Anda di halaman 1dari 43

Setting IP = 192.168. X .

Langkah-langkah konfigurasi : 1. Memindahkan file

- Zebra cp /usr/share/doc/quagga-0.99.21/zebra conf.sample /etc/quagga/zebra.conf - RIP : cp /usr/share/doc/quagga-0.99.21/ripd conf.sample /etc/quagga/ripd.conf - OSPF : cp /usr/share/doc/quagga-0.99.21/ospfd conf.sample /etc/quagga/ospfd.conf

- BGP :
cp /usr/share/doc/quagga-0.99.21/bgpd conf.sample /etc/quagga/bgppd.conf

2. Melihat isi yang ada di direktori quagga ls /etc/quagga

Mengganti IP forwarding = 1
vi /etc/sysctl.conf load sysctl p

Mematikan firewall dengan tools iptables :


[root@dlp ~]# systemctl stop iptables.service [root@dlp ~]# systemctl stop ip6tables.service [root@dlp ~]# systemctl disable iptables.service rm '/etc/systemd/system/basic.target.wants/iptables.service' [root@dlp ~]# systemctl disable ip6tables.service rm '/etc/systemd/system/basic.target.wants/ip6tables.service'

zebra & telnet localhost zebra en configure terminal int p7p1 ip address ......../..... write exit

Melihat konfigurasi ip di zebra : sh run

ripd &

telnet localhost ripd enable configure terminal router rip version 2 network ...../..... write exit

Melihat konfigurasi ip di zebra : sh run

Dari router 1 ping ke net 2 : ping 192.168.2.2

1.

Untuk memantau koneksi jaringan pada masingmasing router netstat nr : Router1

2.

Router2

3.

Router3

OSPF (Open Shortes Path First) merupkan salah satu protokol perutean yang banyak digunakan dalam skala menengah sampai besar karena memiliki tingkat skalabilitas dan fleksibilitas yang tinggi dibandingkan dengan yang lain. Protokol ini membagi-bagi jaringan menjadi beberapa kelompok area yang bertingkat. OSPF bekerja dengan sebuah algorithma yang disebut Djikstra.

Secara garis besar, proses yang dilakukan protokol perutean OSPF mulai dari awal hingga dapat saling bertukar informasi ada lima langkah, yaitu:

1) Membentuk Adjacency Router (AR) 2) Memilih DR dan BDR (Backup Designated Router) (jika diperlukan) 3) Mengumpulkan keadaan (state) dalam jaringan 4) Memilih rute terbaik dalam jaringan 5) Menjaga informasi routing agar tetap up to date

Karakteristik Open Shortest Path First (OSPF):


Menggunakan Algoritma link-state Membutuhkan waktu CPU dan memori yang besar Tidak menyebabkan routing loop Dapat membentuk heirarki routing menggunakan konsep area Cepat mengetahui perubahan pada jaringan Dapat menggunakan beberapa metrik

ospfd &

telnet localhost ospfd enable configure terminal router ospf network ...../..... area ...... write exit

Melihat konfigurasi routing ospf : sh run

1.

Untuk memantau koneksi jaringan pada masingmasing router netstat nr : Router1

2.

Router2

3.

Router3

Dari router 1 ping ke net 2 : ping 192.168.2.2

Border Gatewat Protokol (BGP) adalah salah satu jenis routing protocol yang digunakan untuk koneksi antar autonomous system (AS) , dan salah satu jenis routing protocol yang banyak digunakan oleh ISP ISP sebar seperti Telkomsel ataupun perbankan .BGP termasuk dalam kategori routing protocol jenis exterior gateway protocol (EGP) . EGP disini berfungsi agar router dapat melakukan pertukaran rute dari dank e luar jaringan local autonomus system . disini BGP memiliki skalabilitas yg tinggi karena dapat melayani pertukaran routing pada beberapa originisasi besar . sehingga bgp dikenal sebagai routing protocol yg sangan rumit serta kompleks

Menggunakan algoritma routing distance (menyalin table routing dari router ke router) Digunakan antara isp dengan isp dan client-client Digunakan untuk merutekan trafik internet antar AS BGP adalahpath vector routing protocol , dengan mencari rute terbaik yg didapar dr router BGP lainnya Router BGP menjaga koneksi antar-peer menggunakan port nomer 179 Koneksi antar-peer dijaga dengan menggunakan signal keepalive secara periodic BGP memiliki routing table sendiri

Routing protocol BGP baru dapat diakatakan bekerja pada sebuah router jika sudah terbentuk sesi komunikasi dengan router tetangganya yang juga menerapkan BGP , setelah itu antar router BGP dapat bertukar informasi rute Kedua buah router telah di konfigurasikan dengan benar dan siap menjalakan routing protocol BGP Paket paket pesan BGP yang bertugas membentuk sesi BGP dengan router tetangganya dapat sampai dengan baik ke tujuannya Memastikan kedua buah router BGP tidak melakukan pemblokiran PORT 179 Memastikan bahwa kedua buah router tidak kehabisan resource saat sesi BGP sudah terbentuk dan berjalan

Open Message : Paket ini merupakan paket pembuka sebuah sesi BGP , paket ini yg pertama dikirimkan ke router tetangga untuk membangun sebuah sesi komunikasi . paket ini berisi BGP version number AS Number Hold time Router ID

Keepalive Message : Paket pesan ini bertugas untuk menjaga hubungan yg telah terbentuk antara kedua router BGP , paket jenis ini dikirimkan secara periodic antar router yg bertetangga , dengan ukuran 19 byte dan tanpa ada data sama sekali .

Notification Message : Paket pesan ini bertugas untuk meninformasikan error yg terjadi thd sebuah sesi BGP . paket ini berisikan field field yg berisi jenis error yg terjadi . sehingga memudahkan pengguna untuk melakukan troubleshooting .

Update Message : Paket pesan ini merupakan paket pesan utama yg akan membawa informasi rute rute yg ada , paket ini berisikan semua informasi rute BGP yg ada dalam jaringan tersebut. Network-Layer Reachability Information (NLRI) Path attribute Withdrawn routes

IBGP (Internal BGP) EBGP (Eksternal BGP)

bgpd &

telnet localhost ospfd enable configure terminal router ospf network ...../..... area ...... write exit

Melihat konfigurasi routing ospf : sh run

1.

Untuk memantau koneksi jaringan pada masingmasing router netstat nr : Router1

2.

Router2

3.

Router3

Dari router 1 ping ke net 2 : ping 192.168.2.2