LAPORAN PRATIKUM MITIGASI BENCANA POTENSI BENCANA BESERTA UPAYA MITIGASI BENCANA DI PANTAI REMBANG

Oleh: Desi Lasri Ana Dian Kharisma Elsha Lusia Fadly Ilhami Febriyantoro K2D008023 K2D008024 K2D008029 K2D008030 K2D008032

PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN JURUSAN ILMU KELAUTAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2011

240 8.712 9. Batas Wilayah Kabupaten Rembang: *Sebelah utar a *Sebelah timur *Sebelah selatan *Sebelah barat : Laut Jawa. sehingga menjadi gerbang sebelah timur Provinsi Jawa Tengah di sebelah timur. : Kabupaten Tuban (Jawa Timur). terdapat perbukitan dengan puncaknya Gunung Lasem (806 meter).133 Wilayah . Nama dan luas wilayah untuk masingmasing kecamatan adalah seperti terlihat pada tabel berikut. 7 kelurahan serta memiliki luas wilayah meliputi 101. bagian dari Pegunungan Kapur Utara. dengan puncaknya Gunung Butak (679 meter). 4. Secara astronomis berada pada garis koordinat 111 o 00 ± 111 o 30 Bujur Timur dan 6 o 30 ± 7 o . Bagian selatan wilayah Kabupaten Rembang merupakan daerah perbukitan. 5. 2. memiliki kode telepon yang sama dengan Tuban (Jawa Timur). Daerah perbatasan dengan Jawa Timur (seperti di Kecamatan Sarang.6 Lintang Selatan. Kawasan tersebut kini dilindungi dalam Cagar Alam Gunung Celering. Sebagian wilayah utara. 3. : Kabupaten Pati. : Kabupaten Blora. 287 desa. Laut Jawa terletak disebelah utaranya.1 Letak Geografis Rembang Rembang berada di jalur pantura timur Jawa Tengah. Secara administratif Kabupaten Rembang memiliki 14 kecamatan.020 10. berbatasan langsung dengan provinsi Jawa Timur.673 10.BAB I PENDAHULUAN 1. Kabupaten Rembang terletak di ujung timur laut Propinsi Jawa Tengah dan dilalui jalan Pantai Utara Jawa (Jalur Pantura).408 ha. 1. No. secara umum kondisi tanahnya berdataran rendah dengan ketinggian wilayah maksimum kurang lebih 70 meter di atas permukaan air laut. Nama Kecamatan Sumber Bulu Gunem Sale Sarang Luas (ha) 7.

233 Ha (43.980 Ha (14.86% merupakan kelerengan >40%. dan tanah mediteran merah kuning seluas 5 % dari seluruh wilayah kabupaten. maka upaya-upaya untuk melakukan konservasi sumber daya air dan pengembangan embung embung kecil untuk menahan air hujan sangat diperlukan. kelerengan 2-15% seluas 33.166 3. Secara umum dapat dikatakan bahwa wilayah Kabupaten Rembang merupakan daerah pertanian yang cukup berpotensi.2 Kondisi Topografi Rembang Sebagian besar wilayah Kabupaten Rembang (46. Lasem Jumlah Sumber: Rembang dalam Angka. Kelerangan yang terdapat di Kabupaten Rembang terdiri dari kelerengan 0 % seluas -2 45. kecuali di daerah pegunungan di sebelah timur yang termasuk pegunungan tandus. 7. Dengan kondisi topografi datar sampai dengan pegunungan dan berbukit bukit. tanah grumosol sebesar 32%. jenis tanah andosol meliputi area seluas 8%. Terdapat hujan selama 1 tahun yang tidak menentu.39%) berada pada ketinggian 25 100 meter dari permukaan air laut. Sluke 14.881 4. Wilayah Kabupaten Rembang merupakan dataran rendah di bagian Utara Pulau Jawa. Berdasarkan hal tersebut. sehingga implikasinya sering terjadi kekeringan di wilayah Kabupaten Rembang. Rembang 11. Sedan Pamotan Sulang Kaliori 7.205 Ha (46. 9.58%).864 6. Pancur 12. Kragan 13.525 6.18%).6. maka wilayah tersebut memiliki jenis iklim tropis dengan suhu maksimum 33 º C dan suhu rata-rata 23 º C. 8.38 %).504 101.150 5. 2004 1.759 4. Upaya ini diharapkan dapat .42 % berada pada ketinggian 100 -500 meter dan sisanya berada pada ketinggian 0-25 m dan 500-1000 m. jenis tanah regosol meliputi area seluas 5%.946 8. Sebesar 30. kelerengan 15-40 % seluas 13.747 10. sedangkan selebihnya termasuk kategori bulan sedang sampai kering. dan sisanya 4.156 8. Jenis tanah yang ada ermasuk jenis tanah aluvial meliputi sekitar 10% dari wilayah kabupaten. Dengan bulan basah 4 sampai 5 bulan.

Menurut informasi dari Dinas Pariwisata Rembang. Sarang. pasir kuarsa (Bulu. Sedan. bendungan dan air laut. Pancur. Gunem. Wilayah pantai meliputi sepanjang 7 km.783 ha atau 44. Sedan. Sarang. yang mana memiliki beberapa macam kondisi geologi. Sungai yang melewati wilayah Kabupaten embang antara lain Sungai Randugunting.menjaga kesinambungan sumber daya air terutama pada musim kemarau baik untuk kebutuhan pengairan sawah maupun untuk kebutuhan lainnya.3 Pantai Taman Kartini Rembang Pantai Kartini (TPRK) adalah salah satu tempat tujuan wisata yang berlokasi di Kabupaten Rembang yang sudah dikenal oleh masyarakat di wilayah ini dan daerahdaerah sekitarnya sejak zaman penjajahan Belanda. taman itu di samping digunakan sebagai tempat rekreasi juga digunakan untuk mengawasi lalu lintas laut di sekitar perairan Rembang. di atap bangunan ini pernah ditemukan tulisan angka tahun pembuatan gedung tersebut. Sejak 1945. dan Sluke). phospat (Gunem. ball clay (Bulu.84 % dari luas wilayah Kabupaten Rembang. Sale.68 %. mempunyai kandungan mineral yang kaya akan unsur-unsur yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. Di tempat itu terdapat bangunan kuno yang diperkirakan sebagai tempat pertemuan dan pesta orang-orang Belanda. Sale. Sarang. Sarang. Sudo dan Sungai Patiyan. dan Sedan). dan Sluke). Sale. Pada . Kragan. tetapi tid sepanjang tahun ak dialiri air. Seandainya hal ini benar maka kemungkinan gedung ini dibuat pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal HW Daendels (1808-1811) yang terkenal sebagai pemrakarsa pembangunan jalan Anyer Panarukan itu. Kabupaten Rembang yang berbatasan dengan laut Jawa bagian Utara dan pegunungan bagian timur. Bulu.470. Gunem.000 ha atau 31. kemudian potensi lain adalah miosen fasies sedimen yaitu seluas 32. dan Lasem). Sluke. serta gibsum (Gunem. 1. gedung tersebut selanjutnya difungsikan sebagai taman bacaan dan perpustakaan pemerintah da erah. Kandungan yang terbesar adalah jenis Alluvium yang meliputi luas 45. Kabupaten Rembang merupakan salah satu kota yang dilintasi jalan tersebut. Dari beberapa macam kondisi geologi tersebut. Kragan. Kabupaten Rembang memiliki curah hujan yang rendah dan memiliki sumber air berupa air permukaan dan air tanah. trass (Pancur. Gunem. kapur (Sumber.125. Sedangkan bahan galian golongan C yang ada berupa: andesit (Sedan. yakni tahun 1811. dan Lasem). batu bara (Gunem dan Sale). Kening. Namun karena semakin lama jemaatnya berkurang. dan Sedan). Karanggeneng. Kalipang. dan Pamotan). Pada zaman kolonial Belanda. Babagan. Sumber air permukaan berupa sungai. Telas. Di Kabupaten Rembang terdapat 21 bendungan dan 25 daerah irigasi. gedung ini dimanfaatkan oleh jemaat umat Kristen Protestan untuk beribadah.

akhir 2001. Yakni. . Rantai jangkar kapal itu terlepas dan terdampar di Rembang. Melihat kondisi gedung bersejarah tersebut rusak parah. dan Jepara juga ingin melihat keindahan Pantai Kartini Rembang dari dekat. Salah satu daya tarik yang memikat masyarakat untuk datang ke tempat itu adalah jangkar raksasa yang oleh masyarakat dikenal sebagai jangkar Dampo Awang. Pada hari-hari libur banyak sekali pengunjung yang datang ke tempat itu. Sekarang. Jangkar itu sekarang berada di monumen megah yang dilengkapi dengan pelindung kaca dan lampu yang dibangun di atas perairan tepi pantai. Setelah dilakukan renovasi. atap bangunan tersebut roboh. Pemkab melakukan berbagai upaya agar bangunan tersebut dapat berdiri kembali. Taman Rekreasi Pantai Kartini bentuknya lebih indah. Pati. Konon ceritanya. Bahkan. pada saat Sam Phoo Khong berlayar di laut Jawa dalam rangka ekspedisi ke Selatan. kapalnya di terjang gelombang besar hingga rusak berat. Bojonegoro. Demi mengingat peristiwa itu selanjutnya Kabupaten Rembang mengabadikan jangkar tersebut sebagai simbol semangat bahari. Tidak hanya warga Rembang. gedung tersebut oleh Pemkab selanjutnya akan digunakan sebagai gedung pertemuan dan pusat promosi dan pengembangan wisata kota penghasil garam ini. tetapi dari luar daerah seperti Blora. Yang tersisa hanya tiang penyangga dan temboknya. sedangkan layarnya tertiup angin topan yang akhirnya jatuh di pantai Bonang yang sekarang terkenal sebagai batu layar. jangkar yang dulunya berada di tengah tengah Pantai Kartini itu pada 2003 dipindahkan ke tempat yang aman. tepatnya 20 meter dari garis pantai. Selanjutnya pada 1992 diadakan penataan lagi dengan menambah fasilitas seperti gardu pandang dan pembangunan talud pantai untuk menarik minat pengunjung atau wisatawan. Jika dilihat perkembangannya. pada 1979 di tempat wisata tersebut dibangun sarana bermain anak anak. Taman Rekreasi Pantai Kartini ini sudah mengalami beberapa kali renovasi.

1 Gambar Citra Pantai Rembang .BAB II ISI 2.

Banjir dapat terjadi dikarenakan kawasan Pantai Rembang sangat berdekatan dengan Laut Jawa dan terletak di sebelah Utara Pulau Jawa.000 batang. Sedangkan abrasi merupakan bencana yang sangat terlihat mencolok yang terjadi di Pantai Rembang karena jika dibandingkan dengan foto citra tahun-tahun sebelumnya akan terlihat jelas perbedaan garis pantai. Cukup positif Perum Perhutani menyediakan bibit tanaman bakau sebanyak 40. abrasi. Di Desa Karangmangu Kecamatan Sarang pernah terjadi ombak yang menghantam sejumlah rumah warga. Selain itu.2. Sekitar 60 kilometer kawasan pantai di Kabupaten Rembang cukup rawan terjadi abrasi terutama di wilayah pantai Kragan. Sluke. dan Sarang sehingga perlu penghijauan dengan tanaman bakau. Untuk itu. hal ini perlu ditindaklanjuti untuk penghijauan agar masyarakat memiliki peduli terhadap kelestarian lingkungan . tanah longsor. kekeringan. kurangnya daerah resapan air di kawasan tersebut menyebabkan terjadinya banjir apabila curah hujan tinggi.2 Identifikasi Potensi Bencana Berdasarkan Hasil Pengamatan Citra Berdasarkan hasil pengamatan citra. Pemkab Rembang bersama instansi terkait harus menata kembali dengan penghijauan. potensi bencana yang terdapat di kawasan Pantai Rembang adalah banjir. rawan intrusi air laut.

bila di sepanjang jalan dari Pantai Utara Jawa (dari Demak-Kudus-Pati-Rembang dan sekitar Pantura) mulai dibuat jalan tol yang lebar di pesisir pantai. Pemerintah mungkin pula mulai bingung bagaimana cara untuk mengatasinya. jalan tol tersebut bisa pula berfungsi sebagai benteng untuk menanggulangi kenaikan air laut di daerah Pantura tersebut. Dengan banyaknya rakyat yang melewati jalan tol tersebut. Pohon-pohon sebagai tempat resapan dan tampungan air hujan banyak ditebangi untuk dijadikan lahan tambak garam. saya yakin sekali bisa untuk menjadi pencegahan air pasang. Apabila curah hujan yang sangat tinggi dan tidak adanya daerah resapan air sehingga air akan membludak dan menggenangi daerah sekitar tersebut. 3.pantai untuk mengurangi abrasi.3 Upaya Mitigasi Terhadap Bencana Abrasi dan Banjir Kita mengetahui bahwa sering sekali terjadi bencana banjir akhir-akhir ini. bila ada Jalan Tol di daerah Pantura. Berdasarkan kedua alasan tersebut. Penanaman bakau yang selama ini dilakukan sangat minim. jauh lebih baik dan lebih efektif. Menurut saya. Sehingga akibatnya adalah tidak ada lagi yang dapat menampung air hujan. menurut saya akan menambah pendapatan daerah melalui biaya masuk jalan tol. Karena air tawar setelah banjir terbuang semua ke laut karena tidak ada daerah resapan air. Selain itu juga harus dicanangkan penanaman mangrove (bakau) di wilayah pantai sepanjang 65 kilometer mulai akhir 2010 agar mampu mengurangi bencana banjir yang melanda Kabupaten tersebut. Selain itu banjir juga menjadi bencana yang mengancap warga pesisir Rembang. Terutama di daerah Pantura / Pantai Utara Pulau Jawa. Potensi lahan penanaman mangrove ini seluas 39 hektare yang membentang di wilayah pantai sepanjang 65 kilometer penanaman tersebut akan dimulai akhir tahun ini karena selama ini hutan mangrove di wilayahnya berangsur habis. namun biaya masuk jalan tol-nya bisa digunakan sebagai pendapatan daerah dan biaya operasional jalan tol tersebut. 2. ma disana ka juga sering terjadi krisis air tawar. Jalan Tol itu bisa dijadikan sumber pendapatan daerah. karena banyak rakyat Jawa Tengah yang sering melewati jalur Pantura. Hal ini juga termasuk bencana bagi warga Rembang karena mereka masih kesulitan untuk mendapatkan pasokan air bersih untuk minum dan kebutuhan sehari-hari disaat musim kemarau. menurut saya. Mungkin itu semua terjadi karena letaknya yang sangat dekat dengan Laut Jawa yang terletak di sebelah utara Pulau Jawa. Beberapa alasan : 1. Masyarakat yang . Kedua.

Khusus untuk udang faname petani merugi cukup banyak. Potensi lahan untuk mangrove di Sarang memang paling besar yakni 7. Lasem dan Kragan masing-masing seluas 6. Wilayah yang terkena bencana banjir tambak diantaranya di wilayah Kecamatan Kaliori.3 hektare serta Kecamatan Rembang seluas 6 hektar. Berikutnya Kecamatan Kaliori seluas 7. Kecamatan Lasem. Bencana banjir yang menimpa para petani tambak di wilayahnya. guna menghindari kerugian yang lebih besar. tumbuh khususnya di tempat tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Masalah kronis yang dihadapi wilayah pantai seperti Rembang beragam. setiap kali turun hujan deras. Masyarakat sekitar pantai umumnya memanfaatkan bakau untuk menangkal terpaan ombak selain jugauntuk melindungi ekosistem lain seperti terumbu karang dan biota laut di sekitar pantai. Kecamatan Sluke. Itu disebabkan embung bervolume 2. bila dibanding dengan udang windu. Warga sebenarnya mulai peduli.4 juta meter kubik. Ratusan hektar lahan tambak yang tersebar di desa-desa sepanjang pantai utara (pantura) wilayah Kabupaten Rembang tergenang banjir. Limpahan air embung Banyukuwung di desa Sudo kecamatan Sulang sewaktu turun hujan deras memicu terjadinya banjir beberapa minggu terakhir. Kerugian yang diderita mencapai ratusan juta rupiah. Kecamatan Kragan dan Kecamatan Sarang. Petani udang di Kecamatan Lasem masih mengkalkulasi ketrugian yang dideritanya. Tapi. sehingga petani merasa trauma dengan kejadian itu. karena udang maupun bandeng hanyut terbawa air.2 hektare. dengan adanya laporan warga belum lama ini terkait penebangan mangrove oleh oknum pelaksana normalisasi sungai. Akibat hujan yang mengguyur selama hampir lima hari berturut-turut menyebabkan ratusan hektar tambak udang dan tambak bandeng terendam air. Akibat bencana ini petani menderita kerugian yang tidak sedikit.5 hektare. Sluke 6. Kecamatan Kota Rembang. Sebagian masyarakat pesisir ada yang kurang peduli pada mangrove. Contohnya abrasi pantai terutama Sarang yang kerap menjadi sorotan media dan kerusakan mangrove. Kebanyakan mangrove tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak pada garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang -surut air laut. Tanaman yang identik dengan kebutuhan mengurangi pemanasan global ini. petani tambak dihimbau untuk tidak menebar benih.memiliki kepedulian untuk ini masih sangat sedikit. Mayoritas dalam tambak berisi bandeng maupun udang windu/fanamae dengan usia baru mencapai dua bulan ( masa pembesaran).7 hektar. Saat hujan deras diketahui acapkali limpahan air menggenangi rumah warga sekitar rumah dan jalan desa di sebelah timur . sudah tak mampu lagi menampung air dari sungai Ngrajek dan Bathok. hal itu karena komoditas kualitas ekspor ini bibitnya harganya cukup mahal. karena curah hujan masih tinggi. Wilayah pantai yang tersebar di enam kecamatan tersebut terancam abrasi terutama Kecamatan Sarang.

Daerah aliran sungai sungai yang perlu dinormalisasi diantaranya alur sungai desa Sukorejo Tlogotunggal. Baik langkah normalisasi maupun memecah saluran akan membutuhkan anggaran cukup besar. Pengkol. tidak menyebabkan banjir. Harus menunggu debit berkurang.Saat ini diperlukan pemecahan aliran air sebelum limpahan air menggenangi desa Kwangsan. Sedimentasi sungai di sepanjang saluran keluar embung yang memicu melimpahnya terlalu cepat akan dikeruk. caranya nanti pintu air sedikit dibuka.embung dengan ketinggian sekira setengah meter. sejumlah sungai di sepanjang saluran embung juga akan dinormalisasi supaya mampu menampung dengan normal. Kabupaten Rembang berupaya mengoptimalkan kekayaan sumber daya perikanan dan kelautan dengan melakukan perbaikan dan p engembangan . Pesisir pantai merupakan salah satu aset wilayah Kabupaten Rembang yang potensial. Dengan panjang 63. dikhawatirkan banjir terus terjadi pada musim penghujan yang diperkirakan mulai pada bulan Oktober ini. agar air mengalir di sejumlah sungai. pesisir pantai Kabupaten Rembang adalah pesisir pantai terpanjang yang dimiliki oleh kabupaten/kota yang ada di Pulau Jawa. dan Babadan. Sedimentasi di sungai tersebut tergolong tinggi. Terkait dengan hal tersebut. hanya mengalirkan air dalam debit kecil yang berimbas menjadi banjir. Jika tidak segera dilakukan upaya penanganan secepatnya. Namun sejumlah jalur irigasi harus dinormalisasi terlebih dahulu. dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)-nya. perlu adanya komunikasi antara penjaga pintu air embung Banyukuwung dengan perangkat desa yang daerahnya sering mengalami banjir. untuk memastikan tingkat elevasi air. Dengan adanya wilayah pantai yang cukup besar. Jika normalisasi belum bisa dilakukan ketika debit air embung cukup tinggi. Terpisah Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Sinarman mengatakan. Kuangsan. Bahkan mengalir keluar menuju sungai desa Sukorejo kecamatan Sumber dan dusun Tempel desa Kwangsan kecamatan Kaliori. agar mampu mengalirkan limpahan air dari embung Bnyukuwung. menyebabkan terjadi banjir. pihaknya bebrapa kali telah memantau kondisi embung Banyukuwung. ancaman banjir akibat luapan Embung Banyukuwung akan disikapi dengan melakukan normalisasi saluran dan sungai dijalur limpahan air. Untuk itu terlebih dahulu akan dimintakan ijin ke Bupati Rembang apakah kegiatan tersebut bisa masuk pada pos anggaran rehab pasca bencana. Sehingga warga bersiap melakukan antisipasi bencana. Manakala debit air tinggi dan hamipr tak tertampung.5 km. Selain normalisasi embung. saat Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Politik Dan Perlindungan Masyarakat yang juga merupakan Sekretaris Posko Penanggulangan Bencana Alam Kabupaten Rembang Suharso dikonfirmasi menjelaskan. Upaya lain yang diagendakan membuat saluran air baru menuju sungai melewati desa Gunungsari menuju Banyudono.

strategi akomodatif dan strategi mundur.wilayah hulu yang berbatasan dengan laut lepas. Sedangkan strategi mundur yakni berupaya untuk tidak menentang bencana tersebut dengan cara pindah dari kawasan yang akan terendam akibat kenaikan permukaan air laut tersebut. RTRW seyogyanya turut memfasilitasi isu-isu strategis pelestarian lingkungan. Dengan mengacu hasil kerentanan secara garis besar strategi yang dapat digunakan yakni strategi mundur/retreat dan strategi akomodatif. Oleh karena itu. Hal ini karena hasil analisis kerentanan Wilayah Pesisir Kabupaten Rembang tergolong pada tingkatan rendah hingga sedang. Eksplorasi dan eksploitasi potensi alam dapat dihalalkan demi pembangunan namun upaya menjaga keberlanjutan ekosistem hayati untuk menunjang kestabilan lingkungan juga perlu diperhatikan. pengembangan pantai tidak meningkatkan kerentanan terhadap kenaikan permukaan laut dan kesiapsiagaan dan mekanisme respons terhadap kenaikan permukaan laut. Secara garis besar 3 strategi yang dapat diterapkan dalam mengatasi kerentanan bencana ini yakni strategi protektif. wilayah peisisr pantai Kabupaten Rembang memiliki karakteristik yang berbeda antara satu dengan yang lain. identifikasi daerah-daerah rawan terhadap kenaikan permukaan laut. Penentuan strategi juga mengacu kepada 4 hal yakni manajemen perencanaan kawasan pantai harus memperhitungkan faktor kenaikan permukaan laut. diharapkan daerah terus berkoordinasi dengan pusat terkait dengan klarifikasi data agar diperoleh RTRW yang berkualitas. Selain itu data acuan yang digunakan dalam penyusunan RTRW seharusnya berakurasi tinggi sehingga perwujudannya tepat guna. Berdasarkan pada hasil kerentanan. Perbaikan wilayah hulu memang diupayakan untuk mengurangi tingkat abrasi di pesisir. kajian tentang lingkungan hidup merupakan syarat utama dalam proses evaluasi RTRW. . Jangan sampai kita berdayakan potensi yang ada namun lupa untuk memelihara kelestarian lingkungan. Sebagian dari pesisir pantai Rembang adalah kawasan dengan tingkat bencana abrasi tinggi. Meskipun kaya akan sumber daya perikanan. sedangkan sebagian lagi merupakan kawasan dengan tingkat sedimentasi tinggi. Selama masa penyusunan. Perbaikan itu dilakukan juga atas dasar untuk mengurangi potensi bencana banjir. survei primer dan kajian penentuan strategi kenaikan air laut maka dapat dijabarkan beberapa alternatif strategi untuk mengantisipasi potensi kenaikan air laut yang akan mengenangi Wilayah Pesisir Kabupaten Rembang. Strategi protektif yakni bersifat melawan terhadap kerawanan kenaikan permukaan air laut dengan mengupayakan teknologi struktur penahan air laut. Strategi akomodatif yakni bersifat menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi akibat bencana tersebut dengan tetap berupaya menggunakan kawasan-kawasan yang ada.

org/ http://www.com/ http://www.php?option=com_content&view=category&layou t=blog&id=89&Itemid=463 .com/nextblog?navBar=true&blogID=6128006768327563034 y y y http://www.DAFTAR PUSTAKA y y y y http://majalah.tempointeraktif.blogger.blogspot.go.indonesiarainforest.net/forum/ http://wartamerdeka.com/id/arsip/1977/09/03/LIN/ http://rembangkab.com/index.penataanruang.id/potensipotensi-daerah/perikanan-dan-kelautan http://wartamerdeka.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful