Anda di halaman 1dari 2

KETEPATAN BUKTI Ketepatan Bukti adalah ukuran mutu bukti, yang berarti relevansi dan reliabilitasnya memenuhi tujuan

audit untuk kelas transaksi, saldo akun, dan pengungkapan yang berkaitan. Jika bukti dianggap sangat tepat, hal itu akan sangat membantu meyakinkan auditor bahwa laporan keuangan disajikan secara wajar 3 faktor yang menentukan ketepatan bukti : 1) Relevansi * Bukti harus berkaitan / relevan terhadap tujuan pengujian auditor sebelum dikatakan bukti tersebut dianggap tepat * Relevansi dapat dipertimbangkan hanya dalam hubungan dengan tujuan spesifik audit * Sebagian besar bukti relevan untuk lebih dari satu tujuan audit, tetapi tidak bagi semua tujuan 2) Reliabilitas (keandalan) Keandalan mengacu pada tingkat layak dipercayanya suatu bukti Keandalan bukti hanya berkaitan dengan prosedur audit yang dipilih Keandalan tidak dapat diperbaiki dengan memperbesar sample atau memilih pos yang lain dari populasi Keandalan bukti tergantung dari 6 karakteristik berikut : i. Independensi penyedia bukti Bukti yang diperoleh dari sumber luar entitas (klien) lebih andal daripada dokumen dari dalam perusahaan ii. Efektivitas pengendalian intern Bukti audit yang diperoleh lebih andal jika pengendalian internal klien efektif / memadai iii.Pengetahuan langsung auditor Bukti audit yang diperoleh langsung oleh auditor dari pemeriksaan fisik, observasi, penghitungan ulang, inspeksi lebih andal daripada perhitungan kontroler perusahaan iv.Kualifikasi orang yang menyediakan informasi Konfirmasi dari bank atau pengacara lebih bernilai daripada konfirmasi dari orang orang yang kurang memahami dunia bisnis, auditor juga harus memenuhi kualifikasi untuk mengevaluasi bukti bukti v. Tingkat objektivitas Bukti yang objektif lebih andal daripada bukti yang bersifat subjektif vi.Ketepatan waktu Ketepatan waktu bukti yang diaudit mengacu kepada kapan bukti dikumpulkan atau periode yang dicakup oleh audit Kecukupan Bukti yang cukup berarti dapat diperolehnya sejumlah bukti yang diperlukan Kecukupan diukur dengan :

3)

Besar sample yang dipilih Pos tertentu yang diuji

JENIS BUKTI 1. Pemeriksaan fisik = perhitungan yang dilakukan auditor atas kuantitas dan deskripsi aktiva berwujud, memverifikasi eksistensi dan kelengkapan pencatatan mengenai aktiva 2. Konfirmasi = 3. Dokumentasi = .. 4. Observasi / pengamatan = 5. Tanya jawab dengan klien = 6. Pelaksanaan ulang (reperformance) = 7. Prosedur analitis = 8. Rekalkulasi =