Anda di halaman 1dari 9

BAB I PENDAHULUAN

PENGERTIAN ANALISIS SWOT Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats). Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut. Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, dimana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities)yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.

BAB II PEMBAHASAN

A. ANALISIS SWOT PADA PERUSAHAAN DAGANG 1. ANALISIS SWOT PADA PT.COCA COLA BOTTLING INDONESIA a. Latar Belakang Perusahaan Coca-Cola Bottling Indonesia merupakan salah satu produsen dan distributor minuman ringan terkemuka di Indonesia. Kami memproduksi dan mendistribusikan produk-produk berlisensi dari The Coca-Cola Company. Perusahaan ini memproduksi dan mendistribusikan produk Coca-Cola ke lebih dari 400.000 outlet melalui lebih dari 120 pusat penjualan. Coca-Cola Bottling Indonesia merupakan nama dagang yang terdiri dari perusahaan-perusahaan patungan (joint venture) antara perusahaan-perusahaan lokal yang dimiliki oleh pengusaha-pengusaha independen dan Coca Cola Amatil Limited, yang merupakan salah satu produsen dan distributor terbesar produk-produk Coca-Cola di dunia. Coca Cola Amatil pertama kali berinvestasi di Indonesiapada tahun 1992. Mitra usaha Coca-Cola saat ini merupakan pengusaha Indonesia yang juga adalah mitra usaha saat perusahaan ini memulai kegiatan usahanya diIndonesia. Produksi pertama Coca-Cola di Indonesia dimulai pada tahun 1932 di satu pabrik yang berlokasi diJakarta. Produksi tahunan pada saat tersebut hanya sekitar 10.000 krat. Saat itu perusahaan baru memperkerjakan 25 karyawan dan mengoperasikan tiga buah kendaraan truk distribusi. Sejak saat itu hingga tahun 1980-an, berdiri 11 perusahaan independen di seluruh Indonesia guna memproduksi dan mendistribusikan produk-produk The Coca-Cola Company. Pada awal tahun 1990-an, beberapa diantara perusahaanperusahaan tersebut mulai bergabung menjadi satu. Tepat pada tanggal 1 Januari 2000, sepuluh dari perusahaan-perusahaan tersebut bergabung dalam perusahaan-perusahaan yang kini dikenal sebagai Coca-Cola Bottling Indonesia. Saat ini, dengan jumlah karyawan sekitar 10.000 orang, jutaan krat produk kami didistribusikan dan dijual melalui lebih dari 400.000 gerai eceran yang tersebar di seluruh Indonesia. b. Analisis SWOT Analisa SWOT adalah sebuah bentuk analisa situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif (memberi gambaran). Analisa ini menempatkan situasi dan kondisi sebagai sebagai faktor masukan, yang kemudian dikelompokkan menurut kontribusinya masing-masing. Satu hal yang harus diingat baik-baik oleh para pengguna analisa SWOT, bahwa analisa SWOT adalah semata-mata sebuah alat analisa yang ditujukan untuk menggambarkan situasi yang
2

sedang dihadapi atau yang mungkin akan dihadapi oleh organisasi, dan bukan sebuah alat analisa ajaib yang mampu memberikan jalan keluar yang baik bagi masalah-masalah yang dihadapi oleh organisasi. Analisa ini terbagi atas empat komponen dasar yaitu : 1. Strength (S), adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari organisasi atau program pada saat ini. 2. Weakness (W), adalah situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan dari organisasi atau program pada saat ini. 3. Opportunity (O), adalah situasi atau kondisi yang merupakan peluang diluar organisasi dan memberikan peluang berkembang bagi organisasi dimasa depan. 4. Threat (T) , adalah situasi yang merupakan ancaman bagi organisasi Yang datang dari luar organisasi dan dapat mengancam eksistensi organisasi di masa depan. Berikut ini adalah hasil analisis swot pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia : Aspek Kekuatan (Strength) 5. Riset and Development yang intensif 6. Pertumbuhan Penjualan 7. Brand Image 8. Loyalitas Konsumen 9. Keadaan Distribusi dan Pangsa Pasar 10. Harga Produk yang kompetitif dan SDM yang besar dan terlatih 11. Sebagai inovator dalam industri soft drink 12. Mempunyai struktur organisasi yang sangat baik 13. Memiliki kepopuleran merk yang tinggi dan dikenal oleh masyarakat sedunia 14. Coca Cola memenangkan penghargaan untuk kategori kemasan kaleng dari jenis produk yang paling inovatif dan atraktif Aspek Kelemahan (Weakness) 15. Ketersediaan bahan baku 16. biaya produksi yang tinggi 17. Inovasi dan ekspansi yang lambat dalam mengatasi pesaing dan memenuhi keinginan pasar 18. Coca Cola hanya berbasis pada kategori minuman dan belum merambah ke sektor lain 19. Bagan struktur organisasi yang tidak mencakup semua jabatan yang ada 1. 2. 3. 4. 5. Aspek Peluang (Opportunity) Segmen Pasar Pertumbuhan Pasar Respon Terhadap Promosi Kestabilan Struktur Harga dan Perkembangan Produk Meningkatkan gaya hidup beberapa konsumen akan softdrink
3

6. Pendistribusian produk yang mudah ke berbagai daerah karena luasnya jaringan 7. Kerjasama dengan berbagai pihak 8. Pengembangan produk baru jenis makanan 9. Pertumbuhan iklan di internet karena penggunaan internet telah meningkat 10. Semakin meningkatnya pendapatan penjualan PT Coca Cola Aspek Ancaman (Threat) 20. Banyak konsumen yang mulai meninggalkan minuman berkarbonasi 21. Di beberapa negara seperti India melarang penjualan coca-cola 22. Inovasi AS ke Irak yang mempengaruhi penjualan coca-cola 23. Tingginya harga bahan mentah 24. Kesulitan mengatur seluruh anak perusahaan sedunia 25. Persaingan produk teh 26. Kebijakan pemerintah 27. Perubahan selera konsumen 28. Masuknya pesaing baru 29. Perang harga dan fluktuasi nilai tukar asing

B. ANALISIS SWOT PADA PERUSAHAAN JASA 2. ANALISIS SWOT PADA PT. TIKI / JNE a. Latar Belakang Perusahaan Perkembangan perusahaan penyedia ekspedisi/kurir di Indonesia sudah semakin banyak dan persaingan antar perusahaan tersebut semakin ketat. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir atau JNE adalah salah satu perusahaan penyedia ekspedisi/kurir besar di Indonesia. Melayani pengiriman paket ke dalam dan/atau kuar negeri. Dalam membentuk suatu usaha diperlukan manajemen strategic yang baik salah satunya yaitu dengan menerapkan analisis SWOT. b. Analisi SWOT Analisa SWOT adalah sebuah bentuk analisa situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif (memberi gambaran). Analisa ini menempatkan situasi dan kondisi sebagai sebagai faktor masukan, yang kemudian dikelompokkan menurut kontribusinya masing-masing. Satu hal yang harus diingat baik-baik oleh para pengguna analisa SWOT, bahwa anaisa SWOT adalah semata-mata sebuah alat analisa yang ditujukan untuk menggambarkan situasi yang sedang dihadapi atau yang mungkin akan dihadapi oleh organisasi, dan bukan sebuah alat analisa ajaib yang mampu memberikan jalan keluar yang cespleng bagi masalah-masalah yang dihadapi oleh organisasi.

Analisa ini terbagi atas empat komponen dasar yaitu : Strength (S), adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari organisasi atau program pada saat ini. Weakness (W), adalah situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan dari organisasi atau program pada saat ini. Opportunity (O), adalah situasi atau kondisi yang merupakan peluang diluar organisasi dan memberikan peluang berkembang bagi organisasi dimasa depan. Threat (T), adalah situasi yang merupakan ancaman bagi organisasi yang datang dari luar organisasi dan dapat mengancam eksistensi organisasi dimasa depan

Berikut adalah hasil analisis SWOT pada PT TIKI Jalur Nugraha Ekakurir atau JNE a. Aspek kekuatan pada PT TIKI hemat, Aman, Pasti, Cepat, Mudah, Lacak, Sumber Daya Manusia, Penjemputan, Kemudahan Pembayaran.

b. Aspek kelemahan pada PT TIKI Kelemahan pada PT TIKI yaitu dibidang pelayanan terhadap customer yang dinilai kurang ramah sehingga membuat customer merasa segan dan cenderung dapat mengurangi konsumen.

c. Aspek kesempatan pada PT TIKI Dengan kekuatan yang dimiliki TIKI memberikan kepercayaan pada customer dengan tetap memakai jasa TIKI Kemajuan teknologi memperluas jaringan pelayanan pada TIKI

d. Aspek ancaman pada PT TIKI Ancaman bagi PT TIKI yaitu banyaknya perusahaan penyedia ekspedisi/kurir yang juga menyediakan jasa pengiriman barang/paket baik di dalam maupun luar negeri seperti DHL, ASPERINDO, dan jasa kurir lainnya.

C. ANALISIS SWOT PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR 3. ANALISIS SWOT PADA PT. GUDANG GARAM tbk. a. Latar Belakang Perusahaan PT Gudang Garam Tbk merupakan produsen rokok kretek terkemuka di Indonesia yang memproduksi berbagai jenis produk berkualitas tinggi, mulai dari sigaret kretek linting (SKL), sigaret kretek tangan (SKT) dan sigaret kretek mesin (SKM) yang sudah tersebar luas di Nusantara maupun di dunia. PT Gudang Garam Tbk menyerap tenaga kerja yang sebagian besar terlibat dalam produksi dan distribusi. Eksistensi Perusahaan juga mendukung penghidupan petani tembakau dan cengkeh serta para pengecer maupun pedagang asongan yang tersebar di seluruh Indonesia. Diukur dari jumlah aset, hasil penjualan produk, jumlah karyawan, pajak dan cukai, serta kontribusi lainnya, PT Gudang Garam Tbk adalah perusahaan rokok nasional yang memberikan kontribusi secara signifikan bagi Indonesia.

b. Analisis SWOT Aspek STRENGTH Sebagai pencetus atau perintis rokok kretek rendah tar pertama diindonesia Penguasaan know how teknologi tobacco blending dan berbagai teknologi pengenceran melalui vitalized tipping paper untuk mendapatkan kretek rendah tar dengan rasa yang tetap terjaga. SKM berhasil mendominasi industry rokok Indonesia. Rokok yang mengandung nikotin tidak akan menurunkan permintaan karena akan membuat orang ketagihan. Gudang garam sebagai produsen rokok terbesar di Indonesia. Memiliki tanggung jawab social dan karyawan dengan kualitas dan kinerja yang baik. Memiliki bahan baku yang berkualitas dan teknologi yang canggih. Adanya control terhadap kualitas. Perusahaan public yang sahamnya terdaftar di BEJ dan BES.

Aspek WEAKNESS Biaya yang cukup mahal baik dari segi bahan baku maupun teknologi yang dipakai.

Aspek OPPORTUNITY Adanya peningkatan permintaan akan SKM (sigaret kretek mesin) rendah tar dan nikotin 2.Adanya kebutuhan rokok kretek rendah tar di pasar luar negeri. 3.Rasa dari rokok kretek Indonesia yang unik dan berbeda dari luar negeri.
6

Gudang garam berperan dalam perekonomian makro kota dan sangat menentukan nilai produk domestic regional bruto (PDRB) perkapita.

Aspek THREAT Pesaing yang semakin banyak. Djarum lights yang tidak akrab dengan pasaran Indonesia. Harga yang bersaing diantara pesaing lainnya. Inflasi. Peraturan pemerintah mengenai pembatasan iklan, pengamanan rokok bagi kesehatan serta harga jual minimum membuat ruang gerak perusahaan menjadi tidak bebas.

BAB III PENUTUP KESIMPULAN Analisis SWOT adalah perkembangan hubungan atau interaksi antar unsur-unsur internal, yaitu kekuatan dan kelemahan terhadap unsur-unsur eksternal yaitu peluang dan ancaman. Didalam penelitian analisis SWOT kita ingin memproleh hasil berupa kesimpulankesimpulan berdasarkan ke-4 faktor dimuka yang sebelumnya telah dianalisa: 1. Strategi Kekuatan-Kesempatan (S dan O atau Maxi-maxi) Strategi yang dihasilkan pada kombinasi ini adalah memanfaatkan kekuatan atas peluang yang telah diidentifikasi. Misalnya bila kekuatan perusahaan adalah pada keunggulan teknologinya, maka keunggulan ini dapat dimanfaatkan untuk mengisi segmen pasar yang membutuhkan tingkat teknologi dan kualitas yang lebih maju, yang keberadaanya dan kebutuhannya telah diidentifikasi pada analisis kesempatan. 2. Strategi Kelemahan-Kesempatan (W dan O atau Mini-maxi) Kesempatan yang dapat diidentifikasi tidak mungkin dimanfaatkan karena kelemahan perusahaan. Misalnya jaringan distribusi ke pasar tersebut tidak dipunyai oleh perusahaan. Salahsatu strategi yang dapat ditempuh adalah bekerjasama dengan perusahaan yang mempunyai kemampuan menggarap pasar tersebut. Pilihan strategi lain adalah mengatasi kelemahan agar dapat memanfaatkan kesempatan. 3. Strategi Kekuatan-Ancaman (S atau T atau Maxi-min) Dalam analisa ancaman ditemukan kebutuhan untuk mengatasinya. Strategi ini mencoba mencari kekuatan yang dimiliki perusahaan yang dapat mengurangi atau menangkal ancaman tersebut. Misalnya ancaman perang harga 4. Strategi Kelemahan-Ancaman (W dan T atau Mini-mini) Dalam situasi menghadapi ancaman dan sekaligus kelemahan intern, strategi yang umumnya dilakukan adalah keluar dari situasi yang terjepit tersebut. Keputusan yang diambil adalah mencairkan sumber daya yang terikat pada situasi yang mengancam tersebut, danmengalihkannya pada usaha lain yang lebih cerah. Siasat lainnya adalah mengadakan kerjasama dengan satu perusahaan yang lebih kuat, dengan harapan ancaman di suatu saat akan hilang. Dengan mengetahui situasi yang akan dihadapi, anak perusahaan dapat mengambil langkah-langkah yang perlu dan bertindak dengan mengambil kebijakankebijakan yang terarah dan mantap, dengan kata lain perusahaan dapat menerapkan strategi yang tepat.

DAFTAR PUSTAKA http://arc.ugm.ac.id/files/%280581-H-2004%29.pdf www.coca-colabottling.co.id http://blog.unila.ac.id