Anda di halaman 1dari 26

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kemiskinan seakan sudah menjadi bagian dari takdir manusia.

Namun menurut Muhammad Yunus (Penerima hadiah nobel perdamaian tahun 2006) yang ditulis dalam bukunya yang berjudul creating a world without poverty menjelaskan bahwa dunia bebas dari kemiskinan itu tidaklah mustahil. Kemiskinan bukan diciptakan oleh masyarakat miskin tapi diciptakan oleh sistem yang ada di masyarakat. Namun apabila kita semua tidak peduli terhadap kemiskinan berarti kita juga menjadi bagian dari sistem yang menciptakan kemiskinan itu sendiri. Untuk meningkatkan efektivitas penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja, pemerintah meluncurkan Program Nasional Pemberdayaan

Masyarakat (PNPM) Mandiri mulai tahun 2007. Melalui PNPM Mandiri dirumuskan kembali mekanisme upaya penanggulangan kemiskinan yang melibatkan unsur masyarakat, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi. Adanya program PNPM lah yang sangat membantu dalam pengembangan

pemberdayaan masyarakat dipedesaan, program pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah yang dimana sangat diprioritaskan pada desa-desa tertinggal.

Pelaksanaan PNPM juga menargetkan adanya indikator-indikator keberhasilan untuk terukurnya pencapaian target-target MDGs.

1.2 Tujuan a. Untuk mengetahui adanya komponen dan harmonisasi program PNPM Mandiri. b. Untuk mengetahui tentang pengelolaan program PNPM Mandiri. c. Untuk mengetahui mengenainya kelembagaan PNPM Mandiri. d. Untuk mengetahui pendanaan dan pengelolaan keuangan PNPM Mandiri. e. Untuk mengetahui bagaimana cara membangun kredibilitas fasilitator.

Pedoman Umum PNPM Mandiri dan Membangun Kredibilitas Fasilitator

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian PNPM Mandiri PNPM Mandiri adalah program nasional dalam wujud kerangka kebijakan sebagai dasar dan acuan pelaksanaan program-program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat. PNPM Mandiri dilaksanakan melalui harmonisasi dan pengembangan sistem serta mekanisme dan prosedur program, penyediaan pendampingan, dan pendanaan stimulan untuk mendorong prakarsa dan inovasi masyarakat dalam upaya penanggulangan kemiskinan yang berkelanjutan. Pemberdayaan masyarakat adalah upaya menumbuhkan kapasitas dan kapabilitas masyarakat untuk meningkatkan posisi tawar (bargaining power) sehingga memiliki akses dan kemampuan untuk mengambil keuntungan timbal balik dalam bidang sosial dan ekonomi. (PNPM, 2012) Jadi dengan kata lain, dengan adanya PNPM Mandiri yang memiliki tujuan untuk melaksanakan penanggulangan kemiskinan akan berdampak positif sekali bagi masyarakat luas. Adanya pemantauan yang lebih baik terhadap kinerja yang akan dicapai sehingga akan menumbuhkan rasa harmonisasi dalam pengembangan maupun pemberdayaan terhadap masyarakat itu sendiri. Kemudian juga akan memberikan manfaat yang baik bagi siapa saja yang menikmati program-program yang berjalan dengan baik.

2.2 Tujuan Umum PNPM Mandiri Tujuan Umum : Meningkatnya kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat miskin secara mandiri. Tujuan Khusus : a. Meningkatnya partisipasi seluruh masyarakat, termasuk masyarakat miskin, kelompok perempuan, komunitas adat terpencil dan kelompok masyarakat lainnya yang rentan dan sering terpinggirkan ke dalam proses pengambilan keputusan dan pengelolaan pembangunan. b. Meningkatnya kapasitas kelembagaan masyarakat yang mengakar, representatif dan akuntabel. Pedoman Umum PNPM Mandiri dan Membangun Kredibilitas Fasilitator 2

c.

Meningkatnya kapasitas pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama masyarakat miskin melalui kebijakan, program dan penganggaran yang berpihak pada masyarakat miskin (pro-poor).

d.

Meningkatnya sinergi masyarakat, pemerintah daerah, swasta, asosiasi, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, organisasi masyarakat dan kelompok perduli lainnya untuk mengefektifkan upaya-upaya

penanggulangan kemiskinan. e. Meningkatnya keberadaan dan kemandirian masyarakat serta kapasitas pemerintah daerah dan kelompok perduli setempat dalam menanggulangi kemiskinan di wilayahnya. f. Meningkatnya modal sosial masyarakat yang berkembang sesuai dengan potensi sosial dan budaya serta untuk melestarikan kearifan lokal. g. Meningkatnya inovasi dan pemanfaatan teknologi tepat guna, informasi dan komunikasi dalam pemberdayaan masyarakat. (PNPM, 2012) Setiap program pasti akan memiliki tujuan yang akan dicapainya hingga sampai ketitik awal maupun akhir. Begitu juga dengan PNPM Mandiri yang memiliki tujuan yaitu dengan meningkatkan kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat

miskin secara mandiri. Dengan adanya tujuan tersebut maka akan membuat motivasi ataupun dorongan untuk membangun kemajuan dalam pengembangan dan

pemberdayaan masyarakat. Menciptakan program-program yang lebih inovatif untuk mendorong atas kemajuannya PNPM Mandiri.

2.3 Strategi PNPM Mandiri Strategi PNPM Mandiri terdiri atas: 2.3.1 Strategi Dasar a. Mengintensifkan upaya-upaya pemberdayaan untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian masyarakat. b. Menjalin kemitraan yang seluas-luasnya dengan berbagai pihak untuk bersama-sama mewujudkan keberdayaan dan kemandirian masyarakat.

Pedoman Umum PNPM Mandiri dan Membangun Kredibilitas Fasilitator

2.3.2 Strategi Operasional a. Mengoptimalkan seluruh potensi dan sumber daya yang dimiliki masyarakat, pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, asosiasi, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, organisasi masyarakat, dan kelompok peduli lainnya secara sinergis. b. Menguatkan peran pemerintah kota/kabupaten sebagai pengelola program-program penanggulangan kemiskinan di wilayahnya. c. Mengembangkan kelembagaan masyarakat yang dipercaya, mengakar, dan akuntabel. d. Mengoptimalkan peran sektor dalam pelayanan dan kegiatan

pembangunan secara terpadu di tingkat komunitas. e. Meningkatkan kemampuan pembelajaran di masyarakat dalam

memahami kebutuhan dan potensinya serta memecahkan berbagai masalah yang dihadapinya. f. Menerapkan konsep pembangunan partisipatif secara konsisten dan dinamis serta berkelanjutan. (PNPM, 2012) Adanya pendekatan yang tercipta dalam pengembangan dan pemberdayaan masyarakat akan meciptakan strategi strategi yang tepat karena jika dilihat sekarang ini banyak permasalahan yang terjadi dimulai dari kemiskinan. Dengan begitu PNPM Mandiri memang harus menciptakan Pemberdayaan yang tepat dengan memadukan aspek-aspek penyadaran, peningkatan kapasitas, dan pendayagunaan yang menciptakan strategi dasar untuk kelompok miskin yang menjadi kelompok sasaran.

2.4 Prinsip Dasar PNPM Mandiri PNPM Mandiri menekankan prinsip-prinsip dasar berikut ini : a. Bertumpu pada pembangunan manusia. Pelaksanaan PNPM Mandiri senantiasa bertumpu pada peningkatan harkat dan martabat manusia seutuhnya. b. Otonomi. Dalam pelaksanaan PNPM Mandiri, masyarakat memiliki kewenangan secara mandiri untuk berpartisipasi dalam menentukan dan mengelola kegiatan pembangunan secara swakelola. Pedoman Umum PNPM Mandiri dan Membangun Kredibilitas Fasilitator 4

c.

Desentralisasi. Kewenangan pengelolaan kegiatan pembangunan sektoral dan kewilayahan dilimpahkan kepada pemerintah daerah atau masyarakat sesuai dengan kapasitasnya.

d.

Berorientasi pada masyarakat miskin. Semua kegiatan yang dilaksanakan mengutamakan kepentingan dan kebutuhan masyarakat miskin dan kelompok masyarakat yang kurang beruntung.

e.

Partisipasi. Masyarakat terlibat secara aktif dalam setiap proses pengambilan keputusan pembangunan dan secara gotong royong menjalankan

pembangunan. f. Kesetaraan dan keadilan gender. Laki-laki dan perempuan mempunyai kesetaraan dalam perannya di setiap tahap pembangunan dan dalam menikmati secara adil manfaat kegiatan pembangunan. g. Demokratis. Setiap pengambilan keputusan pembangunan dilakukan secara musyawarah dan mufakat dengan tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat miskin. h. Transparansi dan Akuntabel. Masyarakat harus memiliki akses yang memadai terhadap segala infromasi dan proses pengambilan keputusan sehingga pengelolaan kegiatan dapat dilaksanakan secara terbuka dan

dipertanggunggugatkan baik secara moral, teknis, legal, maupun administratif. i. Prioritas. Pemerintah dan masyarakat harus memprioritaskan pemenuhan kebutuhan untuk penanggulangan kemiskinan dengan mendayagunakan secara optimal berbagi sumberdaya yang terbatas. j. Kolaborasi. Semua pihak yang berkepentingan dalam penanggulangan kemiskinan didorong untuk mewujudkan kerjasama dan sinergi antar pemangku kepentingan dalam penanggulangan kemiskinan. k. Keberlanjutan. Setiap pengambilan keputusan harus mempertimbangkan kepentingan peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak hanya saat ini tapi juga di masa depan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. l. Sederhana. Semua aturan, mekanisme dan prosedur dalam pelaksanaan PNPM Mandiri harus sederhana, fleksibel mudah dipahami, dan mudah dikelola, serta dapat dipertanggungjawabkan oleh masyarakat. (PNPM, 2012) Pedoman Umum PNPM Mandiri dan Membangun Kredibilitas Fasilitator 5

Jadi dengan adanya prinsip-prinsip dasar yang terjadi diharapkan memang adanya sikap-sikap yang mewujudkan dengan orientasi kepada masyarakat miskin. Kelompok-kelompok ini lah memang kaum yang harus di bombing maupun di kembangkan dengan adanya sikap demokratis yang baik, kerja sama yang baik, desentralisasi maupun otonomi yang tepat.

2.5 Pendekatan PNPM Mandiri Pendekatan atau upaya-upaya rasional dalam mencapai tujuan program dengan memperhatikan prinsip-prinsip pengelolaan program adalah pembangunan yang berbasis masyarakat dengan : a. Menggunakan kecamatan sebagai lokus program untuk mengharmonisasikan perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian program. b. Memposisikan masyarakat sebagai penentu/pengambil kebijakan dan pelaku utama pembangunan pada tingkat lokal. c. Mengutamakan nilai-nilai universal dan budaya lokal dalam proses pembangunan partisipatif. d. Menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang sesuai dengan karakteristik sosial, budaya dan geografis. e. Melalui proses pemberdayaan yang terdiri atas pembelajaran, kemandirian dan keberlanjutan. (PNPM, 2012) Pendekatan yang diharapkan yaitu dengan pendekatan yang berbasis masyarakat. Dengan memperhatikan prinsip-prinsip pengelolaan program yang tepat lah maka akan terciptanya pembangunan yang baik dimana masyarakatlah yang menjadi kelompok sasaran. Di dalam peran-peran pelaku pemberdayaan yang tepat yaitu masyarakat adalah pelaku utama PNPM Mandiri Perdesaan pada tahap perencanaan, pelaksanaan dan pelestarian. Sedangkan pelaku-pelaku lainnya di desa, kecamatan, kabupaten dan seterusnya berfungsi sebagai pelaksana, fasilitator, pembimbing dan pembina agar tujuan, prinsip, kebijakan, prosedur dan mekanisme pendekatan maupun program PNPM Mandiri Perdesaan tercapai dan dilaksanakan secara benar dan konsisten.

Pedoman Umum PNPM Mandiri dan Membangun Kredibilitas Fasilitator

2.6 Dasar Hukum PNPM Mandiri Dasar hukum pelaksanaan PNPM Mandiri mengacu pada landasan

konstitusional UUD 1945 beserta amandemennya, landasan idiil Pancasila, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta landasan khusus pelaksanaan PNPM Mandiri yang akan disusun kemudian. 2.6.1 Sistem Pemerintahan Dasar peraturan perundangan sistem pemerintahan yang digunakan adalah: a. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 jo. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. b. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Pemerintah Desa. c. Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2005 tentang Kelurahan. d. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2005 tentang Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan. 2.6.2 Sistem Perencanaan Dasar peraturan perundangan sistem perencanaan terkait adalah: a. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN). b. Undang-Undang No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025. c. Peraturan Presiden Nomor. 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional 2004-2009. d. Peraturan Pemerintah Nomor. 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. e. Peraturan Pemerintah Nomor. 40 Tahun 2007 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional. f. Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional. 2.6.3 Sistem Keuangan Negara Dasar peraturan perundangan sistem keuangan negara adalah: a. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286). Pedoman Umum PNPM Mandiri dan Membangun Kredibilitas Fasilitator 7

b. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4455). c. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438). d. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah Kepada Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 139, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4577). e. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengadaan Pinjaman dan/atau Penerimaan Hibah serta Penerusan Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 3, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4597). f. Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Barang jasa Pemerintah. g. Peraturan Menteri PPN/Kepala Bappenas Nomor.005/MPPN/06/2006 tentang Tata cara Perencanaan dan Pengajuan Usulan serta Penilaian Kegiatan yang Dibiayai dari Pinjaman/Hibah Luar Negeri. h. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 52/PMK.010/2006 tentang Tata Cara Pemberian Hibah kepada Daerah. i. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor. 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. (PNPM, 2012)

Dasar hukum PNPM Mandiri terdiri dari sistem pemerintahan, sistem perencanaan dan sistem keuangan negara. Dasar hukum ini digunakan untuk pedoman dasar pelaksanaan PNPM Mandiri. Dengan adanya dasar hukum ini juga dapat

dijadikan peraturan tertulis yang digunakan oleh partisipan PNPM Mandiri.

Pedoman Umum PNPM Mandiri dan Membangun Kredibilitas Fasilitator

2.7 Fasilitator Menurut Roestiyah, fasilitator adalah mereka yang ditugasi untuk melakukan fasilitasi dalam proses pembelajaran. Sebutan fasilitator biasanya digunakan dalam proses pembelajaran orang dewasa, dan metoda yang dipakai dalam proses ini adalah metoda andragogi. Metoda ini dirancang mengacu pada pendidikan orang dewasa, suatu model pendidikan yang mengutamakan penggalian, pendalaman, pengembangan, pegejawantahan pengalaman dan potensi individu secara optimal. Beberapa tahapan yang dilakukan dalam metoda ini yakni mengalami, mengemukakan, mengolah, melakukan simpulan, serta diakhiri dengan aplikasinya. (Roestiyah, 2001) Dengan kata lain tugas fasilitator dalam sebuah proses pembelajaran adalah mengantarkan atau mengajarkan peserta didik untuk menemukan sendiri isi atau materi yang ditawarkan atau yang disediakan melalui /oleh penemuannya sendiri. Menurut Zulkifli, agar dapat melaksanakan fungsi dan tugasnya dengan baik maka seorang Fasilitator perlu menyadari dan memahami empat fungsi seorang fasilitator di masyarakat yaitu : a. Sebagai Narasumber Artinya seorang fasilitator harus mampu menyediakan dan siap dengan informasi-informasi termasuk pendukungnya yang berkaitan dengan program, dalam hal ini PNPM Mandir. Seorang fasilitator harus mampu menjawab pertanyaan, memberikan ulasan, gambaran analisis maupun memberikan saran atau nasehat yang kongkrit dan realistis agar mudah diterapkan. b. Sebagai Guru Fungsi sebagai guru seringkali dibutuhkan untuk membantu masyarakat dalam mempelajari dan memahami keterampilan atau pengetahuan baru dalam upaya pemberdayaan masyarakat dan pelaksanaan program. Sebagai fasilitator harus mampu menyampaikan materi yang dibutuhkan sesuai dengan kondisi dan bahasa yang mudah dicerna oleh masyarakat serta mudah diterapkan tahap demi tahap. c. Sebagai Mediator 9

Pedoman Umum PNPM Mandiri dan Membangun Kredibilitas Fasilitator

(i)

Mediasi potensi Seorang fasilitator diharapkan dapat membantu masyarakat memediasi sehingga masyarakat bisa mengakses potensipotensi dan sumber daya yang dapat mendukung pengembangan dirinya, misalnya: sektor swasta, perguruan tinggi, LSM, peluang pasar, dll.

(ii)

Mediasi berbagai kepentingan Seorang fasilitator diharapkan juga dapat berperan sebagai orang yang dapat menengahi apabila diantara kelompok atau individu di masyarakat terjadi perbedaaan kepentingan. Perlu diingat fungsi ini bukan berarti fasilitator yang memutuskan tetapi hanya perlu mengingatkan

masyarakat tentang konsistensi terhadap berbagai kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya. Arti lain adalah menyesuaikan berbagai kepentingan untuk mencapai tujuan bersama. Jika diperlukan seorang fasilitator bisa membantu masyarakat dengan memberikan berbagai alternatif kesepakatan dalam menyesuaikan berbagai kepentingan demi tercapainya tujuan bersama. Untuk itu seorang fasilitator harus netral dan tidak memihak kepada salah satu kelompok saja. (iii) Sebagai Perangsang atau Penantang (Challenger) Sering ditemui bahwa masyarakat jarang mengetahui dan mengenal potensi dan kapasitasnya sendiri. Untuk itu seorang fasilitator harus mampu merangsang dan mendorong masyarakat untuk menemukan dan mengenali potensi dan kapasitasnya sendiri. Sesuai fungsinya tersebut fasilitator mampu mendorong masyarakat sehingga dapat melaksanakan berbagai kegiatan pembangunan secara mandiri. Tetapi di satu sisi, seorang fasilitator harus dapat berfungsi sebagai animator yakni ketika masyarakat sudah secara penuh /mandiri dapat memutuskan segala sesuatu tanpa bayang-bayang intervensi fasilitatornya.

(Zulkifli, 2011)

Pedoman Umum PNPM Mandiri dan Membangun Kredibilitas Fasilitator

10

Dilihat dari beberapa fungsi di atas, dapat diambil kesimpulan jika fasilitator mempunyai fungsi yang sangat penting untuk masyarakat. Fasilitator berfungsi sebagai narasumber, guru dan mediator di lingkungan masyarakat.

Pedoman Umum PNPM Mandiri dan Membangun Kredibilitas Fasilitator

11

III. PEMBAHASAN 3.1 Komponen dan Harmonisasi Program Rangkaian proses pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui komponen program sebagai berikut: 1. Pengembangan Masyarakat Komponen pengembangan masyarakat mencakup serangkaian kegiatan untuk membangun kesadaran kritis dan kemandirian masyarakat yang terdiri dari pemetaan potensi, masalah dan kebutuhan masyarakat, perencanaan partisipatif, pengorganisasian, pemanfaatan sumberdaya, pemantauan, dan pemeliharaan hasilhasil yang telah dicapai. Untuk mendukung rangkaian kegiatan tersebut, disediakan dana pendukung kegiatan pembelajaran masyarakat, pengembangan relawan, dan operasional pendampingan masyarakat; dan fasilitator, pengembangan kapasitas, mediasi dan advokasi. Peran fasilitator terutama pada saat awal pemberdayaan, sedangkan relawan masyarakat adalah yang utama sebagai motor penggerak masyarakat di wilayahnya. 2. Bantuan Langsung Masyarakat Komponen Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) adalah dana stimulan keswadayaan yang diberikan kepada kelompok masyarakat untuk membiayai sebagian kegiatan yang direncanakan oleh masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan, terutama masyarakat miskin. 3. Peningkatan Kapasitas Pemerintahan dan Pelaku Lokal Komponen peningkatan kapasitas pemerintahan dan pelaku lokal adalah serangkaian kegiatan untuk meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dan pelaku lokal/kelompok peduli lainnya agar mampu menciptakan kondisi yang kondusif dan sinergi yang positif bagi masyarakat terutama kelompok miskin dalam menyelenggarakan hidupnya secara layak. Kegiatan terkait dalam komponen ini antara lain seminar, pelatihan, lokakarya, kunjungan lapangan yang dilakukan secara selektif, dan sebagainya. 4. Bantuan Pengelolaan dan Pengembangan Program Komponen bantuan pengelolaan dan pengembangan program meliputi kegiatan-kegiatan untuk mendukung pemerintah dan berbagai kelompok peduli Pedoman Umum PNPM Mandiri dan Membangun Kredibilitas Fasilitator 12

lainnya dalam pengelolaan kegiatan seperti penyediaan konsultan manajemen, pengendalian mutu, evaluasi, dan pengembangan program.

Komponen program terdiri atas 4, yaitu pengembangan masyarakat, bantuan langsung masyarakat, peningkatan kapasitas pemerintahan dan pelaku lokal dan pengelolaan dan pengembangan program. Keempat komponen ini saling berkaitan dan membentuk suatu proses untuk terciptanya PNPM Mandiri. Menurut kelompok kami, sebaiknya kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam setiap komponen program dilaksanakan dengan baik dan selalu berfokus terhadap masyarakat serta penuh pengawasan. Hal ini bertujuan untuk menyeimbangkan proses PNPM Mandiri itu sendiri. Dalam rangka meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan berbagai program pemberdayaan masyarakat dalam PNPM Mandiri dilakukan harmonisasi pada aspek-aspek sebagai berikut: 1. Pemilihan sasaran Harmonisasi sasaran ditujukan untuk memadukan aspek wilayah dan kelompok masyarakat penerima manfaat. Lokasi PNPM Mandiri diutamakan pada kecamatan yang memiliki kriteria berikut; a) memiliki jumlah penduduk miskin cukup besar, b) tingkat pelayanan dasar rendah, c) tingkat kapasitas fiskal rendah, dan d) memiliki desa/kelurahan tertinggal. Penentuan lokasi PNPM-Inti ditetapkan oleh Tim Pengendali PNPM Mandiri. Lokasi PNPMPenguatan diarahkan ke lokasi PNPM-Inti dengan mempertimbangkan usulan sektor dan daerah, efisiensi dan efektivitas penanggulangan kemiskinan, serta mengurangi kesenjangan antar kecamatan. 2. Kelembagaan Masyarakat Harmonisasi kelembagaan masyarakat bertujuan untuk: a. Mewujudkan kepemimpinan masyarakat yang terpercaya, berbasis nilai, dan mengakar. b. Efisiensi tata kelola. c. Efektifitas program penanggulangan kemiskinan. d. Mendorong kepemerintahan yang tanggap terhadap persoalan kemiskinan dan upaya penanggulangannya. Pedoman Umum PNPM Mandiri dan Membangun Kredibilitas Fasilitator 13

Harmonisasi kelembagaan dilakukan melalui: a. Pengembangan dan penguatan kapasitas kelembagaan yang telah ada dengan cara meningkatkan kapasitas pengelola, memperbaiki kinerja dan etika lembaga, dan meningkatkan tingkat keterwakilan berbagai lembaga yang ada. b. Peningkatan kerjasama antar desa/kelurahan. Musyawarah Antar

Desa/Kelurahan merupakan forum tertinggi pengambilan keputusan antar desa/kelurahan. 3. Pendanaan Harmonisasi berbagai sumber pendanaan PNPM Mandiri bertujuan untuk efektivitas upaya penanggulangan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat. Harmonisasi pendanaan dikoordinasikan oleh Tim Pengendali PNPM Mandiri, Tim Koordinasi Provinsi dan Kabupaten/ Kota, serta lembaga masyarakat. Harmonisasi pendanaan dilakukan dengan cara konsolidasi berbagai sumber dan penggunaan dana, pembiayaan aktivitas yang tidak tumpang tindih, serta distribusi pelaku dan fungsi kinerja program. 4. Pelaksanaan Tahun 2008 merupakan masa transisi proses harmonisasi

pelaksanaan program-program pemberdayaan masyarakat yang meletakkan masyarakat sebagai pengambil keputusan pelaksanaan berbagai program tersebut di wilayahnya.

Harmonisasi program dilakukan dalam rangka menyempurnakan

proses

pelaksanaan komponen PNPM Mandiri. Jadi meskipun komponen dari program PNPM sudah terlaksana masih harus didukung dengan harmonisasi pemilihan sasaran, kelembagaan masyarakat, pendanaan hingga pelaksanaan. Menurut kelompok kami, dalam melakukan harmonisasi program terlihat jika kerja fasilitator lebih dominan. Dalam praktiknya, sebaiknya fasilitator menyusun

perencanaan yang detail dan jelas untuk setiap aspek harmonisasi ini. Ini dilakukan agar setiap masalah dan peluang di setiap aspek dapat diketahui dan dapat dipecahkan bersama-sama.

Pedoman Umum PNPM Mandiri dan Membangun Kredibilitas Fasilitator

14

3.2 Pengelolaan Program Pengelolaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri terdiri dari persiapan, perencanaan partisipatif, pelaksanaan kegiatan, monitoring, evaluasi, pelaporan, dan sosialisasi. 3.2.1 Persiapan Persiapan pelaksanaan PNPM Mandiri di pusat dikoordinasikan oleh Tim Pengendali PNPM Mandiri yang meliputi antara lain kebijakan umum dan pengembangan program, penetapan lokasi, strategi komunikasi, pengembangan sistem informasi, serta monitoring dan evaluasi. Persiapan pelaksanaan PNPM Mandiri di daerah dikoordinasikan oleh Tim Koordinasi provinsi dan kabupaten/kota, yang meliputi antara lain menyediakan kontribusi dana yang berasal dari anggaran daerah, membentuk Sekretariat Tim Koordinasi PNPM Mandiri, serta membentuk Satuan Kerja Pelaksanaan Program. 3.2.2 Perencanaan Partisipatif Perencanaan partisipatif adalah proses pengambilan keputusan pembangunan yang melibatkan masyarakat, swasta, dan pemerintah sesuai fungsinya masing-masing. Perencanaan partisipatif bertujuan untuk memberikan ruang seluas-luasnya kepada warga masyarakat baik laki-laki maupun perempuan terutama rumah tangga miskin untuk terlibat secara aktif dalam penggalian gagasan atau identifikasi kebutuhan dan pengambilan keputusan perencanaan pembangunan. Kualitas perencanaan partisipatif dapat diketahui dari jumlah warga yang hadir, kualitas pendapat/gagasan/usulan, serta dokumen perencanaan yang diputuskan. a. Perencanaan Partisipatif di Desa/Kelurahan Perencanaan partisipatif di desa/kelurahan dimulai dengan

meningkatkan kesadaran masyarakat melalui sosialisasi di masyarakat; pertemuan masyarakat; refleksi kemiskinan; pemetaan swadaya untuk

identifikasi masalah, potensi, dan kebutuhan; pengorganisasian masyarakat; dan penyusunan rencana dan program yang dilakukan masyarakat secara bersamasama.

Pedoman Umum PNPM Mandiri dan Membangun Kredibilitas Fasilitator

15

b. Perencanaan Partisipatif di Kecamatan Perencanaan partisipatif di kecamatan bertujuan untuk menyusun prioritas kegiatan antar desa/kelurahan berdasarkan hasil perencanaan

partisipatif di desa/kelurahan, sekaligus mensinergikannya dengan rencana pembangunan kabupaten/kota. Prioritas hasil perencanaan pembangunan partisipatif PNPM Mandiri dan musrenbang desa/kelurahan menjadi prioritas untuk dibiayai dengan sumber pendanaan kecamatan. c. Perencanaan Koordinatif di Kabupaten/Kota Rencana kegiatan antar desa/kelurahan dan/atau antar kecamatan yang memerlukan penanganan pada tingkat lebih lanjut disampaikan ke

kabupaten/kota oleh delegasi kecamatan untuk dibahas dalam Forum SKPD. Di dalam Forum SKPD, Rencana Kerja Masyarakat tersebut menjadi prioritas untuk disinkronkan dalam Rencana Kerja (Renja) SKPD. Renja SKPD yang telah memuat usulan masyarakat selanjutnya menjadi bahan penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) dalam Musrenbang kabupaten/ kota yang juga dihadiri oleh delegasi kecamatan. 3.2.3 Pelaksanaan Kegiatan Pelaksanaan kegiatan PNPM Mandiri dilakukan oleh masyarakat secara swakelola berdasarkan prinsip otonomi dan difasilitasi oleh perangkat pemerintahan yang dibantu oleh fasilitator atau konsultan. Tahap pelaksanaan kegiatan dilakukan setelah proses perencanaan selesai dan telah ada keputusan tentang pengalokasian dana kegiatan. Pelaksanaan kegiatan meliputi pemilihan dan penetapan tim pengelola kegiatan, pencairan atau pengajuan dana, pengerahan tenaga kerja, pengadaan barang/jasa, serta pelaksanaan kegiatan yang diusulkan. Personil tim pengelola kegiatan yang dipilih dan ditetapkan oleh masyarakat, bertanggung jawab dalam realisasi fisik, keuangan, serta administrasi kegiatan/pekerjaan yang dilakukan sesuai rencana. 3.2.4 Pengendalian Pengendalian adalah serangkaian kegiatan pemantauan, pengawasan, dan tindak lanjut yang dilakukan untuk menjamin pelaksanaan pembangunan yang direncanakan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang ditetapkan dan memastikan bahwa dana digunakan sesuai dengan tujuan program. Pemantauan Pedoman Umum PNPM Mandiri dan Membangun Kredibilitas Fasilitator 16

dan pengawasan adalah kegiatan mengamati perkembangan pelaksanaan rencana pembangunan, mengidentifikasi serta mengantisipasi permasalahan yang timbul dan/atau akan timbul. Sedangkan tindak lanjut merupakan kegiatan atau langkah-langkah operasional, yang perlu ditempuh berdasarkan hasil

pemantauan dan pengawasan, seperti antara lain koreksi atas penyimpangan kegiatan, akselerasi atas keterlambatan, klarifikasi atas ketidakjelasan, dan sebagainya, untuk memperbaiki kualitas pelaksanaan kegiatan. 3.2.5 Pengelolaan Pengaduan Masyarakat Pengaduan persoalan dan pertanyaan dari masyarakat, pelaku program, pemerintah, kelompok peduli, dan lainnya terkait dengan pelaksanaan PNPM Mandiri disampaikan baik secara langsung maupun tidak langsung. Prinsip pengelolaan pengaduan masyarakat adalah berjenjang yaitu penanganan pengaduan mulai pada tingkat yang terdekat dengan lokasi pengaduan,agar penanganan dilakukan sesegera dan sedekat mungkin dari lokasi pengaduan. 3.2.6 Evaluasi Evaluasi program bertujuan untuk menilai kinerja pelaksanaan, manfaat, dampak, dan keberlanjutan kegiatan yang dilaksanakan dalam kerangka PNPM Mandiri terhadap tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Kegiatan evaluasi dilakukan secara rutin dan berkala, baik oleh pengelola program maupun pihak independen seperti antara lain LSM, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan sebagainya. 3.2.7 Pelaporan Pelaporan PNPM Mandiri dilaksanakan secara berkala dan berjenjang melalui jalur struktural (perangkat pemerintah) dan jalur fungsional (konsultan dan fasilitator) guna menjamin aliran informasi secara cepat, tepat dan akurat kepada setiap pemangku kepentingan. 3.2.8 Sosialisasi Sosialisasi PNPM Mandiri bertujuan untuk memberi pemahaman kepada perangkat pemerintahan, baik pihak eksekutif maupun legislatif, perguruan tinggi, organisasi dan lembaga swadaya masyarakat, masyarakat pengusaha, media massa, serta masyarakat umum lainnya. Hal-hal yang disampaikan meliputi kebijakan, pengertian, tujuan, konsep, mekanisme dan Pedoman Umum PNPM Mandiri dan Membangun Kredibilitas Fasilitator 17

hasil-hasil pelaksanaan PNPM Mandiri agar terbangun pemahaman, kepedulian, serta dukungan terhadap PNPM Mandiri.

Dalam pelaksanaan program ada tujuh langkah yang harus dilakukan, yaitu persiapan, perencanaan partisipatif, pelaksanaan kegiatan, monitoring, evaluasi, pelaporan, dan sosialisasi. Ketujuh langkah ini harus dilakukan secara beruntun karena langakah-langkah ini berkesinambungan. Langkah-langkah ini dilaksanakan untuk

mencapai tujuan atau sasaran dari PNPM Mandiri itu sendiri. Menurut kelompok kami, dalam praktiknya, semua partisipan PNPM Mandiri baik itu tim penggerak, masyarakat, pemerintah, LSM dll harus bekerja bersama-sama sesuai dengan tugas dan kewajibannya masing-masing.

3.3 Kelembagaan yang Terkait Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat ( PNPM ) Mandiri Kelembagaan pada PNPM Mandiri bertujuan untuk penguatan terhadap hak kepemilikan dan memberi kesempatan yang sama bagi semua individu untuk mengerjakan aktivitas dalam meningkatkan kapasitas dan berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi produksi. 3.3.1 Struktur Kelembagaan Mencakup seluruh pihak yang bertanggungjawab dan terkait dalam pelaksanaan serta upaya pencapaian tujuan PNPM Mandiri, meliputi unsur pemerintah, fasilitator dan konsultan pendamping, serta masyarakat (pusat maupun daerah). Bila di pusat, lembaga PNPM dapat mencakup Tim Pengarah, dengan memberikan pengarahan kepada tim pelaksana seperti menteri-menteri dan kepala lembaga; kemudian Tim Pelaksana, terdiri atas

pejabat/kementerian/lembaga terkait. Selanjutnya, juga terdapat struktur organisasi di daerah yang mencakup Tim Koordinasi, yang anggotanya terdiri dari pejabat instansi terkait dan dibentuk berdasarkan surat keputusan yang dikeluarkan oleh TKPKD Provinsi; Satuan Kerja PNPM Mandiri Kabupaten/Kota; Masyarakat/Komunitas, diambil dari masyarakat yang peduli lingkungan, mempunyai komitmen yang besar terhadap pembangunan dan tidak pamrih. Pedoman Umum PNPM Mandiri dan Membangun Kredibilitas Fasilitator 18

3.3.2 Pengembangan Kelembagaan PNPM Mandiri Ruang lingkup meliputi pengembangan aturan formal ( aturan dasar kelembagaan ) dan informal ( akomodasi terhadap pengalaman, nilai-nilai tradisional, agama dan sebagianya ). Pengembangan kelembagaan PNPM Mandiri mengacu pada prinsip-prinsip berikut: a. Semua bentuk intervensi program dan berbagai aturan tidak boleh berbenturan/mengesampingkan/menghilangkan tatanan sosial

masyarakat yang sudah mapan, dan harus membatasi perilaku yang menyimpang. b. Semua aturan baik formal maupun informal yang ditetapkan dalam PNPM Mandiri merupakan akumulasi dari kebutuhan riil masyarakat. c. Berbagai desain kelembagaan perlu disertai dimensi tata kelola yang baik, ditujukan untuk meminimalisasi dam pak sosial dan lingkungan yang bakal muncul.

3.4 Proses Pendanaan yang Berkaitan dengan Program Nasional pemberdayaan Masyarakat ( PNPM ) Mandiri 3.4.1 Sumber Dana Sumber dana pelaksanaan PNPM Mandiri berasal dari: a. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), baik yang bersumber dari Rupiah Murni maupun pinjaman/hibah. b. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) provinsi, terutama untuk mendukung penyediaan dana m=pendamping bagi kabupaten dengan kapasitas fiskal rendah. c. d. APBD Kabupaten/Kota sebagai dana pendamping, Kontribusi swadaya sebagai perwujudan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility) e. Swadaya Masyarakat.

3.4.2 engelolaan Keuangan Program Satker PNPM bertanggung jawab pada aktifitas pendanaan dan penyaluran. Pembayaran dan penyaluran dana PNPM meliputi:

Pedoman Umum PNPM Mandiri dan Membangun Kredibilitas Fasilitator

19

a. Mengajukan Surat Perintah Pembayaran (SPP) dan Surat Perintah Membayar (SPM) b. Menyerahkan SPP dan SPM ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) yang ditunjuk c. KPN akan menerbitkan surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) kepada bank pelaksana. d. Bank pelaksana akan menyalurkan dana kepada rekening penerima.

SPP dan SPM diterbitkan oleh sakter PNM apabila dokumen-dokumen pendukung dilengkapi dan diverifikasi oleh konsultan pendamping. Penyaluran dana BLM ke rekening masyarakat dan pemanfaatannya dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan jenis bantuannya. Semua tata cara pencairan dana mengikuti ketentuan dan mekanisme yang berlaku. Sedangkan untuk dana dari luar negeri atau hibah dapat menggunakan mekanisme khusus. Seluruh transaksi akan disampaikan kepada pihak bank, dimana rekening khusus dibuka di pemerintah. Pengelolaan keuangan program dilakukan Satker PNPM Mandiri mengikuti sistem dan prosedur akuntasi pemerintah. PNPM Mandiri pusat membuat laporan pengelolaan keuangan program sedangkan PNPM Mandiri di daerah harus membuat laporan konsolidasi berupa laporan realisasi DIPA. Laporan keuangan yang telah dibuat akan diaudit oleh lembaga audit internal maupun eksternal. Untuk audit eksternal harus dari lembaga audit resmi yang telah disepakati. Lembaga auditor selain mengaudit laporan keuangan tetapi juga pencapaian tujuan program dengan berpatok pada indikator kerja yang telah disepakati. Agar proses transparansi pengelolaan kegiatan di tingkat masyarakat, maka masyarakat penerima bantuan wajib untuk menyebarluaskan keputusan yang telah ditetapkan. Akuntabilitas pada dasarnya dapat diterapkan dengan memberikan akses kepada semua pihak yang berkepentingan untuk melakukan audit, bertanya atau menggugat pertanggungjawaban. Dalam kegiatan ini masyarakat menerapkan prinsip-prinsip

akuntansi/pembukuan sederhana, dengan memisahkan penanggungjawab pengelolaan Pedoman Umum PNPM Mandiri dan Membangun Kredibilitas Fasilitator 20

dana non-bergulir dan dana bergulir. Pencatatan setiap transaksi keuangan minimal dilakukan dalam buku catatan uang masuk dan keluar yang disertai dengan bukti transaksi.

3.5 Mengembangkan Citra Diri Fasilitator yang Baik Fasilitator adalah orang yang mendampingi suatu proses belajar secara demokratis. Fasilitator adalah pemegang peran kunci dalam pengembangan masyarakat. Tugas utama dari fasilitator adalah mengembangkan kapasitas masyarakat untuk mampu mengoorganisir diri dan menentukan sendiri upaya-upaya yang diperlukan dalam memperbaiki kehidupan mereka. A. Peran fasilitator 1) 2) 3) B. Penasihat kelompok. Pelatih partisipatif. Penghubung dengan pihak-pihak lain (link person).

Kriteria Seorang Fasilitator 1) Memiliki pengalaman dalam bekerja dengan rakyat dan organisasi di daerah pedesaan dan kantong ketanian. 2) 3) 4) 5) 6) Akrab dengan persoalan yang dihadapi oleh petani. Memahami bahasa lokal dan budaya dari kelompok masyarakat. Memiliki kemampuan analisis sosial dan memahami isu pembangunan. Memiliki ketrampilan memfasilitasi kelompok. Memiliki kapasitas sebagai paralegal.

C.

Cara Mengembangkan Citra Diri Fasilitator 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Kesetaraan. Kerendahan hati. Mampu dan jujur. Percaya diri. Terbuka. Sabar. Luwes dan tanggap. Bisa menyesuaikan diri. Rasa humor. 21

Pedoman Umum PNPM Mandiri dan Membangun Kredibilitas Fasilitator

Jadi dapat disimpulkan bahwa fasilitator memiliki peran yang sangat penting dalam rangka membangun kepercayaan diri di dalam masyarakat untuk menggali lebih jauh lagi potensi yang dimiliki. Fasilitator sendiri juga harus mempunyai upaya-upaya untuk mengembangkan sikap positif dalam dirinya sendiri. Sehingga secara nyata, fasilitator dapat bekerja secara optimal untuk mengabdi kepada masyarakat itu sendiri.

3.6 Pengertian, Tujuan dan Proses Komunikasi Komunikasi adalah suatu proses dimana orang berupaya untuk memperoleh pengetian yang sama melalui pesan-pesan simbolik yang berupa isyarat, gerak, bunyi, ataupun yang lain yang dapat mewakili ide, gagasan atau pikiran yang hendak dikomunikasikan. Proses komunikasi sendiri secara singkat dapat digambarkan sebagai berikut: PENGIRIM PESAN PENERIMA

Dari alur diatas, dapat disimpulkan bahwa unsur utama dalam komunikasi adalah adanya pengirim yang bertindak sebagai pemberi informasi (komunikator), sedangkan pesan berupa informasi yang dapat diterima, dan penerima sebagai sasaran atau obyek penyampaian komunikasi. Selain ketiga unsur tersebut, secara umum ada 8 unsur yng terkandung dalam komunikasi, yaitu : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Pengirim (komunikator). Pembuatan kode atau penyandian/encoding. Pesan. Saluran (media). Penerima (komunikan). Pemahaman pesan (decoding). Hambatan. Umpan balik (feed back0. Kedelapan unsur tersebut sangat penting dalam komunikasi karena kedelapan unsur tersebut saling berkaitan. Di antara unsur tersebut terdapat saluran/media yang berfungsi sebagai alat untuk penyampaian informasi. Hambatan merupakan sesuatu

Pedoman Umum PNPM Mandiri dan Membangun Kredibilitas Fasilitator

22

yang dapat mengganggu jalannya proses komunikasi.sedangkan umpan balik merupakan tanggapan dari komunikan terhadap informasi yang sudah disampaikan sebelumnya. Komunikasi dapat berjalan efektif apabila memperhatikan hal-hal berikut ini: a. b. c. d. Perhatian. Pemahaman. Penerimaan. Tindakan. Perhatian dalam hal ini merupakan sikap siap menerima dan juga memberikan informasi antara komunikator dan komunikan. Pemahaman bahwa penerima/komunikan dapat menangkap maksud sebenarnya dari informasi yang didapat. Penerimaan merupakan kesediaan menerima informasi yang diberikan dengan rasa tanggung jawab yang besar. Sedangkan tindakan merupakan pengaplikasian informasi oleh komunikan sesuai dengan yang didapatkan sebelumnya.

3.7 Membangun Keterpercayaan (Kredibilitas) fasilitator Kemampuan dalam menyampaikan suatu ide, hampir sama pentingnya dengan ide itu sendiri. Unsur utama untuk komunikasi yang efektif adalah keterpercayaan (kredibilitas). Ketrampilan komunikasi antar perorangan adalah kemampuan untuk terus menerus membangun kredibilitas dan dapat dipercayanya segala apa yang kita komunikasikan. A. Kemampuan Wacana/Verbal Kemampuan ini menyangkut kemampuan seseorang dalam penguasaan materi atau isi pesan. Dalam hal ini, si pembelajar mendengar melalui rangsangan emosional/rasa/afeksinya. Agar isi pesan dapat diterima dengan baik maka komunikasi harus disertai dengan sentuhan-sentuhan pada otak kanan yang berfungsi sebagai pemersatu antara mengalirnya isi pesan dan pengendalian emosi pendengar. B. Kemampuan Wicara/Vokal Kemampuan wicara atau vokal adalah kemampuan fasilitator untuk mengolah kata-kata yang ditunjukkan dalam suaranya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan kemampuan ini antara lain :

Pedoman Umum PNPM Mandiri dan Membangun Kredibilitas Fasilitator

23

keterampilan perilaku suara dan variasi vokal; keterampilan perilaku bahasa, istirahat dan bukan kata-kata; serta penggunaan humor. C. Kemampuan Wahana/Visual Kemampuan wahana atau visual meliputi : 1. Keterampilan perilaku komunikasi mata Komunikasi mata adalah keterampilan paling penting karena mata merupakan satu-satunya bagian dari sistem pusat syaraf yang langsung berhubungan dengan orang lain. 2. Keterampilan perilaku sikap dan gerak-gerik Sikap dan gerak-gerik seperti berdiri tegak dan bergerak secara alamiah lebih efektif dalam mencairkan suasana dibandingkan dengan sikap kaku. Kita perlu untuk mengembangkan gaya sendiri yang nyaman bagi diri kita untuk menyesuaikan konsepsi sikap dan gerak-gerik kepada gaya pribadi. 3. Keterampilan perilaku gerak isyarat/ ekspresi muka Gerak isyarat atau ekspresi muka penting untuk diperhatikan karena ekspresi muka cenderung memperlihatkan apakah kita terbuka dan dekat atau justru tertutup dan jauh dari orang lain. 4. Keterampilan perilaku berpakaian dan berpenampilan Penampilan perlu disesuaikan dengan lingkungan dimana kita berada. Selain itu, kita juga harus menyesuaikan dengan kenyamanan kita sendiri maupun dengan siapa kita berada saat itu. 5. Keterampilan perilaku diri sendiri yang alamiah Perilaku yang alami seperti bersikap secara wajar dan mengakui kelebihan maupun kekurangan kita sendiri adalah suatu bentuk dari keterampilan perilaku diri sendiri yang alamiah.

Pedoman Umum PNPM Mandiri dan Membangun Kredibilitas Fasilitator

24

IV. PENUTUP 1. Kesimpulan a. Rangkaian proses pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui komponen program seperti pengembangan masyarakat, bantuan langsung masyarakat, peningkatan kapasitas pemerintahan dan pelaku lokal, serta bantuan pengelolaan dan pengembangan program. Sedangkan harmonisasi program dilakukan pada aspek-aspek seperti pemilihan sasaran, kelembagaan masyarakat, pendanaan dan pelaksanaan. b. Pengelolaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri terdiri dari persiapan, perencanaan partisipatif, pelaksanaan kegiatan, monitoring, evaluasi, pelaporan, dan sosialisasi. c. Kelembagaan PNPM Mandiri pada hakekatnya bertujuan untuk penguatan terhadap hak kepemilikan dan memberi kesempatan yang sama bagi semua individu untuk mengerjakan aktivitas, khususnya dalam meningkatkan kapasitas dan berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi produktif. d. Pendanaan pada PNPM Mandiri mencakup dua hal, yaitu sumber dana dan peruntukan dana. Sedangkan pengelolaan keuangan juga mencakup dua hal, yaitu pengelolaan keuangan program dan keuangan masyarakat. e. Untuk membangun kredibilitas seorang fasilitator dapat dilakukan dengan mengembangkan kemampuan wacana/verbal, kemampuan wicara/vokal, kemampuan wahana/visual.

2.

Saran a. Sebaiknya fasilitator memberikan pelayanan yang baik dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan PNPM Mandiri. b. Sebaiknya masyarakat mampu bekerjasama secara baik dengan fasilitator dan dengan masyarakat agar tujuan yang telah direncanakan dapat dicapai dengan baik pula.

Pedoman Umum PNPM Mandiri dan Membangun Kredibilitas Fasilitator

25

DAFTAR PUSTAKA PNPM, 2012. Pengertian PNPM Mandiri . http://www.pnpm-

mandiri.org/index.php?option=com_content&view=article&id=157&Itemid=3 94. Di akses tanggal 14 Oktober 2012. PNPM, 2012. Tujuan Umum PNPM Mandiri. http://www.pnpm-

mandiri.org/index.php?option=com_content&view=article&id=157&Itemid=3 94. Di akses tanggal 14 Oktober 2012. PNPM, 2012. Strategi PNPM Mandiri. http://www.pnpm-

mandiri.org/index.php?option=com_content&view=article&id=157&Itemid=3 94. Di akses tanggal 14 Oktober 2012. PNPM. 2012. Prinsip Dasar PNPM Mandiri.

http://www.google.co.id/#hl=id&sclient=psyab&q=prinsip+dasar+pnpm+man diri&oq=prinsip+dasar+pnpm+mandiri. Di akses tanggal 14 Oktober 2012. PNPM. 2012. Pendekatan PNPM Mandiri.

http://www.google.co.id/#hl=id&sclient=psyab&q=prinsip+dasar+pnpm+man diri&oq=prinsip+dasar+pnpm+mandiri. Di akses tanggal 14 Oktober 2012. PNPM. 2012. Dasar Hukum PNPM Mandiri. http://www.pnpm-

mandiri.org/index.php?option=com_content&view=article&id=157&Itemid=3 94. Di akses tanggal 14 Oktober 2012. Roestiyah, 2001, Strategi Belajar Mengajar, Rineka Cipta, Jakarta. Zulkifli, 2011. Fungsi Fasilitator. http://www.bintan-s.web.id/2011/01/fungsi-dankemampuan-fasilitator.html

Pedoman Umum PNPM Mandiri dan Membangun Kredibilitas Fasilitator

26