Anda di halaman 1dari 2

Trouble Shooting Pada Proses Koagulasi

1. Dosis koagulan naik (di atas batasan regresi grafik yang ditetapkan) Dosis koagulan yang naik ( + dari grafik) bisa disebabkan oleh beberapa hal diantaranya adalah: a. Kualitas air baku Kualitas air baku untuk beberapa parameter mengalami peningkatan, seperti parameter Total alkalinitas, Conductivity, dll. Penyelesaian : Tambahkan dosis koagulan hingga diperoleh hasil kekeruhan CW 2-3 NTU. Uji kebutuhan koagulan pada air baku tersebut dengan melakukan jartest dengan koagulan yang sedang digunakan. Jika hasil jartest menunjukkan dosis koagulan meningkat, maka penambahan dosis koagulan pada kondisi tersebut dibenarkan.
b. Kondisi pencampuran mixing yang kurang optimal

Proses pencampuran koagulan dimixing chamber untuk mengolah hasil koagulasi tidak maksimal, sehingga berpengaruh pada kerja pulsator dalam proses koagulasi. Penyelesaian : Dilakukan Pengaturan pada proses pencampuran koagulan di mixing dengan cara mengatur debit water service agar pencampuran merata c. Keterlambatan dalam penanganan kondisi prekoagulasi Kenaikan kekeruhan air baku yang cepat tidak diketahui oleh analis sehingga penanganan proses prekoagulasi terlambat. Penyelesaian : Start Prekoagulasi dengan dosis yang disesuaikan dengan kekeruhan air baku. Atur dosis koagulan untuk air grit chamber. 2. Sistem Koagulasi tidak berjalan dengan semestinya a. Terjadi penggantian pompa dosing, jalur koagulan, Karena terjadi pencampuran dua jenis koagulan yang berbeda. Penyelesaian : Dilakukan kordinasi kepada W1,W2,W3 sebelum pergantian jalur maupun dosing pump, sehingga tidak ada pencampuran koagulan. 3. Jenis dan Kualitas koagulan

a. Kesesuaian antara jenis koagulan yang dipakai dengan hasil perhitungan untuk penentuan dosis Didapatkan hasil Penyelesaian : b. Kualitas koagulan yang dipakai tidak memenuhi standar

4. Kesalahan Instrumen dan manusia a. Terjadi Penurunan Kinerja dari Pompa dosing

b. Terjadi kesalahan perhitungan pada penentuan dosis koagulan