Anda di halaman 1dari 2

Jenis Agroforestri Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di Dusun Rukem Desa Bayem Kasembon, sistem penanaman dilahan tertutup

termasuk dalam sistem agroforestri kompleks. Hal ini terlihat dari LBD (Luas Bidang Dasar) relatif kopi terhadap vegetasi lain yang kurang dari dari 80 % yaitu sekitar 67,43 %. Selain itu terdapat lenih dari 5 jenis tanaman sehingga dapat dikatakan termasuk agroforestri kompleks. Jenis komponen penyusun agroforestri yaitu kopi, mahoni, jati, nangka, mangga, waru, kelapa, wangkal, rambutan. Sistem penanamannya yaitu tumpangsari karena kopi, mangga, rambutan sebagai tanaman sisipan tanaman tahunan. Dalam satu plot lahan agroforestri tertutup terdapat 56 tanaman dengan komponen penyusun 14 tanaman kopi, 13 mahoni, 9 jati, 8 nangka, 5 mangga, 4 waru, serta tanaman waru, rambutan, kelapa, wangkal yang masing-masing berjumlah 1. Berdasarkan komponen penyusunnya agroforestri ini termasuk dalam kalsifikasi agrisilvikultur, karena terdapat kombinasi antara pohon berkayu. Pada lahan terbuka juga termasuk dalam agroforestri sederhana, hal ini dikarenakan terdapat kombinasi dari beberapa tanaman, yaitu sengon, jati, mahoni, waru. Selain itu LBD (Luas Bidang Dasar) kopi terhadapt vegetasi lain yang kurang dari 80 %, yaitu sekitar 66,56 %. Dalam satu plot agroforestri terbuka terdapat 33 tanaman dengan komponen penyusun 18 sengon, 9 jati, 5 mahoni, dan 1 waru. Berdasarkan komponen penyusunnya agroforestri ini termasuk dalam kalsifikasi agrisilvikultur, karena terdapat kombinasi antara pohon berkayu. Perbedaan vegetasi yang ada pada lahan agroforestri lahan terbuka dan agroforestri lahan tertutup berpengaruh terhadap LBD pohon. Jumlah jenis vegetasi pada agroforestri tertutup lebih besar dibandingkan dengan agroforestri terbuka, yaitu 9 jenis vegetasi pada lahan tertutup dan hanya 4 jenis vegetasi pada lahan terbuka. Biodiversitas Pada plot agroforestri tertutup luas seluruh plot yang diamati 200 m2 dengan biodiversitas 9 jenis tanaman, maka termasuk dalam biodiversitas sedang

karena terdapat lebih dari 5 jenis pohon. Jumlah pohon dalam satu plot yaitu 56 pohon/200 m2 . Tingkat kerapatan jenis pohon sekitar 16,1 %. Kerapatan populasi yaitu 2800 pohon/ ha. Pada plot ini di dominasi oleh tanaman kopi yaitu 14 pohon atau sekitar 25 % dari jumlah total pohon. Pada plot agroforestri terbuka luas seluruh plot yang diamati 200 m 2 dengan biodiversitas 4 jenis tanaman, maka termasuk dalam biodiversitas rendah karena terdapat kurang dari 5 jenis pohon. Jumlah pohon dalam satu plot yaitu 33 pohon/200 m2 . Tingkat kerapatan jenis pohon sekitar 12,12 %. Kerapatan populasi yaitu 1650 pohon/ ha. Pada plot ini di dominasi oleh sengon yaitu 18 pohon atau sekitar 54,5 % dari jumlah total pohon. Penutupan Tajuk Vertikal : stratifikasi ( sketsa ) ada di binar Horizontal : Posisi Pohon alur plot Pada agroforestri tertutup jenis pohon penaungnya yaitu jati, wangkal, mahoni, waru dan nangka, dengan tanaman yang dinaungi yaitu kopi, rambutan, mangga. Sedangkan pada agroforestri terbuka semua jenis pohon sebagai naungan karena termasuk tanaman berkayu semuanya dan memiliki kompetisi yang tinggi dalam menyerap sinar matahari.