Anda di halaman 1dari 14

IMPLEMENTASI PELATIHAN KETERAMPILAN MENJAHIT ANAK BINAAN OLEH BALAI PENGEMBANGAN DAN PEMULIHAN SOSIAL (BPPS)

Oleh : Sheilla Miranti 2221070309

Latar Belakang Masalah


Dampak ekonomi tak di pungkiri sangat keras terasa bagi keluarga unit terkecil dalam masyarakat. Jika tidak mampu bertahan maka tingkat kesejahteraan akan merosot. Keluarga miskin harus merogoh kantong lebih dalam untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dan kemungkinan besar uang untuk pendidikan, kesehatan, dan operasional lainnya akan menjadi terbatas. Hal ini akan menyebabkan keluarga miskin tidak dapat meningkatkan pendidikan anak dan kesehatan keluarga.

Fokus Penelitian
1. Penerapan metode pelatihan keterampilan menjahit 2. Sarana dan prasarana dalam kelas keterampilan dan sarana prasarana keterampilan menjahit 3. SDM (tenaga pendidik) dalam cara mendidik keterampilan dan sikap tenaga pendidik.

Rumusan masalah pada proposal penelitian ini dapat ditetapkan sebagai berikut : 1. Bagaimana penerapan metode pelatihan keterampilan menjahit pada anak binaan 2. Bagaimana sarana dan prasarana dalam kelas keterampilan dan sarana prasarana keterampilan menjahit 3. Bagaimana SDM (tenaga pendidik) dalam cara mendidik keterampilan dan sikap tenaga pendidik

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana Implementasi Pelatihan Keterampilan Menjahit Anak Binaan oleh Balai Pengembangan dan Pemulihan Sosial.

Manfaat Penelitian
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan atau panduan dalam rangka pengembangan konsep-konsep dan teori-teori dalam rangka membangun dan mengembangkan keterampilan remaja-remaja putus sekolah khususnya yang menjadi binaan Balai Pengembangan dan Pemulihan Sosial. Selain itu juga penelitian ini diharapkan dapat memberikan pandangan kepada pihak UPTD Dinas Sosial agar lebih meningkatkan pelaksanaan pelatihan keterampilan dan juga meningkatkan kualitas tenaga pendidik.

STUDI KEPUSTAKAAN
A. Remaja Putus Sekolah dan Keterampilan Remaja putus sekolah secara individu sama dengan remaja lainnya yang mempunyai keinginan, harapan dan kebutuhan serta potensi, tetapi karena suatu sebab, baik dari dalam diri maupun dari luar dirinya tidak bisa sekolah atau melanjutkan sekolah. Barrie Hopson dan Scally, mengemukakan bahwa keterampilan merupakan pengembangan diri untuk bertahan hidup, tumbuh dan berkembang, memilki kemampuan berkomunikasi dengan baik, baik secara individu, kelompok maupun melalui system dalam mengahadapi situasi tertentu.

Kerangka Berpikir
Pendidikan yang baik dan bermakna pada hakikatnya adalah pendidikan yang mampu mengantarkan dan memberdayakan potensi anak didik sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan yang dimilikinya dan pada akhirnya akan menjadi bekal dimasa depan. Pendidikan bukan semata-mata untuk mengejar target lulus ujian tetapi pendidikan juga harus mampu membekali anak-anak dalam mengahadapi problema kehidupan dan dunia kerja.

METODOLOGI PENELITIAN
A. Tipe Penelitian Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui sejauhmana pelaksanaan pelatihan keterampilan yang diberikan kepada anak binaan oleh Balai Pengembangan dan Pemulihan Sosial.

Populasi dan Sampel


Populasi dalam penelitian ini diambil 5 orang peserta pada pembinaan bimbingan keterampilan menjahit yang berasal dari kabupaten Lebak Sampel dalam penelitian ini adalah anak-anak binaan atau remaja-remaja putus sekolah yang dibina oleh Balai Pengembangan dan Pemulihan Sosial. Berdasarkan keterangan di atas, maka sampel dari penelitian ini adalah 5 orang.

Teknik Pengumpulan Data


Penelitian Kepustakaan Observasi (Pengamatan) Wawancara Kuesioner

Teknik Pengolahan Data


Tekhnik pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif Dengan metode ini menekankan pada proses pelatihan keterampilan menjahit pada remaja putus sekolah.

KEGIATAN BIMBINGAN KETERAMPILAN

SEKIAN DAN TERIMA KASIH