Contoh : Laos, Swiss, dan Afghanistan. 2) Negara dikelilingi lautan - Negara Kepulauan (Archipelago State) - Negara Pulau (Island State)

b. Keadaan dan Kekayaan Alam Kekayaan alam suatu negara adalah segala sumber dan potensi alam yang didapatkan di bumi, di laut, dan di udara yang berada di wilayah kekuasaan suatu negara. Hidup berkembang biak dan mempertahankan diri dengan cara memanfaatkan alam dan kekayaan yang didapat di tanah airnya merupakan naluri dan fungsi utama semua makhluk Tuhan. Setiap bangsa wajib mempersiapkan potensi alamnya sederajat dengan kemampuan bangsa lain, agar bentrokan ekonomi dan budaya di dunia modern ini sejauh mungkin dapat dihindari. Karena itu, di dalam pemanfaatannya tidak dapat dielakkan adanya ketergantungan antar negara di bidang sumber daya alam (International Interdependency of Natural Resources) yang dapat menimbulkan problem hubungan internasional. c. Keadaan dan Kemampuan Penduduk Penduduk adalah sekelompok manusia yang mendiami suatu tempat atau wilayah. Adapun faktor penduduk yang mempengaruhi ketahanan Nasional adalah sebagai berikut : 1) Faktor yang mempengaruhi jumlah penduduk Jumlah penduduk berubah karena kematian, kelahiran, pendatang baru, dan orang yang meninggalkan wilayahnya. Segi positif dari pertambahan penduduk ialah pertambahan angkatan kerja (man power) dan pertambahan tenaga kerja (labour force). Dan dari segi negatifnya ialah apabila pertumbuhan penduduk tidak seimbang dengan tingkat pertumbuhan ekonomi dan tidak diikuti dengan usaha peningkatan kualitas penduduk. 2) Faktor yang mempengaruhi komposisi penduduk Komposisi adalah susunan penduduk menurut umur, kelamin, agama, suku bangsa, tingkat pendidikan, dan sebagainya. Susunan penduduk itu dipengaruhi oleh mortalitas, fertilitas, dan migrasi. Fertilitas sangat berpengaruh besar terhadap umur

dan jenis penduduk golongan muda yang dapat menimbulkan persoalan penyediaan fasilitas pendidikan, perluasan lapangan kerja, dan sebagainya. 3) Faktor yang mempengaruhi distribusi penduduk Distribusi penduduk yang ideal adalah distribusi yang dapat memenuhi persyaratan kesejahteraan dan keamanan yaitu penyebaran merata. Oleh karena itu diperlukan kebijakan pemerintah yang mengatur penyebaran penduduk, misalnya dengan cara transmigrasi, pusat-pusat pengembangan (growth centers), pusat-pusat industri, dan sebagainya. d. Ketahanan di Bidang Ideologi Ideologi adalah perangkat prinsip pengarahan (guiding principles) yang dijadikan dasar serta memberikan arah dan tujuan untuk dicapai dalam melangsungkan hidup dan kehidupan nasional suatu bangsa dan negara. Ketahanan Nasional di bidang ideologi dapat diartikan sebagai kondisi dinamik suatu bangsa, berisi keuletan dan keteguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, di dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan, baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan ideologi suatu bangsa dan negara. e. Ketahanan di Bidang Politik Politik dalam ilmu pengetahuan senantiasa dihubungkan dengan kekuatan atau kekuatan yang menjadi pusat perhatiannya. Masalah politik berada di dalam konteks negara, karena kekuasaan di dalam suatu negara berpusat pada pemerintahan negara. Oleh karena itu, perjuangan memperoleh kekuatan dalam pemerintahan terkadang berubah menjadi perjuangan menguasai pemerintah.

Pengertian Ketahanan Nasional di bidang Politik diartikan sebagai kondisi dinamik suatu bangsa, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan pengembangan kekuatan nasional, di dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan politik suatu bangsa dan negara. Kehidupan politik dapat dibagi menjadi dua sektor, yaitu sektor pemerintah dan sektor masyarakat. Masyarakat berfungsi sebagai in-put yaitu berwujud pertanyaan keinginan dan tuntutan masyarakat (social demand) sedangkan pemerintah berfungsi sebagai out-put yaitu menentukan kebijaksanaan umum yang bersifat keputusan politik (political decision). Lima fungsi utama suatu sistem politik yaitu : - Mempertahankan pola - Mengatur dan menyelesaikan ketegangan atau konflik - Penyesuaian - Pencapaian tujuan - Penyatuan (Integrasi) f. Ketahanan di Bidang Ekonomi Ekonomi adalah segala kegiatan pemerintah dan masyarakat di dalam pengelolaan faktor produksi yaitu bumi, sumber alam, tenaga kerja, modal, teknologi dan management di dalam produksi serta distribusi barang dan jasa demi kesejahteraan rakyat, baik fisik material maupun mental spiritual. Faktor yang mempengaruhi Ketahanan Nasional di bidang ekonomi berupa tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan terhadap kelangsungan ekonomi suatu bangsa pada hakikatnya

ditujukan kepada faktor produksi dan pengolahannya. Oleh karena itu, pembinaan ekonomi pada dasarnya merupakan penentuan kebijakan ekonomi dan pembinaan faktor produksi serta pengolahannya di dalam produksi dan distribusi barang dan jasa baik di dalam negeri maupun dengan luar negeri. g. Ketahanan di Bidang Sosial-Budaya Istilah Sosial-budaya di dalam Ilmu Pengetahuan menunjuk kepada dua segi utama dari kehidupan bersama manusia, yaitu segi kemasyarakatan dan segi kebudayaan. Setiap masyarakat memiliki 4 unsur penting bagi eksistensinya, yaitu: Struktur Sosial, Pengawasan Sosial, Media Sosial, dan Standar Sosial. Faktor yang mempengaruhi ketahanan nasional di bidang sosial-budaya : 1. Tradisi 2. Kepemimpinan Nasional 3. Tujuan Nasional 4. Kepribadian Nasional h. Ketahanan di Bidang Pertahanan-Keamanan Pertahanan keamanan adalah daya upaya rakyat semesta dengan angkatan bersenjata sebagai inti dan merupakan salah satu fungsi utama pemerintah dalam menegakkan ketahanan nasional dengan tujuan mencapai keamanan bangsa dan negara serta keamanan perjuangannya. Hal itu dilaksanakan dengan menyusun, mengerahkan dan

menggerakkan seluruh potensi dan kekuatan masyarakat dalam seluruh bidang kehidupan nasional secara terintegrasi dan terkoordinasi. Faktor yang mempengaruhi ketahanan nasional di bidang pertahanan keamanan ialah : 1. Doktrin

2. Wawasan Nasional 3. Sistem Hankam 4. Geografi 5. Manusia 6. Integrasi Angkatan Bersenjata dan Rakyat 7. Pendidikan Kewiraan 8. Materiil 9. Iptek 10. Manajemen 11. Pengaruh luar negeri 12. Kepimpinan 1.4 Bentuk dan Hakikat Ketahanan Nasional Pada hakikatnya ketahanan nasional adalah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidupnya menuju kejayaan bangsa dan negara. Untuk dapat memungkinkan berjalannya Pembangunan Nasional yang selalu harus menuju ke tujuan yang ingin dicapai dan agar dapat secara efektif dielakkan hambatan, tantangan, ancaman, dan gangguan yang timbul, maka perlu dipupuk terus menerus Ketahanan Nasional yang meliputi segala aspek kehidupan. Penyelenggaraan Ketahanan Nasional menggunakan pendekatan kesejahteraan nasional dan keamanan nasional. Kesejahteraan yang hendak dicapai untuk mewujudkan Ketahanan Nasional adalah kemampuan bangsa menumbuhkan dan menyumbangkan nilai-nilai nasionalnya menjadi kemakmuran sebesar-besarnya yang adil dan merata, rohaniah dan

jasmaniah. Sedangkan keamanan yang mewujudkan ketahanan nasional adalah kemampuan bangsa melindungi eksistensinya dan nilai-nilai nasionalnya terhadap ancaman dari dalam maupun dari luar. Pengaturan dan penyelenggaraan Kesejahteraan Nasional menggunakan tiap-tiap gatra Asta Gatra, demikian pula untuk keamanan nasional. Bergantung kepada sifat-sifat gatranya, maka gatra yang satu mempunyai peranan : Yang sama besar untuk kesejahteraan maupun keamanan Yang lebih besar kepada kesejahteraan daripada keamanan Yang lebih besar kepada keamanan daripada kesejahteraan Untuk mendapatkan hasil Ketahanan Nasional yang diinginkan, maka harus diusahakan penilaian kualitatif dan kuantitatif atas perwujudan kesejahteraan dan keamanan oleh tiaptipa gatra. 1.5 Sifat-sifat Ketahanan Nasional 1) Manunggal Antara Trigatra dan Panca Gatra harus bersatu (integratif). Sifat integratif ini tidak dapat diartikan mencampuradukkan, tetapi integrasi dilaksanakan secara serasi dan selaras. 2) Mawas ke Dalam Ketahanan Nasional diarahkan kepada diri bangsa dan negara itu sendiri, karena bertujuan mewujudkan hakikat dan sifat nasionalnya sendiri. 3) Berkewibawaan Ketahanan Nasional sebagai hasil pandangan yang bersifat Manunggal tersebut mewujudkan kewibawaan nasional yang harus diperhitungkan oleh pihak lain dan mempunyai daya pencegah (deterent). Makin tinggi tingkat kewibawaan, makin besar daya pencegahnya.

4) Berubah menurut Waktu Ketahanan Nasional suatu bangsa tidaklah tetap adanya. Ia dapat meningkat atau menurun dan bergantung pada situasi dan kondisi bangsa itu sendiri. 5) Tidak membenarkan Sikap dan Kekuasaan dan Adu Kekuatan Kalau konsep adu kekuasaan dan adu kekuatan bertumpu pada kekatan fisik, maka ketahanan nasional tidak mengutamakan kekuatan fisik saja, tetapi memanfaatkan daya dan kekuatan lain, seperti kekuatan moral suatu bangsa. 6) Percaya pada Diri Sendiri (Self Confidence) Ketahanan Nasional dikembangkan dan ditingkatkan berdasar sikap mental percaya pada diri sendiri. 7) Tidak Bergantung pada Pihak Lain (Self Relience) Kebanyakan negara berkembang merupakan bekas daerah jajahan yang masih dipengaruhi mental kolonial dan rasa ketergantungan kepada bekas penjajahnya. Sikap mental demikian harus dikikis habis dan sebagai gantinya ditumbuhkan sikap mental yang berkepercayaan pada diri sendiri yang patriotik dan nasionalistik tanpa menjerumuskan diri ke dalam fanatisme dan chauvinisme (nasionalisme yang sempit).