Anda di halaman 1dari 6

A. Tegangan Tegangan listrik (Voltage) adalah perbedaan potensi listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik.

Tegangan dinyatakan dalam satuan volt (V). Besaran ini mengukur energi potensial sebuah medan listrik untuk menyebabkan aliran listrik dalam sebuah konduktor listrik. Tergantung pada perbedaan potensi listrik satu tegangan listrik dapat dikatakan sebagai ekstra rendah, rendah, tinggi atau ekstra tinggi. Tenaga (the force) yang mendorong electron agar bisa mengalir dalam sebauh rangkaian dinamakan tegangan. Tegangan adalah sebenarnya nilai dari potensial energi antara dua titik. Pada sebuah rangkaian, besar energi potensial yang ada untuk menggerakkan electron pada titik satu dengan titik yang lainnya merupakan jumlah tegangan. [dikutip http://arsvida.wordpress.com/2009/02/25/listrik-arus-tegangan-hambatan-daya/ ]

B. ARUS Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang disebabkan dari pergerakan elektronelektron, mengalir melalui suatu titik dalam sirkuit listrik tiap satuan waktu. Arus listrik dapat diukur dalam satuan Coulomb/detik atau Ampere. Untuk arus yang konstan, besar arus dalam Ampere dapat diperoleh dengan persamaan:

di mana adalah arus listrik,

adalah muatan listrik, dan adalah waktu (time).

Sedangkan secara umum, arus listrik yang mengalir pada suatu waktu tertentu adalah:[6]

Dengan demikian dapat ditentukan jumlah total muatan yang dipindahkan pada rentang waktu 0 hingga melalui integrasi:[5]

Sesuai dengan persamaan di atas, arus listrik adalah besaran skalar karena baik muatan maupun waktu merupakan besaran skalar.[5] Dalam banyak hal sering digambarkan arus listrik

dalam suatu sirkuit menggunakan panah,[5] salah satunya seperti pada diagram di atas. Panah tersebut bukanlah vektor dan tidak membutuhkan operasi vektor.[5] Pada diagram di atas ditunjukkan arus mengalir masuk melalui dua percabangan dan mengalir keluar melalui dua percabangan lain. Karena muatan listrik adalah kekal maka total arus listrik yang mengalir keluar haruslah sama dengan arus listrik yang mengalir ke dalam[5] sehingga . Panah arus hanya menunjukkan arah aliran sepanjang penghantar, bukan arah dalam ruang.

[dikutip http://id.wikipedia.org/wiki/Arus_listrik ]

Arah arus
. Arus listrik merupakan gerakan kelompok partikel bermuatan listrik dalam arah tertentu. Arah arus listrik yang mengalir dalam suatu konduktor adalah dari potensial tinggi ke potensial rendah (berlawanan arah dengan gerak elektron). Satu ampere sama dengan 1 couloumb dari electron melewati satu titik pada satu detik. Pada kasus ini, besarnya energi listrik yang bergerak melewati conductor (penghantar). [dikutip http://arsvida.wordpress.com/2009/02/25/listrik-arus-tegangan-hambatan-daya/ ]

Definisi arus listrik yang mengalir dari kutub positif (+) ke kutub negatif (-) baterai (kebalikan arah untuk gerakan elektronnya)[5]

Pada diagram digambarkan panah arus searah dengan arah pergerakan partikel bermuatan positif (muatan positif) atau disebut dengan istilah arus konvensional. Pembawa muatan positif tersebut akan bergerak dari kutub positif baterai menuju ke kutub negatif.[5] Pada kenyataannya, pembawa muatan dalam sebuah penghantar listrik adalah partikel-partikel elektron bermuatan negatif yang didorong oleh medan listrik mengalir berlawan arah dengan arus konvensional.[5] Sayangnya, dengan alasan sejarah, digunakan konvensi berikut ini:[5]
Panah arus digambarkan searah dengan arah pergerakan seharusnya dari pembawa muatan positif, walaupun pada kenyataannya pembawa muatan adalah muatan negatif dan bergerak pada arah berlawanan.[5]

Konvensi demikian dapat digunakan pada sebagian besar keadaan karena dapat diasumsikan bahwa pergerakan pembawa muatan positif memiliki efek yang sama dengan pergerakan pembawa muatan negatif.[5]

Arus dapat digolongkan atas dua macam , yaitu arus searah (DC) danarus bolak balik (AC). a. Arus searah (DC) Arus searah (DC) yaitu arus yang mengalir ke satu arah saja dengan harga konstanta.Salah satu sumber arus searah adalah batere. b.Arus bolak balik (AC) Arus bolak balik (AC adalah arus yang mengalir dengan arah bolak balik. Arus ini biasa juga disebut arus tukar sebab polaritasnya selalu bertukar-tukar. Juga disebut arus ACsebagai singkatan dari istilah asing (Inggris) Alternating Current. Sumber arus listrik bolak balik adalah pembangkit tegangan tinggi seperti PLN (Perusahaan Listrik Negara )dan Generator

C. HAMBATAN Hambatan listrik adalah perbandingan antara tegangan listrik dari suatu komponen elektronik (misalnya resistor) dengan arus listrik yang melewatinya. Hambatan dinyatakan dalam satuan ohm. Elektron bebas cenderung bergerak melewati konduktor dengan beberapa derajat pergesekan, atau bergerak berlawanan. Gerak berlawanan ini yang biasanya disebut dengan hambatan. Besarnya arus didalam rangkaian adalah jumlah dari energi yang ada untuk mendorong elektron, dan juga jumlah dari hambatan dalam sebuah rangkaian untuk menghambat lajunya arus. [Dikutip http://arsvida.wordpress.com/2009/02/25/listrik-arus-tegangan-hambatan-daya/ ] Hambatan tersebut disebabkan oleh.

a.tiap -tiap atom menahan perpindahan elektron yang terjadi pada perlawanan terhadap elektron kearah luarnya. b. Benturan elektron-elektron dan atom tidak terhitung pada sebuah penghantar.Benturan seperti yang dimaksud di atas menimbulkan adanya tahanan yangmengakibatkan panas bertambah pada penghantar. Tahanan diukur dengan satuan Ohm(). Satuan Ohm () adalah besarnya tahanan yang akan mengalirkan 1 amper dengantegangan sebesar 1 volt. Besar kecilnya tahanan yang ada pada sebuah penghantar ditentukan oleh : a . J e n i s p e n g h a n t a r . Besi besar tahanannya terhadap arus listrik. Tetapi ada lagi yang lebih besar tahanannyayaitu baja. Sedangkan tembaga memiliki tahanan paling kecil dibandingkan dengan besidan baja. Itulah sebabnya dalam praktek orang memakai tembaga apabila hendak mengalirkan arus listrik. b. Panjang penghantar.Makin panjang penghantar / kawat, makin besar tahanan / perlawanannya. Sebab perlawanan yang kecil-kecil di sepanjang kawat itu akan menjadi jumlah yang besar. c . P e n a m p a n g p e n g h a n t a r . Makin besar penampang kawat (diameter kawat), makin kecil perlawanannya. Ini berlaku juga bagi saluran air. Makin besar penampangnya, air makin leluasa mengalir karena perlawanannya kecil. Oleh karena itu jika hendak memakai kawat listrik, janganmenggunakan kawat yang diameternya terlampau kecil.d . S u h u p e n g h a n t a r . Pada umumnya logam akan naik tahanannya kalau suhunya naik (menjadi panas). [dikutip http://id.scribd.com/doc/65186903/Konsep-Arus-Tegangan-Dan-Hambatan]

D. HUKUM KIRCHOFF
Hukum kirchhoff merupakan salah satu teori elektronika untuk menganalisa lebih lanjut tentang rangkaian elektronika. Dengan hukum kirchhoff kita dapat menganalisa lebih lanjut tentang arus yang mengalir dalam rangkaian dan tegangan yang terdapat pada titik-titik rangkaian elektronika. Hukum kirchhoff ini berlaku untuk analisis rangkaian loop tertutup seperti pada contoh rangkaian berikut.

Dalam hukum kirchhoff dikenal 2 teori yang dapat digunakan untuk analisis rangkaian elektronika yaitu Hukum Kirchhoff Arus (KCL, Kirchhoff Current Law) dan Hukum Kirchhoff Tegangan (KVL, Kirchhoff Voltage Law).

Hukum Kirchhoff Arus (KCL, Kirchhoff Current Law) Hukum kirchhoff arus merupakan hukum kirchhof pertama (1) yang menyatakan bahwa Arus total yang masuk pada suatu titik sambungan atau percabangan adalah nol. Hukum kirchhoff arus ini dapat dinyatakan dalam persamaan matematika sebagai berikut.

in = 0
Arah setiap arus ditunjukkan dengan anak panah, jika arus berharga positif maka arus mengalir searah dengan anak panah, demikian sebaliknya. Dengan demikian untuk rangkaian seperti pada gambar diatas dapat dituliskan persamaan matematik berdasarkan hukum kirchhoff arus sebagai berikut:

-I1+I2+I3=0
Tanda negatif pada I1 menunjukkan bahwa arus keluar dari titik cabang dan jika arus masuk titik cabang diberi tanda positif

Hukum Kirchhoff Tegangan (KVL, Kirchhoff Voltage Law) Pada hukum kirchhoff tegangan atau yang sering disebut hukum kirchhoff ke II ini menyatakan Pada setiap rangkaian tertutup (loop), jumlah penurunan tegangan adalah nol . Hukum kirchhoff tegangan ini dapat juga dinyatakan dengan persamaan matematika sebagai berikut.

Vn = 0
Dari contoh rangkaian pada gambar diatas dengan hukum kirchhoff dapat dituliskan beberapa persamaan matematis untuk menyatakan hukum kirchhoff tegangan sesuai loop sebagai berikut.

Persamaan diatas memperlihatkan bahwa tegangan V merupakan hasil penurunan tegangan akibat adanya beban yang dialiri arus. Terlihat dalam hukum kirchhoff tegangan bahwa V merupakan bagian dari E. Read more at: http://elektronika-dasar.com/teori-elektronika/hukum-kirchhoff/ Copyright Elektronika Dasar