Anda di halaman 1dari 3

POTENSI LISTRIK GORONTALO 150 MW

TAHUN 2011, 1,5 JUTA TON BATU BARA DIMUSNAHKAN DI GORONTALO

BIOMASS POWER PLANT


TEKNOLOGI
Selain microhydro Gorontalo juga mempunyai potensi PEMBANGKIT Listrik ( Power Plant) dari bahan limbah agro seperti tongkol dan daun/pelepah jagung yang hanya di bakar percuma. Prinsipnya sama dengan PLTU tapi bahan bakarnya bukan batu bara. Potensinya lebih dari 150 MW lebih. Komponen PLTUnya sama dengan PLTU Batu bara hanya ada sedikit modifikasi pada ukuran tungku pembakarannya. Karena perbedaan fisik dari bahan bakar batu bara dan biomass (limbah agro). Teknologinya sendiri sudah berumur 100 tahun lebih. Banyak PLTU batu bara di Eropah yang di ubah menjadi PLTU Biomass. Tidak tangung tanggung sampai ada yang berukuran 750 MW. (http://www.rwe.com) Di Gorontalo justru membangun PLTU batu bara yang bahan bakarnya tergantung pasokan dari Kalimantan

POTENSI GORONTALO 150 MW


Tahun 2011 Gorontalo menghasilkan 670 000 ton (Th 2008 ,753 000 ton -Gorontalo Dalam Angka) jagung pipil kering. Limbahnya (tongkol dan daun/pelepah) hanya dibakar percuma. 1 kg jagung pipil kering menghasilkan 0,3-0,4 kg tongkol dan 2,5 -2.8 kg Daun dan pelepahnya. Semuanya hanya dibakar percuma. (Perbandingan berat ini harus dicek untuk Gorontalo). Apakah perbandingan berat ini sama disetiap tempa perlu di data masing masing daerah. Kadar energy tongkol 4200 s/d 4400 kkal/kg (17,5 s/d 18,5 MJ/kg) sementara daun dan pelepah hanya sedikt dibawahnya 3900-4100 kkal/kg. (16,0 s/d 17 MJ/kg) Secara matematis 0,3 X 4200 + 2.5 X 3900 = 11 010 kkal . Ini berarti setara 2,5 kg batu bara yang berkadar 4400 kkal/kg. Sementara Standard PLN minimum hanya 4200 kkal/kg. Dengan perhitungan diatas, pada tahun 2011, propinsi Gorontalo seperti hanya membakar 1,6 juta ton batu bara secara percuma, yakni 2.5 X 670 000 ton = 1,67 juta ton batubara yang 4400 kkal. US$ 81/ton April 2012. = US$ 160juta??. 1 MW PLTU memerlukan rata rata 20 ton batu bara (4200 kkal/kg) per hari atau 7300 ton/tahun. Jika 75% limbah jagung di Gorontalo ini dipakai untuk pembangki, berarti 75% X 1.67 juta ton = 1,25 juta ton per tahun. Cukup untuk menjalankan PLTU 1.250.000 : 7300 ton = 170 MW, bandingkan PLTU Anggrek yang hanya 50 KW ( 2 X 25 KW) Kelebihan penggunaan biomass ( limbah agro), disamping bahan bakarnya murah, kadar polusi berkurang sampai 70%, karena umumnya bio mass tidak megandung belerang dan kadar hanya 25% dari batu bara. Dalam hal pemakaian pada PLTU, harus ada modifikasi tungku bakarnya. 1 m3 volume tungku bakar PLTU bisa menampung 700-800 kg batubara, sementara tongkol jagung hanya 280 kg dan pelepahnya sekitar 190 kg sesudah di cacah.

INVESTASI
Untuk 10 MW.investasinya sekitar 125-150 miliar. Dengan rata rata beroperasi 75%=7,5 MW. Biaya produksi Rp 200/Kwh. Ditempatkan sekitar sentra penghasil jagung utamanya Pohuwato, Boalemo dan Kabupaten Gorontalo. Atau menggunakan bahan bakar lainnya se perti sabut kelapa, daun dan pelepah, bahkan sekam.

Methode Percobaan Perbandingan Berat. Beli 2, 3 pohon jagung yang sedang di panen. Pisahkan bagian bagiannya menjadi 4 bagian. Jagung Pipil, Tongkol, Pelepah, daun/kulit tongkol Timbang masing masing berat dan didata. Kemudian ke-4 bagian tersebut di keringkan secara almiah di panas matahari selama 3, 4 hari. Kemudian di data lagi beratnya. Dengan demikian didapat perbandingan untuk setiap kg. Jagung pipil kering, berapa berat tongkol, daun dan pelepahnya. Contoh : Data yang didapat terakhir : Pipilan Jagung Tonkol Daun Pelepah = 150 gram, = 60 gram = 180 gram = 210 gram

Tiap kg Jagung Pipil menghasilkan : 1/150 X 60 = 375 gram = 0,375 Kg Tongkol 1/150 X 180 = 1,2 kg Daun 1/150 X 200 = 1.4 kg Pelepah. Kandungan kalor di cek pada laboratorium yang cukup peralatannya. Tapi berbagai percobaan didaerah lain menunjukan angka angka diatas adalah angka minimum. Selamat mencoba, jadikan Gorontalo swa sembada strum tanpa tergantung pada batu bara. Lukman Nento, Praktisi dan Perencana Power Plant dan Microhydro email :ironsand2004@yahoo.com Bekasi 2 April 2012

Untuk survey dan potensi PLTMH Provinsi Gorontalo, hubungi alamat diatas.