Anda di halaman 1dari 1

Tugas Membuat Rangkuman Nama : Bayu Ertanto NIM : 1206188452 Kuliah : Pengantar Ilmu Linguistik Aspek Kognitif Bahasa

Dalam proses pemahaman, manusia akan mengingat apa yang diujarkan atau dituliskan. Semua proses tersebut disebut proses kognitif. Proses kognitif adalah proses untuk memperoleh pengetahuan dalam kehidupan yang diperoleh melalui pengalaman. Pengalaman yang dimaksud adalah pengalaman indrawi yang melibatkan panca indera yaitu, penglihatan, pendengaran, penciuman, perabaan, dan pengecapan. Hasil proses kognitif disebut kognisi. Otak mempunyai peran yang besar dalam proses kognitif seseorang. Bagian dalam otak manusia dibagi menjadi tiga bagian, yakni (1) otak besar (sereberum), (2) otak kecil (serebelum), (3) batang otak. Bagian otak yang paling penting dalam kegiatan berbahasa adalah otak besar. Bagian pada otak besar yang terlibat langsung dalam pemrosesan bahasa adalah korteks serebral. korteks serebral terdiri atas dua bagian, yakni belahan otak kiri atau hemisfer kiri dan belahan otak kanan atau hemisfer kanan. Hemisfer kanan mengontrol pemrosesan informasi spasial dan visual. Hemisfer kanan membuat kita mampu melihat, memperkirakan, atau memahami ruang benda secara tiga dimensi. Di dalam pemrosesan bahasa, hemisfer kanan berperan mengendalikan intonasi kalimat. Sementara itu, hemisfer kiri mengontrol kegiatan berbahasa dan aspek kognitif yang lain. Pada hemisfer kiri terdapat bagian penting yakni area Broca dan area Wernicke. Area Broca merupakan pusat yang mengelola penyampaian lisan, sedangkan area Wernicke merupakan pusat pemahaman lisan. Proses berbahasa melibatkan kedua hemisfer. Koordinasi antara kedua hemisfer itu disatukan oleh korpus kolosum. Kemampuan kognitif manusia ditentukan oleh memori. Memori merupakan informasi tentang pengalaman masa lampau yang disimpan dalam otak manusia. Pemrosesan informasi yang diterima melalui panca indera ke dalam memori manusia berlangsung melalui tiga tahap, yaitu memori sensorik (sensory memory) atau ingatan dalam jangka waktu sangat pendek, memori jangka pendek (short-term memory), dan memori jangka panjang (long-term memory). Memori jangka panjang mencakup memori semantis dan memori episodis. Memori semantis berkaitan dengan unsur-unsur makna bahasa dan tidak berkaitan dengan lingkup ruang dan waktu, sedangkan memori episodis mengandung informasi yang berkaitan dengan pengalaman seseorang dalam lingkup ruang dan waktu. Dalam aspek kognitif terdapat istilah pemerolehan dan pemelajaran bahasa. Istilah pemerolehan dipakai dalam proses penguasaan bahasa pertama, yaitu suatu proses perkembangan bahasa yang terjadi pada manusia sejak lahir. Istilah pemelajaran dipakai dalam proses belajar bahasa (umumnya bahasa yang dipelajari di secara formal di sekolah atau bahasa asing) yang dialami seorang anak atau orang dewasa setelah ia menguasai bahasa pertama. Dalam proses berbahasa adakalanya terdapat gangguan. Gangguan dalam proses berbahasa dapat berupa gangguan alat wicara dan gangguan wicara. Gangguan alat wicara berkaitan pada alat-alat ucap. Seperti gangguan pada bagian pita suara yang menyebabkan suara serak atau hilang. Gangguan wicara berkaitan dengan gangguan pada otak. Contohnya adalah seseorang yang menderita afasia Brocha dan afasia Wernicke. Seseorang yang menderita afasia Broca membuat penderita mengalami kesukaran dalam menghasilkan ujaran. Sementara itu, seseorang yang menderita afasia Wernicke mengalami gangguan dalam memahami ujaran yang disampaikan orang lain.