Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK II

ION KOMPLEKS KARBONATOTETRAAMINKOBALT (III)

DISUSUN OLEH : Nama NIM Golongan Fakultas/Prodi Asisten : Stanislaus Dimas Indra Pratika : 09/283483/PA/12572 :V : MIPA/Kimia : Adhi Dwi Hatmanto

LABORATORIUM KIMIA ANORGANIK FMIPA UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2012

Inti Sari Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari cara pembuatan, cara pemurnian dan karakterisasi senyawa kompleks [Co(NH3)4CO3]NO3. Pembuatan senyawa kompleks [Co(NH3)4CO3]NO3 dilakukan dengan memanaskan campuran Co(NO3)2.6H2O, NH4OH, (NH4)2CO3, dan H2O2. Pemanasan dijaga agar larutan tidak sampai mendidih. Pemurnian senyawa kompleks yang telah diperoleh dilakukan dengan cara rekristalisasi. Karakterisasi senyawa kompleks dilakukan dengan metode konduktometri untuk mengukur daya hantar listrik (DHL) molar. Hasil yang diperoleh berupa kristal berwarna ungu, berbau busuk, seberat 1,49 gram dengan DHL molar sebesar 150 siemens. Data DHL ini menunjukkan bahwa senyawa kompleks tersebut tersusun dari dua ion, dengan perbandingan kation:anion= 1:1. Kata kunci: kompleks kobalt, kompleks [Co(NH3)4CO3]NO3, konduktometri.

I. Landasan Teori a. Ion Kompleks Senyawa kompleks memiliki peranan penting dalam kehidupan seharihari. Aplikasi senyawa ini meliputi bidang kesehatan, farmasi, industri, dan lingkungan. Manusia setiap hari senantiasa memerlukan oksigen untuk bernapas. Proses pengikatan oksigen oleh Fe menjadi senyawa kompleks dalam tubuh merupakan salah satu contoh aplikasi senyawa kompleks dalam keseharian (Winter, 1994). Senyawa kompleks terbentuk akibat terjadinya ikatan kovalen koordinasi antara suatu atom atau ion logam dengan suatu ligan (ion atau molekul netral). Logam yang dapat membentuk kompleks biasanya merupakan logam transisi, alkali, atau alkali tanah. Studi pembentukan kompleks menjadi hal yang menarik untuk dipelajari karena kompleks yang terbentuk dimungkinkan memberi banyak manfaat, misalnya untuk ekstraksi dan penanganan keracunan logam berat (Anonim, 2008). b. Senyawa Kompleks [Co(NH3)4CO3]+ dan Cara Sintesisnya Kobalt merupakan salah satu logam unsur transisi dengan konfigurasi elektron 3d7 yang dapat membentuk kompleks. Kobalt yang relatif stabil berada sebagai Co(II) ataupun Co(III). Namun dalam senyawa sederhana, Co(II) lebih stabil dari Co(III). Ionion Co2+ dan ion terhidrasi [Co(H2O)6]2+ stabil di air. Kompleks kobalt dimungkinkan dapat terbentuk dengan berbagai macam ligan, diantaranya amonia dan ligan bidentat karbonat, yaitu membentuk kompleks [Co(NH3)4CO3]+. Kompleks ini dapat disintesis dengan mereaksikan Co(NO3)2.6H2O, NH4OH, (NH4)2CO3, dalam medium air dan diikuti dengan oksidasi Co(II) menjadi Co(III) oleh H2O2.
O O H3N Co H3N NH3 NH3 C O

c. Analisis Konduktometri Konduktometri merupakan suatu metode analisis yang didasarkan pada pengukuran daya hantar listrik suatu larutan elektrolit (Harjadi, 1986). Makin banyak ion-ion terlarut, maka daya hantar listriknya makin besar (Douglas, dkk., 1993). Metode ini biasanya digunakan untuk mengetahui derajat ionisasi suatu larutan elektrolit lemah. Dalam percobaan ini kita menggunakan konduktometri untuk mengetahui banyakknya ion yang terdapat pada senyawa kompleks [Co(NH3)4CO3]NO3 hasil sintesis.

II. a.

Alat dan Bahan Alat 2 buah gelas beker 250 ml 1 buah gelas ukur 50 ml 1 buah gelas ukur 10 ml 1 set pemanas spiritus 1 buah corong gelas 1 buah erlenmeyer 250 ml 1 buah gelas beker 500 ml 1 buah pipet tetes 1 set alat konduktometer

b.

Bahan Kobalt nitrat heksahidrat padat Ammonium karbonat Larutan ammonia pekat Larutan hidrogenperoksida 30% Kertas saring whattman 40

III. Langkah Kerja a. Pembuatan Senyawa Kompleks [Co(NH3)4CO3]NO3


dilarutkan 10 gram (NH4)2CO3 dalam 30 ml aquades lalu ditambahkan 30 ml larutan NH4OH pekat dilarutkan 7,5 gram kristal Co(NO2)2.6H2O dalam 15 ml aquades

Campurkan kedua larutan secara perlahan sambil diaduk Tambahkan secara perlahan 4 ml H2O2 30% sambil dipanaskan tetapi tidak sampai mendidih Tambahkan 2,5 gram (NH4)2CO3 selama pemanasan Setelah larutan menguap hingga kira-kira setengah dari volume semula, dalam keadaan panas larutan disaring dengan kertas saring whattman 40. Filtrat ditampung dan didinginkan hingga terbentuk kristal berwarna merah lalu disaring dengan penyaring buhner, dicuci dengan aquades dan etanol kemudian dikeringkan lalu ditimbang

b. Karakterisasi Hasil
Ditimbang sebanyak 0,12 gram kristal yang dihasilkan, lalu dilarutkan dalam aquades hingga volume 500 ml dan diukur daya hantar listriknya dengan alat konduktometri, lalu diestimasi jumlah ion dalam setiap molekul kompleks.

IV.

Hasil Percobaan

Dari percobaan yang telah dilakukan diperoleh kristal dengan sifat-sifat fisik sebagai berikut: wujud warna bau massa rendemen DHL : kristal : ungu : busuk : 1,49 gram : 23,21 % : 150 siemens

VI.

Kesimpulan

Dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa: 1. Senyawa kompleks [Co(NH3)4CO3]NO3 dapat disintesis dengan cara mereaksikan Co(NO3)2.6H2O, NH4OH, (NH4)2CO3, dalam medium air dan diikuti dengan oksidasi Co(II) menjadi Co(III) oleh H2O2. 2. Pemurnian senyawa kompleks [Co(NH3)4CO3]NO3 dilakukan dengan cara rekristalisasi, namun rendemen yang dihasilkan akan rendah, karena kompleks ini merupakan jenis senyawa yang larut cukup baik dalam air, meskipun pada suhu rendah. 3. Karakterisasi dengan metode konduktometri menunjukkan bahwa senyawa kompleks [Co(NH3)4CO3]NO3 memiliki jumlah ion dua.

VII.

Daftar Pustaka Anonim, 2008, Sintesis dan Karakterisasi Kompleks Kobalt(II) Dengan Sulfadiazin

dan Sulfamerazin (P-35), http://skripsi-ilmiah.blogspot.com. Diakses tanggal 5 April 2012 Douglas, B., McDaniel ,D. and Alexander, J., 1993, Concepts and Models of Inorganic Chemistry, 3rd edition, John Wiley & Sons, Inc., New York. Harjadi, W., 1986. Ilmu Kimia Analitik Dasar. Gramedia: Jakarta. Winter, M.J.,1994, d-Block Chemistry, Oxford University Press, New York.

VIII.

Lampiran

Perhitungan Masing-masing mol reaktan: Untuk reaksi redoks: 2Co2+ M R S + H2O2 2Co3+ + 0,02577 0,02577 OH0,01288 0,01288 7,5 gram Co(NO2)2.6H2O = 10 gram (NH4)2CO3 4 ml H2O2 30% NH4OH pekat = berlebih mol

0,02577 mol 0,0353 mol 0,02577 0 0,01288 0,02242

Untuk reaksi pembentukan kompleks: Co3+ M R S 0,02577 0,02577 0 + 4NH4OH + berlebih 0,1031 berlebih CO32- [Co(NH3)4CO3]+ + 0,104 0,02577 0,07823 0,02577 0,02577 4H2O 0,1031 0,1031

Secara teoritik senyawa kompleks yang dihasilkan adalah sebanyak 0,02577 mol. Massa secara teoritik adalah 0,02577 mol x 249 gram/mol = 6,42 gram Massa hasil percobaan = 1,49 gram Rendemen =